0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan1 halaman

Manajemen Konflik dalam Keberagamaan

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan1 halaman

Manajemen Konflik dalam Keberagamaan

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Benih-benih konflik ada dalam dunia, sejak Allah menciptakan keanekaragaman, mengisyaratkan

bahwa akan ada perbedaan. Perbedaan semakin tajam ketika manusia yang mencari kepentingannya

Abraham dan lot. Daud dan adik adiknya- perjanjian baru dimana terbentuk komunitas gerejani.
Konflik sesuatu yg inheren yang melekat dgn kental, yang dari sononya melekat pada manusia itu. Yg
dipahami bukan untuk meniadakan konflik. Konflik tidak sesuatu berdimensi negatif. jangan lihat
konflik sesuatu yang merusak, ttp yg mengingatkan kita akan kehidupan.

Konflik sebagai komponen konatif : aspek kecenderungan bertindak, sesuatu yang cenderung ada
dalam tindakan manusia, dimana ada interaksi sosial. selama itu dimungkinkan terjadi konflik. Hanya
saja tingkat mutualitas konflik itu berbeda-beda

dari sononya. Manajemen konflik penting untuk melihat keanekaragaman dalam berbagai hal,
kepentingannya, konflik tidak hanya sesuatu yang dilakukan untuk kebutuhan jasmani tetapi rohani.
Ruang rohani juga ada konflik.

Semakin banyak pihak yang berkepentingan semakin besar potensi terjadinya konflik

Konflik : cara pandang, organisasi

Ketimpangan pendidikan, pengalaman . menyuburkan konflik .

Konflik, sejauh mana berkonflik dimana ttg dirinya, berbicara ttg hal-hal yg sifatnya teknis bukan
esensi. Apa yg ssungguhnya kita cari.

Bukan hanya melihat dari diri kita (manusia rata-rata) melihat pihak lain (paripurna), berpihak pada
orang lain, cara bertindak menurut kita. Harus memiliki 2 sudut pandang. Tidak hanya berfungsi
sebagai diri kita, tetapi berpijak dalam diri orang lain

Semuanya hanya soal sudut pandang , Setiap orang benar menurut sudut pandangannnya masing-
masing. Inilah yang memungkinkan terjadinya konflik

Konflik di lingkungan gereja terutama disebabkan oelh faktor manusia dan sistem (aturan). Manusia
dengan segala dinamikanya seringkali berada dalam pusaran konflik. Faktor yang menyebabkannnya
bisa bermacam-macam : ketidaktahuan, keinginan, dorongan yang lain., kuasa, uang dll. Juga bisa
timbul akibat sistem yang tidak berlaku tegak. Ada ungkapan a bad system destroys good people

Konflik yaitu kondisi yang tercipat karna kepelbagaian keberagamaan, maka harus ada management
seni

Anda mungkin juga menyukai