TUGAS “6 Type Physical Control”
Masing-masing 6 Type untuk mencapai Tujuan Internal Control
dan Sebaliknya Dalam Manual System & Full Computerized
Oleh:
MARDANI SUPRANATA
2327000061
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT KEUANGAN PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA
(ASIAN BANKING FINANCE AND INFORMATICS INSTITUTE)
PERBANAS
2024
6 Type Physical Control:
1. Autorisasi Transaksi untuk menjaga integritas dan keakuratan data akuntansi serta mencegah
terjadinya kesalahan atau penyalagunaan wewenang serta perlu otorisasi yang berlapis sampai direksi
jika ada transaksi yang besar.
Hubungan dengan internal control dengan autorisasi transaksi:
Dengan adanya autorisasi maka setiap transaksi dilakukan telah melalui persetujuan yang sah dan
dapat dipertanggungjawabkan.
o Kepatuhan terhadap peraturan: dengan memastikan Perusahaan mematuhi semua peraturan
yang berlaku
o Efektifitas dan efisiensi operasi: memastikan operasi bisnis berjalan secara efektif dan efisien.
o Keandalan dalam pelaporan keuangan: memastikan bahwa laporan keuangan yang dihasilkan
akurat dan diandalkan untuk kepentingan manjemen.
Tujuan Otorisasi transaksi dalam konteks internal control:
o Mencegah penyalagunaan; membatasi akses sumber daya Perusahaan hanya untuk orang
yang berwenang, sehingga dapat menimalisir resiko penyalahgunaan wewenang seperti
pencurian atau penggelapan.
o Mendorong kepatuhan terhadap kebijakan; memastikan bahwa semua transaksi dilakukan
sesuai dengan kebijakan Perusahaan yang telah ditetapkan.
o Meningkatkan efisensi; memudahan dalam melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap
kinerja karyawan.
o Mencegah kesalahan; memastikan bahwa semua transaski dicatat dengan akurat dan benar,
sehingga menghindari kesalahan dalam pencatatan yang dapat berdampak pada laporan
keuangan Perusahaan.
o Meningkatkan akurasi data: memastikan bahwa data yang dimasukan kedalam system
akuntansi adalah data yang valid dan data diandalkan.
Sebaliknya jika Internal control dalam otorisasi transakasi;
Untuk menjaga integritas dan keamanan data, serta memastikan semua transaksi yang dilakukan
sesuai dengan kebijakan Perusahaan, dengan menerapkan pengendalian yang efektif Perusahaan
dapat mengurangi risiko kesalahan, penyalahgunaan dan kerugian finansial.
Perbedaaan otorisasi transaksi dalam system manual dan full computerized;
Sistem manual;
o Otorasasi biasanya dilakukan dengan tandatangan atau paraf pada dokumen fisik.
o Prosesnya lebih lambat dan rentan terhadap kesalahan manusia.
o Dokumen fisik perlu disimpan dengan baik untuk keperluan audit.
Sistem full computerized;
o Prosesnya lebih cepat dan efisien.
o Jejak audit dapat disimpan digital sehingga mudah dilacak Ketika dalam proses pengauditan.
o Otorisasi dilakukan secara elektronik melalui system informasi.
o Resiko kesalahan manusia dapat diminimalkan dengan adanya control akses & validasi data.
2. Pemisahaan Kekuasaan (segregation of duties) minimal memiliki 4 segregration yaitu memegang,
mencatat, mengotorisasi serta mengajukan.
Authorization-Menyetujui transaksi dan keputusan. Recording-Menyiapkan dokumen sumber;
memasukkan data ke dalam sistem online; memelihara jurnal, buku besar, files atau databases;
menyiapkan rekonsiliasi; dan menyiapkan laporan kinerja. Custody-Mengatur kas, peralatan,
persediaan, atau aset tetap;menerima customer check yang datang; dan menulis check padabuku akun
perusahaan
Hubungan dengan internal control dengan pemisahaan kekuasaan;
Dengan memisahkan tugas-tugas yang saling berhubungan akan lebih sulit bagi sesorang untuk
melakukan Tindakan yang sah atau melakukan kesalahan.
Tujuan pemisahaan kekuasaan dalam konteks internal control:
• Meningkatan efisensi; mengoptimalkan sumber daya (dengan pembagian tugas yang yang
jelas, setiap induvidu dapat bekerja lebih efisien sesuai dengan keahliannya), meminimalkan
waktu proses (proses bisnis dapat berjalan dengan lancar karena tidak adanya timpang tindih
dalam tugas pekerjaan).
• Mencegah kecurangan; menghindari konflik kepentingan (dengan memisahkan tugas yang
saling terkait, seorang induvidu tidak dapat dengan mudah melakukan Tindakan yang
merugikan Perusahaan), mengikatkan pengawasan (pemisahan tugas memungkinkan adanya
pengawasan silang antar induvidu).
• Meningkatkan akurasi & keandalan data; meningkatkan kualitas data (setiap tugas yang
dilakukan akan lebih terfokus sehingga menghasilkan data yang lebih akurat dan dapat
diandalkan), meminimalkan kesalahan (dengan membagi tugas, kesalahaan yang mungkin
terjadi akibat 1 orang dapat terdeteksi oleh orang lain.
Sebaliknya jika Internal control dalam pemisahaan kekuasaan;
Untuk mencegah terjadinya konflik kepentingan, meminalisir resiko kesalahan dan mencegah
terjadinya kecurangan dalam suatu proses bisnis, dalam konteks ini pemisahaan kekuasaan memiliki
peran yang sangat krusial untuk menjaga integritas dan keamanan data serta meningkatkan kualitas
informasi akuntansi.
Perbedaaan pemisahaan kekuasaan dalam system manual dan full computerized;
Sistem manual;
• Rotasi tugas (secara berkala, tugas-tugas dapat dirotasikan untuk mencegah terjadinya
rutinitas yang dapat memicu kecurangan).
• Pemisahan tugas antara pencatatan,otorisasi & penyimpanan (ex: satu orang mencatat
transaksi, orang lain mengotorisasi transaksi & orang yang berbeda lagi menyimpan
dokumen).
Sistem full computerized;
• Pemisahaan tugas (fungsi seperti input data, pemprosessan data dan output data dipisahkan.
• Penggunaan password (password yang kuat dan unik untuk setiap pengunaan membantu
menjaga keamanan system)
• Pemberiaan hak akses (setiap pengguna hanya diberikan hak akses yang sesuai dengan tugas
pekerjaannya)
3. Supervisi mengawasi kinerja karyawan agar efisien dalam bekerja dan taat akan aturan yang berlaku
diperusahaan.
Hubungan dengan internal control dengan supervisi:
Dapat memudahkan tugas supervisi baik dari standarisasi produk, dokumentasi dan pemisahan tugas.
Tujuan Supervisi dalam konteks internal control:
✓ Meningkatkan kualitas laporan keuangan; memastikan akuransi laporan (melalui supervise,
dapat dipastikan bahwa laporan keuangan yang dihasilkan sudah akurat dan bisa diandalkan,
meningkatkan kepercayaan pengguna (laporan keuangan yang berkualitas akan meningkatkan
kepercayaan penguna baik investor, kreditur dan manajemen).
✓ Memastikan efisiensi; memastikan kepatuhan terhadap prosedur (dengan supervise,
karyawan akan lebih termotivasi untuk mengikuti prosedur yang telah ditetapkan),
mengoptimalkan sumber daya manusia (supervisor dapat mengidentifikasi area yang perlu
perbaikan untuk meningkatkan efisensi kerja).
✓ Mencegah penyalahgunaan; menjaga integritas (dengan supervise resiko dalam memanipulasi
data dapat diminimalkan), mendeteksi Tindakan yang mencurigakan (supervisor dapat
mendeteksi aktifitas yang tidak wajar dari prosedur yang telah ditetapkan).
✓ Mencegah kesalahan dan ketidakakuratan; memastikan data akurat (sepervisi membantu
memastikan bahwa data yang dimasukan kedalam system sudah benar & valid), memastikan
kesalahan lebih awal (melalui supervise, kesalahan pencatatan atau perhitungan dapat
ditemukan dan diperbaiki sebelum berdampak luas).
Sebaliknya jika Internal control dalam supervisi;
Dengan melakukan supervise yang yang efektif, Perusahaan dapat memastikan bahwa system
informasi akuntansi berjalan dengan baik sehingga menghasilkan informasi yang akurat dan dapat
diandalkan.
Perbedaaan supervise dalam system manual dan full computerized;
Sistem manual;
✓ Pemeriksaan dokumen; supervisor memeriksa dokumen fisik untuk memastikan kebenaran
data.
✓ Pengawasan langsung; supervisor dapat melaksanakan pengawasan secara langsung terhadap
aktifitas karyawan.
Sistem full computerized;
✓ Analisis laporan; supervisor menganalisis laporan yang yang dihasilkan oleh system untuk
mengidentifikasi potensi masalah.
✓ Monitoring aktivitas pengguna; supervisor dapat memantau aktivitas pengguna system untuk
mendeteksi Tindakan yang mencurigakan.
✓ Pengawasan tidak langsung; supervisor melakukan pengawasan melalui system informasi.
4. Accounting record tidak boleh transaksi dilakukan secara verbal.
Hubungan dengan internal control dengan accounting record:
❖ Memastikan kualitas informasi dalam accounting record memberikan informasi yang relevan
akurat dan dapat diandalkan.
❖ Mendukung pelaksanaan internal control; membandingkan catatan akuntansi dengan
dokumen pendukung agar dapat menverifikasi apakah transaksi tersebut telah sesuai dengan
yang telah ditetapkan.
Tujuan Accounting record dalam konteks internal control:
❖ Meningkatkan efisiensi operasi; memastikan proses bisnis berjalan dengan lanjar dan efektif
❖ Mencegah dan mendeteksi fraud; memastikan data yang dicatat akurat dan bebas dari
manipulasi.
❖ Melindungi asset Perusahaan; menjaga asset dari kehilangan, penyalahgunaan atau
kerusakan.
Sebaliknya jika Internal control dalam accounting record;
Untuk melindungi asset keuangan, memastikan keakuratan data keuangan dan meningkatkan efisiensi
dan efektifitas operasi
Perbedaaan Accounting record dalam system manual dan full computerized;
Sistem manual;
❖ Kelebihan: mudah diaudit secara manual serta fleksibilitas tinggi.
❖ Kekurangan; rentan terhadap kesalahan manusia, efisensi rendah dan sulit melacak data.
Sistem full computerized;
❖ Kelebihan; akuransi tinggi, fasilitas pelaporan dengan baik serta kemampuan untuk
memproses data dalam jumlah besar.
❖ Kekurangan; resiko kehilangan data jika tidak ada backup yang baik, rentan terhadap kesalahan
system & membutuhkan investasi besar.
5. Control Akses pembatasan berlapis agar tidak semua pihak dapat mengakses data.
Hubungan dengan internal control dengan Control Akses:
Untuk mencegah terjadinya risiko seperti pencurian data, kecurangan dan ganguan operasional.
Tujuan Control Akses dalam konteks internal control:
➢ Meningkatkan akuntibilitas; melacak aktivitas pengguna (setiap akses penguna dapat dilacak
sehingga dapat diketahui siapa yang melakukan perubahan data), memudahkan audit (control
akses dapat digunakan untuk melakukan audit terhadap system)
➢ Menjaga integritas; mencegah penghapusan data yang tidak disengaja atau disengaja,
mencegah memodifikasi data yang tidak sah (hanya pengguna yang berwenang dalam
mengubah data system)
➢ Mencegah penyalahgunaan system; membatasi akses-akses fungsi yang sensitive (yang
berkaitan dengan transaksi keuangan seperti pembayaran/jurnal)
Sebaliknya jika Internal control dalam Control Akses;
Menjaga keamanan dan integritas data organisasi dengan menerapkan control akses yang efektif,
menimalisir resiko kebocoran data, serangan siber & kerugian finansial.
Perbedaaan Control Akses dalam system manual dan full computerized;
Sistem manual;
➢ Pembatasan fisik; lemari besi, kunci dan ruangan penyimpanan yang terkunci untuk
mengamankan dokumen
➢ Pemisahan tugas; membagi tugas antara orang yang mengotorisasi, mencatat dan menyimpan
dokumen
➢ Otorisasi; tanda tangan atau paraf pada dokumen sebagai bukti otorisasi
Sistem full computerized;
➢ Hak akses; hak akses setiap pengguna dibatasi sesuai dengan kebutuhan tugasnya.
➢ Firewall; melindungi system dari luar
➢ Log audit; merekam semua aktivitas penguna dalam system
➢ Username & password; setiap pengguna harus memiliki indentitas yang unik untuk masuk
kedalam system
➢ Enkripsi data; data sensitive dienkripsi untuk melindungi kerahasiannya.
6. Independent Verification dengan memberikan konfirmasi catatan dengan fisik dan sebaliknya agar
dapat mendeteksi errors dan misrepresentation.
Hubungan dengan internal control dengan Independent verification:
Untuk memastikan bahwa internal control yang diterapkan berjalan sesuai dengan yang direncanakan
dan efektif dalam mencegah kesalahan dan kecurangan.
Tujuan Independent Verification dalam konteks internal control:
Meningkatkan kepercayaan pengguna; (meningkatkan kepercayaan investor, kreditur dan
pihak eksternal lainnya terhadap Perusahaan), memberikan jaminan kepada pengguna
informasi akuntansi bahwa informasi yang disajikan akurat dan dapat diandalkan).
Mengevaluasi efektivitas pengendalian internal; mengidentifikasi kelemahan dalam system
pengendalian internal, memeriksa apakah system yang telah dirancang sudah cukup untuk
mencegah terjadinya kesalahan/kecurangan.
Memeriksa keakuratan & kelengkapan informasi; membandingkan data yang ada dalam
system dengan dokumen pendukung, memeriksa data apakah data yang dihasilkan sudah
lengkap.
Sebaliknya jika Internal control dalam Independent Verification;
Terus menerus diuji dan diperbaiki agar internal control berfungsi dengan baik & efektif.
Perbedaaan Independent Verification dalam system manual dan full computerized;
Sistem manual;
Focus pada pengendalian fisik, pemisahan tugas dan otorisasi.
Memeriksa fisik dokumen, perhitungan manual serta wawancara dengan PIC yang terlibat.
Sistem full computerized;
Verifikasi independent melibatkan pemeriksaan pemprograman aplikasi, akses data &
prosedut pengolahan data
DAFTAR PUSTAKA
Journal: STUDI ATAS PENENTUAN RUANG LINGKUP PENGUJIAN SUBSTANTIF
BERDASARKAN EVALUASI PENGENDALIANUMUM DAN APLIKASI (Kasus Siklus
Penjualan Voucher Telepon Pada CV S)
Journal: EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN DAN
PENGELUARAN KAS UNTUK MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERNAL (STUDI
KASUS PADA [Link] BARU MALANTI SURABAYA)
Journal: PENGENDALIAN INTERNAL DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Heru Maruta
[Link]
pengendalian-internal/
[Link]
[Link]
resources/fundamentals-exams-study-resources/f1/technical-articles/internal-
[Link]
[Link]