BAB 2
REMOTE SERVER
Sumber: [Link]
PETA KONSEP
Sistem Operasi Jaringan
Network
SSH PAM Certificate Remote
Telnet Time
Teknologi (Pluggable Authority Desktop
Server Protocol
Remote Authentication dan SSL Protocol
(NTP)
Akses Modules)
A. Teknologi Remote Akses
Teknik Remote Akses
5. Memudahkan maintenance jika
terjadi masalah dalam server dan
1. Mengatur, memanajemen dan mengendalikan sistem jaringan.
komputer server dari jarak jauh selama
6. Pemeliharaan dan pengaturan bandwidth
terhubung dengan komputer melalui jaringan.
jaringan.
2. Melakukan restart dan konfigurasi server dari
7. Mempermudah dalam pengaksesan
jarak jauh.
database pada server.
3. Memperbarui library system atau repository OS.
8. Memantau dan mengendalikan aktivitas
4. Memantau penggunaan resource hardware server. user dalam sistem operasi.
A. Teknologi Remote Akses
Jenis Perangkat Remote Akses Mesin Server
1. Cisco Router melalui telnet.
2. Remote server Linux melalui layanan telnet dan SSH.
3. Remote server Mikrotik melalui Winbox dan telnet.
4. Remote server berbasis Windows melalui aplikasi remote
desktop.
A. Teknologi Remote Akses
Manfaat Teknologi Remote Akses
1. Memudahkan bagi staf IT untuk mengontrol server dan jaringan.
2. Memodifikasi dan mengonfigurasi ulang server dari jarak jauh
selama terkoneksi dengan jaringan.
3. Meningkatkan efisiensi pekerjaan, karena setiap sistem
baru dalam jaringan dapat diakses secara remote dengan
cepat.
4. Mengoptimasi waktu pekerjaan.
A. Teknologi Remote Akses
Manfaat Teknologi Remote Akses
1. Kemungkinan terjadinya sniffing relatif besar.
2. Teknik remote akses sering juga mengalami delay bahkan terjadi
kegagalan yang disebabkan kualitas koneksi
jaringan.
3. Dapat menyebabkan intruder dengan mudah memasuki sistem
karena adanya kelemahan sistem server maupun sisi aplikasi
dan terbukanya port remote akses server.
B. Telnet
Telnet atau Telecommunications Network Protocol yang bekerja pada layer 7 OSI (application) meru
Fungsi utama telnet adalah melakukan remote akses ke komputer serv
B. Telnet
Kekurangan dari sistem telnet adalah fitur autentifikasi login dari sisi klien ke server tanpa
Contoh Skema Jaringan Lokal
Sumber: Dokumen Penulis
C. SSH Server
SSH atau Secure Shell adalah salah satu jenis aplikasi yang berfungsi sebagai protokol
remote akses mesin server. Protokol yang pertama kali diperkenalkan oleh Tatu Ylonen,
Universitas Helsini dari Finlandia yang sekarang cukup populer dikalangan para IT
networking.
C. SSH Server
Proses Kerja Remote Akses dengan SSH Dalam Sebuah Jaringan
1.
Dimulai dengan request bind dari klien melalui port dengan nomor (angka
besar) menuju default port kerja SSH server yang berada pada port 22.
Jika port SSH telah dibuka dan disetujui oleh aplikasi SSH server, terjadilah
sesi koneksi antarklien server.
C. SSH Server
Proses Kerja Remote Akses dengan SSH Dalam Sebuah Jaringan
2.
Komputer klien akan meminta public key dan host key dari server tujuan
ketika pertama kali terhubung dengan protokol SSH. Pada bagian inilah,
server akan menentukan jenis algoritme yang akan dipakai untuk
mengamankan transmisi data yang terjadi, dengan TripleDES atau IDEA
atau yang lainnya).
C. SSH Server
Proses Kerja Remote Akses dengan SSH Dalam Sebuah Jaringan
3.
Komputer klien akan menciptakan session key serta
mengenkripsinya dengan public key yang diperoleh dari server.
Begitu pula sebaliknya, SSH Server akan mendekrip session key dari
komputer klien dan
C. SSH Server
Proses Kerja Remote Akses dengan SSH Dalam Sebuah Jaringan
4.
Session key dikirimkan ke komputer klien untuk diverifikasi. Jika
tahapan- tahapan tersebut sukses dilalui, muncul prompt login dalam
layar monitor komputer klien. Dengan demikian, koneksi remote dengan
protokol SSH telah berhasil berjalan antara server dan klien.
C. SSH Server
Kelebihan SSH Server
1. Meminimalisir terjadinya sniffing dan data yang ditransmisikan
lebih aman.
2. Memiliki standar autentifiasi untuk masuk ke dalam sistem server.
3. Metode enkripsi dan verifikasi di sisi klien dan server, membuat
koneksi lebih aman dan terjaga kerahasiaannya.
4. Sebagai solusi utama pengganti protokol koneksi dengan telnet, rlogin,
FTP, dan RSH yang cenderung mudah di-sniffing.
C. SSH Server
Perbedaan enkripsi SSH v.1 dan SSH v.2
No. Enkripsi SSH v.1 SSH v.2
1. DES Yes No
2. 3DES Yes Yes
3. IDEA Yes No
4. Cast128-cbc No Yes
5. Arcfour No Yes
6. Blowfish Yes Yes
7. Twofish No Yes
D. PAM (Pluggable Authentication Modules)
PAM sebenarnya adalah susunan kode program tertentu yang menerapkan teknik primitives dalam
D. PAM (Pluggable Authentication Modules)
a. pam_authencticate (3)
Jenis Authentication Primitives Teknik otentikasi request klien dengan
meminta token autentikasi kemudian
dibandingkan dengan nilai ID yang
1. Auth tersimpan dalam database server, misalnya
halaman login.
Auth merupakan jenis autentifikasi yang
b. pam_setcred (3)
berorientasi pada tipe otentifikasi
Autentifikasi dengan menentukan dan
keaslian klien dan bertugas untuk mencatat properti credentials account,
menjamin keamanan akun. seperti id user, group, dan ketentuan
pengaksesan user tersebut.
D. PAM (Pluggable Authentication Modules)
Jenis Authentication Primitives
2. Account Management
Tipe ini mengatur priviledge sebuah akun, misalnya kebijakan pengaksesan pada
waktu-waktu tertentu bahwa diizinkan atau di-block. Jenis ini mempunyai sebuah
jenis authentication primitive : pam_acct_mgmt(3) yang berguna untuk
memastikan akun yang digunakan untuk mengakses telah tersimpan dalam
database server.
D. PAM (Pluggable Authentication Modules)
Jenis Authentication Primitives
a. Pam_open_session(3)
3. Session management Berfungsi mengatur session agar
dalam kondisi aktif (set up) dan siap
untuk dijalankan pada waktu tertentu.
Session management berfungsi untuk
menangani suatu layanan atau servis tertentu
b. Pam_close_session(3)
apakah dapat di-run dan di-disable pada waktu
Menghentikan suatu servis agar
tertentu layaknya sebuah penjadwalan. berhenti bekerja (session tear-down)
D. PAM (Pluggable Authentication Modules)
Jenis Authentication Primitives
4. Password
Password bertugas mengelola property password, seperti minimum jumlah password
dan masa berlaku password.
D. PAM (Pluggable Authentication Modules)
Jenis control flag berdasarkan kebijakan aturan dalam PAM
1. Required 2. Sufficient
Konsep kerjanya adalah modul yang di-load
harus dijalankan dengan baik agar proses Jenis control flag ini menyatakan bahwa
otentifikasi dari klien dapat diproses bahwa modul tertentu dapat dijalankan jika
diterima atau tidak. Jika modul tersebut modul sebelumnya mengalami error.
mengalami error, secara otomatis proses Namun, jika required modul sukses
otentikasi langsung di-reject dan bekerja, flag ini tidak bekerja.
menjalankan modul berikutnya.
D. PAM (Pluggable Authentication Modules)
Jenis control flag berdasarkan kebijakan aturan dalam PAM
3. Requisite 4. Optional
Prinsip kerjanya sama seperti required yang akan me-reject
Tipeotentikasi jika modul
ini memberikan gagal bekerja,
mekanisme berupatetapi pe
opsi ba
D. PAM (Pluggable Authentication Modules)
Manfaat PAM Pada Pengaksesan SSH Server
1. Mengurangi terjadinya kesalahan setingan dalam aplikasi yang dihubungkan dengan PAM.
2. Mempermudah proses perbaikan jika terjadi kegagalan kerja pada aplikasi atau sistem.
3. Membantu administrator membuat symbolic link dalam file konfigurasi.
4. Lebih efisien.
5. Memudahkan dalam manajemen user/.
6. Pengaturan setiap paket aplikasi lebih termanajemen dengan baik, karena semua
berada di direktori /etc/pam.d/.
E. Certificate Authority dan SSL
Metode SSL (Secure Socket Layer) yang dikenal dengan nama TSL (Transport Secure
Layer) berfungsi sebagai protokol yang menjamin keaslian transmisi data sebuah
layanan, seperti FTP, mail, dan web page. Di sinilah peran CA (Certificate Authority)
sebagai sebuah badan atau organisasi independen yang berperan mengeluarkan
sertifikat digital pada SSL/TLS. Contoh Certificate Authority (CA) yang terpercaya
saat ini, seperti Comodo, Verisgn, Startssl, Verizon, dan Cybertrust.
E. Certificate Authority dan SSL
Private Key Public Key
Private Key Public Key
Sumber: Dokumen Penulis
F. Remote Desktop Protocol
RDP (remote desktop protocol) yang merupakan fitur layanan remote akses jarak jauh yang secara default
tersedia dalam keluarga sistem operasi Windows yang berperan dalam menyediakan akses remote jarak
jauh bagi para penggunanya untuk terkoneksi dan mengelola mesin seolah-olah sedang berada di depan
layar monitor atau desktopnya. Secara default, port layanan RDP menggunakan port 3389.
Fungsi utama RDP ini adalah menyediakan koneksi dan fitur pengaksesan desktop
server secara remote sehingga memudahkan administrator jaringan melakukan pengelol
G. Network Time Protocol
(NTP)
NTP adalah jenis protokol berbasis UDP (User Datagram Protocol) yang secara default bekerja pada
port 123 di mana server akan merespons setiap permintaan sinkronisasi tanggal dan waktu dari
komputer klien secara kontinyu.
Fungsi utama dari NTP adalah sebagai standar referensi waktu dan tanggal bagi
komputer-komputer klien atau perangkat jaringan lainnya selama terkoneksi
dengan jaringan baik lokal maupun internet. Peran NTP dalam skala jaringan luas
sangat berpengaruh ketika melakukan sinkronisasi data agar tidak terjadi
perbedaan waktu.
SOAL LATIHAN
1. Sebutkan aplikasi apa saja yang menyediakan layanan
remote server.
2. Jelaskan cara untuk mengatur SSH Server pada
Linux Debian 9.4.
3. Jelaskan cara kerja pengiriman SSL dari server ke
komputer klien.