TERMINAL
PENDAHULUAN
kelancaran mobilitas
TERMINAL
keterpaduan intra dan antar moda secara
lancar dan tertib
Undang-Undang No. 14 Tahun 1992 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
terminal merupakan prasarana transportasi
jalan untuk barang serta mengatur kedatangan
dan pemberangkatan kendaraan umum yang
merupakan satu wujud simpul jaringan
transportasi.
DEFINISI DAN FUNGSI TERMINAL
a) Kedudukan dan keberadaan terminal dalam sistem transportasi
Sebagai komponen sistem transportasi yang berupa prasarana dan fasilitas
tetap titik simpul dan tempat perhentian
b) Fungsinya
• Mengawali dan mengakhiri suatu perjalanan
• Perawatan sementara kendaraan
• Memindahkan dari satu kendaraan ke kendaraan lain (ganti
moda/transit)
• Menyediakan fasilitas umum bagi penumpang seperti restoran, toilet,
tempat ibadah, dan lainnya
• Pool kendaraan
• Istirahat penumpang dan awak kendaraan
• Pengaturan jadwal keberangkatan, kedatangan dan kelas pelayanan
• Penjualan tiket dan pemesanan tempat
c) Kewilayahan (tata ruang wilayah)
memiliki peran penting bagi efisiensi kehidupan wilayah dan membentuk
suatu zona kawasan
• Pelabuhan Tanjung Priok, zona Tanjung Priok di jakarta
• Terminal Bus Arjosari
• Bandar udara Internasional Juanda, zona bandara Juanda
KARAKTERISTIK UMUM TERMINAL
Waktu Pelayanan
Pada dasarnya, waktu di terminal (turn around time) makin kecil adalah makin
baik, karena dengan demikian maka sarana transportasi tersebut berarti
sedang bergerak dan melaksanakan fungsinya
Fasilitas yang Disediakan
jenis operasi dan fasilitas tergantung pada jenis lalu lintas yang dilayani oleh
terminal
Proses Pemeriksaan dan Distribusi
pemeriksaan dokumen-dokumen perjalanan, seperti paspor, dokumen
pegiriman barang dan lain-lain
KARAKTERISTIK UMUM TERMINAL
Bagan Alir Proses
JENIS TERMINAL TERMINAL
Berdasarkan jenis angkutannya,
Terminal Penumpang, adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan
menaikkandan menurunkan penumpang, perpindahan intra dan/atau antar
moda transportasi serta pengaturan kedatangan dan pemberangkatan
kendaraan umum.
Terminal Barang, adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan
membongkar danmemuat barang serta perpindahan intra dan/atau antar
moda transportasi
JENIS TERMINAL TERMINAL
Sedangkan berdasarkan jenis modanya terminal diklasifikasikan menjadi :
Terminal angkutan darat (terminal bis, stasiun KA atau terminal multi moda)
Terminal angkutan air (laut/sungai)
Terminal angkutan udara (bandara)
Terminal peti kemas
MASALAH YANG DIHADAPI TERMINAL
Perlunya rencana terpadu
Penggunaan fasilitas
Operasi
Biaya
Tata guna lahan dan kondisi lokasi
Dampak pada lingkungan
JENIS TERMINAL
Terminal Penumpang, adalah prasarana transportasi jalan
untuk keperluan menaikkandan menurunkan penumpang,
perpindahan intra dan/atau antar moda transportasi serta
pengaturan kedatangan dan pemberangkatan kendaraan
umum.
Terminal Barang, adalah prasarana transportasi jalan untuk
keperluan membongkar dan memuat barang serta
perpindahan intra dan/atau antar moda transportasi
Berdasarkan jenis modanya :
• Terminal angkutan darat (terminal bis, stasiun KA atau terminal multi moda)
• Terminal angkutan air (laut/sungai)
• Terminal angkutan udara (bandara)
• Terminal peti kemas
TERMINAL JALAN RAYA
Jalan raya merupakan jalur gerak yang paling dominan
maka istilah terminal dapat dibedakan menjadi :
Garasi, tempat mobil berhenti di rumah Parkiran, merupakan fasilitas yang
merupakan fasilitas yang berfungsi berfungsi sebagai terminal di jalan
sebagai terminal di jalan raya yang raya yang peruntukkannya ialah
peruntukkannya dikhususkan bagi sebagai tempat menghentikan
kendaraan pribadi kendaraan apabila sampai tempat
tujuan atau di tengah perjalanan
Perhentian dan halte, Pangkalan, fasilitas yang berfungsi
merupakan fasilitas yang sebagai terminal tetapi
berfungsi sebagai terminal yang diperuntukkan untuk kendaraan
berlokasi di pinggir jalan raya di yang tidak memiliki suatu lintasan
sepanjang lintasan yang dilewati rute tetap seperti ojek, bajaj,
kendaraan umum (bus dan becak, taksi dan lain-lain
mikrolet). Letaknya sudah
ditentukan sedemikian rupa
sehingga penumpang dapat naik
dan turun ke dan dari kendaraan
pada tempat-tempat strategis.
Pool kendaraan, merupakan tempat yang
berfungsi sebagai terminal tetapi memiliki
kantor perusahaan transportasi tertentu yang
diperuntukkan untuk bus (armada) yang
dimilikinya bukan untuk bus-bus umum.
Terminal bus dan truk
FUNGSI TERMINAL
Fungsi terminal bagi penumpang, untuk kenyamanan menunggu,
kenyamanan perpindahan dari satu moda ke moda lain, tempat fasilitas
informasi dan parkir kendaraan pribadi.
Fungsi terminal bagi pemerintahan, adalah dari segi perencanaan dan
manajemen lalu lintas untuk menata lalu lintas dan angkutan serta
menghindari dari kemacetan, sumber pungutan retribusi dan
pengendalian kendaraan umum.
Fungsi terminal bagi operator dan pengusaha, untuk mengatur operasi
bis, fasilitas istirahat dan informasi dan sebagai fasilitas pangkalan.
Klasifikasi dan Tipe Terminal
Berdasarkan peranan:
• Terminal primer beroperasi dalam wilayah
regional.
• Terminal sekunder beroperasi dalam wilayah
lokal dan atau melengkapi kegiatan terminal primer
Berdasarkan fungsi
Terminal utama, melayani arus jarak jauh & volume tinggi dan tempat bongkar
muat lebih besar atau sama dengan 8 ton/unit angkutan atau 40
penumpang/unit angkutan.
Terminal madya , melayani arus angkutan penumpang dan barang jarak sedang
& volume sedang dan tempat bongkar muat lebih besar atau sama dengan 5
ton/unit angkutan atau 20 penumpang/unit angkutan.
Terminal cabang, melayani arus angkutan penumpang dan barang untuk jarak
pendek & volume kecil dan tempat bongkar muat lebih besar atau sama
dengan 2,5 ton/unit angkutan atau 10 penumpang/unit angkutan
Klasifikasi dan Tipe Terminal
Berdasarkan jenis angkutan
Terminal Penumpang Tipe A
Terminal Penumpang Terminal Penumpang bus tipe B
Terminal Penumpang bus tipe C
Terminal Barang.
Terminal Peti Kemas
Fasilitas Terminal
1) Fasilitas Utama
2) Fasilitas Penunjang
Pengelolaan Terminal
proses yang terjadi dalam
terminal, yaitu :
• Pergantian moda
• Kepabean dan
keimigrasian
• Menunggu dan antar
jemput
• Parkir dan penitipan
kendaraan
• Bongkar muat
• Pergudangan
• Pemeliharaan dan
perbaikan.
Pengelolaan terminal penumpang yang harus dilakukan adalah meliputi
kegiatan perencanaan dan pengawasan pengoperasian terminal
Perencanaan Terminal
Kriteria Utama yang perlu ditetapkan dalam
perencanaan terminal
mengantisipasi pergerakan pejalan kaki (pedestrian
mengantisipasi sirkulasi pergerakan bus secara cepat dan mudah
mengantisipasi pergerakan lalu lintas secara cepat dan mudah
membuat penumpang nyaman, aman, baik pada kegiatan
naik/turun dari bis maupun pindah ,moda.
seminimal mungkin mempengaruhi kondisi lalu lintas pada jaringan
jalan sekitarnya
Faktor yang Mempengaruhi Rencana Lokasi
Terminal
Aksesibilitas ;
Struktur wilayah.
Lokasi lintas.
biaya
Perencanaan Terminal
Terminal Jalan Rel (Stasiun Kereta Api)
Stasiun sebagai sebuah terminal transportasi
kereta api memiliki beberapa pengertian
sebagai berikut :
Stasiun kereta api adalah tempat dimana
para penumpang dapat naik dan turun
dalam memakai sarana kereta api.
Stasiun sebagai tempat berangkat,
mengangkut penumpang dan barang.
Stasiun kereta api sebagai tempat kereta api
menyusul/disusul dan bersilangan
Terminal Jalan Rel (Stasiun Kereta Api)
Stasiun kereta api dapat dibedakan
menurut ukurannya, letaknya dan
jenisnya.
Berdasarkan ukuran, stasiun terdiri dari :
Stasiun besar (utama) yang melayani
perjalanan KA jarak jauh (kereta api antar
kota antar propinsi) seperti stasiun
Gambir (Jakarta) ke stasiun Gubeng
(Surabaya) dan lainnya.
Stasiun sedang (sekunder) yang melayani
perjalanan kereta api untuk jarak sedang
(antar kota dalam propinsi) seperti stasiun
Bandung ke stasiun Tasikmalaya.
Stasiun kecil lokal (stasiun kota) , stasiun
ini hanya melayani perjalanan kereta api
dalam jarak dekat (lokal) seperti kereta
api jabodetabek dari stasiun Manggarai ke
stasiun Cikini.
Terminal Jalan Rel (Stasiun Kereta Api)
Berdasarkan jenis, stasiun dibedakan atas :
• Stasiun penumpang, stasiun kereta api untuk naik dan turun penumpang
• Stasiun barang, stasiun untuk keperluan bongkar muat barang
• Stasiun langsiran/operasi, stasiun kereta api untuk pengoperasian kereta api.
Berdasarkan letak, stasiun terdiri atas :
• Stasiun awal
• Stasiun akhir
• Stasiun antara, stasiun persinggahan rangkaian kereta api di sepanjang
perjalanan antara stasiun awal dan stasiun akhir.
• Stasiun pertemuan, stasiun yang terletak pada pertemuan ruas jalan rel yang
menghubungkan dua jalan rel yang berlainan arah seperti ruas jalur rel
Jakarta – Surabaya bertemu dan bersilangan di stasiun Cikampek.
Terminal Jalan Rel (Stasiun Kereta Api)
Langsiran kereta
Kereta berpapasan di stasiun
Terminal Jalan Rel (Stasiun Kereta Api)
Berdasarkan bentuknya, stasiun terdiri dari :
Stasiun siku, biasanya pada gedung stasiunnya siku-siku pada sepu-sepur yang
berakhir disitu. Peron siku-siku disebut juga peron ujung dan peron sejajar.
Stasiun paralel, biasanya pada stasiun ini gedungnya sejajar dengan sepur-sepur
Stasiun pulau, biasanya gedung stasiun terletak di tengah-tengah jalur kereta
api
Stasiun semenanjung, biasanya gedung stasiun terletak di sudut antara dua
sepur yang bergandengan
Fasilitas Stasiun Kereta Api
Ruang dalam stasiun menurut
terbagi menjadi 3 macam , yaitu :
Stasiun kecil : Ruang kepala
stasiun, ruang tunggu,
emperan penumpang, ruang
tiket, gudang barang dan toilet.
Stasiun sedang : Ruang kepala
stasiun, ruang tiket, restoran,
ruang tunggu kelas 1,2, dan 3,
toilet, gudang barang
Stasiun besar : Ruang kepala
stasiun, ruang wakil kepala
stasiun , ruang reservasi tiket,
ruang PPKA, ruang Polsuska,
ruang tiket, restoran, ruang
tunggu kelas 1,2, dan 3, toilet,
gudang barang
Bangunan stasiun pada umumnya terdiri atas
bagian-bagian sebagai berikut :
Halaman depan (front area), berfungsi sebagai
perpindahan dari sistem trasnportasi jalan rel
ke sistem transportasi jalan raya. Adapun Peron stasiun
halaman depan terdiri dari : Terminal
kendaraan umum, parkir kendaraan, dan
bongkar muat barang.
Bangunan stasiun, umunya terdiri dari ruang
depan (hall) , loket, fasilitas administratif
(kantor kepala stasiun), fasilitas operasional
(ruang sinyal dan ruang teknik), kantin dan
toilet umum.
Peron, umumnya terdiri dari ruang tunggu,
naik turun kereta api, bongkar muat barang. emplasemen
Emplasemen, umumnya terdiri dari sepur
lurus, peron dan sepur belok
TERMINAL ANGKUTAN AIR
Peraturan Pemerintah (PP) No.69 tahun 2011
pelabuhan adalah suatu tempat yang terdiri dari daratan dan
perairan disekitarnya dengan batas-batas tertentu yang
dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh, naik
turun penumpang dan bongkar muat barang yang dilengkapi
dengan fasilitas keselematan pelayaran dan kegiatan penunjang
pelabuhan serta sebagai tempat yang terlindungi dari gerakan
gelombang laut, sehingga kapal dapat melakukan olah gerak,
bersandar , membuang jangkar dan bongkar muat barang dan
berpindah penumpang ke dan dari kapal dapat dilaksanakan
secara aman dan lancar
Peranan Dan Fungsi Pelabuhan
PERANAN : sebagai zona, kawasan atau titik simpul yang berupa tata guna lahan
yang dapat juga membangkitkan perjalanan
FUNGSI :
Fungsi interface
Fungsi link
Fungsi industry entity
Fungsi pintu gerbang (gateway) dalam perdagangan.
Klasifikasi Pelabuhan
Pelabuhan umum,
Berdasarkan Segi Penyelenggaraan
Pelabuhan Khusus,
Pelabuhan yang diusahakan
Berdasarkan Segi Pengusahaannya (melayani kegiatan bongkar muat,
naik/turun dll)
Pelabuhan yang tidak
diusahakan(tidak melayani
kegiatan bongkar muat,
naik/turun , kepabean dll)
Berdasarkan segi fungsi : pelabuhan laut, pantai dan penyeberangan
Berdasarkan segi penggunaan : pelabuhan ikan, minyak, barang dan campuran,
militer
Pelabuhan alam
Berdasarkan letak geografis Pelabuhan buatan,.
Pelabuhan semi alam,
Fasilitas Pelabuhan
Fasilitas Pelabuhan
Fasilitas untuk Kapal
Alur pelayaran (sebagai ‘jalan’ kapal sehingga dapat memasuki daerah pelabuhan
dengan aman dan lancar)
Penahan gelombang (breakwater) – untuk melindungi daerah pedalaman pelabuhan
dari gelombang, terbuat dari batu alam, batu buatan dan dinding tegak),
Kolam pelabuhan (berupa perairan untuk bersandarnya kapal-kapal yang berada di
pelabuhan)
Dermaga (sarana dimana kapal-kapal bersandar untuk memuat dan menurunkan barang
atau untuk mengangkut dan menurunkan penumpang).
Fasilitas untuk barang dan
penumpang
Fasilitas untuk penggunaan tanah
Perencanaan Pelabuhan
Pemilihan Lokasi Pelabuhan
Tinjauan geologi dan topografi
Tinjauan pelayaran
Tinjauan gelombang dan arus
Tinjauan kedalaman air
Persyaratan Teknis Pelabuhan :
Melindungi kapal terhadap segala cuaca, memudahkan
gerak kapal
Jaringan transportasi darat yang mudah dijangkau
Keadaan air yang cukup agar kapal dapat terapung
Tersedia fasilitas seperti kantor, gudang dan fasilitas
komunikasi yang memadai
TERMINAL ANGKUTAN UDARA
Jaringan Transportasi Udara
Runway
(Landasan Pacu)
Arus pergerakan penumpang
Arus pergerakan pesawat udara
Taxiway
Apron
Gedung Terminal
Peranan dan Fungsi Bandar Udara
• Sebagai unsur penunjang (servicing sector)
Pelayanan sistem bandar udara ditujukan untuk menunjang pertumbuhan
sistem ekonomi yang merupakan indikator bagi petumbuhan sistem eknomi
yang merupakan indikator bagi pertumbuhan secara nasional, di samping
sistem-sistem lainnya seperti politik, sosial, budaya dan pertahanan
keamanan.
• Sebagai unsur pendorong (promoting sector)
Pelayanan bandar udara ditujukan untuk membuka isolasi daerah terpencil
dan daerah perbatasan yang belum berkembang atau daerah lain yang tidak
memiliki potensi sumber daya alam untuk dikembangkan, namun dari segi
pertimbangan politik dan pertahanan keamanan perlu di layani secara teratur
POLA OPERASIONAL BANDARA
Peranan dan Fungsi Bandar Udara
• Sebagai unsur penunjang (servicing sector)
Pelayanan sistem bandar udara ditujukan untuk menunjang pertumbuhan
sistem ekonomi yang merupakan indikator bagi petumbuhan sistem eknomi
yang merupakan indikator bagi pertumbuhan secara nasional, di samping
sistem-sistem lainnya seperti politik, sosial, budaya dan pertahanan
keamanan.
• Sebagai unsur pendorong (promoting sector)
Pelayanan bandar udara ditujukan untuk membuka isolasi daerah terpencil
dan daerah perbatasan yang belum berkembang atau daerah lain yang tidak
memiliki potensi sumber daya alam untuk dikembangkan, namun dari segi
pertimbangan politik dan pertahanan keamanan perlu di layani secara teratur