Dukungan Keluarga dan Motivasi Pasien Stroke
Dukungan Keluarga dan Motivasi Pasien Stroke
SKRIPSI
OLEH
MARIA DEWI ULI
NIM: C1314201028
OLEH
MARIA DEWI ULI
NIM: C1314201028
PERNYATAAN ORISINALITAS
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Hubungan
Dukungan Keluarga Dengan Motivasi Pasien Dalam Pemenuhan Activities of Daliy
Living (ADL) Pada Pasien Pasca Stroke Di Unit Fisioterapi Rumah Sakit Stella maris
Makassar”.
Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan
pendidikan Sarjana Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris
Makassar. Penulis menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam
penulisan skripsi ini sebagai wujud ketidaksempurnaan manusia disebabkan
keterbatasan pengetahuan dan ilmu yang penulis miliki. Oleh karena itu, penulis
sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi penyempurnaan
skripsi ini.
Dalam menyelesaikan skripsi ini, penulis dihadapkan dengan berbagai
tantangan, namun karena bantuan baik berupa bimbingan, arahan serta dukungan
dari berbagai pihak sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.
Oleh karena itu pada kesempatan ini, penulis dengan segala kerendahan hati
mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:
1. Siprianus Abdu, [Link]., [Link]., Ns., [Link] selaku Ketua STIK Stella Maris
Makassar dan selaku penguji. Terima kasih atas koreksi dan ilmu yang diberikan
kepada saya selama menuntut ilmu juga selama ujan proposal dan ujian skripsi
di STIK Stella Maris Makassar.
2. Henny Pongantung,[Link],Ns.,MSN selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik STIK
Stella Maris Makassar
3. Sr. Anita Sampe, JMJ, [Link], Ns, MAN selaku bagian kemahasiswaan
4. Rosdewi [Link].,MSN selaku Wakil Ketua II Bidang Administrasi dan Keuangan
STIK Stella Maris Makassar
5. Fransiska Anita, [Link]., Ns., [Link]., Sp,KMB selaku Ketua Program Studi S1
dan selaku pembimbing yang telah memberikan bimbingan, motivasi serta
pengarahan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
6. Asrijal Bakri, [Link], Ns, [Link]. Selaku pembimbing akademik yang telah
memberikan kesempatan dan bimbingan selama penulis mengikuti
pembelajaran.
7. Fr. Blasius Perang, [Link] Selaku penguji yang telah memberikan
bantuan berupa masukan kritik dan saran kepada penulis selama menyelesaikan
skripsi ini.
8. Dr. Thomas Soeharto, MMR. Selaku Direktur Rumah Sakit Stella Maris Makassar
yang telah memberikan izin kepada penulis dalam melakukan penelitian.
9. Segenap dosen dan staf pegawai STIK Stella Maris Makassar yang telah
membimbing, mendidik dan memberi pengarahan selama penulis mengikuti
penelitian
10. Teristimewa kepada keluarga yang tercinta : Almarhum ayah saya
Burhanuddin Siregar dan ibu saya Marselina Limbong Massora serta kakakku
Armando, Aditya, dan Tyo yang senantiasa mendoakan, mengarahkan dan
memberikan semangat, dorongan, nasehat dan yang paling utama kasih
sayangnya serta bantuan berupa materi sehingga penulis dapat menyelesaikan
pendidikan ini.
11. Kepada Suster-suster, kakak pegawai dan seluruh teman-teman dari
Asrama Kampus Stella Maris yang telah membantu dan memberikan dukungan
kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
12. Seluruh sahabat-sahabat seperjuangan di STIK Stella Maris Makassar
angkatan 2013, khususnya dari kelas IVA S1 Keperawatan. Terima kasih atas
kebersamaannya selama ini dan terima kasih telah memberikan banyak bantuan
dan dukungannya.
Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Tuhan
memberkati.
Makassar, 27 Maret 2017
Penulis
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
ABSTRAK
ABSTRACT
On generally, the stroke patients will feel the weakness that can cause
the limitation or lost their capability, and then will feel depedence for the
others, particularly for aspecially their family. The impact of them, made of
the patients will lose their spirit and hopefully to cure, partiallarly in fulfillment
in some Activities of Daily Living (ADL) as independently, that’s why it’s
needed the supporting of their family. The aim of this research is to know the
relationship between family’s support and motivation of post stroke patients
in fulfillment Activities of Daily Living (ADL) at physioterapy unit of Stella
Maris Hospital of Makassar. This research is quantitative with the type of
research is a cross sectional study. The population in this study it cane make
post stroke patients who is undergoing the treatment at physiotherapy unit of
Stella Maris Hospital of Makassar with 30 respondents, who were using
questionnaire. The data was analysis by using chi square statistical
inference and continued with Fisher Exact Test. The result showed that p
Value = 0,001 and α = 0,05. Which means p > α, for that reason, it can be
concluded that there is a relationship between family’s support and
motivation of patients in fulfillment Activities of Daily Living (ADL) with post
stroke patients. It’s showed the point role of family will be important thing.
Getting support of the family will be better the motivation of patients in
fulfillment in Activities of Daily Living. Because of that, it can be provided the
quality’s life for post stroke patients, and the patients will be motivated to
fulfill their daily activities indepedently.
References : 30 (2008-2015)
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
DAFTAR ISI
A. Hasil Penelitian............................................................................ 40
1. Pengantar................................................................................ 40
2. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ........................................ 41
3. Karakteristik Responden ........................................................ 42
4. Hasil Analisa Variabel Penelitian ............................................. 47
B. Pembahasan................................................................................ 50
C. Keterbatasan Penelitian.............................................................. 60
BAB VI PENUTUP ................................................................................... 61
A. Kesimpulan................................................................................ 61
B. Saran .................................................................................... 61
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 3.1 Definisi Operasional ....................................................................31
Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kelompok Umur Pada
Pasien pasca Stroke di Unit Fisioterapi Rumah Sakit Stella Maris
Makassar ........................................................................................... 42
Tabel 5.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Pada
Pasien Pasca Stroke di Unit Fisioterapi Rumah Sakit Stella Maris
Makassar ........................................................................................... 43
Tabel 5.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pada
Pasien Pasca Stroke di Unit Fisioterapi Rumah Sakit Stella Maris
Makassar ........................................................................................... 44
Tabel 5.4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan Pada Pasien
Pasca Stroke di Unit Fisioterapi Rumah Sakit Stella Maris Makassar
............................................................................................................. 45
Tabel 5.5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Status Perkawinan
Pasien Pasca Stroke di Unit Fisioterapi Rumah Sakit Stella Maris
Makassar ............................................................................................ 46
Tabel 5.6 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Dukungan Keluarga Pada
Pasien Pasca Stroke di Unit Fisioterapi Rumah Sakit Stella Maris
Makassar ........................................................................................... 47
Tabel 5.7 Distribusi Motivasi Pasien Dalam Pemenuhan Activities of Daily Living
(ADL) Pada Pasien Pasca Stroke di Unit Fisioterapi Rumah Sakit Stella
Maris Makassar ................................................................................. 48
Tabel 5.8 Analisis Hubungan Dukungan Keluarga dengan Motivasi Pasien Dalam
Pemenuhan Activiities of Daily Living Pada Pasien Pasca Stroke di Unit
Fisioterapi Rumah Sakit Stella Maris Makassar............................... 49
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
DAFTAR GAMBAR
Hal.
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penderita stroke memiliki permasalahan dari perawatan sampai
rehabilitasi. Keberhasilan penyembuhan dan pemulihan pada pasien pasca
stroke tergantung pada besarnya dukungan keluarga. Dukungan keluarga
sangat penting untuk menjaga pemulihan fisik dan kognitif pada pasien
pasca stroke sehingga dapat berpengaruh pada motivasi pasien untuk
sembuh terutama dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Bentuk
dukungan keluarga yang terus menerus dibutuhkan pasien karena pemulihan
stroke memerlukan waktu yang lama dan proses yang sulit. Pada umumnya
pasien stroke yang tidak mendapat dukungan keluarga akan mengalami
dampak negatif secara psikologis berupa depresi pasca stroke
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern, timbul
berbagai macam penyakit yang dapat membahayakan kesehatan manusia
seperti: hipertensi, penyakit jantung, diabetes melitus, obesitas dan
hiperkolesterolemia. Penyakit-penyakit tersebut disebabkan oleh gaya hidup
atau kebiasaan hidup sehari-hari yang salah. Gaya hidup tersebut seperti:
pola makan yang salah, kurangnya berolahraga, kebiasaan merokok dan
meminum alkohol. Apabila gaya hidup tersebut tidak segera diubah, maka
penyakit-penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup yang salah tersebut
dapat mengakibatkan terjadinya stroke. Serangan stroke menimbulkan
kerusakan pada jaringan syaraf otak yang dapat mengakibatkan kecacatan,
antara lain berupa kelumpuhan pada separuh badan, terganggunya
penglihatan dan pendengaran, berkurangnya daya ingat, kemunduran
mental, menurunnya kemampuan berbicara dan berkomunikasi (Misbach,
2007).
Stroke merupakan penyebab kecacatan nomor satu di dunia dan
penyebab kematian nomor tiga di dunia. Menurut data statistic stroke
menyatakan sekitar 15 juta orang di seluruh dunia akan mengalami stroke
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
setiap tahun. Satu dari enam orang di seluruh dunia akan mengalami stroke
setiap tahun. Dua-pertiga dari kematian stroke terjadi di negara-negara
kurang berkembang (Stroke Association, 2013). WHO juga memperkirakan
7,6 juta kematian terjadi akibat stroke pada tahun 2020 mendatang (Junaidi,
2011). Di Indonesia, diperkirakan setiap tahun terjadi 500.000 penduduk
terkena serangan stroke, sekitar 2,5% atau 125.000 orang meninggal, dan
sisanya cacat ringan maupun berat. Berdasarkan data terbaru dan hasil
Riset Kesehatan Dasar 2013 (Riskesdas, 2013) stroke merupakan penyebab
kematian utama di Indonesia. Prevalensi stroke di Indonesia berdasarkan
diagnosis tenaga kesehatan (nakes) sebesar 7,0 per mil dan yang
berdasarkan diagnosis nakes atau gejala sebesar 12,1 per mil. Jadi,
sebanyak 57,9% penyakit stroke telah terdiagnosis oleh nakes. Terjadi
peningkatan prevalensi stroke dari 8,3 per 1000 jiwa pada tahun 2007
menjadi 12,1 per 1000 jiwa pada tahun 2013.
Prevalensi stroke di Sulawesi Selatan pada tahun 2013 merupakan yang
paling tertinggi di antara semua provinsi-provinsi di Indonesia dengan jumlah
17,9% per 1000 penduduk di Indonesia (Riskesdas, 2013). Sedangkan
prevalensi stroke khususnya di kota Makassar pada tahun 2013 mencapai
jumlah 96 kasus per 1000 penduduk dan menjadi salah satu dari 10 jenis
penyakit penyebab utama kematian di kota Makassar (Azikin, 2013). Hal ini
berkaitan dengan gaya/perilaku hidup masyarakat Sulawesi Selatan. Ada
beberapa kabupaten di kota Makassar seperti Toraja, Palopo, Makassar,
Pinrang, Luwu yang kebiasaan sehari-hari sering mengkonsumsi daging, dan
mengkonsumsi buah-buahan seperti durian yang dapat memicu terjadinya
stroke. Prevalensi stroke di Rumah Sakit Stella Maris 3 Tahun terakhir yakni
pada tahun 2014 berjumlah 349 (2,1%) dari total 16.710 pasien, tahun 2015
berjumlah 339 (1,6%) dari total 21.277 pasien, dan pada tahun 2016
berjumlah 236 (1,3%) dari total 18.066 pasien (Rekam Medik Rumah Sakit
Stella Maris Makassar, 2016).
Pasien pasca stroke biasanya akan mengalami berbagai masalah yang
dapat menimbulkan perubahan atau ketidakseimbangan salah satunya
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
keluarga. Hasil penelitian ini juga didukung oleh hasil penelitian Ratna,
(2010) bahwa dukungan keluarga yang positif sangat bermanfaat bagi kedua
belah pihak dan akan saling membutuhkan dukungan, karena pada pasien
pasca stroke pada umumnya akan mengalami depresi dan stress. Oleh
karena itu, untuk membutuhkan motivasi dalam dalam diri pasien pasca
stroke dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari memerlukan dukungan yang
tinggi dari keluarga karena kekuatan dari dalam diri pasien pasca stroke
akan lebih meningkat jika didukung oleh kekuatan lain (dukungan keluarga)
dan dengan adanya rasa percaya diri dari dalam pasien itu sendiri.
Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan oleh peneliti pada pasien
pasca stroke yang ada di Unit Fisioterapi Rumah Sakit Stella Maris pada
tanggal 23 September 2016 melalui wawancara terhadap 6 orang pasien
pasca stroke, 2 orang mengatakan mendapat dukungan dari keluarga karena
merupakan tanggung jawab dari keluarga dalam membantu pasien dalam
pemenuhan aktivitas kehidupan sehari-hari seperti makan, minum, BAB,
BAK berjalan atau bergerak, 2 orang lagi mengatakan tetap mendapat
dukungan dari keluarga tetapi dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari pasien
yang aktif atau berusaha melakukan sendiri secara mandiri seperti makan,
minum, berpakaian, BAB, BAK, berjalan atau bergerak. Keluarga hanya
berfungsi mengawasi segala aktivitas atau kegiatan yang dilakukan oleh
pasien pasca stroke, dan 2 orang mengatakan kadang – kadang keluarga
mendukung kadang-kadang juga tidak karena mempunyai kesibukan masing
– masing.
Dari keenam pasien pasca stroke masing-masing dikelompokkan,
menjadi 3 kelompok yang terdiri dari dua pasien. Kelompok yang pertama
yaitu mendapat dukungan dari keluarga, akan tetapi dalam pemenuhan
aktivitas sehari-hari keluarga yang masih terlibat langsung sehingga pasien
belum secara mandiri dalam memenuhi aktivitas sehari-harinya. Kelompok
yang kedua yaitu mendapat dukungan penuh dari keluarga, akan tetapi
dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari pasien yang melakukan sendiri.
Keluarga hanya berfungsi mengawasi dan mendampingi pasien. Akibatnya
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
pasien bisa mandiri dalam memenuhi aktivitas sehari-harinya. Selain itu, juga
dibuktikan dengan keadaan pasien yang mulai membaik dimana pada
awalnya pasien menggunakan kursi roda tetapi karena ada dukungan dari
keluarga dan adanya kemandirian dari pasien itu sendiri sehingga pasien
mulai mampu berjalan walaupun masih menggunakan alat bantu seperti
tongkat. Sedangkan, kelompok yang ketiga yaitu tidak mendapat dukungan
dari keluarga karena keluarga sibuk dengan pekerjaan masing-masing
sehingga tidak ada dukungan dan perhatian dari keluarga. Akibatnya
keadaan pasien bukannya membaik tetapi memburuk, kejadian stroke
berulang kembali terjadi setelah satu tahun terjadi kejadian stroke yang
pertama. Ini juga dapat dilihat dari raut wajah pasien yang tampak sedih,
murung dan tidak memiliki semangat untuk hidup.
Selain itu, motivasi yang menurun ini dikaitkan dengan perubahan
kehidupan dari 6 pasien pasca stroke yang mengalami perubahan kecacatan
fisik, dimana mereka mengalami kelumpuhan (kekakuan) pada sebagian
anggota tubuh dengan tingkat pemulihan atau penyembuhan yang lama dan
membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga hal ini bisa berdampak
pada penurunan kemampuan ekonomi keluarga dalam menunjang
pemenuhan aktivitas sehari-hari pada pasien pasca stroke akibatnya beban
ekonomi keluarga ikut meningkat.
Berdasarkan latar belakang masalah maka peneliti tertarik untuk meneliti
mengenai hubungan dukungan keluarga dengan motivasi pasien dalam
pemenuhan Activities of Daily Living (ADL) pada pasien pasca stroke.
B. Rumusan Masalah
Stroke adalah suatu penyakit defisit neurologis yang disebabkan oleh
gangguan pembuluh darah pada otak yang terjadi secara mendadak dan
menimbulkan kerusakan otak secara akut dengan tanda klinis yang terjadi
secara fokal atau global. Sehingga pada pasien pasca stroke biasanya akan
mengalami berbagai masalah yang dapat menimbulkan perubahan atau
ketidakseimbangan salah satunya dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
atau biasa dikenal Activities of Daily Living (ADL). Stroke dapat berulang
dan terjadi lebih dari satu kali menyebabkan motivasi pasien menurun
dikarenakan kecacatan yang semakin meningkat dan tingkat pemulihan
yang semakin lama sehingga dibutuhkan dukungan keluarga agar tetap
memberi perhatian dan semangat kepada pasien. Karena dengan adanya
dukungan dan perhatian dari keluarga dapat memberikan kualitas hidup
pada pasien pasca stroke sehingga pasien akan termotivasi dalam
pemenuhan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Berdasarkan uraian dalam latar belakang masalah, maka peneliti
merumuskan permasalahan sebagai berikut :”Apakah ada hubungan
Dukungan Keluarga Dengan Motivasi Pasien dalam Pemenuhan Activities of
Daily Living (ADL) Mandiri Pada Pasien Pasca Stroke?
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan motivasi pasien
dalam pemenuhan Activities of Daily Living secara mandiri pada pasien
pasca stroke di Ruang Fisioterapi Rumah Sakit Stella Maris Makassar.
2. Tujuan khusus
a. Mengidentifikasi dukungan keluarga pada pasien pasca stroke
b. Mengidentifikasi motivasi pasien dalam pemenuhan Activities of Daily
Living (ADL) pada pasien pasca stroke
c. Menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan motivasi
pasien dalam pemenuhan Activities of Daily Living pada pasien pasca
stroke
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Pelayanan Keperawatan
Penelitian ini bisa dijadikan sebagai bahan masukan bagi Rumah
Sakit untuk meningkatkan mutu pelayanan khususnya pada pasien stroke
yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan sehari-hari sehingga
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2. Etiologi Stroke
a. Kurangnya suplai oksigen yang menuju otak
b. Pecahnya pembuluh darah di otak karena kerapuhan pembuluh darah
otak
c. Adanya sumbatan bekuan darah di otak
(Baticaca, 2008)
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
3. Klasifikasi Stroke
Menurut Satyanegara, (1998) yang dikutip oleh Ariani, (2014)
menyatakan bahwa gangguan peredaran darah otak atau stroke dapat
diklasifikasikan menjadi dua yaitu stroke non-hemoragi/iskemik/infark dan
stroke hemoragi.
a. Stroke Non-hemoragi/iskemik/infark
Tipe stroke ini terjadi karena aliran darah tersumbat atau berkurang
ke daerah otak, penyumbatan ini dapat terjadi karena aterosklerosis
atau penyumbatan aliran darah (Kowalak, 2011).
Menurut Satyanegara (1998) yang dikutip oleh Ariani (2014),
menurut perjalanan klinisnya stroke non-hemoragi dapat
dikelompokkan menjadi 4 bagian yaitu:
1) Serangan Iskemik Sepintas (Transient Ischemic Attack-TIA)
TIA merupakan tampilan peristiwa berupa episode-episode
serangan sesaat dari suatu disfungsi serebral fokal akibat
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
5. Patofisiologi Stroke
Menurut Price & Wilson (2012) gangguan pasokan darah otak dapat
terjadi di mana saja di dalam arteri-arteri yang membentuk sirkulasi Willisi.
Secara umum, apabila aliran darah ke jaringan otak terputus selama 15
sampai 20 menit, maka akan terjadi infrak atau kematian jaringan. Perlu
diingat bahwa oklusi di suatu arteri tidak selalu menyebabkan infrak di
daerah otak yang diperdarahi oleh arteri tersebut. Alasannya adalah
karena terdapat sirkulasi kolateral yang memadai ke daerah tersebut.
Proses patologik yang mendasarinya merupakan salah satu dari berbagai
proses yang terjadi di dalam pembuluh darah yang memperdarahi otak.
Keadaan patologik dapat berupa :
e. Keadaan penyakit pembuluh darah itu sendiri, seperti pada
arterosklerosis dan trombosis, robeknya dinding pembuluh darah, atau
peradangan.
f. Berkurangnya perfusi akibat gangguan status aliran darah, misalnya
syok atau hiperviskositas darah.
g. Gangguan aliran darah akibat bekuan atau embulus infeksi yang
berasal dari jantung atau pembuluh ekstranium.
h. Ruptur vaskular didalam jaringan otak atau ruang subaraknoid.
1) Level 1 (baring)
Pasien mampu merebahkan diri, tetapi tidak dapat menyeimbangkan
kepala dan aktivitas sangat minim
2) Level 2 (baring)
Pasien mampu merebahkan diri, dapat menyeimbangkan kepala dan
melakukan aktifitas
b. Keseimbangan sedang ketika pasien duduk (keseimbangan medium)
1) Level 3 (duduk)
Pasien mampu duduk, tetapi tidak dapat melakukan kegiatan
sedikitpun (tidak dapat melakukan 2 hal kegiatan secara
bersamaan).
2) Level 4 (duduk)
Pasien mampu duduk dan melakukan aktivitas sedang.
3) Level 5 (duduk)
Pasien sudah mampu duduk dan sudah aktif dalam melakukan
aktivitas.
c. Keseimbangan penuh ketika pasien mulai mampu berdiri
(keseimbangan penuh
1) Level 6 (berdiri)
Pasien sudah mampu berdiri tetapi hanya mampu melakukan sedikit
aktivitas.
2) Level 7 (berdiri)
Pasien mampu berdiri dan mulai aktif beraktivitas atau melakukan
kegiatan.
2. Tipe Keluarga
Dukungan keluarga terhadap seseorang dapat dipengaruhi oleh tipe
keluarga. Menurut Suprajitno (2012), pembagian tipe keluarga tergantung
pada konteks keilmuan dan orang yang mengelompokkan. Secara
tradisional tipe keluarga dapat dibagi menjadi dua yaitu :
a. Keluarga inti (nuclear family) adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu
dan anak yang diperoleh dari keturunannya atau adopsi atau keduanya.
b. Keluarga besar (extended family) adalah keluarga inti ditambah
anggota keluarga lain yang masih memiliki hubungan darah seperti
kakek, nenek, paman dan bibi.
Tipe keluarga yang dianut oleh masyarakat di Indonesia adalah tipe
keluarga tradisional. Menurut Allender & Spradley (2001) dalam Achjar
(2010). Tipe keluarga tradisional dapat dikelompokkan menjadi:
1) Keluarga inti (nuclear family), yaitu keluarga yang terdiri dari suami,
istri dan anak (anak kandung atau anak angkat).
2) Keluarga besar (extended family), yaitu keluarga inti ditambah dengan
keluarga lain yang masih mempunyai hubungan darah, misalnya
kakek, nenek, paman dan bibi.
3) Keluarga dyad yaitu keluarga yang terdiri dari suami istri tanpa anak.
4) Single parent yaitu keluarga yang terdiri dari satu orang tua dengan
anak kandung atau anak angkat.
5) Keluarga usia lanjut yaitu keluarga yang terdiri dari suami istri yang
berusia lanjut.
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
b. Macam-Macam Motivasi
Ditinjau dari pihak yang menggerakkan motivasi digolongkan menjadi
dua golongan, yaitu:
1. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang telah berfungsi dengan
sendirinya yang berasal dari dalam diri orang tersebut tanpa adanya
dorongan atau rangsangan dari pihak luar. Misalnya seorang
mahasiswa belajar dengan kesadaran sendiri tanpa suruhan orang
lain. Individu yang bersangkutan memperoleh kepuasan dengan
proses belajar itu sendiri.
2. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berfungsi karena adanya
dorongan dari pihak luar atau orang lain. Misalnya seseorang selalu
diperhatikan dan disiapkan agar minum obat secara teratur. Motivasi
dari orang lain ini dapat dilakukan dengan harapan pada suatu saat
orang yang bersangkutan tanpa dorongan orang lain sudah bisa
belajar atau minum obat secara teratur (Zulfan & Sri, 2012).
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
c. Teori-Teori Motivasi
a. Teori Hierarki Kebutuhan Maslow
Teori motivasi yang paling dikenal mungkin adalah Teori Hierarki
Kebutuhan Abraham Maslow. Maslow adalah psikolog humanistik
yang berpendapat bahwa pada diri tiap orang terdapat hierarki lima
kebutuhan.
1) Kebutuhan fisik: makanan, minuman, tempat tinggal, kepuasan
seksual, dan kbutuhan fisik lain.
2) Kebutuhan keamanan: keamanan dan perlindungan dari
gangguan fisik dan emosi dan juga kepastian bahwa kebutuhan
fisik akan terus terpenuhi.
3) Kebutuhan sosial: kasih sayang, menjadi bagian dari
kelompoknya, diterima oleh teman-teman, dan persahabatan.
4) Kebutuhan harga diri: faktor harga diri internal, seperti
penghargaan diri, otonomi, pencapaian prestasi dan harga diri
eksternal seperti status, pengakuan, dan perhatian.
5) Kebutuhan aktualisasi diri: pertumbuhan, pencapaian potensi
seseorang, dan pemenuhan diri sendiri; dorongan untuk menjadi
apa yang dia mampu capai.
Menurut Maslow, jika ingin memotivasi seseorang kita perlu
memahami ditingkat mana keberadaan orang itu dalam hierarki
dan perlu berfokus pada pemuasan kebutuhan pada atau diatas
tingkat itu (Robbins & Culter, 2007).
b. Teori Kebutuhan untuk Berprestasi
Teori kebutuhan untuk berprestasi dipelopori oleh Mc Celland.
Kebutuhan untuk berprestasi (need for achievement) atau disingkat
N. Ach adalah daya mental manusia untuk melakukan suatu kegiatan
yang lebih baik dan mencapai hasil yang lebih baik pula, yang
disebabkan oleh virus mental. Virus mental adalah adanya suatu
daya, kekuatan (power) dalam diri orang tersebut sehingga ia
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
Sumber : Sugiarto,2005.
BAB III
KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS
A. Kerangka Konseptual
Berdasarkan tinjauan kepustakaan diperoleh bahwa sejumlah pasien
paska serangan stroke akan mengalami permasalahan yang berhubungan
dengan gangguan neurologis, yaitu kecacatan karena mengalami
kelumpuan/hemiparise anggota gerak, gangguan bicara atau
afasia/disfasia dan gangguan kognitif sehingga hal ini berpengaruh pada
ADL pasien pasca stroke yang cenderung akan mengalami
ketergantungan. Selain itu penderita pasca stroke akan mengalami
masalah psikologis berupa depresi yang diakibatkan karena kurangnya
perhatian dari keluarga.
Dukungan keluarga merupakan suatu bentuk hubungan interpersonal
yang meliputi sikap, tindakan dan penerimaan terhadap anggota keluarga,
sehingga anggota keluarga merasa ada yang memperhatikan. Pasien
pasca stroke yang menerima perhatian dan pertolongan dari seseorang
atau keluarga akan memberikan harapan untuk sembuh dari penyakitnya.
Dukungan keluarga sebagai pendukung utama dalam meningkatkan
motivasi pasien dalam pemenuhan aktivitas kebutuhan sehari-hari.
Semakin tinggi dukungan keluarga maka motivasi pasien dalam
pemenuhan kebutuhan aktivitas sehari-hari akan semakin baik.
Secara singkat, uraian diatas dapat ditampilkan dalam kerangka
konsep di bawah ini:
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
Keterangan :
: Variabel Independen
: Variabel Dependen
: Penghubung Variabels
B. Hipotesis
Berdasarkan tinjauan pustaka dan kerangka konsep diatas maka
dapat dirumuskan hipotesis penelitian yaitu Ada Hubungan Dukungan
Keluarga Dengan Motivasi Pasien Dalam Pemenuhan Activities of
Daily Living (ADL) Pada pasien Pasca Stroke di Ruang Fisioterapi
Rumah Sakit Stella Maris Makassar.
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
C. Definisi Operasional
N Variabel Defenisi Parameter Cara Skala Skor
o Penelitian Operasional Ukur Ukur
1. Variabel Bentuk Dukungan kuesion Ordin Menduk
independen perhatian emosional er al ung:
: dari keluarga Dukungan Total
Dukungan yang dapat pengharga jawaban
keluarga dirasakan an responde
oleh pasien Dukungan n 33-48
sehingga instrumenta
dapat l Cukup
memotivasi Dukungan menduk
pasien dalam informasi ung:
pemenuhan Total
ADL secara jawaban
mandiri responde
n 17-32
Tidak
menduk
ung:
Total
jawaban
responde
n 0-16
2. Dependen: Suatu Motivasi Kuesio ordina - Motiva
Motivasi dorongan ekstrinsik ner l si baik
pasien yang timbul Motivasi jika
selain dari ekstrinsik total
dalam pasien nilai
juga berasal jawaba
dari luar diri n
pasien untuk respon
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
mencapai den
kemandirian 16-20
dalam - Motiva
pemenuhan si
Activities of kurang
Daily Living baik
(ADL) jika
nilai
jawaba
n
respon
den
10-15
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
BAB IV
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian
ini adalah penelitian observasional analitik, dengan menggunakan cross
sectional study yaitu dimana desain penelitian yang digunakan untuk
mengukur data variabel independen dan variabel dependen pada waktu
yang bersamaan (Nursalam, 2013) dengan maksud untuk melihat
hubungan dukungan keluarga dengan motivasi pasien dalam pemenuhan
Activities of Daily Living pada pasien pasca stroke.
2. Sampel
Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara Non
Probality Sampling dengan menggunakan teknik Total Sampling yakni
suatu cara pengambilan sampel yang dilakukan dengan mengambil
semua anggota populasi sebagai sampel. Dalam hal ini peneliti
mengambil sampel yaitu semua pasien pasca stroke yang menjalani
rawat jalan di Unit Fisioterapi Rumah Sakit Stella Maris Makassar
yang berjumlah 30 pasien dengan kriteria yang telah ditentukan oleh
peneliti sebagai berikut:
a. Kriteria Inklusi
Kriteria inklusi adalah karakteristik sampel yang dapat
dimsukkan untuk yang layak diteliti, antara lain:
1) Bersedia menjadi responden
2) Bisa membaca
b. Kriteria Ekslusi
Kriteria ekslusi adalah karakteristik sampel yang tidak dapat
dimasukkan atau tidak layak diteliti, antara lain:
1) Afasia brocha, afasia global
D. Instrumen Penelitian
Untuk melakukan pengumpulan data peneliti membuat instrument
sebagai pedoman pengumpulan data berupa:
1. Kuesioner A
Kuesioner A untuk identitas responden dan petunjuk pengisian
kuesioner
Kuesioner identitas responden berisi insial, umur, jenis kelamin
pekerjaan, pendidikan, status perkawinan, lama sakit, dan alamat
tempat tinggal.
2. Kuesioner B
Kuesioner B untuk menilai dukungan keluarga dengan berupa
lembaran cheklist yang berisi pertanyaan tertutup dengan
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
Tabel 4.1
Nilai jawaban pernyataan variabel dukungan keluarga
Alternatif jawaban Nilai Pernyataan Nilai Pernyataan
Positif Negatif
Selalu (SL) 3 0
Sering (SR) 2 1
Kadang-kadang (KK) 1 2
3. Kuesioner C
Kuesioner C untuk menilai motivasi pasien dalam pemenuhan
Activities of Daily Living (ADL) dengan berupa lembaran cheklist yang
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
Tabel 4.2
Nilai jawaban pernyataan variabel motivasi pasien dalam pemenuhan
ADL
Alternatif Jawaban Nilai Pernyataan
Ya (Y) 2
Tidak (T) 1
E. Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan melalui beberapa
prosedur. Adapun prosedur yang dilakukan dalam pengumpulan data,
yaitu perlu adanya rekomendasi dari pihak institusi STIK Stella Maris
Makassar atas pihak lain dengan mengajukan permohonan izin kepada
instansi tempat penelitian dalam hal ini Ruang Fisioterapi Rumah Sakit
Stella Maris Makassar. Setelah mendapat persetujuan barulah peneliti
akan melakukan penelitian. Langkah pertama adalah responden diberi
informasi tentang penelitian yang meliputi tujuan, efek dan dampak yang
timbul dari penelitian. Setelah responden paham dan setuju untuk
berpartisipasi dalam penelitian barulah dilakukan penelitian dengan etika
penelitian sebagai berikut:
a. Informed consent
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
Analisa data merupakan bagian dari suatu penelitian dimana tujuan dari
analisa data ini adalah agar diperoleh suatu kesimpulan masalah yang
diteliti. Data yang telah terkumpul akan diolah dan dianalisa dengan
menggunakan program komputer.
Adapun langkah-langkah data pengolahan data menurut Hidayat (2009)
meliputi:
a. Editing
Editing dilakukan untuk memeriksa ulang jumlah dan meneliti
kelengkapan pengisian kuesioner, apakah setiap pertanyaan sudah
dijawab dengan benar.
b. Coding
Coding dilakukan untuk memudahkan pengelolahan data dan semua
data perlu disederhanakan dengan cara memberikan simbol-simbol
tertentu untuk setiap jawaban.
c. Entry data
Dilakukan dengan memasukkan data ke dalam komputer dengan
menggunakan aplikasi komputer.
d. Tabulating
Setelah data terkumpul dan tersusun selanjutnya data dikelompokkan
dalam suatu tabel menurut sifat-sifat yang dimiliki sesuai dengan tujuan
penelitian.
G. Analisa Data
Data yang terkumpul dianalisis secara analitik dan diinterprestasi dengan
mengguankan uji statisitik yaitu dengan menggunakan metode komputer
program SPSS versi20 windows.
1. Analisa Univariat
Analisa univariat dilakukan terhadap setiap variabel dari setiap
penelitian. Analisa ini menghasilkan disitribusi dan persentasi dari
setiap variabel yang diteliti.
2. Analisa Bivariat
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
BAB V
PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Pengantar
Bab ini menjelaskan hasil penelitian tentang “Hubungan dukungan
keluarga dengan motivasi pasien dalam pemenuhan activity daily living
(ADL) pada pasien pasca stroke di unit fisioterapi Rumah Sakit Stella
Maris Makassar”. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental
dengan menggunakan desain penelitian observasional analitik dimana
rancangan penelitian ini bertujuan mencari hubungan antara variabel
independen yaitu dukungan keluarga dan variabel dependen yaitu
motivasi pasien dalam pemenuhan Activity Daily Living (ADL) pada
pasien pasca stroke.
Penelitian ini mulai dilaksanakan pada tanggal 27 Januari sampai
11 Februari 2017. Pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai
alat ukurnya dengan pendekatan cross sectional study dimana
pengukuran dan pengamatan variabel independen dan variabel
dependen dilakukan pada saat bersamaan atau hanya satu kali pada
saat tertentu, terhadap 30 responden yang memenuhi kriteria penelitian.
Untuk pengolahan data menggunakan komputer program SPSS for
windows versi 20.0. data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis
dengan menggunakan uji statistik chi-square tabel 3X2 dilanjutkan
dengan penggabungan sel tabel 2X2. Adapun ketentuan terhadap besar
kekuatan hubungan jika nilai p ≤ 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak
yang artinya ada hubungan dukungan keluarga dengan motivasi pasien
dalam pemenuhan activity daily living (ADL) pada pasien pasca stroke.
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
b. Misi
1) Tetap memperhatikan golongan masyarakat lemah (option for the
poor).
2) Pelayanan dengan mutu keperawatan prima.
3) Pelayanan kesehatan dengan standar peralatan kedokteran yang
mutakhir dan komprehensif
4) Peningkatan kesejahteraan karyawan dan kinerjanya
3. Karakteristik Responden
a. Kelompok Umur
Tabel 5.1
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kelompok
Umur Pada Pasien Pasca Stroke di Unit Fisioterapi
Rumah Sakit Stella Maris Makassar
Total 30 100
b. Jenis kelamin
Tabel 5.2
Distribusi Frekuensi Berdasrkan Jenis Kelamin Pada
Pasien Pasca Stroke di Unit Fisioterapi Rumah
Sakit Stella Maris Makassar
Perempuan 12 40
Laki-laki 18 60
Total 30 100
c. Tingkat pendidikan
Tabel 5.3
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
SD 7 23,3
SMP 4 13,3
SMA 11 36,7
PT 8 26,7
TOTAL 30 100
d. Pekerjaan
Tabel 5.4
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
Petani 4 13,2
IRT 7 23,3
Pensiunan 9 30,3
Wiraswasta 6 20,0
PNS 4 13,2
Total 30 100
e. Status Perkawinan
Tabel 5.5
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Status
Perkawinan pada Pasien Pasca Stroke di Unit
Fisioterapi Rumah Sakit Stella
Maris Makassar
Menikah 27 90
Tidak Menikah 3 10
Total 30 100
Tabel 5.6
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Dukungan
Keluarga pada Pasien Pasca Stroke di Unit
Fisioterapi Rumah Sakit Stella
Maris Makassar
Total 30 100
Baik 20 66,7
Kurang 10 33,3
Total 30 100
b. Analisa Bivariat
Tabel 5.8
Analisis Hubungan Dukungan Keluarga dengan Motivasi Pasien
Dalalm Pemenuhan Activity Daily Living pada Pasien Pasca
Stroke di Unit Fisioterapi Rumah Sakit Stella Maris
Makassar
Tidak 0,001
Mendukung 5 16,7 9 30 14 46,7
B. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Unit Fisioterapi
Rumah Sakit Stella Maris Makassar, terdapat 15 (50%) responden yang
mendapat dukungan dari keluarga dengan kategori mendukung dengan
motivasi pasien dalam pemenuhan Activities of Daily Living (ADL)
kategori baik. Hal ini sesuai dengan teori WHO tahun 2007 yang terus
berkembang yang mengatakan motivasi pasien dalam pemenuhan
Activity of Daily Living (ADL) sangat berkaitan dengan beberapa aspek
penting salah satunya yaitu dukungan keluarga. Terjadinya stroke pada
seseorang dapat menyebabkan kecacatan antara lain berupa
kelumpuhan pada separuh badan, terganggunya penglihatan dan
pendengaran, berkurangnya daya ingat, kemunduran mental, dan
menurunnya kemampuan berbicara dan berkomunikasi (Misbach,
2011). Dengan adanya keterbatasan fisik sebagian keadaan tubuh
pasien stroke mengalami hemiparese sehingga mereka dalam
melakukan aktivitas sehari-hari akan merasa kesulitan. Hal ini akan
berpengaruh pada motivasi pasien dimana pasien akan merasa depresi
dan kehilangan semangat sehingga dibutuhkanlah dukungan keluarga
untuk dapat membangkitkan kembali semangat dan keyakinan yang
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
ada pada diri pasien pasca stroke untuk dapat sembuh. Selain itu pada
penelitian sebelumnya menyatakan bahwa dukungan keluarga bagi
pasien stroke sangat penting untuk membantu dalam proses
penyembuhan dan rehabilitasi pasien yang seringkali membutuhkan
waktu yang lama (Wurtiningsih, 2012).
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Endrayani (2011)
mengenai hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian activity
daily living pasien post stroke di RSU KPU Muhammadiyah Bantul yang
menyatakan bahwa dukungan keluarga dapat mempengaruhi
kemandirian activity daily living (ADL) pada pasien post stroke karena
semakin ada dukungan dari keluarga maka kemandirian pasien dalam
pemenuhan activities of daily living (ADL) akan semakin baik. Pasien
dalam memenuhi aktivitas sehari-harinya akan semakin mandiri,
karena pasien merasa bahwa tetap ada yang memberikan perhatian,
kasih sayang atau ada yang peduli kepadanya walaupun sedang sakit.
Dukungan keluarga yang dapat diberikan seperti dukungan
informasional sehubungan dengan mengenai penyakit stroke itu sendiri,
dukungan emosional yaitu memberi perhatian dan motivasi, dukungan
instrumental yaitu bagaimana keluarga memberikan bantuan dan
fasilitas untuk membantu pasien selama perawatan seperti penyediaan
dana kesehatan dan kesediaan keluarga menggantikan pekerjaan
rumah yang biasa dilakukan penderita sebelum sakit, serta dukungan
penghargaan yang merupakan hal penting dalam keluarga dimana
dengan dukungan penghargaan seseorang menyatakan penghargaan
dan penilaian positif bagi orang lain.
Dalam hal ini peneliti berasumsi bahwa dukungan keluarga
memegang peranan penting dalam menentukan proses penyembuhan
seseorang termasuk memotivasi pasien dalam pemenuhan activities of
daily living (ADL) pada pasien pasca stroke. Keluarga merupakan
orang yang terdekat, terpercaya, keterikatan fisik dan emosional
sehingga dapat memberikan dukungan berupa sikap, tindakan dan
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
yang tinggi dari orang terdekatnya terutama keluarga. Dalam hal ini
keluarga harus menjalankan ke empat bentuk dukungan yang diberikan
kepada pasien meliputi ; dukungan emosional (perhatian, kasih sayang,
empati), dukungan penghargaan (menghargai, umpan balik), dukungan
informasi ( saran, nasehat, informasi terkait kesehatan dan penyakit
pasien), dan dukungan instrumental (bantuan tenaga, dana dan waktu).
Dukungan adalah sikap, tindakan dan penerimaan keluarga
terhadap anggotanya. Anggota keluarga memandang bahwa orang
bersifat mendukung selalu siap memberikan pertolongan dan bantuan
jika diperlukan (Murniasih, 2012). Namun kadangkala pada pasien
pasca stroke sering juga terjadi penurunan motivasi dalam pemenuhan
aktivitas kebutuhan sehari-hari seperti makan, minum, berpakaian,
berjalan, toileting dan sebagainya. Hal tersebut dikaitkan dengan
perubahan kehidupan dari pasien pasca stroke yang mengalami
perubahan kecacatan fisik, sehingga mereka mengalami kelumpuhan
(kekakuan) pada sebagian anggota tubuh dan mengalami tingkat
kecacatan yang semakin meningkat dengan tingkat pemulihan atau
penyembuhan yang lama dan membutuhkan biaya yang cukup besar.
Hal ini bisa berdampak pada penurunan kemampuan ekonomi keluarga
dalam menunjang pemenuhan aktivitas sehari-hari pada pasien pasca
stroke akibatnya beban ekonomi keluarga ikut meningkat.
Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
Ratna (2010) yang menyatakan bahwa dukungan keluarga yang positif
sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak dan akan saling
membutuhkan dukungan. Karena dari pengalaman dan penelitian
sebelumnya yang dilakukan oleh Fenny (2015) mengatakan bahwa
adanya dukungan dari keluarga sangat penting bagi pasien stroke
karena hal tersebut dapat memberikan motivasi pasien pasca stroke
dalam memenuhi aktivitas kebutuhan hidupnya sehari-hari secara
mandiri. Sejalan dengan teori tersebut maka peneliti berasumsi bahwa
dukungan keluarga sangat berhubungan dengan motivasi pasien dalam
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
C. Keterbatasan Penelitian
Sebagaimana peneliti yang lain, peneliti ini tidak terlepas dari
keterbatasan dalam proses penyusunan proposal, pelaksanaan
proposal, pelaksanaan penelitian sampai pada penyusunan laporan
hasil penelitian. Adapun keterbatasan yang peneliti alami diantaranya:
pengalaman peneliti masih sangat kurang karena belum pernah
melakukan penelitian sebelumnya, pengumpulan data dilakukan
dengan menggunakan kuesioner bersifat subjektif sehingga kebenaran
data tergantung pada kejujuran responden dalam mengisi kuesioner
yang diberikan serta keterbatasan dalam jumlah responden karena
sebagian besar responden tidak memenuhi kriteria untuk dijadikan
sampel.
Selain itu penelitian ini belum bisa mengendalikan semua
faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi, ini tidak terlepas dari
keterbatasan, dimana peneliti hanya meneliti tentang hubungan
dukungan keluarga dengan motivasi pasien dalam pemenuhan
Activities of Daily Living (ADL) pada pasien pasca stroke. Sementara
secara teori ada banyak faktor yang mempengaruhi motivasi selain
dukungan keluarga yang menyebabkan bias dalam penelitian ini
seperti lama menderita stroke,lingkungan, sarana dan fasilitas
kesehatan serta keadaan sosial ekonomi.
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengumpulan dan pengolahan data penelitian
yang telah dilakukan terhadap 30 responden dari tanggal 27 Januari-11
Februari 2017, maka disimpulkan bahwa:
1. Pasien pasca stroke di Unit Fisioterapi Rumah Sakit Stella Maris
Makassar memiliki dukungan keluarga yang dominan pada kategori
mendukung.
2. Pasien pasca stroke di Unit Fisioterapi Rumah Sakit Stella Maris
Makassar memiliki motivasi dalam pemenuhan Activity Daily Living
(ADL) yang dominan pada kategori baik.
3. Ada hubungan dukungan keluarga dengan motivasi pasien dalam
pemenuhan Activity Daily Living (ADL) pada pasien pasca stroke di Unit
Fisioterapi Rumah Sakit Stella Maris makassar.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan mengingat
keterbatasan peneliti dalam penelitian ini, maka ada beberapa saran yang
akan disampaikan.
1. Bagi pengembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi
Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan
masukan dan tambahan informasi bagi perkembangan ilmu
pengetahuan khususnya dalam hal meminimalkan penurunan motivasi
pasien dalam pemenuhan Activity Daily Living (ADL) pada pasien
stroke karena kurangnya dukungan keluarga.
2. Bagi Pelayanan Keperawatan
Penelitian ini diharapkan dapat sebagai tambahan informasi dan
masukan bagi rumah sakit untuk meningkatkan mutu pelayanan
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku:
Arlija. (2009). Fisioterapi Bagi Insan Stroke. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Ariani, T. A. (2014). Sistem Neurobehavior. Jakarta: Salemba Medika.
Lingga, L. (2013). All about stroke. Hidup sebelum dan pasca stroke. Jakarta:
Elex Media Komputindo.
Smeltzer, & Bare. (2013). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah (Brunner &
Suddarth) Edisi 8 Vol 1. Jakarta: EGC.
Jurnal:
Aprilia, Y., 2014. Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Motivasi Pada
Pasien Pasca Stroke Untuk Menjalani Fisioterapi di RSUD Wilayah
Kabupaten Semarang. Universitas Sebelas Maret Surakarta.
[Link] diakses tanggal 15 Februari 2017
Arlija, D., 2009. Hubungan dukungan keluarga dengan kuaitas hidup pasien
stroke di poliklinik saraf Rumah Sakit Umum Daerah DR. Zainoel Abidin
Banda Aceh. Universitas Syiah Kuala. Universitas Muhamadiyah
Purwokerto.
[Link]
diakses pada tanggal 2 Februari 2017
Kepada Yth
Saudara/saudari Calon Responden
Di –
Tempat
Dengan hormat,
Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Maria Dewi Uli
Alamat : Jl. Maipa No.19 Makassar
Adalah mahasiswa program studi S1 Keperawatan Sekolah Tinggi
Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar yang akan mengadakan penelitian
tentang “Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Motivasi Pasien Dalam
Pemenuhan Activities Of Daily Living Pada Pasien Pasca Stroke Di Unit
Fisioterapi Rumah Sakit Stella Maris Makassar”.
Kami sangat mengharapkan partisipasi saudara/saudari dalam
penelitian ini demi kelancaran pelaksanaan penelitian.
Kami menjamin kerahasiaan dan segala bentuk informasi yang
Bapak/Ibu berikan dan apabila ada hal-hal yang masih ingin ditanyakan,
kami memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya untuk meminta
penjelasaan dari penelitian.
Demikian penyampaian dari kami, atas perhatian dan kerja sama kami
mengucapkan terima kasih.
Peneliti
KUESIONER PENELITIAN
A. Identitas Responden
Nama/Inisial :
Umur :
Jenis kelamin :
Pekerjaan :
Pendidikan :
Status Perkawinan :
Serangan stroke yang ke- :
Serangan stroke pertama pada :
Lama menderita stroke :
Alamat :
Dukungan
Emosional
1. Keluarga
mendampingi dan
membantu saya
dalam memenuhi
aktivitas sehari-hari
seperti makan,
minum, berjalan,
berpakaian
2. Keluarga memberi
pujian dan
perhatian kepada
saya ketika saya
mampu melakukan
kegiatan rumah
3. Keluarga tetap
mencintai dan
memperhatikan
keadaan saya
selama saya sakit
4. Keluarga merawat
saya dengan penuh
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
kasih sayang
Dukungan
Informasional
5. Keluarga mencari
informasi melalui
media massa
ataupun elektronik
terkait kesehatan
saya agar saya
dapat mampu
memenuhi kegiatan
sehari-hari secara
mandiri
6. Keluarga
menganjurkan saya
untuk memakan
makanan yang
sesuai dengan
anjuran Rumah
Sakit
7. Keluarga tidak
menginformasikan
kepada saya terkait
dengan kondisi
yang saya alami
8. Keluarga
mengingatkan saya
tentang pentingnya
merawat diri seperti
mandi, menyisir
rambut agar
penampilan saya
terlihat menarik
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
Dukungan
Instrumental
9. Keluarga
menyediakan dana
khusus untuk biaya
berobat dan
pemeriksaan
kesehatan saya
10. Keluarga tidak
meluangkan waktu
untuk menjaga dan
merawat saya
dirumah
11. Keluarga
menyiapkan alat
bantu yang saya
butuhkan seperti
kursi roda, tongkat
yang dapat
membantu saya
dalam memenuhi
aktivitas sehari-hari
12. Keluarga
mendampingi saya
dalam melakukan
kontrol ulang
Dukungan
Penghargaan
15. Keluarga
memberikan
semangat ketika
saya merasa tidak
diterima di
lingkungan sekitar
16 Keluarga
menghargai
keinginan serta
harapan saya untuk
sembuh
Ya Tidak
No Pernyataan (2) (1)
STATUS DUKUNGAN KELUARGA JUM MOTIVASI PASIEN DALAM PEMENUHAN ADL JUM
NO INISIAL UMUR KO JK KO PENDIDIKAN KO PEKERJAAN KO KO KETERANGAN KO KETERANGAN KO
PERKAWINAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 `15 16 LAH 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 LAH
1 N 49 2 P 1 SMA 3 IRT 2 KAWIN 2 1 3 3 3 2 3 3 2 2 2 3 3 0 3 3 3 39 MENDUKUNG 3 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 19 BAIK 2
s A 55 3 L 2 SMA 3 WIRASWASTA 4 KAWIN 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 0 3 2 3 0 3 40 MENDUKUNG 3 2 1 2 2 2 2 1 2 2 1 17 BAIK 2
3 I 53 2 L 2 SMP 2 PENSIUNAN 3 KAWIN 2 3 3 3 3 1 3 0 3 0 0 3 1 2 2 2 3 32 CUKUP MENDUKUNG 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 19 BAIK 2
4 F 63 4 P 1 SMA 3 IRT 2 KAWIN 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 2 1 3 43 MENDUKUNG 3 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 18 BAIK 2
5 N 70 5 P 1 SMA 3 IRT 2 KAWIN 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 1 3 3 2 3 0 3 40 MENDUKUNG 3 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 19 BAIK 2
6 T 65 4 P 1 SD 1 PETANI 1 TIDAK KAWIN 1 3 3 3 3 0 3 0 3 0 0 3 3 0 3 3 3 33 MENDUKUNG 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 BAIK 2
7 H 73 5 L 2 SD 1 PENSIUNAN 3 KAWIN 2 3 3 3 3 1 3 2 3 3 2 3 3 1 1 2 3 39 MENDUKUNG 3 2 2 1 1 2 2 2 1 2 2 17 BAIK 2
8 I 40 1 P 1 SMA 3 IRT 2 KAWIN 2 2 2 3 3 1 3 2 3 3 2 3 2 2 2 3 3 39 MENDUKUNG 3 2 2 1 2 2 2 2 1 1 2 17 BAIK 2
9 J 53 2 L 2 PT 4 WIRASWASTA 4 TIDAK KAWIN 1 0 0 2 2 0 1 3 0 0 3 0 0 2 2 1 0 16 TIDAK MENDUKUNG 1 1 1 1 1 2 2 2 1 2 2 15 KURANG 1
10 S 65 4 L 2 SMA 3 PENSIUNAN 3 KAWIN 2 1 0 2 2 1 0 1 2 3 1 3 1 3 2 2 3 27 CUKUP MENDUKUNG 2 1 1 1 2 2 2 1 1 2 2 15 KURANG 1
11 R 78 6 L 2 PT 4 PENSIUNAN 3 KAWIN 2 1 1 3 3 3 0 2 2 3 2 0 1 1 1 3 2 28 CUKUP MENDUKUNG 2 2 1 1 2 1 2 1 1 1 1 13 KURANG 1
12 E 45 1 P 1 SMP 2 IRT 2 KAWIN 2 3 3 3 3 3 1 0 3 3 3 3 3 3 3 3 3 43 MENDUKUNG 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 BAIK 2
13 L 62 4 L 2 SMA 3 WIRASWASTA 4 KAWIN 2 0 0 0 0 0 1 3 3 0 0 3 3 1 2 3 3 22 CUKUP MENDUKUNG 2 1 2 2 2 1 1 1 2 1 1 14 KURANG 1
14 N 62 4 L 2 SD 1 WIRASWASTA 4 KAWIN 2 0 0 1 1 0 0 3 0 0 3 0 0 1 2 0 2 13 TIDAK MENDUKUNG 1 1 1 1 2 2 2 1 1 2 1 14 KURANG 1
15 M 52 2 L 2 PT 4 PNS 5 KAWIN 2 2 2 3 3 0 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 40 MENDUKUNG 3 2 2 2 2 1 1 1 2 2 1 16 BAIK 2
16 N 48 2 P 1 SMA 3 IRT 2 KAWIN 2 2 1 3 3 1 1 1 3 1 3 3 1 2 2 2 3 32 CUKUP MENDUKUNG 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 19 BAIK 2
17 Y 74 5 P 1 PT 4 PNS 5 TIDAK KAWIN 1 1 1 3 3 2 1 2 2 3 1 1 0 0 3 3 2 28 CUKUP MENDUKUNG 2 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 15 KURANG 1
18 M 57 3 P 1 PT 4 PENSIUNAN 3 KAWIN 2 2 2 3 3 3 0 3 3 3 3 2 3 3 3 1 0 37 MENDUKUNG 3 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 18 BAIK 2
19 P 53 2 L 2 SD 1 WIRASWASTA 4 KAWIN 2 2 3 3 3 0 1 1 2 3 2 3 3 3 3 2 3 37 MENDUKUNG 3 2 2 1 2 2 2 1 1 2 2 17 BAIK 2
20 J 53 2 L 2 PT 4 WIRASWASTA 4 KAWIN 2 0 0 3 3 2 0 1 3 3 2 3 1 2 2 3 3 31 CUKUP MENDUKUNG 2 1 2 1 2 2 2 1 1 1 1 14 KURANG 1
21 S 78 6 L 2 SD 1 PETANI 1 KAWIN 2 2 3 2 3 1 2 3 3 3 3 0 3 0 3 3 3 37 MENDUKUNG 3 2 1 2 2 2 2 2 1 2 1 17 BAIK 2
22 M 62 4 L 2 SMP 2 PETANI 1 KAWIN 2 3 2 3 3 1 2 2 2 2 0 3 3 2 2 2 2 34 MENDUKUNG 3 2 1 2 2 2 2 2 1 2 1 17 BAIK 2
23 L 49 2 P 1 PT 4 PNS 5 KAWIN 2 3 2 3 3 1 3 2 3 2 3 2 3 0 2 3 3 38 MENDUKUNG 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 20 BAIK 2
24 P 57 3 P 1 PT 4 PNS 5 KAWIN 2 2 1 3 3 2 1 3 2 3 2 3 2 1 3 2 3 36 MENDUKUNG 3 2 2 1 1 2 1 1 2 2 1 15 KURANG 1
25 H 46 1 L 2 SD 1 PETANI 1 KAWIN 2 0 2 3 2 0 2 2 2 0 0 0 0 2 3 3 3 24 CUKUP MENDUKUNG 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 1 17 BAIK 2
26 S 73 5 L 2 SMA 3 PENSIUNAN 3 KAWIN 2 2 1 3 3 1 3 3 2 2 2 0 3 3 3 3 3 37 MENDUKUNG 3 2 1 2 2 2 2 1 2 1 2 17 BAIK 2
27 E 65 4 L 2 SMA 3 PENSIUNAN 3 KAWIN 2 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 2 0 0 3 1 9 TIDAK MENDUKUNG 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 12 KURANG 1
28 R 45 1 L 2 SMA 3 PENSIUNAN 3 KAWIN 2 0 1 3 3 3 3 3 1 0 0 2 0 3 3 3 3 31 CUKUP MENDUKUNG 2 2 1 2 2 2 2 2 1 1 1 16 BAIK 2
29 P 78 6 L 2 SD 1 PENSIUNAN 3 KAWIN 2 2 2 1 1 0 0 0 0 0 0 0 2 2 3 2 1 16 TIDAK MENDUKUNG 1 2 1 1 1 2 1 1 2 2 1 14 KURANG 1
30 L 54 3 P 1 SMP 2 IRT 2 KAWIN 2 2 2 1 2 3 0 2 2 3 0 1 0 2 2 2 2 26 CUKUP MENDUKUNG 2 2 1 2 2 2 1 2 1 2 2 17 BAIK 2
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
Frequencies
Statistics
MOTIVASIPASIEN
DUKUANGAN DALAMPEMENUH
UMUR JK PENDIDIKAN PEKERJAAN KELUARGA ANADL
N Valid 30 30 30 30 30 30
Missing 0 0 0 0 0 0
Frequency Table
UMUR
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
JK
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
PEKERJAAN
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
DUKUANGAN KELUARGA
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
MOTIVASIPASIENDALAMPEMENUHANADL
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Cases
DK *
MOTIVASIPASIENDALAMPEME 30 100.0% 0 .0% 30 100.0%
NUHANADL
DK * MOTIVASIPASIENDALAMPEMENUHANADL Crosstabulation
MOTIVASIPASIENDALAMPEMENUHA
NADL
DK 1 Count 8 5 13
% within
MOTIVASIPASIENDALAMPEME 88.9% 23.8% 43.3%
NUHANADL
3 Count 1 16 17
% within
MOTIVASIPASIENDALAMPEME 11.1% 76.2% 56.7%
NUHANADL
% within
MOTIVASIPASIENDALAMPEME 100.0% 100.0% 100.0%
NUHANADL
Symmetric Measures
Cases
MOTIVASIPASIEN
DK2 1 Count 9 5 14
3 Count 1 15 16
a. 1 cells (25.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 4.67.
b. Computed only for a 2x2 table
c. The standardized statistic is 3.308.
d. For 2x2 crosstabulation, exact results are provided instead of Monte Carlo results.
Symmetric Measures