Untuk menghitung Net Present Value (NPV) dari investasi yang direncanakan oleh
Perusahaan Prabu Batik, kita perlu mengaplikasikan beberapa langkah dalam perhitungan
keuangan yang melibatkan faktor-faktor seperti biaya modal (cost of capital), kas masuk
bersih yang diproyeksikan, dan biaya utang.
Langkah-langkah perhitungan:
1. Menghitung Biaya Ekuitas (Cost of Equity)
Biaya ekuitas dapat dihitung dengan menggunakan Capital Asset Pricing Model (CAPM),
yang rumusnya adalah:
Ke=Rf+β×(Rm−Rf)
Keterangan:
● Ke = Biaya ekuitas (Cost of Equity)
● Rf = Tingkat keuntungan bebas risiko (Risk-Free Rate)
● β = Koefisien beta
● Rm = Tingkat keuntungan portofolio pasar (Market Return)
Diketahui:
● Rf=9%=0,09Rf = 9\% = 0,09Rf=9%=0,09
● β=1,20\beta = 1,20β=1,20
● Rm=15%=0,15Rm = 15\% = 0,15Rm=15%=0,15
Maka, biaya ekuitas (Ke) adalah:
Ke=0,09+1,20×(0,15−0,09)=0,09+1,20×0,06=0,09+0,072=0,162 atau 16,2%
2. Menghitung Biaya Modal (Weighted Average Cost of Capital / WACC)
WACC menggabungkan biaya utang dan biaya ekuitas, dengan memperhatikan proporsi
masing-masing dalam struktur modal perusahaan. Rumusnya adalah:
WACC=(VE×Ke)+(VD×Kd×(1−T))
Keterangan:
● E = Ekuitas
● DDD = Utang
● VVV = Total nilai perusahaan (Ekuitas + Utang)
● KeKeKe = Biaya ekuitas
● KdKdKd = Biaya utang sebelum pajak
● TTT = Tarif pajak
Untuk menghitung WACC, kita perlu mengetahui proporsi utng dan ekuitas dalam struktur
modal perusahaan.
Rasio utang dengan modal sendiri (Debt-to-Equity Ratio) = 1,0, yang berarti utang = ekuitas.
Sehingga, total struktur modal (VVV) adalah:
V=E+D=1 (utang)+1 (ekuitas)=2
Dengan proporsi utang dan ekuitas masing-masing adalah 50% (1/2). Maka:
● E/V=0,5
● D/V=0,5
Diketahui juga:
● Ke=16,2%=0,162
● Kd=11%=0,11
● T=35%=0,35
Maka, WACC adalah:
W ACC=(0,5×0,162)+(0,5×0,11×(1−0,35))
W ACC=0,081+(0,5×0,11×0,65)
W ACC=0,081+0,03575=0,11675 atau 11,675
3. Menghitung NPV
Untuk menghitung Net Present Value (NPV), kita menggunakan rumus:
NPV=∑(1+WACC)tCt−I
Keterangan:
● CtC_tCt= Kas masuk bersih yang diproyeksikan per tahun
● III = Investasi awal
● WACCWACCWACC = Biaya modal
● ttt = Tahun
●
Karena informasi yang diberikan tidak menyebutkan jangka waktu proyek, kita akan
mengasumsikan proyek ini berlangsung selama 5 tahun dengan kas masuk yang stabil
sebesar Rp 26.000.000 per tahun. Jadi, kita dapat menghitung NPV sebagai berikut:
NPV=∑t=1526.000.000(1+0,11675)t−200.000.000
Perhitungan per tahun (diskonto):
● Tahun 1: 26.000.000(1+0,11675)1=26.000.0001,11675=23.300.000
● Tahun 2: 26.000.000(1+0,11675)2=26.000.0001,245=20.900.000
● Tahun 3: 26.000.000(1+0,11675)3=26.000.0001,389=18.700.000
● Tahun 4: 26.000.000(1+0,11675)4=26.000.0001,552=16.700.000
16.700.000(1+0,11675)426.000.000=1,55226.000.000=16.700.000
● Tahun 5: 26.000.000(1+0,11675)5=26.000.0001,731=15.000.000
Sekarang, jumlahkan semua kas masuk yang didiskontokan untuk 5 tahun:
NPV=(23.300.000+20.900.000+18.700.000+16.700.000+15.000.000)−200.000.000
NPV=94.600.000−200.000.000
NPV=−105.400.000
Kesimpulan:
Berdasarkan perhitungan di atas, NPV = -Rp 105.400.000.
Karena NPV negatif, ini menunjukkan bahwa investasi ini tidak menguntungkan dan tidak
layak untuk diteruskan dengan kondisi yang ada. Sebaiknya perusahaan
mempertimbangkan ulang rencana investasi ini atau mencari cara untuk mengurangi biaya
atau meningkatkan kas masuk agar NPV menjadi positif.