Metodologi Studi Islam: Kajian dan Pentingnya
Metodologi Studi Islam: Kajian dan Pentingnya
NO URUT ABSEN : 15
OLEH :
NIM : 22 31 015
MA MIFTAHUL MUIN
DOSEN PEMBIMBING :
Prof. DR. H. Syarifuddin Ondeng, M. Ag
Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat
kesehatan dan nikmat keimanan, semoga kita semua mendapat hidayah dari-Nya
di Akhirat kelak.
Shalawat beserta salam tak lupa kita curahkan ke baginda Nabi Muhammad
SAW. Yang telah menerangi dunia ini menjadi terang-benderang dengan budi
pekertinya, perjuangannya, untuk menjauhkan umat manusia dari
kegelapan/kejahiliyahan.
Adapun isi makalah ini membahas tentang “Metodologi Studi Islam”, yang
ini semua tidak akan terlaksana tanpa adanya bantuan dari teman-teman
mahasiswa sekalian. Dan kami selaku penyusun sangat mengharap kritikan dan
saran apabila terdapat kesalahan dan kekurangan dalam ketikan ataupun hal-hal
lainnya. Hanya kepada Allah lah kami mohon ampun. Sekian dan terima kasih.
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................ii
DAFTAR ISI.....................................................................................................................iii
BAB I.................................................................................................................................1
PENDAHULUAN.............................................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah.........................................................................................1
B. Rumusan Masalah..................................................................................................2
BAB II...............................................................................................................................3
PEMBAHASAN................................................................................................................3
A. Pentingnya Studi Islam, Asal-usul dan Pertumbuhan Studi Islam di Dunia Islam..3
B. Kedudukan Penelitian Agama Di Antara Penelitian lain, Pendekatan-Pendekatan
Terhadap Studi Islam Dalam Studi Agama Kontruksi Teori Penelitian Agama.............5
C. Agama Sebagai Doktrin, Agama Sebagai Produksi Budaya, Agama Sebagai
Produk Interaksi Sosial..................................................................................................7
D. Islam Dan Kebudayaan Lama, Serta Peran Agama Islam Dalam Kehidupan, Apa
Yang Diajarkan Agama Islam Ke Seluruh Dunia...........................................................9
E. Sejarah Islam Dan Studi Kawasan Islam..............................................................10
F. Islam Dan Kebudayaan Indonesia Dan Islam Pada Masa Sekarang.....................17
G. Aliran – Aliran Dalam Pemikiran Islam Dan Sejarahnya.....................................20
BAB III............................................................................................................................21
PENUTUP.......................................................................................................................21
A. KESIMPULAN....................................................................................................21
B. SARAN................................................................................................................23
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................24
iii
BAB I
PENDAHULUAN
Kehadiran agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW diyakini dapat
menjamin terwujudnya kehidupan manusia yang sejahtera lahir dan batin.
Petunjuk-petunjuk agama mengenai berbagai kehidupan manusia, sebagaimana
terdapat didalam sumber ajarannya, Al-Qur’an dan Hadits, tampak amat ideal dan
agung. Islam mengajarkan kehidupan yang dinamis dan progesif, menghargai
akal pikiran dan pengembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, bersikap
seimbang dalam memenuhi kebutuhan material dan spiritual. Senantiasa
mengembangkan kepedulian sosial, menghargai waktu, bersikap terbuka,
demokratis, berorientasi pada kualitas, mencintai kebersihan, mengutamakan
persaudaraan, berakhlak mulia dan bersikap positif lainnya
1
B. Rumusan Masalah
2
BAB II
PEMBAHASAN
3
Masa ini dimulai semenjak hijrah beliau dari kota Mekkah ke
Madinah sampai dengan wafat beliau tanggal 13 Rabiul awal 11 H/8
Juni 632 atau berjalan kurang lebih 19 tahun. Pada masa ini terdapat
pembinaan masyarakat dalam praktik ibadah, banyak diturunkan
ayat-ayat yang berkaitan dengan hukum-hukum amaliah, ibadah,
perdata, pidana dan lain sebagainya. Dalam periode ini pendidikan
islam menyertakan peranan sanksi-sanksi hukuman dan ganjaran
terhadap individu dan masyarakat atas tanggung jawabnya dalam
mempraktekkan ajaran islam.
4
Setelah umat islam menyadari akan kemundurannya dan
kelemahan-kelemahnnya, maka dunia islam muncul kembali denagn
ide-ide gerakan pembaharuan, baik dalam bidang pendidikan, sosial,
ekonomi, militer dan sebagainya, hal ini juga banyak pengaruhnya
terhadap perkembangan ilmu fikih. Misalnya Ibnu Taimiyah dan
Ibnul Qayyim kemudian dilanjutkan oleh para ulama lainnya.
5
model penelitian agama seperti penelitian sejarah Islam, Antropologi dan
sosiologi agama, pemikiran modern dalam Islam, politik Islam dan lain-
lain. Sedangkan penelitian Non-Agama seperti penelitian lingkungan
masyarakat, ilmu pengetahuan (sains) kesehatan dan lain-lain. Dengan
demikian kedudukan penelitian agama adalah sejajar dengan penelitian-
penelitian Non-Agama.
6
C. Agama Sebagai Doktrin, Agama Sebagai Produksi Budaya, Agama
Sebagai Produk Interaksi Sosial
a. Agama Sebagai Doktrin
اإلسالم وحي إالهي أنزل إلى نبي محمد صلى الله عليه وسلم لسعادة الدنيا واألخرة
7
b. Agama sebagai Produksi Budaya
8
pemeluknya. M. Atho Mudzhar, menulis dalam bukunya, pendekatan
Studi Islam dalam Teori dan Praktek, bahwa ada beberapa bentuk gejala
agama yang perlu diperhatikan dalam mempelajari atau menstudi suatu
agama. Pertama, scripture atau naskah-naskah atau sumber ajaran dan
simbol-simbol agama. Kedua, para penganut atau pemimpin atau pemuka
agama, yaitu yang berkenaan dengan perilaku dan penghayatan para
penganutnya. Ketiga, ritus-ritus, lembaga-lembaga dan ibadat-ibadat,
seperti salat, haji, puasa, perkawinan dan waris. Keempat, alat-alat,
organisasi-organisasi keagamaan tempat penganut agama berkumpul,
seperti NU dan lain-lain.[10]
9
b. PeranIslam Sebagai Agama
10
bermukim di Makkah. Menurut catatan sejarah bahwa sebelum agama
Islam datang masyarakat Mekkah merupakan penyembah berhala,
terdapat sekitar 360 patung berhala, kepercayaan lain yakni menyembah
api (zoroaster), penyembah binatang dan langit, penganut Yahudi juga
ada.
b. Peradaban Islam Pada Masa Umar Ibn Khattab r.a 13- 23 H (634-
644 M)
11
Umar ketika sudah menjadi Kepala Negara telah mengubah
nama kepala negara yang semula bergelar Khalifah al-Rasul menjadi
Amir al-Mu’minin. Umar melanjutkan perluasan wilayah (Futuhat)
ke tiga arah : ke utara menuju wilayah Syria di bawah pimpinan Abu
Ubaidah ibn Jarrah. Setelah Syria jatuh perluasan wilayah Pemikiran
dan Peradaban Islam pada Masa Khulafaurasyidin 16 Sejarah
Peradaban Islam dilanjutkan ke arah barat menuju Mesir di bawah
pimpinan Amr ibn Ash, dan menuju ke timur ke arah Irak di bawah
pimpinan Surahbil bin Hasanah. Yang ke arah timur selanjutnya
disempurnakan oleh Sa’ad bin Abi Waqqash. Iskandariyah
pelabuhan besar Mesir, AlQadisiyah sebuah kota di Irak, Al-Madain
ibukota Persia, serta kota Mosul dapat dikuasai. Sehingga pada
Zaman pemerintahan Umar sampai tahun 641 M, wilayah kekuasan
Islam telah meliputi Jazirah Arab, Syria, Palestina, Irak, Mesir, dan
sebagian wilayah Persia.
12
merasa puas karena perbedaan tersebut disandarkan
pada Rasullullah SAW.
d. Peradaban Islam Pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib ra 35- 41 H
(656-661 M)
Ali bin Abi Thalib ibnu Abdil Muttalib, putera dari paman
Rasululah dan suami dari puteri beliau Fatimah. Fatimah adalah
satu-satunya puteri Rasulullah yang ada mempunyai keturunan. Dari
pihak Fatimahinilah Rasulullah mempunyai keturunan sampai
sekarang. Pengetahuannya dalam agama Islam amat luas. Karena
dekatnya dengan Rasulullah. Ali senantiasa berada di barisan muka.
Ketika Abu Bakar menjadi Khalifah, beliau selalu mengajak Ali
untuk memusyawarahkan masalah-masalah penting. Begitu pula
Umar bin Khathab tidak mengambil kebijaksanaan atau melakukan
tindakan tanpa musyawarah dengan Ali. Usman pun pada masa
permulaan jabatannya dalam banyak perkara selalu mengajak Ali
dalam permusyawaratan. Demikian pula, Ali juga tampil membela
Usman ketika berhadapan dengan pemberontak.
13
Berbagai macam krisis yang sangat komplek sekali telah
menerpa dunia islam. Jatuhnya kota Bagdad pada tahun 1258 M ke
tangan bangsa mongol bukan saja mengakhiri khilafah Abbasiyah,
tetapi merupakan juga awal kemunduran peradaban islam.
Kemunduran Islam di Andalusia (Spanyol)
Pada tanggal 19 juli 711 M atas permintaan putra witiza yang
kalah saingan dengan raja Roderick dalam memperebutkan
kekuasaan di wilayah Andalusia gubernur afrika utara.
.
Kemunduran Islam di Mongol
Pada saat kondisi fisiknya mulai lemah, Jenghiskan mulai
menyerahkan kepemimpinannya kepada anaknya yang bernama
Hulagu Khan. Ia berhasil mengalahkan pemerintahan abbasyiah
yang dipimpin al-Mu’tashim dan menghacurkan peradaban dunia
islam.
Kemunduran Islam di Mesir
Satu-satunya negeri islam yang selamat dari serbuan-serbuan
tentara mongol dan timur lenk, adalah Mesir. Mongol dan timur lenk
tidak mampu mengalah kan negeri mesir Karena di sana terdapat
dinasti Mamalik. Mamalik adalah jamak dari mamluk yang berarti
budak. Dinasti mamlik memang didirikan oleh para budak. Pada
awalnya para budak tersebut dibebaskan dan dijadikan tentara
persisnya menjadi bodyguard (pengawal) para raja pada masa
pemerintahan ayyubiyah karena prestasi yang diraihnya sangat besar
maka para raja banyak mengambil para budak sebagai tentara.
14
Saad bin Abi Waqas. Beliau berjuang selama 16 tahun, akhirnya
dapat menguasai seluruh Persia kemudian diperluas ke Khurasan
kemudian diteruskan ke India.
Agama Islam Di Rusia
Agama Islam masuk ke Rusia pada waktu Dinasti Yuan yang
berkuasa, kemudian bangkitlah kaum revolusioner muslim untuk
menumbangkan dinasti Yuan (1279-1368 M).
Agama Islam di Afganistan
Agama Islam masuk ke Afganistan, yaitu sejak masuknya Asim
bin Umar Affamini pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Pada
masa Khalifah Usman bin Affan, Islam telah masuk ke Kabul, dan
pada tahun 870 M Islam telah mengakar di seluruh negeri
Afganistan. Perkembangan Islam di Afganistan selanjutnya berjalan
dengan pesat, tidak ada hamnbatan-hambnatan, dengan bukti
penduduk Afganistan 99 % beragama Islam.
Agama Islam di RRC
Agama Islam masuk ke Wilayah Cina sekitar abad ke-10, yaitu
langsung dari bangsa Arab dan para saudagar yang datang dari India.
Agama Islam masuk ke Cina dengan melalui perdagangan darat dan
laut yang disebut jalan sutera. Adapun pertama kali terjadinya
penyebaran Islam di Cina yaitu pada masa Dinasti Tang.
Agama Islam Di Amerika
Christopher Columbus menyebut Amerika sebagai 'The New
World' ketika pertama kali menginjakkan kakinya di benua itu pada
21 Oktober 1492. Namun, bagi umat Islam di era keemasan,
Amerika bukanlah sebuah 'Dunia Baru'. Sebab, 603 tahun sebelum
penjelajah Spanyol itu menemukan benua itu, para penjelajah
Muslim dari Afrika Barat telah membangun peradaban di Amerika.
Agama Islam di Eropa
Kaum muslimin memasuki benua Eropa ialah sejak adanya
permintaan bantuan oleh Graf Yulian seorang bangsawan Gothia
15
Barat yang berkuasa di Geuta Afrika Utara kepada gubernur Afrika
Utara Musa bin Nushair agar membantu keluarga “Witiza”
menghadapi tentara roderik yang memberontak merebut singgasan
Witiza pada tahun 710 M.
Agama Islam di Australia
Islam masuk ke Australia pada abad 19 M, dibawa oleh para
pengembara dari Afganistan yang setiap melakukan perjalanan
hanya berbekal tikar untuk shalat.
Agama Islam di Afrika
Agama Islam masuk ke daratan Afrika pada masa Khalifah
Umar bin Khattab, waktu Amru bin Ash memohon kepada Khalifah
untuk memperluas penyebaran Islam ke Mesir lantaran dia melihat
bahwa rakyat Mesir telah lama menderita akibat ditindas oleh
penguasa Romawi dibawah Raja Muqauqis.
a. Penyebaran Islam Di Afrika Timur
Islam di Afrika Timur dibangun oleh landasan orang orang Arab pra-
Islam yang datang dari Arabia selatan dan daerah teluk Persia yang telah
melakuakan perdagangan budak dan gading dengan menyusuri sepanjang
pantai Afrika Timur selam berabad abad. Pada daerah bagian selatan
angina akan bertiup pada bulan November hingga Maret dan sebelah
utara akan bertiup dari bulan April hingga Agustus dimana hal ini akan
membantu pelayaran mereka. Pada abad ke tujuh pengungsi pengungsi
pelarian muslim dari Makkah, telah diterima dengan baik oleh para
pemimpin di Ethiopia.
Agama Islam telah hadir di China lebih dari 1400 tahun yang
lampau. Dalam hal ini terdapat beberapa teori mengenai kedatangan
Islam di China. Teori yang pertama yang tertulis dalam kitab sejarah
China, yang berjudul Chiu T’hang Shu diceritakan Cina pernah mendapat
16
kunjungan diplomatik dari orang-orang Ta Shih (Arab). Orang-orang Ta
Shih ini, merupakan duta dari Tan mi mo ni’ (Amirul Mukminin), yang
ke-3 (Khalifah Utsman bin Affan). Teori yang kedua mengatakan Islam
masuk ke China melalui Jalur perkawinan, di mana kalau diperhatikan
wajah-wajah mereka sangat mirip dengan wajah orang Arab, Parsi,
Turki, Uzbekistan, Afganistan dan ada yang kelihatan seperti orang
Pakistan. Perkawinan di antara bangsa tersebut telah membantu
mempercepat perkembangan dan penerimaan Islam di kalangan
masyarakat China.
17
awal seperti samudra pasai (1270-1514 M) dan Malaka (1400-1511 M)
muncul disini.
Dari berbagai literatur, diyakini bahwa kampung Islam di daerah
pesisir Barat Pulau Sumatera bernama Barus atau yang juga disebut
Fansur. Kampung kecil ini merupakan sebuah kampung kuno yang
berada di antara kota Singkil dan Sibolga, sekitar 414 kilometer
selatan Medan. Di zaman Sriwijaya, kota Barus masuk dalam
wilayahnya.
Abad ke-13 agama Islam mulai berkembang pesat dikepulauan
Melayu, karena pada saat itu agama Hindu dan Budha mengalami
kemunduran pada peranan politiknya. Yang ditandai dengan mundurnya
kerajaan Sriwijaya dan Swarnabhumi, yang disebabkan rongrongan dua
kerajaan Hindu Jawa-Kediri dan Singasari, kemudian disusul dengan
krisis ekonomi yang membelitnya.
Agama Islam tidak mengenal sistem kasta dan kependetaan, oleh
karena itu seluruh lapisan masyarakat dapat masuk dalam pendidikan dan
intelektual, Islam adalah agama kitab, belajar menulis dan membaca
diwajibkan bagi pemeluknya. Islam juga mendorong terjadinya
perubahan besar dalam jiwa bangsa melayu dan kebudayaannya, dengan
ilmu dan intelektual menyebabkan terjadinya proses perubahan sosial,
ekonomi dan politik secara mendasar.
b. Islam Dan Kebudayaan Jawa
Masuknya Islam di Jawa sampai sekarang masih menimbulkan
hasil telaah yang beragam. Bukti faktual barangkali adalah ditemukannya
batu nisan kubur Fatimah binti Maemun di Leran Gresik, bukti yang lain
adalah adanya masjid yang menunjukkan adanya komunitas muslim yang
pernah ada, dan juga adanya kaligrafi serta letak tata kota.
Dalam menghadapi tradisi dan kepercayaan lama, para penyiar
islam menyeleksi kepercayaan mana yang dapat diakomodasikan, serta
mana yang harus ditolak dan dihilangkan, maka ketika melihat wayang
purwa (kulit) dan bagi masyarakat Jawa wayang tidak hanya sekedar
18
hiburan, tetapi sebagai media dakwah dan pendidikan serta mengandung
makna lebih jauh dan mendalam karena mengungkapkan gambaran hidup
semesta (wewayangani urip)[18], maka para Wali mengadakan
perubahan secara halus sehingga tanpa terasa nilai-nilai islam dapat
masuk dalam karya adi luhung yang dikagumi banyak orang ini.
19
iadikirim menjadi Duta Besar Kerajaan Usmani di Paris,Prancis.
Mustafa Rasyid Pasya adalah pemuka Tanzimatyaitu
pembaharuan lanjutan dari usaha-usaha yang telahdilakukan oleh
Sultan Mahmud II.
Ziya Pasa, Ziya Pasa merupakan anak pegawai kantor cukai
diIstanbul. Ziya Pasa terlahir pada tahun 1825 dan
meninggal pada tahun 1880. Ziya Pasa termasuk pemuka Usmani
Muda atau Yeni Osmanlilar atau Young Ottoman. Usmani 15
Muda adalah gerakan rahasia dari golongan
intelegensiakerajaan Usmani yang banyak menentang kekuasaana
bsolut Sultan.
20
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
21
gejala sosial, yang berfungsi sebagai kontrol terhadap institusi-institusi
yang ada. Islam sebagai sasaran studi sosial ini dimaksudkan sebagai
studi tentang Islam sebagai gejala sosial. Hal ini menyangkut keadaan
masyarakat penganut agama lengkap dengan struktur, lapisan serta
berbagai gejala sosial lainnya yang saling berkaitan.
4. Islam adalah agama yang dirurunkan oleh Allah SWT dengan perantara
wahyu yang di berikan kepada nabi Muhammad SAW untuk disebarkan
untuk umat manusia dan kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa, dan
cipta dan masyarakat. Agama merupakan sumber kebudayaan dengan
kata lain kebudayaan bentuk nyata dari agama islam itu sendiri. Budaya
hasil daya cipta manusia dengan menggunakan dan mengerahkan
segenap potensi yang dimilikinya. Dan pada pra islam banyak yang
mengandung atau berbau keislaman.
5. Pada periode Makkah, Nabi Muhammad saw lebih menitikberatkan
pembinaan moral dan akhlak serta tauhid kepada masyarakat Arab yang
bermukim di Makkah. Peradaban Islam Masa Rasulullah Periode
Madinah. Pada periode ini ditandai dengan pengenalan awal berbagai sisi
lain syariah Islam berupa peribadatan (ubudiyah), seperti shalat, puasa,
zakat, maupun haji. Termasuk pula disosialisasikan selama periode ini
konsep jihad fi sabilillah (berjuang di jalan Allah). Perkembangan
peradaban Islam pada masa khulafaurrasyidin mengalami kemajuan yang
pesat, hal tersebut ditandai dengan pembanguan di berbagai bidang.
Misalnya: perluasan wilayah kekuasaan, pertahanan militer,
pembangunan armada angkatan laut, pembentukan lembaga baitul mal,
pembangunan sarana ibadah, pembukuan al qur’an, pengembangan ilmu
pengetahuan, dan lain-lain. Kemajuan pemikiran Islam sangatlah erat
kaitannya dengan perkembangan peradaban dan kebudayaan yang ada.
Masa kemajuan kita kenal dengan masa keemasan yang puncaknya
terjadi pada dinasti abbasiyah (650-1000 M). Beberapa factor yang
mendorong kemajuan Islam, yaitu : terjdinya asimilasi antara bangsa
Arab dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami
22
perkembangan dalam ilmu pengetahuan, pluralistic dalam pemerintahan
dan politik, stabilitas pertumbuhan ekonomi dan politik, gerakan
penterjemahan dan berdirinya perpustakaan-perpustakaan yang menjadi
pusat penterjemahan dan kajian ilmu pengetahuan. kemunduran Islam ini
dilakukan oleh orang Islam sendiri dengan perilakunya yang tidak
mencerminkan sebagai seorang muslim. Seorang pembaharu islam dari
mesir mengatakan “isla>m mahju>bun li al-muslim” (islam itu tertutupi
oleh orang islam sendiri). Masa kemunduran (1250-1500 M) terkait
dengan bangsa Mongol dan dinasti Ilkhan, serangan Timur lenk dan
dinasti Mamalik di Mesir. Adapun factor-faktor yang mempengaruhi
kemunduran Islam adalah adanya factor internal dan eksternal. Hal ini
sangat berpengaruh terhadap merosotnya ilmu pengetahuan yang sudah
berkembang pesat pada masa Abbasiyah.
6. Kepulauan melayu merupakan gerbang masuk terdepan bagi pelayaran
ketimur. Karena itu tidak heran jika kerajaan-kerajaan islam awal seperti
samudra pasai (1270-1514 M) dan Malaka (1400-1511 M) muncul disini.
Dari berbagai literatur, diyakini bahwa kampung Islam di daerah pesisir
Barat Pulau Sumatera bernama Barus atau yang juga disebut Fansur.
Kampung kecil ini merupakan sebuah kampung kuno yang berada di
antara kota Singkil dan Sibolga, sekitar 414 kilometer selatan Medan. Di
zaman Sriwijaya, kota Barus masuk dalam wilayahnya.
7. Aliran-aliran dalam Islam : Aliran Syi’ah, Aliran Khawarij, Aliran
Murji’ah, Aliran Mu’tajilah, Aliran Qodariyah, Aliran Jabariyah, dan
Aliran Ahli Sunnah
B. SARAN
Penulis tentunya masih menyadari jika makalah diatas masih terdapat
banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Penulis akan
memperbaiki makalah tersebut dengan berpedoman pada banyak sumber
serta kritik yang membangun dari para pembaca.
23
DAFTAR PUSTAKA
John M. Echols dan Hasan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, (Jakarta: Gramedia
1990), 192.
Atho’ Mudzhar, Pendekatan Studi Islam dalam Teori dan Praktek, (Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 1998), 19.
[Link]
Amin,Samsul Munir, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: Amzah, Cet. Ke-1, 2009.
Hasan, Hasan Ibrahim, Sejarah Kebudayaan Islam (terj. H.A. Bahaudin) Jakarta :
Kalam Mulia, 2001.
[Link]
24
Ali Ketani, M. 2005. Minoritas Muslim di Dunia Dewasa ini. Jakarta:
Rajawali Grafindo Persada.
[Link]
[Link]
Guillot, Claude, (ed.), 2002, Lobu Tua. Sejarah Awal Barus, Jakarta; EFEO &
Pusat Penelitian Arkeologi.
Pengertian Islam
Sebagai Peradaba
25