0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan6 halaman

Analisis Perilaku Organisasi dan Kepribadian

Diunggah oleh

Faries. English
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan6 halaman

Analisis Perilaku Organisasi dan Kepribadian

Diunggah oleh

Faries. English
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAME : M.

IQBAL ALFARISI
STUDENTS ID :
ORGANIZATIONAL BEHAVIOUR
TASK 1
Tugas Minggu ke-1 OB
1. Bagaimana organisasi behavior yang ada sesuai dengan tempat kerja saudara,
jelaskan agar lebih efektif
(How's the organizational behaviors in your actual workplace? Explain)
2. Bagaimana perilaku organisasi diterapkan apabila terjadi perubahan eksternal yang
dihadapi oleh usaha kita
(How's organizational behaviors implemented when there are external changes
affecting the business?)

Tugas Minggu ke-2 OB


1. apakah yang dimaksud dengan kepribadian dan nilai?
2. Apa sifat-sifat utama dalam model kepribadian lima besar?
3. Bagaimana sifat-sifat lima besar memprediksi perilaku di tempat kerja?
4. Apa perbedaan nilai terminal dan nilai instrumental?
5. Bagaimana kaitan kepribadian dan nilai seorang individu di tempat kerja?
Tugas Minggu ke-3 OB
After studying this chapter, you should be able to:
- Contrast terminal and instrumental values.
- List today’s dominant values in today’s workforce.
- Identify Hofstede’s five value dimensions of national culture.

TASK 3
1. Explain the factors that determine an individual’s personality.
FAKTOR KELUARGA
Faktor keturunan mempunyai pengaruh penting terhadap pembentukan kepribadian individu,
meskipun tidak menentukan kepribadian secara keseluruhan. Faktor keturunan tersebut antara
lain karakter, temperamen, kecerdasan, postur tubuh, warna kulit, jenis rambut, dll.

Di antara faktor tersebut, tiga faktor yang paling penting adalah karakteristik fisik,
karakteristik psikologis dan kecerdasan. Ciri fisik biasanya dikaitkan dengan perawakan
pendek yang kurang percaya diri. Meskipun ini tidak diterima secara universal. Ketika
berbicara tentang unsur-unsur psikologis, temperamen atau temperamen, karakter dan
karakter seringkali merupakan sifat dasar yang diwariskan.
BUDAYA

Budaya adalah salah satu faktor lain yang membentuk kepribadian. Di manakah peran ini
dalam proses pembiasan yang sedang berlangsung? Melalui proses pemecahan ini, individu
mengalami perkembangan menuju kepribadian tertentu.

Pengaruh budaya ini terlihat ketika seorang individu berada di luar kelompok budayanya
dalam suatu masyarakat tertentu dan bertemu dengan individu lain dari kelompok budaya
lain. Misalnya, seseorang yang berasal dari Yogyakarya sudah terbiasa berbicara dengan
lancar. Ketika dia pindah ke Flores, di mana orang berbicara dengan keras, dia merasa
berbeda dengan orang-orang di sekitarnya.
PENGALAMAN PRIBADI

Tidak ada individu yang memiliki pengalaman yang persis sama satu sama lain, bahkan jika
mereka tumbuh dalam kelompok sosial yang sama. Misalnya, dua saudara lelaki dan
perempuan tumbuh dalam keluarga yang sama. Sang kakak diasuh dengan sangat baik oleh
orang tuanya karena dia adalah anak sulung yang ditunggu-tunggu. Ketika adik laki-lakinya
lahir, perhatian yang diterimanya tidak seperti yang pernah diterima kakak laki-lakinya. Apa
yang dialami saudaranya di sini disebut pengalaman pribadi.

2. Describe the Myers-Briggs Type Indicator model.


1. ISTJ (Introvert, Perceiving, Thinking, Judging)
Orang dengan tipe kepribadian ISTJ cenderung tenang dan serius, namun sangat keras
kepala, bertanggung jawab dan dapat diandalkan.
Seorang ISTJ juga biasanya menginginkan keteraturan dan keteraturan dalam segala
aspek kehidupannya setiap saat. Karena itulah ia mendapat julukan "The Organized
Planner".

2. ISTP (Introvert, Feeling, Thinking, Perceiving)


ISTP cenderung sangat realistis, logis, spontan, dan berfokus pada momen saat ini. Orang
dengan kepribadian ISTP juga memiliki keterampilan pemecahan masalah dan
pemecahan krisis yang baik. Tidak mengherankan, ISTP sering disebut sebagai
"mekanik" atau "pengrajin".

3. ISFJ (Introvert, Perceiving, Sensing, Judging)


ISFJ adalah salah satu tipe kepribadian yang paling umum. Orang dengan kepribadian
ISFJ umumnya dikenal sebagai orang yang peduli, hangat, dan memiliki aura positif
yang dapat membawa kedamaian di sekitarnya. Oleh karena itu, orang ISFJ dikenal
sebagai "The Protector".

4. ISFP (Introvert, Feel, Think, Perceive)


ISFP biasanya adalah orang yang dapat menenangkan orang lain, sangat peduli pada
orang lain, bersemangat, dan kreatif. ISFP biasanya juga sangat berbakat secara artistik.
Itulah mengapa dia dijuluki "The Artist" di antara kepribadian lainnya.

5. INFJ (Introvert, Intuitif, Merasa, Menilai)


INFJ, atau sering disebut sebagai "Konselor", adalah tipe kepribadian yang paling
langka. Kepribadian INFJ biasanya sangat menyemangati, peka terhadap perasaan orang
lain, dan mau membantu. Tak hanya itu, ia juga terkenal dengan idealismenya untuk
menjadikan dunia tempat yang lebih baik bagi semua orang.

6. INFP (Introvert, Intuitif, Merasa, Perceiving)


Orang dengan tipe kepribadian INFP cenderung idealis, perfeksionis dan memiliki jiwa
kemanusiaan yang tinggi. Selama konflik, orang INFP biasanya sangat pandai menengahi
konflik. Untuk alasan ini, INFP disebut sebagai "perantara".

7. INTJ (Introvert, Intuitif, Berpikir, Menilai)


Kepribadian INTJ cenderung individu yang kreatif dan analitis. Oleh karena itu, dia
sangat ahli dalam strategi dan perencanaan. Selain itu, INTJ juga cenderung
menghadirkan berbagai solusi inovatif untuk setiap masalah. Karena itu, orang INTJ
mendapat julukan "ahli strategi".

8. INTP (Introver, Intuitif, Pemikiran, Persepsi)


Orang dengan kepribadian INTP disebut "The Logical" atau "The Thinker" karena
mereka adalah pemikir yang logis, analitis, dan berwawasan luas. Namun, INTP
umumnya tidak menyukai aturan dan rencana. Sebaliknya, dia ingin memilih banyak hal.
9. ESTP (Extrovert, Perceiving, Thinking, Perceiving)
ESTP biasanya sangat ramah, antusias, dan pandai berteman. Ia juga umumnya sangat
pandai mempengaruhi orang lain dan memiliki kemampuan berpikir dan bertindak cepat
dalam situasi krisis. Oleh karena itu, orang ESTP sering disebut sebagai "persuasi".

10 ESTJ (ekstrovert, memahami, berpikir, menilai)


Kepribadian ESTJ dikenal sebagai "Pemimpin Penting" karena dia terkenal karena
keterampilan organisasi dan kepemimpinannya. Kemampuan mengendalikan ini
bersumber dari sifat-sifat yang tegas, teliti, disiplin, taat aturan dan bertanggung jawab.

11. ESFP (Ekstrovert, Sensing, Sensing, Perceiving)


Bisa dikatakan bahwa orang dengan kepribadian ESFP adalah orang yang paling
ekstrovert. Pasalnya, ia sangat ingin menghabiskan waktu bersama orang lain dan ingin
menjadi pusat perhatian. Tidak mengherankan, ESFP dikenal sebagai "The Entertainer".

[Link] (Ekstrovert, Sensing, Sensing, Judging)


ESFJ cenderung lembut, setia, ramah, dan teratur. Dia sangat ingin membantu orang lain,
terutama orang-orang di sekitarnya. Nah, makanya orang ESFJ disebut "perawat". 13.
ENFP (Ekstrovert, Intuitif, Merasa, Persepsi)
ENFP dikenal sebagai "motivator" di antara tipe kepribadian lainnya. Karena orang
dengan tipe kepribadian ENFP suka mengumpulkan ide-ide positif untuk membantu
orang lain dan bersedia melakukannya.

13. ENFP (Extroverted, Intuitive, Feeling, Perceiving)


ENFP dijuluki sebagai ‘Si Motivator’ di antara tipe kepribadian lainnya. Ini karena orang
dengan tipe kepribadian ENFP sangat senang menumpulkan berbagai ide positif untuk
membantu orang lain dan mampu mengalirkan energi positif tersebut pada orang-orang
di sekitarnya.

14. ENFJ (Extroverted, Intuitive, Feeling, Judging)


Pribadi ENFJ terkenal akan kemampuannya untuk menjalin persahabatan dengan hampir
setiap kepribadian lainnya, bahkan dengan pribadi yang sangat tertutup.
Biasanya, individu ENFJ juga memiliki empati yang tinggi, sehingga ia sangat senang
membantu orang lain untuk mencapai tujuan mereka. Berkat karakteristiknya ini, pribadi
ENFJ dijuluki sebagai ‘Si Protagonis’.

15. ENTP (Extroverted, Intuitive, Thinking, Perceiving)


Orang dengan kepribadian ENTP biasa dikenal sebagai pribadi yang logis, cerdas,
kreatif, dan paling suka berargumen. Berkat sifat-sifatnya tersebut, pribadi ENTP
mendapat julukan ‘Si Pendebat’.

16. ENTJ (Extroverted, Intuitive, Thinking, Judging)


Orang yang memiliki kepribadian ENTJ biasanya adalah sosok extrovert yang tegas,
percaya diri, dan blak-blakan. Umumnya, pribadi ini juga sangat visioner, yang artinya ia
lebih fokus memikirkan masa depan daripada masa kini. Itulah mengapa pribadi ini
kerap dijuluki sebagai ‘Sang Komandan’.

3. Identify the key traits in the Big Five personality model.


TRANSPARANSI
Keterbukaan merupakan dimensi kepribadian yang mencerminkan keterbukaan seseorang
terhadap sesuatu dan pengalaman baru. Orang yang mendapat skor tinggi dalam tipe
kepribadian ini cenderung sangat ingin tahu, suka mempelajari hal-hal baru, kreatif,
imajinatif, dan suka berpetualang. Sebaliknya, orang yang skor keterbukaannya rendah
cenderung lebih tradisional, tidak menyukai perubahan, kurang tertarik untuk mencoba hal
baru, dan kurang imajinatif.

KESADARAN
Conscientiousness merupakan dimensi kepribadian yang berkaitan dengan kehati-hatian
dalam bertindak. Secara umum, orang yang mendapat skor tinggi pada dimensi kepribadian
ini optimis, stabil secara emosi, terorganisir, berorientasi pada detail, dan pandai membuat
perencanaan.

Sebaliknya, seseorang yang mendapat skor buruk pada dimensi kepribadian


Conscientiousness cenderung lebih impulsif, kurang terstruktur, dan sering mengalami
kesulitan untuk fokus pada tujuan.

EKSTRAVERSI
Extraversion adalah dimensi kepribadian yang mencerminkan cara seseorang berinteraksi
sosial. Ketika skor ekstraversi tinggi, orang tersebut cenderung menyukai keramaian, mudah
berteman, dan suka menjadi pusat perhatian. Pada dasarnya, mereka merasa waspada ketika
berada dalam situasi sosial. Namun, ketika Skor Ekstraversi rendah, orang tersebut biasanya
menjadi orang yang lebih pendiam, introvert, menikmati menghabiskan waktu sendirian,
tidak menyukai basa-basi, tidak menyukai keramaian, dan tidak nyaman menjadi pusat
perhatian.

KELAYAKAN
Toleransi merupakan dimensi kepribadian yang menggambarkan bagaimana seseorang
menangani hubungannya dengan orang lain. Dimensi kepribadian ini terkait erat dengan
kepercayaan, altruisme, keterikatan, dan perilaku prososial lainnya.

Oleh karena itu, seseorang dengan Agreeableness Score yang tinggi cenderung memiliki
empati, dapat dipercaya, memperhatikan kesejahteraan orang lain, dan bersedia membantu
orang lain yang membutuhkan.

Sebaliknya, skor agreeableness yang rendah biasanya mencerminkan ciri-ciri orang yang
lebih egois, manipulatif, keras kepala, sulit memaafkan orang lain, tidak mudah berempati,
dan sering menyimpan dendam.
NEUROTISME
Neurotisisme merupakan dimensi kepribadian yang berkaitan dengan kestabilan emosi
seseorang. Dimensi ini ditandai dengan kesedihan, kemurungan dan ketidakstabilan emosi.
Orang yang tinggi Neurotisme cenderung lebih mudah stres dan cemas, lebih licik, tidak
percaya diri, dan mudah tersinggung.

Sebaliknya, orang dengan neurotisme cenderung lebih optimis, percaya diri, emosi stabil,
menangani stres dengan baik dan bekerja di bawah tekanan.

Anda mungkin juga menyukai