MAKALAH
Teknik Dan Taktik Pembelajaran Bahasa Indonesia MI/SD
Diajukan Sebagai Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Bahasa Indonesia
MI/SD
Dosen Pengampu :
Ernawati, [Link]
Disusun Oleh Kelas L
Kelompok 5
Nur Lia (2211100430)
Yoris Andrian (2211100217)
Halimah (2211100103)
Dewi Nursa’adah (2211100263)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI RADEN INTAN LAMPUNG
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Puji syukur hanya untuk Allah SWT karena nikmat dan karunia kesempatan
dan kekuatan yang diberikan kepada penulis sehingga kami dapat menyelesaikan
Makalah Mata Kuliah Pendidikan Bahasa Indonesia yang bertemakan ”Teknik
Dan Taktik Pembelajaran Bahasa Indonesia MI/SD” ini tepat pada waktunya.
Makalah ini dimaksudkan untuk mengetahui tentang Teknik Dan Taktik
Pembelajaran Bahasa Indonesia MI/SD. Adapun isi dari makalah ini kami ambil
dari beberapa buku, jurnal dan website.
Kami ucapkan terima kasih kepada teman teman yang telah membantu
menyelesaikan makalah ini, akan tetapi kami juga menyadari bahwa terdapat
kekurangan di dalam makalah ini. Untuk itu dengan senang hati kami senantiasa
menerima kritik dan saran yang bersifat membangun para pembaca. Akhir kata,
semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Bandar Lampung, 25 September 2024
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................ i
DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah ............................................................................1
B. Rumusan masalah ......................................................................................2
C. Tujuan masalah ..........................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A. Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia .................................................5
B. Teknik Pembelajaran Bahasa Indonesia ...............................................12
C. Metode Dan Teknik Pengajaran Bahasa Indonesia..............................15
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ...............................................................................................19
B. Saran .........................................................................................................19
DAFTAR PUSTAKA
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pembelajaran bahasa Indonesia SD/MI diarahkan untuk
meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi dengan baik,
baik secara lisan maupun tulisan. Di samping itu, kemampuan berbahasa
siswa diharapkan terampil dalam empat aspek
Keempat aspek tersebut meliputi keterampilan menyimak (listening
skill), keterampilan berbicara (speaking skill), keterampilan membaca
(reading skill), dan keterampilan menulis (writing skill). Bahasa Indonesia
juga sebagai pengantar pendidikan disemua jenjang sekolah mulai dari
taman kanakkanak sampai perguruan tinggi1
Pembelajaran Bahasa Indonesia SD/MI diarahkan untuk
meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi dengan baik,
baik secara lisan maupun tulisan. Di samping itu, dengan pembelajaran
bahasa Indonesia juga diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi siswa
terhadapt hasil karya satra Indonesia itu sendiri. Jika dilihat dari
pengertiannya bahasa merupakan sarana untuk saling berbagi pengalaman,
saling belajar dengan yang lain serta untuk meningkatkan pengetahuan
intelektual dan salah satu sarana untuk menuju pemahaman siswa
Bahasa merupakan sarana untuk saling berbagi pengalaman, saling
belajar dengan yang lain serta untuk meningkatkan pengetahuan intelektual
dan salah satu sarana untuk menuju pemahaman. Bahasa juga diartikan
sebagai suatu sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer yang
digunakan oleh suatu masyarakat untuk bekerja sama, dan mengidentifikasi
diri2
1
Henry Guntur Tarigan, Membaca Sebagai Keterampilan Berbahasa, (Bandung: Angakasa,
2008). 1
2
Uyu Muawwanah, Bahasa Indonesia 1, (Depok: Madani Publishing, 2015), 63
2
Sebagai fungsinya dalam kedudukannya sebagai bahasa Negara,
bahasa Indonesia adalah alat perhubungan pada tingkat nasional untuk
kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pemerintahan. Di dalam
hubungan dengan fungsi ini, bahasa Indonesia dipakai bukan saja sebagai
alat perhubungan antar daerah dan antar suku, melainkan juga sebagai alat
perhubungan di dalam masyarakat yang sama latar belakang social budaya
dan bahasanya.
Rumusan masalah
1. Bagaimana Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia Dalam Belajar
Mengajar ?
2. Bagimana Teknik Pembelajaran Bahasa Indonesia Dalam Belajar
Mengajar?
3. Bagaimana Metode Dan Teknik Pengajaran Bahasa Indonesia Yang Baik?
B. Tujuan masalah
1. Untuk Mengetahui Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia Dalam Belajar
Mengajar
2. Untuk Mengetahui Teknik Pembelajaran Bahasa Indonesia Dalam Belajar
Mengajar
3. Untuk Mengetahui Metode Dan Teknik Pengajaran Bahasa Indonesia
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Metode Pembelajaran Bahasa
Metode diartikan sebagai sebuah prosedur yang telah ditetapkan
untuk mencapai tujuan. Di sisi lain metode diartikan sebagai rencana
pembelajaran yang mencakup pemilihan bahan, penyusunan secara
sistematis bahan yang akan diajarkan serta kemungkinan pengulangan, dan
pengembangannya. Dalam uraian berikut pengertian metode lebih
menekankan pada prosedur, cara kerja yang sistematis untuk mencapai
tujuan3. Macam-macam metode pembelajaran bahasa yaitu:
a. Metode Terjemahan
Metode Terjemahan sering digunakan dalam pembelajaran bahasa
asing atau bahasa kedua. Penggunaan metode ini dilakukan dengan
menerjemahkan wacana dalam bahasa asing ke dalam bahasa ibu peserta
didik. Urutan penyajiannya dari pengenalan kata dan aturan tata bahasa
dalam kalimat. Karena itu penyajian materi lebih menekankan pada
pemakaian bahasa tulis. Kebaikan metode Terjemahan adalah:
1) Praktis, dengan memilih bacaan kemudian menerjemahkan ke dalam
bahasa ibu dengan bermodalkan kamus
2) Pengetahuan kata-kata dapat diperoleh dengan cepat
3) Latihan terjemahan juga merupakan pembandingan dua bahasa.
Kelemahan metode Terjemahan meliputi:
1) Hanya berlaku dalam pembelajaran bahasa asing
2) Kurang memberikan kesempatan dalam penggunaan bahasa lisan;
3) Menimbulkan kesulitan karena belum tentu katakata dapat
diterjemahkan dalam bahasa ibu
4) Kurang tepat digunakan untuk pembelajaran bahasa yang bersifat aktif
3
Apri Damai Sagita Krissandi, Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk SD, Bekasi, Januari
2018, hal. 15-32
4
5) Penerjemahan sering dilakukan dengan menerjemahkan kata per kata
yang kurang tepat dengan penggunaan bahasa sesuai konteks
6) Pencampuran bahasa ibu dengan bahasa asing kurang menguntungkan,
dapat menimbulkan kerancuan penggunaan bahasa
b. Metode Tatabahasa
Penggunaan metode Tata Bahasa didasarkan pada pendekatan
informatif, yang berupa penjelasan penggunaan kata-kata dan tata bahasa.
Isi pelajaran berupa daftar kata-kata dan butir-butir tata bahasa.
Penggunaann metode ini lebih menekankan pada pembelajaran bahasa tulis
yang bersifat pasif. Kelebihan metode tata bahasa, yaitu:
1) Mudah dilaksanakan
2) Sederhana
3) Biayanya murah
Sedangkan kelemahannya yaitu:
1) Tidak tepat digunakan dalam pembelajaran bahasa yang bersifat
dinamis
2) Arti kata-kata lebih tergantung pada konteks pemakaiannya, dan bukan
pada daftar kata-kata lepas
3) Gagal membedakan aspek pengetahuan dan penguasaan bahasa
c. Metode Langsung
Penggunaan metode langsung didasarkan pada asumsi bahwa
penguasaan bahasa dan pengembangan rasa bahasa secara instingtif berakar
dalam hubungan langsung antara pengalaman dan ekspresi. Karena itu tidak
diperkenankan penggunaan bahasa perantara, penguasaan bahasa lisaan
diutamakan, pembelajaran dilaksanakan seperti anak belajar bahasa ibunya,
waktu terbanyak digunakan untuk latihan bahasa lisan, pola-pola dan
struktur kalimat diajarkan secara induktif, gairah belajar harus tumbuh
dalam pelajaran itu. Kebaikan metode Langsung adalah:
1) Peserta didik aktif berbahasa
2) Peserta didik langsung diajak menggunakan bahasa target yang
merupakan penerapan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi
5
3) Pemahaman peserta didik terhadap bahasa tidak verbalistis
Kelemahan penggunaan metode Langsung adalah:
1) Tidak semua kata dapat dijelaskan dengan menghiubungkan kata-kata
dengan benda, gerakan, gambar, atau tiruan
2) Peserta didik cenderung menerjemahkan secara diamdiam
3) Kesulitan dalam mmenjelaskan nbentuk kata-kata
4) Pelajarann membaca permulaann lambat karena peserta didik harus
mendengarkan bahasa target yangn menekanlan pada bahasa lisan
5) Membebani guru (guru kelelahan)
d. Metode Berlizt
Penggunaan metode Berlizt merupakan pengembangan metode
Langsung. Prinsip dasar penggunaannya sama dengan metode langsung.
Adapun ciri-ciri penggunaan metode Berlizt, yaitu:
1) Selalu menjaga hubungan langsung antara bahasa dan pikiran
2) Bahasa ibi tidak boleh digunakan
3) Kata-kata benda konkret diajarkan dengan menunjukkan benda asli,
gambar atau tiruannya
4) Kata-kata benda abstrak diajarkan dengan mendemonsrasikan
pengertiannya
5) Tata bahasa diajarkan dengan contoh-contoh
6) Sejak awal semua aspek diajarkan secara lisan, dan
7) Kata-kata diajarkan dalam hubungannya dengan kalimat
Kelebihan metode Berlizt yaitu:
1) Pembelajaran bahasa menekankan pada aspek mendengarkan dan
berbicara sehingga metode ini tepat untuk mengajarkan bahasa lisan
2) Karena pembelajaran bahasa lisan sudah baik, kemampuan menulis
mudah dicapai
3) Guru yang mengajarkan dengan bahasa ibu murid yang berbedabeda
tidak menimbulkan masalah bagi guru
Kekurangan metode ini adalah:
6
1) Yang dapat melaksanakan metode ini hanyalah guru-guru yang fasih
berbahasa target dan memiliki kemampuan menciptakan suasana belajar
yang sesuai dengan situasi belajar bahasa pertama;
2) Dalam kelas besar sulit dilaksanakan
3) Beban mengajar guru berat karena harus mendemonstrasikan kata-kata
sampai dipahami
4) Pelajaran mengarah pada materi yang mudah dipelajari
5) Diperlukan alat peraga yang memadai dan biayanya juga besar
e. Metode Pembatasan
Bahasa Penggunaan metode pembatasan bahasa berdasar asumsi
mencari jalan paling efisien agar dalam waktu singkat dan mudah siswa0-
siswa dapat menguasai sejumlah kata-kata dan pola-pola kalimat yang
terbatas, tetapi mempunyai kegunaan tinggi dalam kehidupan. Untuk
mencapai hal itu ditempuh langkah-langkah pembelajarannya:
1) Kata-kata dan pola kalimat yang dipilih yang frekuensi pemakaiannya
tinggi
2) Kata-kata dan pola kalimat yang diajarkan diambil dari bacaan
3) Pemilihan kata-kata dan struktur kalimat didasarkan pada nilai
struktuernya, keumuman pemakaiannya secara geografis, nilai dalam
pembentiukan kata baru dan fungsi stilistikanya.
f. Metode Oral
Metode Oral disebut juga dengan the Reform Method atau Fonetic
Method. Metode ini merupakan perbaikan metode langsung. Prinsip dasar
yang digunakan dalam metode ini bahwa pengajaran bahasa dilaksanakan
melalui bicara, apa pun tujuan yang ingin dicapai.. Titik berat pembelajaran
pada penggunaan bahasa yang benarbenar digunakan oleh masyarakat
penutur bahasa itu. Menghafal kata-kata dihindari, tetapi penggunaan pola-
pola penggunaan bahasa yang digunakan penutur bahasa itu diintensifkan.
Latihanlatihan mendengarkan, latihan ucapan dilakukan secara teratur.
Latihan itu dilakukan dengan urutan latihan ucapan kata,
ungkapanungkapan, pemakaian kata-kata dalam kalimat dengan
7
intonasinya. Pembelajaran bahasa tulis digunakan buku-buku yang disertai
tanda-tanda ucapan. Namun penekanannya pada bahasa lisan yaitu
mendengarkan dan berbicara.
g. Metode Realis
Penggunaan metode ini didasarkan pada prinsip bahwa mempelajari
bahasa harus sebaaimana tingkah laku berbahasa yang sesungguhnya.
Adapun ciri-ciri metode ini:
1) Sejak awal siswa belajar berbahasa sesuai tingkah laku berbahasa
sesungguhnya
2) Bahas dipandang sebagai reaksi terhadap alam sekitar. Reaksi itu seperti
kata-kata, gerak-gerik, intonasi, tekanan suara, dan pernyataan yang lain
3) Tingkah laku merupakan bagian dari keseluruhan berbahasa itu sendiri
4) Penggunaan bahasa sesuai tingkah laku berbahasa sesungguhnya
5) Bahan disajukan dalam bentuk percakapan
6) Penyusunan bahan dilakukan dengan kerja sama antara guru dan ahli
bahasa
h. Metode Baru
Landasan metode ini adalah membaca dengan ciri:
1) Pioritas pelajarannya membaca
2) Murid diperlenkapi dengan kata-kata pilihan
3) Bahasa ibu masih mungkin digunakan secara selektif
4) Mendengar dan memahami sesuatu dilakukan lebih dahulu sebelum
anak belajar berbicara
5) Buku guru dan buku murid disiapkan dan ditambah dengan bacaan
pelengkap.
Kelemahan Metode ini:
1) Biasanya isi buku yang disiapkan tidak dicapai sesuai jadwal
2) Bahan pelajaran tidak selalu relevan dengan situasi anak, karena buku
disiapkan secara umum
3) Kadang-kadang bahan kurang menarik perhatian murid sehingga
mengurangi minat siswa
8
4) Belajar bahasa dengan membaca lebih sulit daripada dengan berbicara
i. Metode Alamiah
Metode ini didasarkan pada prinsip bahwa belajar bahasa sesuai
dengan anak belajar bahasa ibu. Adapun langkahnya:
1) Pembelajaran kata-kata (kata benda, kata sifat, dan kata kerja) selalu
dihubungkan dengan benda, sifat, dan kerja yang diwakilinya
2) Yang mula-mula dipelajari adalah kelompok bunyi yang umum bukan
bunyi yang terpisah
3) Pembelajaran dimulai dari mendengarkan
4) Bila anak melakukan kesalahan segera dibetulkan oleh diri sendiri
maupun orang lain dan biasanya karena contohnya juga salah
5) Perasaan ingin tahu ditumbuhkan dan dijadikan sebagai pendorong
dalam belajar berbahasa
6) Anak belajar berbahasa dari banyak guru karena setiap orang yang
berbahasa adalah gurunya
7) Proses belajar berlangsung dalam keragaman dan dilakukan sambil
bermain
8) Bahasa yang dipelajari anak ada;lah bahasa yang dipakai seharihari
j. Metode Psikologis
Metode ini berdasar prinsip visualisasi mental dan asosiasi
gagasangagasan. Ciri-cirinya, benda-benda, gambar-gambar,
diagramdiagram, kartukartu digunakan untuk menciptakan mental image
dan menghubungkan mental image itu dengan kata-kata. Pelaksanaan:
1) Kata-kata disusun dalam kelompok kalimat idiomatic pendekpendek
yang dihubungkan dengan benda-benda
2) Kelompok-kelompok itu membentuk satu unit pelajaran
3) Pelajaran dikumpulkan dalam bab-bab, beberapa bab membentuk satu
ciri
Langkah-langkahnya:
1) Pembelajaran dimulai dari bahasa lisan lalu menggunakan buku
2) Bahasa ibu sedapat mungkin tidak digunakan
9
3) Menulis baru diajarkan setelah melalui beberapa pelajaran, dan
4) Tata bahasa diajarkan sejak permulaan
k. Metode Membaca
Pembelajaran bertujuan pada pengetashuann dan keterampilan
membaca pada bahasa target. Teks dibagi atas dua bagian pendek masing-
masing dengan daftar kata-kata yang akan diajarkan dalam teksitu,
terjemahannya, dan gambar-gambar. Setelah kemampuan membaca
memadai teks disajikan dalam bentuk ceria atau novel
l. Metode Linguistik
Metode linguistik juga disebut metode Oral-aural Method. Metode
ini dipandang sebagai metode modern karena berdasar pada pendekatan
ilmiah. Prinsip-prinsip pembelajarannya:
1) Bahasa yang akan diajarkan didasarkan pada analisis deskriptif dan
analisis kontrastifnya dengan bahasa ibu siswa
2) Sistem bunyi bahasa diajarkan terlebih dahulu
3) Pola struktur kalimat diajarkan setelah siswa memahami sistem bunyi
4) Pelajaran tentang kata dipadukan dengan pembelajaran bunyi dan pola
strukltur kalimat,
5) Pelajaran tata bahasa dapat dikjelaskan dengan bantuan bahasa ibu siswa
dan dijalinkan dalam latihan pemakaian bahasa
6) Pembelajaran bahasa ditekankan pada penguasaan bahasa lisan
7) Latihan-latihan dilakukan secara intensif agar siswa terbiasa
menggunakan bahasa baru yang diajarkan
m. Metode Pilihan
Prinsip dasar metode pilihan berdasarkan gabungan antara metode
langsung dan metode tak langsung. Bahasa ibu murid dapat digunakan
untuk menjelaskan dan menerjemahkan agar tidak terjadi pemborosan
waktu dan mencegah salah paham. Urutan bahan pembelajaran yan sering
ditempuh adalah berbicara menulismembaca pemmahaman. Kegiatan
pembelajaran mencakup latihan bercakap-cakap, membaca bersuara, dan
10
Tanya jawab. Tata bahasa diajarkan secara deduktif. Media pembelajaran
yang digunakan midsalnya audio visual
n. Metode Unit
Pembelajaran bahasa dengan metode ini menggunakan 5 langkah,
yaitu:
1) Persiapan
2) Penyajian bahan
3) Bimbingan
4) Generalisasi, dan
5) Penggunaan
Metode ini bila dilakukan di SD menggunakan langkah-langkah:
1) Topik/unit ditentukan sesuai minat sebagian besar siswa
2) Siswa mempersiapkan percakapan dalam bahasa ibu
3) Guru menerjemahkan percakapan ke dalam bahasa yang diajarkan
sekaligus kaidahnya
4) Siswa mempelajari kata yang digunakan dalam percakapan
5) Daftar bentuk-bentuk tata bahasa disusun
6) Kata-kata dipelajari dalam hubungannya dengan pemakaian
7) Ungkapan-ungkapan dan kalimat-kalimat terutama yang mengandung
unsur-unsur tata bahasa yang baru diulangi dan dihafalkan
8) Guru memastikan siswa sudah menguasai kaidah bahasa
9) Siswa bercakap-cakap sesuai konteks
10) Siswa ditugasi mengarang, menerjemahkan, atau membaca
o. Metode Mimikri-Memorisasi
Metode ini sering disebut Informant-drill Method. Pembelajaran
dilakukan dengan demonstrasi dan latihan-latihan. Demonstrasi digunakan
untk kata-kata, ucapan-ucapan, dan kata-kata yang diberikan guru atau
informan (penutur asli). Latihan digunakan untuk menirukan, mengulangi
yang disampaikan informan. Tatabahasa diajarkan secara induktif,
Pembelajaran dilanjutkan dengan ceramah, demonstrasi dan diskusi. Variasi
metode ini dengan cara menggantikan guru/informan dengan alat yang
11
disebut metode Audio Lingual. Penggunaan metode ini memanfaatkan
laboratorium bahasa dengan program yang sudah direncanakan
p. Metode Teori Praktik
Metode ini merupakan pengembangan metode mimikri memorisasi.
Metode ini dilaksanakan dengan bentuk tujuh unit praktik tiga teori.
Contoh-contoh kalimat dihafalkan, dipraktikkan kemudian dianalisis secara
fonetis dan structural untuk menciptakan kalimatkalimat baru yang sama
tipenya.
q. Metode Cognate
Metode ini digunakan dengan diawali dari kata-kata yang sama atau
mirip antara bahasa yang dipelajari dengan bahasa ibu siswa. Katakata ini
kemudian digunakan dalam kalimat atau percakapan dan dilanjutkan
dengan menulis
r. Metode Bi-bahasa
Metode ini hampir sama dengan metode Cognate. Pembelajaran
dimulai dari pembahasan tentang persamaan dan perbedaan antara bahasa
yang dipelajari dengan bahasa ibu siswa yang meliptuti bunyibunyi, bentuk
kata, dan kalimat-kalimat. Pembelajaran dilanjutkan dengan latihan-latihan
secara sistematis4
B. Teknik Pembelajaran Bahasa
Teknik adalah pelaksanaan prosedur atau metode dalam kelas.
Selain itu teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan
seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.
Misalnya, penggunaan metode ceramah dalam kelas dengan jumlah siswa
yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara
teknis akan berbeda dengan penggunaan tersendiri, yang tentunya secara
teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang
jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan menggunakan metode
4
Ibid, 32
12
diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya
tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini,
guru pun dapat berganti-ganti teknik merkipun dalam koridor metode yang
sama5
Teknik selalu bergantung kepada guru. Suatu metode dan teknik
pelaksanaannya, dapat berbeda apabila dilaksanakan oleh guru yang
berlaianan. Tentang pelaksanaan metode pengajaran bahasa untuk SD,
tekniknya dapat berbeda- beda bergantung pada tempat metode itu
dilaksanakan. Teknik pengajaran membaca di kelas I dapat berbeda dengan
teknik pengajaran membaca di kelas II6
Berikut ini adalah teknik-teknik yang biasa digunakan dalam
pembelajaran bahasa Indonesia:
a. Teknik Pembelajaran Menyimak
Peranan keterampilan menyimak sangat penting bagi kehidupan
manusia seharihari. Dialog antarmanusia, mendengarkan radio, televisi
dan menonton film menuntut keterampilan menyimak. Pengajaran
menyimak perlu digalakan. Guru harus dapat menyajarkan menyimak
dengan cara-cara yang menarik. Beberapa teknik pengajaran menyimak
yang dapat digunakan oleh guru, antara lain:
• Dengar – Ulang Ucap
• Dengar – Tulis (Dikte)
• Dengar – Kerjakan
• Dengar – Terka
• Memperluas Kalimat
• Menemukan Benda
• Siman Bilang
• Bisik Berantai
• Menyelesaikan Cerita
5
A. S. Broto, Pengajaran Bahasa Indonesia, (Jakarta: Bulan Bintang, 1978), hal. 109
6
Djago Tarigan dan H. G. Tarigan, Teknik Pembelajaran Keterampilan Berbahasa,
(Bandung, Angkasa, 1986), hal. 43
13
• Identifikasi Kata Kunci
• identifikasi Kalimat Topik
• Merangkum
• Parafrase
• Menjawab Pertanyaan
b. Teknik Pembelajaran Berbicara7
Keterampilan berbicara menunjang keterampilan berbahasa lainnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia dituntut terampil berbicara.
Pendidikan dalam keluarga kebanyakan dilaksanakan secara lisan. Tata
cara pergaulan, adat-istiadat, kebiasaan, norma dan nilai-nilai yang
berlaku diajarkan secara lisan. Teknik pengajaran berbicara antara lain:
• Ulang Ucap
• Lihat dan Ucapkan
• Mendiskripsikan
• Substitusi
• Transformasi
• Melengkapi Kalimat
• Menjawab Pertanyaan
• Bertanya
• Pertanyaan menggali
• Melanjutkan Cerita
• Menceritakan Kembali
• Percakapan
• Parafrase
• Reka Cerita Gambar
• Memberi petunjuk
• Bercerita
• Dramatisasi
7
Ibid, h.124
14
• Laporan Pandangan Mata
• Bermain peran
• Bertelepon
• Wawancara
• Diskus
c. Teknik Pembelajaran Membaca
Dalam zaman modern ini setiap orang dituntut terampil membaca,
karena membaca adalah kunci ke arah ilmu pengetahuan., kesuksesan
dan kemajuan. Siapa yang ingin maju harus terampil membaca
Pengajaran membaca, sebagaimana pengajaran bahasa Indonesia
pada umumnya. Masih perlu disempurnakan. Hasil prestasi belajar
siswa yang di bawah standar merupakan bukti nyata pengajaran bahasa
Indonesia itu belum mantap. Kemampuan membaca siswa dan para
mahasiswa masih dianggap rendah. Teknik pengajaran membaca antara
lain:
• Lihat dan Baca
• Menyusun Kalimat
• Mencari Kalimat Topik
• Menceritakan Kembali
• Parafrase
• Melanjutkan Cerita
• Mempraktekan Petunjuk
• Baca dan Terka
• Membaca Sekilas (Skimming)
• Membaca Sepintas (Scanning)
• SQ3R
d. Teknik Pembelajaran Menulis
Keterampilan menulis sangat penting bagi para pelajar dan
mahasiswa. Para pemimpin pun dituntut terampil menulis. Demikian
juga guru dan dosen harus terampil menulis. Mengingat pentingnya
15
keterampilan menulis maka pengajaran menulis di sekolah harus
ditingkatkan. Guru harus dapat mengajarkan keterampilam menulis
dengan efisien, efektif dan menarik. Teknik pengajaran menulis antara
lain:
• Menyusun Kalimat
• Memperkenalkan Karangan
• Meniru Model
• Karangan Bersama
• Mengisi
• Menyusun Kembali
• Menyelesaikan Cerita
• Menjawab Pertanyaan
• Meringkas Isi Bacaan
• Parafrase
• Reka Cerita Gambar
• Memerikan
• Mengembangkan Kata Kunci
• Mengembangkat Kalimat Topik
• Mengembangkan Judul
• Mengembangkan Peribahasa8
C. Metode Dan Teknik Pengajaran Bahasa Indonesia
Teknik yang diberikan dari seorang guru juga merupakan teknik atau
strategi yang lazim digunakan. Lazim maksudnya adalah dapat diterima
oleh para siswa dengan baik dan yang bersifat prosedural. Teknik yang baik
dijabarkan metode dan serasi dengan pendekatan
Herman menjelaskan teknik pembelajaran dimaksudkan sebagai
metode khusus dalam setiap penyampaian mata pelajaran, karena pada
setiap materi pelajaran memiliki kekhasan masing-masing, seperti
8
Ibid, h.230
16
karakteristik materi dan penguasaan konsep. Setiap guru bisa melaksanakan
pembelajaran dengan ceramah, tetapi khusus dalam bidang studinya
masing-masing, karena dalam pelaksanaan pembelajaran terpadu dengan
tekniknya. Oleh karena itu, jika kita berbicara tentang metode, di dalamnya
sudah terkandung unsur teknik pembelajaran9
Berikut adalah beberapa metode pengajaran bahasa Indonesia yang
biasa dipraktekkan :
1. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan
pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan
tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Dengan metode ini, guru dapat
mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya. (Gage dan Berliner
1981 : 457), menyatakan bahwa metode ceramah cocok untuk digunakan
dalam pembelajaran dengan ciriciri tertentu
2. Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab dapat diterapkan pada latihan ketrampilan
menyimak, membaca, berbicara dan menulis. Selain itu guru juga dapat
bertanya pada siswa dan begitu juga sebaliknya siswa dapat bertanya kepada
guru. Dengan metode ini kita dapat melihat komunikasi yang berlangsung.
Hal ini dapat memicu para siswa dalam belajar berbicara dan juga belajar
berkomunikasi dengan bahasa yang baik dan benar menurut kaidah bahasa
Indonesia.
3. Metode Diskusi Kelompok
Metode ini dapat dilakukan di kelas rendah atau kelas 1 sampai
dengan kelas 3 dengan bimbingan guru. Peran guru terutama dalam
pemilihan bahan diskusi, pemilihan ketua kelompok dan memotivasi siswa
lainnya agar mau berbicara atau bertanya pada siswa lainnya
4. Metode Pemberian Tugas
9
Kokom Komalasari, Teknik Pengajaran Bahasa Indonesia, Jakarta., hal. 56
17
Pemberian tugas memiliki tujuan yakni siswa lebih aktif dalam
mendalami pelajaran dan memiliki keterampilan tertentu, untuk siswa kelas
1 sampai dengan kelas 3 tugas individu seperti membuat catatan kegiatan
harian atau sebagainya. Membuat atau membaca puisi bahkan bisa jadi
tambahan tugas yakni menghafal puisi. Metode ini bisa dilakukan oleh guru
kepada siswa agar menjadi wawasan tambahan untuk peserta didik setelah
pembelajaran disekolah
5. Metode Bermain Peran
Metode Bermain peran ini memiliki tujuan agar para siswa bisa
menghayati kejadian atau peran seseorang dalam hubungan sosialnya.
Dalam bermain peran siswa dapat mencoba menempatkan diri sebagai
tokoh atau pribadi tertentu, misal : sebagai guru, sopir, dokter, pedagang,
hewan dan bahkan tumbuhan. Setelah itu diharapkan untuk para siswa dapat
menghargai jasa peranan orang lain dalam kehidupannya
6. Metode Karya Wisata
Metode Karya Wisata dilaksanakan dengan cara membawa
langsung siswa kepada obyek yang berkaitan dengan materi pembelajaran.
Misalkan : museum, kebun binatang, tempat pameran, atau tempat karya
wisata lainnya yang bisa dikunjungi
7. Metode Latihan (Drill)
Metode Drill atau latihan adalah suatu teknik megajar yang
mendorong untuk melaksanakan kegiatan latihan agar memiliki
ketangkasan, ketrampilan yang lebih tinggi dari apa yang dipelajari10
10
A. S. Broto, Pengajaran Bahasa Indonesia, (Jakarta: Bulan Bintang, 1978), hal. 109
18
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pembelajaran bahasa Indonesia SD/MI diarahkan untuk
meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi dengan baik,
baik secara lisan maupun tulisan. Di samping itu, kemampuan berbahasa
siswa diharapkan terampil dalam empat aspek
Keempat aspek tersebut meliputi keterampilan menyimak (listening
skill), keterampilan berbicara (speaking skill), keterampilan membaca
(reading skill), dan keterampilan menulis (writing skill). Bahasa Indonesia
juga sebagai pengantar pendidikan disemua jenjang sekolah mulai dari
taman kanakkanak sampai perguruan tinggi
Metode diartikan sebagai sebuah prosedur yang telah ditetapkan
untuk mencapai tujuan. Di sisi lain metode diartikan sebagai rencana
pembelajaran yang mencakup pemilihan bahan, penyusunan secara
sistematis bahan yang akan diajarkan serta kemungkinan pengulangan, dan
pengembangannya
B. Saran
Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan makalah ini
masih jauh dari sempurna. Banyak kekurangan disana-sini, untuk itu mohon
kiranya para pembaca sekalian mau memberikan masukan kritik dan saran
guna perbaikan dimasa yang akan datang
19
DAFTAR PUSTAKA
Henry Guntur Tarigan, Membaca Sebagai Keterampilan Berbahasa, (Bandung:
Angakasa, 2008). 1
Uyu Muawwanah, Bahasa Indonesia 1, (Depok: Madani Publishing, 2015), 63
Apri Damai Sagita Krissandi, Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk SD, Bekasi,
Januari 2018, hal. 15-32
A. S. Broto, Pengajaran Bahasa Indonesia, (Jakarta: Bulan Bintang, 1978), hal. 109
Djago Tarigan dan H. G. Tarigan, Teknik Pembelajaran Keterampilan Berbahasa,
(Bandung, Angkasa, 1986), hal. 43
Kokom Komalasari, Teknik Pengajaran Bahasa Indonesia, Jakarta., hal. 56
Broto, Pengajaran Bahasa Indonesia, (Jakarta: Bulan Bintang, 1978), hal. 109
20