0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan16 halaman

Dampak Digital Marketing pada UMKM

Diunggah oleh

Man Realme
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan16 halaman

Dampak Digital Marketing pada UMKM

Diunggah oleh

Man Realme
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar BelakangMasalah

UMKM ialah usaha yg memiliki potensi untuk menaikkan kesejahteraan

masyarakat sekitar, kesadaran akan peran pentingnya pada aktivitas ekonomi

warga harus diimbangi dengan penemuan dalam tampilan daerah perjuangan,

bukan sekedar rasa dan bentuk produk. Pelaku usaha wajib memberikan

penemuan serta pemasaran yg menarik berusaha buat pemasaran digital di negara

ini upaya buat bertahan pada persaingan yang sangat ketat usaha mikro, kecil dan

menengah (UMKM) pada era digital membentuk persaingan UMKM semakin

ketat serta mewajibkan para pelaku UMKM buat mengikuti perkembangan

memanfaatkan teknologi, salah satunya adalah pemanfaatan digital marketing

memaksimalkan penghasilan atau pendapatan para pembisnis atau pelaku UMKM

(Yuwono, dkk,2019).

Pandemi covid-19 telah mewabah di Indonesia sejak Tahun [Link]

tersebut berpengaruh terhadap segala sektor, salah satunya di sektor

[Link] merupakan salah satu bagian terpenting dalam sektor ekonomi

yang mengalami penurunan yang [Link] diakui bahwa pandemi Covid-

19 telah membuat menurunya daya beli [Link] publik telah

mengurangi interaksi diluar ruangan untuk menekan persebaran pandemi. Dengan

demikian, banyak konsumen yang kemudian menjaga jarak dan mengalihkan

1
2

pembelian secara digital. Dampaknya banyak UMKM yang harus menutup

usahanya karena menurunya pembelian dan masih tergantung pada penjualan,

secara luar jaringan (offline).Sehingga beberapa sektor UMKM yang

belumberadaptasi secara digital pada akhirnya sangat terdampak hingga menutup

[Link] begitu pandemi Covid-19 secara tidak langsung telah mendorong

perubahan baru dalam langgam bisnis [Link] tersebut yaitu

beralihnya bisnis offline menuju bisnis digital yang dikenal juga sebagai

fenomena kewirausahan [Link] sosial dan market place (perantara) dapat

menjadi sebuah konsep untuk mempermudah pelaku UMKM mendapatkan akses

pemasaran yang lebih luas (Purnomo, 2019).

Memasuki persaingan pasar dunia Industri 4.0, perkembangan pesat

ekonomi melalui [Link] teknologi pemasaran khususnya di

bidang UMKM, mencoba mendorong berkembangnya kewirausahaan serta

menunjukkan harapan bagi pengembangan UMKM yang [Link]

kekuatan ekonomi serta pengembangan pengguna teknologi digital pada dunia

pemasaran (Nurcahya,2020).

Pemasaran digital meliputi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan

penjualan, iklan, promosi serta [Link] pemasaran internet atau sering

diklaim taktik pemasaran digital artinya setiap aktivitas (usaha) yang dilakukan

untuk negosiasi produk atau layanan oleh atau memakai media online, yaitu media

[Link] ada perubahan, pemasaran tidak lepas dari 3 komponen yg

selalu menyertai, yaitu konsumen, pesaing dan [Link] komponen ini


3

selalu hadir pada setiap diskusi pemasaran.

Salah satu indikator atau faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian

adalah faktor kepuasan [Link] inilah yang dapat terus bertambah

atas peningkatan laba (Hermawan, 2018).Dalam mengukur pertumbuhan

penjualan suatu produk, dapat dilihat apakah konsumen puas dengan barang

ataujasa yang ditawarkan atau tidak. Pelanggan yang puas dan tidak puas maka

akan hidup dalam hubungan mengenai harapan dan kinerja yang diterima dari

produk atau layanan. Jika produk atau layanan tidak memenuhi harapan pelanggan,

itu tidak akan dibeli Kembali atau pembeli tidak akan menjadi customer loyality.

Sebaliknya jika produk ataupun jasa telah melebihi harapan pelanggan, maka

konsumen tersebut akan merasa puas serta akan dapat mengulangi pembeliannya

(loyalitas customer) (Jati et al, 2017)

Penggunaan teknologi digital dan juga termasuk pemasaran telah

berdampak pada semua kehidupan dan juga aktivitas warga. Pemasaran yang

berbasis digital atau teknologi digunakan memang untuk memenangkan hati

pelanggan, untuk menciptakan preferensi mereka, untuk mempromosikan merek,

untuk mempertahankan pelanggan serta untuk menaikkan penjualan, yg pada

akhirnya menaikkan [Link] seluruh informasi mengenai produk

serta juga layanan, transaksi dengan melalui internet dan memungkinkan

pedagang untuk melokalisasi serta menawarkan kebutuhan dan hasrat atau

keinginan customer potensial tanpa ada batas ruang dan waktu, disebut pula

dengan oemasaran [Link] ini sering dipergunakan untuk pemasaran

digital (Dedi,2017).
4

Riset ekonomi untuk pemain UMKM berbasis digital, penelitian oleh

Christina Sediastuti memperhatikan bahwa strategi untuk menantikan peningkatan

mekanisme pasar kompetitif yang sangat terbuka, terutama di Kawasan ASEAN

yang merupakan pemimpin pasar adalah prasyarat untuk perbaikan daya Saing

[Link] demikian, UMKM harus mengejar ketinggalan informasi yang

mudah, [Link] mengenai pasar manufaktur untuk

memperluasfaktorperluasan produk pemasaran yang dihasilkan oleh para

[Link] TI di UMKM memfasilitasi penyebaran UMKM baik di

kalangan domestik maupun luar negeri dengan amat [Link] pusat dan

pemantauan perkembangan UMKM berbasis IT mampu merangsang pertumbuhan

pengembangan UMKM di era teknologi informasi saat ini (Sedyastuti,2018).

Digital marketing pada promosi ialah, salah satu cara agar meningkatkan

pendapatan para pelaku UMKM. Berdasarkan Maulana Abdul Rahman,

pemanfaatan media sosial bermanfaat bagi kuliner Kota Malang. Tidak selaras

dengan pernyataan lain, ternyata berdasarkan Latif Krisnawati, Ibnu Auf Ubaidi,

Reminta Lumban Batu, penghasilannya bisa berkurang dan bertambah. Lalu

menurut Mila Yulia Herosian, Made Adhiguna Samvara masih kurang

pemahaman konsumen wacana digital marketing pada beberapa daerah, yang

tidak berpengaruh di pendapatan UMKM di wilayah tadi (Haryanti dkk,2019).

Pada strategi pemasaran tetap berpegang pada program pemasaran (produk,

harga, promosi, lokalisasi dan distribusi) dengan referensi peluang pasar untuk

mencapai tujuan [Link] bahasa yang lebih sederhana, strategi pemasaran

pada dasarnya menunjukkan bagaimana tujuan pemasaran dapat tercapai. Faktor


5

lingkungan ini akan diamati serta pula dianalisis dalam perumusan strategi

pemasaran yaitu situasi danatau persaingan pasar, perkembangan TI, syarat

ekonomi, rules atau peraturan dan juga kebijakan sebuah pemerintah, syarat sosial

dan juga budaya serta kondisi politik. Masing-masing itu semua merupakan factor

tadi yang dapat menciptakan peluang atau ancaman/hambatan bagi pemasaran

produk UMKM (Pangestuti, 2021).


6
7
8

Tabel [Link] UMKM Binaan Bank Indonesia


No Nama UMKM Jumlah Omset
1 Aneka Camilan Umi Haikal Rp100.000.000-Rp250.000.000
2 Aurora Rajut & Craft <Rp100.000.000
3 Bakso Mak Iji Rp100.000.000-Rp250.000.000
4 Batubara Group >Rp1.000.000.000
Rp500.000.000-
5 Brandan Donuts
Rp1.000.000.000
6 Bros Mewah Rp250.000.000-Rp500.000.000
7 Cemilan Taaruf <Rp100.000.000
Rp500.000.000-
8 Cimbang Coffee
Rp1.000.000.000
9 CV Academy Indonesia Rp250.000.000-Rp500.000.000
10 CV Berkah Maju Jaya Rp250.000.000-Rp500.000.000
11 CV Haramas >Rp1.000.000.000
Rp500.000.000-
12 CV Hidro Sinergi Utama
Rp1.000.000.000
13 CV IR Kriya Melayu Rp250.000.000-Rp500.000.000
Rp500.000.000-
14 Dapoer Umi Jamina
Rp1.000.000.000
15 Dapur Bunda >Rp1.000.000.000
16 Dapur Jamur Rp100.000.000-Rp250.000.000
17 Dodol Sejahtera >Rp1.000.000.000
18 Galery Ulos Sianipar >Rp1.000.000.000
19 Gapoktan Mandiri Rp250.000.000-Rp500.000.000
20 Gapoktan Sidodadi (Klaster Integrasi Padi-Sapi) >Rp1.000.000.000
Rp500.000.000-
21 Gapoktan Ulu Laena
Rp1.000.000.000
Rp500.000.000-
22 Golat Sungsang
Rp1.000.000.000
23 Gula Semut Aren Berkah Buluh Awar <Rp100.000.000
24 Harapan Tani >Rp1.000.000.000
25 Harmoni Sumut >Rp1.000.000.000
26 Izbil Donat & Bakery Rp100.000.000-Rp250.000.000
27 Juli Tani >Rp1.000.000.000
28 Klaster Local Economi Development She Craft Rp100.000.000-Rp250.000.000
29 Kreasi Sejahtera Abadi Rp250.000.000-Rp500.000.000
9

Laucih Nd. Pakenta Br. Sembiring (minyak


30 >Rp1.000.000.000
gosok)
31 M.A Snack Rp100.000.000-Rp250.000.000
32 Maga Coffee Rp250.000.000-Rp500.000.000
33 Namira Terasi <Rp100.000.000
34 Neni Handmade Collection <Rp100.000.000
35 Pempek BeGe Rp250.000.000-Rp500.000.000
36 Pempek Nabil >Rp1.000.000.000
37 PT Aloya Bumi Nusantara Rp250.000.000-Rp500.000.000
38 PT Bejo Agro Lestari >Rp1.000.000.000
39 PT Hagatekno Mediata Indonesia >Rp1.000.000.000
40 Qoqom Foods >Rp1.000.000.000
Rp500.000.000-
41 Raki Tenun
Rp1.000.000.000
42 Rumah Camilan Neng Arsyi Rp250.000.000-Rp500.000.000
Rp500.000.000-
43 Ryan Furniture
Rp1.000.000.000
44 Sapo Durin >Rp1.000.000.000
45 Sinergi Fajar Harapan >Rp1.000.000.000
46 Toko Oemah Tani >Rp1.000.000.000
47 UD Indokopi Halomoan Jaya Rp250.000.000-Rp500.000.000
48 UD. Donita >Rp1.000.000.000
49 Yulia Home Bakery <Rp100.000.000
50 PT. Waspada Dinasti Eriasafa Rp100.000.000-Rp250.000.000
Rumah Tempe Pesantren Tahfiz Taruna Al-
51 Rp100.000.000-Rp250.000.000
Qolam
52 CV. Mandiri Kopi >Rp1.000.000.000
53 Creabrush Rp100.000.000-Rp250.000.000
54 Yapmode Gallerry Fashion School Rp250.000.000-Rp500.000.000
55 Gapoktan Berkarya Rp250.000.000-Rp500.000.000
Sumber: Arsip Bank Indonesia Sumatera Utara, 2021

Seperti yang terlihat pada tabel diatas, cukup banyak UMKM yang berada

di dalam binaan Bank Indonesia Sumatera Utara sangat [Link] dari itu,

penulis mengangkat judul yaitu "Pengaruh Pemasaran Online Terhadap


10

Peningkatan Laba Pada UMKM Binaan Bank Indonesia Provinsi Sumatera

Utara”.

1.2. IdentifikasiMasalah

Perkembangan serta pengembangan digital marketing banyak

membawa pengaruh positif termasuk dalam peningkatan penjualan yang

berujung dengan peningkatan laba. oleh karena startegi pemasaran online ini

berpengaruh signifikan.

1.3. Batasan Masalah

Adapun batasan masalah yang pada penelitian ini yaitu:

1) Penelitian ini hanya berkaitan dengan variabel bebas yaitu pemasaran

online, dan variabel terikat yaitu peningkatan laba.

1.4. RumusanMasalah

1) Apakah pemasaran online mempengaruhi terhadap peningkatan laba pada

UMKM binaan Bank Indonesia di Provinsi Sumatera Utara?

1.5. Tujuan Penelitian

1) Untuk mengetahuipengaruh pemasaran online terhadap peningkatan laba

UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara


11

1.6. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1) Bagi pemilik UMKM binaan Bank Indonesia di Sumatera Utara

Penelitian ini dapat dijadikan tolak ukur atau salah satu cara baru untuk

meningkatan laba UMKM menggunakan pemasaran secara online.

2) Bagi Akademik

Diharapkan penelitian ini dapat berguna sebagai sumber referensi untuk

peelitian selanjutnya yang berkenaan dengan pemasaran online dan

peningkatan laba UMKM

3) Bagi Penulis

Diharapkan penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan ilmu baru

bagi peneliti, khususnya di bidang pemasaran online dan peningkatan

laba pada UMKM.


13

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Uraian Teoritis

2.1.1. Pemasaran Online

Pemasaran online yaitu salah satu bentuk upaya yang dilakukan oleh

UMKM untuk memasarkan produk berupa barang dan jasa, yang bertujuan

mencipakan relasi dengan para pembeli atau konsumen melalui jejaring sosial.

Cara pemasaran online tersebut dilakukan melalui situs atau media sosial yang

mudah diakses semua orang dengan cakupan yang sangat luas yang dapat diakses

melalui telepon genggamnya atau melalui perangkat komputer ataupun laptop .

(Kotler, P dan Armstrong, 2009:237)

a. Indikator-indikator PemasaranOnline

Menurut (Kotler, P dan Armstrong, 2009:250) terdapat beberapa

indikator dalam pemasaran online yang efektifyaitu:

1) Tingkat Daya Tarik

2) Tingkat Penjualan per Salesperson

3) Indeks Kepuasan Konsumen

4) Tingkat afinitas
14

2.1.2. PeningkatanLaba

a. Pengertian

Laba merupakan perbedaan antara realisasi penghasilan yang

berasal dari transaksi UMKM pada periode eksklusif dikurangi dengan

porto yg dikeluarkan untuk menerima penghasilan itu. Laba sering

dijadikan tolak ukur untuk menilai pencapaian kinerja

[Link] laba sangat bermanfaat dalam memberikan prediksi

serta estimasi peningkatan laba, sebab hal ini sangat bermanfaat bagi

manajemen dalam mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang sudah

mereka terapkan serta berguna bagi investor yang ingin menanamkan

modalnya ke UMKM tersebut (Sofyan, 2018).

Peningkatan atau pertumbuhan laba yaitu persentase kenaikan

keuntungan yang diperoleh UMKM [Link] laba yang

positif dapat mempengaruhi kinerja keuangan dalam UMKMtersebut.

b. Indikator-indikator PeningkatanLaba

Menurut Hanafi dan Halim (dalam Priono, 2013), yang

mempengaruhi peningkatan laba yaitu:

1) Peningkatan pendapatan

2) Peningkatan Jumlah Pelanggan

3) Peningkatan Kualitas Produk

4) Peningkatan SDM
15

2.2. Penelitian Terdahulu

Peneliti terdahulu banyak yang meneliti variabel-variabel ini sehingga

dapat memperkuat landasan teori dan sebagai referensi bagi penulis. Peneliti-

peneliti terdahulu yaitu:

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu


No Judul Penelitian Penulis Variabel Hasil

Pengaruh Strategi Ira Variabel Hasil penelitian ini menjawab

Pemasaran Online Setiawati Bebas (x) pernyataan Hipotesis, yang

Terhadap Penta Strategi menunjukkan bahwa Strategi

1 Peningkatan Laba Widyartati Pemasaran Pemasaran online berpengaruh

UMKM Online positif terhadap Laba Usaha

Mikro Kecil dan Menengah

(UMKM) di Jawa Tengah.

Strategi Nurani Variabel Hasil wawancara dengan pelaku

Pemasaran Online Eni terikat (y) UMKM yang telah melakukan

Terhadap Widhajati Peningkatan pemasaran online, baik melalui

Peningkatan Laba media sosial maupun market

Penjualan UMKM place/e-commerce baik yang


2
UMKM Di Plut difasilitasi oleh PLUT

Kumkm KUMKM melalui

Tulungagung [Link] maupun

market place lainnya

menunjukkan ada kenaikan


16

pemasaran produk sebesar 10%

sampai dengan 70%. Kenaikan

ini sangat tergantung dari

keaktifan UMKM dalam

memposting produk-produk

mereka ke sosial media maupun

ke market place/e-commerce..

Pengaruh Dini Variabel Hasil perhitungan dimana nilai

Transaksi Online Setyorini, Bebas (x) signifikan e-commerce 0,000

(E- Commerce) Ety Strategi <dari α 0,05 dan diketahui nilai

Terhadap Nurhayaty, Pemasaran thitung 4,54 > dari t tabel 2,446,

Peningkatan Laba Rosmita. Online maka e-commerce berpengaruh

UMKM (Studi positif dan signifikan terhadap


3
Kasus UMKM pendapatan UMKM

Pengolahan Besi pengelolaan besi di Ciampea

Ciampea Bogor Jawa Barat. Jadi dapat

Jawa Barat) disimpulkan bahwa Ha diterima

Ho

ditolak.
17

2.3. KerangkaKonseptual

Kerangka konseptual dalam penelitian ini, seperti pada gambar dibawah

ini:

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual

2.4. Hipotesis

Berdasarkan judul, latar belakang, rumusan masalah, dan teori yang ada.

Maka hipotesis dalam penelitian ini yaitu:

Ha: Pemasaran Online berpengaruh positif dan signifikan terhadap Peningkatan

Laba pada UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara

Ho: Pemasaran Online berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Peningkatan

Laba pada UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara

Anda mungkin juga menyukai