0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan7 halaman

Macam-Macam Hukum Islam dan Moralitas

Diunggah oleh

rizka ayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan7 halaman

Macam-Macam Hukum Islam dan Moralitas

Diunggah oleh

rizka ayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Nabila Eka Rahayu

Nim : 054266875
Pendidikan Agama Islam

Soal!
1. Sebutkan dan jelaskan macam – macam Hukum Islam!
Jawab :
Macam macam Hukum Islam antara lain sebagai berikut.
a. Wajib
Wajib adalah perintah yang harus dikerjakan, apabila orang yang
meninggalkannya akan mendapat dosa. Berdarakan ukuran atau kadar
pelaksanaanny, wajib dibagi 2 yaitu :
1) Wajib muhaddad, kewajiban yang harus sesuai dengan kadar yang sesuai
ketentuan, contohnya zakat.
2) Wajib ghairu muhaddad, kewajiban yang tidak ditentukan kadarnya,
misalnya menafkahi kerabat.
b. Makruh
Makruh secara bahasa artinya mubghadh (yang dibenci). Makruh dibagi
menjadi dua bagian, yaitu :
1) Makruh tahrim adalah sesuatu yang dilarang oleh syariat secara pasti.
Contohnya larangan memakai perhiasan emas bagi laki-laki.
2) Makruh tanzih adalah sesuatu yang diajurkan oleh syariat untuk
meninggalkannya, tetapi larangan tidak bersifat pasti. Contohnya
memakan daging kuda saat sangat butuh waktu perang.
c. Mubah
Hukum mubah memberikan pilihan bagi seseorang untuk mengerjakan atau
meninggalkannya. Bila dikerjakan, orang tersebut tidak dijanjikan ganjaran
pahala. Tetapi, tidak pula dilarang dalam mengerjakannya. Mubah dibagi
menjadi 3 bagian yaitu :
1) Tidak mengandung mudharat (bahaya) apabila dilakukan atau tidak.
Contohnya, makan, minum, dan berpakaian.
2) Tidak ada mudharat bila dilakukan, sementara perbuatan itu pada dasarnya
diharamkan. Misalnya, makan daging babi saat keadaan darurat.
3) Sesuatu yang pada dasarnya bersifat mudharat, tetapi Allah SWT
memaafkan pelakunya. Contoh, mengerjakan pekerjaan haram sebelum
Islam.
d. Haram
Haram adalah sesuatu yang dilarang Allah SWT dan rasulNya. Orang yang
melanggar mendapat dosa, sementara orang yang meninggalkannya
dijanjikan pahala. Ada beberapa jenis haram, yaitu sebagai berikut.
1) Al Muharram li dzatihi, sesuatu yang diharamkan oleh syariat karena
esensinya mengandung kemadharatan bagi kehidupan manusia. Contoh
makan bangkai, minum khamr, berzina.
2) Al Muharram li ghairihi, sesuatu yang dilarang bukan karena
kandungannya, tetapi karena faktor eksternal. Misalnya, jual beli barang
secara riba.

2. Jelaskan posisi dan fungsi sunnah terhadap Al-Qur’an!


Jawab :
a. Sunnah memiliki posisi dan fungsi penting terhadap Al-Qur'an dalam Islam.
Posisi sunnah adalah sebagai sumber kedua dalam agama Islam setelah Al-
Qur'an. Fungsi sunnah meliputi:
b. Penjelasan dan Pelaksanaan: Sunnah memberikan penjelasan dan contoh
konkret tentang bagaimana menerapkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan
sehari-hari.
c. Penyempurnaan: Sunnah menyempurnakan dan melengkapi ajaran Al-Qur'an
dengan detail-detail tambahan yang tidak terdapat dalam Al-Qur'an.
d. Penjagaan dan Penjelasan: Sunnah berperan dalam menjaga dan menjelaskan
Al-Qur'an dari tafsiran yang salah atau penyalahgunaan.
e. Hukum dan Pedoman: Sunnah juga memberikan hukum-hukum dan
pedoman-pedoman yang tidak terdapat secara eksplisit dalam Al-Qur'an.
3. Bagaimana peran keluarga dan lingkungan dalam pembentukan moral
seseorang? Berikan contoh bagaimana nilai – nilai moral bisa ditanamkan sejak
dini?
Jawab :
Berikut adalah beberapa cara keluarga dapat membentuk moral anak:
a. Teladan yang Baik
Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua mereka. Jika orang tua
menunjukkan sikap jujur, peduli, dan bertanggung jawab, anak-anak pun
akan mencontoh perilaku tersebut. Misalnya, orang tua yang konsisten
dalam menepati janji dapat mengajarkan kepada anak pentingnya nilai
kejujuran dan komitmen.
b. Komunikasi dan Diskusi Terbuka
Komunikasi yang terbuka dan efektif antara orang tua dan anak sangat
penting untuk membantu anak memahami nilai-nilai moral. Misalnya,
ketika anak bertanya tentang mengapa suatu tindakan dianggap salah, orang
tua dapat memberikan penjelasan yang mudah dipahami.
c. Mengajarkan Empati
Orang tua dapat mengajarkan empati dengan cara mengajak anak
memahami perasaan orang lain dan membayangkan bagaimana rasanya
berada dalam posisi orang tersebut. Misalnya, jika anak bertengkar dengan
temannya, orang tua dapat mengajaknya merenungkan perasaan teman
tersebut dan mengajarkan pentingnya saling memaafkan.
d. Memberikan Tanggung Jawab
Dengan memberikan tanggung jawab sederhana seperti membantu
pekerjaan rumah atau merawat hewan peliharaan, orang tua dapat
mengajarkan nilai-nilai tanggung jawab dan disiplin pada anak.
Berikut adalah beberapa cara lingkungan dapat membentuk moral anak:
a. Lingkungan Sekolah
Sekolah adalah tempat di mana anak-anak menghabiskan sebagian besar
waktu mereka. Guru dan teman sebaya memainkan peran penting dalam
membentuk nilai-nilai moral anak. Misalnya, guru yang mengajarkan
pentingnya kejujuran dan kerja sama dapat membantu anak memahami dan
menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
b. Teman Sebaya
Teman sebaya juga memiliki pengaruh besar terhadap perilaku dan moral
anak. Anak-anak cenderung meniru perilaku teman-teman mereka, sehingga
penting bagi mereka untuk berada dalam lingkungan yang positif dan
mendukung.
c. Masyarakat
Masyarakat yang mendukung dan memiliki nilai-nilai moral yang kuat dapat
membantu memperkuat nilai-nilai yang telah diajarkan di rumah dan
sekolah. Misalnya, kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan sekitar
dapat membantu anak memahami pentingnya berbagi dan peduli terhadap
sesama.
Berikut adalah beberapa contoh bagaimana nilai-nilai moral bisa
ditanamkan sejak dini:
a. Memberikan Contoh yang Baik
Orang tua dan guru harus memberikan contoh perilaku yang baik, seperti
kejujuran, tanggung jawab, dan empati. Anak-anak cenderung meniru apa
yang mereka lihat, sehingga penting bagi orang dewasa di sekitar mereka
untuk menjadi teladan yang baik.
b. Mengajarkan Nilai-Nilai Melalui Cerita
Cerita dan dongeng sering kali digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai
moral kepada anak-anak. Misalnya, cerita tentang kebaikan hati dan
keberanian dapat membantu anak memahami pentingnya nilai-nilai
tersebut.
c. Melibatkan Anak dalam Kegiatan Sosial
Mengajak anak untuk terlibat dalam kegiatan sosial, seperti membantu
tetangga atau berpartisipasi dalam kegiatan amal, dapat membantu mereka
memahami pentingnya berbagi dan peduli terhadap orang lain.
4. Jelaskan bagaimana agama dapat menjadi sumber akhlak bagi individu dan
masyarakat. Berikan contoh bagaimana ajaran agama tertentu mengarahkan
perilaku yang berakhlak.
Jawab :
Peran Agama sebagai Sumber Akhlak yaitu sebagai berikut.
a. Pedoman Etika
Agama sering memberikan pedoman etika dan moral yang membentuk
perilaku individu dan masyarakat. Misalnya, dalam agama-agama
Abrahamik, sepuluh perintah Allah memberikan dasar moral yang kuat.
b. Penguatan Nilai
Agama memperkuat nilai-nilai seperti kasih sayang, kejujuran, dan keadilan,
yang membentuk akhlak individu dan masyarakat.
c. Hukum dan Peraturan
Agama sering mencakup hukum dan peraturan yang mengatur perilaku
individu dan masyarakat, memberikan landasan bagi akhlak yang diharapkan.
d. Pengembangan Kepribadian
Agama dapat membantu individu dalam pengembangan kepribadian yang
baik melalui ajaran-ajaran spiritual dan praktik ibadah.
Contoh Ajaran Agama Islam yang Mengarahkan Perilaku yang Berakhlak
yaitu :
a. Ajaran Tawakal mengajarkan umat Islam untuk percaya sepenuhnya pada
kehendak Allah dan menerima segala ketentuan-Nya dengan lapang dada.
b. Ajaran Kasih sayang dan kepedulian mengajarkan umat Islam untuk saling
menyayangi, membantu sesama, dan peduli terhadap orang yang
membutuhkan.
c. Ajaran Sikap rendah hati mengajarkan umat Islam untuk tidak sombong dan
selalu merendahkan diri di hadapan Allah dan sesama manusia.
d. Ajaran Kesabaran mengajarkan umat Islam untuk bersabar dalam
menghadapi cobaan dan ujian kehidupan.
e. Ajaran Keadilan mengajarkan umat Islam untuk bersikap adil terhadap semua
orang tanpa memandang status sosial, ekonomi, atau etnis.
Menurut Anda, apa tantangan terbesar dalam mempertahankan akhlak mulia di
tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks? Bagaimana cara
menghadapinya?
Jawab :
Lima tantangan terbesar beserta solusi menjaga akhlak yang baik:
a. Pengaruh Media Sosial dan Teknologi
Media sosial kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Orang
tua dan guru harus memberikan literasi digital, serta membangun kesadaran pada
diri sendiri.
b. Krisis Identitas dan Globalisasi
Paparan budaya asing membuat banyak orang kehilangan identitas diri dan
melupakan nilai luhur bangsa dan agama.
c. Konsumerisme dan Materialisme
Gaya hidup konsumtif yang didukung oleh iklan dan media sosial sering memicu
obsesi terhadap barang mewah demi status sosial.
d. Individualisme dan Sikap Tidak Acuh
Laju kehidupan yang serba cepat membuat banyak orang lebih fokus pada urusan
pribadi, sehingga mengurangi empati terhadap sesama.
e. Perubahan Pandangan Moralitas
Relativitas moral yang berkembang dalam masyarakat plural menyebabkan
batasan antara benar dan salah menjadi tidak jelas.
Berikut cara membentuk akhlak yang baik dan mulia bisa diikuti.
a. Rajin Berbuat Kebaikan
Berusaha konsisten untuk berbuat kebaikan bisa membantu menumbuhkan
akhlak baik. Tidak hanya menggunakan uang atau barang, namun berbuat baik
bisa dalam bentuk bantuan, saran, rekomendasi, serta empati. Bahkan juga bisa
hanya dengan tersenyum akan bernilai kebaikan.
b. Selalu Memberi Teladan
Kita lakukan dengan memberikan contoh secara terus-menerus. Sehingga agar
individu akan belajar, lalu menerapkannya sendiri. Sama halnya dengan
memberi teladan, kemudian akan membentuk akhlak baik.
c. Menggunakan Nilai dan Budaya yang Baik
Setiap keluarga biasanya memiliki nilai serta budaya berbeda. Hal ini bisa
mempengaruhi baik buruknya akhlak dari individu. Sebab, keluarga menjadi
kelompok pertama yang dijumpai saat lahir ke dunia. Sebaiknya bisa menjadi
tempat yang aman dalam tumbuh kembang.
d. Membiasakan Menerapkan Akhlak yang Baik
Untuk memiliki akhlak baik, tentu tidak bisa hanya melakukannya pada waktu
atau tempat tertentu. Akhlak terlihat dalam bentuk keseluruhan sikap serta
perilakunya.
e. Mendengarkan Nasihat
Saat ada orang yang memberi nasihat atau kritik membangun, Anda juga perlu
menerima dengan ikhlas. Sebab ingin memperbaiki diri menjadi tanda akhlak
individu sudah baik.
f. Bergaul dengan Orang Berakhlak Baik
Bergaul dengan orang berakhlak baik juga menjadi cara membentuk akhlak yang
baik. Lingkungan adalah faktor yang bisa mempengaruhi akhlak individu. Jika
individu berbaur dengan orang-orang dengan akhlak terpuji dan sering
melakukan kegiatan positif, bisa membawanya untuk memiliki akhlak yang
baik.
g. Memiliki Rasa Takut kepada Tuhan
Larangan yang ada juga bukan semata-mata untuk mempersulit, namun justru
bisa membantu manusia untuk terhindar dari hal negatif. Menghindari perbuatan
tercela karena memiliki rasa takut dengan Tuhan.

Anda mungkin juga menyukai