PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA
INSTALASI FARMASI
RSU SARI MUTIARA LUBUK PAKAM
JL. Medan No 17 Lubuk Pakam
TAHUN 2024
BAB I
DEFINISI
1. Sumber Daya Manusia Kesehatan yang selanjutnya disingkat SDMK adalah
seseorang yang bekerja secara aktif di bidang kesehatan, baik yang memiliki
pendidikan formal kesehatan maupun tidak yang untuk jenis tertentu memerlukan
kewenangan dalam melakukan upaya kesehatan.
2. Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang
kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di
bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan
upaya kesehatan.
3. Institusi Kesehatan adalah lembaga yang bergerak di bidang kesehatan baik yang
memberikan pelayanan kesehatan secara langsung terhadap masyarakat maupun yang
memberikan pelayanan manajerial.
4. Fasilitas Kesehatan adalah sarana kesehatan yang digunakan untuk
menyelenggarakan pelayanan kesehatan.
5. Fasilitas Pelayanan Kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat yang digunakan
untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif,
maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau
masyarakat.
6. Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang
dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan untuk memelihara dan
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit,
peningkatan kesehatan, pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan oleh
Pemerintah dan / atau masyarakat.
7. Beban kerja adalah banyaknya jenis pekerjaan yang harus diselesaikan oleh pekerja
selama satu tahun dalam satu sarana pelayanan kesehatan.
8. NEED (Douglas) adalah upaya menghitung dimana cara ini dihitung berdasarkan
kebutuhan menurut beban kerja yang diperhitungkan sendiri dan memenuhi standar
profesi.
9. Perencanaan Kebutuhan SDMK adalah proses sistematis dalam upaya menetapkan
jumlah, jenis, dan kualifikasi SDMK yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi suatu
wilayah dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan.
10. Perencanaan Kebutuhan SDMK ditingkat Institusi adalah perencanaan kebutuhan
SDMK yang dilakukan dalam lingkup suatu institusi kesehatan.
11. Perencanaan Tenaga Kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat yang digunakan
untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif
maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau
masyarakat.
12. Kesenjangan SDMK adalah selisih jumlah SDMK menurut jenisnya antara
kebutuhan SDMK dengan jumlah SDMK menurut jenis yang ada.
BAB II
RUANG LINGKUP
Perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM) instalasi Farmasi ini berisi tentang :
1. Konsep dasar perencanaan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan.
2. Metode perencanaan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan dengan metode
Analisis Beban Kerja.
3. Strategi perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan.
4. Tahapan penyusunan dokumen perencanaan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM)
kesehatan.
Dokumen perencanaan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan instalasi
farmasi yang sudah ditetapkan oleh Direktur Rumah Sakit dimanfaatkan untuk :
1. dasar usulan formasi berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan Sumber Daya Manusia
(SDM) kesehatan seperti yang tertuang dalam dokumen perencanaan Sumber Daya
Manusia (SDM) rumah sakit.
2. penataan instalasi farmasi.
3. bahan kebijakan dalam redistribusi.
4. bahan kebijakan dalam distribusi
5. manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) non kesehatan yang bekerja di instalasi farmasi
6. Sebagai dasar pengajuan ke bagaian Adm Umum & HRD untuk mendapatkan usulan
formasi melalui persetujuan dari Direktur Rumah Sakit.
BAB III
TATA LAKSANA
LANGKAH 1 :
MENENTUKAN JENIS DAN KUALIFIKASI SDM
NO UNIT KERJA JENIS SDM KUALIFIKASI
1 Farmasi Tenaga kesehatan DII Farmasi/Apoteker
LANGKAH 2 :
MENETAPKAN WAKTU KERJA TERSEDIA
Dengan rumus :
Waktu Kerja Tersedia = { A – ( B + C + D + E) } x F
A = Jumlah hari setahun D = Hari libur Nasional
B = Jumlah hari minggu setahun E = Ketidak hadiran lainnya
C = Cuti setahun F = Jam kerja / hari
Kode Faktor Jumlah Keterangan
A Jumlah hari kerja 365 Hari /th
B Jumlah hari minggu 52 Hari /th
C Jumlah cuti tahunan 12 Hari /th
D Hari libur Nasional 15 Hari /th
E Ketidak hadiran lainnya 2 Hari /th
Hari yang tersedia 284 Hari / th
F Jumlah jam kerja 7 Hari / th
Jml waktu kerja tersedia 1.988 Jam / th
Jml waktu kerja tersedia 119.020 Menit / th
LANGKAH 3 :
MENGIDENTIFIKASI KEGIATAN POKOK DAN MENGHITUNG WAKTU
RATA-RATA
Kategori Kegiatan Kegiatan Pokok Rata-Rata
SDM Pelayanan Waktu
Farmasi Operan Shift Operan shift 15
Pra pelayanan • membersihkan ruangan 15
• mencuci gilingan obat 10
• merapikan peralatan di unit farmasi 5
• mempersiapkan peralatan yang akan 10
digunakan
• menghidupkan komputer 5
Penerimaan Pasien poli
resep dari pasien
• menerima resep pasien 10
• mengisi data pasien di blanko resep 5
• input data resep serta total harga 15
• menyerahkan total harga ke pasien 5
• pengambilan obat ke lemari obat 15
• pembuatan resep racik 20
• pemberian etiket 5
• penyerahan obat ke pasien/KIE 15
Pasien rawat inap
• menerima resep pasien 10
• mengisi data pasien di blanko resep 5
• input data resep serta total harga 15
• menyerahkan total harga ke pasien 5
• pengambilan obat ke lemari obat 15
• pembuatan resep racik 10
Kategori Kegiatan Kegiatan Pokok Rata-Rata
SDM Pelayanan Waktu
Farmasi • pemberian etiket 5
• penyerahan obat ke pasien/KIE 15
• merapikan blanko resep 10
Layanan telepon • memerima telepon dari dalam dan luar 10
rumah sakit
• survei harga dan stok ada atau tidaknya 10
obat
• telepon ke apotik untuk ekspedisi obat 10
dan harga
Penerimaan • melakukan cek barang 30
barang
• melakukan penempatan barang lemari 30
atau gudang obat
Input data • menganalisa faktur 30
pembelian
• input ke komputer 30
Administrasi • melayani permintaan copy resep 25
• mencatat suhu kulkas 5
• mencatat suhu ruangan 5
• memeriksa fluor stok obat diunit kerja 30
• memberikan edukasi pada pasien rawat 30
inap sesuai kebutuhan
LANGKAH 4 :
MENYUSUN STANDAR BEBAN KERJA
RUMUS : STANDAR BEBAN KERJA = WAKTU TERSEDIA
_____________________________________
RATA-RATA WAKTU PER KEGIATAN POKOK
Kategori Kegiatan Pokok Rata-Rata Waktu Standar
SDM Waktu Kerja Beban
Tersedia Kerja
Farmasi • Operan shift 15 45 3
Pra pelayanan
• membersihkan ruangan 15 45 3
• mencuci gilingan obat 10 20 2
• merapikan peralatan di instalasi 5 15 3
farmasi
• mempersiapkan peralatan yang akan 10 30 3
digunakan
• menghidupkan komputer 5 10 2
Penerimaan resep dari pasien poli
• menerima resep pasien 10 20 20
• mengisi data pasien di blanko resep 5 30 3
• input data resep serta total harga 15 30 2
• menyerahkan total harga ke pasien 5 20 4
• pengambilan obat ke lemari obat 15 30 2
• pembuatan resep racik 20 40 4
• pemberian etiket 5 20 4
• penyerahan obat ke pasien/KIE 15 30 2
Kategori Kegiatan Pokok Rata-Rata Waktu Standar
SDM Waktu Kerja Beban
Tersedia Kerja
Farmasi Penerimaan resep dari pasien rawat
inap
• menerima resep pasien 10 20 2
• mengisi data pasien di blanko resep 5 20 4
• input data resep serta total harga 15 30 2
• menyerahkan total harga ke pasien 5 30 6
• pengambilan obat ke lemari obat 15 30 20
• pembuatan resep racik 10 30 3
• pemberian etiket 5 20 4
• penyerahan obat ke pasien/KIE 15 30 3
• merapikan blanko resep 10 10 1
Layanan telepon
• memerima telepon dari dalam dan 10 20 1
luar rumah sakit
• survei harga dan stok ada atau 10 30 3
tidaknya obat
• telepon ke apotik untuk ekspedisi 10 20 2
obat dan harga
Penerimaan barang
• melakukan cek barang 30 30 1
• melakukan penempatan barang 30 30 1
lemari atau gudang obat
Input data pembelian
• menganalisa faktur 30 60 2
• input ke komputer 30 30 5
Kategori Kegiatan Pokok Rata-Rata Waktu Standar
SDM Waktu Kerja Beban
Tersedia Kerja
Administrasi • melayani permintaan copy resep 25 100 4
• mencatat suhu kulkas 5 10 2
• mencatat suhu ruangan 5 10 2
• memeriksa fluor stok obat diinstalasi 30 30 1
kerja
• memberikan edukasi pada pasien 30 30 1
rawat inap sesuai kebutuhan
LANGKAH 5 :
MENYUSUN STANDAR KELONGGARAN (FAKTOR KOREKSI)
RUMUS :
STANDAR KELONGGARAN = RATA-RATA WAKTU PER FAKTOR
KELONGGARAN
_______________________________________________
WAKTU KERJA TERSEDIA
No. Faktor Kelonggaran Frekuensi Waktu Jumlah
1. Rapat 1 x / bln 2.0 jam 24 jam / th
2. Makan / Snack 1 x / hari 0, 5 jam 142 jam / th
3. Lain-lain (koord. ant bagian) 1 x / hari 0, 5 jam 142 jam / th
Waktu kelonggaran 308 jam / th
= 18.480 mnt/th
Total waktu kerja efektif 1.988 jam / th
= 119.020 mnt/th
Standar waktu kelonggaran / Faktor Koreksi 0,15
LANGKAH 6 :
MENGHITUNG KEBUTUHAN SDM
RUMUS :
KEBUTUHAN SDM = KUANTITAS KEGIATAN POKOK
_________________________________ + SKG (0,15)
STANDAR BEBAN KERJA
1,005
= _________________________________ + SKG (0,15)
130
= 8,88 dibulatkan menjadi 9 orang
LANGKAH 7 : ANALISA KEBUTUHAN SDM
Nama Kualifikasi Tenaga Tenaga
No yang yang Kesenjangan Keadaan
Formal Informal
Jabatan dibutuhkan ada
1 Kepala Apoteker Pelatihan 1 1 0 sesuai
Instalasi PKPO
farmasi Pelatihan
BHD,
Komunikasi
efektif
2 Anggota Apoteker/DIII • Pelatihan 9 10 1 sesuai
Instalasi Komunik
farmasi asi efektif
• Pelatihan
BHD
BAB IV
DOKUMENTASI
Hasil dari penyusunan Perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM) instalasi farmasi
dilaporkan oleh kepala instalasi farmasi ke bagian Adm Umum & HRD untuk bahan
pertimbangan tertulis dalam manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) di instalasi rekam medis.
Pertimbangan tertulis yang dimaksud sekurang-kurangnya memuat informasi dan
rekomendasi dalam hal penataan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di instalasi farmasi.
Setelah mendapatkan pertimbangan tertulis, dokumen perencanaan kebutuhan Sumber Daya
Manusia (SDM) di instalasi farmasi selanjutnya diproses untuk mendapatkan penetapan dari
Direktur rumah sakit melalui Surat Keputusan.
Lubuk Pakam,04 Januari 2024
Kepala Instalasi Farmasi
Apt. Tri Reza Manurung, [Link]