0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan5 halaman

Mind Mapping: Teknik Pembelajaran Efektif

mind mapping

Diunggah oleh

Indri Shiners
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan5 halaman

Mind Mapping: Teknik Pembelajaran Efektif

mind mapping

Diunggah oleh

Indri Shiners
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mind Mapping Sebagai Model Pembelajaran

Mind Mapping merupakan salah satu konsep belajar yang paling revolusioner di
dunia pendidikan. Dalam sejarah mencatat ada beberapa ahli yang berperan
penting dalam perkembangan Mind Mapping.

Beberapa ahli tersebut menurut Swadarma (2013: 5) adalah: Poephyry dari Tyre
(234-305 M), seorang filusuf neoplatonist abad ketiga, memodifikasi konsep
pengelompokan data Aristoteles menjadi model mapping sederhana dalam bentuk
jari lingkaran. Selama berabad-abad digunakan oleh banyak orang untuk
menganalisis dan memberikan solusi atas berbagai macam permasalahan.

Llull (1235-1315 M) seorang cendikiawan abad pertengahan Eropa


mengembangkan konsep mapping berupa “Disc Lullian” dengan subjek berada di
tengah lingkaran. Collins dan Quillian (1950-an), keduanya mengembangkan
Mind Mapping diterapkan di dunia pendidikan atas konstibusinya keduanya
dijuluki “Bapak Mind Mapping Modern”.

Konsep Mind Mapping asal mulanya diperkenalkan oleh Tony Buzan tahun 1970-
an. Teknik ini dikenal juga dengan nama Radiant Thinking. Sebuah mind map
memiliki sebuah ide atau kata sentral, dan ada 5 sampai 10 ide lain yang keluar
dari ide sentral tersebut. Mind Mapping sangat efektif bila digunakan untuk
memunculkan ide terpendam yang kita miliki dan membuat asosiasi di antara ide
tersebut. Mind Mapping juga berguna untuk mengorganisasikan informasi yang
dimiliki. Bentuk diagramnya yang seperti diagram pohon dan percabangannya
memudahkan untuk mereferensikan satu informasi kepada informasi yang lain.
Mind mapping merupakan tehnik penyusunan catatan demi membantu siswa
menggunakan seluruh potensi otak agar optimum. Caranya, menggabungkan kerja
otak bagian kiri dan kanan. Dengan mind mapping siswa dapat meningkatkan
daya ingat hingga 78%.

Mind merupakan gagasan berbagai imajinasi. Mind merupakan suatu keadaan


yang timbul bila otak (brain) hidup da sedang bekerja (Taufik Bahaudin, 1999:
53). Lebih lanjut Bobbi deporter dan Hernacki (199: 152) menjelaskan, peta
pikiran merupakan teknik pemanfaatan keseluruhan otak dengan menggunakan
citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk suatu kesan yang lebih
dalam.

Menurut Svantesson (2004:1) mind mapping atau peta pikiran adalah suatu teknik
pembuatan catatan-catatan yang dapat digunakan pada situasi, kondisi tertentu
seperti dalam pembuatan perencanaan, penyelesaian masalah, membuat ringkasan,
membuat struktur, pengumpulan ide-ide, untuk membuat catatan, kuliah, rapat,
debat dan wawancara.

Mind mapping (peta pikiran) ini didasarkan pada detail-detail dari suatu peta
pikiran yang mudah diingat karena mengikuti pola pemikiran otak. Rose dan
Malcom (2006:77) menambahkan strategi visual ini mempunyai beberapa ciri,
diantaranya sebagai berikut :

a) Mengingat orang melalui penglihatan, mengingat kata-kata dengan melihat


tetapi perlu waktu yang lebih lama untuk mengingat susunan atau urutan abjad
jika tidak disebutkan awalnya.

b) Kalau memberi atau menerima penjelasan arah lebih suka memakai peta atau
gambar.

c) Aktivitas reatif : menulis, menggambar, melukis, merancang.

d) Mempunyai ingatan visual yang bagus, dimana ketika kita ingat saat
meninggalkan sesuatu dalam beberapa hari yang lalu.

Shoimin (2014: 105) mengemukakan pengertian peta pikiran atau Mind Mapping
bahwa: Pemetaan pikiran adalah teknik pemanfaatan seluruh otak dengan
menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan.
Otak sering kali mengingat informasi dalam bentuk gambar, simbol, suara,
bentuk-bentuk, dan perasaan. Peta ini dapat membangkitkan ide-ide orisinil dan
memicu ingatan yang mudah lebih mudah daripada metode pencatatan tradisional
karena ia mengaktifkan kedua belahan otak. Cara ini menyenangkan,
menenangkan, kreatif.

Dalam Hanafiah dan Suhana (2009: 45) Mind Mapping merupakan suatu model
pembelajaran yang sangat baik digunakan untuk mengetahui pengetahuan awal
peserta didik atau menemukan alternatif jawaban peserta didik.

Adapun langkah-langkah pembelajaran dalam model pembelajaran Mind Mapping


(Hanafiah, 2009:46) adalah sebagai berikut: (1) Guru menyampaikan kompetensi
yang akan dicapai, (2) Guru mengemukakan permasalahan yang akan ditanggapi
peserta didik, (3) Membentuk kelompok yang anggotanya 2 sampai 3 orang, (4)
Setiap kelompok menginventarisasi dan mencatat alternatif jawaban hasil diskusi,
(5) Setiap kelompok secara acak atau kelompok tertentu membacakan hasil 16
diskusinya dan guru mencatat di papan dan menggelompokkan sesuai kebutuhan
dan (6) Dari data di papan tulis, peserta didik diminta membuat kesimpulan atau
guru memberikan bandingan sesuai dengan konsep yangdisedikan oleh guru.

Langkah-langkah model pembelajaran Mind Mapping (dalam Asmani, 2011: 44-


45) adalah di antaranya, guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, guru
mengemukakan konsep atau permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa dan
sebaiknya pertanyaan yang mempunyai alternatif jawaban, membentuk kelompok
yang masing-masing kelompok beranggotakan dua sampai tiga orang, tiap
kelompok menginventarisasi atau mencatat alternatif jawaban hasil diskusi, tiap
kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membacakan hasil diskusinya
sementara guru mencatat di papan tulis dan mengelompokkan sesuai kebutuhan
guru, dari data-data di papan tulis, siswa diminta membuat kesimpulan atau guru
memberi perbandingan sesuai konsep yang disediakan guru.

Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Mind Map (peta pikiran) adalah
model yang dirancang untuk membantu siswa dalam proses belajar, menyimpan
informasi berupa materi pelajaran yang diterima oleh siswa pada saat
pembelajaran, dan membantu siswa menyusun inti-inti yang penting dari materi
pelajaran ke dalam bentuk peta, grafik maupun penggunaan simbol sehingga
siswa lebih mudah mengingat pelajaran tersebut. Melalui model pembelajaran
Mind Mapping, siswa tidak lagi dituntut untuk selalu mecatat tulisan yang ada di
papan tulis atau yang didiktekan oleh guru secara keseluruhan. Siswa akan
mengetahui inti masalah, kemudian membuat peta pikirannya masing-masing
sesuai dengan kreativitas mereka.

Buzan, Tony. 2008. Buku Pintar Mind Map. Jakarta: PT. Gramedia Pusaka
Utama.

Shoimin, Aris. 2014. Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013.


Jakarta: Ar-Ruzz Media.

Swadarma, Doni. 2013. Penerapan Mind Mapping dalam Kurikulum


Pembelajaran. Jakarta: PT. Elex Media Kompetindo.

Mind Mapping sebagai metode pembelajaran

Mind mapping berasal dari kata “mind” yang artinya pikiran dan dan “mapping”
yang artinya membuat peta. Sehingga mind mapping juga bisa diartikan pemetaan
pikiran. Mind mapping sebenarnya sudah dikenal sejak dahulu.“Your Brain Is
Like A Sleeping Giant!” begitulah ungkapan yang dikemukakan oleh Tony
Buzan, seorang pakar pengembangang otak, kreativitas, pendidikan, dan – tentu
saja – penemu mind mapping. Ia menyadari bahwa permasalahan belajar yang
dihadapi setiap siswa pada dasarnya adalah bersumber dari tidak adanya pengguna
kedua belah otak secara sinergis. Karena Tony Buzan pernah mengalaminya
sendiri saat masih kecil. Menyadari bahwa ia telah mengalami kesulitan belajar
maka Tony Buzan melakukan banyak penelitian. Melalui penelitian yang
dilakukannya Tony Buzan mengetahui pentingnya menggunakan potensi otak
kanan dan otak kiri secara seimbang. Kemudian ia mulai berfikir tentang belajar
yang sesuai dengan cara kerja alami otak. Akhirnya terbentuklah sebuah suatu alat
sederhana yang mencerminkan kreativitas serta kecemerlangan alamiah proses
berpikir kita. Saat itulah mind map pertama muncul. Menurut Tony Buzan dalam
bukunya mind map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah
akan “memetakan” pikiran-pikiran. Mind map adalah suatu teknik grafis yang
memungkinkan kita untuk mengeksplorasi seluruh kemampuan otak kita untuk
keperluan berfikir dan belajar.

Menurut Imaduddin dan Utomo (2012) bahwa penggunaan metode Mind


mapping mendorong siswa untuk terbiasa membaca sekilas secara
keseluruhan kemudian mencari hal-hal yang penting dengan menuliskan kata
kunci dari teks yang dibacanya, siswa mulai terbiasa melengkapinya dengan
gambar atau simbol untuk memudahkan pemahaman dari benda atau
keadaan-keadaan yang nyata.

Buzan, Tony. 2008. Buku Pintar Mind Map. Jakarta: PT. Gramedia Pusaka
Utama.

Model pembelajaran kooperatif tipe Mind mapping

Agus Gerald Senduk, (2003:[Link]) mengemukakan belajar kooperatif tipe


Mind Maping merupakan pendekatan pembelajaran melalui kelompok kecil siswa
untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan
belajar.

Hisyam Zaini (2000:[Link]) model pembelajaran kooperatif tipe Mind


Maping adalah hasil belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima
berbagai keragaman dari temannya, serta berkembangnya keterampilan sosial.

Kesimpulan

Menurut saya, mind mapping dapat digunakan sebagai model dan bisa juga
sebagai metode. Tergantung penggunaannya, Jikalau digunakan sebagai model
ada sintak atau langkah-langkah pembelajarannya. Kalau digunakan sebagai
metode hanya digunakan dalam membantu proses pencatatan saja.

Anda mungkin juga menyukai