PENYELESAIAN SOAL NO 1
A. Mencari Nilai Erodibilitas Tanah (K)
No Sifat Tanah SPL1 SPL2 SPL3
1 Pasir (%) 37 49 44
2 Pasir sangat halus (%) 15,47 20,94 17,79
3 Debu (%) 40,49 30,74 25,97
4 Lempung (%) 8,99 10,79 12,77
5 BO (%) a 4 (rendah) 5 (rendah) 6 (rendah)
6 Permeabilitas (cm/jam) (c) 35 10 20
7 Struktur (b) Granuler halus Granuler halus Granuler halus
8 Panjang Lereng rata-rata (m) 21 17 19
9 Kemiringan Lereng rata-rata 24 11 18
(%)
Hutan Alam – Kebun
Serasah Campuran
10 Penggunaan lahan Kentang
Banyak Kerapatan
Sedang
Tanpa Teras Teras
Tindakan Konstruksi Konstruksi
11 Pengelolaan tanah
Konservasi Baik Sedang
12 Nilai T (to n/ha/th) 4 12 8
Nilai kepekaan erosi tanah dapat dihitung dengan menggunakan nomograf
wischmeler dalam sistem metrik atau dengan menggunakan persamaan Wischmeler
dan Smith (1978).
,
1,292 (2,1 𝑀 (10 ) ( 12 − 𝑎 ) + 3,25 ( 𝑏 − 2 ) + 2,5 ( 𝑐 − 3))
Keterangan:
K : erodibilitas tanah
M : kelas tekstur tanah (% pasir halus + debu ) ( 100 - % lempung )
a : % bahan organik
b : kode struktur tanah
c : kode permeabilitas profil tanah
1. Pada SPL 1
Nilai M = (15,47 + 40,49) x (100 – 8,99)
= 5092,920
a = nilai 4, dengan kisaraan 10,1 – 30,0% (tinggi)
b = kode 2 (granular halus 1 – 2 mm)
c = kode 1 (cepat > 25,4 cm/jam)
Gambar 1 Tabel Bahan organik
Gambar 2 Tabel Struktur Tanah
Gambar 1 Tabel Kelas Permeabilitas profil tanah
100 K = 1,292 {2,1 M1,14 (10-4) (12 - a) + 3,25 (b -2) + 2,5 (c - 3)}
100 K = 1,292 (2,1 x 5092,9201,14) x (10-4) x (12 – 4) + 3,25 x (2 – 2) + 2,5 x (1 –
3)
K = 30,059/100
= 0,301
50,92 37
4
2
0,25
1
Nilai K berdasarkan table nomograf diperoleh nilai K = 25,15% atau 0,2515
2. Pada SPL 2
Nilai M = (20,94 + 30,74) x (100 – 10,79)
= 4610,373
a = nilai 5, dengan kisaraan > 30,0% (sangat tinggi)
b = kode 2 (granular halus 1 – 2 mm)
c = kode 3 (sedang - cepat 12,7 -25,4 cm/jam)
Gambar 1 Tabel Bahan organik
Gambar 2 Tabel Struktur Tanah
Gambar 2 Tabel Kelas Permeabilitas profil tanah
100 K = 1,292 {2,1 M1,14 (10-4) (12 - a) + 3,25 (b -2) + 2,5 (c - 3)}
100 K = 1,292 (2,1 x 4610,3731,14) x (10-4) x (12 – 5) + 3,25 x (2 – 2) + 2,5 x (3 –
3)
K = 28,526/100
= 0,285
46,10 49
2
5
0,285
3
Nilai K berdasarkan table nomograf diperoleh nilai K = 28,50% atau 0,285
3. Pada SPL 3
Nilai M = (17,79 + 25,97) x (100 – 12,77)
= 3817,185
a = nilai 6, dengan kisaraan > 30,0% (sangat tinggi)
(Catatan kenapa sangat tinggi karena acuan table bahan organic
dengan nilai 5 sangat tinggi, jadi asumsi nilai 6 juga sangat tinggi pada
bahan organik)
b = kode 2 (granular halus 1 – 2 mm)
c = kode 2 (sedang - cepat 12,7 -25,4 cm/jam)
Gambar 1 Tabel Bahan organik
Gambar 2 Tabel Struktur Tanah
Gambar 3 Tabel Kelas Permeabilitas profil tanah
100 K = 1,292 {2,1 M1,14 (10-4) (12 - a) + 3,25 (b -2) + 2,5 (c - 3)}
100 K = 1,292 (2,1 x 3817,1851,14) x (10-4) x (12 – 6) + 3,25 x (2 – 2) +2,5 x (2 –
3)
K = 16,486/100
= 0,1649
44
38,17
2
6
0,1649 2
Nilai K berdasarkan table nomograf diperoleh nilai K = 16,49% atau 0,1649
B. Mencari nilai Erosivitas tanah (IR)
Data Curah Hujan
Rata-rata
tahun 2015 2016 2017 2018 2019 Pm ( cm ) Rm
( Pm dlm mm )
januari 874 515 590 279 398 531,20 53,12 11239,403
febuari 413 597 486 353 259 421,60 42,16 8208,373
maret 409 430 349 888 172 449,60 44,96 8958,515
april 155 29 361 379 161 217,00 21,70 3326,423
mei 22 70 58 58 54 52,40 5,24 481,596
juni 109 0 76 20 121 65,20 6,52 648,290
juli 21 0 0 0 21 8,40 0,84 39,940
agsutus 0 0 36 0 0 7,20 0,72 32,387
september 175 0 0 0 0 35,00 3,50 278,179
oktober 247 0 15 229 73 112,80 11,28 1366,258
november 369 179 375 422 401 349,20 34,92 6352,918
desember 504 303 346 478 297 385,60 38,56 7270,071
Jumlah 2635,20 263,52 48202,353
Keterangan:
IR = 2.21 P1.36
IR = Indeks erosivitas
P = 2.21 (curah hujan bulanan dalam cm)1.36
1. Januari
874 + 515 + 590 + 279 + 398
Nilai Rata - rata = = 531,20 mm
5
531,20
Nilai Pm (cm) = = 53,12
10
Nilai Rm = 2,21 x 531,20 1,36 = 11239,403
2. Febuari
413 + 597 + 486 + 353 + 259
Nilai Rata - rata = = 421,60 mm
5
421,60
Nilai Pm (cm) = = 42,16
10
Nilai Rm = 2,21 x 421,60 1,36 = 8208,373
3. Maret
409 + 430 + 349 + 888 + 172
Nilai Rata - rata = = 449,60 mm
5
449,60
Nilai Pm (cm) = = 44,96
10
Nilai Rm = 2,21 x 449,60 1,36 = 8958,515
4. April
155 + 29 + 361 + 379 + 161
Nilai Rata - rata = = 217,00 mm
5
217,00
Nilai Pm (cm) = = 21,70
10
Nilai Rm = 2,21 x 217,00 1,36 = 3326,423
5. Mei
22 + 70 + 58 + 58 + 54
Nilai Rata - rata = = 52,40 mm
5
52,40
Nilai Pm (cm) = = 5,24
10
Nilai Rm = 2,21 x 52,40 1,36 = 481,596
6. Juni
109 + 0 + 76 + 20 + 121
Nilai Rata - rata = = 65,20 mm
5
62,20
Nilai Pm (cm) = = 6,52
10
Nilai Rm = 2,21 x 65,20 1,36 = 648,290
7. Juli
21 + 0 + 0 + 0 + 21
Nilai Rata - rata = = 8,40 mm
5
8,40
Nilai Pm (cm) = = 0,84
10
Nilai Rm = 2,21 x 8,40 1,36 = 39,940
8. Agustus
0 + 0 + 36 + 0 + 0
Nilai Rata - rata = = 7,20 mm
5
7,20
Nilai Pm (cm) = = 0,72
10
Nilai Rm = 2,21 x 7,20 1,36 = 32,387
9. September
175 + 0 + 0 + 0 + 0
Nilai Rata - rata = = 35,00 mm
5
35,00
Nilai Pm (cm) = = 3,50
10
Nilai Rm = 2,21 x 35,00 1,36 = 278,179
10. Oktober
247 + 0 + 15 + 229 + 73
Nilai Rata - rata = = 112,80 mm
5
112,80
Nilai Pm (cm) = = 11,28
10
Nilai Rm = 2,21 x 112,80 1,36 = 1366,258
11. November
369 + 179 + 375 + 422 + 401
Nilai Rata - rata = = 349,20 mm
5
349,20
Nilai Pm (cm) = = 34,92
10
Nilai Rm = 2,21 x 349,20 1,36 = 6352,918
12. Desember
504 + 303 + 346 + 478 + 297
Nilai Rata - rata = = 385,60 mm
5
385,60
Nilai Pm (cm) = = 38,56
10
Nilai Rm = 2,21 x 385,60 1,36 = 7270,071
C. Mencari Panjang dan Kemiringan Lereng
Nilai faktor L dan S (panjang dan kemiringan lereng) dapat dijitung dengan
menggunakan rumus berikut, maupun dengan tabel
Untuk kemiringan lereng lebih kecil dari 20%:
LS = L/100 x (0,76 + 0,53 + 0,076 S2)
Untuk kemiringan lereng lebih besar dari 20%:
LS = (L/22,1)0,6 x (S/9)1,4
A. SPL 1 (Kemiringan lebih besar dari 20%)
LS = (L/22,1)0,6 x (S/9)1,4
= (21/22,1)0,6 x (24/9)1,4
= 3,82
B. SPL 2 (Kemiringan lebihkecil dari 20%)
LS = L/100 x (0,76 + 0,53 + 0,076 S2)
= 17/100 x (0,76 + 0,53 + 0,076 x 112)
= 1,78
C. SPL 3 (Kemiringan lebih kecil dari 20%)
LS = L/100 x (0,76 + 0,53 + 0,076 S2)
= 19/100 x (0,76 + 0,53 + 0,076 x 182)
= 4,92
SPL 2
SPL 3
SPL 1
D. Mencari Faktor Pengelolaan Tanaman
SPL 2
SPL 3
SPL 1
E. Mencari Faktor Tindakan Konservasi
SPL 1
SPL 3
SPL 2
F. Menghitung Prediksi Erosi
Metode prediksi erosi yang secara luas telah dipakai serta untuk mengevaluasi
teknik konservasi pada area diantaranya adalah metode (USLE), metode ini
menggunakan rumus sebagai berikut:
A = R . K . LS . C . P
Dimana:
A = Besarnya erosi ton/ha/th
R = Faktor erosivitas hujan/indeks erosivitas hujan
K = Faktor erodibilitas tanah
LS = Faktor topografi
L = Panjang lereng
S = Kemiringan lereng
C = Faktor penglolaan tanah dan tanaman
P = Tindakan - Tindakan khusus konservasi/teknik konservasi tanah yang
dipakai
1. SPL 1
A = R . K . LS . C . P
= 48202,353 x 0,30 x 0,97701 x 4,9 x 0,001 x 1,00
= 69,21626824
= 69,21 ton/h/th
2. SPL 2
A = R . K . LS . C . P
= 48202,353 x 0,29 x 0,87905 x 1,35 x 0,400 x 0,15
= 995,9324355
= 99,59 ton/h/th
3. SPL 3
A = R . K . LS . C . P
= 48202,353 x 0,16 x 0,92932 x 2,99 x 0,200 x 0,04
= 171,3467473
= 17,13 ton/h/th
G. Menghitung Bahaya Erosi
Besarnya nilai bahaya erosi dinyatakan dalam Indeks Bahaya Erosi, yang
didefinisikan sebagai berikut:
Indeks Bahaya Erosi = Erosi Potensial (ton/h/th)
T (ton/ha/th)
1. SPL 1
IBE = 69,21626824
4
= 17,304
= 1,730 ton/ha/th
2. SPL 2
IBE = 995,9324355
12
= 82,994
= 8,299 ton/ha/th
3. SPL 3
IBE = 171,3467473
8
= 21,418
= 2,141 ton/ha/th
SPL 1 dan 3
SPL 2
KESIMPULAN:
SPL 1 = Seperti yang diketahui nilai erosi yang dapat dibiarkan untuk SPL 1 (T =
1,787 ton/ha/thn), pada kenyataannya telah terjadi erosi cukup sedang sehingga
perlu dilakukan teknik konservasi sedang menggunakan metode teras bangku.
Berdasarkan tingkat kemiringan lereng, SPL 1 termasuk kelas kemampuan lahan II.
Konservasi yang bisa dilakukan antara lain: tanah diolah seperlunya mengingat
kemiringan lereng yang agak curam yakni 24%. Membuat parit pengelak, dengan
,membuat semacam saluran yang memotong arah lereng atau menurut kontur
sehingga kecepatan air dalam saluran tersebut tidak melebihi 0,5 m/s. Misalnya
dengan penutup mulsa dengan sekat rumput setasia spacelata, yang diterapkan pada
lahan pengeolaan tembakau dapat menurunkan erosi rata – rata 39%.
Tindakan ini dimungkinkan karena pohon/hutan alam serasah banyak termasuk
tumbuh relative tinggi dan rumput bisa dijadikan sebagai pakan ternak.
SPL 2 = Seperti yang diketahui nilai erosi yang dapat dibiarkan untuk SPL 2 (T =
7,959 ton/ha/thn). Pada kenyataanya telah terjadi erosi sedikit lebih besar sehingga
tetap diperlukannya teknik konservasi. Berdasarkan tingkat kemiringan lereng 11%,
SPL 2 termasuk kelas kemampuan lahan II.
Lahan II memerlukan drainase dan pengolahan tanah yang dapat memeliharaan atau
memperbaiki struktur dan keadaan olah tanah. Untuk mencegah pelumpuran dan
pemadatan dan mempeerbaiki permeabilitas diperlukan tidak mengolah tanah
sewaktu tanah masih basah. Pada tanah dapt dilakukan dengan membuat
penanaman dalam strip, penggunaan mulsa, pengaliran tanaman atau pembuatan
teras atau kombinasi dari tindakan – tindakan tersebut.
SPL 2 digunakan untuk penanaman kentang, Dimana tanman umbi – umbian ini
banyak mengangkut hara dari tanah, maka itu perlu penambahan bahan organic dan
pengolahan tanahmenurut kontur. Teras bangku konstruksi baik, cocok untuk tanah
dengan permeabilitas rendah agar air tidak segera terinfiltrasi tidak mengalir keluar
melalui talud.
SPL 3 = Seperti yang diketahui nilai erosi yang dapat dibiarkan untuk SPL 3 (T =
2,174 ton/ha/thn), pada kenyataannya telah terjadi erosi sedikit lebih besar,
sehingga tetap diperlukan teknik konservasi.
Berdasarkan tingkat kemiringan lereng 18%, SPL 3 termasuk kelas kemampuan
lahan II. Lahan II memerlukan drainase dan pengolahan tanah yang dapat
memeliharaan atau memperbaiki struktur oleh tanah. Untuk mencegah pelumpuran
dan pemadatan dan memperbaiki permeabilitas diperlukan tidak mengolah tanh
sewaktu tanah masih basah.
Pada tanah berlereng kurang dari 20% tindakn konservasi tanah dapat dilakukan
dengan membuat penanaman dalam strip, penggunaan mulsa, pergiliran tanaman
atau pembuatan teras atau kombinasi dari tindakan – tindakan tersebut. SPL 3
digunakan untuk kebun campuran keraptan sedang, diman kebun campuran
keraptan sedang banyak mengangkut hara dari tanah, maka itu perlu penambahan
bahan organic dan pengolahan tanah menurut kontur.
PENYELESAIAN SOAL NO 2
Hitung kecepatan pengendapan partikel di air berikut :
A. Diameter partikel 0,037 cm, specific gravity 2,5 temperature air 27ºC
B. Diameter partikel 0,037 cm, specific gravity 1,6, temperature air 25ºC
C. Diameter partikel 0,084 cm, specific gravity 2,8, temperature air 27ºC
D. Berikan kesimpulan atas hasil perhitungan pada soal A, B, dan C
Penyelesaian :
A. Diasumsikan pola aliran laminar pada temperature 20º C, gunakan
persamaan stokis dengan
P = 998,2 kg/cm³
µ = 1,002 x 10–3 N detik/m²
= 1,002 x 0,001
= 0,001002
1. Vs = g/18 x µ ( Ps – s ) x d²
= 9,81/18 x 0,001002 (2600 – 998,2) x 0,00037²
= 0,12 m/detik
2. Cek bilangan Reynolds
NRe = P x d x Vs/µ
= 998,2 x 0,00037 x 0,12/0,001002
= 44,232
3. Cek hitung nila CD
CD = 24/NRe + 3/NRe0,5 + 0,34
= 24/44,232 + 3/44,2320,5 + 0,34
= 1,334
4. Hitung kecepatan pengendapan
, ,
VS = x x 0,00037
, ,
= 0,076 m/detik
B. Diasumsikan pola aliran laminar pada temperature 28º C, gunakan
persamaan stokis dengan
P = 998,2 kg/cm³
µ = 1,002 x 10–3 N detik/m²
= 1,002 x 0,001
= 0,001002
1. Vs = g/18 x µ ( Ps – s ) x d²
= 9,81/18 x 0,001002 (2600 – 998,2) x 0,00037²
= 0,12 m/detik
2. Cek bilangan Reynolds
NRe = P x d x Vs/µ
= 998,2 x 0,00037 x 0,12/0,001002
= 44,232
3. Cek hitung nila CD
CD = 24/NRe + 3/NRe0,5 + 0,34
= 24/44,232+ 3/44,2320,5 + 0,34
= 1,334
4. Hitung kecepatan pengendapan
, ,
VS = x x 0,00037
, ,
= 0,076 m/detik
C. Diasumsikan pola aliran laminar pada temperature 29º C, gunakan
persamaan stokis dengan
P = 998,2 kg/cm³
µ = 1,002 x 10–3 N detik/m²
= 1,002 x 0,001
= 0,001002
1. Vs = g/18 x µ ( Ps – s ) x d²
= 9,81/18 x 0,001002 (2600 – 998,2) x 0,00084²
= 0,61 m/detik
2. Cek bilangan Reynolds
NRe = P x d x Vs/µ
= 998,2 x 0,00084 x 0,61/0,001002
= 510,457
3. Cek hitung nila CD
CD = 24/NRe + 3/NRe0,5 + 0,34
= 24/510,457+ 3/510,4570,5 + 0,34
= 0,520
4. Hitung kecepatan pengendapan
, ,
VS = x x 0,00084
, ,
= 0,184 m/detik
Kesimpulan:
A. Pada kondisi aliran laminar = 0,12 m/detik (Vs)
NRe = 44,232→ Transisi
Transisi apabila Reynolds = 1 - 10⁴
CD = 1,334
VS = 0,076 m/detik
B. Pada kondisi aliran laminar = 0,12 m/detik (Vs)
NRe = 44,232 → Transisi
Transisi apabila Reynolds = 1 - 10⁴
CD = 1,334
VS = 0,076 m/detik
C. Pada kondisi aliran laminar = 0,61 m/detik (Vs)
NRe = 510,457→ Turbulen
Turbulen apabila (Re ≥ 1 - 10⁴)
CD = 0,520
VS = 0,184 m/detik
- Referensi perhitungan dari ISSN 1412-7350 tentang menentukan
persamaan kecepatan pengendapan pada sedimentasi. Perhitungan hanya
dilakukan dengan kondisi diameter partikel hanya satu macam ukuran.
- Partikel yang memiliki kecepatan >Vo maka 100% akan mengendap
dalam wakru yang sama, sedangkan partikel yang memiliki kecepatan
pengendapan < Vo maka tidak semua akan mengendap dalam waktu
yang sama.
- Perhitungan kecepatan pengendapan berikut adalah perhitungan kondisi
diameter partikel hanya ada satu macam ukuran. Pada kenyataannya, ukuran
partikel yang tersuspensi dalam air itu banyak sekali jumlahnya. Karena itu
diperlukan satu ukuran pertikel sebagai acuan, misal Do yang mempunyai
kecepatan pengendapan sebesar Vo. Vo disebut juga overflow dengan acuan
tersebut, maka dapat dibuat penrnyataan berikut:
Partikel yang mempunyai kecepatan pengendapan lebih besar dari Vo,
maka 100% akan mengendap dalam waktu yang sama.
Partikel yang mempunyai kecepatan pengendapan lebih kecil dari Vo,
maka tidak semua akan mengendap dalam waktu yang sama.
PENYELESAIAN SOAL NO 3