0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan11 halaman

Koordinasi dan Supervisi dalam MBS

Diunggah oleh

hendiyanto063
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan11 halaman

Koordinasi dan Supervisi dalam MBS

Diunggah oleh

hendiyanto063
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

“Konsep Koordinasi dan Supervisi dalam Manajemen Berbasis Sekolah”

Disusun untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Manajemen Berbasis


Sekolah (MBS)

Dosen pengampu : Ade Apriyanto, [Link].

Oleh:

Hendiyanto (2388201066)

Slamet Suharyadi (2388201080)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS DARUL MA’ARIF

INDRAMAYU

2024
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamin, kiranya hanya kata itulah yang memang


pantas kami hantarkan kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan karunianya
penulis bisa menyelesaikan makalah ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi
tugas kelompok Mata kuliah Manajemen Berbasis Sekolah yang disusun sesuai
dengan ketentuan teknis penyusunan yang ada di program studi S1 Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Darul Ma’arif Indramayu. Selain itu,
makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan Konsep Koordinasi dan
Supervisi dalam Manajemen Berbasis Sekolah bagi para pembaca dan juga bagi
penulis dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak
Ade Apriyanto, [Link]. selaku dosen pengampu mata kuliah Pembelajaran
Membaca yang telah membimbing kami dalam makalah ini.

Penyusun menyadari makalah ini masih memerlukan penyempurnaan


terutama pada bagian isi karena pengetahuan penulis yang terbatas. Oleh karena
itu, kritik dan saran yang membangun diharapkan demi kesempurnaan makalah
ini.

Indramayu , 01 Desember 2024

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................................ii
BAB I.......................................................................................................................1
PENDAHULUAN...................................................................................................1
A. Latar Belakang.................................................................................................1
B. Rumusan Masalah............................................................................................2
C. Tujuan Rumusan Masalah...............................................................................2
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................3
A. Pengertian Koordinasi...................................................................................3
B. Pengertian Supervisi......................................................................................4
C. Koordinasi dan Supervisi dalam Manajemen Berbasis Sekolah...................4
BAB III....................................................................................................................7
PENUTUP...............................................................................................................7
A. Simpulan..........................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................8

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber


daya manusia yang berkontribusi pada pembangunan bangsa. Dalam konteks
ini, pengelolaan sekolah sebagai unit terkecil dalam sistem pendidikan nasional
menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Salah satu pendekatan
yang diterapkan untuk meningkatkan kualitas manajemen sekolah adalah
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). MBS memberikan otonomi lebih besar
kepada sekolah dalam merancang, mengelola, dan mengevaluasi program-
programnya dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk
kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, dan masyarakat.

Konsep koordinasi dan supervisi menjadi dua komponen penting dalam


pelaksanaan MBS. Koordinasi berfungsi memastikan semua elemen di sekolah
berjalan secara sinkron menuju pencapaian tujuan yang telah dirumuskan.
Dalam implementasinya, koordinasi membutuhkan kemampuan komunikasi
yang efektif, pembagian tugas yang jelas, serta sinergi antarpihak. Tanpa
koordinasi yang baik, berbagai program yang dirancang dalam MBS berpotensi
tidak berjalan optimal, bahkan mengalami hambatan yang dapat mengurangi
kualitas layanan pendidikan di sekolah.

Selain itu, supervisi memiliki peran sentral dalam menjaga mutu


pelaksanaan MBS. Supervisi merupakan kegiatan yang berorientasi pada
pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas guru, staf, dan elemen
lain di sekolah. Supervisi yang baik mampu mengidentifikasi kekuatan dan
kelemahan dalam implementasi program, memberikan solusi untuk
permasalahan yang muncul, serta mendorong peningkatan kompetensi para
pendidik. Dengan demikian, supervisi menjadi alat evaluasi dan pengembangan
yang esensial dalam mendukung tercapainya tujuan MBS.

1
Dalam praktiknya, pelaksanaan koordinasi dan supervisi di sekolah
menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan sumber daya, kurangnya
pelatihan bagi kepala sekolah dan guru, serta minimnya keterlibatan
masyarakat seringkali menjadi penghambat utama. Oleh karena itu, diperlukan
pemahaman yang mendalam tentang konsep koordinasi dan supervisi agar
pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-
masing sekolah.

Melalui makalah ini, diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang


penerapan konsep koordinasi dan supervisi dalam MBS. Penelitian ini juga
bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan
menghambat pelaksanaannya, sehingga dapat menjadi dasar untuk
pengembangan strategi manajemen sekolah yang lebih efektif dan efisien.
Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada
peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia secara keseluruhan.

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian koordinasi?


2. Apa pengertian supervisi?
3. Bagaimana konsep koordinasi dan supervisi dalam manajemen berbasis
sekolah?

C. Tujuan Rumusan Masalah

1. Untuk mengetahui pengertian koordinasi.


2. Untuk mengetahui pengertian supervisi.
3. Untuk menjelaskan konsep koordinasi dan supervisi dalam manajemen
berbasis sekolah.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Koordinasi

Hasibuan (2006, hal. 86) Koordinasi adalah proses pengaturan untuk


menyelaraskan kegiatan individu atau kelompok dalam organisasi agar tidak
terjadi kekacauan atau tumpang tindih pekerjaan. Tujuannya adalah untuk
mencapai efisiensi kerja melalui pembagian tugas yang jelas dan kerja sama
yang harmonis antara unit atau individu dalam organisasi.
George R. Terry (1964): Menurut George R. Terry, koordinasi adalah
integrasi berbagai aktivitas individu atau kelompok dalam organisasi untuk
menciptakan harmoni dan efisiensi. Koordinasi mencakup pengaturan waktu,
komunikasi, dan distribusi tugas antar unit.
Harold Kerzner dalam konteks manajemen proyek, koordinasi adalah
pengaturan sumber daya, waktu, dan aktivitas untuk memastikan semua
komponen proyek terintegrasi dan berjalan efektif.
Dari beberapa pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan, koordinasi
adalah proses menyelaraskan berbagai aktivitas dalam suatu organisasi untuk
mencapai tujuan bersama dengan cara yang efisien dan efektif. Proses ini
mencakup:
 Penyelarasan aktivitas yaitu menyinkronkan tindakan dan tugas untuk
menghindari kekacauan dan tumpang tindih.
 Integrasi komponen organisasi yang melibatkan pengaturan waktu,
komunikasi, dan pembagian tugas antar unit.
 Pengelolaan sumber daya yang mencakup pengelolaan aktivitas, sumber
daya, dan komunikasi antara pemangku kepentingan.
Koordinasi memastikan semua elemen organisasi berjalan selaras
dengan tujuan, membantu dalam pengambilan keputusan, dan mendorong
efisiensi operasional.

3
B. Pengertian Supervisi

Sahertian (2000) Supervisi merupakan usaha sistematis untuk


memberikan bantuan kepada guru atau tenaga kerja pendidikan lainnya dalam
meningkatkan mutu pengajaran. Ini dilakukan melalui kunjungan kelas,
observasi, dan evaluasi untuk menemukan solusi terbaik atas masalah yang
dihadapi.

Nolan dan Hoover (2011) Supervisi adalah pendekatan yang


terorganisasi untuk memantau, membimbing, dan mendukung kinerja
individu agar memenuhi standar kerja tertentu. Dalam konteks pendidikan, ini
mencakup pengembangan profesional dan evaluasi kerja.

Dapat disimpulkan dari pendapat diatas, supervisi adalah upaya


pembinaan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kerja individu atau
kelompok melalui pemantauan dan bimbingan. Upaya pembinaan ini fokus
pada peningkatan mutu, yang mana supervisi dapat membantu tenaga
pendidik memperbaiki kualitas pembelajaran melalui evaluasi dan umpan
balik. Supervisi bertujuan tidak hanya memastikan kinerja sesuai standar,
tetapi juga menciptakan peluang pengembangan dan peningkatan kemampuan
secara berkelanjutan.

C. Koordinasi dan Supervisi dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah pendekatan pengelolaan


pendidikan yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah untuk
mengatur dan mengelola sumber daya serta menentukan kebijakan sesuai
kebutuhan spesifiknya. Dalam konteks ini, koordinasi dan supervisi menjadi
dua elemen penting yang menentukan keberhasilan implementasi MBS.
Koordinasi di dalam MBS mengacu pada proses menyelaraskan kegiatan
semua pihak yang terlibat di sekolah, termasuk kepala sekolah, guru, siswa,
orang tua, dan masyarakat.

4
 Fungsi Koordinasi:
 Menyinergikan tujuan, memastikan seluruh pemangku kepentingan
bekerja menuju visi dan misi sekolah yang sama.
 Mengoptimalkan sumber daya, yakni membagi tanggung jawab secara
efektif agar sumber daya manusia, finansial, dan material digunakan
dengan efisien.
 Menciptakan kolaborasi, yang melibatkan semua pihak dalam proses
pengambilan keputusan sehingga menghasilkan rasa memiliki dan
tanggung jawab bersama.
 Contoh Praktis:
 Kepala sekolah melakukan rapat berkala dengan guru untuk
menyelaraskan program kerja.
 Melibatkan masyarakat dan komite sekolah dalam pengelolaan dana
BOS (Bantuan Operasional Sekolah).
Supervisi dalam MBS adalah proses pembinaan dan pemantauan yang
bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.
 Fungsi Supervisi:
 Evaluasi kinerja, yaitu menilai dan menganalisis pelaksanaan tugas
guru dan staf untuk memastikan pencapaian target yang telah
ditetapkan.
 Pengembangan profesional, untuk memberikan pelatihan dan
pembinaan kepada tenaga pendidik untuk meningkatkan kompetensi.
 Pemecahan masalah, dapat membantu menemukan solusi atas masalah
yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas.
 Contoh Praktis:
 Kepala sekolah mengobservasi pembelajaran di kelas untuk
memberikan masukan kepada guru.
 Supervisi administratif terhadap dokumen Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP).
Hubungan Koordinasi dan Supervisi dalam MBS, koordinasi dan
supervisi saling melengkapi. Koordinasi memastikan semua pihak bekerja
harmonis dalam mencapai tujuan, sementara supervisi berperan sebagai alat
untuk memantau dan meningkatkan kualitas kinerja. Dengan demikian,

5
keduanya berperan sebagai pilar utama untuk meningkatkan efektivitas dan
efisiensi pengelolaan sekolah.

Koordinasi dan supervisi yang efektif memungkinkan sekolah dalam


MBS untuk memanfaatkan otonomi dengan baik, mengelola sumber daya
secara efisien dan memastikan mutu pendidikan tetap terjaga. Keduanya tidak
hanya menciptakan keteraturan dalam operasional sekolah, tetapi juga
memastikan keberlanjutan dalam peningkatan kualitas pendidikan.

6
BAB III

PENUTUP

A. Simpulan

Koordinasi dan supervisi merupakan dua elemen esensial dalam


implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), yang bertujuan
meningkatkan mutu pendidikan melalui pemberian otonomi kepada sekolah.
Koordinasi berperan menyelaraskan aktivitas berbagai pihak dalam organisasi
sekolah untuk mencapai tujuan bersama secara efisien, sementara supervisi
berfokus pada pemantauan dan pembinaan untuk meningkatkan kualitas kerja
tenaga pendidik dan operasional sekolah.

Dalam konteks MBS, koordinasi memastikan adanya sinergi antar


pemangku kepentingan, optimalisasi sumber daya, serta kolaborasi yang
harmonis. Di sisi lain, supervisi mendukung evaluasi kinerja, pengembangan
profesional, dan penyelesaian masalah secara sistematis dan berkelanjutan.
Keduanya saling melengkapi; koordinasi menyediakan struktur yang teratur,
sedangkan supervisi memastikan kualitas tetap terjaga dalam setiap tahap
operasional.

Melalui penerapan koordinasi dan supervisi yang efektif, MBS tidak


hanya menciptakan efisiensi dan keteraturan dalam operasional sekolah, tetapi
juga menjamin keberlanjutan dalam peningkatan kualitas pendidikan. Dengan
demikian, koordinasi dan supervisi menjadi pilar utama untuk mewujudkan visi
sekolah yang berkualitas dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

7
DAFTAR PUSTAKA

Hasibuan, M. S. P. (2006). Manajemen: Dasar, pengertian, dan masalah. Jakarta:


Bumi Aksara.
Terry, G. R. (1964). Principles of management. Illinois: Richard D. Irwin, Inc.
Nolan, J., & Hoover, L. (2011). Teacher supervision and evaluation: Theory into
practice. Hoboken, NJ: Wiley.
Sahertian, P. A. (2000). Konsep dasar dan teknik supervisi pendidikan. Jakarta:
Rineka Cipta.
Kerzner, H. (Edisi terbaru). Project management: A systems approach to
planning, scheduling, and controlling. Hoboken, NJ: Wiley.

Anda mungkin juga menyukai