BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Setting Penelitian
1. Tempat Penelitian
Dalam penelitian ini penulis mengambil lokasi di SMPN 3 Palangka
Raya. Penulis mengambil lokasi atau tempat tersebut dengan
pertimbangan :
a. Peneliti merupakan salah satu tenaga pengajar di lingkungan SMPN 3
Palangka Raya sehingga peneliti memperoleh kemudahan dalam
perizinan.
b. Subjek peneliti adalah siswa dari peneliti dan adanya kerjasama
yang baik antara peneliti dengan siswa kelas IX-4 SMPN 3
Palangka Raya.
c. Peneliti menghendaki suatu perubahan progresif dan inovatif
dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran di lingkungan
SMPN 3 Palangka Raya.
2. Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu pada bulan
………….. sampai dengan ………… sebanyak 2 siklus, sedangkan
penjelasan mengenai pelaksanaan kegiatan perbaikan pembelajaran per
siklusnya dapat dirinci sebagai berikut :
Siklus Pertama : Pertemuan I : ………………..
Pertemuan II : …………………..
Siklus Kedua : Pertemuan I : …………………
Pertemuan II : ……………
B. Subjek Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMPN 3 Palangka Raya
Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan subjek penelitian adalah siswa kelas
IX-4 yang berjumlah 27 siswa terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 10 siswa
perempuan.
30
31
C. Sumber Data
Arikunto, (2006:129) menyatakan bahwa sumber data dalam penelitian
adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Dalam pelaksanaan penelitian
ini peneliti membagi data menjadi dua jenis, yaitu :
1. Data Primer
Data primer adalah data yang secara langsung diperoleh dari
subyek penelitian (Margono, 2005:156), yaitu siswa kelas IX-4 SMPN 3
Palangka Raya dengan jumlah siswa sebanyak 27 orang siswa, yang terdiri
dari 17 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Data primer ini berupa
hasil observasi, dokumentasi dan portopolio terhadap peserta didik pada
saat pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan metode
problem solving.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang tidak diambil secara langsung dari
subyek penelitian tetapi diperoleh dari dokumentasi pendukung seperti
profil sekolah, biodata anak, riwayat hasil belajar anak, nilai rapor, dan
lainnya. (Margono, 2005:156).
D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
Teknik dan alat pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian
tindakan kelas ini adalah:
1. Tes
Tes adalah alat pengumpul informasi mengenai hasil belajar
yang berupa pertanyaan atau kumpulan pertanyaan. Adapun tes
dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pretes dan postes. Pretes
dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum
pembelajaran. Sedangkan postes dimaksudkan untuk mengetahui
peningkatan kemampuan siswa setelah menggunakan metode problem
solving digunakan tes tulis berbentuk multiple choice.
2. Non Tes
Instrumen non tes dalam penelitian ini meliputi observasi, dan
dokumentasi. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut:
32
a. Observasi
Observasi dalam penelitian ini digunakan untuk
menginventariskan data tentang sikap siswa dalam belajarnya,
sikap guru, serta interaksi antara guru dengan siswa selama proses
pembelajaran, dengan harapan hal-hal yang tidak teramati oleh
peneliti ketika penelitian berlangsung dapat ditemukan (Heryanto,
2007:37). Observasi dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh
informasi tentang pembelajaran dengan menggunakan metode
problem solving secara terperinci baik mengenai motivasi siswa,
motivasi guru, maupun komponen-komponen pembelajaran lainnya
guna mengetahui kondisi kelas pada saat pembelajaran
berlangsung. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada lampiran.
b. Dokumentasi
Kajian dilakukan terhadap berbagai dokumen atau arsip yang
ada. Kajian dokumen atau studi dokumenter (documentary study)
merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan
menganalisis dokumen dokumen, baik dokumen tertulis, gambar
maupun elektronik (Nana Syaodih Sukmadinata, 2006: 221). Dokumen
tersebut meliputi data-data yang berkaitan dengan kelas yang menjadi
subjek tindakan, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat guru,
buku atau materi pelajaran, hasil pekerjaan siswa sebelumnya dan nilai
yang yang diberikan guru.
E. Validitas Data
Untuk menjamin kebenaran data yang dikumpulkan dan dicatat dalam
penelitian maka dipilih dan ditentukan cara-cara yang tepat untuk
mengembangkan validitas data yang diperolehnya. Dalam penelitian ini akan
digunakan teknik triangulasi. Menurut Lexy Moeleong (2000:178) Triangulasi
adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang
lain di luar data itu, untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding
terhadap data tersebut. Dalam penelitian ini validitas data dilakukan dengan
33
teknik triangulasi. Triangulasi dilakukan dengan maksud untuk mengecek
kebenaran data yang diperoleh dan membandingkannya dengan data yang
diperoleh dari sumber lain. Kebenaran hasil wawancara dengan wali kelas
dapat dibandingkan dengan arsip atau dokumen maupun melalui pengarnatan
ketika proses belajar berlangsung. Triangulasi sumber data dilakukan untuk
mengecek kebenaran data dari guru kelas maupun anak. Sedangkan triangulasi
metode dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang
berbeda untuk mendapatkan data yang sama. Observasi dapat dicek
kebenarannya dari arsip atau dokumen dan wawancara.
F. Teknik Analisa Data
Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis
data kualitatif. Data yang diperoleh dari hasil observasi, dokumentasi dan
portopolio dianalisis ke dalam bentuk deskripsi. Analisis data penelitian
kualitatif bersifat interaktif berlangsung. Teknik yang digunakan fleksibel,
tergantung pada strategi yang digunakan dan data yang telah diperoleh
(Sukmadinata: 2005, 114)
Data yang terkumpul selanjutnya akan dianalisis. Hal ini sesuai deugan
permasalahan vang akan dikaji dari tujuan penelitian. Tahap pertama
menggunakan teknik analisis deskriptif prosentase. Tahap kedua dengan
membandingkan antara hasil rekapitulasi nilai siklus I dengan rekapitulasi
siklus II. Dalam hal ini peneliti menggunakan analisis data kualitatif yang
berkesinambungan yang mencakup kegiatan-kegiatan sebagaimana dijelaskan
oleh Anggoro (2008 : 18) sebagai berikut :
1. Analisis temuan yang terus menerus, khususnya dalam masalah yang
diteliti yang berkaitan dengan pertanyaan peneliti dengan tujuan untuk
mendapatkan tema-tema untuk mengembangkan konsep-konsep.
2. Pengelompokkan dan pengorganisasian data segera mungkin setelah data
diperoleh sehingga dapat membantu peneliti dalam memahami pola
permasalahan dan tema yang diteliti.
3. Evaluasi kualitatif tentang validitas atau kepercayaan data yang terus
menerus.
34
Data yang dikumputkan oleh guru yang juga berperan sebagai peneliti
merupakan data kualitatif juga dianalisis secara kualitatif deskriptif. Tiga
langkah yang biasa diikuti dalam menganalisis data kualitatif yaitu :
1. Menyeleksi dan memfokuskan serta mengorganisasikan data sesuai
dengna pertanyaan peneliti.
2. Mendeskripsikan atau menyajikan data dalam bentuk narasi (uraian), tabel
maupun grafik.
3. Menarik kesimpulan dalam bentuk formula atau narasi singkat.
Analisis data terhadap hasil penelitian yang dilaksanakan
menggunakan indikator sebagaimana dijelaskan di bawah ini.
1. Data Hasil Pengamatan Motivasi Siswa
Tabel 3.1 Kriteria Penilaian Motivasi Belajar Siswa
No Rentang Nilai Kriteria Ket
1 >=5 Belum Tuntas
2 <5 Tuntas
2. Data Hasil Belajar
Hasil belajar siswa dianalisis secara kuantitaif, sedangkan skala
nilai yang digunakan adalah rentang nilai 10 sampai dengan 100. Menurut
Arikunto (2011:45) analisis data dimaksudkan untuk mengetahui
ketuntasan belajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
Perolehan nilai setiap siswa melalui tes hasil belajar secara tertulis
diolah dengan rumus :
a. Ketuntasan Belajar Klasikal
Keterangan :
A = Ketuntasan
B = Jumlah Siswa Tuntas (siswa mendapat nilai di atas 80)
C = Jumlah Seluruh Siswa
b. Nilai rata-rata
35
Keterangan :
X = Nilai Rata-rata
∑Y= Jumlah Nilai Seluruh Siswa
n = Jumlah Seluruh Siswa
G. Indikator Keberhasilan
Indikator yang digunakan untuk mengukur peningkatan hasil dan
ketuntasan belajar siswa dalam mempelajari materi pembelajaran. Siswa
dinyatakan tuntas dengan kriteria mencapai penguasaan materi di atas KKM
atau mendapat nilai minimal 70. Adapun indikator yang digunakan untuk
mengukur peningkatan motivasi adalah keterlibatan siswa dalam proses
pembelajaran dan pelaksanaan tugas selama mengikuti kegiatan
pembelajaran. Siswa dinyatakan meningkat motivasinya jika siswa
memberikan respon aktif terhadap penjelasan dan pertanyaan yang diajukan
guru, aktif dalam melaksanakan tugas guru, aktif belajar dan bekerja
kelompok, serta aktif mengkomunikasi hasil proses pembelajaran.
Indikator keberhasilan proses perbaikan pembelajaran dalam penelitian
ini dapat ditetapkan sebagai berikut
1. Penerapan metode problem solving dalam meningkatkan keaktifan belajar
siswa pada pembelajaran matematika materi mengidentifikasi sifat-sifat
dua segitiga sebangun dan kongruen, minimal 85% dari jumlah siswa
secara keseluruhan.
2. Penerapan metode problem solving dapat meningkatkan hasil belajar
matematika materi mengidentifikasi sifat-sifat dua segitiga sebangun dan
kongruen secara individual minimal mencapai KKM yaitu 70 dan secara
klasikal minimal 85% siswa tuntas belajarnya.
H. Prosedur Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian
tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, terdiri atas perencanaan,
pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.
1. Perencanaan
36
Berdasarkan hasil observasi awal serta temuan permasalahan
kemampuan siswa kelas IX-4 SMPN 3 Palangka Raya maka peneliti
menerapkan metode pembelajaran problem solving guna membantu siswa
menarik kesimpulan akhir dari pemecahan permasalahan, dalam
penelitian ini tindakan penulis melakukan beberapa hal sebagai berikut :
a. Peneliti menyusun rencana tindakan dan penelitian tindakan yang
hendak dilaksanakan didalam pembelajaran yang terdiri dari
beberapa kegiatan diantaranya :
b. Melakukan kajian dengan observer serta buku paket dan buku-
buku lainnya yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari.
c. Menetapkan pokok bahasan arau materi yang akan diajarkan.
d. Menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
yang berisikan materi yang akan dipelajari.
e. Kesepakatan dengan observer mengenai waktu pelaksanaan PTK
f. Menentukan langkah-langkah yang akan dilaksanakan dalam
pembelajaran dengan menggunakan metode problem solving,
termasuk menyusun soal post tes yang akan diberikan dan lembar kerja
siswa.
g. Menyusun lembar observasi untuk melihat motivasi siswa.
2. Tindakan
Pelaksanaan penelitian disesuaikan dengan rencana yang telah
dibuat sebelumnya, terdiri dari kegiatan belajar mengajar, evaluasi dan
refleksi
a. SIKLUS I
Materi yang dibahas pada tindakan I adalah materi
mengidentifikasi sifat-sifat dua segitiga sebangun dan kongruen
kegiatan yang dilakukan meliputi :
1) Peneliti melakukan kegiatan pembelajaran, dibantu oleh salah
seorang mitra untuk memantau dan mengobservasi kegiatan
pembelajaran.
37
2) Peneliti mengemukakan suatu permasalahan kepada siswa yang
sifatnya sederhana, menarik dan proporsional, sehubungan dengan
materi mengidentifikasi sifat-sifat dua segitiga sebangun dan
kongruen.
3) Peneliti meminta siswa mengemukakan kembali permasalahan
dengan kata-kata sendiri.
4) Peneliti akan mengunakan alat peraga atau sarana pendukung
(buku bacaan) dalam membahas dan menjawab permasalahan,
sebagai data atau keterangan yang dapat dipergunakan untuk
memecahkan masalah.
5) Mengunakan model diskusi kelompok untuk membuat siswa
terlibat secara aktif dalam proses pemecahan masalah, output
yang diharapkan dari proses diskusi adalah jawaban sementara
dari permasalahan.
6) Setelah pembahasan/pemecahan permasalahan, peneliti akan minta
kepada siswa untuk merefleksi, misalnya dengan menanyakan
kepada siswa, apakah ada permasalahan lain yang mirip? dan
bagaimana pemecahan masalah yang diterapkan sehingga dapat
menjadi pengetahuan baru bagi siswa?, dalam tahapan ini
siswa harus berusaha memecahkan masalah sehingga betul-betul
yakin bahwa jawaban itu benar.
7) Menarik kesimpulan, artinya siswa harus sampai kepada
kesimpulan akhir tentang jawaban.
8) Peneliti melakukan evaluasi untuk mengetahui efektifitas,
keberhasilan dan hambatan dari metode pembelajaran problem
solving.
9) Melakukan perbaikan berdasarkan evaluasi hasil pemantauan.
10) Peneliti bersama dengan mitra guru menganalisa dan
merefleksikan pelaksanaan dan hasil kegiatan pembelajaran
Siklus I, untuk menentukan tingkat keberhasilan proses perbaikan
38
pembelajaran seerta menentukan langkah dan strategi yang
dilaksanakan pada pelaksanaan siklus II.
b. SIKLUS II
Materi yang dibahas pada tindakan II adalah materi
mengidentifikasi sifat-sifat dua segitiga sebangun dan kongruen
kegiatan yang dilakukan meliputi :
1) Peneliti melakukan kegiatan pembelajaran, dibantu oleh salah
seorang mitra untuk memantau dan mengobservasi kegiatan
pembelajaran.
2) Peneliti mengemukakan suatu permasalahan yang sederhana,
menarik dan proporsional, sehubungan materi mengidentifikasi
sifat-sifat dua segitiga sebangun dan kongruen.
3) Peneliti meminta siswa mengemukakan kembali permasalahan
dengan kata-kata sendiri.
4) Peneliti akan mengunakan alat peraga atau sarana pendukung
(buku bacaan) dalam membahas dan menjawab permasalahan,
sebagai data atau keterangan yang dapat dipergunakan untuk
memecahkan masalah.
5) Mengunakan model tanya jawab untuk membuat siswa terlibat
secara aktif dalam proses pemecahan masalah, output yang
diharapkan dari proses diskusi adalah jawaban sementara dari
permasalahan.
6) Setelah menyelesaikan masalah, peneliti akan minta kepada
siswa untuk merefleksi, misalnya dengan menanyakan kepada
siswa, apakah ada permasalahan lain yang mirip? dan
bagaimana pemecahan masalah yang diterapkan sehingga dapat
menjadi pengetahuan baru bagi siswa?, dalam tahapan ini
siswa harus berusaha memecahkan masalah sehingga betul-
betul yakin bahwa jawaban itu benar.
7) Menarik kesimpulan, artinya siswa harus sampai kepada
kesimpulan akhir tentang jawaban.
39
8) Peneliti melakukan evaluasi untuk mengetahui efektifitas,
keberhasilan dan hambatan dari metode pembelajaran problem
solving.
10) Peneliti bersama dengan mitra guru menganalisa dan
merefleksikan pelaksanaan dan hasil kegiatan pembelajaran
Siklus II, sebagai acuan untuk menentukan proses pembelajaran
11) Memberikan soal-soal tes akhir (post tes) sebagai bahan untuk
mengetahui sejauh mana siswa memahami materi yang telah
dipelajari yaitu materi mengidentifikasi sifat-sifat dua segitiga
sebangun dan kongruen dengan penerapan metode problem
solving.
12) Menggunakan instrument penelitian yang telah dibuat sebagai
alat observasi untuk melihat, mencatat peningkatan motivasi
siswa ketika pembelajaran berlangsung.
3. Pengamatan
Peneliti bersama observer mengamati motivasi siswa tujuannya
yaitu untuk pendokumentasian terhadap proses, pengaruh, cara tindakan
serta persoalan-persoalan baru yang mungkin timbul melalui lembar
observasi, angket, dan wawancara. Hasil observasi dilakukan sebagai
penyusunan program tindakan selanjutnya.
4. Refleksi
Dilakukan untuk mengkaji dan merenungkan kembali tindakan
yang telah dilaksanakan terhadap subyek penelitian yang telah dicatat
dalam lembar observasi. Refleksi dilakukan secara kolaboratif antara
peneliti dengan observer untuk melakukan revisi pada pelaksanaan
tindakan selanjutnya dan menentukan tingkat keberhasilan proses
perbaikan pembelajaran