0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan14 halaman

Konflik Antarbudaya: Konsep dan Solusi

Diunggah oleh

Indah anggun Sari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan14 halaman

Konflik Antarbudaya: Konsep dan Solusi

Diunggah oleh

Indah anggun Sari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

KONSEP KONFLIK ANTARBUDAYA

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Pada


Mata Kuliah Komunikasi Antar Budaya

Disusun Oleh Kelompok 3:


1. Nyi Dinda Sahpitri
2. Septina Handayani

Dosen Pengampu:
Mutia Mawaddah Rohmah, [Link]

STAI YAPTIP PASAMAN BARAT


1445 H / 2024 M
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh Segala puji bagi Allah


tuhan semesta alam yang menciptakan dunia ini dengan segala isinya dan
menjadikan manusia mempunyai akal untuk dapat berfikir melebihi makhluk-
makhluk lain ciptaannya. Rasa syukur kami haturkan karena dengan rahmat dan
hidayahnya kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan dan kekasih kita
Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wasallam. Yang telah membimbing kita dari
zaman jahiliyah menuju zaman Islam yang terang benderang seperti sekarang ini.
Ucapan terimah kasih yang sebesar-besarnya Kepada dosen Ibu Mutia
Mawaddah Rohamh, [Link], dan kepada rekan-rekan yang telah membantu dalam
penyusunan makalah ini. Makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas mata kuliah
Komunikasi Antar budaya yang berjudul “Konsep Konflik Antarbudaya”. Namun
kami sangat sadar bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kesalahan
baik yang kami sengaja maupun tidak. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk
para pembaca terutama bagi diri kami sendiri.
Akhir kata,
Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh

Ujung Gading, 01 Juli 2024

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i


DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah .......................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan....................................................................................... 3

BAB II KAJIAN TEORI


A. Konsep Komunikasi Antar Budaya .......................................................... 3
B. Faktor Pemicu Konflik Antar Budaya ...................................................... 4
C. Studi Kasus dalam Konflik Antar Budaya ................................................ 5
D. Dampak Konflik Antar Budaya ................................................................ 5
E. Strategi Penanggulangan Konflik Antar Budaya ...................................... 6
F. Ruang Lingkup Konflik Antar Budaya ..................................................... 7
G. Asumsi Konflik Antar Budaya.................................................................. 8

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ............................................................................................. 10
B. Saran ....................................................................................................... 10

DAFTAR KEPUSTAKAAN .............................................................................. 11

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Komunikasi dianggap sebagai fondasi untuk pertumbuhan dan
pembelajaran individu, memungkinkan kita untuk menggali kepribadian diri
sendiri dan orang lain. Dalam masyarakat majemuk yang semakin terhubung,
komunikasi juga menjadi perekat yang menghubungkan interaksi sosial. Namun,
dalam konteks komunikasi antar budaya, perbedaan budaya dapat menjadi
hambatan yang signifikan.
Pemahaman yang mendalam tentang perbedaan budaya dan peran budaya
dalam komunikasi adalah kunci untuk mencapai komunikasi yang efektif di
antara individu dan kelompok budaya yang berbeda. Hal ini mencakup
pemahaman tentang perbedaan dalam nilai, norma, bahasa, serta peran penting
pemahaman budaya dalam proses komunikasi. Salah satu tantangan dalam
komunikasi antar budaya adalah munculnya konflik yang disebabkan oleh
perbedaan budaya. Konflik ini dapat terjadi akibat ketidakpahaman, prasangka,
atau perbedaan nilai dan norma budaya. Untuk mengatasi konflik ini, individu
perlu memiliki pemahaman budaya yang lebih dalam dan mengembangkan
kemampuan komunikasi lintas budaya yang efektif.
Dalam konteks tertentu, komunikasi antar budaya juga dapat menjadi
ajang pertukaran budaya yang positif. Ketika individu dari berbagai budaya
berkomunikasi dengan saling menghormati dan terbuka, ini dapat
mempromosikan pemahaman lintas budaya yang lebih baik dan meningkatkan
kualitas hubungan antar budaya. Perbedaan budaya dapat menyebabkan konflik
budaya yang dapat menghambat komunikasi efektif. Oleh karena itu, penting
untuk mengembangkan kemampuan komunikasi yang efektif dan berusaha
untuk mengatasi perbedaan budaya dengan sikap terbuka dan toleran.

1
2

B. Rumusan Masalah
1. Apa konsep komunikasi antar budaya?
2. Apa faktor pemicu konflik antar budaya?
3. Bagaimana studi kasus dalam konflik antar budaya?
4. Apa dampak Konflik Antar Budaya?
5. Bagaimana strategi penanggulangan Konflik Antar Budaya?
6. Bagaimana Ruang Lingkup Konflik Antar Budaya?
7. Bagaimana Asumsi Konflik Antar Budaya?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui konsep komunikasi antar budaya
2. Untuk mengetahui faktor pemicu konflik antar budaya
3. Untuk mengetahui studi kasus dalam konflik antar budaya
4. Untuk mengetahui dampak konflik antar budaya
5. Untuk mengtahui strategi penanggulangan konflik antar budaya
6. Untuk mengetahui Ruang Lingkup Konflik Antar Budaya
7. Untuk mengetahui Asumsi Konflik Antar Budaya
BAB II
PEMBAHASAN

A. Konsep Komunikasi Antar Budaya


Komunikasi antar budaya adalah suatu bentuk komunikasi yang terjadi
antara individu atau kelompok yang berasal dari latar belakang budaya yang
berbeda. Ini melibatkan pertukaran informasi, ide, nilai, norma, dan pesan antara
individu atau kelompok yang memiliki perbedaan budaya dalam hal bahasa,
norma sosial, keyakinan, dan praktik.1
Hakikat komunikasi berarti inti atau substansi dair komunikasi itu.
Setelah uraian pengertian dalam sekilas tujuan komunikasi di atas, maka
setidaknya kita sudah mendekati hakikat komunikasi, sehingga dapat
diilustrasikan, Minimal ada empat hal yang menjadi hakikat (substansi)
komunikasi
1. Perkenalan
Sebagai makhluk homo sosial (makhluk sosial) yang menjadi dasar
untuk brehubungan dengan siswanya adalah saling kenal mengenal, mulai
dari nama, asal, pekerjaan, sampai pada ciri-ciri khusus orang itu, bahkan
sampai pada latarbelakang maksud dan tujuan perkenalan itu. (ingat), ketika
terjadi dialog perkenalan pertama antara Tuhan dengan sang bayi dalam
rahim ibu perkenalan itu sifatnya dua arah.
2. Keterbukaan
Pada mulanya keterbukaan itu ada di sengaja dan ada yang tidak
disengaja. Keterbukaan yang tidak disengaja tentunya sifatnya konsumtif,
sedangkan keterbukaan yang disengaja sifatnya sudah produktif dan
tendensif. Keterbukaan bagi seseorang menunjukkan adanya peluang untuk
maju dan berkembang. Sebaliknya ketertutupan seseorang menunjukkan
adanya keterkungkungan atau semakin mereka terbelakang alias susah maju.
Seluruh kemajuan itu diperoleh dari adanya keterbukaan. Kini
semakin disadari tentang hasil kemajuan sebagai produk keterbukaan seperti
yang berkaitan dengan seni, pendidikan, pertukangan, pertanian, nelayan,

1
Muhsin Mahdi, Falsafah Sejarah Ibnu Khaldun: Kajian tentang Dasar Falsafah Ilmu
Budaya (ITBM, 2014) hal 159

3
4

pelayanan hukum, model perpolitikan, dan lain-lain semua ini dikemas


sebagai budaya.
3. Pergaulan
Pergaulan atau hidup berinteraksi adalah bahagian paling penting
dalam menciptakan rasa senang dan bahagia dalam kehidupan. Perlu
diketahui bahwa kebahagiaan itu ada dua macam yaitu kebahagiaan
jasmaniah (material) dan kebahagiaan batiniyah (immaterial). Kalau
pergaulan baik, maka melahirkan kebahagiaan batin, sebaliknya pergaulan
jelek, maka melahirkan kegelisahan batin.2
4. Harapan
Komunikasi banyak terjadi karena ada harapan. Dengan demikian
komunikasi mengawali harapan untuk memperoleh dambaan jadi kenyataan
sejalan firman Allah
Terjemahnya : Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan),
kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.
Dari keempat substansi (hakikat) komunikasi di atas, maka dapat ditarik
satu kesimpulan bahwa inti komunikasi adalah penyampaian ide atau pesan dari
pihak pertama ke pihak kedua, artinya siapa yang memulai berarti dia pihak
pertama dan siapa yang menerima (lawan berbicara, berbuat) berarti dia pihak
kedua.

B. Faktor Pemicu Konflik Antar Budaya


Faktor Pemicu Konflik Antar Budaya terdiri dari:3
1. Stereotip dan Prasangka: Ketidakpahaman atau stereotip negatif tentang
budaya lain dapat menyebabkan prasangka dan sikap negatif yang mengarah
pada konflik.
2. Perbedaan Nilai: Perbedaan dalam nilai-nilai budaya, seperti pandangan
tentang kebebasan individu, hierarki, atau kolektivisme, dapat menyebabkan
ketegangan dan konflik dalam interaksi antar budaya.

2
Deddy Mulyana. Komunikasi Efektif Suatu Pendekatan Lintas Budaya.(Remaja Rosdakarya,
Bandung, 2004), hal 11
3
Dedy Mulyana, Ilmu Komunikasi. (Bandung, Remaja Rosdakarya, 2007) cet X,hal. 65
5

3. Bahasa dan Komunikasi: Perbedaan bahasa, gaya komunikasi, atau tingkat


kefasihan dalam bahasa dapat menghambat pemahaman dan memicu
kesalahpahaman.
4. Perbedaan Norma-Norma Sosial: Norma-norma budaya yang berbeda, seperti
norma ketika berbicara, norma kesopanan, dan norma ketika bersosialisasi,
dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau konflik.
5. Perbedaan Agama dan Keyakinan: Ketidaksepahaman atau perbedaan dalam
keyakinan agama, praktik keagamaan, atau pandangan moral dapat menjadi
sumber konflik.

C. Studi Kasus dalam Konflik Antar Budaya


Kasus: Sebuah perusahaan teknologi global memiliki tim pengembangan
produk yang terdiri dari anggota dari berbagai negara dengan latar belakang
budaya yang berbeda. Anggota tim ini sering mengalami konflik dalam
komunikasi dan pengambilan keputusan. Pertemuan tim seringkali berakhir
dengan ketegangan, dan produktivitas menurun
Hasil Analisis: Konflik ini muncul karena perbedaan dalam gaya
komunikasi, pemahaman yang berbeda tentang hierarki, dan cara berpikir yang
berbeda dalam pengambilan keputusan. Anggota tim dari budaya yang lebih
hierarkis mungkin merasa tidak dihargai jika mereka tidak diberikan kesempatan
untuk berbicara dalam rapat. Solusi yang efektif adalah meningkatkan
pemahaman anggota tim terhadap budaya satu sama lain, menciptakan
lingkungan yang inklusif, dan mempromosikan pendekatan komunikasi yang
terbuka.

D. Dampak Konflik Antar Budaya


Dampak Konflik Antar Budaya terdiri dari:4
1. Penurunan Pemahaman: Konflik antar budaya dapat menghambat
pemahaman yang baik antara individu atau kelompok dari budaya yang
berbeda, mengakibatkan kebingungan dan ketidakpercayaan.

4
Liliweri, Alo. Makna budaya dalam komunikasi antarbudaya. LKiS Pelangi Aksara, 2003.
hal 32
6

2. Penurunan Produktivitas: Dalam konteks kerja, konflik antar budaya dapat


mengganggu produktivitas tim dan organisasi, mengarah pada kerugian
waktu dan sumber daya.
3. Stres dan Ketidaknyamanan: Konflik antar budaya dapat menciptakan tingkat
stres dan ketidaknyamanan yang tinggi di antara individu atau kelompok yang
terlibat, merusak kesejahteraan psikologis mereka.
4. Isolasi Sosial: Konflik yang tidak terselesaikan dapat mengarah pada isolasi
sosial, di mana individu atau kelompok dari budaya yang berbeda cenderung
menghindari interaksi dengan yang lain.
5. Potensial Eskalasi Konflik: Konflik antar budaya yang tidak ditangani dengan
baik memiliki potensi untuk merusak hubungan lebih jauh, bahkan mencapai
tingkat konflik yang lebih tinggi.

E. Strategi Penanggulangan Konflik Antar Budaya


Strategi Penanggulangan Konflik Antar Budaya terdiri dari:5
1. Pendidikan Antar Budaya: Mendorong pendidikan dan pelatihan antar
budaya untuk meningkatkan pemahaman dan sensitivitas terhadap budaya
orang lain. Ini dapat mencakup program-program pelatihan interkultural di
sekolah, universitas, atau tempat kerja.
2. Promosi Kesadaran Budaya: Memperkuat kesadaran budaya dalam
komunitas atau organisasi dengan mengadakan acara-acara budaya, seminar,
atau lokakarya. Tujuan dari upaya ini adalah untuk memperkenalkan budaya
lain dengan cara yang positif.
3. Fasilitasi Dialog Terbuka: Mendorong dialog terbuka antara individu atau
kelompok dari budaya yang berbeda. Ini mencakup membuka ruang untuk
berbicara tentang perbedaan, kesalahpahaman, dan konflik yang mungkin
muncul.
4. Konseling Antar Budaya: Menyediakan layanan konseling yang memahami
perbedaan budaya untuk membantu individu atau kelompok yang mengalami
konflik antar budaya. Ini dapat membantu meredakan ketegangan dan
mempromosikan pemahaman

5
Arni Muhammad, Komunikasi Organisasi, Jakarta: Bumi Aksara, 2014. Hal. 67
7

5. Komitmen pada Kesetaraan Budaya: Memastikan bahwa setiap budaya


dihormati dan diperlakukan secara setara. Organisasi atau komunitas harus
memiliki kebijakan yang mendukung keragaman dan menghindari
diskriminasi.
6. Pemahaman Terhadap Komunikasi Antar Budaya: Memberikan pelatihan
tentang komunikasi antar budaya, termasuk pemahaman tentang perbedaan
dalam bahasa, bahasa tubuh, dan norma-norma budaya. Ini membantu
menghindari kesalahpahaman dalam komunikasi.
7. Kolaborasi Budaya: Mendorong proyek atau inisiatif bersama yang
melibatkan orang-orang dari berbagai budaya. Kolaborasi ini dapat
membantu membangun hubungan yang lebih kuat dan meningkatkan
pemahaman

F. Ruang Lingkup Konflik Antar Budaya


Ruang Lingkup Konflik Antar Budaya terdiri dari:6
1. Kesalahpahaman: Salah satu aspek utama adalah kesalahpahaman yang dapat
muncul ketika individu tidak memahami norma-norma budaya atau praktik
komunikasi dari budaya lain. Kesalahpahaman ini dapat berkaitan dengan
bahasa, ekspresi wajah, bahasa tubuh, atau norma etika.
2. Perbedaan Nilai dan Norma: Siswa belajar untuk mengenali dan menghargai
perbedaan dalam nilai-nilai dan norma budaya yang mungkin berbeda dari
budaya mereka sendiri. Ini melibatkan pemahaman bahwa cara berpikir atau
merespon situasi tertentu dapat sangat berbeda antara budaya.
3. Bahasa dan Komunikasi Verbal: Ruang lingkup ini mencakup peran bahasa
dalam konflik antar budaya. Siswa belajar tentang bahasa sebagai sarana
komunikasi dan bagaimana perbedaan dalam bahasa, dialek, atau gaya
komunikasi dapat memengaruhi pemahaman dan interaksi.
4. Komunikasi Nonverbal: Pembelajaran komunikasi antar budaya juga
mencakup pemahaman tentang komunikasi nonverbal, seperti bahasa tubuh,
ekspresi wajah, dan gerakan mata. Perbedaan dalam komunikasi nonverbal
dapat menyebabkan kesalahpahaman atau konflik.

6
Nugroho, Adi Bagus, Puji Lestari, and Ida Wiendijarti. "Pola komunikasi antarbudaya
Batak dan Jawa di Yogyakarta." Jurnal ASPIKOM 1.5 (2012): 410.
8

5. Stigma dan Stereotip: Siswa juga belajar tentang stigma dan stereotip yang
dapat muncul dalam konteks budaya. Mereka memahami pentingnya
menghindari stereotip dan menghargai keragaman budaya.
6. Perbedaan Budaya dalam Konteks Komunikasi: Pembelajaran ini mencakup
pemahaman tentang perbedaan budaya dalam konteks komunikasi seharihari,
termasuk interaksi sosial, bisnis, atau hubungan antarpersonal.
7. Pengelolaan Konflik: Siswa belajar keterampilan pengelolaan konflik dalam
konteks budaya. Ini mencakup cara menangani konflik dengan cara yang
menghormati dan memahami budaya orang lain.
8. Kemampuan Empati: Siswa juga diajarkan kemampuan empati, yaitu
kemampuan untuk melihat dunia dari sudut pandang orang lain dan
memahami perasaan serta perspektif mereka.
9. Resolusi Konflik: Ruang lingkup ini mencakup bagaimana siswa belajar
menyelesaikan konflik antar budaya dengan cara yang konstruktif dan
mempromosikan pemahaman lintas budaya.
10. Pemberdayaan Individu: Pembelajaran komunikasi antar budaya juga harus
memberdayakan siswa untuk berkomunikasi secara efektif dalam berbagai
konteks budaya dan menjadi mediator atau fasilitator dalam mengatasi
konflik antar budaya.

G. Asumsi Konflik Antar Budaya


Perbedaan Budaya Menyebabkan Potensi Konflik: Asumsi utama adalah
bahwa perbedaan budaya, seperti bahasa, norma sosial, nilai-nilai, dan praktik
komunikasi, memiliki potensi untuk menyebabkan konflik dalam interaksi
antara individu atau kelompok dari budaya yang berbeda. Komunikasi Adalah
Proses yang Kompleks: Asumsi ini mengakui bahwa komunikasi adalah proses
yang sangat kompleks dan melibatkan lebih dari sekadar kata-kata. Ini juga
mencakup bahasa tubuh, ekspresi wajah, nada suara, dan konteks budaya yang
memengaruhi pemahaman dan interpretasi pesan. Ketidakpahaman Budaya
adalah Sumber Utama Konflik: Dalam banyak kasus, konflik komunikasi antar
budaya disebabkan oleh ketidakpahaman atau ketidaksensitifan terhadap budaya
orang lain. Ini termasuk kurangnya pemahaman tentang norma budaya, bahasa,
9

atau nilai-nilai. Konflik Bisa Muncul dalam Berbagai Konteks: Asumsi ini
mengakui bahwa konflik komunikasi antar budaya dapat muncul dalam berbagai
konteks, termasuk di tempat kerja, dalam hubungan pribadi, dalam diplomasi
internasional, atau dalam interaksi sehari-hari.7
Konflik Bisa Bersifat Tersembunyi: Konflik komunikasi antar budaya
tidak selalu bersifat terbuka atau ekspresif. Beberapa konflik mungkin bersifat
tersembunyi atau tidak terucapkan secara langsung, tetapi tetap memengaruhi
hubungan antar individu atau kelompok. Kesadaran Budaya adalah Kunci
Penyelesaian Konflik: Asumsi ini menekankan pentingnya kesadaran budaya
dalam mengatasi konflik. Kesadaran budaya dan kemampuan untuk melihat
dunia dari perspektif budaya orang lain adalah kunci penyelesaian konflik.
Komitmen untuk Dialog adalah Solusi: Asumsi ini menyatakan bahwa
komitmen untuk berdialog terbuka dan konstruktif adalah solusi utama dalam
mengatasi konflik komunikasi antar budaya. Dialog yang dilakukan dengan
sikap hormat dapat membantu memecahkan perbedaan dan meningkatkan
pemahaman. Pendidikan dan Pelatihan Membantu Mengurangi Konflik:
Pendidikan dan pelatihan dalam bidang komunikasi antar budaya dianggap
sebagai cara yang efektif untuk mengurangi potensi konflik. Dengan
meningkatkan pemahaman budaya dan keterampilan komunikasi antar budaya,
individu dapat lebih efektif dalam berinteraksi dengan budaya yang berbeda.
Konteks Sosial dan Politik Memengaruhi Konflik: Asumsi ini mengakui bahwa
konteks sosial dan politik dapat memengaruhi konflik komunikasi antar budaya.
Isu-isu seperti diskriminasi, ketidaksetaraan, atau konflik politik dapat
memperburuk konflik komunikasi. Konflik Bisa Membawa Perubahan Positif:
Meskipun konflik komunikasi antar budaya seringkali dianggap sebagai
tantangan, ada asumsi bahwa konflik tersebut juga bisa membawa perubahan
positif, seperti pemahaman yang lebih dalam tentang budaya orang lain atau
peningkatan keterampilan komunikasi antar budaya.

7
Deddy Mulyana dan Jalaluddin Rakhmat, Komunikasi Antarbudaya; Panduan
Berkomunikasi Dengan Orang-Orang Berbeda Budaya (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009), hal.
5
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Konflik antar budaya adalah bahwa konflik semacam itu dapat muncul
ketika individu atau kelompok dengan latar belakang budaya yang berbeda
berinteraksi. Konflik ini disebabkan oleh perbedaan dalam bahasa, nilainilai,
norma sosial, keyakinan, dan praktik komunikasi. Konflik antar budaya dapat
berdampak negatif pada hubungan interpersonal, produktivitas, dan
kesejahteraan individu. Namun, penting untuk diingat bahwa konflik antar
budaya juga dapat menjadi peluang untuk meningkatkan pemahaman lintas
budaya dan memperkuat hubungan antar budaya. Dengan pendidikan, kesadaran
budaya, dan strategi komunikasi yang tepat, konflik antar budaya dapat diatasi
atau bahkan dihindari.
Pentingnya komunikasi antar budaya, kesensitifan terhadap budaya, dan
kemampuan untuk berdialog secara terbuka menjadi kunci dalam mengelola
konflik semacam ini. Dengan cara ini, kita dapat membangun dunia yang lebih
inklusif, beragam, dan saling memahami di mana perbedaan budaya dihargai dan
digunakan sebagai sumber kekayaan dan pertumbuhan. Dalam konteks global
yang semakin terhubung, pemahaman tentang konflik antar budaya adalah aspek
penting dalam pembangunan individu dan masyarakat yang harmonis serta
berdampingan

B. Saran
Dengan demikian makalah ini Kami buat. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini
banyak kekurangan terutama dalam segi penulisan. Untuk itu, Kami
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk lebih baik lagi
dalam penulisan makalah yang selanjutnya

10
DAFTAR KEPUSTAKAAN

Alo, Liliweri.2003. Makna budaya dalam komunikasi antarbudaya. LKiS Pelangi


Aksara

Deddy Mulyana dan Jalaluddin Rakhmat. 2009. Komunikasi Antarbudaya;


Panduan Berkomunikasi Dengan Orang-Orang Berbeda Budaya Bandung:
Remaja Rosdakarya

Mahdi, Muhsin. 2014. Falsafah Sejarah Ibnu Khaldun: Kajian tentang Dasar
Falsafah Ilmu Budaya, ITBM

Muhammad, Arni. 2014. Komunikasi Organisasi, Jakarta: Bumi Aksara

Mulyana, Deddy. 2004. Komunikasi Efektif Suatu Pendekatan Lintas Budaya.


Remaja Rosdakarya, Bandung

Mulyana, Dedy. 2007. Ilmu Komunikasi. Bandung, Remaja Rosdakarya

Nugroho, Adi Bagus, Puji Lestari, and Ida Wiendijarti. 2012. "Pola komunikasi
antarbudaya Batak dan Jawa di Yogyakarta." Jurnal ASPIKOM 1.5.

11

Anda mungkin juga menyukai