0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan3 halaman

Pengantar Algoritma Pemrograman Tekstil

Pengertian dan pengantar algoritma

Diunggah oleh

Hadi Ajah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan3 halaman

Pengantar Algoritma Pemrograman Tekstil

Pengertian dan pengantar algoritma

Diunggah oleh

Hadi Ajah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

POLITEKNIK STTT BANDUNG

Versi : 1.0
PROGRAM DIPLOMA IV Tahun : 2020
PROGRAM STUDI TEKNIK TEKSTIL
Modul Praktikum
Pengantar Teknologi Informasi & Pemrograman

MODUL 1
PENGANTAR ALGORITMA

Objektif:
1. Mahasiswa dapat mengenal dan memahami algoritma.
2. Mahasiswa dapat memahami berbagai notasi algoritma
3. Mahasiswa mengerti konsep variabel dan tipe data dalam algoritma
4. Mahasiswa dapat memahami struktur runtunan (sequential)

1.1 Algoritma Pemrograman


Algoritma dalam kaitannya dengan pemrograman dapat kita definisikan sebagai urutan langkah
untuk menyelesaikan masalah matematika dan logika. Dengan pengertian itu dapat kita simpulkan
bahwa:
1. Algoritma adalah urutan langkah, artinya algoritma merupakan proses di dalam penyelesaian
masalah.
2. Algortima digunakan untuk menyelesaikan masalah matematika dan logika, sebab pemrograman
komputer pada dasarnya berkaitan dengan penyelesaian persoalan logika dan matematika.

1.2 Penulisan Algoritma


Instruksi algoritma dapat ditulis dalam dua cara, yaitu dengan teks dan diagram alir (flowchart).
Algoritma teks adalah algoritma yang dinyatakan dengan huruf dan angka. Algortima ini dikenal
dengan istilah pseudocode. Penulisan ini bersifat bebas (tidak baku), yang penting mudah dipahami
oleh pembacanya.
Berikut ini adalah contoh algoritma untuk menghitung dan menampilkan hasil penjumlahan dua
buah bilangan yang ditulis dengan teks secara umum.
Mulai
1. Baca bilangan a dan b
2. Hitung a ditambah b, simpan pada c
3. Tulis nilai c
Selesai
Jika penulisan algoritma diatas kita tulis dengan pendekatan pseudocode maka penulisannya
menjadi seperti berikut:
ALGORITMA Jumlah ----- {nama algoritma}
DEKLARASI ----- {bagian deklarasi}
a,b,c : integer
DESKRIPSI ----- {bagian isi algoritma}
Read(a,b)
c←a+b
Write(c)
Contoh dibawah ini adalah bentuk pseudocode untuk algoritma penentuan lulus atau tidak nya suatu
mata kuliah:
ALGORITMA Penentuan_Kelulusan
DEKLARASI
n : integer
h : string
DESKRIPSI
Read(n)
If n>60 then
h←”LULUS”
Else
h←”TIDAK LULUS”
Write(h)
Dibandingkan dengan teks, cara penulisan dengan diagram alir (flowchart) lebih mudah dipahami
pembaca tetapi penulisannya banyak menyita ruangan. Setengah halaman algoritma teks bisa jadi
harus ditulis dengan berlembar-lembar algoritma flowchart.

1.3 Variabel & Tipe Data


Di dalam algoritma kita menuliskan berbagai perintah operasi untuk memanipulasi data. Untuk
melakukan operasi itu diperlukan media penyimpanan untuk menampung data yang disebut dengan
variabel. Variabel ini hanya bisa menyimpan satu jenis tipe data saja, tidak bisa dicampur. Ingatlah:
Variabel = wadah/media penyimpanan data
Setiap variabel memiliki tipe data tertentu yang menunjukkan nilai yang bisa disimpan di dalam
variabel tersebut. Secara umum, ada lima tipe data yang perlu diketahui, yaitu:
Tipe Data Keterangan Contoh
Boolean Tipe data logika yang hanya benilai benar atau salah True dan False
Integer Tipe data bilangan bulat 1, 5, 100, 2500
Real Tipe data bilangan real (floating point) atau bilangan yang 0.67, 9.1, 203.5599
mengandung angka dibelakang koma
Char Tipe data karakter huruf dan simbol lainnya ‘a’, ‘X’, ‘&’
String Tipe data berupa gabungan karakter ‘Bandung’,
‘Politeknik STTT
Bandung’, ‘12345’
Tipe data harus dideklarasikan di awal algoritma, seperti contoh di bawah ini:
DEKLARASI
luas : real
nama : string

1.4 Struktur Runtunan (Sequential)


Pada dasarnya ada tiga struktur dasar algoritma yang akan digunakan. Semua algoritma yang akan
dibuat merupakan salah satu atau kombinasi dari ketiga struktur berikut ini:
1. Struktur runtunan
2. Struktur percabangan
3. Struktur perulangan
Di antara ketiga struktur dasar algoritma di atas, struktur runtunan merupakan struktur yang paling
sederhana. Struktur runtunan adalah struktur yang instruksinya dikerjakan satu demi satu
berdasarkan urutan perintahnya. Jika ada algoritma seperti berikut:
Perintah1
Perintah2
Perintah3
maka perintah yang dieksekusi atau dikerjakan mula-mula adalah Perintah1, diikuti kemudian
Perintah2 dan terakhir Perintah3.
Contoh algoritma menghitung luas lingkaran dengan masukan jari-jari lingkaran adalah sebagai
berikut:
ALGORITMA LuasLingkaran
DEKLARASI
jari2, luas : real
DESKRIPSI
Read(jari2)
luas←3.14*jari2*jari2
Write(luas)
Berdasarkan struktur pada algoritma di atas, maka perintah yang pertama kali dikerjakan adalah
Read(jari2), kemudian luas←3.14*jari2*jari2, dan diakhiri dengan Write(luas).

1.5 Flowchart
Berikut ini penjelasan terkait simbol-simbol flowchart yang akan kita gunakan, antara lain:
Simbol Nama Arti
Terminal (terminator) Awal dan akhir dari program

Input/Output (data) Membaca masukan (input) atau menampilkan


keluaran (output)
Simbol Nama Arti
Pengolahan data (process) Mengolah data melalui operasi aritmatika dan
logika

Pemilihan (decision) Menetapkan pilhan proses selanjutnya

Pengulangan (loop) Mengeksekusi perintah beberapa kali

Penghubung dalam halaman Menyambungkan proses yang terpisah dalam


yang sama (on-page reference) halaman yang sama

Penghubung antar halaman Menyambungkan proses yang terpisah pada


(off-page reference) halaman yang berbeda

Arus data (flow) Menunjukkan arah proses berikutnya

Subrutin (function/procedure) Kumpulan instruksi

Deklarasi variabel (variable) Mendeklarasikan variabel

Di bawah ini adalah bentuk flowchart untuk algoritma pada poin 1.2

Anda mungkin juga menyukai