0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan10 halaman

Rencana Program Literasi SDN 2 Sumberdadap

Diunggah oleh

yusuf Eko w
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan10 halaman

Rencana Program Literasi SDN 2 Sumberdadap

Diunggah oleh

yusuf Eko w
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM KEGIATAN

LITERASI SEKOLAH
TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Nama Sekolah : SDN 2 SUMBERDADAP


Alamat : DESA SUMBERDADAP
Kecamatan : PUCANGLABAN
Kabupaten : Tulungagung
RENCANA PROGRAM LITERASI SEKOLAH

Pendahuluan
Membaca merupakan salah satu fungsi yang paling penting dalam hidup. Semua proses
belajar didasarkan pada kemampuan membaca (Glenn Doman). Dengan kemampuan membaca yang
membudaya dalam diri setiap anak, maka tingkat keberhasilan di sekolah maupun dalam kehidupan di
masyarakat akan membuka peluang kesuksesan hidup yang lebih baik
Rendahnya reading literacy bangsa kita menyebabkan Sumber Daya Manusia kita tidak
kompetitif karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai akibat lemahnya
minat dan kemampuan membaca dan menulis. Membaca dan menulis belum menjadi kebutuhan hidup
dan belum menjadi budaya bangsa. Jumlah perpustakaan dan buku buku jauh dari mencukupi
kebutuhan tuntutan membaca sebagai basis pendidikan permasalahan budaya membaca belum
dianggap sebagai critical problem, sementara banyak masalah lain yang dianggap lebih mendesak.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Peraturan Menteri nomor 23 tahun 2013
meluncurkan sebuah gerakan literasi sekolah untuk menumbuhkan sikap budi pekerti luhur kepada
anak-anak melalui bahasa. Sederhananya, setiap anak di sekolah dasar diwajibkan membaca buku-
buku bacaan cerita lokal dan cerita rakyat yang memiliki kearifan lokal dalam materi bacaannya
sebelum pelajaran kelas dimulai.
Secara luas, literasi yang dimaksud disini lebih dari sekedar membaca dan menulis. Ia juga
mencangkup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik
dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya. (UNESCO, 2003)
Penanaman nilai-nilai budi pekerti luhur ini penting dilakukan sejak dini sebab proses
pendidikan sejatinya bukan hanya untuk mencetak manusia yang cerdas secara intelektual, tapi juga
cerdas emosional dan spiritual. Harus diakui, salah satu kekeliruan besar dalam sistem pendidikan kita
adalah sangat mengedepankan kecerdasan intelektual, namun mengenyampingkan pelajaran yang
mengandung nilai-nilai moral. Tak heran jika saat ini banyak orang pintar, berpendidikan tinggi, tapi
tak tahu sopan-santun, tak punya sikap tenggang rasa, tak punya empati, dan semacamnya. Padahal
dari buku-buku cerita rakyat misalnya, banyak digambarkan ucap dan laku nenek moyang kita yang
begitu luhur.
Anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar merupakan usia emas sehingga penting menanamkan
nilai-nilai budi pekerti luhur kepada mereka. Gerakan literasi adalah salah satu cara untuk
menanamkan budi pekerti luhur tersebut. Guru memiliki peran penting dalam merangsang siswa untuk
belajar, sehingga dalam melaksanakan pembelajaran, guru harus menggunakan pendekatan yang
komprehensif serta progresif agar bisa memotivasi rasa ingin tahu siswa dan memicu mereka untuk
berpikir kritis.
Hal ini akan berhasil jika guru mampu mengembangkan pembelajaran yang tepat, sehingga
pembelajaran yang dilaksanakan dapat meningkatkan kemampuan literasi dan potensi siswa
seutuhnya. Dalam pengembangan pembelajaran, guru juga harus mampu memilih dan memanfaatkan
bahan ajar, seperti mendorong siswa untuk membaca buku-buku yang berkualitas, karena membaca
sejalan dengan proses berpikir kritis yang memungkinkan siswa untuk kreatif dan berdaya cipta.
Gerakan literasi akan berhasil jika berjalan secara holistik. Selain guru di sekolah, orang tua,
perpustakaan, pemerintah, dan pihak swasta pun harus bersama-sama mendukung mewujudkan
gerakan literasi.

A. Konsep Dasar Literasi


a. Literasi Dasar
Mengembangkan kegiatan membaca, menulis, dan berhitung.
b. Literasi Perpustakaan
Menggalakkan kegiatan literasi dengan menggunakan referensi yang ada di perpustakaan.
c. Literasi Tekhnologi
Menggunakan kemajuan tekhnologi untuk memudahkan kegiatan literasi.
d. Literasi Media
Menggunakan media sebagai media kampanye literasi. Media terbagi menjadi media online
seperti pembuatan blog yang akan me-link ke website Gorontalo Meliterasi, facebook dan
twitter. Sementara media cetak bisa dilakukan dengan bekerjasama dengan koran agar
menyediakan kolom khusus untuk bagi karya anak, seperti puisi, karangan bebas, cerita
bergambar, dsb. Atau bekerja sama dengan stasiun TV dan radio untuk menyiarkan dan
mengampanyekan gerakan literasi.
e. Literasi Visual
Kemampuan untuk mengapresiasi design grafis dan teks visual.

B. Tujuan
Tujuan untuk menjadikan sekolah sebagai komunitas yang memiliki komitmen dan budaya
membaca yang tinggi serta miliki kemampuan untuk menulis yang komprehensif. Program Aksi
dari Gerakan Literasi Sekolah adalah :
1. Menawarkan, mengajak atau menunjuk sekolah atau masyarakat sekolah (siswa, guru,
manajemen sekolah, kepala sekolah dan komite) agar dapat melaksanakan kegiatan gerakan
literasi sekolah yang merupakan bentuk aksi/kegiatan;
2. Mengadakan Sosialisasi tentang pemahaman kepada guru, kepala sekolah, komite atau orang
tua siswa tentang apa dan bagaimana gerakan literasi sekolah;
3. Menyediakan Buku Bacaan Bagi Siswa, merupakan kegiatan yang dirancang untuk
mendapatkan buku bacaan bagi sekolah minimal 3 kali jumlah siswa di sekolah, setiap kelas
didorong untuk memiliki sudut baca (reading corner), melalui kerjasama dengan komite sekolah
dan wali murid;
4. Program Membaca Setiap Hari, merupakan kegiatan yang dirancang agar setiap sekolah
mengalokasikan waktu minimal 15-30 menit sehari, guna membiasakan siswa, guru, manajeman
sekolah dan kepala sekolah untuk membaca di sekolah maupun di rumah;
5. One Child Book, merupakan kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan jumlah dan jenis
buku bacaan di sekolah, Agar setiap siswa paling sedikit memiliki 1 buku untuk di baca di
sekolah/kelas maupun di rumah, diharapkan orang tua membelikan minimal 1 buku untuk satu
semester atau 1 buku satu tahun, yang kemudian disumbangkan untuk perpustakaan sekolah;

6. Tantangan Membaca, merupakan kegiatan yang dirancang untuk mengejar target/jumlah tertentu
terhadap buku yang dibaca baik tingkat sekolah, kabupaten/kota maupun tingkat provinsi;
7. Reading Award, merupakan kegiatan yang dirancang untuk memberikan penghargaan membaca
bagi siswa terbanyak membaca buku baik bersakala tingkat masing masing sekolah,
kabupaten/kota maupun tingkat provinsi, hal ini bertujuan agar meransang siswa agar terus
membaca;
8. Pelatihan Menulis, merupakan kegiatan yang dirancang agar setiap sekolah melatih/mendidik
siswa untuk menulis, dengan pemberian tugas untuk menulis kembali buku yang telah dibaca
dalam bentuk resume buku atau resensi buku;
9. Writing Award, merupakan kegiatan yang dirancang untuk memberikan penghargaan
kemampuan menulis bagi siswa terhadap buku yang dibaca baik bersakala tingkat masing
masing sekolah, kabupaten/kota maupun tingkat provinsi, hal ini bertujuan agar meransang
siswa untuk bisa menulis;
[Link] Aksi Lainnya, program aksi/kegiatan lainnya dapat dirancang secara khusus dalam
upaya membudayakan minat baca dan meningkatkan kemampuan menulis siswa sesuai dengan
sasaran dan harapan yang diinginkan.

C. Sasaran
1. Sekolah Dasar/MI
2. Perpustakaan/TBM
3. Pemerintah
4. Umum (swasta, LSM, dan perorangan)

D. Pelaksanaan
Teknis Konsep Literasi (Harian, Mingguan, Bulanan, Per Semester/enam bulanan) Sekolah:

*. HARIAN

1. Membaca buku-buku fiksi dan nonfiksi 10 menit sebelum pelajaran dimulai di kelas
masing-masing
2. Menyediakan Pojok Literasi di Perpustakaan, taman, atau lokasi manapun yang nyaman di
lingkungan sekolah
3. Menjadwalkan kegiatan literasi (membaca, menulis, mendongeng, bermain drama,
menggambar, kerajinan tangan, dst) bagi setiap kelas di Pojok LIterasi
4. Membuat Majalah Dinding di perpustakaan sekolah sebagai media apresiasi karya anak
5. Mengaitkan setiap mata pelajaran dengan buku-buku yang mengandung nilai-nilai budi pekerti
luhur
6. Mengarahkan hukuman siswa (yang bolos, tawuran, tdk mengerjakan tugas, dll) dengan
menyumbang buku anak untuk sekolah
7. Membuat form observasi untuk menilai kemajuan anak dalam hal literasi

*. MINGGUAN
1) Mengadakan kuis atau perlombaan kegiatan literasi (lomba membaca, mendongeng, berpuisi,
drama cerita rakyat, menari, dst) yang menyenangkan
2) Meminta dan memotivasi anak untuk berkunjung ke Perpustakaan Daerah yang merupakan
kegiatan mingguan Perpustakaan
3) Mendorong dan mendampingi anak untuk membuat karya (mengarang, pusi, gambar, dll) untuk
dimuat di media massa
4) Melakukan Evaluasi dan Observasi terhadap pelaksanaan kegiatan literasi di akhir pecan

*. BULANAN
1. Mengadakan kegiatan kunjungan ke pusat-pusat Literasi (, museum, rumah adat, tokoh
masyarakat, dinas Pariwisata, dst)
2. Mengadakan festival literasi keluarga (misal: lomba membaca atau bermain drama antara
orang tua dan anak)
*. PER SEMESTER / ENAM BULAN
1) Memberi reward kepada siswa yang mendapatkan nilai terbaik dalam bidang literasi (reading
award dan writing award)
2) Mendorong orang tua siswa untuk menjadi penyumbang buku anak di akhir semester
MENGEMBANGKAN GERAKAN LITERASI
Nama Sekolah : SD Negeri 2 Sumberdadap
Alamat : Sumberdadap
Waktu : Tahun Pelajaran 2022/2023
NO KEGIATAN ALOKASI TOTAL TUJUAN KETERLAK
WAKTU WAKTU KEGIATAN SANAAN
PERMINGGU
1 2 3 4 5 6
Menerapkan Menumbuhkembang
15 menit Senin-Kamis
1 pemahaman lewat kan kemampuan
07.00-07.15 60 Menit Terlaksana
membaca mandiri literasi

Meningkatkan
Menulis diari
2 07.15-07.25 40 Menit kemampuan literasi Terlaksana
(catatan harian)
menulis
Meningkatkan
Pelatihan menulis Belum
3 Kondisional - kemampuan literasi
Puisi/ Guritan Terlaksana
menulis
Meningkatkan
Lomba Puisi/ Belum
4 Kondisional - kemampuan literasi
Guritan Terlaksana
membaca
Meningkatkan
Membuat resume/ 20 Menit Jum’at
5 kemampuan literasi Terlaksana
ringkasan 07.00-07.20 20 Menit
menulis
Menumbuhkan
Memajangkan hasil
6 Kondisional - kreatifitas sebagai Terlaksana
karya siswa
hasil literasi
Memberi Reward kepada Belum
7 Akhir Semester -
penghargaan siswa hasil kerja siswa Terlaksana

E. Strategi Pelaksanaan
Perpustakaan memberi training/couching khusus kepala sekolah dan pustakawan sekolah (2-3 hari)

F. Monitoring dan Evaluasi


a. Badan Perpustakaan kepada sekolah
b. Sekolah kepada murid

G. Penutup
Demikianlah rencana program Literasi ini dibuat. Semoga dapat menggambarkan kegiatan yang
dimaksud serta dapat dijadikan kerangka acuan kerja gerakan literasi di SDN 2 Sumberdadap
[Link], Kab. Tulungagung
Pucanglaban, 17 Juli 2023

Kepala Sekolah

SETIAWAN, [Link]
NIP. 19730615 200501 1 020
Dokumentasi kegiatan literasi

1. Membaca Mandiri

2. Menulis Diary

3. Membuat Ringkasan/Resume

4. Pajangan Hasil Karya Siswa

5. Pojok Baca Kelas

Anda mungkin juga menyukai