MODUL AJAR
ATLETIK (LARI JARAKPENDEK)
Oleh : Rida Indraswari
I. IDENTITAS MODUL
Satuan Pendidikan : SMP N 7 Kota Pariaman
Mata Pelajaran : PJOK
Kelas : VIII
Pokok Bahasan : Olahraga Atletik
Sub Pokok Bahasan : Lari Jarak Pendek
Prediksi Alokasi Waktu : 1 Kali Pertemuan ( 3 x 45 menit)
A. Kompetensi Inti (KI)
1. KI-1 dan KI-2: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif
dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan,
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara,
kawasan regional, dan kawasan internasional”.
2. KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
3. KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai
kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar (KD), Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
3.3 Menerapkan keterampilan 3.3.1 Menganalisis kesalahan-kesalahan dalam
lari, untuk menghasilkan melakukan start, gerakan saat berlari, dan
gerak yang efektif saat memasuki garis finis pada olahraga
lari jarak pendek
4.3 Mempraktikkan hasil analisis 4.3.1 Mempraktikkan gerak lari jarak
keterampilan jalan, lari, pendek dengan menerapkan
lompat, dan lempar untuk keterampilan gerak dalam bentuk
menghasilkan gerak yang video sebagaimana yang telah
efektif serta menyusun dipelajari dengan baik
rencana perbaikan *
C. Tujuan Pembelajaran:
Melalui kegiatan pembelajaran):
1. Peserta didik dapat menunjukkan sikap religius sebelum dan setelah melakukan
aktivitas.
2. Peserta didik dapat menunjukkan sikap disiplin, sportif, kerja sama, percaya diri,
dan kerja keras selama mengikuti pembelajaran.
3. Melalui membaca Handout dan menyimak video, Peserta didik dapat memahami
dan menjelaskan gerak dasar lari jarak pendek yaitu teknik start, gerak saat berlari
dan saat memasuki garis finish.
4. Melalui membaca Handout dan menyimak video, Peserta didik dapat menganalisis
kesalahan-kesalahan dalam melakukan start, gerakan berlari dan memasuki garis
finis pada olahraga lari jarak pendek.
5. Peserta didik dapat mempraktikkan gerak lari jarak pendek dengan menerapkan
keterampilan gerak dalam bentuk video sebagaimana yang telah dipelajari dengan
baik.
D. Pertanyaan Pemantik
Mengapa peserta didik perlu memahami dan menguasai keterampilan gerak start, posisi
kaki, posisi lengan, kemiringan tubuh, finis lari jarak pendek?
E. Persiapan Pembelajaran
Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran antara
lain sebagai berikut:
a. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya.
b. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan lari jarak pendek.
c. Menyiapkan alat pembelajaran, diantaranya:
1) Lapangan atletik atau lapangan sejenisnya (halaman sekolah).
2) Start block atau sejenisnya.
3) Tali pembatas
4) Bendera start
5) Peluit dan stopwatch.
6) Lembar kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas
gerak.
F. Metode Pembelajaran
a. Model Pembelajaran : Project Based Learning
b. Pendekatan : Saintifik Learning (ICT-TPACK), Keterampilan Abad
21, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi
c. Metode : Ceramah, diskusi dan penugasan
G. Media dan Alat Pembelajaran
a. Media Pembelajaran
• WhatsApp, Google Meet, Google Classroom, Youtube
• Video pembelajaran dan Ms. Power Point
b. Alat Pembelajaran
Smartphone / Laptop
H. Sumber Belajar
1) Buku Pegangan Guru Kelas XI.
Link: [Link]
2) Buku Pegangan Siswa Penjaskes SMA Kelas 11.
Link: [Link]
3) Youtube : [Link] 4) Hand out :
[Link]
F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
• Doa; absensi; menyampaikan tujuanpembelajaran; dan menyampaikan penilaian
hasil pembelajaran
• Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai
denganProfil Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5)
bergotong royong, dan 6) berkebinekaan global, yang merupakan salah satu kriteria
standar kelulusandalam satuan pendidikan.
Kegiatan Inti (60 Menit)
1) Pembelajaran start jongkok dan Sprint 30 meter
Mulailah latihan start jongkok secara terpisah dengan mendahulukan sikap aba-aba
“bersedia” berulang-ulang. Pilihlah salah satu teknik penempatan kaki, apakah
bunch start, medium start, atau long start.
Kemudian, lanjutkan pada latihan sikap tubuh sewaktu aba-aba “siap” yang
ditekankan pada latihan membuat tubuh labil ke depan pada saat mengangkat
pinggul. Setelah kedua tahap ini dianggap terkuasai dengan baik, mulailah memberi
aba-aba start jongkok yang lengkap yang dilanjutkan dengan berlari sepanjang 30
meter dari garis start
Lakukan secara berulang-ulang agar penguasaan start jongkok dapat terjadi dengan
cepat. Untuk memberikan pengalaman melakukan start yang sebenarnya, akan baik
jika dalam proses latihan di atas gunakan start block, sehingga semua murid
mencobanya. Jika start block tidak mungkin disediakan, bisa digunakan start block
tiruan yang dibuat dari kaki teman sendiri.
Pelaksanaannya, lakukan latihan dengan berpasangan. Satu orang bertindak sebagai
pelari, yang lainnya menjadi start block dengan memasang kakinya sedemikian rupa,
sambil duduk berlunjur kaki di tanah (salah satu kaki lurus, kaki yang lain bengkok.
Tempatkan kedua kaki menyerupai start block dengan menyediakan tempat pijakan
kaki pelari di kedua telapak kaki yang terjulur tersebut.
Cobalah berlomba satu sama lain dengan jarak antara 20-30 meter. Dengan begitu,
latihan ini di samping melatih kemahiran melakukan start jongkok, dapat juga
digunakan untuk meningkatkan kemampuan kecepatan (speed) dan percepatan
(acceleration), selain menekankan pada latihan penguasaan teknık lari sprint yang
benar.
2) Latihan Start Jongkok Kemudian Sprint Sejauh 50 Meter
Jika latihan dengan jarak 30 meter di atas sudah dianggap cukup, cobalah lakukan
lomba lari sesama teman dengan mengambil jarak 50 meter. Siswa bisa berlatih
bersama dengan bergiliran memegang peranan yang berganti-ganti, baik sebagai
pelari, starter, dan start block.
Bahkan kalau tersedia stop watch beberapa buah, siswa dapat sesekali mencoba
peranan sebagai timer. Pelaksanaan latihannya hampir sama dengan latihan
sebelumnya. Tetapi tidak perlu diperbanyak latihan pendahuluan dalam start
jongkok, karena pada tahap ini semua pelari dianggap sudah menguasai teknik start
jongkok. Tekankan pada penguasaan teknik sprint. Lakukan paling banyak tiga kali
per siswa.
Latihan start jongkok lalu lari 50 meter
3) Latihan Start Jongkok kemudian Sprint Sejauh 100
meter.
Dalam latihan ini, semua prosedur pelaksanaannya hampir sama dengan latihan di
atas. Cukup dilakukan satu kali saja, sekadar untuk mengalami bagaimana rasanya
terlibat dalam lomba yang berjarak 100 meter. Setelah istirahat yang cukup,
lanjutkan latihan berikutnya.
4) Latihan Frekuensi Langkah.
Setelah tahap gerak start jongkok dan gerak lari dikuasai siswa, tahap
selanjutnya siswa belajar meningkatkan frekuensi langkah. Pasangkan setiap
siswa berdua, dan bergantian saling membantu temannya.
Caranya adalah, minta siswa yang melakukan siap dengan mengambil posisi seperti
start berdiri, satu kaki di depan, kaki yang lain di belakang, badan condong ke
depan. Siswa pasangannya berdiri di belakang siswa pelaku, dan memegang kedua
sisi pinggang dengan tangannya.
Kedua kaki si pemegang dilebarkan, dan ia bertindak sebagai pemberat lari
(pegangan pada pinggang dapat diganti oleh tali atau pita yang dilingkarkan di
pinggang, kedua ujung tali dipegang oleh si penahan.
Lakukan gerak berlari di tempat, dengan penekanan pada ayunan dan gerakan
kaki serta lengan secara cepat. Dengan bantuan temannya yang menahan, si
pelari di tempat dapat meningkatkan frekuensi larinya setinggi mungkin.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
• Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
• Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui
ketercapaian proses pembelajaran dan perbaikan.
• Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan
berikutnya. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan
motivasi tetap semangat belajar dandiakhiri dengan berdoa.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
1. Asesmen Sikap
Asesmen sikap didasarkan pada hasil refleksi sikap peserta didik dan pengamatan
guru dengan menggunakan lembar observasi yang telah dilakukan pada proses
pembelajaran di setiap aktivitas pembelajaran.
2. Asesmen Pengetahuan
Teknik Bentuk Contoh Instrumen Kriteria Asesmen
Tes Tulis Pilihan 1. Angkat panggul ke arah depan atas Jawaban benar
ganda dengan tenang sampai sedikit lebih mendapatkan skor 1
dengan 4 tinggi dari bahu, jadi garis punggung dan salah 0.
opsi sedikit menurun ke depan. Gerakan
ini merupakan start jongkok aba-aba . .
A. persiapan awal
B. bersedia
C. siaap
D. ya
E. finis
Kunci: C. siaap.
Uraian 1. Jelaskan cara melakukan rangkaian Mendapatkan skor;
tertutup gerakan lari jarak pendek. 4, jika seluruh
Kunci: urutan
1) Prinsip lari cepat yaitu: lari pada dituliskan
ujung kaki, tumpuan kuat agar dengan benar
mendapat dorongan yang kuat. dan isi benar.
2) Sikap badan condong ke depan ± 60º, 3, jika urutan
sehingga titik berat badan selalu di dituliskan
depan. salah tetapi isi
3) Ayunan lengan kuat dan cepat, siku benar.
dilipat, kedua tangan menggenggam 2, jika sebagian
lemas, agar gerakan langkah kaki juga urutan
cepat dan kuat. dituliskan
4) Setelah ± 20 m dari garis start, dengan benar
dan sebagian isi
langkah diperlebar dan sikap badan
benar.
dicondongkan ke depan tetap
1, jika urutan
dipertahankan serta ayunan lengan
dituliskan
dan gerakan langkah juga
salah dan
dipertahankan kecepatan serta
sebagian besar
kekuatan bahkan harus ditingkatkan.
isi salah.
3. Asesmen Keterampilan
a. Tes kinerja aktivitas gerak spesifik lari jarak pendek.
1) Butir Tes
Lakukan aktivitas keterampilan gerak lari jarak pendek menempuh jarak
100 meter. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan
gerakan (asesmen proses) dan kecepatan melakukan gerakan (asesmen
produk).
2) Petunjuk Asesmen
Berikan (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik
menunjukkan atau menampilkan keterampilan gerak yang diharapkan.
3) Rubrik Asesmen Keterampilan Gerak
Contoh lembar asesmen proses gerak untuk perorangan (setiap peserta
didik satu lembar asesmen).
Nama : ...........................................................
Kelas : ...........................................................
Indikator Ya Tidak
No Esensial Uraian Gerak
(1) (0)
1. Posisi dan Sikap a. Kaki
Awal b. Badan
c. Lengan dan tangan
d. Pandangan mata
2. Pelaksanaan Gerak a. Kaki
b. Badan
c. Lengan dan tangan
d. Pandangan mata
3. Posisi dan Sikap a. Kaki
Akhir b. Badan
c. Lengan dan tangan
d. Pandangan mata
Perolehan/Skor maksimum X 100% = Skor Akhir
4) Pedoman penskoran
a) Pedoman penskoran
(1) Sikap gerakan
kaki Skor 3 jika:
(a) kaki melangkah selebar dan secepat mungkin.
(b) kaki belakang saat menolak dari tanah harus tertendang lurus dengan
cepat.
(c) lutut ditekuk secara wajar agar paha mudah terayun ke depan. (d) lutut
agak bengkok.
Skor 2 jika : hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor 1 jika : hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar.
(2) Sikap gerakan
lengan
Skor 4 jika:
(a) lengan diayun ke depan atas sebatas hidung.
(b) sikut ditekuk kurang lebih membentuk sudut 90 derajat. (c) lengan
diayunkan secara bergantian secara konsisten.
(d) lengan diayunkan ke depan dan ke belakang.
Skor 3 jika : hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor 2 jika : hanya dua sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor 1 jika : hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar.
(3) Sikap posisi
badan Skor 3
jika:
(a) saat berlari badan rileks.
(b) kepala segaris punggung.
(c) pandangan ke depan.
(d) badan condong ke depan.
Skor 2 jika : hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor 1 jika : hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara
benar. b) Pengolahan skor
Skor maksimum: 10
Skor perolehan peserta didik: SP
Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/10
5) Lembar pengamatan asesmen hasil keterampilan gerak start, langkah kaki,
ayunan lengan, dan memasuki garis finis lari jarak pendek.
Asesmen hasil keterampilan gerak lari jarak pendek menempuh jarak 100 m.
(2) Tahap pelaksanaan pengukuran
Asesmen hasil/produk keterampilan gerak lari jarak pendek yang dilakukan
peserta didik menempuh jarak 100 m dengan dengan cara:
(a) Mula-mula peserta didik berdiri di belakang garis start.
(b) Setelah petugas pengukuran memberi aba-aba “mulai” peserta didik
mulai melakukan lari jarak pendek menempuh jarak 100 m.
(c) Petugas menghitung waktu tempuh yang dapat dilakukan oleh peserta didik.
(d) Jumlah waktu tempuh yang dilakukan dengan benar memenuhi
persyaratan dihitung untuk diberikan skor.
(3) Konversi jumlah waktu tempuh dengan skor
Perolehan Nilai Klasifikasi
Putera Puteri Nilai
….. < 14 detik ….. < 16 detik Sangat Baik
14.01 – 15.00 detik 16.01 – 17.00 detik Baik
15.01 – 16.00 detik 17.01 – 18.00 detik Cukup
….. > 16.00 detik ….. > 18.00 detik Kurang
H. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan:
Pengayaan diberikan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada
setiap aktivitas pembelajaran. Pengayaan dilakukan apabila setelah diadakan asesmen
pada kompetensi yang telah diajarkan pada peserta didik pada setiap aktivitas
pembelajaran, nilai yang dicapai melampaui kompetensi yang telah ditetapkan oleh
guru. Pengayaan dilakukan dengan cara menaikkan tingkat kesulitan permainan dengan
cara mengubah jumlah pemain, memperketat peraturan, menambah alat yang
digunakan, serta menambah tingkat kesulitan tugas keterampilan yang diberikan.
Remedial:
Remidial dilakukan oleh guru terintegrasi dalam pembelajaran yaitu dengan
memberikan intervensi yang sesuai dengan level kompetensi peserta didik dari mana
guru mengetahui level kompetensi peserta didik. Level kompetensi diketahui dari
refleksi yang dilakukan setiap kali pembelajaran. Remedial dilakukan dengan cara
menetapkan atau menurunkan tingkat kesulitan dalam materi pembelajaran.
I. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK
Refleksi Guru:
Refleksi yang dilakukan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada
setiap aktivitas pembelajaran. Hasil refleksi bisa digunakan untuk menentukan perlakuan
kepada peserta didik, apakah remedial atau pengayaan. Remedial dan pengayaanya di
dalam pembelajaran, tidak terpisah setelah pembelajaran. Hal-hal yang perlu mendapat
perhatian dalam refleksi guru antara lain:
a. Apakah kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik?
b. Kesulitan-kesulitan apa saja yang dialami/temukan dalam proses aktivitas
pembelajaran keterampilan gerak lari jarak pendek.
c. Apa yang harus diperbaiki dan bagaimana cara memperbaiki proses aktivitas
pembelajaran keterampilan gerak lari jarak pendek tersebut.
d. Bagaimana keterlibatan peserta didik dalam proses aktivitas pembelajaran
keterampilan gerak lari jarak pendek tersebut
Refleksi Peserta Didik:
a. Kesulitan-kesulitan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan
aktivitas pembelajaran keterampilan gerak lari jarak pendek.
b. Kesalahan-kesalahan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan
aktivitas pembelajaran keterampilan gerak lari jarak pendek.
c. Bagaimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan yang peserta didik alami/
temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran keterampilan gerak lari jarak
pendek.