Apresiasi Seni Rupa Kelas XI Semester I
Apresiasi Seni Rupa Kelas XI Semester I
Document Information
Dokumen tersebut membahas tentang apresiasi se…
Download now
Download as docx, pdf, or txt
A. SENI RUPA
a. Apresiasi Seni
Apresiasi berasal dari Bahasa Latin, Appretiatus yang artinya penilaian/penghargaan. Apresiasi
dilihat dari Bahasa Inggris, Appreciate, yang artinya menentukan atau menunjukkan nilai, atau menilai,
melihat bobot karya, menikmati kemudian menyadari kepekaan rasa dan menghayati. Mengapresiasi
artinya berusaha mengerti tentang seni dan menjadi peka terhadap segi-segi di dalamnya, sehingga secara
sadar mampu menikmati dan menilai karya dengan semestinya. Apresiasi Seni adalah suatu proses
penghayatan suatu karya seni yang dihormati dan penghargaan pada karya seni itu sendiri serta
penghargaan pada pembuatnya. Secara umum, Apresiasi dapat diartikan sebagai kesadaran menilai lewat
penghayatan suatu karya seni.
Kegiatan Apresiasi yaitu melakukan pengamatanm pemahaman, penilaian atau mengevaluasi serta
mengkritik.
Kegiatan seni adalah kegiatan yang berbeda dengan kegiatan manusiawi yang lain, karena mempunyai
sifat yang khusus dan istimewa.
Kegiatan seni merupakan kegiatan member kesan tentang dunia disekitar kita lewat sentuhan – sentuhan
artistik dan estetik/seni dan keindahan pada ciptaan yang ada.
Proses apresiasi terbentuk dari dua kemungkinan, yaitu Afektif dan Kreatif. Proses apresiasi afektif
terjadi apabila pengamatan seni cepat mengalami empati dan rasa puas.
Proses apresiasi kreatif terjadi apabila pengamat seni sadar dalam melakukan penghayatan dan penilaian
serta menggunakan aspek logika dalam menentukan nilai suatu karya seni.
Apresiasi kreatif dapat didefinisikan sebagai proses aktif dan kreatif sehingga secara efektif pengamat
dapat memahami nilai seni, yaitu untuk mengalami pengalaman estetik.
Dalam proses apresiasi kreatif dapat melalui beberapa tahapan khusus, antara lain :
1. Pengamatan objek karya seni Menurut Verbeek, pengamatan bukanlah mengunakan satu indra saja,
melainkan pemberdayaan seluruh pribadi. Yang artinya: ketajaman pengamatan seseorang tergantung
pada pengetahuan pengetahuan, pengalaman, perasaan, keinginan dan anggapan seseorang.
Pengamatan terhadap objek/hasil karya seni merupakan pengamatan terhadap suatu objek yang terdiri
atas totalitas yang penuh arti.
2. Aktivitas fisiologis Tindakan nyata untuk melakukan sesuatu
3. Aktivitas psikologis Terjadinya persepsi sampai dengan evaluasi kemudian timbul interpretasi
imajinatif dan dorongan berbuat kreatif
4. Aktivitas penghayatan Terjadinya sebuah perenungan terhadap sebuah objek
5. Aktivitas penghargaan Terjadiya sebuah evaluasi terhadap objek. Evaluasi dapat berapa saran dan
kritikan
Dalam proses penciptaan karya seni, seorang seniman atau kreator seni harus memperhatikan hal-hal
sebagai berikut :
1. Konsep/gagasan
Konsep/Ide datang dapat digolongkan menjadi 2, yaitu :
a. Ide datang lebih awal
Ketika seniman telah memiliki ide tertentu, langkah selanjutnya baru menentukan media, teknik dan
penyelesaian ide
b. Ide datang setelah melihat media
Ketika seniman menemukan ide setelah mengamati media. Bentuk ditemukan dari media yang ada
sebagai bentuk frontal (Shape)
2. Teknik
adalah cara yang digunakan dalam membuat karya, hal ini terkait dengan media yang dihadapi dan
dikerjakan
3. Corak atau gaya
setiap daerah memiliki bentuk yang berbeda dari ragam hias dan teknik penyelesaian karya
4. Keunikan atau ciri khusus
yang dimiliki antar daerah dan bangsa berbeda-beda
patah-patah, dan masih banyak lagi sifat-sifat yang lain. Kesan lain dari garis ialah dapat memberikan
kesan gerak, ide, simbol, dan kode-kode tertentu, dan lain sebagainya. Pemanfaatan garis dalam desain
diterapkan guna mencapai kesan tertentu, seperti untuk menciptakan kesan kekar, kuat simpel, megah
ataupun juga agung. Beberapa contoh symbol ekspresi garis serta kesan yang ditimbulkannya, dan
tentu saja dalam penerapannya nanti disesuaikan dengan warna-warnanya.
documents.
hijau,jingga dan ungu.
Warna intermediate, yaitu percampuran antara warna primer dengan warna sekunder,
menghasilkan warna kuning hijau,hijau-biru, biru-ungu, merah-ungu,merah-jingga, dan kuning-
jingga.
Warna tertier, yaitu percampuran antara warna sekunder dan warna intermediate dan
Start your 30 day free trial
menghasilkan sebanyak 12 warna.
Warna quarterner, yaitu pencampuran warna intermediate dengan warna tertier dan
menghasilkan sebanyak 24 warna.
b) Sifat warna
Sifat warna dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : hue, value, dan intensity.
Hue
Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah,
biru, kuning, hijau, coklat, ungu, jingga, dan warna lainnya. Perbedaan antara merah dengan
biru, atau merah dengan kuning adalah perbedaan dalam hue.
Value
Value adalah istilah untuk menyatakan gelap terangnya warna atau harga dari hue. Untuk
mengubah value, misalnya dari merah normal ke merah muda dapat dicapai dengan cara
menambahputih atau mempercair warna tersebut hingga memberi kesan terang. Dan untuk
memberi kesan gelap misalnya merah tua dapat dicapai dengan menambah hitam. Value yang
berada dipertengahan disebut middle value dan yang berada di atas middle value disebut high
value, sedang yang berada dibawahnya disebut low value. Value yang lebih terang dari warna
normal disebut tint dan yang lebih gelap disebut shade. Close value adalah value yang
berdekatan atau bersamaan dan kelihatan lembut dan terang.
Intensity
Intensity atau chroma adalah istilah untuk menyatakan cerah atau suramnya warna, kualitas atau
kekuatan warna. Warna-warna yang intensitasnya penuh nampak sangat mencolok dan
menimbulkan efek tegas, sedang warna-warna yang intensitasnya rendah nampak lebih lembut.
Berdasarkan paduan warna (colour scheme), warnadapat dibagi dalam tiga tipe yakni
Warna monokromatrik adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan satu warna,
misalnya urutan dari merah tua sampai ke merah yang paling muda.
Warna Complementer, yaitu dua warna yang berlawanan dalam kedudukan berhadap-hadapan,
memiliki kekuatan berimbang, misalnya kuning kontras ungu, biru kontras jingga, dan merah
kontras hijau.
Warna analogus adalah tingkatan warna dari gelap ke terang dalam urutan beberapa warna,
misalnya urutan dari biru, biru kehijauan, hijau, hijau kekuningan, dan kuning.
c) Makna Warna
Sebagaimana unsur desain yang lain, warna juga mempunyai makna yang berbeda, antara lain
sebagai berikut :
Merah mempunyai makna api, panas, marah, bahaya, aksi, gagah, berani, hidup, riang dan
dinamis.
documents.
Misalnya : hijau tua dengan hijau muda.
Kombinasi warna yang kontras
Kombinasi antara warna-warna yang berlawanan letaknya dalam lingkaran warna. Misalnya :
Hijau dengan Merah
Kombinasi warna analog
Start your 30 day free trial
Dua atau tiga corak warna yang berdekatan letaknya dalam lingkaranan warna. Misalnya : Biru,
Ungu, Merah
e) Penggunaan Warna
Cara Heraldis
Cara Murni, penggunaan warna secara lebih bebas. Misalnya Pohon dicat warna merah, Kuda
dicat warna hijau,dll
Cara Naturalis, penggunaan warna sesuai dengan aslinya yang terdapat pada alam. Misalnya :
warna daun adalah hijau
6 Tekstur
Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan, baik itu nyata maupun semu. Suatu permukaan
mungkin kasar, mungkin juga halus, mungkin juga lunak mungkin juga kasap atau licin dan lain-lain.
Ada dua macam tekstur yakni tekstur nyata dan tekstur semu, sebagai berikut :
1) Tekstur nyata
Tekstur nyata adalah tekstur fisik suatu benda secara nyata yang dikarenakan adanya perbedaan
permukaan suatu benda. Misalnya tekstur wool berbeda dengan kapas, kain sutera berbeda dengan
plastik, dan lain sebagainya. Tekstur ini dapat dikelompokkan dalam tekstur alam, tekstur buatan dan
tekstur reproduksi. Tekstur alam adalah tekstur yang berasal langsung dari alam, misalnya daun, kulit
kayu, permukaan batu, dan lainnya. Tekstur buatan adalah tekstur yang tercipta dari susunan benda-
benda alam, seperti tikar (dari daun yang disusun), goni (dari pasir dan kertas). Sedangkan tekstur
reproduksi adalah tekstur yang dibuat melalui reproduksi benda yang sebenarnya, misalnya
wallpaper.
2) Tekstur semu
Tekstur semu adalah tekstur yang terlihat saja berbeda tetapi bila diraba ternyata sama saja. Tekstur
ini hadir karena adanya unsur gelap terang atau karena unsur perspektif. Selain nilai raba pada suatu
permukaan, tekstur juga dapat menimbulkan kesan berat dan ringan. Sebuah kubus dari besai yang
berat bila dibagian luarnya dilapisi dengan karton maka akan memberi kesan ringan dan kosong.
1.
You're Reading a Preview
d. Karya Seni Berdasarkan Teknik Pembuatannya
Handmade (buatan tangan)
2. Masinal (dikerjakan oleh mesin)
3.
Upload your documents to download.
Komputer
documents.
lebihkan. Para pelukis ini antara lain Eugene delacroik (1798-1963), JeanBaptiste Camille Corot
(1796-1875) dan Rousseau (1812-1876). Gaya inijuga berkembang di Jerman, Belanda, dan Perancis.
4. Impresionisme
Aliran ini dalam dunia seni rupa berawal dari ungkapan yang mengejek pada karya Claude Monet
(1840-1926) pada saat pameran di Paris tahun 1874. Karya ini menggambarkan bunga teratai dipagi
Start your 30 day free trial
hari yang ditampilkan dalam bentuk yang samar dan warna kabur dan olehsebagian kritikus seni
disebut sebagai “impresionistik“, suatu lukisanyang menampilakan bentuk yang sederhana dan
terlampau biasa.
5. Ekspresionisme
Adalah suatu aliran dalam seni rupa yang melukiskan suasanakesedihan, kekerasan, kebahagiaan,
atau keceriaan dalam ungkapan rupa yang emosional dan ekspresif. Salah seorang pelukis yang
beraliran Ekspresionisme adalah Vincent van Gogh (1853-1890). Lukisan lukisannya penuh dengan
ekpresi gejolak jiwa yang diakibatkan oleh penderitaan dan kegagalan dalam [Link] satu
lukisannya yang terkenal adalah “Malam Penuh Bintang“(1889), yang mengekpresikan gairah yuang
tinggi sekaligus perasaan kesepian.
6. Kubisme
Kubisme adalah suatu aliran dalam seni rupa yang bertitik tolak dari penyederhanaan bentuk-bentuk
alam secara geometris (berkotak-kotak). Pada tahun 1909 berkembang aliran kubisme Analistis yang
mengembangkan konsep dimensi empat dalam seni lukis. Dan dimengerti sebagai konsep dimensi
ruang dan waktu dalam lukisan. Pada setiap sudut lukisan terlihat objek yang dipecah-pecah dengan
posisi waktu yang berbeda. Sedangkan Kubisme Sintetis, pelukisannya disusun dengan bidang yang
berlainan yang saling tumpang dan tembus.
7. Konstruksifisme
Aliran seni ini awalnya berkembang di Rusia penggagasnya antara lain Vladimir Tattin, Antoine
Pevsner, dan Naum Gabo. Gaya ini mengetengahkan berbagai karya seni berbentuk tiga dimensional
namun wujudnya abstrak. Bahan-bahan yang dipergunakan adalah bahan modern seperti besi beton,
kawat, bahkan plastik.
8. Abstrakisme
Seni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang
ada di alam. Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam.
Kadinsky dan Piet Mondrian marupakan sebagian perupa beraliran abstrak ini. Seni Abstrak ini pada
dasarnya berusaha memurnikan karya seni, tanpa terikat dengan wujud di alam.
9. Dadaisme
Adalah gerakan seni rupa modern yang memiliki kecendrungan menihilkan hukum–hukum
keindahan yang [Link] utama gaya ini adalah paduan dari berbagai karya lukisan, patung atau
barang tertentu dengan menambahkan unsur rupa yang tak lazim sebagai protes pada keadaan
sekitarnya, seperti lukisan reproduksi lukisan “Monalisa “ karya Leonardo da Vinci tetapi diberi
kumis, atau petusan laki-laki diberi dudukan dan tandatangan, kemudian dipamerkan di suatu galeri.
10. Surealisme
Adalah penggambaran dunia fantasi psikologis yang diekspresikan secara verbal, tertulis maupun
documents.
3. Golongan pelukis yang menampilkan bentuk – bentuk abstrak non figuratif. Pelukisnya adalah : Fajar
Sidik, Aming Prayitno, Umi Dakhlan, dll
4. Golongan pelukis yang menampilkan bentuk – bentuk dekoratif. Pelukisnya antara lain : Suparto,
Widyat, Mulyadi W, dll
documents.
dicampur soda abu (Soda ASH) dan soda api (costik soda). Proses melunturkannya kain dimasukkan
ke dalam bak, diangkat-angkat dengan menggunakan jepitan hingga malamnya lepas dan selanjutnya
dibilas dengan air bersih, diperas, dan diangin-anginkan.
5. Peralatan Membatik
a) Canting
Start your 30 day free trial
Canting merupakan alat utama yang dipergunakan untuk membatik. Penggunaan canting adalah
untuk menorehkan (melukiskan) cairan malam agar terbentuk motif batik. Canting memiliki
beberapa bagian yaitu:
Gagang merupakan bagian canting yang berfungsi sebagai pegangan pembatik pada saat
menggunakan canting untuk mengambil cairan malam dari wajan, dan menorehkan (melukiskan)
cairan malam pada kain. Gagang biasanya terbuat dari kayu ringan.
Nyamplung (tangki kecil) merupakan bgian canting yang berfungsi sebagai wadah cairan malam
pada saat proses membatik. Nyamplung terbuat dari tembaga.
Cucuk atau carat merupakan bagian ujung canting dan memiliki lubang sebagai saluran cairan
malam dari nyamplung. Ukuran beragam tergantung jenisnya. Cucuk tersebut terbuat dari
[Link] cucuk harus senantiasa berlubang, kalau tersumbat oleh cairan malam yang
sudah mengeras, cucuk dapat dilubangi lagi dengan cara mencelupkan di cairan panas malam,
sumbatan keras tersebut akan turut mencair kembali. Sedangkan bila sumbatan belum mengeras
maka pelubangannya dapat dipakai dengan bulu sapu lantai.
Kuas
Pada umumnya kuas dipergunakan untuk melukis, dalam proses membatik kuas juga dapat
dipergunakan untuk Nonyoki yaitu mengisi bidang motif luas dengan malam secara penuh. Kuas
dapat juga untuk menggores secara ekspresif dalam mewarnai kain. Anda dapat mempergunakan
kuas cat minyak, kuas cat air, atau bahkan kuas cat tembok untuk bidang sangat luas.
Kompor Minyak Tanah dipergunakan untuk memanasi malam agar cair. Pilihlah kompor yang
ukurannya kecil saja, tidak perlu yang besar. Pembatik tradisional biasanya menggunakan anglo
atau keren. Anglo merupakan arang katu sebagai bahan bakar. Kelemahan anglo/keren adalah
asap yang ditimbulkannya berbeda dengan kompor yang tidak seberapa menimbulkan asap.
Pilihlah kompor yang ukuran kecil saja, dengan diameter sekitar 13 cm,sesuai dengan besaran
wajan yang digunakan. Pemanasan malam tidak membutuhkan api yang cukup besar seperti kalau
kita memasak di dapur.
Wajan
Wadah untuk mencairkan malam menggunakan wajan, terbuat dari bahan logam. Pilihlah wajan
yang memiliki tangkai lengkap kanan dan kiri agar memudahkan kita mengangkatnya dari dan ke
atas kompor.
Wajan yang dipakai tidak perlu berukuran besar, wajan dengan diameter kurang lebih 15 cm
sudah cukup memadai untuk tempat pencairan malam.
Gawangan
Pada waktu membatik kain panjang, tidak mungkin tangan kiri pembatik memegangi kain
tersebut. Untuk itu membutuhkan media untuk membentangkan kain tersebut, yang disebut
Panci
Upload to Download
benar-benar tercelup semuanya.
Panci aluminium diperlukan untuk memanaskan air di atas kompor atau tungku dan untuk melorot
kain setelah diwarnai agar malam bisa bersih. Pilihlah ukuran panci sesuai dengan ukuran kain
yang dibatik
Sarung tangan
OR
Sarung tangan diperlukan sebagai pelindung tangan pada saat mencampur bahan pewarna dan
mencelupkan kain ke dalam cairan pewarna. Selama penyiapan warna dan pewarnaan kain,
pergunakanlah selalu sarung tangan karena bahan pewarna batik terbuat dari bahan kimia yang
berbahaya bagi kesehatan kulit dan pernafasan, kecuali pewarna alami (natural).
Sendok & Mangkuk
Become a Scribd member to read and download full
Sendok makan dibutuhkan untuk menakar zat pewarna dan mangkuk plastik untuk mencampur zat
pewarna tersebut sebelum dimasukkan ke dalam air. Selain itu juga diperlukan gelas untuk
documents.
menakar air.
3. Seni Grafis merupakan seni murni dua dimensi dikerjakan dengan teknik cetak baik yang bersifat
konvensional maupun melalui penggunaan teknologi canggih. Teknik cetak konvensional antara lain :
4. Cetak Tinggi ( Relief Print ) wood cut print, wood engraving print, lino cut print, kolase print
5. Cetak Dalam ( Intaglio ) dry point, etsa, mizotint,sugartint
6. sablon ( silk screen ) Teknik Cetak dengan teknologi modern, misalnya offset dan digital print.
documents.
jelmaan yang terkena panah Sri Rama. Relief candi mendut mengisahkan Dewi Hartiti sewaktu mengasuh
anak-anaknya.
Terlepas dari fungsinya, sebagai media penyembahan, patung-patung, relief,dll oleh masa kejayaan
Hindu dan Budha memiliki nilai seni yang tinggi dan menjadi bahan kajian hingga sekarang.
Pameran karya seni rupa berdasarkan pada ragam jenis karya yang ditampilkan, dibedakan menjadi
dua, yaitu pameran homogen dan pameran heterogen. Pameran homogen, artinya pameran yang hanya
menampilkan satu karya seni rupa saja, misalnya pameran lukisan, pameran patung, pameran keramik
dan lain sebagainya.
Pameran heterogen, artinya pameran yang sekaligus menampilkan berbagai jenis karya seni rupa,
documents.
memberi gambaran sampai sejauh mana keberhasilan pendidikan seni rupa di sekolah tersebut.
c) Sebagai sarana apresiasi dan hiburan
Di samping sebagai sarana untuk melakukan penilaian atau evaluasi, kegiatan pameran dapat
dijadikan sebagai sarana apresiasi. Apresiasi di sini dapat diartikan sebagai penikmatan,
pengamatan, penghargaan, atau bisa juga penilaian terhadap karya-karya yang ditampilkan.
Start your 30 day free trial
Penilaian yang dimaksud bukan menilai dengan angka, melainkan suatu proses pencarian
nilai-nilai seni, pemahaman isi dan pesan dari karya seni, dan melakukan juga perbandingan-
perbandingan terhadap karya seni sehingga nantinya akan didapat sebuah penilaian yang utuh dan
komprehensif.
Dalam arti yang luas, kegiatan pameran dapat juga diartikan sebagai sarana untuk
mendapatkan hiburan. Di sini masyarakat dapat merasakan kesenangan atau empati, merasakan
suka duka seperti layaknya menonton film atau menyaksikan pertunjukkan musik dan seni lainnya.
d) Melatih siswa untuk bermasyarakat
Melaksanakan kegiatan pameran bukanlah kerja perorangan, melainkan kerja kelompok yang
melibatkan banyak orang. Jadi, dengan mengadakan pameran seni rupa di sekolah, mendidik para
siswa untuk bermasyarakat. Di sini para siswa dapat bekerja sama satu sama lain, melatih untuk
menghargai pendapat orang lain, dan dapat pula memberi pendpat terhadap tim kerjanya.
B. SENI MUSIK
a. Pengertian Musik
1. Jamalus (1988)
Musik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang
mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu irama, melodi,
harmoni, bentuk dan struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuan.
2. Rina (2003)
Musik merupakan salah satu cabang kesenian yang pengungkapannya dilakukan melalui suara atau
bunyi-bunyian.
3. Prier (1991)
setuju dengan pendapat Aristoteles bahwa musik merupakan curahan kekuatan tenaga penggambaran
yang berasal dari gerakan rasa dalam suatu rentetan suara (melodi) yang berirama.
4. Menurut ahli perkamusan (lexicographer)
Musik ialah: ”Ilmu dan seni dari kombinasi ritmis nada-nada,vokal maupun instrumental, yang
melibatkan melodi dan harmoni untuk mengekspresikan apa saja yang memungkinkan, namun
khususnya bersifat emosional”
5. Musik adalah bagian dari seni yang menggunakan bunyi sebagai media penciptaannya
b. Vocal
Vocal adalah musik yang dibunyikan oleh suara manusia, didalamnya termasuk bersiul dan
bersenandung. Vocal dibagi menjadi 3 jenis suara, antara lain :
1. Jenis suara wanita
documents.
SOLMISASI (rancangan Guido d’Arezzo seorang biarawan dan teoretikus musik). Pemimpin gereja
Paus Gregorius I mengatur penggunaan lagu-lagu pujian untuk peribadatan gereja yang dikenal
dengan Gregorian chant. Gaya polifoni sebagai teknologi komposisi yang menggabungkan dua alur
melodi atau lebih memperkaya rasa keindahan musikal dibandingkan gaya monofon sebelumnya dan
cikal-bakal harmoni.
3. Start your 30 day free trial
Era Renaisans (1450-1600)
Berkembang di Italia dan Eropa Utara. Berwatak klasik, pengekangan, menahan diri, dan kalem.
Renaisans dapat diartikan sebagai periode dalam Sejarah Eropa Barat dimana manusia mulai
melakukan eksplorasi terhadap dunia, baik melalui perjalanan atau penjelajahan ke Timur maupun ke
Selatan belahan bumi, tetapi mereka juga gemar mengembangkan ilmu pengetahuan dan kesenian.
Oleh karena pikiran manusia menjadi semakin bebas, maka musik sekuler mulai muncul dan musik-
musik instrumental yang semula kurang mendapatkan tempat di lingkungan tradisi gereja.
Komposer-komposer terpenting ialah Josquin des Prés, Orlandus Lassus, William Byrd, dan
Giovanni Pierluigi da Palestrina.
4. Era Barok & Rokoko (1600-1750) : Musik Terbatas Ciri – cirinya :
a) Melodi cenderung lincah
b) Banyak menggunakan ornament
c) Ada dinamika keras (forte), lunak (piano)
d) Harmoni dua nada atau lebih berbunyi bergantian (polifonik/kontrapunk)
e) Bentuk vocalnya disebut Seriosa
Tokoh : Johann Sebastian Bach
5. Era Klasik (1750-1820)
a) Ornament di batasi
b) Ada beberapa peralihan tempo accelerando dan ritardando
c) Ada peralihan dinamik crescendo dan decrescendo
d) Harmoni tiga nada atau lebih bunyi bersamaan (homofonik)
Tokoh : Wolfgang Amadeus Mozart
6. Era Romantik (1820-1900)
Bersifat ekspresif untuk mengungkapkan perasaan yang subjektif, bukan sekedar untuk keindahan
Ciri – cirinya :
a) Tidak ada ornament
b) Melodi seakan berkomunikasi
c) Harmoni bervariasi
d) Penggunaan dinamik dan tempo bervariasi
Tokoh : Johannes Brahms, Frederic Chopin, Franz Schubert
10
documents.
b) Harmoni rumit, memiliki tonalitas yang luas, sehingga kadang berkesan sumbang sering terjadi
modulasi
c) Ritme melodi cenderung improvisasi
3. Dance
Ciri – cirinya :
Start your 30 day free trial
a) Ritme, Melodi, Harmoni Cenderung Sederhana
b) Beat Keras, Konstan Dan Bertempo Sedang, Sesuai Untuk Senam Atau Tari
c) Lirik Tidak Terlalu Penting Karena Cenderung Untuk Mengekspresikan Gerak, Bukan Perasaan
4. Latin
Ciri – cirinya :
a) Beat konstan, dengan berbagai variasi bunyi perkusi, sesuai untuk tari
b) Memiliki ciri khas yang bervariasi pada setiap stylenya
c) Melodi dan harmoni cenderung sederhana
5. Musik Kontemporer :
Ciri – ciri
a) Tekstur warna bunyi bisa heterogen ataupun homogeny
b) Notasi musik berupa symbol/tanda yang hanya dimengerti oleh pemusik
c) Musik memiliki kecenderungan improvisasi mengikuti mood pemusik
d) Bunyi yang dikomposisikan tidak terlalu berasal dari instrument musik
e) Musik bisa memiliki melodi atau hanya komposisi ritmis
f) Melodi dan harmoni tidak selalu mengikuti system tonal
g) Tidak dibatasi pada satu jenis tangga nada
h) Tidak terikat pada satu jenis birama
i) Dinamik dan tempo bervariasi
Contoh : Kua Etnika (Djaduk Ferianto) Jogjakarta, Sinten Remen (Djaduk Ferianto) Jogjakarta,
Herry Roesly (Jakarta)
11
bunyi
.
Contoh : triangle, cabaza, marakas
Senar (dawai) yang ditegangkan sebagai
4
Chordophone penyebab bunyi
.
: Contoh : piano, gitar, mandolin
1.
h. Laras OR
Menurut arti khususnya, Laras adalah : Enak didengar/indah
2. Menurut arti luasnya, Laras adalah : Urut-urutan nada dalam satu gembyangan yang tertentu tinggi
rendahnya dan tertentu banyaknya.
Menggembyang adalah bila kita menabuh dengan dua kanan kiri bersama dengan atara 4 nada
Become a Scribd member to read and download full
(mengapit)
Contoh : 123561
documents.
1. Laras Gamelan Jawa memiliki 5 Nada
2. Satu Gembyangan (1 Oktav) adalah 1200/Centi suara
3. Tiap satu nada yang satu dengan yang lain mempunyai nada antara atau yang biasa disebut
Sruti/Interval
4. Untuk mencatat suatu seni suara dalam karawitan, digunakan Titi Laras atau Titi Nada
Start your 30 day free trial
i. Titi Latas/Titi Nada
Dibagi menjadi 2
1. Titi Laras berdasarkan laras:
Adalah titi laras tidak ditentukan oleh frekwensi (banyaknya getaran tiap detik) tetapi ditentukan oleh
unda usuk atau perbandingan Menurut Ki Hajar Dewantara, tonika yang dipergunakan sebagai dasar
adalah : 1 2 3 4 5 1 untuk laras Pelog dan Slendro, beliau menamakan titi laras “Sari Swara” Menurut
Bpk. Mahyar Kusumadinata (Bandung) cara membaca titi laras adalah : do ; mi ; na ; ti ; la.
2. Menurut R T Wreksodiningrat membuat system titi laras berdasarkan bilahan gamelan,
yaitu : 1 2 3 4 5 6 7
Cara ini dinamakan Sistim KEPATIHAN. Cara ini masih dipergunakan sampai sekarang
Sistim Kepatihan, meliputi :
a) Menabuh Gamelan, meliputi :
Cara menabuh
Pembagian tugas tiap ricikan
Koposisi gending/lagu
Catatan titi laras gending
b) Seni Suara
Lagu dolanan
Tembang/sekar
Gerong/bawa
j. Gamelan
Ricikan Gamelan adalah satuan dari alat-alat gamelan yang ditabuh, Ricikan Kendang adalah
Sebuah Kendang. Nama-Nama Ricikan Gamelan :
1. Rebab
Hanya satu jenis saja. Untuk keperluan dua perangkat gamelan pelog dan slendro dibutuhkan dua
buah rebab (satu untuk slendro dan satunya untuk pelog)
12
2. Kendang
Ada 4 macam, yaitu :
a) Kendang Ageng/Kendang Gendhing dengan diameter 45 cm
b) Kendang Wayangan dengan diameter 40 cm
c) Kendang Batangan (Kendang Ciblon) dengan diameter 33 cm
documents.
b) Satu untuk laras pelog
8. Saron Penerus
Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan,
a) Satu untuk laras slendro
b) Satu untuk laras pelog
9. Demung Start your 30 day free trial
Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan,
a) Satu untuk laras slendro
b) Satu untuk laras pelog
10. Slentem
Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai dua ricikan,
a) Satu untuk laras slendro
b) Satu untuk laras pelog
11. Kenong
Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 10 pencon kenong
a) 5 Pencon kenong slendro, yaitu bernada : 2 3 5 6 1
b) 5 Pencon kenong pelog, yaitu bernada : 2 3 5 6 7
12. Kempul
Tiap gamelan mempunyai kempul komplit slendro/pelog 10 buah
a) 5 buah laras slendro
b) 5 buah laras pelog
13. Ketuk dan Kempyang
Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai 2 buah ketuk dan 2 buah kempyang. Untuk ketuk
slendro larasnya 2, untuk ketuk pelog larasya 6
14. Clempung
Tiap gamelan slendro dan pelog, mempunyai 2 buah clempung, yaitu : 1 untuk laras slendro dan 1
untuk laras pelog
15. Siter
untuk gamelan slendro dan pelog, jumlah siter ada 2 bentuknya seperti clempung, namun bentuknya
lebih kecil
16. Siter Penerus
untuk gamelan slendro dan pelog, jumlah siter ada 2, Bentuknya lebih kecil lagi. Nadanya 1 oktav
lebih kecil dari siter
13
17. Gambang
Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah gambang, yaitu gambang slendro dan gambang
pelog
18. Suling
Tiap gamelan slendro dan pelog mempunyai 2 buah suling, yaitu suling slendro dan suling pelog
4. Sengganen
Upload to Download
Gamelan yang dibuat dari bahan tembaga dicampur dengan timah
a) Rancakan
OR
Bagian dari ricikan gamelan yang dibuat dari pada kayu yang dapat diperinci sebagai berikut
: Plangkan pada bonang dan kenong
b) Pangkon : Plangkan pada demung, saron barung dan penerus
c) Grobokan : Plangkan pada gender dan slentem
d) Gayor : Plangkan untuk menggantungkan kempul dan gong
Become
7.
a Scribd member to read and download full
Pluntur
Tali – tali pada gender, bonang, slentem, dan lain-lain
documents.
8. Klante
Tali-tali pada kenong, kempul dan gong
C. SENI TARI
a. Pengertian Tari
Start your 30 day free trial
1. Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi
bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si
pencipta
2. Soedarsono menyatakan bahwa tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diubah melalui gerak
ritmis yang indah
3. Soeryodiningrat menyatakan bahwa tari merupakan gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi
musik atau gamelan diatur oleh irama sesuai dengan maksud tujuan tari
4. Tari merupakan salah satu cabang seni, dimana media ungkap yang digunakan adalah tubuh
14
5. Tenaga
Ruang gerak penari tercipta melalui desain. Disain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal
tentang bentuk/wujud ruang secara utuh. Bentuk ruang gerak penari digambarkan secara bermakna ke
dalam; desain atas dan disain lantai (La Meri: 1979: 12). Ruang gerak tari diberi makna melalui garis
lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari. Gerak tari yang diperagakan menunjukan intensitas
7. Iringan Tari
Upload to Download
ekspresi jiwa dalam bentuk tari yang terkendali).
Iringan dan tari adalah pasangan yang serasi dalam membentuk kesan sebuah tarian. Keduanya
seiring dan sejalan, sehingga hubungannya sangat erat dan dapat membantu gerak lebih teratur dan
ritmis. Musik yang dinamis dapat menggugah suasana, sehingga mampu membuat penonton
memperoleh sentuhan rasa atau pesan tari sehingga komunikatif. Musik dalam tari memberi
OR
keselarasan, keserasian, keseimbangan yang terpadu melalui alunan keras-lembut, cepat-lambat
melodi lagu. Pada dasarnya tari membutuhkan iringan sebagai pengatur Gerak
documents.
ini biasanya memiliki sifat kedaerahan yang kental dengan pola gaya tari atau style yang dibangun
melalui sifat dan karakter gerak yang sudah ada sejak lama. Tari-tarian tradisional yang dilestarikan oleh
generasi pendukung biasanya sangat diyakini atas kemasyalakatannya. Masyarakat yang mau terlibat di
sini ikut andil dalam melestarikan tari tradisional melalui rasa tanggung jawab dan kecintaan yang tidak
bisa dinilai harganya. Masyarakat yang bersangkutan memandang bahwa tarian jenis ini menjadi salah
Start your 30 day free trial
satu bentuk ekspresi yang dapat menentukan watak dan karakter masyarakat yang mencintai tarian
tersebut. Dengan demikian tergambar perangai, kelakukan dan cermin pribadinya.
2. Tari Primitif
Tari primitif merupakan tari yang berkembang di daerah yang menganut kepercayaan animisme dan
dinamisme. Tarian ini lebih menekankan tari yang memuja roh para leluhur. Pada jaman ini jenis tarian
ini sudah mulai tidak kedengaran lagi gaungnya.
3. Tari Rakyat
Tari-tarian yang disebut pada bab ini adalah tarian yang hingá kini berkembang di Daerah yang
bersangkutan. Masalah pembagian apakah termasuk fungsi dan peran yang dimiliki tidak diperhitungkan.
a) Aceh dan Sumatra Utara kental imbas pengaruh Melayu. Ciri dan bentuk tari lebih dekat ke rumpun
tari Melayu. Pengaruh agama Islam yang kuat. Gerakan tarinya lincah dan gesit,namun tidak
ekspresif. Pakaian menutup semua anggota badan (aurat) dan iringan menggunakan alat musik
sederhana dengan tepukan tangan sebagai pelengkap instrument.
b) Misalnya : Daerah Sumatra Utara (Sumut) tari Tor-tor gerak merapatkan dan mengembangkan ke dua
telapak tangan sambil bergerak di tempat dan geser kaki, Tari Cawan dengan membawa cewan di
atas kepala. Tari Serampang Dua belas dengan gerak berpasangan muda mudi yang sedang
berdendang. Tari Manduda, Tari Kain, Tari Andungandung, Tari Angguk, Tari Tari Mainang Pulau
Kampai, Tari Baluse, Tari Tononiha, Tari Terang Bulan, Tari Pisu Suri, Tari Baina, Tari Tari
Barampek, Tari Basiram Tari Bulang Jagar, Tari Buyut Managan Sihala, Tari Cikecur, Tari Kapri,
Tari Karambik dll.
c) Bali
d) Mempunyai sifat gerak dan iringan yang mengesankan. Gerakan tari tegas dan ekspresif. Semua
anggota badan digunakan untuk mengekspresikan makna dan misi tari sehingga terkesan sakral.
Penari Pria menggunakan celana panjang sampai lutut yang dibalut kain warna cerah atau kotak –
kotak hitam putih, dan ikat kepala atau kuluk bersulam benang emas. Penari wanita menggunakan
kebaya panjang, berbalut selendang sampai dada dan memakai hiasan kepala
e) Sulawesi
f) Didominasi oleh penari wanita yang memiliki perwatakan lembut. Iringan kontras menggebu-gebu
terutama instrument gendang yang dimainkan oleh seorang penari. Pakaiannya baju kurung dan ikat
pinggang keemasan.
15
d. Fungsi Tari
1. Tari Sebagai Sarana Upacara
Ciri – ciri : OR
a) Hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat, sebagai sarana untuk persembahan
b) Sebagai sarana memuja dewa (keagamaan) yang berarti bersifat sakral,
c) Bersifat kebersamaan dan diulang-ulang.
Misalnya :
Become a Scribd member to read and download full
a) Upacara maju perang : Mandau (Kalimantan)
b) Upacara panen : tari Pakarena (Sulawesi Tenggara) dan tari Manimbon (Toraja)
documents.
c) Upacara khitanan : tari Sisingaan (Jawa Barat), tari Jaran Buto (Blitar)
d) Upacara mengusir roh atau mengusir penyakit : tari Sang Hyang (Bali), tari Mabugi (Toraja)
e) Upacara menjemput tamu : tari Reyog Ponorogo, tari Reyog Dodog (Tulungagung), tari Pendet
(Bali), tari Cakalele (Maluku)
2. Tari Sebagai Sarana Hiburan
Ciri – ciri : Start your 30 day free trial
a) Mood yang bergembira ria
b) Unsur gerak sederhana dan bebas
c) Pakaian bebas
d) Mudah melibatkan peserta lainnya
e) Relatif mudah dipelajari
Contoh :Tayub (Jawa Tengah & Jawa Timur), Ketuk Tilu (Jawa Barat), Gandrung (Banyuwangi), dll
3. Tari Sebagai Sarana Seni Pertunjukan
Ciri – ciri :
a) Pola garapannya merupakan penyajian yang khusus untuk dipertunjukkan
b) Adanya faktor imajinatif/kreativitas
c) Adanya Ide yang mengandung dan mengarah pada bentuk pementasan yang professional
d) Lokasi pementasan berada ditempat yang khusus
Contoh : Tari Gambyong (Surakarta), Golek (Yogyakarta), dll
16
5.
Upload your documents to download.
lebih mudah menembus perasaan. Selain koreografer, beliau juga sebagai pelukis.
Sardono [Link]
Terkenal dengan jenis – jenis tarian yang mencoba menggunakan si penari dengan lingkungan
sebagai instrument pernyataan tari. Sehingga beliau paling jauh melangkah mencari bentuk yang
baru. Beliau lebih mengutamakan gerak daripada titik- titik henti berupa pose-pose
6. Hurijah Adam
Upload to Download
Berasal dari Sumatra. Beliau lebih menekankan pada kreasi music – musiknya. Terutama pada
pencak Minang, dan mengolah bungo – bungo pencak menjadi tari
OR
17
RANGKUMAN MATERI
You're Reading a Preview
Upload your documents
“SENI to download.
BUDAYA”
Upload to Download
KELAS XI
SEMESTER I
OR
NAMA : …………………………………………………
18
Cancel Anytime
Document 7 pages
Document 4 pages
Document 18 pages
Document 8 pages
Document 12 pages
Document 5 pages
Document 2 pages
Document 4 pages
Document 16 pages
Document 3 pages
Document 6 pages
Document 13 pages
Show more
About Suppor t
Privacy Policy
Get our fr ee apps
Third Parties
Storage
Targeted Advertising
Documents
Personalization
Language: English
Analytics
Manage Preferences
Accept All
Reject All