0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan28 halaman

Metodologi Studi Islam: Kajian dan Pentingnya

Diunggah oleh

wahyuniriska028
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan28 halaman

Metodologi Studi Islam: Kajian dan Pentingnya

Diunggah oleh

wahyuniriska028
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MID TEST HALAMAN : 01-25

NO URUT ABSEN : 15

METODOLOGI STUDI ISLAM

DIAJUKAN SEBAGAI TUGAS FINAL

OLEH :

NAMA : RISKA WAHYUNI

NIM : 22 31 015

MA MIFTAHUL MUIN

DOSEN PEMBIMBING :
Prof. DR. H. Syarifuddin Ondeng, M. Ag

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM ( STAI) DARUD


DA’WAH WAL-IRSYAD MAROS

TAHUN PELAJARAN 2022


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat
kesehatan dan nikmat keimanan, semoga kita semua mendapat hidayah dari-Nya
di Akhirat kelak.

Shalawat beserta salam tak lupa kita curahkan ke baginda Nabi Muhammad
SAW. Yang telah menerangi dunia ini menjadi terang-benderang dengan budi
pekertinya, perjuangannya, untuk menjauhkan umat manusia dari
kegelapan/kejahiliyahan.

Sebelumnya penyusun ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang


telah menyampaikan ilmu pengetahuan kepada kami, sehingga kami dapat
mengembangkan ilmu yang telah diberikan kepada kami selaku mahasiswa.

Adapun isi makalah ini membahas tentang “Metodologi Studi Islam”, yang
ini semua tidak akan terlaksana tanpa adanya bantuan dari teman-teman
mahasiswa sekalian. Dan kami selaku penyusun sangat mengharap kritikan dan
saran apabila terdapat kesalahan dan kekurangan dalam ketikan ataupun hal-hal
lainnya. Hanya kepada Allah lah kami mohon ampun. Sekian dan terima kasih.

Maros, 13 Desmber 2022

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................ii
DAFTAR ISI.....................................................................................................................iii
BAB I.................................................................................................................................1
PENDAHULUAN.............................................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah.........................................................................................1
B. Rumusan Masalah..................................................................................................2
BAB II...............................................................................................................................3
PEMBAHASAN................................................................................................................3
A. Pentingnya Studi Islam, Asal-usul dan Pertumbuhan Studi Islam di Dunia Islam..3
B. Kedudukan Penelitian Agama Di Antara Penelitian lain, Pendekatan-Pendekatan
Terhadap Studi Islam Dalam Studi Agama Kontruksi Teori Penelitian Agama.............5
C. Agama Sebagai Doktrin, Agama Sebagai Produksi Budaya, Agama Sebagai
Produk Interaksi Sosial..................................................................................................7
D. Islam Dan Kebudayaan Lama, Serta Peran Agama Islam Dalam Kehidupan, Apa
Yang Diajarkan Agama Islam Ke Seluruh Dunia...........................................................9
E. Sejarah Islam Dan Studi Kawasan Islam..............................................................10
F. Islam Dan Kebudayaan Indonesia Dan Islam Pada Masa Sekarang.....................17
G. Aliran – Aliran Dalam Pemikiran Islam Dan Sejarahnya.....................................20
BAB III............................................................................................................................21
PENUTUP.......................................................................................................................21
A. KESIMPULAN....................................................................................................21
B. SARAN................................................................................................................23
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................24

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kehadiran agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW diyakini dapat
menjamin terwujudnya kehidupan manusia yang sejahtera lahir dan batin.
Petunjuk-petunjuk agama mengenai berbagai kehidupan manusia, sebagaimana
terdapat didalam sumber ajarannya, Al-Qur’an dan Hadits, tampak amat ideal dan
agung. Islam mengajarkan kehidupan yang dinamis dan progesif, menghargai
akal pikiran dan pengembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, bersikap
seimbang dalam memenuhi kebutuhan material dan spiritual. Senantiasa
mengembangkan kepedulian sosial, menghargai waktu, bersikap terbuka,
demokratis, berorientasi pada kualitas, mencintai kebersihan, mengutamakan
persaudaraan, berakhlak mulia dan bersikap positif lainnya

Metodologi Studi Islam merupakan sebuah mata kuliah yang


berupayamengkaji Islam dengan wilayah tentang materi ajaran agama dan
fenomena yang terjadi pada agama Islam. Studi-studi agama dewasa ini
mengalami perubahan orientasi yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan
kajian-kajian agama sebelum abad ke-19. Umumnya pengkajian agama sebelum
abad ke-19 memiliki beberapa karakteristik yang antara lain, sinkritisme,
penemuan arca baru, dan untuk kepentingan misionari dipicu oleh semangat dan
ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga orientasi dan metodologi studi Islam
mengalami perubahan.

1
B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana pentingnya studi islam, asal-usul dan pertumbuhan studi


islam di dunia islam ?
2. Bagaimana kedudukan penelitian agama di antara penelitian lain,
pendekatan-pendekatan terhadap studi islam dalam studi agama
kontruksi teori penelitian agama ?
3. Apakah agama sebagai doktrin, agama sebagai produksi budaya, agama
sebagai produk interaksi sosial ?
4. Bagaimana islam dan kebudayaan lama, dan peran Islam sebagai
Agama ?
5. Bagaimana sejarah islam dan studi kawasan islam ?
6. Bagaimana islam dan kebudayaan Indonesia dan Islam Pada Masa
Sekarang ?
7. Bagaimana aliran – aliran dalam pemikiran islam dan sejarahnya ?

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pentingnya Studi Islam, Asal-usul dan Pertumbuhan Studi Islam di


Dunia Islam
a. Pentingnya studi islam
Pentingnya studi islam adalah untuk menjadikan ajaran-ajaran
islam sebagai wacana ilmiah secara transparan yang dapat diterima oleh
berbagai kalangan. Dengan kerangka ini, dimensi-dimensi islam tidak
hanya sekedar dogmatis teologis tetapi terdapat aspek empirik sosiologis.
Studi keislaman yang mengarah pada rasionalisasi dan adaptif adalah
konstruksi terhadap studi islam yang lebih cenderung bersifat subjektif,
apologis, doktriner, dan menutup diri. Kehidupan keagamaan dan sosial
budaya umat islam yang terkesan stagnasi dan ketinggalan zaman perlu
direformulasi. Dengan menampilkan kajian yang objektif dan ilmiah,
fenomena islam diasumsikan negatif dan kemudian tertepis. Lebih
spesifik lagi, ajaran islam yang diklaim zaman tidak sebagaimana
diasumsikan para orientalis yang berasumsi bahwa islam adalah ajaran
yang menghendaki ketidakmajuan dan tidak mampu menyesuaikan diri
dengan perkembangan zaman.
b. Asal Usul dan Pertumbuhan Studi Islam di Dunia Islam
1. Masa Rasulullah SAW di Makkah
Masa ini berlangsung sejak diangkatnya beliau menjadi Rasul
sampai beliau hijrah ke Madinah dalam usia 53 tahun atau 17
Ramadhan/6 Agustus sampai dengan 1 Rabiul Awal/16 Juli 622 atau
kurang lebih 12 setengah tahun. Pada masa ini merupakan
pembangunan fondasi bagi kekuatan islam yaitu keimanan dan
akhlak.
2. Masa Rasulullah SAW di Madinah

3
Masa ini dimulai semenjak hijrah beliau dari kota Mekkah ke
Madinah sampai dengan wafat beliau tanggal 13 Rabiul awal 11 H/8
Juni 632 atau berjalan kurang lebih 19 tahun. Pada masa ini terdapat
pembinaan masyarakat dalam praktik ibadah, banyak diturunkan
ayat-ayat yang berkaitan dengan hukum-hukum amaliah, ibadah,
perdata, pidana dan lain sebagainya. Dalam periode ini pendidikan
islam menyertakan peranan sanksi-sanksi hukuman dan ganjaran
terhadap individu dan masyarakat atas tanggung jawabnya dalam
mempraktekkan ajaran islam.

3. Masa sesudah Rasulullah SAW


Pembinaan dan pengembangan hukum islam dilakukan oleh
para sahabat beliau. Pada masa ini daerah islam semakin luas serta
timbul masalah-masalah baru sehingga para sahabat merasa
berkewajiban memberikan penjelasan dan penafsiran terhadap nash-
nash hukum yang belum jelas dan memberikan fatwa atas masalah-
masalah hukum yang timbul dikalangan mereka tersebut. Tugas
memberikan fatwa kepada masyarakat setelah para sahabat
dilanjutkan oleh para Tabi’in.
4. Periode Ulama Mujtahid dan Kemajuan Fikih
Kemajuan ilmu fikih dimulai pada abad ke-2 H, disamping
berijtihad, para ulama’ juga giat melakukan penyusunan/pembukuan
ilmu fikih.
5. Periode Taklid
Periode ini dimulai sekitar abad VII H sampai dengan abad XIII
H. Pada abad ini para ulama umumnya tidak lagi merlakukan ijtihad,
mereka hanya membeda-bedakan mana dalil yang kuat dan mana
dalil yang lemah sehingga bisa dikatakan ulama pada masa ini dalam
keadaan statis.

6. Periode Kebangkitan Umat Islam

4
Setelah umat islam menyadari akan kemundurannya dan
kelemahan-kelemahnnya, maka dunia islam muncul kembali denagn
ide-ide gerakan pembaharuan, baik dalam bidang pendidikan, sosial,
ekonomi, militer dan sebagainya, hal ini juga banyak pengaruhnya
terhadap perkembangan ilmu fikih. Misalnya Ibnu Taimiyah dan
Ibnul Qayyim kemudian dilanjutkan oleh para ulama lainnya.

B. Kedudukan Penelitian Agama Di Antara Penelitian lain, Pendekatan-


Pendekatan Terhadap Studi Islam Dalam Studi Agama Kontruksi Teori
Penelitian Agama
a. Kedudukan penelitian agama

Kedudukan penelitian agama adalah sejajar dengan penelitian-


penelitian lainnya, yang membedakannya hanyalah objek kajian yang
ditelitinya. Dengan demikian, agama dalam pengertian yang kedua
menurut Harun Nasution dapat dijadikan sebagai objek penelitian tanpa
harus menggunakan metode khusus yang berbeda dengan metode yang
lain.

Manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki aktivitas tetap


maupun tidak tetap baik terencana atau tidak terencana. Semua itu
merupakan bagian dari pada kehidupan manusia yang selalu ingin hidup
lebih baik. Penelitian agama tidaklah dapat dilaksanakan apabila kita
meneliti agama dari aspek keyakinannya, karena keyakinan merupakan
suatu hal yang abstrak adanya sehingga tidak memungkinkan kita untuk
menelitinya. Namun apabila agama kita lihat dari aspek gejala sosial dan
budaya maka banyak sekali hal-hal yang perlu kita teliti.

b. Penelitian Agama di Antara Penelitian-Penelitian Lainnya

Pada dasarnya penelitian agama sejajar atau sebanding dengan


penelitian-penelitian Non-Agama. Yang membedakan hanyalah objek
kajian yang ditelitinya, yakni bahan referensi penelitian itu sendiri baik
agama maupun non-agama dan ruang lingkup diantara keduanya. Contoh

5
model penelitian agama seperti penelitian sejarah Islam, Antropologi dan
sosiologi agama, pemikiran modern dalam Islam, politik Islam dan lain-
lain. Sedangkan penelitian Non-Agama seperti penelitian lingkungan
masyarakat, ilmu pengetahuan (sains) kesehatan dan lain-lain. Dengan
demikian kedudukan penelitian agama adalah sejajar dengan penelitian-
penelitian Non-Agama.

c. Konstruksi Teori Penelitian Agama

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, W.J.S. Poerwadarminta


mengartikan konstruksi adalah cara membuat (menyusun) bangunan-
bangunan (jembatan dan sebagainya); dan dapat pula berarti susunan dan
hubungan kata di kalimat atau di kelompok kata. Sedangkan teori berarti
pendapat yang dikemukakan sebagai suatu keterangan mengenai suatu
peristiwa (kejadian); dan berarti pula asas-asas dan hukum-hukum umum
yang dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan. Selain itu, teori dapat
pula berarti pendapat, cara-cara, dan aturan-aturan untuk melakukan
sesuatu.

Selanjutnya, dalam ilmu penelitian teori-teori itu pada hakikatnya


merupakan pernyataan mengenai sebab akibat atau mengenai adanya
suatu hubungan positif antara gejala yang diteliti dari satu atau beberapa
faktor tertentu dalam masyarakat, misalnya kita ingin meneliti gejala
bunuh diri. sudah mengetahui tentang teori integrasi atau kohesi sosial
dari Emile Durkheim (seorang ahli sosiologi Perancis kenamaan), yang
mengatakan adanya hubungan positif antara lemah dan kuatnya integrasi
sosial dan gejala bunuh diri dari pengertian – pengertian tersebut, kita
dapat memperroleh suatu kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan
Konstruksi teori adalah susunan atau bangunan dari suatu pendapat, asas-
asas atau hukum – hukum mengenai sesuatu yang antara suatu dan
lainnya saling berkaitan, sehingga membentuk suatu bangunan..

6
C. Agama Sebagai Doktrin, Agama Sebagai Produksi Budaya, Agama
Sebagai Produk Interaksi Sosial
a. Agama Sebagai Doktrin

Kata doktrin berasal dari bahasa Inggris doctrine yang berarti


ajaran. Dari kata doctrine itu kemudian dibentuk kata doktrina, yang
berarti yang berkenaan dengan ajaran atau bersifat [Link]
kata doctrine sebgaimana disebut diatas, terdapat kata doctrinaire yang
berarti yang bersifat teoritis yang tidak praktis. Contoh dalam hal ini
misalnya doctrainare ideas ini berrati gagasan yang tidak praktis. Islam
didefinisikan oleh sebagian ulama sebagai berikut:

‫اإلسالم وحي إالهي أنزل إلى نبي محمد صلى الله عليه وسلم لسعادة الدنيا واألخرة‬

(Islam adalah wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad


SAW sebagai pedoman untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat).
[3]

Berdasarkan pada definisi Islam sebagaimana dikemukakan di atas,


maka inti dari Islam adalah wahyu. Sedangkan wahyu yang dimaksud di
atas adalah Alqur`an dan Sunnah. Alqur`an yang kita sekarang dalam
bentuk mushaf yang terdiri tiga puluh juz, mulai dari surah al-Fatihah
dan berakhir dengan surah al-Nas, yang jumlahnya 114 surah.
Sedangkan Sunnah telah terkodifikasi sejak tahun tiga ratus hijrah.
Sekarang ini kalau kita ingin lihat Sunnah atau Hadis, kita dapat lihat di
berbagai kitab hadis. Misalnya kitab hadis Muslim yang disusun oleh
Imam Muslim, kitab hadis Shahih Bukhari yang ditulis Imam al-Bukhari,
dan lain-lain. Dari kedua sumber itulah, Alqur`an dan Sunnah, ajaran
Islam diambil. Namun meski kita mempunyai dua sumber, sebagaimana
disebut diatas, ternyata dalam realitasnya, ajaran Islam yang digali dari
dua sumber tersebut memerlukan keterlibatan tersebut dalam bentuk
ijtihad.

7
b. Agama sebagai Produksi Budaya

Agama merupakan kenyataan yang dapat dihayati. Sebagai


kenyataan, berbagai aspek perwujudan agama bermacam-macam,
tergantung pada aspek yang dijadikan sasaran studi dan tujuan yang
hendak dicapai oleh orang yang melakukan studi.

Agama sebagai budaya, juga dapat dilihat sebagai mekanisme


kontrol, karena agama adalah pranata sosial dan gejala sosial, yang
berfungsi sebagai kontrol terhadap institusi-institusi yang ada. Dalam
kebudayaan dan peradaban dikenal umat Islam berpegang pada kaidah:

‫المحافظة على القديم الصالح واألخذ بالجديد األصلح‬


Artinya: “Memelihara pada produk budaya lama yang baik dan
mengambil produk budaya baru yang lebih baik”.[9]

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hasil pemikiran manusia


yang berupa interprestasi terhadap teks suci itu disebut kebudayaan.
Maka sistem pertahanan Islam, sistem keuangan Islam, dan sebagainya
yang timbul sebagai hasil pemikiran manusia adalah kebudayaan pula.
Kalaupun ada perbedaannya dengan kebudayaan biasa, maka perbedaan
itu terletak pada keadaan institusi-institusi kemasyarakatan dalam Islam,
yang disusun atas dasar prinsip-prinsip yang tersebut dalam Alqur`an.

c. Agama Sebagai Produk Interaksi Sosial

Islam sebagai sasaran studi sosial ini dimaksudkan sebagai studi


tentang Islam sebagai gejala sosial. Hal ini menyangkut keadaan
masyarakat penganut agama lengkap dengan struktur, lapisan serta
berbagai gejala sosial lainnya yang saling berkaitan.

Dengan demikian yang menjadi obyek dalam kaitan dengan Islam


sebagai sasaran studi social adalah Islam yang telah menggejala atau
yang sudah menjadi fenomena Islam. Yang menjadi fenomena adalah
Islam yang sudah menjadi dasar dari sebuah perilaku dari para

8
pemeluknya. M. Atho Mudzhar, menulis dalam bukunya, pendekatan
Studi Islam dalam Teori dan Praktek, bahwa ada beberapa bentuk gejala
agama yang perlu diperhatikan dalam mempelajari atau menstudi suatu
agama. Pertama, scripture atau naskah-naskah atau sumber ajaran dan
simbol-simbol agama. Kedua, para penganut atau pemimpin atau pemuka
agama, yaitu yang berkenaan dengan perilaku dan penghayatan para
penganutnya. Ketiga, ritus-ritus, lembaga-lembaga dan ibadat-ibadat,
seperti salat, haji, puasa, perkawinan dan waris. Keempat, alat-alat,
organisasi-organisasi keagamaan tempat penganut agama berkumpul,
seperti NU dan lain-lain.[10]

D. Islam Dan Kebudayaan Lama, Serta Peran Agama Islam Dalam


Kehidupan, Apa Yang Diajarkan Agama Islam Ke Seluruh Dunia
a. Islam dan kebudayaan Arab pra Islam

Bangsa arab pra Islam di kenal sebagai bangsa yang memiliki


kemajuan ekonomi letak geografisnya yang strategis membuat agama
islam yang di turunkan (makkah)mudah tersebar diberbagai wilayah. Dan
beberapa ciri-ciri utama tataran Arab pra Islam adalah sebagai berikut :

1. Mereka menganut faham kesukuan (Qobilah)

2. Memiliki tata social politik yang tertutup dengan partisipasi warga


yang terbatas, factor keturunan lebih penting daripada kemampuan.

3. Mengenal hirarki social yang kuat.

4. Kedudukan perempuan cenderung di rendahkan.

Dilihat dari sumber yang di gunakan, hukum Arab pra Islam


bersumber pada adat istiadat. Dalam bidang mua’malah, diantara
kebiasaan mereka adal dibolehkan transaksi mubadalah (barter) jual beli,
kerja sama pertanian (muzaroah) dan riba. Diantara ketentuan hukum
keluarga Arab pra Islam adalah diperbolehkannya berpoligini dengan
perempuan dengan jumlah tanpa batas. Serta anak kecil dan perempuan
tidak dapat harta warisan.

9
b. PeranIslam Sebagai Agama

Islam dan peradaban merupakan satu kesatuan yang tak


mungkin dipisahkan. Sejak kehadirannya, Islam telah membawa konsep
dan misi peradaban yang inheren dalam dirinya. Peradaban
Islam bersumber pada din (agama) yang berasal dari wahyu
Allah. Itu sebabnya peradabannya biasa dikenal dengan istilah tamaddun
atau madaniyyah, karena bersumber dari din tersebut.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan sebagai dua arti


peradaban; 1) kemajuan (kecerdasan, kebudayaan) lahir batin; bangsa-
bangsa di dunia ini tidak sama tingkat peradabannya dan 2) hal yang
menyangkut sopan santun, budi bahasa, dan kebudayaan suatu
bangsa. Peradaban dalam bahasa Arab disebut dengan al hadharah atau al
tamaddun atau al umran. Menurut Ibnu Khaldun, al hadharah adalah
sebuah periode dari kehidupan sebuah masyarakat yang
menyempurnakan periode primitif (al badawah) dari masyarakat itu,
karena al hadharah adalah puncak dari al badawah. Konsepsi Islam
sebagai sebuah peradaban yaitu bahwa peradaban Islam bersumber
dari din (agama) yang berasal dari wahyu Allah. Substansi peradaban
Islam adalah pokok-pokok ajaran Islam yang tidak terbatas pada sistem
kepercayaan, tata pikir, dan tata nilai, tetapi merupakan super sistem
yang meliputi keseluruhan pandangan tentang wujud, terutamanya
pandangan tentang Tuhan. Oleh sebab itu teologi (aqidah) dalam Islam
merupakan fondasi bagi tata pikir, tata nilai dan seluruh kegiatan
kehidupan muslim.

E. Sejarah Islam Dan Studi Kawasan Islam


a. Peradaban Islam Masa Rasulullah Periode Mekkah

Pada periode Makkah, Nabi Muhammad saw lebih menitikberatkan


pembinaan moral dan akhlak serta tauhid kepada masyarakat Arab yang

10
bermukim di Makkah. Menurut catatan sejarah bahwa sebelum agama
Islam datang masyarakat Mekkah merupakan penyembah berhala,
terdapat sekitar 360 patung berhala, kepercayaan lain yakni menyembah
api (zoroaster), penyembah binatang dan langit, penganut Yahudi juga
ada.

b. Peradaban Islam Masa Rasulullah Periode Madinah


Pada periode ini ditandai dengan pengenalan awal berbagai sisi
lain syariah Islam berupa peribadatan (ubudiyah), seperti shalat, puasa,
zakat, maupun haji. Termasuk pula disosialisasikan selama periode ini
konsep jihad fi sabilillah (berjuang di jalan Allah).

c. Islam Pada Masa Khilafaturasyidin


a. Peradaban Islam pada masa Abu Bakar As-Shiddiq r.a 11-13 H (632-
634 M)

Setelah wafatnya Rasulullah SAW. mulailah periode


alKhulafa’ar Rasyiddin atau fase baru. Pada priode ini muncul
persoalan baru dan diselesaikan dengan pemikiran / Ijtihad.
Contohnya, dapat diungkapkan bahwa pasca wafatnya Nabi SAW,
para sahabat sedang sibuk dalam pengurusan jenazahnya, tiba-tiba
Abu Bakar dan Umar tinggalkan tempat duka 13 menuju ke Tsaqifah
Bani Sa’idah, dimana Kaum Anshar telah berkumpul. Akhirnya Abu
Bakar terpilih sebagai Khalifah Rasul ( pengganti Rasul) (Karim,
2007: 78-79). Priode Abu Bakar 632-634 M, sangat singkat hanya
dua tahun lebih, ia mampu mengamankan Negara baru Islam dari
perpecahan dan kehancuran, baik dikalangan sahabat mengenai
persoalan pengganti Nabi maupun tekanan-tekanan dari luar dan
dalam

b. Peradaban Islam Pada Masa Umar Ibn Khattab r.a 13- 23 H (634-
644 M)

11
Umar ketika sudah menjadi Kepala Negara telah mengubah
nama kepala negara yang semula bergelar Khalifah al-Rasul menjadi
Amir al-Mu’minin. Umar melanjutkan perluasan wilayah (Futuhat)
ke tiga arah : ke utara menuju wilayah Syria di bawah pimpinan Abu
Ubaidah ibn Jarrah. Setelah Syria jatuh perluasan wilayah Pemikiran
dan Peradaban Islam pada Masa Khulafaurasyidin 16 Sejarah
Peradaban Islam dilanjutkan ke arah barat menuju Mesir di bawah
pimpinan Amr ibn Ash, dan menuju ke timur ke arah Irak di bawah
pimpinan Surahbil bin Hasanah. Yang ke arah timur selanjutnya
disempurnakan oleh Sa’ad bin Abi Waqqash. Iskandariyah
pelabuhan besar Mesir, AlQadisiyah sebuah kota di Irak, Al-Madain
ibukota Persia, serta kota Mosul dapat dikuasai. Sehingga pada
Zaman pemerintahan Umar sampai tahun 641 M, wilayah kekuasan
Islam telah meliputi Jazirah Arab, Syria, Palestina, Irak, Mesir, dan
sebagian wilayah Persia.

c. Peradaban Islam Pada Masa Khalifah Usman Ibn Affan ra 23-35 H


(644-656 M)
 Perluasan Islam dimasa Usman
1) Menumpas pendurhakaan dan pemberontakan
Daerah-daerah yang mendurhaka itu terutama ialah
Khurasan dan Iskandariah
2) Perluasan Islam boleh dikatakan meliputi semua
daerah yang telah dicapai balatentara Islam dimasa
Umar. Perluasan ini dimasa Usman telah bertambah
dengan perluasan ke laut.
3) Pendewanan Mushaf Usmani Penyebaran Islam
bertambah luas dan para Qori‘ pun tersebar di
berbagai daerah, sehinga perbedaan bacaan pun
terjadi yang diakibatkan berbedanya qiro‘at dari qori‘
yang sampai pada mereka. Sebagian orang Muslim

12
merasa puas karena perbedaan tersebut disandarkan
pada Rasullullah SAW.

d. Peradaban Islam Pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib ra 35- 41 H
(656-661 M)

Ali bin Abi Thalib ibnu Abdil Muttalib, putera dari paman
Rasululah dan suami dari puteri beliau Fatimah. Fatimah adalah
satu-satunya puteri Rasulullah yang ada mempunyai keturunan. Dari
pihak Fatimahinilah Rasulullah mempunyai keturunan sampai
sekarang. Pengetahuannya dalam agama Islam amat luas. Karena
dekatnya dengan Rasulullah. Ali senantiasa berada di barisan muka.
Ketika Abu Bakar menjadi Khalifah, beliau selalu mengajak Ali
untuk memusyawarahkan masalah-masalah penting. Begitu pula
Umar bin Khathab tidak mengambil kebijaksanaan atau melakukan
tindakan tanpa musyawarah dengan Ali. Usman pun pada masa
permulaan jabatannya dalam banyak perkara selalu mengajak Ali
dalam permusyawaratan. Demikian pula, Ali juga tampil membela
Usman ketika berhadapan dengan pemberontak.

d. Masa Kemajuan Peradaban Islam (650-1000 M)


Ada beberapa langkah-langkah awal yang dilakukan oleh pendiri
khalifah Abbasiyah dalam menata pemerintahannya. Salah satunya
adalah melakukan penataan internal dan eksternal. Dibidang internal
Abbasiyah membangun ibu kota baru, menata sumber penghasilan
Negara, membentuk Biro – Biro, Membangun sistem organisasi militer,
menciptakan administrasi wilayah pemerintahan dan memberangus
dominasi Arab di posisi pemerintahan strategis dan menggantinya
dengan profesionalisme serta perluasan fungsi jawatan pos menandai
adanya perubahan dalam tata pemerintahan yang ideal. Masa
Kemunduran Peradaban Islam(1250-1500 M)
 Kemunduran Islam di Bagdad

13
Berbagai macam krisis yang sangat komplek sekali telah
menerpa dunia islam. Jatuhnya kota Bagdad pada tahun 1258 M ke
tangan bangsa mongol bukan saja mengakhiri khilafah Abbasiyah,
tetapi merupakan juga awal kemunduran peradaban islam.
 Kemunduran Islam di Andalusia (Spanyol)
Pada tanggal 19 juli 711 M atas permintaan putra witiza yang
kalah saingan dengan raja Roderick dalam memperebutkan
kekuasaan di wilayah Andalusia gubernur afrika utara.
.
 Kemunduran Islam di Mongol
Pada saat kondisi fisiknya mulai lemah, Jenghiskan mulai
menyerahkan kepemimpinannya kepada anaknya yang bernama
Hulagu Khan. Ia berhasil mengalahkan pemerintahan abbasyiah
yang dipimpin al-Mu’tashim dan menghacurkan peradaban dunia
islam.
 Kemunduran Islam di Mesir
Satu-satunya negeri islam yang selamat dari serbuan-serbuan
tentara mongol dan timur lenk, adalah Mesir. Mongol dan timur lenk
tidak mampu mengalah kan negeri mesir Karena di sana terdapat
dinasti Mamalik. Mamalik adalah jamak dari mamluk yang berarti
budak. Dinasti mamlik memang didirikan oleh para budak. Pada
awalnya para budak tersebut dibebaskan dan dijadikan tentara
persisnya menjadi bodyguard (pengawal) para raja pada masa
pemerintahan ayyubiyah karena prestasi yang diraihnya sangat besar
maka para raja banyak mengambil para budak sebagai tentara.

e. Penyebaran Islam Ke Seluruh Dunia


 Agama Islam di India
Setelah agama islam lahir yang mengenalkan islam ke India
adalah Khalifah Umar bin Khattab. Pada tahun 16 H (636 M)
Khalifah Umar mengirimkan pasukan ke Persia di bawah pimpinan

14
Saad bin Abi Waqas. Beliau berjuang selama 16 tahun, akhirnya
dapat menguasai seluruh Persia kemudian diperluas ke Khurasan
kemudian diteruskan ke India.
 Agama Islam Di Rusia
Agama Islam masuk ke Rusia pada waktu Dinasti Yuan yang
berkuasa, kemudian bangkitlah kaum revolusioner muslim untuk
menumbangkan dinasti Yuan (1279-1368 M).
 Agama Islam di Afganistan
Agama Islam masuk ke Afganistan, yaitu sejak masuknya Asim
bin Umar Affamini pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Pada
masa Khalifah Usman bin Affan, Islam telah masuk ke Kabul, dan
pada tahun 870 M Islam telah mengakar di seluruh negeri
Afganistan. Perkembangan Islam di Afganistan selanjutnya berjalan
dengan pesat, tidak ada hamnbatan-hambnatan, dengan bukti
penduduk Afganistan 99 % beragama Islam.
 Agama Islam di RRC
Agama Islam masuk ke Wilayah Cina sekitar abad ke-10, yaitu
langsung dari bangsa Arab dan para saudagar yang datang dari India.
Agama Islam masuk ke Cina dengan melalui perdagangan darat dan
laut yang disebut jalan sutera. Adapun pertama kali terjadinya
penyebaran Islam di Cina yaitu pada masa Dinasti Tang.
 Agama Islam Di Amerika
Christopher Columbus menyebut Amerika sebagai 'The New
World' ketika pertama kali menginjakkan kakinya di benua itu pada
21 Oktober 1492. Namun, bagi umat Islam di era keemasan,
Amerika bukanlah sebuah 'Dunia Baru'. Sebab, 603 tahun sebelum
penjelajah Spanyol itu menemukan benua itu, para penjelajah
Muslim dari Afrika Barat telah membangun peradaban di Amerika.
 Agama Islam di Eropa
Kaum muslimin memasuki benua Eropa ialah sejak adanya
permintaan bantuan oleh Graf Yulian seorang bangsawan Gothia

15
Barat yang berkuasa di Geuta Afrika Utara kepada gubernur Afrika
Utara Musa bin Nushair agar membantu keluarga “Witiza”
menghadapi tentara roderik yang memberontak merebut singgasan
Witiza pada tahun 710 M.
 Agama Islam di Australia
Islam masuk ke Australia pada abad 19 M, dibawa oleh para
pengembara dari Afganistan yang setiap melakukan perjalanan
hanya berbekal tikar untuk shalat.
 Agama Islam di Afrika
Agama Islam masuk ke daratan Afrika pada masa Khalifah
Umar bin Khattab, waktu Amru bin Ash memohon kepada Khalifah
untuk memperluas penyebaran Islam ke Mesir lantaran dia melihat
bahwa rakyat Mesir telah lama menderita akibat ditindas oleh
penguasa Romawi dibawah Raja Muqauqis.
a. Penyebaran Islam Di Afrika Timur

Islam di Afrika Timur dibangun oleh landasan orang orang Arab pra-
Islam yang datang dari Arabia selatan dan daerah teluk Persia yang telah
melakuakan perdagangan budak dan gading dengan menyusuri sepanjang
pantai Afrika Timur selam berabad abad. Pada daerah bagian selatan
angina akan bertiup pada bulan November hingga Maret dan sebelah
utara akan bertiup dari bulan April hingga Agustus dimana hal ini akan
membantu pelayaran mereka. Pada abad ke tujuh pengungsi pengungsi
pelarian muslim dari Makkah, telah diterima dengan baik oleh para
pemimpin di Ethiopia.

b. Penyebaran Islam Di China

Agama Islam telah hadir di China lebih dari 1400 tahun yang
lampau. Dalam hal ini terdapat beberapa teori mengenai kedatangan
Islam di China. Teori yang pertama yang tertulis dalam kitab sejarah
China, yang berjudul Chiu T’hang Shu diceritakan Cina pernah mendapat

16
kunjungan diplomatik dari orang-orang Ta Shih (Arab). Orang-orang Ta
Shih ini, merupakan duta dari Tan mi mo ni’ (Amirul Mukminin), yang
ke-3 (Khalifah Utsman bin Affan). Teori yang kedua mengatakan Islam
masuk ke China melalui Jalur perkawinan, di mana kalau diperhatikan
wajah-wajah mereka sangat mirip dengan wajah orang Arab, Parsi,
Turki, Uzbekistan, Afganistan dan ada yang kelihatan seperti orang
Pakistan. Perkawinan di antara bangsa tersebut telah membantu
mempercepat perkembangan dan penerimaan Islam di kalangan
masyarakat China.

c. Penyebaran Islam di Asia Tenggara

Islam masuk ke Asia Tenggara disebarluaskan melalui kegiatan


kaum pedagang dan para sufi. Hal ini berbeda dengan daerah Islam di
Dunia lainnya yang disebarluaskan melalui penaklulan Arab dan Turki.
Islam masuk di Asia Tenggara dengan jalan damai, terbuka dan tanpa
pemaksaan sehingga Islam sangat mudah diterima masyarakat Asia
Tenggara.

Mengenai kedatangan Islam di negara-negara yang ada di Asia


Tenggara hamper semuanya didahului oleh interaksi antara masyarakat di
wilayah kepulauan dengan para pedagang Arab, India, Bengal, Cina,
Gujarat, Iran, Yaman dan Arabia Selatan. Pada abad ke-5 sebelum
Masehi Kepulauan Melayu telah menjadi tempat persinggahan para
pedagang yang berlayar ke Cina dan mereka telah menjalin hubungan
dengan masyarakat sekitar Pesisir. Kondisi semacam inilah yang
dimanfaatkan para pedagang Muslim yang singgah untuk menyebarkan
Islam pada warga sekitar pesisir.

F. Islam Dan Kebudayaan Indonesia Dan Islam Pada Masa Sekarang


a. Islam Dan Kebudayaan Melayu
Kepulauan melayu merupakan gerbang masuk terdepan bagi
pelayaran ketimur. Karena itu tidak heran jika kerajaan-kerajaan islam

17
awal seperti samudra pasai (1270-1514 M) dan Malaka (1400-1511 M)
muncul disini.
Dari berbagai literatur, diyakini bahwa kampung Islam di daerah
pesisir Barat Pulau Sumatera bernama Barus atau yang juga disebut
Fansur. Kampung kecil ini merupakan sebuah kampung kuno yang
berada di antara kota Singkil dan Sibolga, sekitar 414 kilometer
selatan Medan. Di zaman Sriwijaya, kota Barus masuk dalam
wilayahnya.
Abad ke-13 agama Islam mulai berkembang pesat dikepulauan
Melayu, karena pada saat itu agama Hindu dan Budha mengalami
kemunduran pada peranan politiknya. Yang ditandai dengan mundurnya
kerajaan Sriwijaya dan Swarnabhumi, yang disebabkan rongrongan dua
kerajaan Hindu Jawa-Kediri dan Singasari, kemudian disusul dengan
krisis ekonomi yang membelitnya.
Agama Islam tidak mengenal sistem kasta dan kependetaan, oleh
karena itu seluruh lapisan masyarakat dapat masuk dalam pendidikan dan
intelektual, Islam adalah agama kitab, belajar menulis dan membaca
diwajibkan bagi pemeluknya. Islam juga mendorong terjadinya
perubahan besar dalam jiwa bangsa melayu dan kebudayaannya, dengan
ilmu dan intelektual menyebabkan terjadinya proses perubahan sosial,
ekonomi dan politik secara mendasar.
b. Islam Dan Kebudayaan Jawa
Masuknya Islam di Jawa sampai sekarang masih menimbulkan
hasil telaah yang beragam. Bukti faktual barangkali adalah ditemukannya
batu nisan kubur Fatimah binti Maemun di Leran Gresik, bukti yang lain
adalah adanya masjid yang menunjukkan adanya komunitas muslim yang
pernah ada, dan juga adanya kaligrafi serta letak tata kota.
Dalam menghadapi tradisi dan kepercayaan lama, para penyiar
islam menyeleksi kepercayaan mana yang dapat diakomodasikan, serta
mana yang harus ditolak dan dihilangkan, maka ketika melihat wayang
purwa (kulit) dan bagi masyarakat Jawa wayang tidak hanya sekedar

18
hiburan, tetapi sebagai media dakwah dan pendidikan serta mengandung
makna lebih jauh dan mendalam karena mengungkapkan gambaran hidup
semesta (wewayangani urip)[18], maka para Wali mengadakan
perubahan secara halus sehingga tanpa terasa nilai-nilai islam dapat
masuk dalam karya adi luhung yang dikagumi banyak orang ini.

c. Gerakan Pembaharuan Islam di Dunia Pada Masa Modern (1800 M –


Sekarang)
[Link] Gerakan Pembaharuan Pada Masa Modern
Peradaban islam pada masa modern muncul sebagai upaya pembebasan
dari belenggu penjajahan [Link] peradaban islam pada
masa modern tidak
bergerak cepat karena mayoritas negara islamdisibukkan dengan usaham
eraih [Link] kesadaran pada sebagian besar negara
islam untuk belajar dari kebangkitan dunia barat
dari [Link] islam muncul untuk didedikasikan bagi
kepentingan dankemashalatan umat [Link] islam
lebih banyak terfokus pada negara-negara islamyang berada dibenua asia,
timur tengah, dan benua
[Link] sastra dan arsitek yang ada adalah pengembangan dari pera
daban pada masa kejayaan [Link] pengaruh peradaban barat
terutama dalam bidang keilmuan.
[Link] – Tokoh Pembaharuan Islam Pada Masa Modern1)Tokoh
Pembaharuan Islam di Turkia)Sultan Mahmud II Merupakan
kepemimpinan islam Usmani yang
lahir pada tahun 1785. Diangkat menjadi sultan Usmani padatahun 1807
dan meninggal dunia pada tahun 1839. SultanMahmud II merupakan
pelopor pembaharuan dari kaumraja, sebagaimana juga Muhammad Ali
Pasya di Mesir.
 Mustafa Rasyid Pasya Lahir di Istanbul pada tahun 1800. Tahun
1834

19
iadikirim menjadi Duta Besar Kerajaan Usmani di Paris,Prancis.
Mustafa Rasyid Pasya adalah pemuka Tanzimatyaitu
pembaharuan lanjutan dari usaha-usaha yang telahdilakukan oleh
Sultan Mahmud II.
 Ziya Pasa, Ziya Pasa merupakan anak pegawai kantor cukai
diIstanbul. Ziya Pasa terlahir pada tahun 1825 dan
meninggal pada tahun 1880. Ziya Pasa termasuk pemuka Usmani
Muda atau Yeni Osmanlilar atau Young Ottoman. Usmani 15
Muda adalah gerakan rahasia dari golongan
intelegensiakerajaan Usmani yang banyak menentang kekuasaana
bsolut Sultan.

G. Aliran – Aliran Dalam Pemikiran Islam Dan Sejarahnya


Permusuhan dari perpecahan ummat Islam, boleh dikatakan sejak
wafatnya Nabi, tetapi perpecahan itu mulai reda, karena terpilihnya Abu
Bakar menjadi Khalifah. Setelah beberapa lamanya Abu Bakar memegang
kekhalifahan, mulai timbulnya kembali perpecahan. yang dihembuskan oleh
orang-orang yang murtad dari Islam dan orang-orang yang mengumumkan
dirinya menjadi Nabi seperti Musailamatul-Kazzab, Thulaihah, Sajah dan Al-
Aswad al-Ansy. Di samping itu ada pula golongan-golongan yang tidak mau
membayar zakat kepada Abu Bakar. Padahal tadinya mereka semua
membayar zakat pada Nabi. Akan tetapi semua perselisihan itu segera dapat
diatasi dan di persatukan kembali, karena kebijakan khalifah Abu Bakar.
Maka selamatlah kekuasaan Islam yang muda itu dari ancaman fitnahan yang
akan menghancur-leburkan. Aliran-aliran dalam Islam : Aliran Syi’ah, Aliran
Khawarij, Aliran Murji’ah, Aliran Mu’tajilah, Aliran Qodariyah, Aliran
Jabariyah dan Aliran Ahli Sunnah.

20
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

1. Pentingnya studi islam adalah untuk menjadikan ajaran-ajaran islam


sebagai wacana ilmiah secara transparan yang dapat diterima oleh
berbagai kalangan. Dengan menampilkan kajian yang objektif dan
ilmiah, fenomena islam diasumsikan negatif dan kemudian tertepis.
Lebih spesifik lagi, ajaran islam yang diklaim zaman tidak sebagaimana
diasumsikan para orientalis yang berasumsi bahwa islam adalah ajaran
yang menghendaki ketidakmajuan dan tidak mampu menyesuaikan diri
dengan perkembangan zaman. Asal Usul dan Pertumbuhan Studi Islam
di Dunia Islam yaitu : Masa Rasulullah SAW di Makkah, Masa
Rasulullah SAW di Madinah, Masa sesudah Rasulullah SAW, Periode
Ulama Mujtahid dan Kemajuan Fikih, Periode Taklid dan Periode
Kebangkitan Umat Islam.
2. Penelitian agama adalah sebuah ilmu yang dijadikan untuk meneliti yang
khusus dalam rangka untuk menyelidiki gejala-gejala agama. Kegiatan
ini sudah terjadi pada beberapa abad yang lalu. Perkembangan penelitian
agama pada zaman ini sangatlah berkembang pesat karena mengikuti alur
perkembangan zaman. penelitian agama sendiri menjadikan agama
sebagai objek penelitian yang sudah lama diperdebatkan. Harun Nasution
menunjukkan pendapat yang menyatakan bahwa agama, karena
merupakan wahyu, tidak dapat menjadi sasaran penelitian ilmu sosial,
dan kalaupun dapat dilakukan, harus menggunakan metode khusus yang
berbeda dengan metode ilmu sosial.
3. Agama sebagai doktrin merupakan bentu ajaran yang memiliki sumber
yaitu Al-Qur’an dan Hadist. Agama sebagai budaya, juga dapat dilihat
sebagai mekanisme kontrol, karena agama adalah pranata sosial dan

21
gejala sosial, yang berfungsi sebagai kontrol terhadap institusi-institusi
yang ada. Islam sebagai sasaran studi sosial ini dimaksudkan sebagai
studi tentang Islam sebagai gejala sosial. Hal ini menyangkut keadaan
masyarakat penganut agama lengkap dengan struktur, lapisan serta
berbagai gejala sosial lainnya yang saling berkaitan.
4. Islam adalah agama yang dirurunkan oleh Allah SWT dengan perantara
wahyu yang di berikan kepada nabi Muhammad SAW untuk disebarkan
untuk umat manusia dan kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa, dan
cipta dan masyarakat. Agama merupakan sumber kebudayaan dengan
kata lain kebudayaan bentuk nyata dari agama islam itu sendiri. Budaya
hasil daya cipta manusia dengan menggunakan dan mengerahkan
segenap potensi yang dimilikinya. Dan pada pra islam banyak yang
mengandung atau berbau keislaman.
5. Pada periode Makkah, Nabi Muhammad saw lebih menitikberatkan
pembinaan moral dan akhlak serta tauhid kepada masyarakat Arab yang
bermukim di Makkah. Peradaban Islam Masa Rasulullah Periode
Madinah. Pada periode ini ditandai dengan pengenalan awal berbagai sisi
lain syariah Islam berupa peribadatan (ubudiyah), seperti shalat, puasa,
zakat, maupun haji. Termasuk pula disosialisasikan selama periode ini
konsep jihad fi sabilillah (berjuang di jalan Allah). Perkembangan
peradaban Islam pada masa khulafaurrasyidin mengalami kemajuan yang
pesat, hal tersebut ditandai dengan pembanguan di berbagai bidang.
Misalnya: perluasan wilayah kekuasaan, pertahanan militer,
pembangunan armada angkatan laut, pembentukan lembaga baitul mal,
pembangunan sarana ibadah, pembukuan al qur’an, pengembangan ilmu
pengetahuan, dan lain-lain. Kemajuan pemikiran Islam sangatlah erat
kaitannya dengan perkembangan peradaban dan kebudayaan yang ada.
Masa kemajuan kita kenal dengan masa keemasan yang puncaknya
terjadi pada dinasti abbasiyah (650-1000 M). Beberapa factor yang
mendorong kemajuan Islam, yaitu : terjdinya asimilasi antara bangsa
Arab dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami

22
perkembangan dalam ilmu pengetahuan, pluralistic dalam pemerintahan
dan politik, stabilitas pertumbuhan ekonomi dan politik, gerakan
penterjemahan dan berdirinya perpustakaan-perpustakaan yang menjadi
pusat penterjemahan dan kajian ilmu pengetahuan. kemunduran Islam ini
dilakukan oleh orang Islam sendiri dengan perilakunya yang tidak
mencerminkan sebagai seorang muslim. Seorang pembaharu islam dari
mesir mengatakan “isla>m mahju>bun li al-muslim” (islam itu tertutupi
oleh orang islam sendiri). Masa kemunduran (1250-1500 M) terkait
dengan bangsa Mongol dan dinasti Ilkhan, serangan Timur lenk dan
dinasti Mamalik di Mesir. Adapun factor-faktor yang mempengaruhi
kemunduran Islam adalah adanya factor internal dan eksternal. Hal ini
sangat berpengaruh terhadap merosotnya ilmu pengetahuan yang sudah
berkembang pesat pada masa Abbasiyah.
6. Kepulauan melayu merupakan gerbang masuk terdepan bagi pelayaran
ketimur. Karena itu tidak heran jika kerajaan-kerajaan islam awal seperti
samudra pasai (1270-1514 M) dan Malaka (1400-1511 M) muncul disini.
Dari berbagai literatur, diyakini bahwa kampung Islam di daerah pesisir
Barat Pulau Sumatera bernama Barus atau yang juga disebut Fansur.
Kampung kecil ini merupakan sebuah kampung kuno yang berada di
antara kota Singkil dan Sibolga, sekitar 414 kilometer selatan Medan. Di
zaman Sriwijaya, kota Barus masuk dalam wilayahnya.
7. Aliran-aliran dalam Islam : Aliran Syi’ah, Aliran Khawarij, Aliran
Murji’ah, Aliran Mu’tajilah, Aliran Qodariyah, Aliran Jabariyah, dan
Aliran Ahli Sunnah

B. SARAN
Penulis tentunya masih menyadari jika makalah diatas masih terdapat
banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Penulis akan
memperbaiki makalah tersebut dengan berpedoman pada banyak sumber
serta kritik yang membangun dari para pembaca.

23
DAFTAR PUSTAKA

Zuhairini. 2010. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Sitorus, Masganti. 2011. Metodologi Penelitian Pendidikan Islam. Medan: IAIN


Pers.

Harun Nasution, Islam Rasional (Bandung: Mizan, 1995).

Affandi Mochtar, The Method of Muslim Learning as Illustrated in al-Zurnuji’s


Ta’lim wa al-Muta’allim. Tesis. (Montreal: Institute of Islamic Studies McGill
University. 1990).

W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka,


1999).

John M. Echols dan Hasan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, (Jakarta: Gramedia
1990), 192.

Atho’ Mudzhar, Pendekatan Studi Islam dalam Teori dan Praktek, (Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 1998), 19.

Persudi Suparlan, Kebudayaan dan Pembangunan. (Jakarta: Balitbang Agama,


Departemen Agama, 1992), 85.

[Link]

Amin,Samsul Munir, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: Amzah, Cet. Ke-1, 2009.

Hasan, Hasan Ibrahim, Sejarah Kebudayaan Islam (terj. H.A. Bahaudin) Jakarta :
Kalam Mulia, 2001.

[Link]

[Link]. H. I. NURUL Aen, [Link] peradaban islam, bandung: puistaka


setia , 2008.
Khalil Abu Syauqi. 2012. Atlas Penyebaran Islam. Jakarta Timur: Almahira

24
Ali Ketani, M. 2005. Minoritas Muslim di Dunia Dewasa ini. Jakarta:
Rajawali Grafindo Persada.
[Link]

[Link]

Sarjono, Agus R., 1999, Pembebasan Budaya-Budaya Kita, Jakarta, Gramedia


Pustaka Utama.

Simuh, 2003, Islam dan Pergumulan Budaya Jawa, Jakarta; Teraju.

Guillot, Claude, (ed.), 2002, Lobu Tua. Sejarah Awal Barus, Jakarta; EFEO &
Pusat Penelitian Arkeologi.

Pengertian Islam
Sebagai Peradaba

25

Anda mungkin juga menyukai