SATUAN ACARA PENYULUHAN
JUDUL/IMPLEMENTASI KEPERAWATAN DIRUANG IRNA 1
RUMAH SAKIT LOMBOK UTARA
Bidang Studi : Keperawatan Medikal Bedah
Pokok Pembahasan : Penyakit Diabetes Melitus
Sasaran : Pasien Dan Keluarga Pasien DM
Tempat : Ruang Ranap IRNA 1 RSUD KLU
Hari/tanggal : 1 Desember 2024
Jam : 09:00 WITA
Waktu : 30 Menit
Penyuluh : Tika Yandini
A. LATAR BELAKANG
Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit kekurangan atau resisten insulin yang
kronis, diabetes mellitus ditandai dengan gangguan metabolism karbohidrat, protein dan lemak.
Peranan insulin di tubuh adalah untuk mengangkut glukosa ke dalam sel untuk bahan bakar atau
simpanan glikogen. Insulin juga merangsang sintesis protein dan penyimpanan asam lemak bebas
dalam jaringan adiposa. Kekurangan insulin menghambat kemampuan tubuh untuk mengakses
nutrient yang penting untuk bahan dasar dan simpanan. Karena insiden diabetes selalu meningkat
seiring pertambahan usia, profesional perawatan kesehatan yang merawat lansia harus memiliki
pemahaman yang lengkap mengenai penyakit umum ini. Pendapat umum menyatakan bahwa
pada usia lanjut kita hanya berhadapan dengan diabetes tipe 2. Memang sebagian besar benar
demikian, tetapi kini ada tendensi lain karena DM tipe 1 di usia lanjut bertambah, ditambah pula
dengan insulin requiring cases, LADA. Diabetes dapat terjadi dalam bentuk utama: tipe 1,
diabetes mellitus yang bergantung pada insulin, dan yang lebih prevalen adalah tipe 2 yang
merupakan diabetes mellitus yang tidak bergantung pada insulin. Pada lansia diabetes tipe 2
terhitung 90% kasus di Indonesia.
The Congressionally-Established Diabetes Research Working Group (1999) melaporkan
bahwa walaupun kematian karena penyakit-penyakit kanker, stroke, dan kardiovaskular
cenderung berkurang sejak 1988, angka kematian karena diabetes naik sekitar 30 persen. Usia
harapan hidup orang-orang yang menderita diabetes rata-rata 15 tahun lebih pendek dari.
Prevalensi diabetes mellitus di dunia semakin meningkat sehingga dianggap sebagai wabah,
dimana pada tahun 2000 diperkirakan jumlah penduduk dunia yang menderita DM sebanyak 150
juta jiwa dan pada tahun 2020 diperkirakan meningkat 300 juta jiwa. Angka prevalensi yang
sangat meningkat ini diperkirakan terjadi di Negara yang sedang berkembang seperti Cina dan
India termasuk Indonesia. Sebaliknya di Negara yang maju, prevalensi DM tidak begitu
meningkat. Peningkatan yang luar biasa di Negara sedang berkembang di duga akibat perubahan
pola hidup (Sanusi Harsinen, 2004).
Hasil survey yang dilakukan badan kesehatan dunia WHO, Indonesia menempati urutan
ke4 jumlah penderita diabetes terbesar di dunia setelah India, Cina dan Amerika Serikat, dengan
prevalensi 8,6 % dari total penduduk. Diperkirakan pada tahun 1995 terdapat 4,5 juta pengidap
DM dan pada tahun 2025 diperkirakan menjadi meningkat 12.4 juta penderita. Sedangkan data
yang telah dihimpun Depkes, jumlah pasien yang rawat inap maupun rawat jalan di RS
menempati urutan pertama dari seluruh penyakit endokrin (Depkes RI, 2006).
DM disebut sebagai penyakit kronis sebab DM dapat menimbulkan perubahan yang
permanen bagi kehidupan seseorang. Penyakit kronis tersebut memiliki implikasi yang luas bagi
masyarakat, terutama munculnya keluhan yang menyertai, penurunan kemandirian dalam
melakukan aktivitas keseharian, dan menurunnya partisipasi sosial. Sehingga secara otomatis
akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang yang menderita DM.
Perawat sejak awal dapat berperan dalam meminimalisasi perubahan potensial pada
sistem tubuh pasien. Beberapa penelitian eksperimental memperlihatkan bahwa perawat
mempunyai peran yang cukup berpengaruh terhadap perilaku pasien. Salah satu peran yang
penting guna mendorong seseorang agar ia mampu memahami kondisi seseorang yang terkena
diabetes sehingga dapat melakukan perawatan diri secara mandiri (self-care).
Berdasarkan banyaknya persentasi tersebut di atas maka sangat penting untuk dibahas
mengenai masalah gangguan system endokrin pada seseorang, khususnya yang sering terjadi
yaitu diabetes mellitus tipe 2.
B. TUJUAN
1. Tujusn instruksional umum
diharapkan klien mampu memahami diit yang harus dilaksanakan oleh klien dan
keluarga.
2. Tujuan instruksional khusus
Setelah diberi penyuluhan selama 15 menit, diharapkan klien dan keluarga
dapat :
1. Menyebutkan pengertian Diabetes Melitus (DM)
2. Menyebutkan penyebab dari DM
3. Menyebutkan tanda dan gejala DM
4. Menyebutkan jenis makanan yang Rendah Gula
5. Menyebutkan Jumlah makanan sesuai aturan Diit
6. Menyebutkan pentingnya Diit bagi penderita DM
7. Menyebutkan Hal yang dilakukan setelah mnederita DM
C. ANALASI SITUASI
1. Peserta : pasien dan keluarga penderita DM
2. Ruangan : rawat inap IRNA 1
3. Pengajar : fasilitator
D. MATERI
1. Pengertian Diabetes Melitus (DM)
2. Penyebab dari DM
3. Tanda dan gejala DM
4. Jenis makanan Rendah Gula
5. Jumlah makanan sesuai aturan Diit
6. Manfaat dari Diet bagi penderita DM
7. Hal yang dilakukan setelah mnederita DM
E. METODE
Ceramah dan diskusi
F. MEDIA
Leaflet
G. ALAT BANTU : -
H. SETINGGAN PENYULUHAN
No Tahap Kegiatan kegiatan metode Waktu
kegiatan
1 Pembukaan a. Membuka kegiatan a. Menjawab salam ceramah 5
dan dengan b. Mendengarkan menit
orientasi mengucapkan salam c. memperhatikan
b. Memperkenalkan
diri
c. Menjelaskan tujuan
dari penyuluhan
d. Menyebutkan materi
yang diberikan
e. Menyampaikan
kontrak waktu
2 Pelaksanaan Sebutkan materi apa saja a. mendengarkan dan Ceramah 15
yang akan diberikan memperhatikan dan menit
b. bertanya demonstrasi
3 Evaluasi a. menanyakan pada a. menjawab Tanya 9
peserta tentang pertanyaan jawab dan menit
materi yang telah b. redemonstrasi demonstasi
diberikan dan c. mendengerkan
reinforcement
kepada peserta
penyuluhan yang
dapat menjawab
pertanyaan
b. menyimpulakan
materi yang telah
diberikan
4 penutup a. mengucapakn terima a. mendengarkan ceramah 1
kasih atas peran serta b. menjawab menit
peserta
b. mengucapakn salam
penutup
I. PENGORGANISASIAN
1. Moderator : wahyu candra
2. Observer : deny firdaus
3. Fasilitator : tika yandini
J. KRITERIA EVALUASI
1. Indikator/standar:
Pengertian Diabetes Melitus (DM)
Penyebab dari DM
Tanda dan gejala DM
Jenis makanan Rendah Gula
Jumlah makanan sesuai aturan Diit
Manfaat dari Diet bagi penderita DM
Hal yang dilakukan setelah mnederita DM
2. Proses
Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Pertanyaan evaluasi
Sebutkan pengertian DM
Sebutkan penyebab dari DM
Sebutkan tanda dan gejala DM
Sebutkan jenis makanan rendah gula
Sebutkan jumlah makanan sesuai aturan diit
Sebutkan manfaat dari diet bagi penderita DM
Sebutkan hal yang dilakukan setelah mnederita DM
LAMPIRAN MATERI
DAFTAR PUSTAKA
Tuberkulosis. Bandung: Universitas Padjajaran. Diunduh dari:[Link]
om/doc/89454646/SAP. Diakses tanggal 5 November 2024. AI, Aidha. 2013. HB
Pada Penderita Paru. Diunduh [Link]. 2012. SAP Pengaturan Diet
Bagi Penderita ri: [Link] m/doc/123497224/Hb-pada-Penderita-
TB Paru. Diakses tanggal 25 .November 2024 Ansar, 2011 Kecukupan Angka
Gizi terhadap kebutuhan karena adanya infeksi Diakses pasa Tanggal 27
November 2024. Angka Kecukupan Gizi. 2013. Angka Kecukupan Gizi. Jakarta:
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Almatsier, S. 2012. Prinsip Dasar Ilmu
Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.