0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan1 halaman

Garis Sempadan Bangunan dan Kriteria Site

Diunggah oleh

Jefry
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan1 halaman

Garis Sempadan Bangunan dan Kriteria Site

Diunggah oleh

Jefry
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DESKRIPSI BANGUNAN Koefisien Lantai Bangunan (KLB)

Koefisien Lantai Bangunan (KLB):


kawasan bangunan yang bertingkat atau satu lantai diarahkan pada lahan yang mempunyai daya
PERATURAN PEMERINTAH dukung lahan, kemampuan dan kesesuaian lahan yang kurang baik seperti kepadatan penduduk dan nilai
ekonomis lahan relatif rendah
Kriteria & building code kawasan bangunan berlantai dua atau lebih diarahkan pada lahan yang daya dukung, kemampuan
pemilihan site dan kesesuaian lahan yang cukup tiggi, serta kepadatan penduduk sedang, nilai ekonomis lahan yang
cukup tinggi , dan berada pada bagian kawasan sekitar pusat pelayanan kegiatan.

· berada pada zona yang sesuai dengan rencana dasar Tata ruang wilayah
(RT/RW).
· Mudah dicapai dan ditinjau dari segi jarak, kondisi pencapaian maupun UNIVERSITAS SAINS DAN
transportasi. TEKNOLOGI JAYAPURA
· Terletak di pusat area yang aman baik dari lalu lintas, kebisingan, sumber FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN
bau seperti tempat pembuangan sampah, pengelolaan limbah berbahaya, Koefisien Dasar Bangunan (KDB) PERENCANAAN
jalur listrik bertegangan tinggi maupun bencana alam. kepadatan bangunan ditentukan berdasarkan angka koefisien dasar bangunan (KDB) yang PRODI ARSITEKTUR
· Memiliki utilitas lingkungan yang baik, seperti saluran air bersih, listrik besarnya sebagai berikut:
teganga menengah dan juga jaringan telepon. perumahan kepadatan tinggi maksimum sebesar 70%
· memiliki persyratan teknis membangun, yaitu: perumahan kepadatan rendah maksimum sebesar 40%
Topografi : Bentuk kontur sedapat mungkin 0-15% perumahan kepadatan sedang maksimum sebesar 60% MATA KULIAH
Hidrologi : Memiliki sumber air bersih Fasilitas pelayanan sosial dan umum maksimum sebesar 60%
Tanah : Memiliki kemampuan daya dukung, kestabilan, kedalaman fasilitas perkantoran maksimum sebesar 60% STUDIO PERANCANGGAN
permukaan, sifat khas drainase, kesamaan, kesuburan, dan fasilitas perdagangan dan jasa komersial maksimum sebesar 70% ARSITEKTUR V
kepekaan terhadap erosi pariwisata, rekreasi dan budaya maksimum sebesar 20%
Iklim : harus mempertimbangkan suhu, Curah Hujan, Angin dan Industri yang tidak menimbulkan pencemaran, maksimum sebesar 30%
matahari. Terminal maksimum sebesar 30%
Parkir umum maksimum sebesar 90%
DOSEN PENGAMPU

[Link]

Garis Sempadan Bangunan (GSB)


DOSEN PEMBIMBING
Penetapan garis sempadan bangunan di wilayah
perencanaan mempertimbangkan fungsi jaringan jalan, dan
fungsi kegiatannya. Rencana besaran Garis Sempadan
Bangunan (GSB) disamping ditentukan berdasarkan lebar
ruang milik jalan (Jeruk Nipis Kota Raja), juga ditetapkan
berdasarkan fungsi jaringan jalan dan fungsi kawasan yang
dilaluinya. adapun klasifikasi besaran GSB yang direncanakan JUDUL PROJECT
tersebut dapat diuraikan sebagai berikut
1. jalan arteri primer, dengan GSB minimum 12 m
COMENTION CENTRE
2. Jalan Arteri sekunder, dengan GSB minimum 10 m STADION
3. jalan Kolektor, dengan GSB minimum 6 m
4. jalan lokal/lingkungan, dengan GSB minimum 4 m
5. jalan setapak, Lorong Keluarga dan Gang Buntu
DIGAMBAR OLEH
minimum 2 m
YUMIRON WANIMBO
NPM : 18 121 028

JUDUL GAMBAR

KONSEP

SKALA 1 : 100

Anda mungkin juga menyukai