Peningkatan Hasil Belajar dengan Snow Balling
Peningkatan Hasil Belajar dengan Snow Balling
Kriteria Aspek
Siklus Kelompok Nilai
SB B C K SK
Kelompok 1 60 - - C - -
Kelompok 2 70 - B - - -
Satu
Kelompok 3 55 - - C - -
Kelompok 4 60 - - C - -
Jumlah 61,25 0 1 3 0 0
Persentase - 0 25 75 0 0
Sumber: Data Olahan
Dari tabel di atas, terlihat bahwa dari 5 aspek yang dinilai pada
kegiatan siswa dalam proses belajar mengajar masih belum mencapai
indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Persentase secara total
didapatkan kriteria sangat baik (SB)0%, kriteria baik (B) 25%, sedangkan
kriteria cukup 75% dan kriteria kurang 0%.
Berdasarkan hasil pada kegiatan awal mengenai hasil belajar siswa
dapat dipaparkan sebagai berikut :
Tabel 4.2 Hasil Rekapitulasi Penilaian Hasil Belajar Siswa pada
Keadaan Awal
Ketuntasan
No Nama Siswa Nilai Ket
T B
1 Angga Pramandani M 60 - B
2 Dewi Sartika 50 - B
3 Dian Astuti 60 - B
4 Dwi Priyatna Combi 60 - B
5 Firman Sawitra 60 - B
6 Irma Susanty 80 T -
7 Irna Yulaika 80 T -
8 Kelvin Yubilate Akob 50 - B
9 Krista Tri Karuniani 70 - B
10 Mahmudah 70 - B
11 Milawati 80 T -
12 Muhammad Rizal 70 - B
13 Noor Asiah 70 - B
14 Nornaimah 80 T -
15 Pratama Rifai Arief 70 - B
16 Rahmah 60 - B
17 Rini Agustya Putri 70 - B
18 Ris Jayadi Rantiano 70 - B
19 Sarisna 60 - B
20 Sutrisno 70 - B
21 Tri Kartika 60 - B
Jumlah 1400,00 4 17
Rata-rata 66,67 19,05 80,95
Daya Serap 66,67
Sumber: Data Olahan
Kriteria Penilaian
No Aspek yang dinilai
SB B C K SK
Mengelola ruang, waktu dan
I.
fasilitas belajar
1 Sumber belajar √
2 Pengaturan waktu √
Pengaturan kelas, mengatur siswa
3 √
dalam kelompok
II. Strategi pembelajaran
1 Pengusaan materi √
2 Penyampaian materi √
3 Penggunaan metode pembelajaran √
Ketrampilan dalam mengadakan
4 √
variasi mengajar
5 Pemberian bimbingan √
6 Kemampuan mengkoordinasi kelas √
7 Memotivasi siswa √
8 Mengaktifkan siswa √
9 Merespon pertanyaan √
10 Memberikan kesimpulan √
11 Memberikan reward √
Jumlah Skor 0 12 24 6 0
Total Skor 42,00
Nilai Ideal 70
Nilai 60,00
Kriteria Nilai C
Sumber: Data Olahan
Kriteria Aspek
Siklus Kelompok Nilai
SB B C K SK
Kelompok 1 60 - - C - -
Kelompok 2 70 - B - - -
Satu
Kelompok 3 55 - - C - -
Kelompok 4 60 - - C - -
Jumlah 61,25 0 1 3 0 0
Persentase - 0 25 75 0 0
Sumber: Data Olahan
Dari tabel di atas, terlihat bahwa dari 5 aspek yang dinilai pada
kegiatan siswa dalam proses belajar mengajar masih belum mencapai
indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Persentase secara total
didapatkan kriteria sangat baik (SB) 0%, kriteria baik (B) 25%,
sedangkan kriteria cukup 75% dan kriteria kurang 0%.
3) Hasil Belajar
Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I, hasil belajar siswa
dapat dipaparkan sebagai berikut :
Tabel 4.5 Hasil Rekapitulasi Penilaian Hasil Belajar Siswa pada
Keadaan Siklus Pertama
Ketuntasan
No Nama Siswa Nilai Ket
T B
1 Angga Pramandani M 70 - B
2 Dewi Sartika 60 - B
3 Dian Astuti 70 - B
4 Dwi Priyatna Combi 70 - B
5 Firman Sawitra 70 - B
6 Irma Susanty 90 T -
7 Irna Yulaika 90 T -
8 Kelvin Yubilate Akob 60 - B
9 Krista Tri Karuniani 80 T -
10 Mahmudah 80 T -
11 Milawati 90 T -
12 Muhammad Rizal 80 T -
13 Noor Asiah 80 T -
14 Nornaimah 90 T -
15 Pratama Rifai Arief 80 T -
16 Rahmah 70 - B
17 Rini Agustya Putri 80 T -
18 Ris Jayadi Rantiano 80 T -
19 Sarisna 70 - B
20 Sutrisno 80 T -
21 Tri Kartika 70 - B
Jumlah 1610,00 12 9
Rata-rata 76,67 57,14 42,86
Daya Serap 76,67%
Sumber: Data Olahan
Kriteria Penilaian
No Aspek yang dinilai
SB B C K SK
Mengelola ruang, waktu dan
I.
fasilitas belajar
1 Sumber belajar √
2 Pengaturan waktu √
Pengaturan kelas, mengatur siswa
3 √
dalam kelompok
II. Strategi pembelajaran
1 Pengusaan materi √
2 Penyampaian materi √
3 Penggunaan metode pembelajaran √
Ketrampilan dalam mengadakan
4 √
variasi mengajar
5 Pemberian bimbingan √
6 Kemampuan mengkoordinasi kelas √
7 Memotivasi siswa √
8 Mengaktifkan siswa √
9 Merespon pertanyaan √
10 Memberikan kesimpulan √
11 Memberikan reward √
Jumlah Skor 15 44 0 0 0
Total Skor 59,00
Nilai Ideal 70
Nilai 84,29
Kriteria Nilai SB
Sumber: Data Olahan
Kriteria Aspek
Siklus Kelompok Nilai
SB B C K SK
Kelompok 1 85 SB - - - -
Kelompok 2 95 - B - - -
Awal
Kelompok 3 80 - B - - -
Kelompok 4 85 SB - - - -
Jumlah 86,25 2 2 0 0 0
Persentase - 50 50 0 0 0
Ketuntasan
No Nama Siswa Nilai Ket
T B
1 Angga Pramandani M 80 T -
2 Dewi Sartika 70 - B
3 Dian Astuti 80 T -
Ketuntasan
No Nama Siswa Nilai Ket
T B
4 Dwi Priyatna Combi 80 T -
5 Firman Sawitra 80 T -
6 Irma Susanty 100 T -
7 Irna Yulaika 100 T -
8 Kelvin Yubilate Akob 70 - B
9 Krista Tri Karuniani 90 T -
10 Mahmudah 90 T -
11 Milawati 100 T -
12 Muhammad Rizal 90 T -
13 Noor Asiah 90 T -
14 Nornaimah 100 T -
15 Pratama Rifai Arief 90 T -
16 Rahmah 80 T -
17 Rini Agustya Putri 90 T -
18 Ris Jayadi Rantiano 90 T -
19 Sarisna 80 T -
20 Sutrisno 90 T -
21 Tri Kartika 80 T -
Jumlah 1820,00 19 2
Rata-rata 86,67 90,48 9,52
Sumber: Data Olahan
Untuk hasil belajar siswa, seperti pada tabel 9 diatas, dari total 20
(dua puluh) siswa ada 1 8 (delapan belas) siswa yang memperoleh
nilai di atas 80 atau 90%, sedangkan yang memperoleh nilai di bawah
80 hanya 2 (dua) siswa saja atau 10%, nilai rata-rata 85,10 dengan
daya serap 85,10%. Artinya, hasil belajar siswa sudah meningkat,
mencapai target seperti pada indikator kinerja yang telah ditetapkan,
yaitu secara klasikal siswa dikatakan tuntas belajar apabila minimal
80% dari jumlah siswa telah memperoleh nilai 80 ke atas.
d. Refleksi
Kelebihan yang ditemukan selama pelaksanaan tindakan
pembelajaran di siklus II adalah sebagai berikut:
1) Prestasi belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran
kooperatif tipe Snow Balling (Bola Salju) meningkat.
2) Siswa semakin aktif selama proses pembelajaran dengan
menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snow Balling (Bola
Salju).
3) Selama kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe Snow Balling (Bola Salju) siswa
mengikuti dengan serius dan gembira.
4) Siswa menjadi lebih komunikatif dengan menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe Snow Balling (Bola Salju).
5) Siswa berlomba untuk mendapatkan nilai terbaik pada saat
pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif
tipe Snow Balling (Bola Salju) setiap ada keberhasilan peneliti selalu
memberi reward).
6) Peneliti telah menerapkan dan mengembangkan kelebihan-kelebihan
yang ditemukan di siklus I pada siklus II ini.
7) Semua rencana perbaikan tindakan berdasarkan hasil refleksi siklus I
telah dilaksanakan di siklus II ini dengan baik.
8) Kinerja guru dalam melaksanakan dan mengelola pembelajaran
dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snow
Balling (Bola Salju) semakin mantap, hal ini dapat dilihat dari tahapan
pembelajaran yang dilaksanakan.
9) Tindakan peneliti konsisten, yaitu mengacu kepada rencana
pembelajaran yang telah disusun sesuai dengan strategi yang dipilih
(pembelajaran kooperatif tipe Snow Balling (Bola Salju)
Dari hasil pengamatan yang dilakukan dari siklus I dan siklus II telah
terjadi peningkatan baik penilaian terhadap aktifitas guru, kegiatan siswa
dan hasil belajar siswa. Dengan mempertimbangkan hal tesebut maka
pemberian tindakan dihentikan pada siklus II karena sudah mencapai
indikator yang ditetapkan.
B. Pembahasan
Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 (dua) siklus. Dalam observasi
awal dan pre test, kegiatan belajar mengajar di kelas XI pada mata pelajaran
IPS masih menggunakan metode pembelajaran konvensional, yaitu metode
ceramah dan tanya jawab. Adapun tujuan diadakan observasi awal dan pre
test adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi kelas selama kegiatan
pembelajaran dengan menggunakan metode konvensional. Berdasarkan
hasil observasi awal tersebut dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa
nampak dengan nilai rata-rata 61,25%, dimana hanya 40% siswa dengan
kriteria belajar tuntas sedangkan sisanya yakni 60% masih berada dibawah
standar ketuntasan minimal. Hasil observasi pada siklus I ini menunjukkan
adanya peningkatan prestasi belajar siswa namun belum memuaskan. Hal
ini disebabkan siswa belum terbiasa belajar kelompok dengan model Snow
Balling (Bola Salju) sehingga siswa terlihat masih pasif, malu bertanya
dalam mengemukakan pendapatnya. Kekurangan-kekurangan pada siklus I
kemudian direfleksi dengan mengadakan perbaikan pada siklus II agar
mendapat hasil yang maksimal. Dari hasil perbaikan strategi pembelajaran
tersebut, maka pada siklus II telah terjadi perubahanperubahan peningkatan
kegiatan guru, kegiatan siswa dalam diskusi dan peningkatan hasil belajar
siswa.
Perubahan kegiatan guru dalam proses pembelajaran dari siklus I ke
siklus II dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.9 Perkembangan Kegiatan Guru dalam Proses Belajar
Mengajar
Pra Siklus Siklus I Siklus II
Kriteria Nilai
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Sangat Baik 0 0,00 0 0,00 3 21,43
Baik 0 0,00 3 21,43 11 78,57
Cukup 0 0,00 8 57,14 0 0,00
Kurang 9 64,29 3 21,43 0 0,00
Sangat Kurang 5 35,71 0 0,00 0 0,00
Jumlah 14 100 14 100 14 100
Sumber: Data Olahan
Capaian Nilai
Nilai
Pra Siklus Siklus I Siklus II
50 100 0 0
60 420 120 0
70 560 490 140
80 320 640 560
90 0 360 720
100 0 0 400
Jumlah 1400 1610 1820
Nilai Ideal 2100
Daya Serap 66,67 76,67 86,67
Sumber: Data Olahan
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui gambaran peningkatan daya
serap siswa selama proses pembelajaran. Hasil tersebut menunjukkan
bahwa pada siklus I, rata-rata persentase daya serap terhadap materi
pelajaran yaitu sebesar 76,67% dari 66,67% pada kondisi awal. Rata-rata
persentase daya serap siswa terhadap materi pelajaran pada siklus II
mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan siklus I, yaitu sebesar
86,67%.
Secara lebih jelas dalam bentuk diagram batang sebagaimana dijelaskan
di bawah ini.