Pengaruh Kompetensi pada Kinerja PNS
Pengaruh Kompetensi pada Kinerja PNS
PENDAHULUAN
Pemerintah sebagai lembaga yang memiliki kekuasaan dan wewenang menjalanakan
kegiatan pemerintahan senantiasa berinteraksi dengan masyarakat sebagai user dari pelayanan
yang diselenggarakan pemerintah. Sehingga dalam hal ini pemerintah selalu dituntut dan
memiliki kewajiban untuk terus – menerus memperbaiki kinerjanya demi menghasilkan
pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Penyelenggaran aparatur sipil negara atau biasa disebut dengan ASN harus dilihat dalam
konteks optimalisasi penyelanggaran fungsi-fungsi pokoknya terhadap keberadaan aparatur
dalam organisasi pemerintahan tersebut, terutama dalam meningkatkan kinerja guna memberikan
pelayanan kepada masyarakat. Suatu pemerintahan dianggap efektif apabila dapat mencapai
tujuannya secara optimal, mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan dapat
meningkatkan prestasi kerja serta pengembangan sumber daya manusia.
Dalam kerangka organisasi terdapat hubungan antara kinerja perorangan (individual
Performance) dengan kinerja organisasi (Organization Performance). Organisasi pemerintah
maupun swasta besar maupun kecil dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan harus melalui
kegiatan-kegiatan yang digerakkan oleh orang atau sekelompok orang yang aktif berperan
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2828-5298 (online)
1721
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi
Vol.3, No.5, Juli 2024
sebagai pelaku, dengan kata lain tercapainya tujuan organisasi hanya dimungkinkan karena
adanya upaya yang dilakukan oleh orang dalam organisasi tersebut (Tsauri, 2014).
Kinerja instansi pada dasarnya merupakan akumulasi secara hierarkis dari kinerja individu
pegawainya, sedangkan kinerja tidak terlepas dari kompetensi yang melekat pada diri pegawai
tersebut. Kinerja instansi tidak dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat akibat
kompetensi yang kurang. Pelaksanaan kegiatan pada umumnya berhubungan dengan kebutuhan
yang dirasakan oleh masyarakat. Kinerja yang tidak optimal menyebabkan pelayanan yang
diberikan tidak memenuhi ekspektasi yang diharapkan oleh masyarakat tersebut.
Spencer and Spencer (1993) Kompetensi didefinisikan sebagai Underlying characteristic‟s
of an individual which is causally related to criterion- referenced effective and or superior
performance in a job or situation. Kompetensi merupakan karakteristik yang mendasari
seseorang dan berkaitan dengan efektivitas kinerja individu dalam pekerjaannya.
Sedangkan menurut Jackson dan Schuler dalam Rahadi (2021) Kompetensi didefinisikan
sebagai “keterampilan, ِ pengetahuan, ِ kemampuan ِ dan ِ karakteristik ِ lain ِ yang ِ
dibutuhkan seseorang untuk ِ melakukan ِ pekerjaan ِ secara ِ efektif”.
Mengenai kompetensi Pegawai Negeri Sipil (PNS) PERKALAN Nomor 10 Tahun 2018
menerangkan bahwa kompetensi adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku seorang
PNS yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan dalam melaksanakan tugas jabatannya.
Kompetensi sebagaimana dimaksud meliputi komptensi teknis, manajerial dan sosio kultural (UU
Nomor 5 Tahun 2014).
Spencer and Spencer (1993), mengemukakan pengertian kompetensi sebagai suatu
karakteristik dasar dari seorang individu yang secara sebab akibat berhubungan dengan criterion
referenced effective dan atau kinerja yang tinggi sekali dalam suatu pekerjaan atau situasi. 5 (lima)
karakteristik kompetensi menurut Spencer dan Spencer (1993), yaitu:
1. Motif (motives)
Adalah sesuatu yang secara terus menerus dipikirkan atau diinginkan seseorang secara
konsisten sehingga ia bertindak. Motif menggerakkan, mengarahkan dan memilih perilaku
terhadap tindakan atau goal dan lainnya.
Contoh : Orang yang memiliki motivasi berprestasi secara konsisten mengem-bangkan
tujuan-tujuan yang memberi tantangan pada dirinya, dan bertanggung jawab penuh untuk
mencapai tujuan tersebut serta mengharapkan ”feedback” untuk memperbaiki dirinya.
2. Karakteristrik pribadi (trait)
Adalah watak yang membuat orang untuk berprilaku atau bagaimana seseorang merespon
sesuatu dengan cara tertentu.
Contoh: Kontrol emosi dan inisiatif adalah respon yang konsisten terhadap situasi.
Mengontrol emosi dan bertindak untuk memecahkan masalah merupakan kompetensi sifat
yang merupakan karakteristik manajer yang sukses.
3. Konsep diri (self-concept)
Adalah sikap dan nilai-nilai yang dimiliki seseorang. Sikap dan nilai diukur melalui tes
kepada responen untuk mengetahui nilai (value) yang dimiliki seseorang, apa yang menarik
bagi seseorang untuk melakukan sesuatu.
Contoh : Percaya-diri adalah keyakinan seseorang bahwa ia dapat bertindak secara efektif
dalam situasi apapun merupakan bagian dari konsep-diri seseorang.
4. Pengetahuan (knowledge)
Adalah informasi yang dimiliki seseorang dalam bidang tertentu. Pengetahuan merupakan
kompetensi yang kompleks. Nilai tes pengetahuan sering gagal memprediksi kinerja kerja
karena hasil tes tersebut gagal mengukur pengetahuan dan kemampuan bila kedua hal
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2828-5298 (online)
1722
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi
Vol.3, No.5, Juli 2024
tersebut digunakan secara nyata dalam pekerjaan, sehingga dapat dikatakan bahwa
pengetahuan adalah apa yang seseorang dapat lakukan bukan apa yang akan ia lakukan.
5. Keterampilan (skill)
Adalah kemampuan untuk melaksanakan tugas fisik atau mental tertentu. Kompetensi
keterampilan kognitif atau mental mencakup berpikir secara analitis (mengolah pengetahuan
dan data, menentukan sebab dan akibat, mengatur data dan merencanakan sesuatu) dan
berpikir secara konseptual (mengenali pola dalam data yang kompleks).
Dalam konteks Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2014
tentang Aparatus Sipil Negara bahwa kompetensi yang harus dimiliki terdiri dari kompetensi
teknis, manajerial dan sosiokultural. Dalam perkembangannya terutama dalam menghadapi
tantangan global dan revolusi indsutri 5.0 kompetensi teknis yang harus dimiliki ASN difokuskan
pada literasi digital dan emerging skill sebagaimana yang telah dilakukan Badan Kepegawaian
Negara (BKN) dalam pemetaan potensi ASN atau talent pool.
Dalam Kamus besar Bahasa Indonesia, kinerja diartikan sebagai sesuatu yang ingin dicapai,
prestasi yang diperlihatkan dan kemampuan seseorang. Banyak batasan yang diberikan para ahli
mengenai istilah kinerja, walaupun berbeda dalam tekanan rumusannya, namun secara prinsip
kinerja adalah mengenai proses pencapaian hasil.
Kinerja adalah tingkat keberhasilan dalam melaksanakan tugas, serta kemampuan untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dimana “kinerja dikatakan baik dan sukses jika tujuan
yang diinginkan dapat tercapai dengan baik” (Gibson [Link]., 2003). Sedangkan menurut Robbins
dan Coulter dalam Bukit [Link]. (2017) “Performance is the end result of an activity”. Kinerja
adalah hasil akhir dari sebuah kegiatan atau aktivitas pekerjaan tertentu.
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ilmiah ini adalah menggunakan metode
penelitian kepustakaan atau kajian literatur. Mengkaji buku-buku literatur sesuai dengan teori
yang di bahas khusunya yang relevan dengan topik penelitian. Disamping itu menganalisis
artikel-artikel ilmiah yang bereputasi antara lain melalui google scholar.
Jenis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari
penelitian kepustakaan. Penelitian kepustakaan merupakan suatu metode yang digunakan untuk
mengumpulkan data atau sumber yang berkaitan dengan topik yang diangkat dalam penelitian.
Kemudian menggunakan metode analisis deskriptif untuk menganalisis data yang diperoleh.
Metode analisis deskriptif dilakukan dengan mendeskripsikan fakta, kemudian menganalisis fakta
tersebut, tidak hanya mendeskripsikan, tetapi juga memberikan pemahaman dan penjelasan yang
memadai.
termasuk temuan utama dan metodologi penelitian yang digunakan serta pembahasan hubungan
antara variabel kompetensi dan kinerja pegawai.
Intisari dari literatur jurnal disintesa sesuai topik dalam peneltian, sebagai berikut.
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2828-5298 (online)
1725
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi
Vol.3, No.5, Juli 2024
Secara general, kompetensi sendiri dapat dipahami sebagai sebuah kombinasi antara
ketrampilan (skill), atribut personal, dan pengetahuan (knowledge) yang tercermin melalui
perilaku kinerja (job behavior) yang dapat diamati, diukur dan dievaluasi. Dalam sejumlah
literatur, kompetensi sering dibedakan menjadi dua tipe, yakni soft competency atau jenis
kompetensi yang berkaitan erat dengan kemampuan untuk mengelola proses pekerjaan, hubungan
antar manusia serta membangun interaksi dengan orang lain. Tipe kompetensi yang kedua sering
disebut hard competency atau jenis kompetensi yang berkaitan dengan kemampuan fungsional
atau teknis suatu pekerjaan. Dengan kata lain, kompetensi ini berkaitan dengan seluk beluk teknis
yang berkaitan dengan pekerjaan yang ditekuni (Bukit et. Al, 2017).
Kompetensi adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku seorang PNS yang dapat
diamati, diukur, dan dikembangkan dalam melaksanakan tugas jabatannya (Peraturan LAN
Nomor 10 Tahun 2018).
Dari hasil studi literatur diperoleh bahwa kompetensi berpengaruh signifikan dan positif
terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS). Artinya semakin tinggi kompetensi maka akan
semakin tinggi juga kinerja yang dihasilkan. Hal ini sesuai pernyataan Prihadi dalam Tsauri
(2014) bahwa kompetensi menghasilkan kinerja yang efektif dan/atau superior. Ini berarti
kompetensi mempunyai hubungan yang erat dengan kinerja. Bisa dikatakan bila pegawai
memiliki kompetensi di bidangnya maka pegawai tersebut akan meningkatkan kinerja yang
efektif.
Dimensi kompetensi memang memiliki beberapa variasi hal ini tergantung pada sudut
pandang dan model yang digunakan dalam melihat maupun mengukur kompetensi. Namun pada
dasarnya kompetensi dilihat dan diukur dari perpaduan antara pengetahuan, keterampilan dan
atribut personal yang melekat pada diri pegawai negeri sipil (PNS). Atribut personal yang
melekat pada diri Pegawai Negeri Sipil ini oleh para ahli didefinisikan sebagai sikap atau attitude.
Atribut personal ini juga bisa berupa motif, karakteristik pribadi (traits), konsep diri dan nilai –
nilai menurut model kompetensinya Spencer.
Turunan dari perpaduan antara pengetahuan, keterampilan dan atribut personal ini ada yang
bersifat soft competence ada juga yang hard competence. Contoh soft competency adalah:
leadership, communication, emotional intelegent, empati dll. Contoh hard competency adalah:
keterampilan manajerial, analisis keuangan, keterampilan digital, perencanaan SDM, mengolah
data termasuk juga kecakapan teknis yang biasanya melekat pada tugas dan fungsi jabatan
Pegawai Negeri Sipil.
Pasca ditetapkannya Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2014 kompetensi Pegawai Negeri
Sipil difokuskan pada 3 (tiga) jenis kompetensi yakni kompetensi teknis, kompetensi manajerial
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2828-5298 (online)
1726
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi
Vol.3, No.5, Juli 2024
KESIMPULAN
Secara umum kompetensi dapat dipahami sebagai sebuah kombinasi antara ketrampilan
(skill), atribut personal (attitude), dan pengetahuan (knowledge) yang tercermin melalui perilaku
kinerja (job behavior) yang dapat diamati, diukur dan dievaluasi. Dari hasil studi literatur
diperoleh bahwa kompetensi berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja Pegawai Negeri
Sipil (PNS). Artinya semakin tinggi kompetensi maka akan semakin tinggi juga kinerja yang
dihasilkan. Kompetensi Pegawai Negeri Sipil (PNS) meliputi kompetensi teknis, kompetensi
manajerial dan kompetensi sosiokultural.
DAFTAR REFERENSI
Asri, A., & Rakhman, B. (2023). Pengaruh Assessment Center, Kompetensi, Dan Kompensasi
Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal
Magister Manajemen Nobel Indonesia, 4(1), 34-46.
Bukit, B., Malusa, T. dan Rahmat, A. (2017). Pengemabangan Sumber Daya Manusia: Teori,
Dimensi Pengukuran, dan Implementasi dalam Organisasi . Zahr Publishing, Yogyakarta.
Gibson, James L., John M. Ivancevich, dan James H. Donnelly. (2003). Organizations Behaviour,
Structure and Process. 8th ed. Richard D. Irwin Inc, Boston.
Handayani, K., Utaminingsih, A., & Santoso, D. (2024). Pengaruh Kompetensi Literasi Digital
dan Komunikasi yang Intensif terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil dengan Sistem
Kerja Tim sebagai Variabel Intervening. Jurnal Syntax Admiration, 5(4), 1163-1178.
Ibrahim, F. E., Djuhartono, T., & Sodik, N. (2021). Pengaruh kerjasama tim terhadap kinerja
karyawan di PT LION Superindo. Jurnal Arastirma, 1(2), 316-325.
Irawan, Andi. (2016). Pengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pendidikan,
Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Mamuju Utara. e Jurnal Katalogis,
Volume 4 Nomor 2, Februari 2016 hlm 196-208.
([Link]
[Link] , Diakses 6 Februari 2024).
Krisnawati, K.D dan Bagia, I.W. (2021). Pengaruh Kompetensi Kerja terhadap Kinerja Karyawan.
Jurnal Manajemen, Vol. 7 No. 1, 29 – 38
([Link] , diakses
05 Februari 2024)
Kuruway, M., Ratang, W., & Thane, S. (2022). Pengaruh Keterampilan Teknis, Keterampilan
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2828-5298 (online)
1727
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi
Vol.3, No.5, Juli 2024
Sosial Dan Keterampilan Konseptual Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Di Wilayah
Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 13(2), 66-78.
Martin, A. (2006). A european framework for digital literacy. Nordic Journal of Digital
Literacy, 1(2), 151–161. ([Link] 91-943x-2006-02-06 , diakses
Januari 2024)
Manullang, A. K., & Wardini, A. K. (2021). Pengaruh Kompetensi Dan Penempatan Kerja
Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil. Makro: Jurnal Manajemen Dan
Kewirausahaan, 5(2), 107-119.
Metris, Diksi dan Priambodo, Aji. (2023). Literasi Digital dan Lingkungan Kerja terhadap
Kinerja Pegawai dengan Perilaku Kerja Inovatif sebagai Variabel Intervening. Jurnal
Bisman: Volume 6. Nomor 3, 719 – 735
([Link] diakses 29 April 2024)
Munaworh, Mumun. (2018). Kontribusi Keterampilan Manajerial Ketua Jurusan terhadap
Motivasi Belajar Bahasa Inggris Dalam Menghadapi Era MEA. Jurnal EduMa Vol. 7 No.
1 Juli 2018.
[Link] (diakses,
29 April 2024).
Nirman, N.M. (2017). Pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Lingkungan
Hidup Kota Makassar. ([Link] diakses 5
Februari 2025)
Nurlailah. (2022) Analisis Literasi Digital dan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Mahasiswa
Berbasis Web. UIN Raden Intan, Lampung.
([Link]
f, diakses 28 April 2024)
Spencer, L.M dan Spencer, S.M. (1993). Comptence at Work. Jhon Wiley & Sons, Inc, New
York.
Tsaury, S. (2014). Manajemen Kinerja. STAIN Jember Press, Jember.
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2828-5298 (online)