CITRA RADIOLOGI
Pertemuan 13
TUJUAN
Mengetahui dan membedakan hasil citra dari X-ray, USG
(Ultrasonography), CT (Computed Tomography) scanner, MRI
(Magnetic Resonance Imaging), PET (Positron emission
Tomography).
2
HASIL CITRA
X-Ray CT Scanner MRI
USG PET
3
X RAY
Citra digital X-ray atau sinar X merupakan jenis citra yang paling awal muncul dibanding citra yang lain
Citra sinar X dapat digunakan untuk melihat kondisi tulang, gigi serta organ tubuh yang lain tanpa harus
melakukan pembedahan pada pasien
Sinar X bekerja dengan memindahkan radiasi frekuensi tinggi ke seluruh tubuh yang kemudian
ditangkap pada gambar dengan bagian-bagian tubuh yang berbeda menjadi terlihat karena perbedaan
warna pada gambar
Perbedaan ini didasarkan pada kepadatan organ tubuh.
Bagian padat akan berwarna putih sedangkan yang kosong akan berwarna hitam. Sehingga tulang dan
gigi akan nampak putih sedangkan paru-paru, akan nampak hitam
Dari citra sinar X, dapat diketahui keabnormalan susunan tulang maupun kondisi paru-paru seseorang
KUALITAS CITRA
Ditentukan oleh :
1. Kontras
2. Resoluasi
3. Gangguan/noise
4. Peralatan pencitraan ( sumber sinar X,m prosesor dan detector citra)
5
KONTRAS
Perbedaan Ketajaman antara daerah terang dan gelap pada citra
Secara eksperimen : Perbandingan antara perbedaan intensitas yang di transmisikan melalui
objek yang diselidiki ( lesion), dengan intensitas sekelilingnya.
Nilai C bergantung pada besarnya perbandingan antara nilai Ip0 dan Ip, semakin tinggi perbandingan
kedua nilai tersebut, maka C semakin tinggi
Kontras yang lebih baik diperoleh pada tegangan yang rendah, karena perbedaan nilai tenuasi yang lebih
besar antara obyek dan memiliki hamburan yang rendah
Pelajarai Kembali di Fisika inti/modern : Efek fotolistrik, hamburan Compton, hamburan coheren, produksi
pasangan, foto disintegrasi
Kontras radiasi tergantung pada :
1. Perbedaan ketebalan
2. Perbedaan kerapatan
3. Perbedaan nomor atom
4. Kualitas radiasi
7
CITRA CT SCAN
teknologi image berbasiskan sinar X yang dipancarkan ke arah tubuh pasien dengan merotasikan
tubuh pasien pada sumbu x, y, dan z sehingga dihasilkan citra arah lintang (cross-section) yang
berupa potongan (slice)
Dalam satu kali penggambilan citra dapat dihasilkan banyak potongan citra tergantung dari panjang
atau tinggi dari area yang akan didiagnosa dan juga tinggi tiap slice citra.
Biasanya CT imaging ini digunakan untuk mendiagnosa ketidaknormalan suatu organ.
Dari potongan citra tersebut dapat ditentukan organ manakah yang memiliki ketidaknormalan
Dokter atau radiolog akan melihat citra satu per satu untuk kemudian dibandingkan dengan citra yang
diambil pada periode sebelumnya. Sehingga seorang dokter atau radiolog bisa menentukan di slice
manakah terdapat keabnormalan. Dengan bantuan CAD (Computer Aided Diagnosis), memudahkan
dokter untuk mendeteksi dan mendiagnosa penyakit maupun jenis pengobatan yang sesuai
kualitas citra CT-Scan dan ada 5 karakteristik prinsip yaitu spatial resolusi,
kontras resolusi, noise, linearitas dan image uniformity (5).
1. Spasial Resolusi
Spasial merupakan derajat blurring atau derajat kekaburan pada citra CT Scan. Spasial
resolusi citra CT Scan adalah kemampuan untuk dapat membedakan objek yang berukuran
kecil dengan densitas yang berbeda pada latar belakang yang sama.
1. Kontras Resolusi
Kontras resolusi adalah kemampuan untuk membedakan atau menampakan obyek-obyek
dengan perbedaan densitas yang sangat kecil dipengaruhi oleh faktor eksposi, slice thickness,
FOV dan filter kernel (rekonstruksi algorithma). Kontras resolusi dapat juga dinyatakan dengan
pengertian sebagai kemampuan CT-Scan untuk menampilkan obyek dalam ukuran 2-3 mm
yang memiliki perbedaan densitas sangat kecil atau sedikit dari lokasi dimana obyek itu
berbeda.
3. Nilai Noise
Noise menggambarkan bagian dari citra CT-Scan yang memuat informasi yang tidak
berguna. Pada sebuah pesawat CT-Scan jika ada satu gambar dengan material yang
homogen (misal : air) dan tampak CT number pada daerah tersebut, akan ditemukan bahwa
CT number tidak akan bernilai sama tetapi bervariasi disekitar nilai rata-rata atau nilai mean.
Variasi CT number di atas atau di bawah nilai rata-rata disebut dengan noise . Jika semua nilai
piksel adalah sama, noise akan bernilai nol. Variasi yang terlalu besar pada nilai piksel akan
menghasilkan noise tinggi
10
4. Artefak
Secara umum artefak adalah kesalahan dalam gambar (adanya sesuatu dalam gambar) yang
tidak ada hubungannya dengan obyek yang diperiksa sehingga dapat menurunkan detail citra.
Dalam CT-Scan artefak didefinisikan sebagai pertentangan/ perbedaan antara rekonstruksi CT
number dalam gambar dengan koefisien atenuasi yang sesungguhnya dari obyek yang
diperiksa.
Ada 4 macam artefak berdasarkan bentuknya yaitu :
1. streaks (goresan), Streaks disebabkan oleh kesalahan sampling data, partial volume,
pergerakan pasien, benda logam, noise, beam hardening, scanning spiral/helical, kesalahan
dari mesin.
2. shading (bayangan), Shading disebabkan oleh partial volume, beam hardening,
incomplete projections, radiasi hambur, scanning spiral/helical.
3. rings (bulatan) disebabkan oleh kesalahan yang terjadi pada detektor, terjadi pada CT-Scan
generasi III
4. bands (berkas pita). disebabkan oleh kesalahan yang terjadi pada detektor, terjadi pada CT-
Scan generasi III
11
5. Dosis Radiasi
Jumlah radiasi yang digunakan untuk menghasilkan sebuah citra CT-Scan biasanya
menggunakan nilai mA dan waktu scanning (s) yang bervariasi. Mengubahnya berarti juga
akan mengubah dosis radiasi dan radiasi yang diserap pada setiap voxel-voxel individu.
Noise dapat menurun dengan menaikkan jumlah radiasi yang digunakan (mAs) tetapi dosis
radiasi yang diserap oleh jaringan juga akan meningkat.
12
MRI
MRI (Magnetic Resonance Imaging) adalah teknologi citra dengan menggunakan medan magnet yang
kuat untuk menghasilkan citra organ tubuh dengan sangat detail. Citra detail dari MRI memberikan
kemudahan bagi para radiolog untuk mendiagnosa beberapa bagian dari organ tubuh pasien yang
terkena penyakit dan mendiagnosa jenis pengobatan yang sesuai. Citra yang akan dianalisa dan diuji
tersimpan dalam media CD maupun di Cloud dan dapat ditransmisikan secara elekctronik.
Salah satu keuntungan dari mesin ini adalah dapat memproduksi gambar yang detail sehingga akan
menghasilkan diagnosa yang lebih akurat dibanding CT image
KUALITAS CITRA MRI
Hasil dari citra harus dapat memperlihatkan anatomi yang tepat sesuai dengan pembobotan
yang dilakukan.
Empat karakteristik yang bisa digunakan untuk mendefinisikan kualitas citra MRI
1. Signal to Noise Ratio (SNR)
SNR didefinisikan sebagai perbandingan dari amplitudo sinyal MR dengan amplitudo sinyal noise dari
background. Sinyal merupakan induksi voltage yang dihasilkan oleh NMV pada bidang transversal
diterima oleh coil receiver. Noise adalah sinyal yang tidak diinginkan yang dihasilkan dari sistem MR,
lingkungan dan pasien. Peningkatkan SNR biasanya membutuhkan peningkatan sinyal relatif terhadap
noise.
Parameter yang mempengaruhi SNR adalah kekuatan medan magnet, densitas proton, jenis dan posisi
coil , TR, TE, flip angle, jumlah rata-rata sinyal dan penerima bandwidth
14
b. Contras To Noise Ratio (CNR)
CNR merupakan perbedaan SNR antara organ yang saling berdekatan. CNR yang baik dapat
menunjukan perbedaan antara dua organ yang berdekatan. CNR dapat diperoleh dengan melakukan,
Region of Interest (ROI) pada dua obyek yang akan dinilai
c. Spatial Resolution
Spatial resolution adalah kemampuan untuk membedaan antara dua titik secara terpisah dan jelas.
Spatial resolution dikontrol oleh voxel. Semakin kecil ukuran voxel maka resolusi akan semakin baik.
Spatial resolution dapat ditingkatkan dengan: 1) Irisan yang tipis 2) Matrik yang halus atau kecil 3)
FOV kecil 4) Menggunakan rektangular FOV bila memungkinkan
d. Waktu scaning
Waktu scaning adalah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan akuisisi data. Waktu scaning
berpengaruh terhadap kualitas gambar, karena dengan waktu yang lama akan menyebabkan
pasien bergerak dan kualitas gambaran akan turun.
15
ARTEFAK MRI
Artefak pada MRI diartikan sebagai bagiang dari citra yang tidak mewakili anatomi yang sesungguhnya
pada organ yang diperiksa. Pemilihan parameter pemeriksaan MRI dapat berkaitan dengan munculnya
artefak yang mempengaruhi kualitas citra dan informasi diagnostik (
a) Pergerakan pasien
b) Artefak berhubungan dengan sequence/protokol pemeriksaan, Artefak jenis ini terkait
dengan aspek teksis dari parameter sequence dan metode dalam pengumpulan data.
c) Artefak faktor eksternal
Artefak kelompok yang ketiga diakibatkan oleh faktor luar dari pasien dan pemilihan
parameter pemeriksaan. Contoh jenis artefak ini adalah artefak susceptibility and
artefak metal
16
USG IMAGING
USG (UltraSonoGraphy) imaging adalah teknik pengambilan citra yang didasarkan pada aplikasi
gelombang ultrasonic.
USG merupakan jenis citra medis yang banyak digunakan untuk mendeteksi kondisi janin dalam
kandungan. Selain itu, USG imaging digunakan untuk melihat struktur tubuh bagian dalam seperti
tendons, otot, sendi, pembuluh darah dan juga organ tubuh bagian dalam
Dibanding jenis citra medis lain, USG imaging mempunyai beberapa kelebihan seperti, citra yang
real time, alat yang portable dan tidak menggunakan radiasi yang berbahaya.
Dengan teknologi yang baru yaitu USG 3D akan lebih memudahkan lagi para dokter dan radiolog
untuk mendiagnosa penyakit .
17
PET
PET (Positron emission tomography) adalah teknologi citra dengan memanfaatkan fungsi pengobatan
radio aktif yang digunakan untuk mendiagnosa proses metabolism dalam tubuh manusia sebagai
metoda untuk mendiagnosa penyakit
Teknologi memanfaatkan sinar gamma yang dipancarkan oleh positron emitting radionuclide (Tracer).
Emisi radioaktif dari tracer dideteksi oleh kamera khusus atau peralatan citra khusus sehingga
menghasilkan citra yang akan didiagnosa. Biasanya PET imaging ini digabungkan dengan CT imaging
sehingga menjadi PET/CT imaging
18