0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan4 halaman

Struktur dan Fungsi DPD RI dalam UUD 45

Diunggah oleh

novaldy.saladnyoo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan4 halaman

Struktur dan Fungsi DPD RI dalam UUD 45

Diunggah oleh

novaldy.saladnyoo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DPD RI

Pasal yang berhubungan dengan DPD

UUD 45: MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui PEMILU diatur
Pasal 1 ayat 1 lebih lanjut dengan UU
UUD 45: 1. Anggota DPD dipilih dari setiap provinsi melalui pemilihan umum
Pasal 22C 2. Anggota DPD dari setiap provinsi jumlahnya sama dan jumlah seluruh anggota
Ayat 1 – 4 DPD itu tidak lebih dari sepertiga jumlah anggota DPD
3. DPD bersidang sedikitnya sekali dalam setahun
4. Susunan dan kedudukan DPD diatur dengan undang-undang
UUD 45: 1. DPD dapat mengajukan kepada DPR RUU yang berkaitan dengan otonomi
Pasal 22D daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta
pembangunan daerah, pengelola SDA dan SDE, serta yang berkaitan dengan
perimbangan keuangan pusat dan daerah
2. DPD ikut membahas RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan
pusat dan daerah, pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah,
pengelolaan SDA dan SDE, perimbangan keuangan pusat dan daerah,
memberikan pertimbangan kepada DPR atas RUU APBN dan RUU pajak,
pendidikan agama
3. DPD dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan UU mengenai: (sama kyk
ayat 2)
4. Anggota DPD dapat diberhentikan dari jabatannya yang syarat dan tata
caranya diatur dalam UU
UUD 45: 2. Pemilu diselenggaran untuk memilih DPR, DPD, Presiden, Wapres, DPRD
Pasal 22E 4. Peserta pemilu untuk memilih anggota DPD adalah perseorangan
Ayat 2 & 4
UUD 45: RUU APBN diajukan presiden untuk dibahas bersama DPR dengan memperhatikan
Pasal 23 ayat 2 pertimbangan DPD
UUD 45: Hasil pemeriksaan keuangan negara diserahkan kepada DPR, DPD, dan DPRD
Pasal 23E ayat 2 sesuai dengan kewanangannya
UUD 45: Anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan
Pasal 23F ayat 1 diresmikan oleh presiden
Peraturan DPD Tata Tertib
No.1 th 2022

Latar belakang
Karena ada tuntutan demokrasi, guna memenuhi rasa keadilan masyarakat daerah, meningkatkan
semangat, kapasitas, dan partisipasi daerah, serta memperkuat NKRI maka MPR membentuk lembaga
perwakilan baru yaitu DPD sewaktu perubahan ketiga UUD 45 pada bulan November 2001.

Sejak perubahan itu, sistem perwakilan dan parleman di Indonesia berubah dari sistem unikameral
jadi sistem bikameral. Perubahannya ga terjadi seketika, tapi melalui tahap pembahasan yang cukup
panjang di Panitia Ad Hoc I MPR sesuai demokrasi.

Terus dirasa perlu nih ada lembaga yang mewakili kepentingan daerah biar menjaga keseimbangan
antara daerah dan pusat. Jadi daerah itu punya peran yang lebih besar untuk mengambil keputusan
politik (biar ga sentralistik)
Visi
DPD RI menjadi parlemen yang kuat dan aspiratif untuk memperjuangkan kepentingan daerah dalam
wadah NKRI
Misi
1. Memperkuat kewenangan DPD RI sesuai dengan UUD NRI 1945 dan UU.
2. Memperkuat DPD RI sebagai parlemen Indonesia untuk memperjuangkan kepentingan daerah
ditingkat nasional.
3. Mengoptimalkan hubungan kelembagaan DPD RI dengan Lembaga Negara, Pemerintah dan
pemangku kepentingan lainnya.
4. Meningkatkan hubungan kelembagaan DPD RI dengan parlemen dalam negeri dan luar negeri.

Fungsi
Mengacu pada ketentuan Pasal 22D UUD 1945 dan Tata Tertib DPD RI bahwa sebagai lembaga
legislatif DPD RI mempunyai fungsi legislasi, pengawasan dan penganggaran yang dijalankan dalam
kerangka fungsi representasi.
Tugas dan wewenang
1. Pengajuan Usul RUU Mengajukan kepada DPR RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah,
hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah,
pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta yang berkaitan
dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah.
2. Pembahasan RUU Ikut membahas RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah; hubungan
pusat dan daerah; pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah; pengelolaan sumber
daya alam, dan sumber daya ekonomi lainnya serta perimbangan keuangan pusat dan daerah.
3. Pertimbangan Atas RUU dan Pemilihan Anggota BPK Pertimbangan atas rancangan undang-
undang anggaran pendapatan dan belanja negara dan RUU yang berkaitan dengan pajak,
pendidikan dan agama. Serta memberikan pertimbangan kepada DPR dalam pemilihan
anggota BPK.
4. Pengawasan Atas Pelaksanaan UU Pengawasan atas pelaksanaan undang-undang mengenai
otonomi daerah, pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah, hubungan pusat dan
daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, pelaksanaan
anggaran pendapatan dan belanja negara, pajak, pendidikan dan agama serta menyampaikan
hasil pengawasannya itu kepada DPR sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti.
5. Penyusunan Prolegnas Menyusun Program Legislasi Nasional (Prolegnas) yang berkaitan
dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta
penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya,
serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah.
6. Pemantauan dan Evaluasi Raperda dan Perda Melakukan pemantauan dan evaluasi atas
rancangan Peraturan daerah (Raperda) dan Peraturan daerah (Perda).
Hak anggota
1. Bertanya; 5. Imunitas;
2. Menyampaikan usul dan pendapat; 6. Protokoler; dan
3. Memilih dan dipilih; 7. Keuangan dan administratif
4. Membela diri;
Kewajiban anggota
1. Memegang teguh dan mengamalkan 5. Menaati prinsip demokrasi dalam
Pancasila penyelenggaraan pemerintahan negara;
2. Melaksanakan UUD 45 dan menaati 6. Menaati tata tertib dan kode etik;
peraturan perundangundangan; 7. Menjaga etika dan norma dalam
3. Mempertahankan dan memelihara hubungan kerja dengan lembaga lain;
kerukunan nasional dan keutuhan NKRI; 8. Menampung dan menindaklanjuti
4. Mendahulukan kepentingan negara di aspirasi dan pengaduan masyarakat; dan
atas kepentingan pribadi, kelompok, 9. Memberikan pertanggungjawaban
golongan dan daerah; secara moral dan politis kepada
masyarakat di daerah yang diwakilinya.

Produk DPD
1. Peraturan DPD
2. Keputusan DPD
3. JDIH DPD (Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum)
4. Dokumen lain
Peraturan DPD
1. Peraturan DPD No.2 th 2023 tentang Tata Cara Pembentukan Peraturan DPD
2. Peraturan DPD No.4 th 2022 tentang Pemantauan dan Evaluasi Rancangan Peraturan daerah
3. Peraturan DPD No.2 th 2022 tentang Kebijakan Umum, Program dan Mekanisme Kerja, Alat
kelengkapan DPD
4. Peraturan DPD No.1 th 2022 tentang Tata Tertib
5. Peraturan DPD No.1 th 2021 tentang Tata Beracara Badan Kehormatan DPD
6. Peraturan DPD No.2 th 2018 tentang Kode Etik DPD
7. Peraturan DPD No.3 th 2015 tentang Pedoman Kegiatan DPD dan Penindaklanjutnya
8. Peraturan DPD No. 6 th 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawas DPD
Keputusan DPD
1. PROLEGNAS 3. Pengawasan 5. Pandangan dan pendapat
2. RUU Inisiatif 4. Pertumbangan 6. Keputusan lainnya

Alat kelengkapan DPD


1. Pimpinan 6. Badan Kehormatan
2. Panitia musyarawah 7. Alat kelengkapan lain
3. Panitia kerja (Komite I, II, III, IV) a. Badan Kerja Sama Parlemen
4. Panitia perancang undang-undang b. Badan Urusan Legislasi Daerah
(PPUU) “Jantung Legislasi DPD” c. Badan Akuntabilitas Publik
5. Panitia Urusan Rumah Tangga d. Panitia Khusus

Tugas Komite
Komite 1: Komite 2: Komite 3:
1. Otonomi daerah 1. Pengelolaan SDA 1. Pendidikan
2. Hubungan pusat dan daerah 2. Pengelolaan SDE 2. Agama
3. Pembentukan, pemekaran,
penggabungan daerah
Komite 1
 pemerintahan daerah;
 hubungan pusat dan daerah serta antar daerah;
 pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah;
 politik, hukum, dan hak asasi manusia;
 aparatur negara
 wilayah perbatasan negara
 pertanahan, agraria, tata ruang
 komunikasi dan informatika
 ketenteraman, ketertiban umum, perlindungan masy
 administrasi kependudukan/pncatatan sipil
 pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal;transmigrasi
Komite 2
 pertanian dan perkebunan
 perhubungan
 kelautan dan perikanan
 kehutanan dan lingkungan hidup
 ekonomi kerakyatan
 BUMN yg berakitan dgn SDA SDE
 Perindustrian dan perdagangan
 Pekerjaan umum dan perumahan rakyat
 Ketahanan pangan
 Meteorologi, klimatologi dan geofisika
Komite 3
 Pendidikan
 Agama
 Kebudayaan
 Kesehatan
 Pariwisata
 Pemuda dan olahraga
 Kesejahteraan sosial
 Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak
 Tenaga kerja
 Keluarga berencana
 Perpustakaan
 Ekonomi kreatif
Komite 4
 APBN
 Pajak dan pungutan
 Perimbangan keuangan pusat dan daerah
 Lembaga keuangan dan perbankan
 Koperasi usaha mikro, kecil, menengah
 Statistik
 BUMN yg berkaitan dgn keuangan
 Investasi dan penanaman modal

Anda mungkin juga menyukai