RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
FORMAT KLASIKAL /
NONKLASIKALTERJADWAL
I. IDENTITAS
A. Satuan Pendidikan : SMK Al-Fathiyah
B. Tahun Ajaran : 2022/2023 Semester 1
C. Sasaran Pelayanan : Siswa Kelas X ( 10 )
D. Pelaksana : Zahrah Nanda A
E. Pihak Terkait
II. WAKTU DAN TEMPAT
A. Tanggal : 03 April 2023
B. Jam Pembelajaran/Pelayanan : 1 x 1 pertemuan
C. Volume Waktu (JP) : 30 Menit
D. Spesifikasi Tempat Belajar : Ruang Kelas
III. MATERI PEMBELAJARAN
A. Tema/Subtema : 1. Stop Bullying
2. Memahami tentang bullying
B. Sumber Materi : [Link]
IV. TUJUAN/ARAH PENGEMBANGAN
A. Pengembangan KES : Peserta didik/konseli mampu memahami tentang bullying, bahaya prilaku
bullying, sebab dan dampak bullying serta berani cara melawan tindakan bullying baik secara verbal
B. Pengembangan KES-T : Memahami Pengertian bullying, memahami sebab- sebab dan
dampak negative bullying, Memahami cara mencegah dan melawan bullying
C. Tujuan Layanan : 1) Peserta didik dapat Memahami pengertian bullying
2) Peserta didik dapat Memaknai sebab-sebab dan
dampak dari negative bullying
3) Peserta didik dapat Membedakan baik buruknya dari
perilaku bullying
V. MODEL/PENDEKATAN : Learning Start With A Question ( LSQ ) Dan Projet Besed Learning ( PJBL)
VI. FUNGSI LAYANAN : Pemahaman
VII. SARANA
a. Media dan Perlengkapan : Infocus,sound system, Leptop,Lembar Kerja Siswa ( LKS ) Dan Lembar
Instrumen penilaian .
b. Sumber Kepustakaan : 1) Slamet, dkk 2016, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling
untuk SMP-MTs kelas 8, Yogyakarta, Paramitra Publishing
2) Triyono, Mastur, 2014, Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan
Konseling bidang sosial, Yogyakarta, Paramitra
3) Hutagalung, Ronal. 2015. Ternyata Berprestasi ItuMudah. Jakarta:
PT Gramedia Pustaka Utama
VIII. SASARAN PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN / PELAYANAN
Diperolehnya hal-hal baru oleh siswa terkait KES (Kehidupan Efektif Sehari-hari) dengan
unsur-unsur AKURS (Acuan, Kompetensi, Usaha, Rasa, Sungguh-sungguh).
A. KES
1. Acuan ( A ) : pemahaman tentang berbagai perilaku bullying dan dampak negative nya seperti
apa serta upaya menghindari dampak tersebut
2. Kompetensi ( K ) : mampu membentengi diri dari dampak negative perilaku bullying
3. Usaha ( U ) : berusaha agar tidak terjerumus dari HAL perilaku bullying
4. Rasa ( R ) : merasa seneng karena telah mengetahui dan memahami dampak perilaku bullying
dan membentengi diri dari bullying
5. Sungguh-sungguh ( S ) : Kesungguhan dalam menyikapi p e r i l a k u b u l l y i n g
B. KES-T yaitu terhindarkannya kehidupan efektif sehari-hari yang terganggu, dalam hal :
1. Terhindar dari perilaku bullying
C. Ridho Tuhan, Bersyukur, Ikhlas dan Tabah
Memohon ridho Tuhan Yang Maha Esa untuk suksesnya proses pembelajaran
mengenai Stop Bullying
IX. LANGKAH KEGIATAN
1. Tahap Awal/Pendahuluan
a. Pertanyaan Tujuan 1. Guru BK/Konselor membuka dengan salam dan berdoa
2. Membina hubungan baik dengan peserta didik
(menanyakan kabar, pelajaran sebelumnya, ice
breaking)
3. Menyampaikan tujuan-tujuankhusus yang akan
dicapai
b. Penjelasan tentang Langkah-langkah kegiatan 1. Memberikan langkah-langkah kegiatan, tugas dan tanggung
jawab peserta didik
2. Kontrak layanan (kesepakatan layanan), hari ini kita akan
melakukan kegiatan selama 1 jam pelayanan, kita sepakat
akanmelakukan dengan baik
[Link] Kegiatan ( Konsolidasi ) Guru BK/Konselor memberikan penejelasan tentang topik yang
akan dibicarakan
d. Tahap Peraliha ( Transisi ) Guru BK/Konselor menanyakan kesiapan pesertadidik
melaksanakan kegiatan dan memulai ketahap inti
2. Tahap Inti
a. Kegiatan Pesertadidik 1. Mengamati tayangan video
[Link] (tulisan, gambar, video)
2. Melakukan Brainstorming/curah pendapat
3. Mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
4. Setiap kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian
kelompok lain menanggapinya, dan seterusnya
bergantian sampai selesai.
b. Kegiatan Guru BK/Konselor 1. Menayangkan media yang berhubungan dengan
materi layanan
2. Mengajak peserta didik untuk brainstorming/curah pendapat
3. Membagi kelas menjadi beberapa kelompok (6 kelompok)
4. Memberitugas (untuk diskusi kelompok)
5. Menjelaskan cara mengerjakan tugas
6. Mengevaluasi hasil diskusi peserta didik
7. Membuat catatan-catatan observasi selama proses layanan
3. Tahap Penutup 1. Peserta didik menyimpulkan hasil kegiatan
2. Peserta didik merefleksi kegiatan dengan mengungkapkan
kemanfaatan dan kebermaknaan kegiatan secara lisan
3. Guru BKmemberipenguatandanrencanatindaklanjut
Guru BKmenutup kegiatan layanan dengan mengajak
pesertadidik bersyukur/berdoa dan mengakhiri dengan
salam
X. PENILAIAN
1. PENILAIAN HASIL
Di akhir proses pembelajaran / pelayanan siswa diminta merefleksikan (secara lisan dan atau
tertulis) apa yang mereka peroleh dengan pola BMB3 dalam unsur-unsur AKURS:
a. Berfikir: Bagaimana siswa berpikir tentang perilaku yang menyimpang bullying .(Unsur
A).
b. Merasa: Bagaimana peserta didik merasa empati dengan dampak negatifnya perilaku
bullying (UnsurR).
c. Bersikap: Apa yang siswa inginkan dan hendak lakukan berkenaan dengan
dampak yang di timbulkan dari perilaku meyimpang bullying (Unsur k dan u).
d. Bertindak: Apa yang akan dilakukan siswa untuk membentengi dan menjauhkan diri dari
perilaku bullying (Unsur K dan U).
e. Bertanggung Jawab: Bagaimana siswa bersunguh-sungguh dalam menjaga perilaku agar
tidak terjerumus dalam perilaku bullying
(Unsur U dan S).
2. PENILAIAN PROSES
Melalui pengamatan dilakukan penilaian proses pembelajaran/pelayanan untuk
memperoleh gambaran tentang aktivitas siswa dan efektifitas pembelajaran/pelayanan yang
telah diselenggarakan.
3. LAPELPROG dan Tindak Lanjut
Setelah kegiatan pembelajaran atau pelayanan selesai, disusunlah Laporan Pelaksanaan
Program Layanan (LAPELPROG) yang memuat data penilaian hasil dan proses, dengan
disertai arah tindak lanjutnya.
Mengetahui, Guru BK
Kepala Sekolah
Syamsul Rizal S.H.I Zahrah Nanda Afriliani
LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Uraian materi
2. Lembar kerja siswa
3. Instrumen Penilaian
4. Media Layanan ( PPT )
Lampiran 1. Uraian Materi
STOP BULLYING
Pengertian Bulliying
Bullying adalah salah satu bentuk dari perilaku agresi dengan kekuatan dominan pada
perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan mengganggu anak lain atau
korban yang lebih lemah darinya. Victorian Departement of Education and Early Chilhood
Development mendefinisikan bullying terjadi jika seseorang atau sekelompok orang
mengganggu atau mengancam keselamatan dan kesehatan seseorang baik secara fisik
maupun psokologis, mengancam properti, reputasi atau penerimaan sosial seseorang serta
dilakukan secara berulang dan terus menerus. Terdapat beberapa jenis-jenis bullyinhg.
Bullying dapat berbentuk tindakan fisik dan verbal yang dilakukan secara langsung maupun
tidak langsung.
Barbara Coloroso (2006:47-50) membagi jenis-jenis bullying kedalam empat jenis, yaitu
sebagai berikut:
1. Bullying secara verbal; perilaku ini dapat berupa julukan nama, celaan, fitnah, kritikan
kejam, penghinaan, pernyataan-pernyataan yang bernuansa ajakan seksual atau
pelecehan seksual, terror, surat-surat yang mengintimidasi, tuduhan-tuduhan yang tidak
benar kasak-kusuk yang keji dan keliru, gosip dan sebagainya. Dari ketiga jenis bullying,
bullying dalam bentuk verbal adalah salah satu jenis yang paling mudah dilakukan dan
bullying bentuk verbal akan menjadi awal dari perilaku bullying yang lainnya serta dapat
menjadi langkah pertama menuju pada kekerasan yang lebih lanjut.
2. Bullying secara fisik; yang termasuk dalam jenis ini ialah memukuli, menendang,
menampar, mencekik, menggigit, mencakar, meludahi, dan merusak serta
menghancurkan barang-barang milik anak yang tertindas. Kendati bullying jenis ini
adalah yang paling tampak dan mudah untuk diidentifikasi, namun kejadian bullying
secara fisik tidak sebanyak bullying dalam bentuk lain. Remaja yang secara teratur
melakukan bullying dalam bentuk fisik kerap merupakan remaja yang paling bermasalah
dan cenderung akan beralih pada tindakan-tindakan kriminal yang lebih lanjut.
3. Bullying secara relasional atau sosial; adalah pelemahan harga diri korban secara
sistematis melalui pengabaian, pengucilan atau penghindaran. Perilaku ini dapat
mencakup sikap-sikap yang tersembunyi seperti pandangan yang agresif, lirikan mata,
helaan nafas, cibiran, tawa mengejek dan bahasa tubuh yang mengejek. Bullying dalam
bentuk ini cenderung perilaku bullying yang paling sulit dideteksi dari luar..
4. Bullying elektronik / cyber ; merupakan bentuk perilaku bullying yang dilakukan
pelakunya melalui sarana elektronik seperti komputer, handphone, internet, website,
chatting room, e-mail, SMS dan sebagainya. Biasanya ditujukan untuk meneror korban
dengan menggunakan tulisan, animasi, gambar dan rekaman video atau film yang
sifatnya mengintimidasi, menyakiti atau menyudutkan.
Sebab-sebab Munculnya perilaku Bullying
1. Bullying terjadi karena tradisi turun temurun dari senior
2. Keinginan untuk balas dendam karena dulu pernah mendapatkan perlakuan yang sama .
3. Perasaan ingin menunjukkan kekuasaan dan kekuatan (superior)
4. Kecewa karena orang lain tidak berperilaku sesuai dengan yang diharapkan.
5. Dorongan untuk mendapatkan kepuasan
6. Dianggap menghina atau mengganggu kelompok tertentu (gank)
Dampak negatif bullying bagi orang yang menjadi korban
1. Terganggufisiknyaseperticedera, terluka, sakit, dansebagainya’
2. Tertekanpsikisnya (kejiwaannya) sepertitakut, cemas, rasa tidaknyaman,
resah,tertekandangejalatekananpsikis lain.
3. Pergaulansosialterganggu, seperti minder, menyendiri, grogi, pendiamdantertutup.
4. Terganggu prestasi belajarnya seperti nilai jelek tidak konsentrasi
belajar, lupa mengerjakan tugas, sampai
menurunnya rangking atau tidak naik kelas.
Bagaimana Mencegah dan Melawan Bullying
Untuk mencegah agar kita tidak menjadi korban tindakan bullying anatara lain yang dapat
kita lakukan adalah:
1. Hindari membawa atau memakai barang-barang mahal atau uang yang berlebihan
2. Jangan sendirian terutama di tempat sepi
3. Hindari cari gara-gara dengan pelaku bullying
4. Jangan berada di dekat dengan oarang yang suka melakukan tindakan bullying atau
berada di sekitar mereka
5. Kenali dan perhatikan pelaku bullying
6. Jangan ikut-kutan melakukan tindakan bullying dalam bentuk apapun.
Sedangkan Untuk melawan pelaku bullying kita dapat mengambil sikap sebagai berikut:
1. Jadilah orang yang percaya diri dan tunjukan ketahanan diri bahwa kita tidak mau
mengganggu dan diganggu.
2. Bersikap tenang saat ada yang
mengganggu jangan biarkan emosi
terpancing
3. Jika melihat ada tenman yang menjadi korban, maka tolonglah korban dan laporkan
4. Lakukan perlawanan diikuti dengan berteriak, lari atau tindakan apapun sambil
mencari pertolongan
5. Catatlah tempat, orang-orang yang terlibat dan jenis gangguan yang mereka
lakukan, laporkan pada orang tua, guru atau pihak berwajib.
Lampiran 2 : Lembar Kerja Siswa
NAMA :
KELAS :
ABSEN :
1. SEBUTKAN JENIS BULLYING YANG KAMU KETAHUI DARI MATERI YANG
TELAH DISAMPAIKAN ?
2. APA YANG KALIAN LAKUKAN JIKA MELIHAT SALAH SATU TEMN KALIAN DI
PANGGIL DENGAN PANGGILAN YANG TIDAK SESUAI ?
3. APA YANG KALIAN LAKUKAN JIKA MENJADI KOBAN BULLYING ?
4. BAGAIMANA CARA KALIAN UNTUK MENGHINDARI MENJADI PELAKU
BULLYING?
Lembaran 3 : Instrumen Penilaian
NO PERTANYAAN SETUJU TIDAK
SETUJU
1. Saya merasa senang menerima materi
layanan BK tentang Bullying
2. Setelah Menerima materi layanan BK
tentang Bullying,timbul kesadaran saya
untuk memperhatikan lingkungan
supaya tidak terjadi bullying
dilingkungan kita
3. Setelah menerima materi layanan BK
tentang bullying, saya menyadari
bahwa tanpa disadari kita pernah
melakukan bullying
4. Materi layanan BK tentang
bullying,menyadarkan saya akan
pentingnya untuk tidak melakukan
bullying
5. Materi yang disampaikan membantu
untuk menentukan Langkah-langkah
dalam mengatasi jika terjadinya
bullying
Lampiran 4 : Media Layanan ( VIDIO )
[Link]