Kesalahan Ejaan Karangan Narasi Siswa SD
Kesalahan Ejaan Karangan Narasi Siswa SD
SKRIPSI
CRISTINA
NPM. 176911081
1
Analisis Kesalahan Penggunaan Ejaan Dalam Menulis Karangan Narasi
Pada Siswa Kelas IV SDN 163 Pekanbaru
Abstrak
Kurangnya kemampuan siswa dalam menggunakan ejaan dan masih tidak sesuai
dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan masih banyak
terjadi kesalahan yang siswa lakukan dalam menulis karangan narasi misalnya
penulisan huruf kapital, penggunaan tanda baca, dan sebagainya. Maka dari itu
peneltian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kesalahan penggunaan ejaan
dalam karangan narasi siswa, (2) mendeskripsikan penyebab kesalahan
penggunaan ejaan dalam karangan narasi siswa. Penelitian ini merupakan
penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, data yang
diperoleh disajikan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian ini menggunakan teknik non-tes dengan metode wawancara dan
dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Ditemukan kesalahan
penulisan huruf kapital pada huruf pertama di awal kalimat dan di tengah kalimat,
penggunaan huruf kecil, kesalahan pada penulisan judul karangan, penggunaan
huruf kapital setelah pemakaian tanda titik, kata sapaan, nama tempat atau objek
serta kesalahan tanda titik, tanda koma, dan tanda hubung dengan persentase
kesalahan dibawah 10% kesalahan terjadi di sebabkan oleh dua faktor yaitu,
faktor internal dan faktor eksternal. Dapat disimpulkan bahwa kesalahan
penggunaan ejaan yang dilakukan oleh siswa saat menulis karangan narasi
menunjukkan hasil yang baik dengan kategori kesalahan sangat rendah.
Kata Kunci: Kesalahan Penggunaan Ejaan, Karangan Narasi
7
Analisis Kesalahan Penggunaan Ejaan Dalam Menulis Karangan Narasi
Pada Siswa Kelas IV SDN 163 Pekanbaru
Abstract
The lack of students' ability to use spelling and still not in accordance with the
General Guidelines for Indonesian Spelling (PUEBI) and there are still many
mistakes that students make in writing narrative essays such as writing capital
letters, using punctuation marks, and so on. Therefore, this study aims to (1)
describe the use of spelling errors in students' narrative essays, (2) describe the
causes of spelling errors in students' narrative essays. This research is a library
research with a qualitative approach, the data obtained are presented
descriptively. Data collection techniques used in this study using non-test
techniques with interview and documentation methods. The results of this study
are as follows: There are errors in writing capital letters in the first letter at the
beginning of sentences and in the middle of sentences, the use of lowercase
letters, errors in writing the title of the essay, the use of capital letters after the
use of periods, greeting words, names of places or objects and errors period,
comma, and hyphen with an error percentage below 10% the error occurs caused
by two factors, namely, internal factors and external factors. It can be concluded
that the spelling errors made by students when writing narrative essays showed
good results with very low error categories.
Keywords: Spelling Errors, Narrative Essay
8
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah Subhanahu wata‟ala berkat Rahmat, Hidayah dan
Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul
“Analisis Kesalahan Penggunaan Ejaan dalam Menulis Karangan Narasi pada
Siswa Kelas IV SDN 163 Pekanbaru”.
Penulis menyadari dalam penyusunan proposal skripsi ini tidak akan selesai
tanpa bantuan dari berbagai pihak, karena itu pada kesempatan ini saya ingin
mengucapkan terimakasih kepada :
9
8. Salam cinta dan teristimewa terutama buat ayahanda Irianda, dan Ibunda
Pisnawati, yang telah banyak berkorban kepada saya baik secara materi
maupun non materi, terima kasih juga kepada keluarga besar yang tidak
dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan dukungan dan
motivasi baik moril maupun materi demi terselesaikannya skripsi ini.
9. Terimakasih kepada diri saya sendiri karna telah bertahan menyelesaikan
skripsi dan berjuang sejauh ini.
10. Sahabat-sahabat yang saya cintai, Siska Dahlia, Krina dan Vania telah
memberi semangat dalam penyusunan skripsi ini.
11. Teman-teman seperjuangan dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah
Dasar dalam meraih gelar [Link].
12. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang
memberikan dukungan dalam menyelesaikan skripsi ini.
Penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam menyelesaikan skripsi ini.
Namun, penulis menyadari bahwa penelitian ini masih belum sempurna. Oleh
karena itu, penulis mengharapkansaran dan kritik demi kesempurnaan penelitian
ini. Namun, demikian adanya, semoga skripsi ini dapat dijadikan acuan tindak
lanjut peneliti selanjutnya dan bermanfaat bagi kita semua terutama dibidang ilmu
pendidikan Aamiin yaa robbal alamin.
Penulis,
CRISTINA
10
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO BERBASIS ANIMASI DALAM
PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK KELAS III DI SDN 160
PEKANBARU
SKRIPSI
SISKA ISMAWATI
NPM. 176911005
1 11
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul............................................................................................. i
Halaman Pengesahan .................................................................................. ii
Lembar Persetujuan Perbaikan (Revisi) ...................................................... ii
Lembar Pernyataan Orisinalitas .................................................................. iii
Abstrack ...................................................................................................... vii
Kata Pengantar ............................................................................................ ix
Daftar Isi...................................................................................................... vii
Daftar Gambar ............................................................................................. xiii
Daftar Tabel ................................................................................................ xiv
Daftar Lampiran .......................................................................................... xv
BAB I PENDAHULUAN
12
2.4. Hakikat Narasi .................................................................................... 28
2.4.1. Pengertian Karangan Narasi ..................................................... 28
2.4.2. Tujuan Krangan Narasi ............................................................ 29
2.5. Kerangka Berfikir............................................................................... 230
BAB V PENUTUP
13
DAFTAR GAMBAR
14
DAFTAR TABEL
15
DAFTAR LAMPIRAN
16
Lampiran Transkip Nilasi ............................................................................... 113
17
BAB I
PENDAHULUAN
bahasa manusia dapat mengungkapkan ide, gagasan, maupun pesan kepada orang
lain sehingga mampu berinteraksi dan berkumunikasi dengan makhluk sosial lain
Waziana dkk (2016:23) bahasa adalah ucapan pikiran dan perasaan manusia
secara teratur, mempergunakan bunyi sebagai alatnya. Bahasa juga berperan untuk
tentang keterampilan berbahasa yang baik dan benar sesuai dengan fungsi dan
tujuannya. Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya terletak pada aspek
pematangan saja tapi juga bagaimana siswa mampu menggunakan bahasa itu
empat keterampilan berbahasa yang menjadi fokus dari belajar berbahasa yaitu
18
yaitu: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan
tersebut saling terkait antara yang satu dengan yang lain. Menurut Nurjamal dkk
(dalam Praheto, 2017:174) aspek yang satu dengan yang lainnya berkaitan erat,
tingkat sekolah dasar kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh siswa adalah
secara bahasa tulis dengan menuangkan ide atau gagasan. Bentuk tulisan tersebut
ada yang dibuat dalam bentuk pantun, puisi, buku, buku harian, makalah, laporan
agar mempunyai keterampilan menulis yang baik dan benar. Dimana kita
mengetahui bahwa menulis itu bukan hal yang mudah dalam kegiatan menulis
penulis harus memperhatikan tata cara penulisan serta kebahasaan yang baik dan
benar agar tulisan dapat dinikmati oleh pembaca. Adapun aspek kebahasaan yang
harus dikuasai dalam menulis meliputi: kata, kalimat, wacana, ejaan, tanda baca,
penggunaan ejaan yang baik dan benar sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa
Indonesia (PUEBI).
penghubung atau pemisah kata, kalimat, huruf serta tanda baca. Menurut
19
Kusumaningsih (dalam Pipit, 2020:12) Ejaan merupakan kaidah cara
Indonesia KBBI 2008 (dalam Sriyanto, 2014:6) Ejaan adalah kaidah cara
huruf) serta penggunaan tanda baca. Tanda baca selalu mempunyai kaitan dengan
sebuah karya tulis. Siswa dapat melatih keterampilan menulisnya melalui sebuah
karangan, karena dalam karangan siswa dapat menceritakan tentang sesuatu yang
ada dalam pikiran seseorang yang berupa ide atau gagasan. Jenis karangan yang
dapat dibuat dan dipelajari oleh siswa kelas IV sekolah dasar adalah karangan
narasi.
sebagai suatu bentuk wacana yang sasaran utamanya adalah tindak tanduk nya
yang dijalin dan dirangkai menjadi sebuah peristiwa yang terjadi dalam satu
kesatuan waktu.
menulis karangan yaitu kemampuan siswa dalam menggunakan ejaan dan masih
tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) serta
masih banyak terjadi kesalahan yang siswa lakukan dalam menulis karangan
20
narasi misalnya penulisan huruf kapital, penggunaan tanda baca, dan sebagainya.
IVB, maka penulis tertarik untuk menelaah permasalahan lebih dalam dengan
berikut :
21
1. Melalui penelitian ini diharapkan siswa dapat mengetahui cara penggunaan
benar.
menulis karangan.
22
6
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
yang meliputi kata, kalimat, atau paragraf yang salah atau menyimpang dari
yang tidak bisa dihindari. Menurut Markamah (dalam Nur dkk 2012:42) kesalahan
Menurut Nur dkk (2012:42) kesalahan berbahasa adalah proses pemerolehan dan
berbahasa adalah tuturan kebahasaan kata, kalimat, atau paragraf yang salah atau
kerja yang biasanya digunakan seorang guru bahasa dan peneliti. Berikut langkah-
kesalahan itu. Menurut Maulida dkk (dalam Nisa 2018:219) analisis kesalahan
6
2.2. Ejaan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI 2008 (dalam Riwu 2017:115)
Suyanto (dalam Lestari, 2020:90) ejaan adalah ilmu yang mempelajari tentang
ucapan atau apa yang dilisankan oleh seseorang ditulis dengan perantara lambang-
kaidah atau aturan secara keseluruhan dalam menggambarkan kata, kalimat, dan
sebagainya serta huruf-huruf dan penggunaan tanda baca dalam sebuah tulisan
sebagai sarananya.
Berdasarkan subjek yang akan diteliti pada penelitian ini adalah siswa
sekolah dasar, maka masalah yang akan diteliti berkaitan dengan jenis
7
penggunaan ejaan dalam karangan narasi hanya sebagian kesalahan penulisan
yaitu penggunaan huruf kapital dan tanda baca saja. Jenis penggunaan ejaan yang
Misalnya:
Misalnya:
Indira Kusuma
Cristina
Vania Desiyanti
Catatan:
yang bermakna „anak dari‟, seperti bin, binti, boru atau huruf
Misalnya:
8
c) Huruf kapital dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung.
Misalnya:
d) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata Tuhan, agama,
kitab suci.
Misalnya:
Hindu = Weda
Contoh pemakaian:
kesanggupannya.
e) (1) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar
Misalnya:
Sultan Hasanuddin
Haji Abdullah
Nabi Muhammad
9
Bripda Agung Kurniawan
(2) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar,
Misalnya:
Presiden Jokowi
Misalnya:
bangsa Indonesia
suku Melayu
suku Jawa
bahasa Indonesia
bahasa Sunda
Catatan:
bentuk dasar kata turunan tidak ditulis dengan huruf awal kapital.
10
g) (1) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan,
Misalnya:
Tahun Hijriah
Bulan Juli
Hari Kamis
Hari Natal
(2) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama peristiwa
sejarah.
Misalnya:
Perang Dunia II
Catatan:
Misalnya:
indonesia.
Misalnya:
11
Jalan Sudirman Danau Dendam Tak Sudah
Catatan:
Misalnya:
mandi di sungai
berenang di sungai
Misalnya:
apel malang
seblak bandung
sate madura
badan, organisasi, atau dokumen, kecuali kata tugas, seperti di, ke,
Misalnya:
Republik Indonesia
Perserikatan Bangsa-Bangsa
12
j) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk
makalah, surat kabar, kecuali kata tugas seperti di, ke, dari, dan, yang,
Misalnya:
Misalnya:
Hj. = hajah
Prof. = profesor
Sdr. = saudara
kekerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, adik, dan bibik, serta kata lain
Misalnya:
Catatan:
13
1. Istilah berikut bukan merupakan penyapaan atau pengacuan.
Misalnya:
Misalnya:
tanda titik, tanda koma, tanda titik dua, tanda titik koma, tanda hubung,
tanda tanya, tanda seru, tanda kurung, tanda kurung siku, tanda garis
miring, tanda petik ganda, tanda pisah, tanda elipsis, tanda petik tunggal,
tanda ulang, serta tanda penyingkat atau aporsof. Tanda baca tersebut
Nama Lambang
Tanda titik (.)
Tanda koma (,)
Tanda titik dua (:)
Tanda titik koma (;)
Tanda hubung (-)
Tanda pisah (_)
Tanda tanya (?)
Tanda seru (!)
Tanda garis miring (/)
Tanda petik ganda ( “…” )
Tanda petik tunggal ( „..‟ )
14
Tanda kurung ((..))
Tanda elipsis (…)
Tanda kurung siku ([])
Tanda ulang (2)
Tanda penyingkat („)
meliputi: tanda titik, tanda koma, tanda titik dua, tanda hubung, tanda
tanya, tanda seru, tanda kurung, dan tanda petik. Permasalahan yang
terkait dengan penelitian ini tanda baca yang digunakan dalam menulis
karang narasi dan sesuai dengan pedoman umum ejaan bahasa indonesia
a) Tanda titik ( . )
Misalnya:
Misalnya:
BAB I. Huruf/Abjad
A. Huruf
1. Huruf Kapital
Catatan:
15
Tanda titik tidak dipakai pada angka atau huruf yang sudah
(2) Tanda titik tidak dipakai pada akhir penomoran digital yang lebih
(3) Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau angka terakhir
dalam penomoran deret digital yang lebih dari satu angka dalam
Misalnya:
(4) Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik
Misalnya:
(5) Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis,
Misalnya:
16
(6) Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau
Misalnya:
b) Tanda koma ( , )
atau pembilangan.
Misalnya:
(2) Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu
Misalnya:
didalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun, begitu, akan
tetapi.
Misalnya:
(4) Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk
17
Misalnya:
(5) Tanda koma digunakan untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah,
aduh, kasihan, dan kata yang dipakai sebagai sapaan, seperti Bu,
Misalnya:
Wah, hebat!
Misalnya:
(7) Tanda koma dipakai antara (a) nama dan alamat, (b) bagian-bagian
alamat, (c) tempat dan tanggal, serta (d) nama tempat dan wilayah
Misalnya:
Jakarta, Indonesia
(8) Tanda koma dipakai sebelum angka desimal atau di antara rupiah
Misalnya:
Rp550,00
18
15,3 kg
20,5 m
(1) Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang
Misalnya:
lemari.
(2) Tanda titik dua dipakai jika perincian atau penjelasan itu merupakan
Misalnya:
(3) Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang
memerlukan pemerian.
Misalnya:
(4) Tanda titik dua dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang
Misalnya:
Siska : “Baik, Bu
19
Ibu : “Jangan lupa, nanti letakkan langsung dikamar!”
(5) Tanda titik dua dipakai diantara (a) jilid atau nomor dan halaman,
(b) surah dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu
Misalnya:
Misalnya:
Misalnya:
Berulang-ulang
Misalnya:
27-07-1999
P-e-p-a-y-a
20
(4) Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian
Misalnya:
Meng-ukur
Dibandingkan dengan
Me-ngukur
e) Tanda tanya ( ? )
Misalnya:
kebenarannya.
Misalnya:
f) Tanda seru ( ! )
Misalnya:
Merdeka!
g) Tanda kurung (( ))
21
(1) Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau
penjelasan.
Misalnya:
Misalnya:
(3) Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang
Misalnya:
(4) Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau angka yang
Misalnya:
Ijazah terakhir
h) Tanda petik ( “ “ )
22
Misalnya:
(2) Tanda petik dipakai untuk mengapit ju dul, sajak, lagu, film,
sinetron, artikel, naskah, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
Misalnya:
(3) Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang
Berikut adalah tabel indikator pemakaian ejaan, tabel ini dibuat oleh peneliti agar
Kesalahan Indikator
berbahasa
Huruf Kapital 1. Awal kalimat.
2. Nama orang.
3. Kata bin, binti, boru atau kata tugas.
4. Petikan langsung.
5. Huruf pertama kata tuhan, agama dan kitab suci.
6. Gelar kehormatan, keturunan, keagamaan dan gelar
akademik.
7. Nama bangsa, suku dan bahasa.
8. Tahun, bulan, hari dan hair besar/raya.
9. Nama peristiwa sejarah, nama geografi.
10. Kata ulang sempurna.
11. Kata petunjuk atau hubungan kekerabatan.
Tanda Baca 1. Untuk akhir pernyataan kalimat.
2. Pemisahan angka jam, menit, detik.
3. Penulisan daftar pustaka.
4. Untuk pembilangan.
5. Pemisahaan kalimat setara yang di dahului kata
seperti atau melainkan.
6. Penghubung antar kalimat.
7. Pemisah antar induk kalimat.
23
8. Kata sapaan.
9. Memisahkan petikan langsung.
10. Nama wilayah, tempat dan tanggal.
11. Untuk suatu pernyataan lengkap.
12. Untuk menyambung suku-suku kata.
13. Untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan.
14. Untuk mengapit huruf atau kata yang
keberadaannya dapat dimunculkan atau
dihilangkan.
15. Untuk kalimat tanya.
16. Untuk mengapit petikan langsung.
17. mengapit istilah ilmiah yang mempunyai arti
khusus.
2.3. Menulis
pembaca melalui bahasa tulis. Menurut Tarigan (dalam Astuti, 2014:253) menulis
menghibur. Hasil dari proses kreatif ini biasanya disebut dengan istilah karangan
atau tulisan”. Hal ini sejalan dengan pendapat Marwoto (dalam Dalman, 2016:4)
24
bertujuan untuk memberitahu, meyakinkan, menghibur orang lain secara leluasa
kejadian secara runtut dengan meberikan gambaran secara jelas dan utuh.
25
3) Eksposisi, merupakan ragam wacana yang dimaksudkan untuk
penulisnya.
penulisanya.
secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu menulis permulaan dan lanjutan yang
hasilnya diperoleh secara bertahap untuk meghasilkan tulisan yang baik menulis
26
melibatkan tiga tahapan (1) tahap prapenulisan, (2) penulisan, dan (3) tahap
Kegiatan menulis bukan hal yang mudah untuk diajarkan, namun melalui
informasi.
27
Berdasarkan pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan menulis
tujuan menulis menurut Yarmi (2017:3) (1) siswa memiliki keterampilan menulis,
(2) agar siswa gemar atau senang menulis, (3) agar siswa dapat mengembangkan
tujuan menulis adalah agar pembaca dapat mengetahui, mengerti menghayati dan
kegiatan menulis adalah agar siswa dapat memiliki keterampilan menulis dan
2018:228) pengertian narasi sebagai suatu bentuk wacana yang sasaran utamanya
adalah tindak tanduk yang dijalin serta dirangkaikan menjadi sebuah peristiwa
yang terjadi dalam satu kesatuan waktu. Menurut Sugina (dalam Ihsan, 2018:42)
28
menggambarkan dengan jelas kepada si pembaca terkait dengan peristiwa yang
telah terjadi.
adalah suatu bentuk wacana yang menyajikan sebuah peristiwa yang berdasarkan
karangan narasi ada dua, yaitu: (1) memberikan informasi atau wawasan dan
Menurut Ati dkk (2018: 31) tujuan karangan narasi adalah sesorang
dituntut untuk menggabungkan daya imajinasi dan nalar sehingga dapat melatih
29
2.5. Kerangka Berpikir
keterampilan berbahasa yang baik dan benar sesuai dengan fungsi dan tujuannya.
Pada tingkat sekolah dasar kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh siswa
secara bahasa tulis dengan menuangkan ide atau gagasan. Mengingat pentingnya
dalam menulis karangan misalnya karangan narasi, akan tetapi dalam menulis
penghubung atau pemisah kata, kalimat, huruf dan tanda baca. Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia KBBI 2008 (dalam Sriyanto, 2014:6) Ejaan adalah
tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca. Fokus utama dalam penelitian
ini yaitu kasalahan penggunaan ejaan dalam menulis karangan narasi pada siswa
30
Karangan Narasi Siswa Kelas IV SDN 163
Ejaan
31
32
BAB III
METODE PENELITIAN
(dalam Sari, 2020:43) Riset kepustakaan adalah studi yang digunakan dalam
seperti dokumen, buku, majalah dan kisah sejarah. Menurut Nazir (dalam Sari,
2020:43) Library riset adalah metode pengumpulan data dengan melakukan telaah
terhadap buku, tulisan, catatan dan laporan yang berkaitan dengan permasalahan
kesalahan penggunaan ejaan dalam menulis karangan narasi pada siswa kelas IV
a. Tempat Penelitian
32
b. Waktu penelitian
Waktu penelitian ini dimulai dari bulan Februari 2021 – Juni 2021
33
3.3. Prosedur Penelitian
Alur penelitan dalam penelitian ini dimulai dari observasi awal melalui
wawancara kepada guru kelas IVB di SDN 163 Pekanbaru untuk menemukan
permasalahan yaitu masih adanya kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam
masalah, ada dua fokus penelitian yaitu: analisis penggunaan ejaan dalam
karangan narasi pada siswa kelas IV, analisis penyebab kesalahan penggunaan
163 Pekanbaru. Dalam penelitian ini digunakan dua cara mengumpulkan data
sesuai dengan dua rumusan masalah yang telah ditentukan oleh peneliti,
didapatkan maka data diolah kemudian didapatkan hasil dari penelitian yaitu,
bagaimana penggunaan ejaan dalam karangan narasi siswa kelas IV SDN 163
siswa kelas IV SDN 163 Pekanbaru. Prosedur penelitian ini dapat dijelaskan pada
bagan 2 berikut:
34
Observasi awal
Merumuskan fokus
penelitian
Penelitian
Instrumen
Wawancara Dokumentasi
Analisis data
Hasil penelitian
35
3.4. Data dan Sumber Data
3.4.1. Data
Data merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah penelitian data
a. Data Primer
Pekanbaru.
b. Data sekunder
artikel, buku, jurnal, situs internet yang berkaitan dengan penelitian yang
akan dilakukan.
tertulis seperti artikel, buku, jurnal, situs internet yang berkaitan dengan
36
3.5. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
a. Wawancara
mengarah kepada suatu percakapan dan masalah tertentu, ada dua tipe
b. Dokumentasi
hasil karangan narasi siswa kelas IV serta daftar nama siswa guna untuk
37
3.5.2 Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen penelitian tentunya berasal dari peneliti sendiri, dan guru SDN
163 Pekanbaru dan siswa/siswi SDN 163 Pekanbaru yang membantu peneliti
Instrumen atau alat penelitian dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri.
Dimana peneliti memiliki peran penting atas hasil penelitiannya. Peneliti harus
1. Buku Catatan
sudah dipertayakan.
38
dan kriteria kepastian dimana tidak menekankan pada subjek namun lebih kepada
triangulasi.
tahapan yang harus dikerjakan dalam menganalisis data penelitian kualitatif, yaitu
reduksi data, paparan data, penarikan kesimpulan dan refleksi. Analisis data
39
Pengumpulan
data
Penyajian
data
Reduksi data
Penarikan
kesimpulan
Gambar 3.2 Bagan Komponen analisis data Sumber : Miles dan Huberman
Untuk menyajikan data agar mudah dipahami langkah analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif model dari Miles dan
Huberman.
a. Pengumpulan Data
b. Reduksi Data
40
kesimpulan dan verifikasi. Reduksi data diawali dengan kegiatan membaca
siswa
Beberapa
kode yang dimaksud pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 3.2.
Kode Keterangan
KHK Kesalahan Huruf Kapital
KTB Kesalahan Tanda Baca
c. Penyajian Data
Penyajian data adalah rangkaian organisasi informasi yang
narasi, gambar, jaringan kerja dan tabel sebagai narasinya. Penyajian data
dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk narasi kalimat, dan gambar.
d. Penarikan Kesimpulan
41
kesalahan penggunaan ejaan tersebut dengan menggunakan perhitungan
dalam karangan siswa termasuk kategori kesalahan rendah, rendah, sedang atau
tinggi
42
43
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
risearch). Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan terhitung dari awal penelitian
Pekanbaru, penelitian dilakukan dengan melihat hasil karangan narasi siswa dan
dan apa penyebab dari kesalahan penggunaan ejaan yang di alami oleh siswa
wawancara dan analisis pada karangan yang telah dilakukan dengan subjek
analisis secara keseluruhan, adapun indikator dalam penelitian ini adalah, 1) huruf
43
44
narasi siswa dengan indikator penelitian yaitu, 1) huruf kapital dan 2) tanda
terdapat pada karangan narasi siswa kelas SDN 163 Pekanbaru meliputi:
(1) Kesalahan penulisan huruf kapital pada huruf pertama di awal kalimat
dan di tengah kalimat, (2) penggunaan huruf kecil, (3) kesalahan pada
tanda titik, (5) penggunaan huruf pada kata sapaan, (6) kesalahan
penulisan nama geografis (tempat atau objek), dan (7) kata hari, bulan,
tahun. kesalahan tanda baca, tanda titik, (8) tanda koma, dan (9) tanda
Hasil
Kategori kesalahan
KHK KTB
Sangat Rendah 25 25
Rendah - -
Sedang - -
Tinggi - -
Sangat Tinggi - -
44
45
narasi siswa termasuk kategori kesalahan sangat rendah maka untuk lebih
Berdasarkan tabel 4.2 menjelaskan jenis kesalahan dan jumlah siswa yang
melakukan kesalahan jenis kesalahan yang telah ditemukan oleh peneliti. Pada
siswa melakukan kesalahan tanda koma dan 9 siswa melakukan kesalahan tanda
antara lain tidak menggunakan huruf kapital di awal kalimat. Contoh “hari
itu adalah hari yang sangat menyenangkan bagi kami semua” penulisan
45
46
“Hari itu adalah hari yang sangat menyenangkan bagi kami semua”.
“Pada libur semester kemarin aku dan keluarga pulang kampung ke bukit
pada akhiran kalimat, contoh: “Sungai ini ramai di kunjungi orang untuk
mandi ataupun berenang. air nya yang jernih dan tidak begitu dalam
sangat cocok untuk siapa saja” seharusnya di tulis “Sungai ini ramai di
kunjungi orang untuk mandi ataupun berenang. Air nya yang jernih dan
Contoh “Pada minggu ini tepatnya Tanggal 2 mei saya Libur sekolah,
pada kata Tanggal, Libur, LaLu, Tempat, Dimana dan Lahirkan ditengah
46
47
Contoh “Pada minggu ini tepatnya tanggal 2 Mei saya libur sekolah, lalu
tanda baca pada karangan narasi yang ditulis oleh siswa. Kesalahan
tanda koma, yang tidak sesuai dengan kaidah ejaan yang telah di atur
yang belum selesai. Contoh “Setiap hari libur akhir pekan. Kanaya selalu
hubung yang belum sesuai dengan kaidah ejaan yang benar. Pada data asli
47
48
baca yang kurang tepat pada salah satu karangan siswa karena ia selalu
diperlkan pemakaian tanda koma. Contoh “namun sudah 2 tahun ini, kami
seharusnya ditulis “namun sudah 2 tahun ini kami tidak bisa merayakan
ada siswa yang mudah memahami materi ejaan dan ada yang sulit,
48
49
antara lain tidak menggunakan huruf kapital di awal kalimat dan di tengah
kapital setelah pemakaian tanda titik, penggunaan huruf pada kata sapaan,
kesalahan penulisan nama geografis (tempat atau objek), dan kata hari,
49
50
nama buku, majalah, surat kabar dan judul karangan kecuali kata
seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada
posisi awal” oleh karena itu kesalahan (1) huruf kapital di awal kalimat.
Contoh “hari itu adalah hari yang sangat menyenangkan bagi kami
huruf kapital menjadi “Hari itu adalah hari yang sangat menyenangkan
bagi kami semua”. (3) Kesalahan penggunaan huruf kapital di tengah kata
dalam kalimat, contoh “Pada libuR semesteR kemaRin aku dan keluaRga
seharusnya ditulis menjadi “Pada libur semester kemarin aku dan keluarga
pulang kampung ke bukit tinggi”. (4) Penggunaan huruf kapital pada judul
“Sungai ini ramai di kunjungi orang untuk mandi ataupun berenang. air
nya yang jernih dan tidak begitu dalam sangat cocok untuk siapa saja”
ataupun berenang. Air nya yang jernih dan tidak begitu dalam sangat
cocok untuk siapa saja”. (6) kesalahan huruf kapital pada kata hari, bulan,
tahun.
kecil akan tetapi siswa menggunakan huruf kapital juga ditemukan dalam
50
51
karangan narasi yang di tulis oleh siswa. Contoh “Pada minggu ini
tepatnya Tanggal 2 mei saya Libur sekolah, LaLu kami sekeluarga pergi
Mei saya libur sekolah, lalu kami sekeluarga pergi ke desa tempat dimana
ibu dilahirkan”.
hubung, dan tanda koma, yang tidak sesuai dengan kaidah ejaan yang telah
Berdasarkan kaidah ejaan yang telah di atur dalam pedoman umum ejaan
tanda baca titik yang terdapat pada karangan narasi siswa kelas IV SDN
“Setiap hari libur akhir pekan. Kanaya selalu pergi ke rumah nenek.”
51
52
tersebut seharusnya ditulis “namun sudah 2 tahun ini kami tidak bisa
memahami materi ejaan dan ada yang sulit, kebiasaan siswa sering tidak
52
53
53
54
BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
karangan narasi siswa kelas IVB SDN 163 Pekanbaru, maka dapat disimpulkan
bahwa:
dilakukan oleh siswa saat menulis karangan narasi dan menunjukkan hasil yang
(rata-rata) dengan nilai kurang dari 10% termasuk kedalam kategori kesalahan
sangat rendah. Adapun jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa adalah 1)
kesalahan penggunaan huruf; huruf kapital pada awal kalimat, huruf kecil,
huruf kapital setelah pemakaian tanda titik, penggunaan huruf pada kata sapaan,
kesalahan penulisan nama geografis (tempat atau objek) dan kata hari, bulan,
tahun. 2) kesalahan penggunaan tanda baca yang meliputi; penggunaan tanda titik,
gesa dalam menulis yang penting selesai, kurangnya pemahaman siswa tentang
sehingga ada siswa yang mudah memahami materi ejaan dan ada yang sulit,
kebiasaan siswa sering tidak memperhatikan ketika guru menjelaskan dan hanya
mengerti saat di kelas saja. Faktor eksternal : Kaidah penggunaan ejaan terlalu
masalah ejaan pada tulisan siswa sehingga siswa melanggar kaidah penulisan
ejaan yang telah ditetapkan dalam pedoman umum ejaan bahasa indonesia
(PUEBI).
5.2. Saran
karangan narasi pada siswa kelas IV SDN 163 Pekanbaru, peneliti menemukan
banyak kesalahan penggunaan ejaan. Maka dari itu Hal ini perlu diperhatikan oleh
guru dan juga oleh siswa. Penulis menyarakan untuk menjadikan penelitian ini
1. Bagi Guru: Harus lebih aktif, kreatif, dan membimbing siswa dalam
penggunaan ejaan yang tepat, agar siswa terlatih dan termotivasi dalam
menerapkannya.
2. Bagi siswa: Siswa hendaknya untuk mandiri dalam berlatih menulis dan
55
3. Bagi peneliti: Penelian ini dapat memberikan pengalaman sangat berharga
terhadap penggunaan ejaan yang baik dan benar sesuai dengan kaidah
4. Bagi peneliti lain: Penelitian ini dapat menjadi referensi, serta menjadi
narasi siswa.
56
DAFTAR PUSTAKA
Apriliana, Citra Anggi. Martini, Avini (2018). Analisis Kesalahan Ejaan Dalam
Karangan Narasi Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Kecamatan
Sumedang Selatan. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. (Volume 7 No. 2).
Astuti, Yanuarita Widi. Mustadi Ali. (2014). Pengaruh Penggunaan Media Film
Animasi Terhadap Keterampilan Menulis Karangan Narasi Siswa Kelas V
SD. Jurnal Prima Edukasia. (Volume 2 No. 2).
Ati, Aster Pujaning dkk. (2018). Penerapan Metode Picture And Picture Untuk
Peningkatan Keterampilan Menulis Narasi Pada Siswa Kelas VIII SMP Al
Ihsan dan SMP Tashfia Kota Bekasi. Jurnal Pengabdian Masyarakat.
(Volume 2 No. 1).
Gunawan, Imam. (2017). Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik. Jakarta:
Bumi Aksara.
Karyati, Zetty. (2016). Antara Eyd Dan Puebi: Suatu Analisis Komparatif. Jurnal
SAP. (Vol. 1 No. 2).
57
Lailiyah, Nur. Sukartiningsih Wahyu (2018). Pengembangan Media
Pembelajaran Interaktif Berbasis Flash Untuk Pembelajara Ketarampilan
Menuliskan Kembali Cerita Siswa Kelas IV SD. Jurnal PGSD. (Volume 06
No. 07).
Lestari, Erna Sri. Sudarsono. (2020). Kesalahan Ejaan Bahasa Indonesia Dalam
Karangan Narasi Mahasiswa Thailand dan Kaitannya Dengan
Perkuliahan Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia. Jurnal Lateralisasi.
(Volume 8 No. 1).
Nisa, Khairun. (2018). Analisis Kesalahan Berbahasa Pada Berita Dalam Media
Surat Kabar Sinar Indonesia Baru. Jurnal [Link].
Pipit, Ayu Ningrum. (2020). Kesalahan Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca
Dalam Karangan Bebas Siswa Kelas IV SDN Bataran 01 Jember. Skripsi.
Rosyida, Isma Dewi Nur. (2021). Kesalahan Penggunaan Ejaan Pada Penulisan
Surat Undangan Tidak Resmi Siswa Kelas VC SDN Krian 03 Sidoarjo.
Skripsi.
58
Rusmana, Nandang dkk. (2017). Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Guru
Sekolah Dasar Quo Vadis Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia.
Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya.
59