ADJECTIVES, VERBS, NOUNS
1. Adjective (Kata Sifat)
Adjective merupakan sebuah kata yang menggambarkan kata benda atau kata ganti.
Adjective selalu di dahului dengan “To Be”.
TO BE + ADJECTIVE
New Baru Friendly Ramah
Old Lama / Tua Nice Enak
Young Muda Sad Sedih
Cheap Murah Happy Gembira / Senang
Expensive Mahal Good Bagus
Big Besar Bad Buruk
Small Kecil Arrogant Angkuh
Stingy Pelit Fussy Cerewet
Patient Sabar Naughty Nakal
Polite Sopan Joyful Gembira
Impolite Tidak sopan Opulent Mewah
Easy Mudah Majestic Megah
Difficult Sulit Useless Tidak berguna
Jealous Cemburu Warm Hangat
Loyal Setia Angry Marah
Kind Baik Shy Malu
Strong Kuat Victorious Berjaya
Nervous Gugup Famous Terkenal
Adjective dapat digunakan untuk membandingkan kualitas serupa dari subjek
berbeda yang melakukan tindakan yang sama. Setidaknya, ada tiga derajat perbandingan
dalam adjective:
• Positive Form - Bentuk Positif atau Absolut
• Comparative Form - Bentuk Perbandingan
• Superlative Form - Bentuk Superlatif
a. Positive Form
Positive form dalam adjective adalah bentuk kata sifat yang digunakan dalam bentuk
aslinya. Bentuk kata sifat ini digunakan ketika tidak ada subjek lain untuk
dibandingkan.
b. Comparative Form
Bentuk komparatif dari adjective digunakan ketika dua subjek melakukan tindakan
yang sama atau memiliki kualitas yang sama untuk dibandingkan.
c. Superlative Form
Tingkat perbandingan superlatif dalam adjective ini digunakan ketika membandingkan
kualitas yang sama dari dua subjek atau lebih dan untuk menyatakan bahwa satu subjek
lebih unggul dari subjek lainnya dalam melakukan suatu tindakan.
Jenis dari Adjective
Kata sifat dapat dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan fungsinya ketika digunakan
dalam sebuah kalimat. Berbagai kenis kata sifat adalah:
• Possessive Adjectives - Kata Sifat Kepemilikan
• Interrogative Adjectives - Kata Sifat Interogatif
• Demonstrative Adjectives - Kata Sifat Demonstratif
• Compound Adjectives - Kata Sifat Majemuk
a. Posessive Adjective
Kata sifat ini digunakan untuk menunjukkan atau mewakili kepemilikan suatu kualitas.
Subject Posessive Adjective
I I
You You
They Their
We Our
She Her
He His
It Its
b. Interrogative Adjective
Kata sifat yang ini digunakan untuk mengubah kata benda atau kata ganti dengan
mengajukan pertanyaan. Hanya ada beberapa kata sifat yang dapat disebut sebagai kata
sifat interogatif, di antaranya adalah: Whose, what, dan which.
c. Demonstrative Adjective
Kata sifat demonstratif lazimnya digunakan untuk menggambarkan posisi subjek dalam
ruang atau waktu. This, that, these, dan those adalah beberapa contoh kata sifat
demonstratif dalam bahasa Inggris.
d. Compund Adjective
Compound adjective terdiri dari dua kata atau lebih yang digabungkan bersama untuk
membentuk kata sifat yang dapat digunakan untuk memodifikasi subjek. Beberapa
contoh kata sifat ini adalah: Cotton-tailed, curly-haired, absent-minded, happy-go-
lucky, dan lain-lain.
Cara menggunakan adjective dalam kalimat
Adjective memiliki sifat unik yang dapat membuat tulisan dan ucapan kalian
terlihat sangat berbunga-bunga. Fungsinya ini dapat membantu dalam membuatnya
menjadi lebih deskriptif dan memberi para pembaca dan pendengar kalian suguhan visual.
Namun, mengisi sebuah kalimat dengan terlalu banyak adjective bisa membuatnya
menjadi samar dan tidak jelas.
a. Adjective sebagai pelengkap
Adjective dapat bertindak sebagai pelengkap yang memodifikasi kata benda yang
bertindak sebagai subjek dan pelengkap. Ketika adjective menggambarkan objek dalam
sebuah kalimat, maka ia disebut pelengkap objek, dan ketika digunakan untuk
menggambarkan subjek dalam sebuah kalimat, maka ia disebut sebagai pelengkap
subjek.
b. Adjective sebagai koordinat
Ketika dua kata sifat atau lebih digunakan untuk menggambarkan kata benda yang sama
dalam sebuah kalimat, maka mereka disebut adjective koordinat. Kata sifat ini sering
dipisahkan dengan koma atau konjungsi and.
Contoh:
The latest smartphone is easy to use and practical.
My nephew is big and tall.
c. Adjective dengan sifat multifungsi
Adjective dapat dibuat berfungsi seperti atau mengambil peran kata benda dalam sebuah
kalimat, dan kadang-kadang, noun, ketika digunakan untuk menggambarkan atau
memberikan informasi lebih lanjut tentang kata benda lain, dapat berperan
sebagai adjective.
Contoh:
a) I like my English teacher.
Dalam contoh di atas, kata English umumnya dianggap sebagai kata benda karena
mewakili bahasa dan merupakan nouns. Namun di sini, kata ini digunakan untuk
menggambarkan kata benda teacher yang menjadikannya adjective.
b) It is our duty to tend the poor and the oppressed.
Dalam kalimat di atas, kata the poor dan the oppressed digunakan sebagai noun,
karena mengacu pada poor people dan oppressed people. Jadi,
ketika adjective didahului oleh artikel the, maka kata itu sering mengacu pada
kategori orang yang menjadikan adjective itu kata benda.
2. Verbs (Kata Kerja)
Verb merupakan kata yang dapat mendeskripsikan sebuah tindakan, aksi, kondisi
maupun pengalaman. Verb kita gunakan untuk mengidentifikasikan maupun menjelaskan
perilaku dari si pelaku atau subjek dalam kalimat. Selain itu, verb juga berfungsi untuk
menjelaskan keadaan dan juga peristiwa.
Jenis-jenis Verbs:
a. Regular Verb
Regular verb adalah sebuah bentuk kata kerja yang mengalami perubahan secara
teratur. Regular verb terdiri dari berbagai macam. Jenis verb ini ditandai dengan
imbuhan -ED dalam sebuah kalimat. Contohnya, played, walked, washed, called,
published.
b. Irregular Verb
Irregular verb adalah kebalikan dari regular verb. Ketika terjadi pergantian, maka
irregular verb juga akan ikut berubah. Sebagai contoh, come – came – come.
c. Singular Verb
Singular verb ini merupakan sebuah kata kerja dasar atau dapat kita sebut sebagai kata
kerja tunggal. Singular verb ini juga dapat kita artikan sebagai bentuk dasar dari verb.
Selain itu, terdapat pula plural verb yang menjadi bentuk jamaknya. Berikut ini adalah
contoh dari singular verb: the moon, the sun, my brother, the earth dan lain sebagainya.
d. Verb Ing
Dalam penggunaan verb yang mendapatkan akhiran -ing, maka grammar yang kita
gunakan adalah continous tense atau sedang berlangsung saat itu. Membuat sebuah
kalimat dengan menggunakan verb -ing, maka bentuk kerja ini akan didahului oleh
auxiliary verb atau kata kerja bantu. Contoh dari auxiliary antara lain seperti be (is, am,
are, was, were). Untuk memberikan pemahaman yang lebih mudah, berikut ini adalah
contoh dari verb -ing:
Walk > Walking
Sing > Singing
Talk > Talking
Write > Writing
Play > Playing
Run > Run
Smoke > Smoking
Take > Taking
Wait > Waiting
e. Auxiliary Verb
Auxiliary verb merupakan kata kerja bantu. Auxiliary verb ini berfungsi untuk
menghubungkan kata kerja utama dalam sebuah kalimat bahasa Inggris. Seperti, is, am,
are, was, were.
f. Modal Verb
Pada dasarnya, modal verb ini tergolong ke dalam auxiliary verb. Namun, modal verb
mempunyai fungsi yang terbilang lebih luas. Jenis kata kerja yang satu ini biasanya kita
gunakan untuk menyatakan kesanggupan, rasa mampu, kemungkinan, dan memberi
izin. Contoh dari modal verb antara lain: have to, would, will, must, should, might,
shall, could, can, may, dan be able to.
g. Phrasal Verb
Biasanya, verb tidak selalu berbentuk simple dengan hanya terdiri dari satu kata saja.
Namun, kemungkinan juga berupa frasa yang kita sebut sebagai phrasal verb. Frasa ini
adalah hasil dari kombinasi antara adverb atau kata keterangan dengan preposition atau
kata depan. Umumnya phrasal verb memiliki makna yang dapat ditebak dari setiap kata
penyusunnya.
Sedangkan untuk sebagian yang lainnya tidak, karena bermakna ungkapan. Berikut ini
adalah contoh dari phrasal verb:
Call on : mengunjungi Read over : membaca seluruhnya
Carry out : melaksanakan Run out : kehabisan
Get in : tiba/sampai Turn off : mematikan
Give away : memberikan Take off : melepaskan
Make up : merias Wake up : bangun
3. Noun (Kata Benda)
Noun (kata benda) adalah bagian dari speech yang terdiri dari kata-kata yang
digunakan untuk menyebut orang, tempat, binatang, benda dan sebuah entitas. Hampir
setiap kalimat pasti memiliki kata benda, dan komponen ini memiliki peran yang berbeda
dalam sebuah kalimat. Secara fungsinya, kata benda dapat bertindak sebagai subjek, objek
tidak langsung, objek langsung, pelengkap subjek, dan pelengkap objek.
a. Contoh Kata Benda:
Orang: Budi, Santi, Pria, Wanita, Rahmat, Gadis, Presiden, Camat
Tempat: Indonesia, Jakarta, Egypt, North Pole, Kapuas River, Classroom, Bedroom,
Basketball Field, Futsal Field, Restaurant
Hewan dan Binatang: Lion, Zebra, Snake, Flamingo, Bear, Fish, Cat, Shark, Giraffe,
Worm
Idea atau pikiran: Evolution, Discovery, Argument, Eternity
Objek atau barang: Bike, Pen, Paper, Bag, TV, Keyboard, Smartphone
b. Jenis dari noun
1) Proper Noun
Kata benda yang digunakan untuk menyebut orang, tempat, atau benda secara
spesifik disebut proper noun. Jenis noun yang satu ini selalu diawali dengan huruf
kapital.
Contoh:
My name is Budi (nama orang tertentu)
This is my cat, Belang (nama hewan peliharaan tertentu yang dimiliki seseorang)
Rudi came back from Padang (nama tempat tertentu)
Samsung is a famous brand of smartphone. (nama merek perusahaan tertentu)
2) Common Noun
Common noun atau kata benda umum adalah kata benda yang merujuk pada item,
kelompok, atau tempat umum. Ini berarti bahwa, tidak seperti proper noun,
mereka tidak digunakan untuk mengidentifikasi orang, tempat, atau objek tertentu.
Kata benda umum juga tidak dikapitalisasi selain ketika mereka muncul di awal
kalimat.
Contoh:
I bought a computer yesterday (objek umum)
I am going to the bus stop (tempat umum)
Only ten students showed up to school today (subjek umum)
The car is out of fuel (benda umum)
3) Singular Noun
Kata benda yang satu ini adalah kata-kata yang digunakan untuk menyebut satu
orang, tempat, binatang, burung, atau benda.
Contoh:
There is a suspicious man in front of our workplace (satu orang)
I found a wounded cat in the field (satu binatang)
A black van has been following us for a long time (objek tunggal)
4) Plural Noun
Kata benda yang satu ini mengacu pada sejumlah orang, tempat, hewan, atau
benda. Plural noun biasa muncul dengan imbuhan 's' atau 'es' atau 'ies' atau 'ves'
ke akar kata yang ada. Beberapa kata benda tetap sama dalam bentuk tunggal dan
jamaknya, dan beberapa lainnya memiliki ejaan yang sanget berbeda.
Contoh:
I need some boxes
Did you find the pencils you were looking for?
I bought mangoes from the market.
5) Countable Noun
Countable noun adalah kata benda yang dapat dihitung atau diukur.
Contoh:
Dinda brought ten packets of bento for the trip (nomor spesifik—sepuluh)
Mom asked me to buy a dozen of eggs (spesifik—satu lusin atau 12 belas buah)
6) Uncountable Noun
Uncountable noun adalah kata benda yang tidak dapat dihitung. Kategori kata
benda ini mencakup kata benda konkret dan abstrak.
Contoh:
I have a lot of homework to do (tidak spesifik)
We are facing terrible weather today (tidak bisa dihitung)
7) Collective Noun
Kata benda kolektif adalah kata penamaan yang digunakan untuk menunjukkan
sekelompok benda, hewan, atau orang. Konsep ini agak sedikit rumit untuk
dipahami karena dalam tata bahasa Indonesia, konsep pengelompokan manusia
maupun makhluk hidup tidak memiliki padanan kata khusus.
Contoh:
• Kata benda kolektif untuk kelompok hewan:
A swarm of bees
A flock of sheep
• Kata benda kolektif untuk sekelompok orang:
A band of musicians
A company of actors
• Kata benda kolektif untuk sejumlah hal atau objek:
A pair of shoes
A bunch of grapes
8) Concrete Noun
Kata benda ini mengacu pada objek yang material dan dapat dirasakan oleh indera
manusia.
Contoh:
The pen is in the bag
Rudi opened the door for Santi
9) Abstract Noun
Berbanding terbalik dengan concrete noun, maka kata benda ini menjelaskan
setiap entitas yang tidak dapat dirasakan oleh panca indera tubuh manusia.
Contoh:
Love is a passionate emotion
Honesty is the main characteristic of a good man
c. Nouns yang Digunakan sebagai Komponen Kalimat yang Berbeda
1) Kata Benda yang Digunakan sebagai Subjek
Ketika digunakan sebagai subjek, sebagian besar nouns muncul di awal
kalimat. Pola ini dapat diidentifikasi dengan mengajukan pertanyaan 'siapa'.
2) Kata Benda yang Digunakan sebagai Objek
Ketika noun digunakan sebagai objek, maka kata ini akan muncul di bagian
akhir kalimat. Pola ini dapat diidentifikasi dengan mengajukan pertanyaan
'apa'.
3) Kata Benda yang Digunakan sebagai Objek Langsung
Anda juga dapat mengidentifikasi kata benda yang digunakan sebagai objek
langsung dengan menanyakan pertanyaan “what”.
4) Kata Benda yang Digunakan sebagai Objek Tidak Langsung
5) Untuk pola yang satu ini, noun dapat dideteksi dengan pertanyaan 'untuk siapa'
karena posisinya yang digunakan sebagai objek tidak langsung.
d. Kata Benda yang Digunakan sebagai Complement atau pelengkap
Ketika sebuah nouns digunakan untuk memodifikasi atau menjelaskan kata benda
lain, maka ia bertindak sebagai complement dalam kalimat tersebut.
1) Kata Benda yang Digunakan sebagai Pelengkap Subjek
Profesi dan jabatan dapat menjalankan peran sebagai subjek pelengkap.
2) Kata Benda yang Digunakan sebagai Pelengkap Objek
Pelengkap objek adalah kata benda yang mengikuti kata benda yang
dimodifikasi. Nama, profesi, dan jabatan dapat menjalankan peran sebagai
pelengkap objek.