0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan22 halaman

Rencana Drainase Kota Sukabumi 2024

Diunggah oleh

Sahabat Ngibung
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan22 halaman

Rencana Drainase Kota Sukabumi 2024

Diunggah oleh

Sahabat Ngibung
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS KELOMPOK DRAINASE

“DRAINASE KOTA SUKABUMI”


Dosen Pengampu : Ir. Hartono, M.T.

KELOMPOK 3 :

1. RAMLI ABDULRKHIM (2430175001)


2. M. ARIEL ABDILLAH (2230111004)
3. ARYA PERMANA (2230111014)
4. AIDA WULAN VIZIA. N (2230111026)
5. M. RIZAL AL AMIN (2230111032)
6. ARDYANSYAH RAMDHANI (2230111037)
7. SALWA NABILA NUR. R (2230111044)
8. NAADA MADYAN AULIA (2230111049)
9. RAFLY FATHUL YAQIN (2230111058)
10. ANANDITO GUNAWAN (2230111008)

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
TAHUN AJARAN 2024
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala, sehingga
kami dapat menyelesaikan Tugas Kelompok Mata Kuliah Drainase dari Lokasi yang sudah
ditentukan di awal yang berjudul “Laporan Perencanaan Drainase , Kota Sukabumi”.
Pada kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada:
a. Allah Subhanahu Wata’ala;
b. Bapak Ir. Hartono, M.T sebagai dosen pengampu mata kuliah Drainase yang selalu
membimbing kami;
c. Rekan-rekan dan pihak lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Laporan ini banyaknya berisi mengenai analisis dalam saluran drainase jalan …
sehingga didapatkan luaran berupa dimensi dari saluran drainase dan gambarnya.
Kami menyadari bahwa laporan yang kami susun masih banyak kekurangan dan jauh
dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun
demi laporan yang lebih baik.

Sukabumi, … November 2024

Tim Penyusun
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR NOTASI
A = Luas Daerah Pengaliran (Ha)

A = Luas Penampang basah saluran (𝑚2 )


b = Lebar Dasar Saluran (m)
C = Koef. Pengaliran

ck = Koef. Kurtosis

cs = Koef. Kemencengan

cs = Koef. Tampungan

cv = Koef. Variasi
D = Nilai Selisih dari Peluang Teoritis dan Peluang Pengamatan

Do = Nilai Kritis

DK = Derajat Kebebasan

Ej = Jumlah Nilai Teoritis pada Sub Kelompok i

F = Freboard
G = Jumlah Sub Kelompok

XT = Perkiraan Nilai yang diharapkan terjadi Periode Ulang T tahun

h = Tinggi Muka Air (m)


h = Tinggi Penampang Saluran (m)
I = Intensitas Curah Hujan selama Waktu Konsentrasi (mm/jam)
K = Jumlah Kelas

KT = Faktor Frekuensi

L = Panjang Lintasan Aliran di atas Permukaan Lahan (m)


M = Peringkat/Nomor Ranking
n = Jumlah Data
n = Angka Kekerasan Manning

Oj = Jumlah Nilai Pengamatanpada Sub Kelompok i

P = Banyak Parameter untuk Uji Chi-Square


P = Keliling Penampang Basah
P = Hujan Rerata Kawasan
P(X) = Peluang Pengamatan
P’(X) = Peluang Teoritis

Qeks = Debit Aliran pada saluran eksisting (𝑚3 /𝑑𝑒𝑡)

Qs = Debit Aliran pada Saluran (𝑚3 /𝑑𝑒𝑡)

Qr = Debit Aliran pada Saluran Rencana berdasarkan curah hujan (𝑚3 /𝑑𝑒𝑡)
R = Jari-Jari Hidrolis
R 24 = Curah Hujan Maksimum Harian (Selama 24 Jam)
S = Standar Deviasi
S = Kemiringan Dasar Saluran
Sn = Standar Deviasi dari Reduksi Variat (Reduced Standart Deviation)
t = Durasi Lama Hujan (Jam)

Tc = Waktu Konsentrasi (Jam)

Td = Waktu Aliran Air Mengalir di dalam Saluran dari Hulu hingga ke tempat

Pengukuran (Jam)
X = Nilai Rata-Rata Hitung Variat
S = Deviasi Standar Nilai Variat
V = Kecepatan Debit Aliran (m/det)

𝑋2 = Parameter chi-quadrat terhitung


x = Curah Hujan Rata-Rata (mm)
Xi = Curah Hujan Maximum (mm)

𝑋̅ = Nilai Rata-Rata Hitung (mm)

XT = Perkiraan Nilai yang terjadi pada Kala Ulang T Tahun

Xt = Besarnya Curah Hujan untuk T Tahun (mm)

YT = Besarnya Curah Hujan untuk t Tahun (mm)Perkiraan Nilai yang diharapkan

Terjadi dengan Periode Ulang T tahun

Yt = Besarnya Curah Hujan Rata-Rata untuk T Tahun (mm)

Yn = Reduce Mean Deviasi berdasarkan sampel n

µ = Nilai Rata-Rata Populasi


BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang

Sumber daya air di bumi ini harus dikelola dengan tepat agar dapat memenuhi kebutuhan
manusia dan juga agar tidak menimbulkan kerugian-kerugian. Pengelolaan yang tepat sangat
dibutuhkan agar kebutuhan air untuk berbagai kebutuhan di bumi ini dapat terpenuhi dengan
baik. Dengan perencanaan yang baik, jumlah air berlebih dari sisa presipitasi dapat
diperhitungkan sehingga tidak menimbulkan limpasan berlebihan yang dapat menimbulkan
banjir di permukaan. Maka dari itu perlu diperhatikannya fasilitas penunjang pengairan, agar
limpasan air yang berlebihan dapat diminimalisasi contoh fasilitasnya yaitu saluran drainase,
saluran drainase adalah salah satu bangunan pelengkap pada ruas jalan dalam memenuhi salah
satu persyaratan teknis prasarana jalan.

Saluran drainase merupakan komponen penting dalam infrastruktur perkotaan untuk


mengatur aliran air permukaan dan mencegah terjadinya genangan atau banjir. Di daerah
perkotaan, seperti Kota Sukabumi, pembangunan jalan dan bangunan menyebabkan
berkurangnya area resapan air, sehingga air hujan tidak dapat diserap dengan optimal oleh
tanah. Hal ini memerlukan sistem drainase yang efektif untuk mengalirkan air hujan secara
cepat ke saluran pembuangan atau sungai terdekat.

Jalan Siliwangi hingga Jalan Raya Sukabumi-Cisaat adalah salah satu area yang memiliki
lalu lintas padat dan merupakan rute utama yang menghubungkan beberapa wilayah di Kota
Sukabumi. Namun, kawasan ini sering mengalami permasalahan drainase, terutama saat
musim hujan. Genangan air yang terjadi di beberapa titik tidak hanya mengganggu aktivitas
pengguna jalan tetapi juga berpotensi merusak infrastruktur jalan dan menyebabkan
kerugian ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan perancangan sistem drainase
yang memadai untuk memastikan keberlanjutan infrastruktur serta kenyamanan dan
keselamatan masyarakat.

I.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai
berikut:

1. Bagaimana kondisi saluran drainase di Jalan Siliwangi hingga Jalan Raya Sukabumi-
Cisaat?
2. Apa ada faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya genangan air di sepanjang jalur
tersebut?
3. Bagaimana desain atau rancangan sistem drainase yang efektif dan sesuai untuk
mengatasi masalah genangan di kawasan tersebut?

I.3 Batasan Masalah


Agar penelitian ini lebih terarah, maka terdapat beberapa batasan masalah sebagai berikut:

1. Lokasi kajian hanya mencakup sistem drainase di sepanjang Jalan Siliwangi hingga
Jalan Raya Sukabumi-Cisaat di Kota Sukabumi.
2. Analisis dilakukan pada kondisi saluran drainase tanpa mempertimbangkan perubahan
tata ruang di masa depan.
3. Penelitian difokuskan pada pengelolaan air hujan dan upaya pengendalian genangan
yang terjadi di sepanjang jalur penelitian.

I.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi dan menganalisis kondisi saluran drainase di sepanjang Jalan


Siliwangi hingga Jalan Raya Sukabumi-Cisaat.
2. Mengetahui adanya faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya permasalahan drainase
di kawasan tersebut.
3. Menyusun rancangan atau rekomendasi perbaikan saluran drainase yang efektif dan
berkelanjutan untuk mengurangi risiko genangan air di sepanjang jalur tersebut.

I.5 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Memberikan informasi dan data yang dapat digunakan oleh pihak terkait, khususnya
pemerintah daerah, dalam merencanakan perbaikan sistem drainase di Jalan Siliwangi
hingga Jalan Raya Sukabumi-Cisaat.
2. Memberikan solusi perancangan drainase yang tepat untuk mengurangi permasalahan
genangan di kawasan tersebut, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan
keselamatan pengguna jalan.
3. Menjadi referensi bagi studi atau penelitian selanjutnya yang terkait dengan
perancangan dan evaluasi sistem drainase perkotaan.

I.6 Lokasi Penelitian

Gambar I.1 Lokasi tinjauan berada di Jalan Siliwangi-Jalan Raya Sukabumi,Cisaat


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

1. Drainase
Drainase adalah suatu sistem atau metode yang dirancang untuk
mengalirkan, mengalihkan, atau membuang kelebihan air dari suatu area, baik
itu air hujan, limpasan permukaan, maupun air tanah. Tujuan utama sistem
drainase adalah mencegah terjadinya genangan atau banjir yang dapat
mengganggu aktivitas manusia dan merusak infrastruktur.

Fungsi drainase meliputi:


• Mengendalikan aliran air permukaan.
• Mencegah erosi dan degradasi tanah.
• Menurunkan muka air tanah di daerah tertentu.
• Sistem drainase dapat berupa sistem alami (sungai, rawa) atau buatan
(saluran beton, gorong-gorong).
2. Sistem Jaringan Drainase

Sistem jaringan drainase adalah struktur terintegrasi yang mencakup


berbagai komponen untuk mengatur dan mengalirkan air dari suatu kawasan.
Elemen-elemen utama sistem jaringan drainase meliputi:

• Saluran Primer: Saluran utama yang menerima limpasan air dari seluruh
area.
• Saluran Sekunder: Saluran yang menghubungkan area lokal dengan
saluran primer.
• Saluran Tersier: Saluran kecil yang menerima air dari area perumahan
atau komersial.

Jenis sistem jaringan drainase:

• Sistem Drainase Terbuka: Menggunakan saluran terbuka untuk


mengalirkan air.
• Sistem Drainase Tertutup: Menggunakan pipa atau gorong-gorong
bawah tanah.

Desain jaringan drainase mempertimbangkan kapasitas saluran,


intensitas curah hujan, dan topografi wilayah.

3. Banjir

Banjir adalah keadaan di mana air meluap dari saluran air atau
melampaui kapasitas saluran drainase, sehingga menggenangi wilayah yang
biasanya kering. Penyebab utama banjir meliputi:
• Intensitas hujan yang tinggi.
• Saluran drainase yang tidak memadai atau tersumbat.
• Perubahan tata guna lahan yang mengurangi infiltrasi air ke dalam tanah.
• Kerusakan ekosistem alami seperti hutan dan daerah resapan air.

Jenis banjir meliputi:

• Banjir Bandang: Terjadi dengan cepat akibat hujan deras dalam waktu
singkat.
• Banjir Genangan: Terjadi di daerah datar akibat drainase yang buruk.
• Banjir Pasang: Disebabkan oleh kenaikan air laut ke daratan.

4. Aspek Hidrologi
Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari pergerakan, distribusi, dan
kualitas air di bumi. Aspek hidrologi dalam sistem drainase mencakup:

• Curah Hujan: Volume air hujan yang jatuh di suatu area dalam periode
tertentu.
• Infiltrasi: Proses penyerapan air ke dalam tanah.
• Limpasan Permukaan (Runoff): Air yang mengalir di permukaan tanah
menuju saluran air.
• Evapotranspirasi: Proses penguapan air dari permukaan tanah dan
tanaman.
Analisis hidrologi digunakan untuk menghitung debit limpasan, yang
merupakan dasar dalam perancangan saluran drainase.
5. Sistem Hidrologi
Sistem hidrologi adalah sistem yang mengatur siklus air mulai dari
evaporasi, kondensasi, presipitasi, hingga infiltrasi. Komponen utama sistem
hidrologi meliputi:

• Sumber Air: Laut, sungai, danau, dan air tanah.


• Transportasi: Pergerakan air melalui aliran sungai, saluran drainase,
dan atmosfer.
• Simpanan Air: Daerah resapan, waduk, dan akuifer.
Dalam konteks perencanaan drainase, sistem hidrologi membantu
memahami pola aliran air untuk mencegah genangan atau banjir. Pemodelan
sistem hidrologi menggunakan parameter seperti debit aliran, intensitas hujan,
dan kapasitas infiltrasi tanah.
6. Metode Peneilitian
• Teknik Pengumpulan Data

Di bagian ini pengumpulan data dilakukan dengan hasil dan validitas


dari penelitian dan pengamatan. Berikut beberapa metode penelitian
berdasarkan Teknik pengumpulan data :

➢ Data Primer
Data yang diambil langsung dilapangan dengan mengobservasi,ataupun
dokumentasi dsb. Dan data yang diambil diantaranya seperti ukuran
penampang, kemiringan saluran dsb.
➢ Data Sekunder
Data yang diambil ini diambil dari data-data yang sudah ada seperti dari google
earth dan dokumentasi infrastruktur, data curah hujan dan hidrologi, laporan
banjir, dsb.
• Teknik Analisa Data
Seperti yang sudah disebutkan pada data sekunder sebelumnya Teknik
ini juga mengambil data dari Analisa hidrologi sebagai berikut :
Dalam Analisa hidrologi ini bertujuan untuk memahami pola dan perilaku
aliran air, curah hujan, debit Sungai, limpasan permukaan, dan fenomena
yang terkait lainnya :
➢ Menyiapkan data-data curah hujan tahunan, data hidrogaf, data
topogafi.
➢ Menganalisis frekuensi curah hujan, frekuensi intensitas durasi
➢ Menentukan nilai koefisien dan luasan daerah pengaliran
➢ Menghitung debit banjir, dan penggunaan hidrograf satuan
➢ Analisa hidrograf aliran. Penentuan waktu konsentrasi, model
hidrologi
➢ Evaluasi data dan model yang dibuat
➢ Interpretasi dari hasil analisis dan penyusunan laporannya.
BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Kondisi Kawasan Sekitar

3.2 Analisa Data Hidrologi

Analisa data hidrologi ini bertujuan untuk memahami karakteristik air dalam
suatu wilayah seperti curah hujan, debit aliran, dan fenomena banjir. Analisis ini
penting untuk perencanaan infrastruktur air, manajemen banjir, dan pemahaman siklus
hidrologi di daerah tangkapan airnya. Data yang digunakan diperoleh dari …

Penetuan curah hujan menggunakan metode aritmatika dan aljabar. Yang


dimana metode ini merupakan salah satu metode yang paling sederhana untuk
menghitung hujan rerata pada suatu daerah. Pengukuran dilakukan di beberapa tempat
dalam waktu yang bersamaan lalu dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah stasiun.

Dari hasil perhitungan rerata hujan dikawasan Siliwangi-Raya Sukabumi


dengam metode aritmatika aljabar didapatkan curah hujan rata-rata daerah yaitu,
102.465

Tabel 3. .. Curah Hujan maksimum dari tahun 2000-2019.

Tahun
No Xi Xi-X (Xi-X)² (Xi-X)³ (Xi-X)⁴
Pengamatan
1 2013 196 196 38416 7529536 1475789056
2 2012 177.5 177.5 31506.25 5592359.375 992643789.1
3 2011 165 165 27225 4492125 741200625
4 2006 142 142 20164 2863288 406586896
5 2014 139.5 139.5 19460.25 2714704.875 378701330.1
6 2008 120 120 14400 1728000 207360000
7 2004 97 97 9409 912673 88529281
8 2003 93 93 8649 804357 74805201
9 2009 93 93 8649 804357 74805201
10 2016 87.2 87.2 7603.84 663054.848 57818382.75
11 2018 85.6 85.6 7327.36 627222.016 53690204.57
12 2017 84 84 7056 592704 49787136
13 2005 83 83 6889 571787 47458321
14 2001 82 82 6724 551368 45212176
15 2015 79 79 6241 493039 38950081
16 2019 73 73 5329 389017 28398241
17 2010 71.5 71.5 5112.25 365525.875 26135100.06
18 2007 65 65 4225 274625 17850625
19 2002 60 60 3600 216000 12960000
20 2000 56 56 3136 175616 9834496
Jumlah 2049.3 241121.95 32361358.99 4828516143

Penentuan pemilihan jenis sebaran distribusi curah hujan wilayahnya.

Dari Hasil Perhitungan diperoleh :


n = 20
Rata-rata = 102.465
Sx = 40.4842 Standar Deviasi
Cv = 0.3951 Koefisien Variasi
Cs = 28.5216 Koefisien Kemencengan
Ck = 123.668

1) Pemilihan jenis sebaran


Dari data analisis frekuensi curah hujan yang telah dihitug maka ditentukan jenis
distribusi curah hujan yang digunakan.

Grafik Curah Hujan Maksimum


300
270
240
210
180
150
120
90
60
30
0
2 5 10 20 25 50 100

Log Normal Normal Log Pearson Type III Gumbel

Gambar 3.2 Grafik Curah Hujan Harian Maksimum

3.3 Analisis Frekuensi Hujan Rencana

untuk menentukan besarnya hujan rencana yang akan terjadi di DAS siliwangi-Raya
sukabumi, maka terlebih dahulu di cari kemungkinan curah hujan harian maksimum.
Metode yang digunakan dalah perhitungan curah hujan maksimum ini adalah metode
Gumbel, Log Normal, metode Normal, Log Pearson Type 3. Penentuan nilai parameter
moment diperlukan sebagai dasar penentuan hujan rencana.

Tabel 3.3.1 Data Curah Hujan Maksimum rerataan 2000-2019

Tahun
No Xi Xi-X (Xi-X)² (Xi-X)³ (Xi-X)⁴
Pengamatan
1 2013 196 196 38416 7529536 1475789056
2 2012 177.5 177.5 31506.25 5592359.375 992643789.1
3 2011 165 165 27225 4492125 741200625
4 2006 142 142 20164 2863288 406586896
5 2014 139.5 139.5 19460.25 2714704.875 378701330.1
6 2008 120 120 14400 1728000 207360000
7 2004 97 97 9409 912673 88529281
8 2003 93 93 8649 804357 74805201
9 2009 93 93 8649 804357 74805201
10 2016 87.2 87.2 7603.84 663054.848 57818382.75
11 2018 85.6 85.6 7327.36 627222.016 53690204.57
12 2017 84 84 7056 592704 49787136
13 2005 83 83 6889 571787 47458321
14 2001 82 82 6724 551368 45212176
15 2015 79 79 6241 493039 38950081
16 2019 73 73 5329 389017 28398241
17 2010 71.5 71.5 5112.25 365525.875 26135100.06
18 2007 65 65 4225 274625 17850625
19 2002 60 60 3600 216000 12960000
20 2000 56 56 3136 175616 9834496
Jumlah 2049.3 241121.95 32361358.99 4828516143

1. Metode Gumbel
Tabel 3.3.2 Analisis Curah Hujan Gumbel

Tahun
No Xi Xi-X (Xi-X)²
Pengamatan
1 2013 196 196 38416
2 2012 177.5 177.5 31506.25
3 2011 165 165 27225
4 2006 142 142 20164
5 2014 139.5 139.5 19460.25
6 2008 120 120 14400
7 2004 97 97 9409
8 2003 93 93 8649
9 2009 93 93 8649
10 2016 87.2 87.2 7603.84
11 2018 85.6 85.6 7327.36
12 2017 84 84 7056
13 2005 83 83 6889
14 2001 82 82 6724
15 2015 79 79 6241
16 2019 73 73 5329
17 2010 71.5 71.5 5112.25
18 2007 65 65 4225
19 2002 60 60 3600
20 2000 56 56 3136
Jumlah 2049.3 241121.95

Dari Hasil Perhitungan diperoleh :


n 20
Rata-rata 102.465
Sx 40.48419152
Sn 1.0628
Yn 0.5236

Tabel 3.3.3 Hasil Analisa Curah Hujan denganMetode Gumbel

[Link] (Tahun) Yt K Rmax (mm)

2 0.3665 -0.1478 96.4807


5 1.4999 0.9186 139.6542
10 2.2502 1.6246 168.2347
20 2.9606 2.2930 195.2952
25 3.1985 2.5168 204.3573
50 3.9019 3.1787 231.1512
100 4.6001 3.8356 257.7471

2. Metode Log Normal


Tabel 3.3.4 Analisis Curah Hujan dengan metode Log Normal

Tahun
N
Pengamata Xi Log Xi - Log (Log Xi - Log (Log Xi - Log
o
n Log Xi X X)² X)³
1 2013 196 2.29226 0.31009 0.09615 0.02982
177.
2 2012 5 2.24920 0.26703 0.07130 0.01904
3 2011 165 2.21748 0.23531 0.05537 0.01303
4 2006 142 2.15229 0.17012 0.02894 0.00492
139.
5 2014 5 2.14457 0.16240 0.02638 0.00428
6 2008 120 2.07918 0.09701 0.00941 0.00091
7 2004 97 1.98677 0.00460 0.00002 0.00000
8 2003 93 1.96848 -0.01369 0.00019 0.00000
9 2009 93 1.96848 -0.01369 0.00019 0.00000
10 2016 87.2 1.94052 -0.04165 0.00173 -0.00007
11 2018 85.6 1.93247 -0.04970 0.00247 -0.00012
12 2017 84 1.92428 -0.05789 0.00335 -0.00019
13 2005 83 1.91908 -0.06309 0.00398 -0.00025
14 2001 82 1.91381 -0.06836 0.00467 -0.00032
15 2015 79 1.89763 -0.08454 0.00715 -0.00060
16 2019 73 1.86332 -0.11885 0.01412 -0.00168
17 2010 71.5 1.85431 -0.12786 0.01635 -0.00209
18 2007 65 1.81291 -0.16926 0.02865 -0.00485
19 2002 60 1.77815 -0.20402 0.04162 -0.00849
20 2000 56 1.74819 -0.23398 0.05475 -0.01281
39.6433
Jumlah 9 0.00000 0.46680 0.04052

Jumlah Data 20
Rata - rata (LogX) 1.982169496
Standar Deviasi 0.156743531
Koefisien Kepe 0.055555556

Tabel 3.3.5 Analisa Hasil Curah Hujan dengan Metode Log Normal Kala
Ulang

No Kala Ulang Log X rt K S Xt

1 2 1.9822 0.00 0.1567 95.9775


2 5 1.9822 0.84 0.1567 129.9673
3 10 1.9822 1.28 0.1567 152.3355
4 20 1.9822 1.64 0.1567 173.4718
5 25 1.9822 1.75 0.1567 180.4973
6 50 1.9822 2.05 0.1567 201.1378
7 100 1.9822 2.33 0.1567 222.5266
3. Metode Normal
Tabel 3.3.5 Analisis Curah Hujan Metode Normal

Tahun
No Xi Xi-X (Xi-X)²
Pengamatan
1 2013 196 93.535 8748.796225
2 2012 177.5 75.035 5630.251225
3 2011 165 62.535 3910.626225
4 2006 142 39.535 1563.016225
5 2014 139.5 37.035 1371.591225
6 2008 120 17.535 307.476225
7 2004 97 -5.465 29.866225
8 2003 93 -9.465 89.586225
9 2009 93 -9.465 89.586225
10 2016 87.2 -15.265 233.020225
11 2018 85.6 -16.865 284.428225
12 2017 84 -18.465 340.956225
13 2005 83 -19.465 378.886225
14 2001 82 -20.465 418.816225
15 2015 79 -23.465 550.606225
16 2019 73 -29.465 868.186225
17 2010 71.5 -30.965 958.831225
18 2007 65 -37.465 1403.626225
19 2002 60 -42.465 1803.276225
20 2000 56 -46.465 2158.996225
Jumlah 2049.3 -1.99E-13 31140.4255

n = 20
Rata-rata = 102.465
Sx = 40.4841915
Sn = 1.0628
Yn = 0.5236

Tabel 3.3.6 Analisis Hasil Curah Hujan dengan Metode Normal

[Link] (Tahun) K Sx Rmax (mm)

2 0.00 40.4841915 102.465


5 0.84 40.4841915 136.471721
10 1.28 40.4841915 154.284765
20 1.64 40.4841915 168.859074
25 1.75 40.4841915 173.312335
50 2.05 40.4841915 185.457593
100 2.33 40.4841915 196.793166

4. Metode Log Pearson Type III


Tabel 3.3.7 Analisa Curah Hujan Dengan Metode Log Pearson Type III

Tahun
N Log Xi - Log (Log Xi - Log (Log Xi - Log
Pengamata Xi Log Xi
o X X)² X)³
n
1 2013 196 2.29226 0.31009 0.09615 0.02982
2 2012 177.5 2.24920 0.26703 0.07130 0.01904
3 2011 165 2.21748 0.23531 0.05537 0.01303
4 2006 142 2.15229 0.17012 0.02894 0.00492
5 2014 139.5 2.14457 0.16240 0.02638 0.00428
6 2008 120 2.07918 0.09701 0.00941 0.00091
7 2004 97 1.98677 0.00460 0.00002 0.00000
8 2003 93 1.96848 -0.01369 0.00019 0.00000
9 2009 93 1.96848 -0.01369 0.00019 0.00000
10 2016 87.2 1.94052 -0.04165 0.00173 -0.00007
11 2018 85.6 1.93247 -0.04970 0.00247 -0.00012
12 2017 84 1.92428 -0.05789 0.00335 -0.00019
13 2005 83 1.91908 -0.06309 0.00398 -0.00025
14 2001 82 1.91381 -0.06836 0.00467 -0.00032
15 2015 79 1.89763 -0.08454 0.00715 -0.00060
16 2019 73 1.86332 -0.11885 0.01412 -0.00168
17 2010 71.5 1.85431 -0.12786 0.01635 -0.00209
18 2007 65 1.81291 -0.16926 0.02865 -0.00485
19 2002 60 1.77815 -0.20402 0.04162 -0.00849
20 2000 56 1.74819 -0.23398 0.05475 -0.01281
2049. 39.6433
Jumlah 3 9 0.00000 0.46680 0.04052

n = 20

Rata-rata (Log Xi) = 1.9821695


Sx = 0.15674353
Cs = 0.00510578
Tabel 3.3.8 Analisa Hasil Curah Hujan dengan Metode Log Pearson Type III

No Kala Ulang G GxS Log X Xt

1 2 -0.017 -0.0027 1.9795 95.3904


2 5 0.836 0.1310 2.1132 129.7798
3 10 1.292 0.2025 2.1847 152.9967
4 20 1.7028 0.2669 2.2491 177.4485
5 25 1.785 0.2798 2.2620 182.7918
6 50 2.107 0.3303 2.3124 205.3185
7 100 2.400 0.3762 2.3584 228.2201

3.4 Waktu Konsentrasi

Waktu konsentrasi adalah waktu yang dibutuhkan bagi tetes air hujan dari titik
terjauh di daerah tangkapan air untuk mencapai titik aliran keluar. Waktu konsentrasi
sangat penting karena menentukan waktu puncak aliran air, yang berguna untuk
menghitung debit puncak dan merencanakan kapasitas sistem drainase.

3.5 Intensitas Curah Hujan

3.6 Analisis Debit Banjir

➢ Koefisien Pengaliran
Koefisien pengaliran adalah angka yang menunjukkan presentase hujan yang
berubah menjadi aliran permukaan setelah memperhitungkan infiltrasi,
evaporasi, dan factor lainnya.
➢ Debit Banjir
Debit bajir adalah debit maksimum yang terjadi dalam suatu periode waktu
tertentu saat terjadi hujan deras. Debit banjir digunakan dalam perancangan dan
evaluasi infrastruktur drainase.
➢ Debit Aktual
Debit aktual adalah debit aliran yang terukur dan teramati di suatu Sungai atau
saluran drainase pada waktu tertentu. Debit aktual dapat bervariasi tergantung
kondisi cuaca, curah hujan, dan Tingkat air tanah.
BAB IV
PENUTUP
1. Kesimpulan
2. Saran

DAFTAR PUSTAKA

Anda mungkin juga menyukai