0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Laporan Abses: Diagnosis dan Penanganan

Memenuhi tugas

Diunggah oleh

Ivana Rakil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Laporan Abses: Diagnosis dan Penanganan

Memenuhi tugas

Diunggah oleh

Ivana Rakil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENDAHULUAN

PADA PASIEN ABSES

NAMA : IVANA RAKIL


RUANGAN : ASOKA

YAYASAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PAPUA (YPMP)


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) PAPUA
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN (NERS)
SORONG
2024
1. Pengetian
Abses (Latin: abscessus) merupakan kumpulan nanah (netrofil yang telah mati) yang
terakumulasi di sebuah kavitas jaringan karena adanya proses infeksi (biasanya oleh
bakteri atau parasit) atau karena adanya benda asing (misalnya serpihan, luka peluru,
atau jarum suntik). Proses ini merupakan reaksi perlindungan oleh jaringan untuk
mencegah penyebaran/perluasan infeksi ke bagian tubuh yang lain. Abses adalah
infeksi kulit dan subkutis dengan gejala berupa kantong berisi nanah.
Abses adalah pengumpulan nanah yang terlokalisir sebagai akibat dari infeksi yang
melibatkan organisme piogenik, nanah merupakan suatu campuran dari jaringan
nekrotik, bakteri, dan sel darah putih yang sudah mati yang dicairkan oleh enzim
autolitik (Nurarif & Kusuma, 2017).
2. Etiologi
Menurut Siregar (2017) suatu infeksi bakteri bisa menyebabkan abses melalui
beberapa cara:
a. Bakteri masuk ke bawah kulit akibat luka yang berasal dari tusukan jarum
yang tidak steril.
b. Bakteri menyebar dari suatu infeksi di bagian tubuh yang lain
c. Bakteri yang dalam keadaan normal hidup di dalam tubuh manusia dan tidak
menimbulkan gangguan, kadang bisa menyebabkan terbentuknya abses.
Peluang terbentuknya suatu abses akan meningkat jika :
d. Terdapat kotoran atau benda asing di daerah tempat terjadinya infeksi.
e. Daerah yang terinfeksi mendapatkan aliran darah yang kurang
f. Terdapat gangguan sistem kekebalan [Link] tersering penyebab abses
adalah Staphylococus Aureus
3. Manifestasi klinis
Menurut Smeltzer & Bare (2018), gejala dari abses tergantung kepada lokasi dan
pengaruhnya terhadap fungsi suatu organ saraf. Gejalanya bisa berupa :
1. Nyeri
2. Nyeri tekan
3. Teraba hangat
4. Pembengkakan
5. Kemerahan
6. Demam
4. Patofisiologi dan pathway

5. Komplikasi
Komplikasi mayor dari abses adalah penyebaran abses ke jaringan sekitar atau
jaringan yang jauh dan kematian jaringan setempat yang ekstensif (gangren). Pada
sebagian besar bagian tubuh, abses jarang dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga
tindakan medis secepatnya diindikasikan ketika terdapat kecurigaan akan adanya
abses. Suatu abses dapat menimbulkan konsekuensi yang fatal. Meskipun jarang,
apabila abses tersebut mendesak struktur yang vital, misalnya abses leher dalam yang
dapat menekan trakea. (Siregar, 2017).
6. Pemeriksaan diagnostik/ nilai – nilai normal
a. Untuk menentukan ukuran dan lokasi abses dilakukan pemeriksaan USG,CT
scan, Rongen
b. Pemeriksaan penunjang : pada pemeriksaan laboratorium leukosit dapat
normal atau meningkat,
7. Penatalaksanaan
Menurut Marison (2003) abses luka biasanya tidak membutuhkan penanganan
menggunakan antibiotic. Namun demikian kondisi tersebut butuh ditangani dengan
intervensi bedah.
8. Pengkajian
a. Identitas Pasien
b. Nama Pasien : An. G
c. Usia : 13 Tahun
d. Jenis Kelamin : Perempuan
e. Diagnose Medis : Abses
f. Agama : Kristen
g. Suku/Bangsa : Indonesia
h. Alamat : kilo 10
9. Diagnosa keperawatan
a. Nyeri akut b.d agen pencedera fisik
b. Bersihan Jalan napas
10. Rencana keperawatan
a. Terapi oksigen
b. Obat-obatan
DAFTAR PUSTAKA
- Nurarif, A.H., & Kusuma,H,N. (2017). Aplikasi Asuhan keperawatan
Berdasarkan Diagnosa Medis dan Nanda NIC-NOC (Jilid 1). Yogyakarta:
Medication.
- Siregar, (2008).Buku ajar [Link] :EGC
- Smeltzer and Bare (2018) Textbook of Medical Surgical Nursing Vol.2.
Philadelphia: Linppincott William & Wilkins. Edited by A. W. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Anda mungkin juga menyukai