0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan3 halaman

Pentingnya ISBD dalam Pendidikan Mahasiswa

Diunggah oleh

kuntamago214
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan3 halaman

Pentingnya ISBD dalam Pendidikan Mahasiswa

Diunggah oleh

kuntamago214
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mengapa mata kuliah ISBD dianggap penting dalam kurikulum pendidikan

tinggi, terutama dalam membentuk kemampuan sosial dan


budaya mahasiswa?

Ilmu sosial dan budaya dasar atau ISBD sangat penting dipelajari nilai-
nilainya, untuk semua jenjang khususnya mahasiswa, karena dengan nilai-
nilai yang ada di dalamnya mampu membentuk kemampuan sosial dan
budaya untuk kepentingan sebagai makluk sosial yang terpelajar. ISBD
mempelajari banyak hal dalam masyarakat dengan cakupan yang luas
dalam segi sosial, nilai, norma serta interaksi antar individu dengan
individu lain maupun dengan kelompok. Dalam ISBD, banyak hal yang di
pelajari, misalnya tentang konsep budaya, keberagaman sosial dan
budaya, interaksi sosial, pembangunan masyarakat, dinamika sosial,
pendidikan dan sosialisasi, etika dan moral, hak asasi manusia, media dan
komunikasi, dan hal lain yang ada pada elemen masyarakat sehari-hari.

Mengapa mempelajari ISBD penting ? Seperti yang kita tahu, khususnya


sebagai mayarakat yang tinggal di negara Indonesia, negara yang kaya
akan keberagaman agama, ras, suku, budaya, bahasa, dan adat istiadat,
yang tentunya dengan keberagaman ini akan menjadi latar belakang
perbedaan cara pandang individu terhadap segala hal yang terjadi di
kehidupan sehari-hari.

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) mempunyai nilai-nilai yang


penghayatannya sangat bermanfaat dalam membangun kerukunan di
masyarakat antarbudaya seperti di Indonesia, beberapa nilai yang perlu
kita tahui, diantaranya :

1. Mengajarkan toleransi, sebuah sikap saling menghormati


perbedaan dalam segala hal yang ada pada masyarakat karena
keberagamannya.

2. Mengajarkan gotong royong, analoginya seperti sapu lidi, satu


batang satu lidi tidak akan membersihkan lapangan yang kotor, bisa
saja namun waktunya begitu lama dan belum tentu bersih, namun
beberapa batang dalam satu ikat sapu lidi bisa membersihkan
lapangan tersebut dalam waktu yang relatif singkat dan
lapangannya bisa sangat bersih. Begitu juga dengan gotong royong,
dengan sikap ini, masyarakat bisa bekerja sama dalam setiap
kegiatan kemasyarakatan.

3. Memahami keberagamaan, dengan beragam, tentunya banyak


sebuah perbedaan, namun memahami keberagaman akan
mendorong sikap menghargai esensi atas kekayaan sebuah
keberagaman.
4. Belajar menempatkan keadilan sosial, setiap individu dalam
sebuah negara memiliki hak asasi manusia. Belajar adil
menempatkan sesuatu pada tempatnya, yang salah disalahkan,
yang benar dibenarkan, bukan tajam kebawah tumpul keatas.

5. Penghargaan terhadap tradisi, melestarikan dan mengenalkan


kekayaan budaya yang dimiliki kepada dunia luar. Menyaring setiap
budaya luar yang masuk jika berbeda dengan nilai luhur yang
dipegang.

6. Membangun kesadaran sosial, dengan melatih sifat empati,


tanggung jawab sosial atas setiap perbuatan yang dilakukan, belajar
berpikir kritis dalam melihat isu-isu sosial, berpartisipasi pada setiap
kegiatan yang mendorong perubahan masyarakat ke arah yang
lebih baik secara aktif dan berdampak sebagai solusi meningkatkan
kualitas kehidupan masyarakat.

7. Meningkatkan pendidikan dan pengetahuan terhadap isu-isu


sosial di masyarakat yang urgensi dan penting di tangani.

Nilai-nilai tersebut diatas, adalah beberapa nilai yang keberadaannya


penting dipelajari oleh setiap individu sebagai makhluk sosial agar
kehidupan bermasyarakat selaras, rukun, saling menghargai dan punya
toleransi, sehingga perbedaan yang ada bukan dijadikan konflik untuk
melihat siapa yang lebih bagus atau lebih tinggi dalam jabatan sosialnya.

Analisis peran ISBD dalam mengembangkan kesadaran moral dan sosial


serta kontribusinya terhadap kehidupan bermasyarakat di era globalisasi

Zygmunt Bauman menjelaskan dalam Liquid Modernity dengan adanya


globalisasi yang membawa perubahan yang sangat cepat dalam setiap
aspek kehidupan, baik teknologi, ekonomi, sosial, pendidikan, atau hal
lainnya, dapat mempengaruhi identitas seseorang.

Kita sering lihat, banyak berita terjadi dari efek globalisasi, salah satunya
fenomena sosial. Dalam kajian Liquid Modernity, krisis identitas bisa saja
terjadi akibat pengaruh media luar yang budaya dan informasi di
dalamnya tidak bisa kita saring karena minim pengetahuan nilai budaya
sendiri ataupun karena akibat pengaruh lain misalnya ingin Fomo tapi
malah menjadi tren yang mengakar di sosial dan merubah identitas asli
individu sebagai masyarakat atas budayanya sendiri.

Contoh konkret dalam hal negatif, diantaranya :

Pengaruh K-Pop pada Remaja dalam Arah yang Kurang Baik

Industri K-pop saat ini begitu maju pesat dan hampir setiap negara tahu
soal K-pop ini. Bukan hanya soal genre hiburan musik, namun juga pada
hal lain, seperti pakaian, makanan, budaya atau produk lainnya begitu
tersebar di berbagai sudut di setiap negara, khususnya pada anak muda.
Memang tidak dipungkiri begitu maju perkembangan K-pop ini karena
kualitas produksi MV dan genre musik, trendy pakaian dan style make up,
atau makanan yang begitu unik dan mengunggah untuk dicoba dan
bahkan Korea Selatan yang menjadi tujuan wishlist destinasi liburan.
Namun, ada beberapa hal yang perlu di highlight dari tren ini. Sesuatu
yang berlebihan itu tidak baik, begitu juga dalam fenomena sosial ini.
Dengan menghayati nilai dalam ISBD, kita harus bisa belajar untuk
melihat cara mereka mengembangkan industri di bidang ini, bukan
dijiplak namun belajar bagaimana caranya agar negara kita pun bisa
mengenalkan industri yang sama namun dengan meletakkan budaya
yang kita miliki untuk ditonjolkan. Menghibur diri dengan musik K-pop
memang sah-sah saja, namun perlu kita tahu, bagaimana seharusnya kita
menyikapi hal ini dengan sikap kritis dan mengedepankan kalau kita
sendiri pun punya budayanya, jangan terus ikut Fomo tanpa ikut
mengenalkan nilai-nilai yang kita miliki. Ketika pemikiran ini sudah kita
analisis, lebih baik jika kita mengkolaborasikan cara mereka
mengembangkan diri di industri dengan menonjolkan budaya luhur,
budaya Indonesia.

Anda mungkin juga menyukai