MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
PPKn FASE D KELAS VII
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : RISNA KARTINI, [Link]
Instansi : SMPN 3 PRINGGASELA
Tahun Penyusunan : 2024/2025
Jenjang Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : PPKn
Fase /Kelas : D/ VII
BabII : Norma dan UUD NRI Tahun 1945
Elemen : UUD NRI Tahun 1945
Capaian Pembelajaran : Peserta didik memahami periodisasi
(CP) pemberlakuan dan perubahan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945; memahami Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945 sebagai sumber hukum tertinggi.
Peserta didik memahami bentuk
pemerintahan yang berlaku dalam
kerangka Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Peserta didik memahami
peraturan perundang-undangan dan tata
urutannya; mematuhi pentingnya norma
dan aturan, menyeimbangkan hak dan
: kewajiban warga negara.
Alokasi Waktu 6 x 3 jam pelajaran
B. KOMPETENSI AWAL
Menghayati dan menjelaskan pentingnya norma dan hubungannya dengan
Undang-Undang Dasar.
Menjelaskan perumusan, pengesahan, dan perubahan UUD NRI Tahun
1945.
Berdisiplin menjalankan hak dan kewajibannya sehari-hari.
C. PROFILPELAJAR PANCASILA
Bernalar kritis
Kreatif
D. SARANADAN PRASARANA
Sumber Belajar: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan
Teknologi Republik Indonesia, 2021,Buku Panduan GuruPendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan, untuk SMP Kelas VII, Penulis: Zaim
Uchrowi, Ruslinawati.
Media Pembelajaran: Komputer / laptop serta LCD, jaringan internet,
proyektor.
E. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar.
Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan
cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan
memiliki keterampilan memimpin
F. MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan
(PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan blended
learning.
KOMPNEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alur TujuanPembelajaran :
1. Peserta didik mampu menghayati dan menjelaskan pentingnya normadan
hubungannya dengan Undang-Undang Dasar.
2. Peserta didik mampu menjelaskan perumusan, pengesahan, dan perubahanUUD
NRI Tahun 1945.
3. Peserta didik berdisiplin menjalankan hak dan kewajibannya sehari-hari.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Meningkatkan kemampuan siswa tentang pengertian norma sebagai aturan
bersama, norma dasar, hingga penyusunan, penetapan, dan perubahan UUD
NRI Tahun 1945. Pemahaman dan kesadaran atas hak dan kewajiban warga
negara diteguhkan di sini
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Apa yang akan dilakukan jika menemukan norma perundang-undangan
yang bertentangan dengan Pancasila?
Apa yang harus dilakukan apabila undang-undang yang dibuat bertentangan
norma yang berlaku di Indonesia?
Mengapa norma yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan norma
yang lebih tinggi?
Bagaimana kedudukan Pancasila sebagai norma dasar negara dalam hierarki
peraturan perundang-undangan di Indonesia?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pembelajaran Norma Masyarakat (Pertemuan )
Pertemuan Kegiatan Konten Pembelajaran
- Pembuka 1. Mengucap salam dan menyapa siswa.
2. Meminta seorang siswa memimpin doa.
3. Menyapa dan berinteraksi dengan 2–3 siswa.
4. Mengecek kehadiran dan mengondisikan kelas.
5. Mengajak siswa menyanyikan lagu Indonesia
Raya
6. Menyampaikan rencana pembelajaran hari itu.
7. Meminta siswa mereview pembelajaran
sebelumnyadan mengklarifikasinya.
Inti 1. Menunjukkan peta konsep terkait dengan
norma danUUD NRI Tahun 1945.
2. Meminta siswa membaca kisah Amira dan
kantung sampahnya.
3. Meminta pendapat siswa, apakah siswa siap
untukmeniru Amira soal sampah?
4. Meminta siswa menjelaskan pengertian norma
danmendiskusikannya.
5. Menunjukkan gambar rumah, dan menanyakan
apayang akan terjadi bila rumah tanpa
aturan/norma.
6. Meminta siswa menjelaskan nilai penting
norma danmemberikan contoh nyata perilaku
yang sesuai norma,lalu mendiskusikannya
7. Meminta siswa menjelaskan empat jenis norma
dancontoh-contohnya, dan mendiskusikannya.
8. Memberi klarifikasi dan mengapresiasi siswa.
9. Membuat penilaian terhadap siswa.
Penutup 1. Meminta tanggapan siswa atas pembelajaran
hariitu dan AMBAK (apa manfaatnya bagiku)
yangdidapatkannya.
2. Meminta siswa sepulang sekolah mempelajari
kembalisubbab Norma Masyarakat.
3. Menyerukan bersama yel PPKn dan salam
penutup.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Amira seorang anak tunggal, tidak punya kakak maupun [Link] tinggal bersama
ayah dan ibunya di Bogor, Jawa Barat. Hanyabertiga di rumah, maka makanan
yang perlu disiapkan sehari-haripun sedikit. Keperluan lainnya sedikit. Maka
sampah di rumah jugasedikit.
Ayah dan ibunya mengajari Amira. Walaupun hanya sedikit,sampah di rumah
tetap harus dikelola. Tidak boleh dibiarkan ataudibuang begitu saja. Di rumah
tentu ada tempat sampah. Namuntempat sampah itu hanya dipakai buat tempah
sampah kering. Sepertisampah berupa plastik, kertas, kaleng, kayu dan
sebagainya.
Lalu di mana sampah basah harus dibuang? Ayah Amiramenggali lubang di
halaman rumah mereka. Sampah basah sepertisisa makanan dan dedaunan dibuang
ke sana. Dibiarkan untukmembusuk menjadi humus yang bisa dipakai untuk
pupuk [Link] begitu rumah Amira selalu bersih.
Meskipun begitu, ibu Amira menemukan hal aneh padaanaknya. Saat
mengambil rok seragam sekolah anaknya, Ibu Amirabeberapa kali menemukan
sampah di saku rok itu. Kadang berupakertas atau plastik bekas bungkus jajanan.
“Mengapa ada sampahdi sini?” tanya ibunya.
“Amira tidak menemukan tempat sampah,” jawabnya. Makasampah itupun
dikantungi, dibawanya pulang. Amira memangsudah diajari cara mengelola
sampah. Rumusnya adalah TSP. Tadalah „Tahan‟. Jangan pernah membuang
sampah sembarangan.S adalah „Simpan‟ sampah di tempatnya. P adalah „Pungut‟
kalaumenemukan sampah.
Ayah Amira mendapat ilmu TSP dari Aa Gym, seorang Ustadzdi Bandung.
Kalau mau hidup sehat, menurut Aa Gym, setiap orangharus mempraktikkan TSP
untuk mengelola sampah. Harus T – tahanuntuk tak membuang sampah
sembarangan, S -- simpan sampahhanya di tempatnya, serta P --pungut sampah
yang ditemukan.
Amira mempraktikkan TSP itu. Biasanya ia membawa kantungkhusus di tas
buat menyimpan sementara sampah. Kalau lupamembawa kantung itu, ia akan
memasukkan sampah ke saku bajunyasendiri sampai ketemu tempat sampah yang
benar.
Sumber gambar: [Link]/siedoo(2019)
Setelah Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia
punyanegara seperti sebuah keluarga punya rumah. Agar seluruh penghuni
rumahhidup damai, maka suasana rumah perlu tertib. Untuk itu perlu aturan
yangdipatuhi semua penghuninya.
Banyak aturan yang dapat dibuat. Di antaranya adalah aturan untuk
salingmenjaga kesopanan. Juga aturan untuk selalu membuang sampah di
tempatsemestinya seperti yang dilakukan Amira. Perlunya aturan itu bukan hanya
didalam keluarga, namun juga di masyarakat atau kumpulan orang-orang
yangberbudaya sama di suatu wilayah.
Agar semua orang di masyarakat hidup tenteram, maka perlu adanyaaturan
bersama yang dipatuhi oleh seluruh warga. Karena itu, setiapmasyarakat memiliki
aturannya masing-masing. Aturan-aturan baik dikeluarga maupun di masyarakat
itulah yang disebut norma.
C. GLOSARIUM
Glosarium
amendemen : adalah usul perubahan undang-undang
apresiasi : adalah penilaian (penghargaan) pada sesuatu
bineka : adalah beragam; beraneka ragam
fasilitas : adalah sarana untuk melancarkan kemudahan
gender : adalah jenis kelamin
holistik (holistis) : adalah berhubungan dengan sistem keseluruhan sebagaisatu
kesatuan lebih dari sekadar kumpulan bagian
inspirasi : adalah ilham
intelektual : adalah cerdas; berakal; berpikiran jernih berdasarkanilmu
pengetahuan
karakter : adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekertiyang
membedakanseseorang dari yang lain; tabiat;watak
karakteristik : adalah mempunyai sifat khas sesuai dengan perwatakantertentu
konstitusi : adalah segala ketentuan dan aturan tentang ketatanegaraan(Undang-
Undang Dasar dan sebagainya)
kuliner : adalah berhubungan dengan masak-memasak
nekara : adalah gendang besar terbuat dari perunggu berhiaskanorang menari
(perahu, topeng, dan sebagainya),peninggalan dari Zaman
Perunggu
norma : adalah aturan atau ketentuan yang mengikat wargakelompok dalam
masyarakat
renaisans : adalah masa peralihan dari abad Pertengahan ke abadmodern di Eropa
(abad ke-14 – ke-17) yang ditandaioleh perhatian kembali
kepada kesusastraan klasik,berkembangnya kesenian dan
kesusastraan baru, dantumbuhnya ilmu pengetahuan
republik : adalah bentuk pemerintahan yang berkedaulatan rakyatdan dikepalai
oleh seorang presiden
romusa : adalah orang-orang yang dipaksa bekerja berat padazaman pendudukan
Jepang; pekerja paksa
sekuler : adalah bersifat duniawi atau kebendaan (bukan bersifatkeagamaan atau
kerohanian)
simbolik (simbolis) : adalah sebagai lambang: menjadi lambang;
mengenailambang
sistematika : adalah pengetahuan mengenai klasifikasi (penggolongan)
sosial: adalah berkenaan dengan masyarakat
susila : adalah baik budi bahasanya: beradab; sopan
talenta : adalah pembawaan seseorang sejak lahir; bakat
unitaris : adalah penganut ajaran (paham) unitarisme
unitarisme : adalah ajaran (paham, kecenderungan) yang menginginkanbentuk
negara kesatuan
D. DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka
Asshidiqie, Jimly. 2010. Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia.
Jakarta:Sinar Grafika
Dewantara, Ki Hadjar. 2013. Ki Hadjar Dewantara. Bagian Pertama:
[Link]: Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
dan Majelis LuhurPersatuan Tamansiswa
Latif, Yudi. 2011. Negara Paripurna. Historitas, Rasionalitas, dan
AktualitasPancasila. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Latif, Yudi. 2018. Wawasan Pancasila. Bintang Penuntun untuk
[Link]: Mizan
Pragiwaksono, Pandji. 2011. Nasionalisme. Kenali Indonesia-mu,
Temukanpassion-mu, Berkaryalah untuk Masa Depan Bangsamu.
Yogyakarta:Penerbit Bentang
Sekretariat Negara RI. 1995. Risalah Sidang Badan Penyelidik
UsahausahaPersiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) –
Panitia PersiapanKemerdekaan Indonesia (PPKI) 28 Mei 1945–22
Agustus 1945. Jakarta:Sekretariat Negara
Soedjono, R.P., dkk. 2008. Sejarah Nasional Indonesia. Zaman Jepang dan
ZamanRepublik Indonesia. Edisi Pemutakhiran. Jakarta: Balai
Pustaka
Soesatyo, Bambang. 2020. Jurus 4 Pilar. Merangkul Milenial, Menjaga
SuhuPolitik. Jakarta: Balai Pustaka
Soekarno. 2019. Filsafat Pancasila Menurut Bung Karno. Jakarta:
MediaPressindo
Suyadi. 2018. Stratregi Pembelajaran Pendidikan Karakter. Bandung: PT
RemajaRosda Karya
Uchrowi, Zaim. 2013. Karakter Pancasila. Membangun Pribadi dan
BangsaBermartabat. Jakarta: Balai Pustaka
Yenny, Maghfiroh. 2012. Holistic Character. Edusmart for Parenting
andTeaching. Jakarta: Matahati Edukasi Indonesia
Mengetahui Timbanuh, 25 Juli 2024
Kepala Sekolah
Guru Mapel
M. KARMAIDI, [Link]
NIP. 19721231 200501 1 005 RISNA KARTINI, [Link]
NIP. -