Rencana Keselamatan Konstruksi RKK Papua
Rencana Keselamatan Konstruksi RKK Papua
DISUSUN OLEH:
………………………………………………………
(Nama penyedia jasa)
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI 9RKK) PENGAWASAN/MK
Pekerjaan : Pengembangan Sisi Darat
No. Dok : Tanggal diterbitkan : Halaman :
No. Revisi : Paraf :
LEMBAR PENGESAHAN
ttd Ttd
c. Pengetahuan baru tentang produk dan pengaruhnya terhadap kesehatan dan keselamatan;
Keinginan : Keinginan:
- Penambahan Personil - Tidak mengganggu
diharapkan penerapan aktifitas
Struktur organisasi SMKK lebih efektif;
Struktur
2. Keselamatan Konstruksi Penambahan personil Kinerja Internal Strength
Organisasi Harapan Harapan:
dalam pekerjaan
- tidak terjadi kecelakaan - metode kerja aman
& penyakit akibat kerja terhadap lingkungan
AGUSTINA IMBIRI ST
DIREKTRIS
PAKTA KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI
dalam rangka pengadaan PENGEMBANGAN SISI DARAT pada Kelompok Kerja Pemilihan Penyedia Barang/Jasa Paket Pekerjaan
Satuan Kerja Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III Kepi Pada Biro Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Barang
Milik Negara Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi
terciptanya Zero Accident, dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi:
AGUSTINA IMBIRI ST
DIREKTRIS
KEBIJAKAN KESELAMATAN KONSTRUKSI
CV. AY KONSTRUKSI
AGUSTINA IMBIRI ST
DIREKTRIS
B. Perencanaan keselamatan konstruksi
B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang
Risiko yang dimaksud adalah Risiko Keselamatan Konstruksi untuk menentukan kebutuhan Ahli K3 Konstruksi dan/atau Petugas Kese lamatan Konstruksi, tidak untuk menentukan kompleksitas atau segmentasi pasar Jasa Konstruksi. IBPRP memuat hal-hal
terkait pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan disetujui oleh Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Tahapan aktivitas dalam IBPRP sesuai dengan pekerjaan rutin (sesuai dengan Work Breakdown
Structure) dan pekerjaan non-rutin (pekerjaan yang tidak terdapat pada Work Breakdown Structure).
Pekerja
Mengalami
a. Terperosok a. UU No. 1 Thn 1970
cedera ringan Memperhatikan rambu-rambu
Tentang K3, UU No 13 kerja, Menggunakan APD
hingga berat Thn
2003 Tentang Standar SNI, Bekerja sesuai
1 Pekerjaan Persiapan Mencelakai 2 2 4 Sedang ADMINISTRATIF N/A N/A N/A N/A
Ketenagakerjaan, dan UU dengan Metode Pelaksanaan,
pekerja,
Nomor 2 Thn 2017 dan Menjalankan Instruksi
b. Kerusakan
b. Tertimpa Pagar Kerja dengan Baik
alat, dan Tentang Jasa Konstruksi
sarana
lainnya
Pekerja
Mengalami
a. Terperosok dalam lubang a. UU No. 1 Thn 1970
cedera ringan Memperhatikan rambu-rambu
hingga berat Tentang K3, UU No 13
kerja, Menggunakan APD
Thn 2003 Tentang
2 Pekerjaan Tanah Standar SNI, Bekerja sesuai 3 3 9 Kecil ADMINISTRATIF N/A N/A N/A N/A
Pekerja Ketenagakerjaan, dan
dengan Metode Pelaksanaan,
Mengalami UU Nomor 2 Thn 2017
b. Tertimbun tanah b. dan Menjalankan Instruksi
cedera ringan Tentang Jasa Konstruksi
Kerja dengan Baik
hingga berat
Deskripsi Resiko Penilaian Tingkat Resiko Penilaian Tingkat Resiko
Persyaratan Kemun Kepar Nilai Tingkat Pengendalian Kemun Kepar Nilai Tingka
No Identifikasi Bahaya ( Jenis Bahaya ( Pengendalian Awal Keteranga
Uraian Pekerjaan Pemenuhan g a Resik Resik Lanjutan g a Resik t n
Skenario Tipe
Peraturan kinan han o ( F X o ( kinan han o ( F X Resik
Bahaya) Kecelakaan
(F) (A) A) TR ) (F) (A) A) o (
TR )
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
Pekerja
Mengalami
a. Terperosok dalam lubang a.
cedera ringan
hingga berat
terjatuh dari
e.
ketinggian
Pekerja
Pekerja jatuh dari mengalami
tempat a.
a. cedera ringan
ketinggian hingga berat
Mekanikal Elektrikal Plumbing a. Terkena sengatan listrik a. Pekerja UU No. 1 Thn 1970 Memperhatikan rambu-rambu
6 4 4 16 Besar ADMINISTRATI N/A N/A N/A N/A
(MEP) b. Tertimpa material b. Pekerja Tentang K3, UU No 13 kerja, Menggunakan APD Standar
F
Thn
Keterangan :
1. PPK mengisi kolom 1, 2 dan 3. Dibuat Oleh,
2. PPK mengisi kolom “uraian pekerjaan” dan “identifikasi bahaya” berdasarkan tahapan pekerjaan.
3. Kolom “uraian pekerjaan” dan “identifikasi bahaya” yang diisi oleh PPK berdasarkan tahapan
pekerjaan, dimana penyedia jasa dapat menambahkan uraian pekerjaan dan identifikasi bahaya
dari yang sudah dicantumkan oleh PPK berdasarkan analisis Ahli K3 Konstruksi dan/atau
Petugas
4. Kolom 12, 13, 14, 15, dan 16, diisi berdasarkan kondisi pengendalian di lapangan atas dasar AGUSTINA IMBIRI ST
penilaian Ahli K3 Konstruksi dan/atau Petugas Keselamatan Konstruksi, apabila dinilai tidak ada DIREKTRIS
yang diisikan, maka dapat ditulis "tidak ada" atau "n/a".
Tabel B-3 Penjelasan Tabel Format IBPRP
Tingkat
Deskripsi Definisi
Kekerapan
Skala Konsekuensi
Tingkat Keselamatan
Keparaha Lingkungan
Manusia (Pekerja &
n Peralatan Material
Masyarakat)
5 Timbulnya fatality lebih dari 1 Terdapat peralatan Material rusak dan perlu Menimbulkan pencemaran
orang meninggal dunia; Atau utama yang rusak total mendatangkan material udara /air /tanah /suara yang
Lebih dari 1 orang cacat tetap lebih dari satu dan baru yang membutuhkan mengakibatkan keluhan dari
mengakibatkan pekerjaan waktu lebih dari 1 minggu pihak masyarakat;atau
berhenti dan
selama lebih dari 1 mengakibatkan Terjadi kerusakan lingkungan
minggu pekerjaan berhenti di Taman Nasional yang
berhubungan dengan flora dan
fauna;atau
4 Timbulnya fatality 1 orang yang rusak total dan mendatangkan material namun tidak adanya keluhan
meninggal dunia; atau 1 mengakibatkan baru yang membutuhkan dari pihak masyarakat;atau
orang cacat tetap pekerjaan berhenti waktu 1 minggu dan
Terjadi kerusakan lingkungan
selama 1 minggu mengakibatkan
yang berhubungan dengan
pekerjaan berhenti
flora dan fauna;atau
3 Terdapat insiden yang Terdapat lebih dari satu Material rusak dan perlu Menimbulkan pencemaran
mengakibatkan lebih dari 1 peralatan yang rusak dan mendatangkan material udara/air/tanah /suara yang
pekerja dengan penanganan memerlukan perbaikan baru yang membutuhkan mempengaruhi lingkungan
perawatan medis rawat inap, dan mengakibatkan waktu lebih dari 1 kerja;atau
kehilangan waktu kerja pekerjaan berhenti minggu dan tidak
selama kurang dari tujuh mengakibatkan Terjadi kerusakan lingkungan
hari pekerjaan berhenti yang berhubungan dengan
tumbuhan di lingkungan
kerja;atau
1 Terdapat insiden yang Terdapat satu peralatan Tidak mengakibatkan Tidak mengakibatkan
penanganannya hanya melalui yang rusak, memerlukan kerusakan material gangguan lingkungan
P3K, tidak kehilangan waktu perbaikan dan
kerja mengakibatkan
pekerjaan berhenti
selama kurang dari 1
hari
Keparahan Keterangan
Kekerapan 1 2 3 4 5 1-4 : Tingkat risiko kecil
1 1 2 3 4 5 5 - 12 : Tingkat risiko sedang
2 2 4 6 8 10 15 - 25 : Tingkat risiko besar
3 3 6 9 12 15 * Risiko yang dimaksud adalah Risiko Keselamatan Konstruksi untuk
4 4 8 12 16 20 menentukan kebutuhan Ahli K3 Konstruksi dan/atau Petugas
Keselamatan Konstruksi, tidak untuk menentukan kompleksitas atau
5 5 10 15 20 25
segmentasi pasar Jasa Konstruksi.
B.2. Rencana tindakan (sasaran & program) TABEL SASARAN KHUSUS DAN PROGRAM KHUSU
Lokasi : Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kepi Kabupaten Mappi Propinsi Papua Selatan
Tanggal dibuat : Jayapura, 02 Januari 2024
Sasaran Program
Pengendalian Risiko
No (Sesuai Kolom Tabel 6 Jadwal Bentuk Penanggung
Uraian Tolak ukur Uraian Kegiatan Sumber Daya Indikator Pencapaian
IBPRP) Pelaksanaan Monitoring Jawab
Sasaran Program
Pengendalian Risiko
No (Sesuai Kolom Tabel 6 Jadwal Bentuk Penanggung
Uraian Tolak ukur Uraian Kegiatan Sumber Daya Indikator Pencapaian
IBPRP) Pelaksanaan Monitoring Jawab
Sehat, Tidak terjadi Komunikasi Verbal &
Cek Kelaikan Operasi
Memperhatikan rambu- Mencegah Cidera Perubahan pada Struktur Check List, Gambar Diterimanya tenaga, bahan
Peralatan, Informasi Sesuai Jangka Waktu
rambu kerja, Menggunakan berulang, Tersedianya Tubuh /Luka/cacat, Setiap disetujui oleh dan peralatan dilokasi kerja,
Material / Bahan, Pelaksanaan Direktur, Tenaga
APD Standar SNI, Bekerja Instruksi Kerja / tahapan kerja dilaksanakan Enggineer, Disetujui oleh Ahli Teknik
Perhitungan Biaya Pekerjaan yang Ahli K3, Pelaksana,
4 sesuai dengan Metode Tersedia Metodenya / sesuai standar kesehatan Pekerjaan Aristektur Pengecekan terkait, Pelaksanaan
SMKK, Kompetensi disepakati dan Masa Pengawas ,
Pelaksanaan, dan Seluruh Lokasi diberikan yang berlaku, Lulus Test & Lapangan disertai dilapangan terlaksana sesuai
Personel, Kepedulian Pemeliharaan Purchasing/Logistik
Menjalankan Instruksi Kerja rambu peringatan dan Paham mengenai system Denah / Gambar gambar rencana dan
Keselamatan Konstruksi, Berlangsung.
dengan Baik barikade sesuai standard Keselamatan Kerja Lokasi, Disesuaikan pencapaian zerro Accident
Komunikasi Yang bai
Konstruksi, dengan SOP.
100 % Sesuai Standar
Dibuat Oleh,
AGUSTINA IMBIRI ST
DIREKTRIS
B.3. Standar dan peraturan perundangan
Undang - Undang
1. Undang - undang Uap tahun 1930 ( Stoom Ordonnantie )
2. Undang - undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
3. Undang - undang Republik Indonesia No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
4. UU No. 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi
Peraturan Pemerintah
1. Peraturan Uap tahun 1930 Stoom Ordonnantie )
2. Peraturan Pemerintah No 7 tahun 1973 tentang Pengawasan Atas Peredaran,Penyimpanan dan Peredaran Pestisida
3. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1973 Tentang Pengaturan dan Pengawasan Keselamatan Kerja di Bidang
Pertambangan
4. Peraturan Pemerintah No 11 Tahun 1979 tentang Keselamat Kerja Pada Pemurnian dan Pengolahan Minyak dan Gas Bumi
5. Peraturan Pemerintah No. 88 tahun 2019 tentang kesehatan Kerja
6. Peraturan Pemerintan No. 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan SMK3
Peraturan Menteri
1. Peraturan Menteri Tenaga Kerja, Transkop Nomor : PER.01/MEN1976 Tentang Kewajiban Latihan Hiperkes Bagi
Dokter Perusahaan
2. Peraturan Meteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. No. Per.01/MEN/1978 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja
dalam Pengangkutan dan Penebang Kayu
3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. No. Per.03/MEN/1978 Tentang Penunjukan dan Wewenang, serta
Kewajiban Pegawai Pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dan Ahli Keselamatan Kerja
4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.: Per.01/MEN/1979 Tentang Kewajiban Latihan Hygiene
Perusahaan Kesehatan dan Keselamatn Kerja Bagi Tenaga Para Medis Perusahaan
5. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. No. Per.01/MEN/1980 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Konstruksi Bangunan
6. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.02/MEN/1980 Tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja
Dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja
7. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. No. Per.04/MEN/1980 Tentang Syarat - Syarat Pemasangan dan
Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan
8. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.01/MEN/1981 Tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat
Kerja
9. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi [Link]. Per.01/MEN/1982 Tentang Benjana Tekanan
10. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi [Link]. Per.02/MEN/1982 Tentang Kwalifikasi Juru Las
11. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.03/MEN/1982 Tentang Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja
12. Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Per.02/MEN/1983 Tentang Instalasi Alarm Kebakaran Automatik
13. Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I No. Per.03/MEN.1985 Tentang Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pemakaian Asbes
14. Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I No. Per.04/MEN/1985 Tentang Pesawat Tenaga dan Produksi
15. Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I No. Per.05/MEN/1985 Tentang Pesawat Angkat Dan Angkut
16. Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I No. Per-04/MEN/1987 Tentang Panitia Pembina Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja
17. Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I No Per.01/MEN/1988 Tentang Kwalifikasi dan Syarat - syarat Operator Pesawat Uap
18. Pearturan Menteri Tenaga Kerja R.I No. Per.01/MEN/1989 Tenatang Kwalifikasi dan Syarat - syarat Operator Keran
Angkat
19. Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I No. Per.02/MEN/1989 Tentang Pengawasan Instalasi Instalasi Penyalur Petir
20. Peraturan Menter Tenaga Kejra R.I [Link],02/MEN/1992 Tentang Tata Cara Penunjukan, Kewajiban dan Wewenang Ahli
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
21. Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I No. Per.04/MEN/1995 Tentang Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja
22. Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I [Link].05/MEN/1996 Tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
23. Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I No. Per.03/MEN/1998 Tentang Penyenggalaraan Pemeliharaan Kesehatan Bagi Tenaga
Kerja Dengan Manfaat Lebih Dari Paket Hanibab Pemeliharaan Dasar Jaminan Sosial Tenaga Kerja
24. Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Per.03/MEN/1998 Tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan
Kecelakaan
25. Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Per.04/MEN/1998 Tentang Pengangkatan, Pemberhentian dan Tata Kerja
Dokter Penasehat
26. Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I No. 03/MEN/1999 Tentang Syarat - Syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift
Untuk Pengangkutan Orang dan Barang
27. Peraturan Menteri PU No. 9 Tahun 2008 Tentang Pedoman SMK3
28. Peraturan Menteri PU No. 5 Tahun 2014 Tentang Pedoman SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum
29. Peraturan Menteri PUPR No. 02-2018
30. Peraturan Menteri PUPR _21_2019 Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
31. Peraturan Menteri PUPR No. 14 Tahun 2020
4. Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I No. KEPST.333/MEN/1989 Tentang Diagnosis dan Pelaporan Penyakit Akibat Kerja
5. Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No.: Kep.51/MEN/1999 Tentang Hari Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Nasional
6. Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Kep.51/MEN/1999 Tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja
7. Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Kep.168/MEN/1999 Tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja
8. Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Kep.197/MEN/1999 Tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya
9. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. No.: Kep-75/MEN/2002 Tentang Pemberlakuan Standar
Nasional Indonesia (SNI) No. SMI-04-0225-2000 Mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat
Kerja
10. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I No.: Kep.235/MEN/2003 Tentang Jenis - Jenis Pekerjaan Yang
Membahayakan Kesehatan,Keselamatan atau Moral Anak
11. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. No.: Kep.68/MEN/V/2004 Tentang Pencegahan
Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja
Instruksi Menteri
1. Instruksi Menteri Tenaga Kerja No. Ins.11/M/BW/1997 Tentang Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran
Surat Edaran dan Keputusan Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan
1. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial Dan Pengawasan Ketenaga Kerjaan Departemen
Tenaga Kerja R.I No.84/BW/1998 Tentang Cara Pengisian Formulir Laporan dan Analisis Statistik Kecelakaan
a. Sumber Daya Manuasi, Struktur Organisasi K3, Tugas dan tanggung jawab
PENANGGUNG JAWAB K3
EMERGENCY /
P3K KEBAKARAN
KEDARURATAN
> Mengundang pertisipasi seluruh karyawan untuk melangsungkan latihan K3 di lingkungan kerja / perusahaan
> Menjadwalkan pertemuan rutin maupun non rutin Unit Tanggap Darurat
> Menyusun Rencana Pemulihan Keadaan darurat perusahaan
> Mengoordinasi kinerja semua regu tanggap darurat
> Mempertanggung jawabkan semua pogram K3 kepada pimpinan perusahaan
2. Emergency/Kedaruratan
> Memimpin prosedur evakuasi secara aman,selamat dan cepat
> Bertanggung jawab serta cepat tanggap terhadap kecelakaan darurat
> Membantu Melakukan inspeksi pelaksanaan k3 terhadap kondisi pekerjaan yang beresiko tinggi serta
memberikan solusi pencegahan.
> Segera berkoordinasi dengan semua pihak K3 jika terjadi kecelakaan
> Melaporkan segala kekurangan/kerusakan sarana dan prasarana evakuasi di lingkungan kerja/perusahaan
kepada penanggung jawab K3 maupun kepada pimpinan perusahaan
> Melaporkan adanya korban tertinggal, terjebak ataupun terluka kepada regu P3K,penanggung jawab K3
maupun pimpinan perusahaan.
3. Petugas P3K
> Melaksanakan tindakan P3K
> Selalu siap dalam setiap kecelakaan yang terjadi
> selali koordinasi dengan petugas K3 yang lain
> Menyiapkan semua kebutuhan pengobatan (Kotak P3K) untuk penangan kecelakaan,baik kecelakaan ringan
maupun yang berat
> Melaporkan segala kekuranga/kerusakan sarana dan prasarana P3K di lingkungan kerja/perusahaan kepada
penanggung jawan K3 maupun pimpinan perusahaan.
> Melaporkan kepada penanggung jawab K3 maupun pimpinan perusahaan bilaman terdapat korban yang
memerlukan tindakan medis lanjut pihak ke tiga di luar perusahaan
C.3. Kepedulian
Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) adalah proteksi bagi setiap karyawan agar terjaga ketika berangkat sampai pulang
bekerja. Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ) wajib ditaati setiap karyawan dengan tempat kerja resiko tinggi.
Kebijakan ini tidak hanya diperuntukan bagi karyawan tapi juga pengusaha ( pemilik perusahaan), owner ,
subkontraktor, atau siapa saja harus mematuhi ketika masuk area Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ). Sebagai wujud
kepedulian terhadap K3 maka setiap orang harus memiliki tanggung jawab dan kepedulian terhadap K3 dengan penjabaran
sebagai berikut :
> Segera melapor semua pelanggaran-pelanggaran keamanan, insiden,kerusakan terhadap harta benda dan
lingkungan, nyaris celaka,cedera atau sakit kepada penanggung jawab K3.
2. Pengusaha (Perusahaan ) mempunyai tanggung jawab untuk menjamin kesehatan, Keselamatan dan
kesejahteraan karyawan dan melindungi harta benda dan lingkungan melalui program promosi, pencegahan,
perlindungan, partisipasi karyawan dan pelatihan - pelatihan secara terus menerus dan dalam bentuk peningkatan yang
berkelanjutan.
3. Subkontraktor ( Pihak Ke Tiga ) Mempunyai tanggunfg jawab untuk memenuhi dan mengaplikasikan semua
kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perusahaan dalam lingkungan kerja
mereka, selama kontrak kerja mereka dengan pengusaha ( perusahaan )
C.4. Komunikasi
Program komunikasi disampaikan secara lisan sekurang-kurangnya melalui safety talk yang terdiri dari safety morning,
toolbox meeting/safety briefing, HSE meeting, safety induction dan secara tertulis melalui sarana seperti spanduk,
rambu, banner, billboard, sticker, pamflet, majalah dinding, papan pengumuman, dll.
> Untuk tamu, pemasok, dan pihak-pihak terkait dijelaskan mengenai peraturan Keselamatan Konstruksi yang
berlaku di loaksi pekerjaan, prosedur evakuasi dalam keadaan darurat, dan menjelaskan area-area yang
berbahaya.
d. Prosedur dan/atau petunjuk kerja Rapat Keselamatan Konstruksi (construction safety meeting)
Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja Rapat Keselamatan Konstruksi (construction safety meeting) yang
ditandatangani oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Rapat
Keselamatan Konstruksi (construction safety meeting) dipimpin oleh Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi
dan/atau Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi dan diikuti oleh seluruh Kepala Unit Kerja.
b. Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pengendalian dokumen atas semua dokumen yang dimiliki dan
ditandatangani oleh Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.
Semua informasi baik informasi internal maupun eksternal yang berkaitan dengan pogram, kinerja,penerapan K3 dan
penanganan kecelakaan kerja akan didokumentasikan dengan baik serta disimpan untuk jangka waktu 10 tahun
sebagai bukti otentik.
D. OPERASI KESELAMATAN KONSTRUKSI
D.1 Perencanaan Operasi
Perencanaan operasional berupa prosedur kerja / petunjuk kerja, yang harus mencakup seluruh upaya pengendalian,
diantaranya :
1. Upaya pengendalian berdasarkan lingkup pekerjaan
2. Rencana penunjukan personil yang akan ditugaskan menjadi Penganggung Jawab Kegiatan SMK3
3. Prediksi dan rencana penanganan kondisi keadaan darurat tempat kerja
4. Rencana prosedur / petunjuk kerja yang perlu di siapkan
5. Rencana program pelatihan / soisalisasi sesuai pengendalian resiko
6. Sistem pertolongan pertama pada kecelakaan
7. Persyaratan Operator Alat Angkat
a. Operator Alat Angkat harus memenuhi kompetensi
b. Setiap Operator alat angkat harus memiliki SIO (Surat Izin Operasi) atau bersertifikat yang di keluarkan oleh Badan
yang berwenang
8. Rambu Peringatan / Larangan / Anjuran
a. Penempatan Rambu-rambu peringatan/larangan/anjuran harus dipasang sesuai dengan kondisi di tempat kerja
b. Rambu peringatan/larangan/anjuran harus mudah dilihat dan dapat dibaca
9. Alat Pelindung Diri
a. Alat pelindung diri diidentifikasi berdasarkan hasil penilaian risiko
b. Alat pelindung diri (APD) diberikan kepada pekerja sesuai dengan jenis pekerjaan
10. Tamu/pengunjung dan pihak luar
a. Pengendalian dan pembatasan akses masuk dan akses keluar tempat kerja
b. Persyaratan APD (Alat Pelindung Diri)
c. Induksi K3
d. Prosedur dan Persyaratan tanggap darurat
Tanggal Pekerjaan : Sesuai Dengan Jadwal Pelaksanaan 240 (dua ratus empat puluh) hari kalender sejak SPMK.
Memperhatikan
rambu-rambu kerja,
Menggunakan APD
Pekerjaan Persiapan Terperosok
Standar SNI, Bekerja
sesuai dengan
Metode
Pelaksanaan, dan
Menjalankan Direktur, Tenaga Ahli K3, Pelaksana,
Instruksi Kerja Pengawas , Purchasing/Logistik
dengan Baik
Tertimpa Pagar
Memperhatikan
rambu-rambu kerja,
Menggunakan APD
Pekerjaan Tanah Terperosok dalam lubang Standar SNI, Bekerja
sesuai dengan
Metode
Pelaksanaan, dan Direktur, Tenaga Ahli K3, Pelaksana,
Menjalankan Pengawas , Purchasing/Logistik
Instruksi Kerja
dengan Baik
Tertimbun tanah
Pekerjaan Struktur
Memperhatikan
Bahaya dari besi tulangan rambu-rambu kerja,
yang menjorok ke luar Menggunakan APD
Standar SNI, Bekerja
sesuai dengan Direktur, Tenaga Ahli K3, Pelaksana,
Metode Pengawas , Purchasing/Logistik
Pelaksanaan, dan
Menjalankan
Instruksi Kerja
Terluka akibat terkena dengan Baik
percikan beton pada saat
penuangan beton dari bak
muatan
Memperhatikan
rambu-rambu kerja,
Menggunakan APD
Standar SNI, Bekerja
sesuai dengan Direktur, Tenaga Ahli K3, Pelaksana,
Metode Pengawas , Purchasing/Logistik
Tertimpa material Pelaksanaan, dan
pipa,kabel Menjalankan
Instruksi Kerja
dengan Baik
D.2 Kesiapan dan Tanggapan Terhadap Kondisi Darurat
1. Daftar Induk Prosedur dan/atau Instruksi Kerja
Memuat daftar induk prosedur dan/atau instruksi kerja yang ditandatangani oleh Ahli Teknik terkait dan Kepala Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi /Wakil Manajemen. Seluruh pekerjaan konstruksi dan penerapan SMKK pada pelaksanaan pekerjaan
konstruksi harus memiliki prosedur dan/atau petunjuk kerja yang telah ditandatangani. Prosedur dan/atau instruksi kerja
sekurang-kurangnya memuat dokumen sebagai berikut:
Daftar Dokumen
No Nomor Dokumen Disahkan oleh
(Prosedur, Instruksi Kerja)
Mekanisme Organisasi
Sumber Daya
Prosedur dan/atau petunjuk Penanggung Jawab Peralatan dan Kepala Pelaksana
penggunaan pesawat angkat & angkut Pekerjaan Konstruksi
(alat berat) dan peralatan konstruksi
Kepedulian
Prosedur dan/atau petunjuk kerja Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi dan Ahli
peningkatan kepedulian Keselamatan Teknik terkait
Konstruksi berdasarkan tingkat risiko
Komunikasi
Prosedur dan/atau petunjuk kerja Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan
induksi Keselamatan Konstruksi (safety Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi
induction)
Prosedur dan/atau petunjuk kerja Ahli Teknik terkait atau Penanggung Jawab
Patroli Keselamatan Konstruksi Keselamatan Konstruksi dan Wakil Manajemen
Prosedur dan/atau instruksi kerja audit Ahli Teknik terkait atau Penanggung Jawab
internal Keselamatan Konstruksi dan Wakil Manajemen
- Lingkup pekerjaan ditandatangani oleh ahli teknik terkait, Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.
- Pesawat angkat & angkut (alat berat) ditandatangani oleh ahli teknik terkait, Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi.
- Perkakas ditandatangani oleh ahli teknik terkait, Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.
- BAHAN/material ditandatangani oleh ahli teknik terkait, Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan
disetujui oleh Pengawas Pekerjaan.
- Lingkungan (housekeeping, pencemaran, hygine) ditandatangani oleh ahli terkait, Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi.
- Kesehatan ditandatangani oleh ahli terkait, Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.
- Keamanan/security ditandatangani oleh ahli terkait, Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi.
BULAN KE -
No Kegiatan PIC
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Inspeksi Keselamatan Konstruksi Ahli K3 , Pelaksana lapangan √ √ √ √ √ √ √ √
2. Patroli Keselamatan Konstruksi Ahli K3 , Pelaksana lapangan √ √ √ √ √ √ √ √
3. Audit internal Ahli K3 , Pelaksana lapangan √ √ √ √ √ √ √ √
(* Catatan : Waktu Pelaksanaan 240 (dua ratus empat puluh) hari kalender sejak SPMK.
Demikian Penyusunan Rencana Keselamatan Konstruksi CV. AY KONSTRUKSI, disusun sebagai petunjuk dalam pelaksanaan
PENGEMBANGAN SISI DARAT.
AGUSTINA IMBIRI ST
DIREKTRIS