SATUAN ACARA PENYULUHAN “ASMA”
KELOMPOK 3
DOSEN PEMBIMBING :
Suhariyati, [Link]., Ns [Link]
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 9
Nama Mahasiswa :
1. Ahmad Hikam Ramadhoni Muafi 2202013382
2. Dina Wahyu Triani 2202013538
3. Nur Aysiah Rahmadiah 2202013381
4. Roifatul Fatma Amilia 2202013410
Dibantu oleh:
5.
6.
7.
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMONGAN
2024
MAJELIS PENDIDIKAN TINGGI LITBANG PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
LAMONGAN
SK MENTERI RISTEK DIKTI RI No : 880/KPT/1/2018
Fakultas Ilmu Kesehatan – Fakultas Ekonomi & Bisnis – Fakultas Sains, Teknologi & Pendidikan
Website : [Link], Email : sekretariat@[Link], Telp: (0322) 322356
Jl. Raya Plalangan - Plosowahyu Km 02 Lamongan, Kode Pos : 62218
LEMBAR PENGESAHAN
Satuan Acara Penyuluhan dengan judul “ Peningkatan Pengetahuan Gangguan Pola
Tidur karena alergi udara dingin pada pasien penyakit Asma” dengan ini diajukan oleh
nama-nama berikut :
No Nama Jabatan
1 Ahmad Hikam Ramadhoni Muafi Mahasiswa
2 Dina Wahyu Triani Mahasiswa
3 Nur Aysiah Rahmadiah Mahasiswa
4 Roifatul Fatma Amilia Mahasiswa
5 Mahasiswa
6 Mahasiswa
7 Mahasiswa
Telah disetujui untuk di presentasikan pada:
Hari :
Tanggal : 2024
Tempat :
Media : Poster
Topik : Peningkatan pengetahun gangguan pola tidur karena alergi udara dingin
pada pasien dengan penyakit Asma
Sasaran : Keluarga Pasien
Lamongan, 2024
Pembimbing Akademik
(Suhariyati, [Link]., Ns [Link])
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Departemen : Interpersonal Education
Pokok Bahasan : ASMA
Sub pokok bahasan : Peningkatan pengetahuan gangguan pola tidur karena alergi dingin
pada pasien asma
Sasaran : Keluarga pasien
Jumlah Sasaran :5
Tempat :
Hari/Tanggal :
Waktu : 1 Jam
1. Latar Belakang
Penyakit Asma merupakan masalah kesehatan diseluruh dunia, baik dinegara
maju maupun di Negara berkembang. Saat ini, penyakit Asma juga sudah bukan hal
asing lagi di masyarakat. Asma dapat menyerang semua lapisan masyarakat dari usia
anak-anak hingga usia dewasa. Asma awalnya merupakan penyakit genetik yang
diturunkan dari orang tua ke anaknya. Namun belakangan ini, faktor genetik tidak lagi
menjadi penyebab utama penyakit Asma polusi udara dan kurangnya kebersihan
lingkungan di kota-kota besar menjadi factor utama dalam peningkatan serangan asma
(Syahrizal dkk.,2023).
WHO dan global Asthama Network (GAN) yang merupakan orgaisasi asma di
dunia, memprediksi pada tahun 2025 jumlah penderita asma di dunia, memprediksi
pada tahun 2025 jumlah penderita Asma akan meningkat sebanyak 400 juta dan akan
ada 250 ribu penderita akibat penyakit ini. Berdasarkan data kementrian kesehatan
tahun 2020.
Asma merupakan salah satu jenis penyakit yang paling banyak diidap oleh
masyarakat Indonesia hingga akhir than 2020. Jumlah penderita asma di Indonesia
berjumlah sekitar 4,5% dari total jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 12 juta
lebih. Berdasarkan data prevalensi asma, menurut world Health Organization (WHO)
tahun 2019, terdapat sekitar 235 juta penderita asma atau 1-18% populasi dunia
(Syahrizal.,2023)
2. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan ini maka Orangtua dapat mengetahui tentang Asma.
3. Tujuan Khusus Instruksional (TIK)
Setelah dilakukan tindakan penyuluhan diharapkan klien mampu :
1. Untuk Mengetahui Pengertian ASMA
2. Untuk Mengetahui Penyebab dan factor resiko ASMA
3. Untuk Mengetahui Tanda Gejala ASMA
4. Untuk Mengetahui Komplikasi ASMA
5. Untuk Mengetahui Terapi Farmakologi dan Non Farmakologi ASMA
6. Untuk Mengetahui Cara pengobatan ASMA
4. Sasaran
Keluarga Pasien
5. Materi
(Terlampir)
6. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
7. Media
1. Poster
8. Strategi Pelaksanaan
Hari dan tanggal :
Waktu : 1 Jam
Tempat :
Penyaji :
Moderator :
Observer :
Fasilitator :
Notulen :
9. Pengorganisasian Dan Uraian Tugas
1. Moderator :
Uraian Tugas :
a. Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan tim kepada peserta.
b. Menutup acara penyuluhan.
2. Penyaji :
Uraian tugas :
a. Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa yang
mudah dipahami oleh peserta.
b. Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses
penyuluhan.
c. Memotivasi peserta untuk bertanya.
3. Notulen :
Uraian tugas :
a. Mencatat semua hal tentang jalannya acara penyuluhan seperti pertanyaan
dari audience dan kesimpulan dari rangkaian acara penyuluhan.
4. Fasilitator :
Uraian tugas :
a. Ikut bergabung dan duduk bersama di antara peserta.
b. Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan.
c. Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas.
d. Menginterupsi penyuluh tentang istilah/hal-hal yang dirasa kurang jelas
bagi peserta.
5. Observer :
Uraian tugas :
a. Mencatat nama, alamat dan jumlah peserta.
b. Memungkinkan dapat mengamankan jalannya proses penyuluhan.
c. Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta.
d. Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta selama proses
penyuluhan.
e. Mengevaluasi hasil penyuluhan dengan rencana penyuluhan
f. Menyampaikan evaluasi langsung kepada penyuluh yang dirasa tidak sesuai
dengan rencana penyuluhan.
10. Setting Tempat
: Media
: Moderator : Fasilitator
: Penyaji : Audience
: Notulen
: Observer
11. Kegiatan Penyuluhan
Tahap Waktu Kegiatan Kegiatan Peserta Media Petugas
Kegiatan Mahasiswa
Pendahulua 10 menit 1. Memperkenalkan Mendengarkan dan Kata- Moderator
n Diri bertanya mengenai kata
2. Mempersiapakan perkenalan dan atau
Diri tujuan jika ada kalimat
3. Menyatakan yang kurang jelas
Tentang Tujuan
Pokok
Penyajian 35 Menit Menyajikan Materi Mendengarkan Penyaji
Tentang : Dengan Seksama
1. Menjelaskan
Pengertian
ASMA
2. Menjelaskan
Penyebab dan
factor resiko
ASMA
3. Menjelaskan
Tanda Gejala
ASMA
4. Menjelaskan
Komplikasi
ASMA
5. Menjelaskan
dan memberi
saran tentang
Terapi
Farmakologi
dan Non
Farmakologi
ASMA
6. Menjelaskan
cara pengobatan
ASMA dengan
baik
Penutup 15 Menit Melakukan diskusi 1. Sasaran dapat Kata- Observer
(Menjawab memahami kata dan
Pertanyaan) point-point yang atau Moderator
1. Menyampaikan dijelaskan Kalimat
Hasil Evaluasi 2. Mendengarkan
2. Mengakhiri dengan seksama
pertemuan dan
mengucapkan
terima kasih
atas
perhatiannya
12. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Kesiapan Materi
b. Kesiapan SAP
c. Kesiapan Media : Poster
d. Peserta hadir di tempat penyuluhan
e. Penyelenggaraan dilaksanakan di
f. Pengorganisasian penyelenggara penyuluhan dilakukan sebelumnya.
2. Evaluasi Proses
a. Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan
b. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
c. Suasana penyuluhan tertib
d. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan.
Lampiran Materi
PENINGKATAN PENGETAHUAN GANGGUAN POLA TIDUR KARENA ALERGI
DINGIN PADA PASIEN ASMA
1.1 Definisi
Asma merupakan penyakit pernafasaan kronis yang terutama menyerang anak-anak.
Asma ditandai dengan sesak nafas, mengi, batuk, gangguan aliran ekspirasi yang terjadi
akibat inflamasi kronis, hiperresponsivitas saluran nafas (Bronkospasme), hipersekresi
mucus, dan remodeling saluran nafas (hipertrofi dan hyperplasia otot polos, angiogenesis
dan ,fibrosis) yang terjadi pada asma kronis yang tidak diobati. Gejala pertama kali
muncul biasanya pada masa anka-anak atau balita, dan mungkin berlanjut hingga
dewasa. (Syahrizal dkk.,2023).
Asma Bronkial merupakan suatu kelainan inflamasi kronik saluran pernafasaan
sehingga menyebabkan hiperaktivitas bronkus terhadap berbagai rangsangan yang
ditandai dengan gejala episodic berulang berupa mengi, batuk, sesak nafas dan rasa berat
di dada (Astuti and Azam,2021).
Asma merupakan suatu gangguan inflamasi kronik salran nafas. Hal ini menyebaban
hiperresponsif saluran nafas yang ditandai dengan wheezing, sulit bernafas, dada terasa
berat, dan batuk (terutama terjadi pada malam hari atau menjelang pagi hari). Asma
adalah gangguan aliran udara internitten yang bersifat reversible dan hanya
mempengaruhi saluran nafas, tidak sampai pada alveoli, Gangguan aliran udara terjadi
dengan dua cara yaitu inflamasi (peradangan) yang terjadi pada lumen (bagian dalam)
jalan nafas dan hiperresponsif saluran nafas yang terjadi karena kontraksi otot bronkial
yang menyebabkan penyempitan saluran nafas kea rah luar (Rosfadila dan Sari,2022).
1.2 Penyebab dan Faktor Resiko ASMA
Secara umum factor resiko asma dibedakan menjadi 2 kelompok factor genetic dan
factor lingkungan (kemenkes RI,2020).
a. Faktor Genetik
1. Hiperaktivitas
2. Atopi/alergi bronkus
3. Faktor yang memodifikasi penyakit genetic
4. Jenis kelamin
5. Ras/etnik
b. Faktor Lingkungan
1. Alergen didalam ruangan (tunggu, debu rumah, kucing, alternaria/jamur
dil)
2. Alergen diluar ruangan (alternaria, tepung sari)
3. Makanan (bahan penyedap, pengawet, pewarna makanan, kacang,
makanan laut, susu sapi, telur)
4. Obat-obatan tertentu (misalnya golongan aspirin, NSAID, Bloker dll)
5. Bahan yang mengiritasi ( misalnya parfum, household spray,dll)
6. Ekspresi emosi berlebih
7. Asap rokok dari perokok aktif dan pasif
8. Polusi udara diluar dan didalam ruangan
9. Exercise induced Asthama, seorang yang kambuh asmanya ketika
melakukan aktivitas tertentu
10. Perubahan cuaca
1.3 Tanda Gejala ASMA
Tanda dan gejala dari asma dapat berupa (syahrizal dkk, 2023)
1. Sesak nafas dan rasa berat didada terutama malam dan dini hari.
2. Mengi
3. Batuk
4. Gangguan aliiran exspirasi yang terjadi akibat inflamasi kronis, hiperesponsifitas
saluran nafas (bronkospasme).
5. Hipersekresi mucus
6. Remodeling saluran nafas (hipertrofi dan hyperplasia otot polos, angiogenesis dan
fibrosis) yang terjadi pada penyakit asma kronis yang tidak diobati
1.4 Komplikasi ASMA
Komplikasi dari asma adalah sebagai berikut (Mustopa,2022):
a. Pneumonia (infeksi paru-paru)
b. Rusaknya paru paru sebagian atau keseluruhan
c. Kegagalan pernapasaan, dimana kadar oksigen dalam darah menjadi sangat rendah,
atau kadar karbon dioksida menjadi sangat tinggi
d. Status asmatikus (serangan asma berat yang tidak merespons pengobtan)
1.5 Terapi Farmakologi Dan Non Farmakologi ASMA
1.6 Cara pengobatan ASMA
Media Penyuluhan
DAFTAR PUSTAKA
Irawan, G. (2023). Cara Mengatasi Asma. Yogyaakarta.
Syahrizal, d. ,. (2024). Buku Ajar Patofisiologi edisi 2. Indramayu, jawa barat.
LAPORAN OBSERVER PADA MATERI PENINGKATAN PENGETAHUAN
GANGGUAN POLA TIDUR KARENA ALERGI DINGIN PADA PASIEN ASMA
Pokok Bahasan : Asma
Sub Pokok Bahasan : Penanggulangan dan pencegahan Asma
Waktu : 1 jam
Tempat :
STRATEGI PELAKSANAAN
Hari dan tanggal pelaksanaan :
Waktu : 10.00-Selesai
Tempat :
Penyaji :
Moderator :
Observer :
Fasilitator :
Notulen :
Dokumentasi :
1. PERSIAPAN
Panitia penyuluhan kesehatan berkoordinasi dengan Keluarga untuk
mengadakan penyuluhan kesehatan di Rumah dengan sasaran pasien anak, dan keluarga
Setelah itu dilakukan persiapan tempat dan peralatan yang diperlukan untuk penyuuhan.
Kemudian meminta pasien anak, dan keluarga untuk berkumpul dan ikut berpartisipasi
dalam penyuluhan.
2. PELAKSANAAN
Pada tanggal 2024 mahasiswa mempersiapkan tempat dan materi yang akan dilakukan
penyuluhan.
Acara dilaksanakan tanggal 2024 Dimulai jam 10.00 keluarga berpartisipasi dalam
kegiatan penyuluhan tersebut.
Penyuluhan diikuti 5 Orang. Dibuka oleh moderator (…).
Pada Jam 10.00 acara inti pemaparan materi dengan topik “ASMA” yang disampaikan
oleh (…).
Setelah itu fasilitator memberikan leaflet dan daftar hadir terkait acara penyuluhan
tersebut.
Setelah selesai acara ditutup oleh moderator (…)
3. PENUTUP
Pada jam 11.00 Moderator menutup acara dengan ucapan Hamdallah dan Salam.
4. EVALUASI
I. EVALUASI PROSES
Proses berjalannya penyuluhan sesuai dengan rencanapenyuluhan.
a. Observer
Sudah bagus sudah faham dengan tugasnya sebagai observer yaitu
mencatat laporan hasil penyuluhan dan penilaian terhadap masing-masing
tugasnya.
b. Notulen
Sudah baik, Mencatat point-point penting dan menjelaskan kesimpulan
pada penyuluhan yang sudah dilakukan.
c. Penyaji
Sudah bagus, menguasai materi penyuluhan dan tidak monoton dalam
penyampaiannya.
d. Fasilitator
Sudah bagus, ikut serta dan duduk di tengah peserta penyuluhan dan
memastikan daftar kehadiran dari peserta.
II. EVALUASI HASIL
Hasil yang diharapkan sesuai ekspetasi dan para audiens dapat
memahami apa yang telah disampaikan oleh penyaji dan audiens sangat antusias
terhadap penyuluhan.
Dokumentasi
DAFTAR HADIR