Nama : Nor Izzatillah
NPM : 2406343735
Jurusan : Teknik Lingkungan
Pratikum Kesetimbangan Kimia
1. Kalium Kromat (K2CrO4)
Identifikasi bahan :
Nama bahan : Kalium Kromat
Jenis Senyawa : Anorganik
Komposisi bahan : Kalium (K), Kromium (Cr), Oksigen (O)
Bentuk bahan : Berbentuk kristal atau serbuk berwarna kuning cerah.
Berat Molekul : 194,19 g/mol
Identifikasi bahaya :
Kalium Kromat adalah senyawa yang sangat berbahaya, karena Kromium (VI)
mengandung Kalium Kromat yang sangat toksik sehingga dapat menyebabkan
kerusakan pada organ internal. Termasuk kategori karsinogenik, yang dapat
meningkatkan risiko kanker. Dan paparan Kalium Kromat dapat menyebabkan iritasi.
Serta oksidator yang kuat
Penanganan pertama :
Inhalasi, memindahkan korban ke udara yang lebih segar, jika gejala berlanjut maka
segeralah untuk mencari pertolongan medis.
Kontak dengan mata, bilas mata dengan air bersih yang banyak selama 15 menit
sambil membuka mata untuk memastikan air mengenai seluruh permukaan mata.
Kontak dengan kulit, cuci kulit dengan air sabun yang banyak, kemudian bilas dengan
air yang cukup untuk menghilangkan sisa bahan kimia
Jika tertelan (ingestion), bilas mulut dengan air, minum dengan jumlah air yang
banyak ataupun susu untuk mencegah iritasi lambung
2. Asam Sulfat (H2SO4)
Identifikasi bahan :
Nama bahan : Asam Sulfat
Jenis senyawa : anorganik
Komposisi bahan : Hidrogen (H), Sulfur (S), Oksigen (O)
Bentuk bahan : Berbentuk cairan yang tidak berwarna
Berat molekul : 98,08 g/mol
Identifikasi bahaya :
Asam Sulfat adalah bahan kimia yang sangat berbahaya, diantaranya dapat
menyebabkan korosif, toksisitas, dan oksidator yang kuat.
Penanganan pertama :
Inhalasi, memindahkan korban ke udara yang lebih segar, jika gejala berlanjut maka
segeralah untuk mencari pertolongan medis.
Kontak dengan mata, bilas mata dengan air bersih yang banyak selama 15 menit
sambil membuka mata untuk memastikan air mengenai seluruh permukaan mata.
Kontak dengan kulit, cuci kulit dengan air sabun yang banyak, kemudian bilas dengan
air yang cukup untuk menghilangkan sisa bahan kimia
Jika tertelan (ingestion), bilas mulut dengan air, minum dengan jumlah air yang
banyak ataupun susu untuk mencegah iritasi lambung
3. Asam Klorida (HCl)
Identifikasi bahan :
Nama bahan : Asam Klorida
Jenis Senyawa : anorganik
Komposisi bahan : Hidrogen (H), Klorida (Cl)
Bentuk bahan : Berbentuk cairan jernih, berwarna tidak berwarna, dan memiliki bau
yang tajam.
Berat Molekul : 36,46 g/mol
Identifikasi bahaya :
Asam Klorida adalah bahan yang sangat berbahaya diantaranya, korosif, iritasi pada
saluran pernafasan, dan berbahaya bagi lingkungan.
Penanganan pertama :
Inhalasi, memindahkan korban ke udara yang lebih segar, jika gejala berlanjut maka
segeralah untuk mencari pertolongan medis.
Kontak dengan mata, bilas mata dengan air bersih yang banyak selama 15 menit
sambil membuka mata untuk memastikan air mengenai seluruh permukaan mata.
Kontak dengan kulit, cuci kulit dengan air sabun yang banyak, kemudian bilas dengan
air yang cukup untuk menghilangkan sisa bahan kimia
Jika tertelan (ingestion), bilas mulut dengan air, minum dengan jumlah air yang
banyak ataupun susu untuk mencegah iritasi lambung
4. Amonium Hidroksida (NH4OH)
Identifikasi bahan :
Nama bahan : Natrium Amonium Hidroksida
Jenis senyawa : Anorganik
Komposisi bahan : Nitrogen(N), Hidrogen (H), Oksigen (O)
Bentuk bahan : Berbentuk serbuk putih ataupun kristal putih
Berat molekul : 35,05 g/mol
Identifikasi bahaya
Amonium Hidroksida memiliki sifat yang dapat berbahaya jika tidak ditangani
dengan benar diantaranya, paparan langsung pada kulit yang dapat menyebabkan
iritasi, dan berbahaya bagi lingkungan.
Penanganan pertama ;
Inhalasi, memindahkan korban ke udara yang lebih segar, jika gejala berlanjut maka
segeralah untuk mencari pertolongan medis.
Kontak dengan mata, bilas mata dengan air bersih yang banyak selama 15 menit
sambil membuka mata untuk memastikan air mengenai seluruh permukaan mata.
Kontak dengan kulit, cuci kulit dengan air sabun yang banyak, kemudian bilas dengan
air yang cukup untuk menghilangkan sisa bahan kimia
Jika tertelan (ingestion), bilas mulut dengan air, minum dengan jumlah air yang
banyak ataupun susu untuk mencegah iritasi lambung
5. Amonium Klorida (NH4Cl)
Identifikasi bahan :
Amonium Klorida (NH₄Cl)
Unsur-unsur yang ada di dalamnya:
Nitrogen (N), Hidrogen (H), Klorin (Cl)
Jenis senyawa, Anorganik. Amonium Klorida adalah senyawa anorganik yang
terbentuk dari ion amonium (NH₄⁺) dan ion klorida (Cl⁻).
Amonium Klorida biasanya ditemukan dalam bentuk kristal putih atau serbuk
kristalin, yang higroskopis (menyerap kelembapan dari udara). Senyawa ini mudah
larut dalam air.
Berat molekul Amonium Klorida (NH₄Cl) adalah 53,49 g/mol.
Identifikasi bahaya :
Amonium Klorida dapat menyebabkan iritasi, toksisitas, dan berbahaya bagi
lingkungan
Penanganan pertama :
Inhalasi, memindahkan korban ke udara yang lebih segar, jika gejala berlanjut maka
segeralah untuk mencari pertolongan medis.
Kontak dengan mata, bilas mata dengan air bersih yang banyak selama 15 menit
sambil membuka mata untuk memastikan air mengenai seluruh permukaan mata.
Kontak dengan kulit, cuci kulit dengan air sabun yang banyak, kemudian bilas dengan
air yang cukup untuk menghilangkan sisa bahan kimia
Jika tertelan (ingestion), bilas mulut dengan air, minum dengan jumlah air yang
banyak ataupun susu untuk mencegah iritasi lambung
6. Asam Asetat (CH3COOH)
Identifikasi bahan :
Asam Asetat (CH₃COOH)
Unsur-unsur yang ada di dalamnya:
Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O)
Jenis Senyawa:
Organik. Asam Asetat adalah senyawa organik karena mengandung ikatan karbon dan
hidrogen, dengan gugus karboksil (-COOH), yang merupakan ciri khas senyawa
organik.
Bentuk Bahan:
Asam Asetat murni adalah cairan tak berwarna yang memiliki bau tajam khas cuka.
Dalam bentuk larutan encer (yang sering digunakan sebagai cuka), bentuknya adalah
cairan yang jernih dan tidak berwarna.
Berat Molekul:
Berat molekul Asam Asetat (CH₃COOH) adalah 60,05 g/mol.
Identifikasi bahaya :
Asam Asetat dapt menyebbakan korosif, iritasi pada saluran pernafasan, dan
oksidator yang kuat.
Penanganan pertama :
Inhalasi, memindahkan korban ke udara yang lebih segar, jika gejala berlanjut maka
segeralah untuk mencari pertolongan medis.
Kontak dengan mata, bilas mata dengan air bersih yang banyak selama 15 menit
sambil membuka mata untuk memastikan air mengenai seluruh permukaan mata.
Kontak dengan kulit, cuci kulit dengan air sabun yang banyak, kemudian bilas dengan
air yang cukup untuk menghilangkan sisa bahan kimia
Jika tertelan (ingestion), bilas mulut dengan air, minum dengan jumlah air yang
banyak ataupun susu untuk mencegah iritasi lambung
7. Kalsium Klorida(CaCl)
Identifikasi bahan :
Kalsium Klorida (CaCl₂)
Unsur-unsur yang ada di dalamnya:
Kalsium (Ca), Klorin (Cl)
Jenis Senyawa:
Anorganik. Kalsium Klorida adalah senyawa anorganik yang terbentuk dari unsur
logam (Kalsium) dan non-logam (Klorin).
Bentuk Bahan:
Kalsium Klorida biasanya ditemukan dalam bentuk kristal putih atau serbuk granular.
Dalam bentuk anhidrat (tanpa air), senyawa ini adalah kristal padat yang sangat
higroskopis (menyerap air). Bentuk hidratnya juga sering ditemukan, seperti
CaCl₂·6H₂O (kristal heksahidrat).
Berat Molekul:
Berat molekul Kalsium Klorida (CaCl₂) adalah 147,01 g/mol (untuk bentuk hidrat,
berat molekul dapat bervariasi, tergantung jumlah molekul air yang terikat).
Identifikasi bahaya :
Kalsium Klorida dapat menyebabkan iritasin dan berbahaya bagi lingkungan.
Penanganan pertama :
Inhalasi, memindahkan korban ke udara yang lebih segar, jika gejala berlanjut maka
segeralah untuk mencari pertolongan medis.
Kontak dengan mata, bilas mata dengan air bersih yang banyak selama 15 menit
sambil membuka mata untuk memastikan air mengenai seluruh permukaan mata.
Kontak dengan kulit, cuci kulit dengan air sabun yang banyak, kemudian bilas dengan
air yang cukup untuk menghilangkan sisa bahan kimia
Jika tertelan (ingestion), bilas mulut dengan air, minum dengan jumlah air yang
banyak ataupun susu untuk mencegah iritasi lambung
8. Natrium Sulfat (Na2SO4)
Identifikasi bahan :
Natrium Sulfat (Na2SO4)
Unsur-unsur yang ada di dalamnya:
Natrium (Na), Sulfur (S), Oksigen (O)
Jenis Senyawa:
Anorganik. Natrium Sulfat adalah senyawa anorganik yang terbentuk dari ion natrium
(Na⁺) dan ion sulfat (SO₄²⁻).
Bentuk Bahan:
Natrium Sulfat biasanya ditemukan dalam bentuk kristal putih atau serbuk kristalin.
Dalam bentuk hidratnya (Na₂SO₄·10H₂O), bahan ini berupa kristal transparan atau
serbuk berwarna putih.
Berat Molekul:
Berat molekul Natrium Sulfat (Na₂SO₄) adalah 142,04 g/mol untuk bentuk anhidrat.
Untuk bentuk heksahidrat (Na₂SO₄·10H₂O), berat molekulnya sekitar 322,20 g/mol.
Identifikasi bahaya :
Natrium Sulfat dapat menyebabkan iritasi dan berbahaya bagi lingkungan
Penanganan pertama :
Inhalasi, memindahkan korban ke udara yang lebih segar, jika gejala berlanjut maka
segeralah untuk mencari pertolongan medis.
Kontak dengan mata, bilas mata dengan air bersih yang banyak selama 15 menit
sambil membuka mata untuk memastikan air mengenai seluruh permukaan mata.
Kontak dengan kulit, cuci kulit dengan air sabun yang banyak, kemudian bilas dengan
air yang cukup untuk menghilangkan sisa bahan kimia
Jika tertelan (ingestion), bilas mulut dengan air, minum dengan jumlah air yang
banyak ataupun susu untuk mencegah iritasi lambung
9. Asam Oksalat (H2C2O4)
Identifikasi bahan :
Asam Oksalat (H₂C₂O₄)
Unsur-unsur yang ada di dalamnya:
Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O)
Jenis Senyawa:
Organik. Asam Oksalat adalah senyawa organik karena mengandung ikatan karbon-
hidrogen dan memiliki gugus karboksilat (-COOH) yang merupakan ciri khas
senyawa organik.
Bentuk Bahan:
Asam Oksalat biasanya ditemukan dalam bentuk kristal putih atau serbuk kristalin.
Senyawa ini sangat higroskopis (menyerap kelembapan dari udara). Dalam bentuk
anhidrat, asam oksalat adalah kristal tak berwarna, sementara dalam bentuk hidrat
(seperti asam oksalat dihidrat, H₂C₂O₄·2H₂O), senyawa ini dapat memiliki bentuk
kristalin berwarna putih.
Berat Molekul:
Berat molekul Asam Oksalat (H₂C₂O₄) adalah 90,03 g/mol (untuk bentuk anhidrat).
Untuk bentuk dihidrat (H₂C₂O₄·2H₂O), berat molekulnya adalah 126,07 g/mol.
Identifikasi bahaya :
Asam oksalat bersifat toksik dan beracun, dapat menyebabkan korosif, dan juga
menyebabkan iritasi.
Penanganan pertama :
Inhalasi, memindahkan korban ke udara yang lebih segar, jika gejala berlanjut maka
segeralah untuk mencari pertolongan medis.
Kontak dengan mata, bilas mata dengan air bersih yang banyak selama 15 menit
sambil membuka mata untuk memastikan air mengenai seluruh permukaan mata.
Kontak dengan kulit, cuci kulit dengan air sabun yang banyak, kemudian bilas dengan
air yang cukup untuk menghilangkan sisa bahan kimia
Jika tertelan (ingestion), bilas mulut dengan air, minum dengan jumlah air yang
banyak ataupun susu untuk mencegah iritasi lambung
10. Amonium Oksalat (NH4)2C2O4
Identifikasi bahan :
Amonium Oksalat ((NH₄)₂C₂O₄)
Unsur-unsur yang ada di dalamnya:
Nitrogen (N), Hidrogen (H), Karbon (C), Oksigen (O)
Jenis Senyawa:
Anorganik. Amonium Oksalat adalah senyawa anorganik karena mengandung kation
amonium (NH₄⁺) dan anion oksalat (C₂O₄²⁻), yang terdiri dari unsur-unsur
anorganik.
Bentuk Bahan:
Amonium Oksalat biasanya ditemukan dalam bentuk kristal putih atau serbuk
kristalin. Senyawa ini relatif stabil dalam kondisi kering tetapi sangat higroskopis,
yang berarti dapat menyerap kelembapan dari udara.
Berat Molekul:
Berat molekul Amonium Oksalat ( (NH₄)₂C₂O₄ ) adalah 124,10 g/mol.
Identifikasi bahaya :
Amonium oksalat bersifat toksisitas dan beracun, dapat menyebabkan korosif, serta
berbahaya bagi lingkungan.
Penanganan pertama :
Inhalasi, memindahkan korban ke udara yang lebih segar, jika gejala berlanjut maka
segeralah untuk mencari pertolongan medis.
Kontak dengan mata, bilas mata dengan air bersih yang banyak selama 15 menit
sambil membuka mata untuk memastikan air mengenai seluruh permukaan mata.
Kontak dengan kulit, cuci kulit dengan air sabun yang banyak, kemudian bilas dengan
air yang cukup untuk menghilangkan sisa bahan kimia
Jika tertelan (ingestion), bilas mulut dengan air, minum dengan jumlah air yang
banyak ataupun susu untuk mencegah iritasi lambung