NAMA : AIS RIZHELA HARIZA
KELAS : 7G
TUGAS : CERPEN
Hantu di Sekolah Lama
Di sebuah kota kecil yang terpencil, terdapat sebuah sekolah tua yang telah ditinggalkan selama
bertahun-tahun. Namanya adalah SD Kayu. Banyak cerita mengerikan yang berkembang di sekitar
sekolah tersebut, dan kebanyakan orang menghindarinya karena reputasinya sebagai tempat yang
angker dan berhantu.
Tiga pelajar bernama Maya, Rian, dan Dika sangat penasaran dengan cerita-cerita tentang sekolah
tersebut. Mereka memutuskan untuk memeriksanya sendiri pada malam Minggu. Tanpa memberi tahu
orang tua mereka, mereka berencana menyelinap masuk ke gedung sekolah pada tengah malam.
Pada malam Minggu, ketiganya bertemu di depan gerbang sekolah yang tua dan menakutkan itu. Mereka
membawa senter, kamera, dan peta sekolah yang mereka temukan di internet. Meskipun ketakutan,
mereka merasa bersemangat untuk mengeksplorasi apa yang ada di dalam.
Saat mereka memasuki sekolah, suasana segera menjadi gelap dan menakutkan. Langkah mereka
bergema di lorong-lorong kosong yang dipenuhi oleh bayangan-bayangan yang menyeramkan. Namun,
mereka tidak menemukan apa pun yang mencurigakan hingga mereka mencapai lantai atas.
Di sana, mereka menemukan sebuah pintu yang tertutup rapat. Maya, yang paling penasaran, mencoba
membukanya. Namun, pintu itu terkunci kuat. Rian menyarankan untuk meninggalkan pintu itu saja,
tetapi Dika ingin mencari kunci di sekitar.
Saat Dika berjalan menjauh, Maya dan Rian mendengar suara aneh dari balik pintu tersebut. Suara itu
terdengar seperti bisikan angin yang menyeramkan, membuat mereka merinding. Mereka mencoba
memanggil Dika, tetapi tidak ada jawaban.
Ketika mereka berdua berbalik untuk mencari Dika, mereka melihat sesosok bayangan gelap yang
mengintai dari balik sudut lorong. Tanpa berpikir panjang, mereka berlari menjauh, mencari tempat
persembunyian.
Mereka berhasil bersembunyi di ruangan kecil yang tersembunyi di salah satu sudut sekolah. Mereka
berdua diam seribu bahasa, menunggu dengan ketakutan. Tiba-tiba, mereka mendengar suara langkah
kaki yang mendekat.
Takut dan terpojok, Maya dan Rian mengunci pintu ruangan itu dan bersembunyi di bawah meja. Mereka
merasa napas mereka tersangkut saat pintu itu digoyang-goyangkan dengan keras.
Namun, tiba-tiba, suara itu berhenti. Maya dan Rian menunggu beberapa saat, tetapi tidak ada yang
terjadi. Akhirnya, mereka memutuskan untuk keluar dari persembunyian mereka dan mencari tahu apa
yang telah terjadi pada Dika.
Namun, ketika mereka membuka pintu, mereka kaget dengan apa yang mereka temukan. Di depan
mereka, terbaring Dika dalam keadaan tidak bergerak, matanya terbelalak dan bibirnya berbusa. Di
sekelilingnya, bayangan-bayangan gelap menyelimuti.
Tanpa berpikir panjang, Maya dan Rian memutuskan untuk membawa Dika keluar dari sekolah tersebut.
Mereka menggendongnya dengan hati-hati dan berlari secepat mungkin keluar dari bangunan itu.
Setelah mereka keluar, mereka segera memanggil bantuan. Dika dilarikan ke rumah sakit, dan setelah
beberapa hari, dia akhirnya sadar. Namun, dia tidak pernah bisa mengingat apa yang terjadi padanya di
dalam sekolah itu.
Sejak kejadian itu, mereka bertiga bersumpah untuk tidak pernah lagi memasuki SD Kayu. Mereka juga
menyadari bahwa cerita-cerita tentang rumah hantu itu tidak hanya sekadar legenda, melainkan
kenyataan yang menakutkan.