NAMA: Muhammad Rafli
[Link] OPERASI JARINGAN
Sistem operasi jaringan adalah sebuah jenis sistem operasi yang digunakan untuk
menangani jaringan. Sistem operasi ini berfungsi untuk menyediakan layanan bagi pengguna
seperti layanan berbagi file (FTP), HTTPS Service, DNS Service, DHCP Service, Email Service,
dan layanan service lainnya.
FUNGSI FUNGSI SISTEM OPERASI JARINGAN :
Menghubungkan sejumlah komputer dan perangkat lainnya ke sebuah
jaringan.
Mengelola sumber daya jaringan.
Menyediakan layanan.
Menyediakan keamanan jaringan bagi multiple users.
Membantu kemudahan dalam proses penambahan perangkat client dan juga
sumber daya lainnya.
Melakukan proses monitor status dan fungsi elemen – elemen suatu jaringan.
Melakukan proses distribusi program dan juga update spftware kepada
perangkat client yang terhubung jaringan.
Membantu menggunakan kemampuan server pada jaringan komputer secara
efisien.
Membantu menyediakan toleransi terhadap kesalahan yang mungkin terjadi.
Karakteristik Sistem Operasi Jaringan
Ada beberapa karakteristik sistem operasi jaringan, antara lain :
Memiliki pusat kendali sumber daya jaringan
Memiliki akses aman ke sebuah jaringan
Mengizinkan remote user untuk dapat terkoneksi ke suatu jaringan.
Mengizinkan user untuk dapat terkoneksi ke jaringan lainnya (misalnya
internet)
Melakukan back up data dan memastikan data tersebut tersedia untuk
jangka waktu tertentu.
Jenis Sistem Operasi Jaringan
Sistem operasi jaringan mempunyai 2 jenis, antara lain :
1. Sistem Operasi Jaringan berbasis GUI
Graphical user interface (GUI) adalah jenis antarmuka pengguna
yang menggunakan metode interaksi pada peranti elektronik
secara grafis (bukan perintah teks) antara pengguna dan
komputer.
Contoh sistem operasi jaringan berbasis GUI
Kali Linux
Linux Debian versi Grafis
Linux Redhat
Windows NT 3.51
Windows 2000
Windows Server 2003
Windows XP
Microsoft MS-NET
Microsoft LAN Manager
Novell NetWare
2. Sistem Operasi Jaringan berbasis CLI
Command Line Interface (CLI) adalah tipe antarmuka antara user (pengguna)
berinteraksi dengan Sistem Operasi berbasis text-terminal. Tabel Perintah
dasar sistem operasi jaringan.
Contoh Sistem Operasi Jaringan CLI
DOS
Unix
Debian
Suse
Sun Solaris
Mandrake
Knoopix
MacOS
Redhat
Ubuntu
Xubuntu
Kali Linux
Cent OS
B. Remote Server
Pengertian Remote Server
Apa itu remote server? Remote server merupakan server yang Anda akses yang menjadi
bagian dari proses yang dilakukan client tanpa harus membuka koneksi secara terpisah,
langsung, maupun juga berbeda. SQL server nantinya akan mengatur hubungan atau
konektivitas diantara server dengan menggunakan RPC. Kemudian, SQL server tersebut akan
membuat remote server dan kemudian melakukan pengajuan agar bisa melakukan stored
procedure terhadap remote server.
Setiap hasil yang sudah dikirim nantinya akan melewati server lokal dan kemudian akan lanjut
melewati aplikasi client. Sementara itu, remote access merupakan teknologi yang digunakan
untuk melakukan akses terhadap suatu sistem dengan melalui media jaringan. Dengan begitu,
pengguna bisa melakukan pengaturan atau konfigurasi terhadap sistem tersebut dan tidak
terbatas oleh tempat dan waktu, asalkan kita memiliki koneksi internet atau terhubung ke
jaringan tersebut.
Langkah-Langkah Membuat Remote Server :
Pertama, Anda harus menentukan lokal maupun remote server pada kedua server.
Kemudian Anda harus melakukan konfigurasi agar server tersebut bisa melakukan akses
terhadap remote server.
Ketiga, di remote server nanti Anda harus melakukan pengaturan agar dapat memetakan user
dan login untuk digunakan sebagai login dan user bagi server.
Yang terakhir, Anda harus menentukan pemilihan terhadap remote yang digunakan untuk
melakukan pengecekan password.
Fungsi Remote Server :
1. Mengendalikan komputer lain
Fungsi remote server yang pertama adalah digunakan untuk mengendalikan komputer
lain berdasarkan lokasi yang diremote. Misalnya ketika Anda hendak
mengakses perangkat lunak atau software yang terdapat di komputer lain. Jadi, Anda
tinggal mengecek atau melihat softaware tersebut melalui komputer server.
Dengan begini, maka Anda tidak perlu membuang waktu dan tenaga untuk datang ke
komputer client dan melihat softwarenya. Anda sudah mendapatkan akses dari
komputer client untuk melihat software maupun bahkan melihat bagian yang lainnya.
2. Mematikan komputer dari jarak jauh
Fungsi kedua dari adanya remote server adalah untuk mematikan komputer dari jarak
jauh. Sebenarnya untuk fungsi pada poin kedua ini tidak jauh berbeda dari poin
pertama. Ketika Anda hendak mematikan komputer, Anda tidak harus datang ke
komputer tujuan untuk mematikannya. Anda bisa langsung mematikan komputer
tersebut melalui komputer server.
Biasanya fungsi ini dipakai di warnet yang mana komputer server bisa langsung
mematikan komputer client ketika sudah tidak digunakan atau ketika warnet sudah
tutup. Tentu hal ini sangat bermanfaat dimana pengguna tidak perlu datang ke
komputer client satu per satu dan harus mematikannya karena hal ini hanya akan
membutuhkan waktu yang lama.
3. Menghidupkan komputer
Selain mematikan, ternyata remote server juga bisa digunakan untuk menghidupkan
komputer. Jadi, Anda juga tidak perlu pergi ke setiap komputer ketika hendak
menghidupkan komputer. Cukup menghidupkan melalui komputer server dan Anda juga
bisa menentukan kira-kira komputer mana saja yang ingin Anda hidupkan. Anda juga
bisa langsung menghidupkan seluruh komputer sekaligus.
Selain ketiga fungsi di atas, di bawah ini kami juga akan menjelaskan tentang
fungsi lain yang dimiliki oleh remote server, diantaranya:
Digunakan untuk mengawasi dan mengontrol komputer lain.
Remote server bisa digunakan untuk melakukan perbaikan atau maintenance
dari jarak jauh.
Digunakan untuk memodifikasi setting registry dari jarak jauh.
Cara Kerja Remote Server
Perlu anda tahu bahwa remote server merupakan server yang digunakan untuk
mengontrol, mengawasi, dan mengatur perangkat dari jarak jauh. Dengan adanya
remote akses, maka pengguna bisa dengan mudah melakukan dan mendapatkan
akses file maupun perangkat lunak meskipun berada dalam jarak yang jauh. Misalnya,
ketika seseorang memanggil jaringan yang berasal dari rumahan dengan menggunakan
modem analog maupun koneksi ISDN, maka akan melakukan dial menuju server
dengan menggunakan remote akses tadi.
Ketika sudah mendapatkn konfirmasi, maka pengguna bisa langsung mengakses
terhadap printer maupun drive padahal sebenarnya ia tidak terkoneksi ke jaringan LAN.
Namun seolah-olah perangkat tersebut terhubung ke jaringan LAN. Contoh lain adalah
Anda bisa melakukan login telnet untuk bisa masuk ke sistem yang lainnya yang ada di
jaringan Anda. Sistem tersebut bisa Anda gunakan untuk jaringan lokal maupun
jaringan internet.
Contoh Aplikasi Remote Server
Windows remote dekstop: merupakan sebuah aplikasi remote yang memang sudah
disediakan bagi Anda atau perangkat yang menggunakan sistem operasi Windows.
Team viewer: untuk aplikasi yang satu ini mungkin sering Anda temukan namun Anda
tidak tahu tentang fungisnya. Team viewer merupakan aplikasi yang juga untuk
keperluan remote dekstop atau remote server yang bisa untuk mengontrol dan
mengendalikan komputer dari jarak jauh. Namun diingat bahwa aplikasi in bukan
aplikasi bawaan dari sistem operasi Anda.
Unfield remote dekstop: software ini bisa dihubungkan melalui smartphone. Jadi,
komputer bisa dikendalikan atau dikntrol melalui perangkat mobile. Perangkat mobile di
sini bisa berupa smartphone, hp, maupun tablet. Namun, untuk bisa menggunakannya
maka perangkat lunak ini sudah harus terpasang di komputer target dan juga perangkat
mobile yang digunakan untuk mengendalikannya.
[Link] Server
DHCP kepanjangan dari Dynamic Host Configuration Protocol. DHCP adalah
protokol yang dipakai untuk memudahkan penyebaran alamat IP (internet protocol)
secara otomatis ke perangkat lainnya.
Tanpanya, konfigurasi harus dilakukan secara manual pada setiap komputer supaya
mendapatkan alamat IP yang berbeda. Hal ini tentu akan merepotkan dan
menghabiskan banyak waktu, bukan? Terlebih jika konfigurasi dilakukan pada jaringan
besar.
IP Address atau alamat IP sendiri adalah barisan angka pada sebuah perangkat yang
memungkinkan perangkat Anda terhubung dengan Internet. Sehingga Anda dapat
mengakses halaman web, email, dan lainnya.
Nah, dengan menggunakan DHCP, alamat IP dapat dibagikan ke banyak perangkat
dalam satu waktu secara otomatis. Itulah mengapa perangkat ini banyak diterapkan
pada jaringan baik skala kecil maupun besar.
Perbedaan DHCP Server dan DHCP Client
Dalam jaringan komputer, terdapat istilah server dan client. Server adalah perangkat
yang menyimpan seluruh data, mengelola, dan mengatur segala aktivitas yang ada di
jaringan tersebut. Sementara client adalah perangkat yang meminta layanan dari
server.
Pada DHCP pun dikenal istilah DHCP server dan DHCP client. Lalu apa perbedaan
keduanya?
DHCP server adalah sebuah perangkat yang bertugas untuk mengatur dan
memberikan alamat IP secara otomatis kepada komputer client yang ada. Sementara
itu, komputer /perangkat lain seperti handphone yang menerima alamat IP dari DHCP
server disebut DHCP client.
DHCP server biasanya memberikan alamat IP khusus yang dinamis pada setiap
komputer client. Jadi, alamat IP yang dikirim oleh DHCP server dapat kadaluarsa pada
waktu yang ditetapkan.
Namun, biasanya DHCP server akan memperbarui masa alamat IP tersebut secara
otomatis. Di sinilah kelebihan menggunakan perangkat ini, sehingga komputer client
atau sysadmin sekalipun tidak harus melakukan apa-apa.
Fungsi DHCP Server
1. Mengelola dan Mendistribusikan Alamat IP
Secara umum, fungsi DHCP adalah untuk mengelola dan memudahkan distribusi
alamat IP ke komputer client. Proses distribusi ini dapat dilakukan ke banyak perangkat
sekaligus secara otomatis. Artinya, Anda tak perlu melakukan konfigurasi pada setiap
komputer.
2. Mencegah IP Conflict
IP conflict terjadi akibat adanya dua perangkat yang memiliki alamat IP yang sama. Jika
hal ini terjadi, perangkat tersebut tentu tak dapat terhubung dengan jaringan.
Dengan menggunakan perangkat ini, kesalahan dalam pembagian alamat IP dapat
diminimalisir. Selain itu, dapat juga mengelola pembagian alamat IP dengan baik
sehingga kemungkinan terjadi kesalahan sangat minim.
3. Memperbarui Alamat IP secara Otomatis
Alamat IP yang diberikan oleh server biasanya mempunyai masa pemakaian atau masa
kadaluarsa. Jika, alamat IP masih digunakan tetapi masa pemakaian telah berakhir,
Anda perlu memperbarui atau meminta alamat IP yang baru.
Dengan Dynamic Host Configuration Protocol, alamat IP dapat diperbarui kembali
secara otomatis tanpa perlu mengkonfigurasi kembali.
4. Mendukung Penggunaan Kembali Alamat IP
Alamat IP yang pernah digunakan dapat digunakan kembali oleh komputer client.
Namun, untuk menggunakan kembali, perlu dipastikan alamat IP sedang tidak
digunakan oleh komputer lain.
Dynamic Host Configuration Protocol server akan membantu Anda mengecek apakah
alamat IP sedang off dan bebas pakai. Sehingga alamat IP dapat digunakan kembali.
Cara Kerja DHCP Server
Ketika pengguna menyalakan komputer dan menghubungkannya ke server dengan
layanan ini, otomatis komputer akan meminta alamat IP ke server. Kemudian server
menjawab permintaan tersebut hingga akhirnya komputer mendapatkan alamat IP dan
terhubung ke jaringan.
1. IP Least Discovery
Pada tahap pertama ini disebut sebagai tahap penemuan. Saat client terhubung
dengan jaringan, client akan mencari DHCP server yang bekerja pada jaringan
tersebut. Client akan mengirimkan pesan DHCPDISCOVER ke subnet jaringan
menggunakan alamat tujuan [Link]. Setelah ditemukan, client akan meminta
alamat IP yang tersedia pada DHCP server.
2. IP Least Offer
Ketika DHCP server menerima pesan DHCPDISCOVER dari client, server akan
membuat penawaran kepada dengan mengirim pesan DHCPOFFER ke client. Pesan
tersebut berisi id client, alamat IP yang ditawarkan, subnet mask, durasi penggunaan,
dan alamat IP DHCP server.
3. IP Lease Request
Setelah menerima penawaran dari DHCP server, client kemudian menyetujui
penawaran yang diberikan dengan memberikan pesan DHCPREQUEST kepada server.
Isi pesannya adalah meminta agar server meminjamkan salah satu IP address yang
tersedia di kumpulan alamat IP DHCP.
4. IP Lease Acknowledge
Pada tahap terakhir ini, setelah server menerima pesan permintaan dari client. Server
akan mengirim pesan berupa paket DHCPACK kepada client. Paket ini berisi alamat IP,
durasi sewa, dan informasi konfigurasi lain yang mungkin dibutuhkan client.
Pada tahap alamat IP diberikan, berarti proses konfigurasi IP telah selesai. Setelah
alamat IP diberikan kepada client, server akan mencoret dan memberi tanda pada
alamat IP tersebut di database yang mereka miliki.
Setelah proses ini selesai dan berhasil, komputer client bisa menggunakan jaringan
tersebut dan bertukar data dengan komputer client lain di jaringan lokal tersebut.
SEKIAN TERIMA KASIH
Alak ma