Jurnal Pengabdian Masyarakat (Kesehatan), Vol. 4 No.
2 Oktober 2022
Universitas Ubudiyah Indonesia
UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA
MASYARAKAT
Promotive and Preventive Efforts to Prevent Hypertension in the Community
Chairanisa Anwar1), Soraya Lestari2), Chairul Iqbal3)
1 Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ubudiyah Indonesia
email: [Link]@[Link]
2 Fakultas Sosial Sains dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ubudiyah Indonesia
email: [Link]@[Link]
3 Prodi S1 Kesehatan Masyarakat, Universitas Ubudiyah Indonesia
email: ichairul071@[Link]
Abstrak
Hipertensi merupakan penyakit yang menjadi masalah kesehatan nasional. Angka kejadian hipertensi
cukup tinggi yang disebabkan oleh: gaya hidup yang tidak sehat. Berdasarkan Riskesdas 2018,
prevalensi hipertensi di Indonesia pada penduduk usia 18 tahun sebesar 34,1%, dimana diketahui
8,36% terdiagnosis hipertensi, 32,27% tidak rutin minum obat dan 13,33% penderita hipertensi tidak
minum obat. Berdasarkan survei di Lhoksukon Aceh Utara menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat
untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin dan kesadaran untuk meminum obat
hipertensi secara rutin bagi mereka yang telah terdiagnosis hipertensi masih rendah. Pengabdian
masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam
pencegahan hipertensi. Metode yang digunakan adalah community diagnostic untuk mengetahui
masalah utama kesehatan, dilanjutkan dengan metode konseling untuk memecahkan masalah utama.
Lokasi pengabdian masyarakat ini dilakukan di Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. KKN
dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus – 12 Agustus 2022 dengan tim 2 orang; 1 dosen dan 1
mahasiswa. Berdasarkan diagnosa masyarakat, menunjukkan bahwa Hipertensi merupakan masalah
utama di lokasi tersebut. Permasalahan lainnya adalah tingkat kepatuhan minum obat dan kebiasaan
melakukan pemeriksaan tekanan darah yang rendah secara rutin. Untuk mengatasi masalah tersebut
dilakukan intervensi berupa penyuluhan, pemeriksaan tensi, suplai darah, alat ukur tekanan darah dan
pemasangan poster pencegahan hipertensi di lokasi-lokasi strategis. Pengetahuan dan kesadaran
masyarakat dalam upaya pencegahan hipertensi dapat ditingkatkan dengan kegiatan pengabdian
masyarakat ini. Masyarakat juga antusias untuk mengecek tekanan darah secara mandiri dengan alat
yang disediakan.
Kata kunci: Pengabdian masyarakat; Diagnostik Komunitas; Hipertensi, Konseling
Abstract
Hypertension is a disease that becomes a health problem national. The incidence of hypertension cases
is quite high which is caused by: unhealthy lifestyle. Based on Riskesdas 2018, prevalence
hypertension in Indonesia in the population aged 18 years by 34.1%, which It is known that 8.36%
have been diagnosed with hypertension, 32.27% not routinely taking medication and 13.33% of
hypertensive patients did not take medication. Based on a survey in Lhoksukon Aceh Utara showed
that public awareness to carry out regular blood pressure checks and awareness to take hypertension
drugs regularly for those who have been diagnosed hypertension is still low. This community service
aims to increase public knowledge and awareness in prevention hypertension. The method used is
community diagnostics for knowing the main health problems, followed by counseling methods to solve
the main problem. This community service location carried out in Lhoksukon, North Aceh Regency.
Community service is held on 8 August - 12 August 2022 with a team of 2 people; 1 lecturer and 1
student. Based on community diagnostics, it shows that Hypertension is a major problem in these
locations. Other problems is the level of adherence to taking medication and the habit of doing
examinations blood pressure is routinely low. To solve the problem intervention was carried out in the
form of counseling, pressure checks, blood supply, blood pressure measurement equipment and poster
133
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Kesehatan), Vol. 4 No. 2 Oktober 2022
Universitas Ubudiyah Indonesia
installation prevention of hypertension in strategic locations. Public knowledge and awareness in
prevention efforts hypertension can be improved with this community service activity. People are also
enthusiastic about checking their blood pressure independently with tools provided.
Keywords: Community service; Community Diagnostics; Hypertension, Counseling
1. PENDAHULUAN penderita hipertensi di Aceh pada tahun
Penyakit Tidak Menular (PTM) salah 2019 sebanyak 283.910 orang atau
satunya hipertensi hingga saat ini masih 25%. Terdapat 4 kabupaten/kota yang
menjadi penyebab kematian utama dan cakupannya mencapai 100% yaitu
disfungsi fisik yang terjadi pada Simeulue, Aceh Jaya, Aceh Barat Daya
masyarakat di seluruh dunia (Amanda, dan Kota Banda Aceh. Aceh Utara sendiri
2018). Tekanan darah berasal dari jantung pasien hipertensi jarang melakukan
dan berperan penting pada sistem sirkulasi pemeriksaan tekanan darah secara rutin
tubuh manusia, karena berfungsi untuk dan cenderung mengabaikan tanpa
mengalirkan darah keseluruh tubuh. menjalani pengobatan yang rutin. Hal-hal
Tekanan darah di atas batas normal disebut yang dapat dilakukan sebagai upaya
dengan hipertensi, yaitu jika tekanan darah perbaikan kesehatan bukan sekadar
sistolik menunjukan lebih dari 140 mmHg memperbaiki kerusakan atau kelainan fisik,
dan diastolik 90 mmHg (Anggriani, 2016). tetapi melibatkan kompleksitas kebutuhan,
Hipertensi dapat terjadi pada berbagai motivasi, dan prioritas individu yang dapat
kelompok usia baik tua ataupun muda dan dilakukan melalui komunikasi
sebagian besar penyakit hipertensi tidak intrapersonal yang melibatkan jiwa,
menunjukkan gejala apapun (Shaumi, kemauan, kesadaran, dan pikiran
2019). Hipertensi akan menimbulkan risiko (Sudarsono, 2017). Kurangnya kesadaran
berbagai penyakit yang mempengaruhi untuk melakukan cek rutin tekanan darah
kondisi kesehatan seseorang seperti dan meminum obat hipertensi menjadi
kerusakan ginjal, serangan jantung, gagal tolak ukur bahwa kesadaran, kebutuhan
ginjal hingga stroke (Anggriani, 2016). serta motivasi masih rendah. Seperti yang
Berdasarkan Riskesdas Tahun 2018, kita ketahui hipertensi merupakan
prevalensi hipertensi di Indonesia pada peningkatan tekanan darah secara menetap.
penduduk umur ≥ 18 Tahun adalah 34,1%, Berdasarkan survey yang telah
8,36% telah didiagnosis hipertensi, 32,27% dilaksanakan masyarakat di Lhoksukon
tidak rutin minum obat dan13,33% tidak Aceh Utara menunjukkan bahwa hipertensi
minum obat. Hal tersebut menjadi salah menjadi salah satu penyakit yang paling
satu masalah kesehatan nasional yang banyak terjadi di masyarakat dan disertai
cukup tinggi (Linda, 2018). Penyakit dengan kurangnya kesadaran masyarakat
hipertensi disebabkan oleh perkembangan untuk melakukan cek rutin, khususnya
zaman yang semakin modern, yang penderita hipertensi yang telah didiagnosis
didukung oleh gaya dan pola hidup yang oleh dokter. Oleh karena itu, tujuan dari
tidak sehat, seperti masyarakat memilih pengabdian ini untuk mencari solusi agar
untuk melakukan aktivitas yang lebih masalah hipertensi di Lhoksukon Aceh
praktis, termasuk dengan pemilihan Utara dapat diatasi dengan melakukan
makanan sehari-hari (Nuraini, 2015). Pada promosi kesehatan serta pencegahan agar
umumnya, masyarakat terutama di kota- tidak menimbulkan permasalahan
kota besar cenderung memilih makanan kesehatan lainnya. Pengabdian ini juga
yang siap saji dan mempunyai kebiasaan bertujuan untuk meningkatkan
makan berlebih, kurang olahraga, merokok pengetahuan warga dengan melaksanakan
berlebihan dan kurang istirahat (Jannah, kegiatan penyuluhan yang didukung
2018). Aceh menempati urutan ke 13 dengan media poster serta memberikan
prevalensi hipertensi tertinggi yaitu sebesar motivasi kepada masyarakat untuk selalu
9,7% (Riskesdas, 2013). Berdasarkan data, melakukan cek rutin tekanan darah yang
difasilitasi sphygmomanometer digital
134
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Kesehatan), Vol. 4 No. 2 Oktober 2022
Universitas Ubudiyah Indonesia
yang disimpan ditempat strategis agar skala prioritas permasalahan kesehatan di
warga dapat cek rutin tekanan darah secara daerah tertentu. Setelah dilakukannya
mandiri kapan saja. pengambilan data kemudian dilakukan
pengolahan data menggunakan metode
analisis Urgency, Seriousness, Growth
2. METODE
(USG). Pada tahapan ini, setiap
Tahap pertama kegiatan pengabdian ini
permasalahan dinilai tingkat risiko dan
menggunakan metode community
dampaknya. Kemudian, setelah
diagnostic, yaitu kegiatan untuk menggali
mendapatkan jumlah skor maka ditentukan
permasalahan utama yang sedang dihadapi
prioritas masalahnya. Untuk menentukan
oleh komunitas berdasarkan fakta di
prioritas masalah utama dilakukan
lapangan dan untuk menyusun strategi
Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)
serta rencana tindak lanjut untuk
dengan para tokoh penting di Lhoksukon
menyelesaikan masalah tersebut. Waktu
Aceh Utara. Kegiatan ini dilakukan secara
pelaksanaan Pengabdian masyarakat ini
door to door yang dilakukan pada tanggal
dilaksanakan pada tanggal 08 Agustus – 12
10 Agustus 2022. Berdasarkan hasil
Agustus 2022 dengan tim yang terdiri dari
community diagnostic ditemukan bahwa
2 orang yaitu 1 orang dosen dan 1 orang
hipertensi sebagai permasalahan kesehatan
mahasiswa. Pengambilan data untuk
yang utama di lokasi pengabdian ini.
kegiatan community diagnostic dilakukan
pada 25 Kepala Keluarga, dengan
menyebarkan kuesioner dan melakukan
wawancara mendalam yang selanjutnya
melakukan Musyawarah Masyarakat Desa
(MMD) untuk menentukan prioritas
masalah utama dengan menggunakan
Analisis Urgency, Seriousness, Growth
(USG). Menurut Hidayati dan Istiqomah,
analisis USG merupakan metode scoring
yang digunakan dalam menyusun urutan
prioritas permasalahan kesehatan yang
harus segera untuk diselesaikan.
Permasalahan utama yang ditemukan
tersebut digunakan sebagai dasar untuk
menentukan intervensi dalam pengabdian
Gambar 1. Pengumpulan Data
masyarakat ini. Tahap kedua yaitu
intervensi atau proses pengabdian dengan
metode: a) penyuluhan melalui WhatsApp
dengan media poster dan pemberian materi
serta dilakukan pre-test dan post-test, b)
Penyediaan alat ukur tekanan darah dan
pemeriksaan tekanan darah, c) pemasangan
media promosi kesehatan berupa poster di
lokasi strategis seperti warung, toko sekitar
desa dan pos ronda.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Kegiatan community diagnostic berupa
pengambilan data dengan pengisian
kuesioner dan wawancara mendalam
dilakukan di Lhoksukon Acej Utara
Gambar 2. Musyawarah Masyarakat
Pengambilan data pada 25 Kepala
Desa di Perwakilan Masyarakat
Keluarga (KK) dilakukan pada tanggal 08-
10 Agustus 2022. Tujuan dari community
Setelah mengetahui permasalahan
diagnostic yaitu untuk menganalisis
utama yaitu penyakit hipertensi di
permasalahan kesehatan dan menentukan
135
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Kesehatan), Vol. 4 No. 2 Oktober 2022
Universitas Ubudiyah Indonesia
Lhoksukon Aceh Utara, kemudian seperti penyakit jantung koroner, trombosis
dilakukan intervensi untuk menyelesaikan serebral, stroke dan gagal ginjal kronis
masalah tersebut. Kegiatan yang dilakukan (Nursalam, 2020). Intervensi yang ketiga
berupa penyuluhan, pemeriksaan tekanan yaitu pemasangan media promosi
darah, penyedian alat tekanan darah kesehatan yaitu poster. Pemasangan
(Sphygmomanometer) serta pemasangan dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus
media komunikasi kesehatan berupa 2022. Lokasi pemasangan di masjid
poster. Kegiatan pertama yang dilakukan Baiturrahim karena sering dijadikan tempat
adalah penyuluhan, yang bertujuan untuk berkumpul, acara serta setiap hari dalam 5
meningkatkan pemahaman masyarakat waktu terdapat jamaah yang sholat di
terkait hipertensi baik itu faktor risiko masjid Baiturrahim. Lokasi kedua di pos
penyebab hipertensi, gejala dan cara ronda karena sering dijadikan tempat
pencegahannya. Kegiatan ini dilakukan berkumpul dan sering dilewati oleh
secara online karena kondisi pandemi yang masyarakat dan lokasi ketiga warung-
belum memungkinkan untuk warung di Lhoksukon Aceh Utara, lokasi
mengumpulkan orang dalam jumlah yang tersebut langsung direkomendasikan oleh
banyak. Media penyuluhan yang Ibu Kepala Desa karena warung menjadi
digunakan adalah poster dan media sosial tempat yang sering dikunjungi masyarakat.
yang digunakan untuk kegiatan penyuluhan Penyebaran media poster tidak hanya
adalah group Whatsapp (WA). Media dibagikan melalui media sosial, tetapi juga
poster dipilih karena paling mudah dan ditempelkan di tempat-tempat strategis
efisien diberikan melalui group WA. Poster seperti di toko-toko sekitar Desa, pos ronda
dibagikan ke grup lalu peserta diminta dan tempat-tempat strategis lainnya agar
untuk mengomentari, bertanya dan masyarakat dapat dengan mudah membaca
berdiskusi melalui chat WA. Kegiatan dan menjadi salah satu sumber informasi
penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 8- terkait hipertensi. Poster adalah media
12 Agustus 2022. Peserta terdiri dari orang gambar yang mengkombinasikan unsur-
dewasa laki laki, perempuan dan remaja unsur visual seperti garis, gambar dan kata-
dengan total peserta 82 orang. Selama kata untuk dapat menarik perhatian dan
proses pelaksanaan sharing pengetahuan mengkomunikasikan pesan secara singkat.
dengan media poster tersebut, seluruh Poster mempunyai keuntungan dalam
warga memperhatikan dan menyimak menarik orang yang mempunyai minat
dengan baik seluruh materi. khusus, karena poster dapat menyampaikan
Penyakit hipertensi masih banyak atau menyajikan pokok dari suatu
dianggap sebagai penyakit yang tidak permasalahan (Sumartono, 2018).
serius oleh masyarakat, padahal hipertensi
seringkali disebut sebagai pembunuh gelap 4. KESIMPULAN
(silent killer). Hipertensi termasuk Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini
penyakit yang mematikan, penyakit ini berjalan dengan lancar. Hasil community
tidak jarang terjadi tanpa disertai dengan diagnostic menunjukkan bahwa hipertensi
gejala-gejalanya terlebih dahulu sebagai merupakan permasalahan Kesehatan
peringatan jika tekanan darah tidak normal. utama di lokasi pengabdian. Intervensi
Kalaupun mucul gelaja seringkali dianggap dilakukan dengan metode penyuluhan
sebagai gangguan biasa, sehingga melalui group whatsApp, penyediaan alat
korbannya terlambat menyadari akan dan pengecekan tekanan darah, serta
datangnya penyakit. Ketidakpatuhan pada pemasangan media promosi kesehatan
pengobatan hipertensi disebabkan oleh berupa poster. Kegiatan penyuluhan
dukungan sosial dari keluarga, petugas terdiri dari penyampaian materi dan
kesehatan atau teman sebaya, ekonomi, didukung dengan media poster. Hasil
kondisi medis, perilaku, terkait terapi, intervensi menunjukkan rata-rata nilai
biaya pengobatan dan faktor pasien. pengetahuan tentang hipertensi yang
Ketidakpatuhan terhadap pengobatan meningkat setelah dilakukan intervensi.
hipertensi menyebabkan tekanan darah Kegiatan kedua yaitu penyediaan alat
yang tidak terkontrol dan merupakan faktor dan pemeriksaan tekanan darah agar
risiko utama terjadinya penyakit lain, warga dapat melakukan pemeriksaan
136
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Kesehatan), Vol. 4 No. 2 Oktober 2022
Universitas Ubudiyah Indonesia
tekanan darah secara rutin, yang alatnya
diletakkan di ruang Kesekretariatan Nuraini B. Risk factors of hypertension. J
masjid Al-Iman. Keberadaan alat cek Major. 2015;4(5):10–9.
tekanan darah ini membantu masyarakat
dari semua golongan mulai dari anak- Jannah LM, Ernawaty E. The relationship
anak, remaja, dewasa dan orangtua untuk of lifestyle
rutin melakukan pemeriksaan tekanan
darah. Sudarsono EKR, Sasmita JFA, Handyasto
AB, Kuswantiningsih N, Arissaputra
5. REFERENSI SS. Peningkatan Pengetahuan Terkait
Amanda D, Martini S. Hubungan Hipertensi Guna Perbaikan Tekanan
Karakteristik dan Obesitas Sentral Darah pada Pemuda di Dusun
dengan Kejadian Hipertensi. J Berk Japanan, Margodadi, Seyegan,
Epidemiol. 2018;6(1):43. 2. Sleman, Yogyakarta. J Pengabdi Kpd
Masy (Indonesian J Community
Anggriani LM. Deskripsi Kejadian Engag. 2017;3(1):26.
Hipertensi Warga RT 05 RW 02
Tanah Kali Kedinding Surabaya. J Nursalam, Dewi LC, Widhiastuti E.
PROMKES [Internet]. 2016;4(2):151. Critical Medical and Surgical Nursing
Available from: [Link] Journal ( Jurnal Keperawatan Medikal
[Link]/PROMKES/article/ Bedah dan Kritis ). J Keperawatan
view/7647 3. Med Bedah dan Krit [Internet].
2020;9(1):8. Available from: [Link]
Shaumi NRF, Achmad EK. Kajian [Link]/CMSNJ 18.
literatur: faktor risiko hipertensi pada
remaja di Indonesia. Media Penelit Sumartono, Astuti H. Penggunaan poster
dan Pengemb Kesehat. sebagai media komunikasi kesehatan.
2019;29(2):115–22. Komunikologi. 2018;15(1).
Linda L. The risk factors of hypertension
disease. J Kesehat Prima.
2018;11(2):150. 7.
137