0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan14 halaman

Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi di PT. Muhyi Bazana Putra

Diunggah oleh

Panji Naraswara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan14 halaman

Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi di PT. Muhyi Bazana Putra

Diunggah oleh

Panji Naraswara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Gema Wisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata

Volume 20 Nomor 3 September 2024


e-ISSN: 2774-8987; p-ISSN: 1411-5077, Hal 314-327
DOI: [Link]
Available online at: [Link]

Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja


Karyawan pada PT. Muhyi Bazana Putra

Muhammad Badri Annury 1 *, Syahrum Agung 2, Widhi Ariyo Bimo 3


1-3
Univarsitas Ibn Khaldun Bogor, Indonesia.
Email : badriannury@[Link] 1*, syahrumagung55@[Link] 2, widhi@[Link] 3

Abstract, This study aims to determine the effect of leadership and work motivation on employee performance at
PT. Muhyi Bazana Putra with a sample of 53 respondents. The method used is a quantitative approach by
distributing questionnaire research instruments to employees which are processed using a computer application.
This study was conducted at PT. Muhyi Bazana Putra. The variables of leadership (X1) and work motivation (X2)
on employee performance (Y) are processed using correlation analysis, regression analysis, t-test, F-test and
coefficient of determination. The results of the study using the t-test indicate that the leadership variable (X1) has
no effect but is significant on employee performance (Y) and the work motivation variable (X2) has an effect and
is significant on employee performance (Y). While the F test shows that leadership (X1) and work motivation (X2)
together have an effect and are significant on employee performance (Y). The Adjusted R square value is 0.459
or 45.9% which means that the leadership and work motivation variables can explain the changes that occur in
employee performance variables, by 45.9% and the remaining 54.1% is explained by other variables that are not
studied.

Keywords: Leadership, Work Motivation, Employee Performance.

Abstrak, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja
karyawan pada PT. Muhyi Bazana Putra dengan sampel yang digunakan berjumlah 53 orang responden. Metode
yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan melakukan penyebaran instrumen penelitian kuesioner
kepada karyawan yang diolah menggunakan aplikasi komputer. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Muhyi Bazana
Putra. Variabel kepemimpinan (X1) dan motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) diolah menggunakan
analisis korelasi, analisis regresi, uji t, uji F serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menggunakan uji t
menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan (X1) tidak berpengaruh tetapi signifikan terhadap kinerja karyawan
(Y) dan variabel motivasi kerja (X2) berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Sedangkan uji F
menunjukkan bahwa kepemimpinan (X1) dan motivasi kerja (X2) secara bersama-sama berpengaruh dan
signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Nilai Adjusted R square sebesar 0.459 atau 45,9% yang memiliki arti
bahwa variabel kepemimpinan dan motivasi kerja dapat menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi pada
variabel kinerja karyawan, sebesar 45,9% dan sisanya sebesar 54,1% di jelaskan oleh variabel lain yang tidak
diteliti.

Kata kunci: Kepemimpinan, Motivasi Kerja, Kinerja Karyawan.

1. PENDAHULUAN
Di era globalisasi saat ini ditandai dengan perubahan yang signifikan di berbagai sektor.
Tentunya memiliki suatu tujuan, baik itu jangka pendek maupun jangka panjang yang hendak
dicapai melalui aktivitas yang dilakukan. Sumber daya manusia menjadi kunci penting bagi
keberhasilan organisasi. Setiap organisasi mengharapkan sumber daya yang dapat berkerja
secara efektif serta efisien agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Sumber daya manusia
merupakan faktor utama pada sebuah organisasi. Apapun bentuk serta tujuannya, organisasi
dirancang berdasarkan tujuan visi untuk kepentingan manusia serta pada pelaksanaan misinya
Received: Agustus 11, 2024; Revised: Agustus 25, 2024; Accepted: September 17, 2024; Published:
September 20, 2024
Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Muhyi Bazana Putra

dikelola dan diurus oleh manusia. Sehingga sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam
perubahan serta penentu jalannya suatu organisasi untuk mencapai suatu keberhasilan atau
tujuan dalam sebuah organisasi. Perusahaan menjadi salah satu organisasi yang melakukan
banyak sekali macam cara pada pengelolaan terhadap berbagai jenis sumber daya guna
mencapai tujuan yang telah di tentukan sebagai bentuk upaya untuk mempertahankan
eksistensinya. Sekian banyaknya sumber daya yang dikelola salah satunya adalah sumber daya
manusia sebagai aspek utama bagi suatu perusahaan yang wajib di kelola secara maksimal
menggunakan sistem melalui pengelolaan manajemen sumber daya manusia (MSDM).
“Sumber daya manusia merupakan salah satu aset terpenting bagi setiap instansi yang harus
diberdayakan oleh perusahaan, baik itu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur
maupun jasa” (Amelyawati, 2023).
Berhasil atau tidaknya suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan. Hal ini
tentu tidak terlepas dari kualitas dan kapasitas seorang pemimpin dalam menentukan tujuan
arah sebuah perusahaan. Kepemimpinan merupakan hal yang begitu penting dalam manajerial,
karena adanya kepemimpinan maka proses manajemen akan berjalan dengan baik dan pegawai
akan memiliki motivasi serta dorongan dalam melakukan tugasnya. Menurut pendapat (Fahmi,
2016) “kepemimpinan merupakan proses mengarahkan, mempengaruhi, dan mengawasi orang
lain untuk mengerjakan tugas sesuai dengan perintah yang direncanakan”.
Salah satu faktor yang berpengaruh dalam kinerja karyawan merupakan motivasi kerja.
Motivasi merupakan keadaan dalam diri seseorang untuk melakukan atau mendorong suatu
keinginan dengan melakukan aktivitas guna mencapai tujuan tertentu. Setiap perusahaan selalu
menginginkan kinerja dari setiap karyawannya untuk ditingkatkan. Agar mencapai tujuan
tersebut, perusahaan perlu menyampaikan motivasi yang baik pada seluruh karyawannya agar
tercapainya prestasi kerja yang baik serta kualitas kerja yang maksimal. Menurut pendapat
(Wicaksono, 2017) “motivasi yang efektif perlu diberikan kepada para karyawan. Sehingga
karyawan tidak selalu mengeluh tentang hal-hal sepele, tidak melanggar setiap aturan yang
diberikan perusahaan dan tidak saling menyalahkan antara sesama karyawan”. Oleh karena itu
perlu adanya motivasi untuk meningkatkan kinerja karyawan dan semangat kerja karyawan.
Berhasil tidaknya suatu perusahaan memperoleh tujuan, ditentukan dari penilaian kinerja
yang di peroleh dari sumber daya manusia yang baik. Maka dari itu manajemen dalam suatu
perusahaan haruslah dapat memotivasi sekaligus mengelola SDM dengan maksimal untuk
meningkatkan kinerja yang ingin dicapai. Menurut (Riniwati, 2016) “kinerja adalah proses
tingkah laku orang dalam melakukan pekerjaan yang menghasilkan sebuah pemikiran atau

315 GEMA WISATA - VOLUME 20, NO. 3, SEPTEMBER 2024


e-ISSN: 2774-8987; p-ISSN: 1411-5077, Hal 314-327

produk dalam mencapai tujuan yang dia kerjakan”. Kinerja merujuk kepada tingkat pencapaian
atau hasil kerja seseorang, tim, atau organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Berdasarkan penelitian sebelumnya yang meneliti pengaruh kepemimpinan dan motivasi
kerja terhadap kinerja karyawan. Penelitian (Jelita Caroline Inaray, Olivia S. Nelwan dan
Victor P.K. Lengkong, 2016) kepemimpinan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap
kinerja karyawan, serta motivasi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja
karyawan Pada PT. Amanah Finance di Manado.

2. METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan jumlah populasi keseluruhan karyawan pada PT. Muhyi
bazana Putra yang berjumlah 53 orang karyawan dengan menggunakan penetuan teknik sampel
jenuh yang dirmana semua populasi karyawan digunakan sebagai sampel.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, karena data yang diperoleh
berupa angka dengan menggunakan berbagai macam rumus. Menurut (Sujarweni, 2014)
penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang
dapat dicapai (diperoleh) dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau cara lain dari
kuantifikasi (pengukuran). Adapun teknik pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian
ini menggunakan metode kuesioner. Model skala pengukuran yang akan digunakan adalah
skala Likert, peneliti menggunakan skala dalam penelitian ini dikarenakan skala ini yang paling
mudah untuk digunakan dan mudah untuk dimengerti tidak hanya untuk peneliti tapi juga untuk
responden. Menurut (Suwandi, 2018) “skala Likert merupakan skala yang dapat digunakan
untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok tentang suatu objek
atau fenomena Pendidikan”.

3. HASIL PENELITIAN
Deskripsi Objek Penelitian
Analisis Deskriptif
Tabel 1 Analisis Deskriptif
Descriptive Statistics
Mi Ma Std.
Ra nim xim Deviati
N nge um um Mean on
Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Muhyi Bazana Putra

Sta Sta Sta Sta Sta Std.


tisti tisti tisti tisti tisti Errro Statisti
c c c c c r c
Total_x1 53 16 42 58 50. .464 3.377
70
Total_x2 53 10 34 44 38. .384 2.796
62
Total_y 53 13 52 65 56. .437 3.183
98
Valird N 53
(listwise
)
Sumber: Hasil Olah Data SPSS 25, 2024
Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan statistik data berupa nilai
r r r r r r r r r r r r

minimum, maksimum, mean dan standar deviasi. Analisis deskriptif dilakukan pada sampel
r r r r r r r r r r r r r r

yang digunakan pada PT Muhyi Bazana Putra. Berikut merupakan hasil statistik deskriptif
r r r r r r r r r r r

dengan kepemimpinan dan motivasi kerja sebagai variabel bebas serta kinerja karyawan
r r r r r r r r r r r r r r r r

Gambaran Responden
Berdasarkan jumlah populasi yang ada pada penelitian ini terdapat jumlah responden
yaitu sebanyak 53 responden. Berikut ini akan disajikan data tentang hasil deskripsi yang
menggambarkan karakteristik dari 53 responden yang di gunakan dalam penelitian ini:
Tabel 2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia Frekuensi Persentase
17 – 20 Tahun 1 1,9%
20 – 30 Tahun 43 81,1%
30 – 40 Tahun 8 15,1%
> 40 Tahun 1 1,9%
Total 53 100%
Sumber: Hasil Olah Data Kuesioner, 2024
r r r r r

Berdasarkan tabel diatas yakni pekerja yang berumur 17–20 tahun berjumlah 1 pegawai
atau 1,9%, pegawai yang berusia diantara 20 – 30 tahun berjumlah 43 pegawai atau 81,1%,
pegawai 30 – 40 tahun berjumlah 8 pegawai atau 15,1%, serta pegawai yang berusia lerbih dari
40 tahun berjumlah 1 pegawai atau 1,9%. Menunjukan bahwa PT. Muhyi Bazana Putra
memperkerjakan karyawan yang lerbih muda untuk mencerminkan preferensi atau kebutuhan
perusahaan terhadap sumber daya yang dinamis dan berenergi.
Tabel 3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

317 GEMA WISATA - VOLUME 20, NO. 3, SEPTEMBER 2024


e-ISSN: 2774-8987; p-ISSN: 1411-5077, Hal 314-327

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase


Perempuan 20 37,7%
Laki-Laki 33 62,3%
Total 53 100%
Sumber: Hasil Olah Data Kuesioner, 2024
Dari data tabel diatas maka dapat diketahui bahwasanya responden berjenis kelamin
laki-laki sebanyak 33 pegawai atau setara 62,3% dari jumlah responden secara komprehensif,
sedangkan responden yang berjenis kelamin wanita sebanyak 20 karyawan atau setara 37,7%
dari jumlah keseluruhan responden. Data tersebut menunjukan bahwa jumlah pegawai pada
PT. Muhyi Bazana Putra yang berjenis kelamin laki-laki mendominasi dari jumlah karyawan
yang berjenis kelamin perempuan. Meskipun begitu hal ini menunjukan proporsi karyawan
perempuan yang signifikan menunjukan adanya keragaman gender maupun kesetaraan gender
ditempat kerja.
Tabel 4 Karaketristik Responden Berdasarkan Pendidikan
Jenis Kelamin Frekuensi Persentase

SMA/SMK 18 34%
S1 35 66%

Total 53 100%

Sumber: Hasil Olah Data Kuesoner, 2024


Dilihat dari tabel diatas, dari hasil penelitian pada 53 responden karyawan pada PT.
Muhyi Bazana Putra diperoleh data pegawai yang berpendidikan terakhir tingkat SMA/SMK
sebanyak 18 pegawai atau 34% dari jumlah keseluruhan responden, pegawai yang memiliki
tingkat Pendidikan Strata-1 (S1) sejumlah 35 pegawai ataupun 66% dari jumlah keseluruhan
responden. Data tersebut menunjukan bahwa Pendidikan Sarjana merupakan yang paling ideal
dengan karakterisitik dan prosedur yang di tetapkan perusahaan pada Perusahaan PT. Muhyi
Bazana Putra.
Analisis Data
Uji Validitas
Tabel 5 Uji Validitas
Var Item R R Tabel Keteranga
iab Pertan Hitu (Signifik n
el yaan ng ansi 5%)
X2 X1.1 0,604 Valid
X1.2 0,520 Valid
X1.3 0,487 Valid
Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Muhyi Bazana Putra

X1.4 0,476 Valid


X1.5 0,440 Valid
X1.6 0,494 0,2706 Valid
X1.7 0,441 Valid
X1.8 0,447 Valid
X1.9 0,511 Valid
X1.10 0,441 Valid
X1.11 0,425 Valid
X1.12 0,540 Valid
Sumber: Hasil Olah Data SPSS 25, 2024
Berdasarkan tabel uji validitas diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh item-item pada
pernyataan kuesioner yang berjumlah 34 butir adalah valid, dikarenakan hasil perhitungan
seluruh r hitung dalam kolom Corrected Item-Total Correlation lebih besar dari angka pada r
tabel yaitu sebesar 0,2706. Terdapat hasil nilai tertinggi pada tabel variable (X1) dengan item
indikator pertanyaan X1.1 yaitu 0,604 “Pimpinan memberikan kesempatan pada semua
karyawan untuk mengikuti seleksi jenjang kepegawaian sesuai dengan potensi yang dimiliki
karyawan”. Serta terdapat hasil nilai terendah pada variabel kepemimpinan (X1) dengan item
indikator pertanyaan X1.11 yaitu 0,425 “pemimpin berbicara menggunakan bahasa santun
kepada karyawannya”. Mengapa demikian dikarenakan dalam penelitian ini terdapat
perbedaan antara relavansi dan kondisi yang terjadi dilapangan dengan pertanyaan kuesioner.
Var Item R R Tabel Keteranga
iab Pertan Hitu (Signifik n
el yaan ng ansi 5%)
X2 X2.1 0,509 Valid
X2.2 0,457 Valid
X2.3 0,525 Valid
X2.4 0,520 Valid
X2.5 0,529 0,2706 Valid
X2.6 0,549 Valid
X2.7 0,541 Valid
X2.8 0,539 Valid
X2.9 0,527 Valid
Sumber: Hasil Olah Data SPSS 25, 2024
Berdasarkan tabel uji validitas diatas yang berjumlah 34 butir dapat dinyatakan valid,
dikarenakan hasil perhitungan seluruh r hitung dalam kolom Corrected Item-Total Correlation
lebih besar dari angka pada r tabel yaitu sebesar 0,2706. Terdapat hasil nilai tertinggi pada tabel
variable (X2) dengan item indikator pertanyaan X2.6 yaitu 0,549 “Lingkungan kerja yang

319 GEMA WISATA - VOLUME 20, NO. 3, SEPTEMBER 2024


e-ISSN: 2774-8987; p-ISSN: 1411-5077, Hal 314-327

bersih membuat saudara semangat dalam melaksanakan pekerjaan”. Serta terdapat hasil nilai
terendah pada variabel kepemimpinan (X2) dengan item indikator pertanyaan X2.2 yaitu 0,457
“Hubungan harmonis terjalin antara pegawai dengan pimpinan di tempat kerja”. Mengapa
demikian dikarenakan dalam penelitian ini terdapat perbedaan antara relavansi dan kondisi
yang terjadi dilapangan dengan pertanyaan kuesioner.
Var Item R R Tabel Keteranga
iab Pertan Hitu (Signifik n
el yaan ng ansi 5%)
Y Y.1 0,564 Valid
Y.2 0,337 Valid
Y.3 0,446 Valid
Y.4 0,509 Valid
Y.5 0,497 Valid
Y.6 0,319 Valid
Y.7 0,505 Valid
Y.8 0,474 0,2706 Valid
Y.9 0,602 Valid
Y.10 0,409 Valid
Y.11 0,530 Valid
Y.12 0,543 Valid
Y.13 0,409 Valid
Sumber: Hasil Olah Data SPSS 25, 2024
Berdasarkan tabel uji validitas diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh item-item pada
pernyataan kuesioner yang berjumlah 34 butir adalah valid, dikarenakan hasil perhitungan
seluruh r hitung dalam kolom Corrected Item-Total Correlation lebih besar dari angka pada r
tabel yaitu sebesar 0,2706. Terdapat hasil nilai tertinggi pada table variable (Y) dengan item
indikator pertanyaan Y.9 yaitu 0,602 “Saudara masuk kantor sesuai dengan jam yang telah di
tentukan”. Serta terdapat hasil nilai terendah pada variabel kepemimpinan (Y) dengan item
indikator pertanyaan Y.6 yaitu 0,319 “Saudara dapat menyelesaikan pekerjaan dengan
mengikuti metode kerja yang telah ditentukan”. Mengapa demikian dikarenakan dalam
penelitian ini terdapat perbedaan antara relavansi dan kondisi yang terjadi dilapangan dengan
pertanyaan kuesioner.
Uji Asumsi Klasik
Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan dalam rangka meengetahui ada atau tidaknya model regresi
antar kedua variabel terdistribusinormal atau tidak normal. Uji normalitas dengan data dapat
Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Muhyi Bazana Putra

dilakukan menggunakan uji Komogorov-Smirnov beserta dengan persyaratan jika nilai


signifikansi > 0,05 maka nilai residual berdistribusi normal dan jika nilai signifikansi < 0,05
maka nilai residual tidak berdistribusi normal. Berikut dapat dilihat dari tabel:
Tabel 6 Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardiz
ed Residual
N 53
Normal Mean .0000000
Parameters Std. Deviation 2.29587802
a,b

Most Absolute .065


Extreme Positive .065
Differences Negative -.052
Test Statistic .065
Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Sumber: Hasil Olah Data SPSS 25, 2024
Berdasarkan hasil dari uji Normalitas diatas dapat dikatahui bahwa variabel
kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan yang digunakan pada penelitian
ini dapat dinyatakan berdistribusi normal. Nilai Asymp. Sig. (2-tailed) yang dihasilkan adalah
sebesar 0,200 > 0,05.
Tabel 7 Uji Heteroskedastisitas
Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate


1 .693a .480 .459 2.341
a. Predictors: (Constant), Motivasi Kerja, Kepemimpinan

b. Dependent Variable: Kinerja

Sumber: Hasil Olah Data SPSS 25, 2024


Dari tabel diatas menunjukan bahwa nilai hitung R Square yaitu 0.480 yang dikali
dengan jumlah responden yang berjumlah 53 orang maka hasilnya yaitu 25.44, selanjutnya
yaitu membandingan dengan nilai tabel dengan cara melihat tabel Chi- Square dan dengan

321 GEMA WISATA - VOLUME 20, NO. 3, SEPTEMBER 2024


e-ISSN: 2774-8987; p-ISSN: 1411-5077, Hal 314-327

melihat tabel responden yang berjumlah 53 orang dan dikurangkan 1 orang menjadi 52 orang.
Tabel tersebut menunjukan pada nilai 69.8321 maka dapat disimpulkan bahwa 25.44 < 69.8321
dan dinyatakan tidak terdapat gejala heteroskedastisitas.
Tabel 8 Uji Homogenitas Variabel Kepemimpinan dan Motivasi Kerja

Test of Homogeneity of Variances

Levene
Statistic df1 df2 Sig.
Kepem Based on 1.160 8 40 .346
mpinan Mean
Motivasi Based on 1.314 8 40 .265
Kerja Mean
Sumber: Hasil Olah Data SPSS 25, 2024
Dari tabel homogenitas antara Kepemimpinan (X1) dan Motivasi Kerja (X2) dengan
Kinerja Karyawan (Y) dapat dilihat bahwa nilai signifikansinya yaitu 0.346 dan 0.265, maka
dapat disimpulkan bahwa uji homogenitas ini dinyatakan terdapat homogen karena nilai 0.346
dan 0.265 > 0.05.
Analisis Regresi Berganda
Tabel 9 Analisis Regresi Berganda
ANOVAa
Mean
Sum of Squar
Model Squares df e F Sig.
1 Regress 252.886 2 126.4 23.0 .000b
ion 43 66
Residua 274.095 50 5.482
l
Total 526.981 52
a. Dependent Variable: Kinerja
b. Predictors: (Constant), Motivasi Kerja,
Kepemimpinan
Sumber: Hasil Olah Data SPSS 25, 2024
Berdasarkan tabel diatas, nilai signifikansi untuk variabel kepemimpinan (X1) dan
variabel motivasi kerja (X2) adalah 0.000. Dengan mengacu pada kriteria yang telah
ditetapkan, dimana nilai Signifikansi kurang dari 0.05 menunjukkan adanya pengaruh secara
simultan, maka dapat disimpulkan bahwa variabel kepemimpinan (X1) dan motivasi kerja (X2)
memiliki pengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan (Y).
Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Muhyi Bazana Putra

Uji t
a). Uji t Variabel Kepemimpinan X1
Selanjutnya merupakan kesimpulan atas pengujian parsial antara kepemimpinan (X1)
yang menyatakan bahwa variabel kepemimpinan (X1) tidak berpengaruh atau negatif tetapi
signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y) karena nilai t hitung -2.433 < t tabel 2.010
dan nilai signifikan 0,019 < 0,05. Dapat dilihat dari dasar pengambilan keputusan pada uji t
(parsial).
b). Uji t Variabel Motivasi Kerja X2
Selanjutnya merupakan kesimpulan atas pengujian parsial antara motivasi kerja (X2)
yang menyatakan bahwa variabel motivasi kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan
terhadap variabel kinerja karyawan (Y) karena nilai t hitung 5.005 > t tabel 2.010 dan nilai
signifikan 0,00 < 0,05. Dapat dilihat dari dasar pengambilan keputusan pada uji t (parsial).
Uji F
Pada uji yang diperoleh nilai F hitung sebesar 23.066 > F tabel 3.18 dan nilai signifikan
0.00 < 0.05. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel kepemimpinan (X1) dan motivasi kerja
(X2) secara simultan berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y).
Pembahasan Hasil Penelitian
a). Pengaruh Kepemimpinan (X1) terhadap Kinerja Karyawan (Y)
Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa, secara parsial variabel kepemimpinan
(X1) tidak berpengaruh atau negatif tetapi signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y)
karena dibuktikan dengan nilai t hitung -2.433 < t tabel 2.010 dan nilai signifikan yang
menunjukkan 0,019 < 0,05. Dapat dilihat dari dasar pengambilan keputusan pada uji t (parsial).
Dapat disimpulkan bahwa variabel kepemimpinan berpengaruh negatif tetapi signifikan
terhadap kinerja karyawan pada PT. Muhyi Bazana Putra.
b). Pengaruh Motivasi Kerja (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y)
Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa, secara parsial variabel motivasi kerja
(X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y) karena nilai t
hitung 5.005 > t tabel 2.010 dan nilai signifikan yang menunjukan 0,00 < 0,05. Dapat dilihat
dari dasar pengambilan keputusan pada uji t (parsial). Dapat disimpulkan bahwa variabel
motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Muhyi
Bazana Putra.
c). Pengaruh Kepemimpinan (X1) dan Motivasi Kerja (X2) terhadap Kinerja Karyawan
(Y)

323 GEMA WISATA - VOLUME 20, NO. 3, SEPTEMBER 2024


e-ISSN: 2774-8987; p-ISSN: 1411-5077, Hal 314-327

Berdasarkan hasil penelitian, uji F menunjukkan bahwa kepemimpinan (X1) dan


motivasi kerja (X2) secara bersama-sama berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja
karyawan (Y). Nilai Adjusted R square sebesar 0.459 atau 45,9% yang memiliki arti bahwa
variabel kepemimpinan dan motivasi kerja dapat menjelaskan perubahan-perubahan yang
terjadi pada variabel kinerja karyawan, sebesar 45,9% dan sisanya sebesar 54,1% di jelaskan
oleh variabel lain yang tidak diteliti.

4. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis penelitian terkait Pengaruh antara Kepemimpinan dan
Motivasi Karyawan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Muhyi Bazana Putra dapat
disimpulkan bahwa:
1. Variabel kepemimpinan (X1) tidak berpengaruh tetapi signifikan terhadap kinerja
karyawan (Y) pada PT. Muhyi Bazana Putra.
2. Variabel motivasi kerja (X2) berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y)
pada PT. Muhyi Bazana Putra.
3. Variabel kepemimpinan (X1) dan motivasi kerja (X2) secara simultan berpengaruh dan
signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y) pada PT. Muhyi Bazana Putra.

DAFTAR PUSTAKA

Amelyawati, F., Herachwati, N,. Nadia, F. N. D. (2023). Meningkatkan Daya Saing Melalui
Management Sumber Daya Manusia (MSDM) Sebagai Strategi Peningkatan Kinerja.
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual. 8(1). 22-37.

Ardiawati, A. S. R. (2022). Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai


Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI JAKARTA (Doctoral
dissertation, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro).

Arikunto, S. (2012). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Armstrong. (2014). Manajemen Strategik Sumber Daya Manusia.

Asbari, M., Fayzhall, M., Goestjahjanti, F. S., Winanti, Yuwono, T., Hutagalung, D., Basuki,
S., Maesaroh, S., Mustofa, Chidir, G., Yani, A., & Purwanto, A. (2020). Peran
Kepemimpinan Transformasional Dan Organisasi Pembelajaran Terhadap Kapasitas
Inovasi Sekolah. EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling, 2(1),
6724–6748.

Atila, A. (2021). Pengertian Sumber Daya Manusia dan Manajemen SDM. Etos Kerja.

Busro, M. (2018). Teori-teori Manajemen Sumber Daya Manusia (1st ed.). Jakarta:
Prenadamedia Group.
Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Muhyi Bazana Putra

Dessler, G. (2020). Human Resource Management, 16th Edition. Harlow: Pearson Education
Limited.

Dr. Ir. Waseso Segoro., M. M. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia.

Dumadi, D., Ainunnisa, A., Khojin, N., & Harini, D. (2020). Pengaruh Gaya Kepemimpinan
dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Daehan Global. Journal of
Economics and Management (JECMA), 2(2), 64-77.

Edison, E., Anwar, Y., & Komariyah. (2018). Manajemen Sumber Daya Manusia.
Bandung: Alfabeta. Erwinsyah.

Fahmi, Irham. (2016). Manajemen Kepemimpinan. Bandung: Alfabeta.

Hamali, A. (2018). Pemahaman Sumber Daya [Link] Buku Seru: Yogyakarta.

Hasibuan, M. (2018). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Hasibuan, Malayu S. (2017). “Manajemen Sumber Daya Manusia”, Edisi Revisi. Jakarta: Bumi
Aksara.

Imron. (2018). Aspek Spritualitas Dalam Kinerja. Magelang: Unimma Press.

Inaray, J. C. (2016). Pengaruh Kepemimpinan dan Motivas Kerja terhadap Kinerja Karyawan.
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 3-4.

Indrasari, M. (2017). Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan. Sidoarjo: Indomedia

Jumady, E., Djaharuddin, D., Ampauleng, A., Dahrul, A., & Torano, K. M. (2022). Pengaruh
Kepemimpinan Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Perpustakaan
Dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya
Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik, 9(3), 600-610.

Kasmir. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: PT. Raja Grafindo.

Lilis Suryani, [Link], and Ade Kosasih. (2016). “Pengaruh Kepemimpinan Terhadap
KinerjaPegawai Kantor Kebudayaan Pariwisata Kota Tangerang Selatan”Jurnal Ilmiah
ProdiManajemen4(1): 160–89.

Lussier, R. N., & Achua, C. F. (2016). Leadership Theory, Aplication, & Skill Development
(6th ed.). Boston, USA: Cengage Learning.

Mangkunegara, A. A. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung : PT


Remaja Rosdakarya.

Nikodemus Thomas, M. (2015). Peran Dimensi Mentoring Sumber Daya Manusia. Humaniora,
6 (4), 444– 452.

P. Robbins, S., & Judge, T. A. (2015). Perilaku Organisasi. Jakarta Selatan: Salemba 4 Edisi
16.

325 GEMA WISATA - VOLUME 20, NO. 3, SEPTEMBER 2024


e-ISSN: 2774-8987; p-ISSN: 1411-5077, Hal 314-327

Putri, S. S. E., Al Sukri, S., & Djamil, N. (2022). Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia,
Lingkungan Kerja, Disiplin Kerja, Motivasi, Komitmen Organisasi dan Kepemimpinan
terhadap Kinerja Karyawan di Kota Dumai. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK),
4(6), 5648-5658.

Rini Oktaviani, Syahrum Agung, Asti Marlina (2019). Kepemimpinan dan Human Capital
Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Ilmu Manajemen, Vol. 2, No. 1, Hal 182-194.

Riniwati, H. Prasetyo, B. D. (2016). Influence Of Leadership Style, Motivation And Discipline


To Work Productivity Of Department Marine And Fisheries. Economic and Social of
Fisheries and Marine.

Saputri, R., & Andayani, N. R. (2018). Pengaruh kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap
kinerja pegawai pada Departemen Production di PT Cladtek BI-Metal Manufacturing
Batam. Journal of applied business administration, 2(2), 307-316.

Septiadi, M. D., Marnisah, L., & Handayani, S. (2020). Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja
Karyawan Pt Brawijaya Utama Palembang. Jurnal Nasional Manajemen Pemasaran
& Sdm, 1(01), 38–44

Shaleh, Mahidin. (2018). Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Pegawai. Makasar: Penerbit
Aksara Timur.

Siagian, S. (2019). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Simamora, H. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Gramedia.

Sinambela, L., P. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan ke. edited by S.(Editor)
and R. D. (Editor). Jakarta: Bumi Aksara.

Soekarso, Iskandar. Putong. (2015). Kepemimpinan: Kajian Praktis dan Teoritis. Jakarta: Buku
dan Artikel.

Soelistya, Sjoko. (2014). Pengaruh Gaya Kepemimpinan Partisipatif Dan Komunikasi


Terhadap Motivasi Kerja Serta Dampaknya Pada Prestasi Kerja Pegawai Di Maspion
Group Surabaya Jawa Timur. Jurnal Ilmu Ekonomi dan Manajemen. 1(1).

Sugiyono, (2017). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan


R&D. Bandung: Alfabeta. Hlm, 199.

Sujarweni, V. Wiratna. (2014). Metode Penelitian: Lengkap, Praktis, dan Mudah Dipahami.
Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Suwandi, E., Imansyah, F. H., & Dasril, H. (2018). Analisis Tingkat Kepuasan Menggunakan
Skala Likert pada Layanan Speedy yang Bermigrasi ke Indihome. Jurnal Teknik Elektro,
11.

Talentics. (2023, March 8). Definisi, Peran, dan Karakteristik Pemimpin. Resources.

V. WiratnaSujarweni. (2019). Metodologi Penelitian Bisnis dan Ekonomi Pendekatan


Kuantitatif. Pustakabarupress.
Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Muhyi Bazana Putra

Wicaksono, W. D., & Hermani, A. (2017). Pengaruh Kepemimpinan dan Kompensasi terhadap
Motivasi Kerja Karyawan Public Departement Biro Perjalanan anTour & Travel. Jurnal
Administrasi Bisnis, 6(3), 1-10.

Yuliana. (2022). Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Di Kantor Camat


Gandus Kota Palembang. Journal Of Administration And Educational Management,
5(8.5.2017), 2003–2005

Yunus, A. I., Setiawan, R., Fauzan, R., Widyaningrum, K., Wismayanti, K. W. D., Kristanti,D.,
Tamara, S. Y., Irawan, P., Sundari, Erwantiningsih, E., Solehudin, Sabil, Bormasa,M. F.,
Herlina, T. E., Cahyani, S. D., Purnamaningsih, P. E., Kusnadi, I. H., & Jasman. (2023).
Manajemen Sumber Daya Manusia (Teori) (D. P. SarI (ed.)). PT Global Eksekutif
Teknologi

327 GEMA WISATA - VOLUME 20, NO. 3, SEPTEMBER 2024

Anda mungkin juga menyukai