SAP
(Satuan Acara Penyuluhan)
Topik : Diabetes Melitus
Tempat : Daerah Tingga masing-masing Pengurus HIMA
Hari, tanggal : Jumat, 17 Maret 2023
Waktu : 08.00 – 10.05 WIB
Sasaran : Mayarakat di sekitar tepat tinggal pengurus
1.1 Latar Belakang
Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang diakibatkan oleh pankreas yang
tidak menghasilkan cukup insulin yang diproduksi secara efektif, dan dapat menyebabkan konsentrasi
glukosa dalam darah meningkat (American Diabetes Association, 2009). Diabetes mellitus terjadi
akibat kegagalan sel-sel beta pankreas untuk memproduksi insulin yang cukup pada diabetes mellitus
tipe 1 atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif pada diabetes mellitus tipe 2
(Smeltzer & Bare, 2016).
Diabetes mellitus hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Jumlah
penyandang DM dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan. Menurut International
Diabetes Federation (IDF), menyatakan ada sekitar 382 juta penderita DM dan diperkirakan akan
meningkat menjadi 592 juta orang pada tahun 2035 dan Indonesia menempati urutan ke-7 di seluruh
dunia. Dari 382 juta penderita tersebut ada 175 juta penderita yang belum terdiagnosis, sehingga
terancam mengalami komplikasi tanpa disadari maupun tanpa ada pencegahan (IDF, 2014).
Penyakit diabetes mellitus secara umum diakibatkan oleh konsumsi makanan yang tidak
terkontrol atau sebagai efek samping dari pemakaian obat-obatan tertentu. Diabetes mellitus
disebabkan oleh tidak cukupnya hormon insulin yang dihasilkan pankreas untuk menetralkan gula
darah dalam tubuh. Akibatnya pankreas tidak dapat menghasilkan hormon insulin yang cukup untuk
menetralkan gula darah (Pusat Data & Informasi Kementrian Kesehatan RI, 2014).
Tingginya jumlah penyandang diabetes mellitus antara lain disebabkan karena faktor
perubahan gaya hidup masyarakat, tingkat pengetahuan, dan kesadaran untuk melakukan deteksi dini
penyakit diabetes mellitus yang kurang,minimnya aktivitas fisik, pengaturan pola makan tradisional
yang mengandung karbohidrat, serat dari sayuran dan makanan yang terlalu banyak protein, lemak,
garam, dan gula (Departemen Kesehatan RI, 2011).
Gaya hidup merupakan pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas,
minat dan opininya yang menggambarkan keseluruhan diri seseorang yang berinteraksi dengan
lingkungannya. Gaya hidup dapat di pengaruhi oleh beberapa faktor sosial. Faktor sosial yang
berpengaruh terhadap konsumsi pangan adalah tingkat pendapatan, pengeluaran, pendidikan dan
pengetahuan (Tawakali, 2017).
Pengetahuan yang rendah dapat mengakibatkan pola makan yang salah sehingga
mengakibatkan kegemukan (obesitas), diperkirakan sebesar 80-85% penyandang diabetes mellitus
tipe 2 mengalami kegemukan. Hal ini terjadi karena tingginya asupan karbohidrat dan rendahnaya
asupan serat. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang diabetes mellitus mengakibatkan
masyarakat baru sadar akan terkena penyakit diabetes mellitus setelah mengalami sakit parah
(Notoatmodjo, 2011).
1.2. Tujuan
A. Tujuan Umum
Program peduli lingkungan ini ditujukan oleh pengurus himpunan kepada masyarakat untuk
memberikan edukasi kesehatan seputar penyakit yang tengah marak ada di masyarakat dan
termaktub dalam top 10 deseases penelitian.
B. Tujuan Khusus
Sebagai sarana peningkatan potensi diri untuk kemajuan profesi kedepannya.
Sebagai sarana untuk mengabdikan diri dan terjun langsung ke masyarakat.
Mewujudkan kegiatan yang berkualitas dan penuh inovasi.
Meningkatkan kualitas hubungan dan menjalin kerjasama yang baik antar mahasiswa,
baik internal kampus maupun eksternal.
Pengabdian kepada masyarakat f. Mengamalkan tri dharma perguruan tinggi
Menjadi ajang branding Himpunan Mahasiswa Keperawatan dan Institut Kesehatan
Rajawali di kalangan Masyarakat
1.3 Pokok Bahasan
Diabetes Melitus (DM)
1.4 Sub Pokok Bahasan
1. Menjelaskan pengertian DM
2. Menjelaskan tanda dan gejala DM
3. Menjelaskan Komplikasi DM
4. Menjelaskan makanan yang dihindari dan dianjurkan
1.5 Metode
1. Diskusi
2. Demonstrasi
3. Tanya jawab
1.6 Media dan Alat Pengajaran
Leaflet
1.7 Susunan Panitia
Pelaksana :
1. Presentator
2. Masyarakat
1.8 Kegiatan Penyuluhan
Waktu Tahap Kegiatan Penanggung
kegiatan Penyuluh Sasaran Jawab
10 mnt Pembukaan 1. Membuka acara 1. Menjawab
dengan salam
mengucapkan
salam kepada
sasaran
2. Menyampaikan 2. Mendengarkan
topik dan tujuan penyuluh Presentator
penkes kepada menyampaikan
sasaran topik dan
tujuan.
3. Kontrak waktu 3. Menyetujui
untuk kesepakatan
kesepakatan waktu
pelaksanaan pelaksanaan
penkes dengan penkes
sasaran
30 mnt Penyampai 1. Mengkaji ulang 1. Menyampaikan Presentator
an materi pengetahuan pengetahuannya
sasaran tentang tentang materi
materi penyuluhan
penyuluhan
2. Menjelaskan 2. Mendengarkan Presentator
materi penyuluh
penyuluhan menyampaikan
kepada sasaran materi
dengan
menggunakan
leaflet
3. Menanyakan Presentator
hal-hal yang
3. Memberikan tidak dimengerti
kesempatan kepada dari materi
sasaran untuk penyuluhan
menanyakan hal-
hal yang belum di
mengerti dari
meteri yang
dijelaskan
penyuluh.
30 mnt Pengisian 1. Presentaror Presentator
Presensi menanyakan 1. Menjawab
identitas sasaran identitas dengan
2. Menanyakan lengkap
apakah materi nya
bermanfaat
3. Dokumentasi 2. Menjawab Moderator
4. Menutup acara dan dengan jujur
mengucapkan apakah
salam serta terima materinya
kasih kepada bermanfaat
sasaran. untuk Moderator
kehidupan
sehari-harinya
3. Dokumentasi
dengan
presentator
4. Menjawab
salam
1.9 Evaluasi
1. Evaluasi struktur : Audience terkoordinasi dengan
2. Evaluasi proses :- Penyaji menyampaikan materi dengan baik.
- Audience mengikuti penyampaian materi oleh penyaji dan
demonstrasi hipertensi dengan baik
3. Evaluasi hasil : Audience merespon/memberikan feedback dengan baik.
1.10 Materi
(Terlampir)
MATERI PENDIDIKAN KESEHATAN
“Diabetes Melitus”
Pengertian
Diabetes adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang yang ditandai dengan
meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal
Bukan DM Belum Pasti DM DM
Kadar Gkukoda Plasma Vena <100 100 – 199 ≥200
darah sewaktu
Darah Kapiler <90 90 - 99 ≥200
(mg/dL)
Kadar Gkukoda Plasma Vena <100 100 – 125 ≥126
darah puasa
Darah Kapiler <90 90 - 99 ≥100
(mg/dL)
Faktor Risiko
Diabetes tipe 1
Riwayat keluarga atau keturunan
Geografi (kurangnya vitamin D yang bisa didapatkan dari sinar matahari, sehingga
akhirnya memicu penyakit autoimun)
Usia (anak-anak usia 4–7 tahun, anak-anak usia 10–14 tahun)
Pemicu lainnya (mengonsumsi susu sapi pada usia terlalu dini, air yang mengandung
natrium nitrat, sereal dan gluten sebelum usia 4 bulan atau setelah 7 bulan, memiliki ibu
dengan riwayat preeklampsia, serta menderita penyakit kuning saat lahir).
Diabetes tipe 2
Berat badan berlebih atau obesitas.
Distribusi lemak perut yang tinggi.
Gaya hidup tidak aktif dan jarang beraktivitas atau berolahraga.
Riwayat penyakit diabetes tipe 2 dalam keluarga.
Usia di atas 45 tahun
Riwayat diabetes saat hamil.
Wanita dengan sindrom ovarium polikistik (menstruasi tidak teratur, pertumbuhan
rambut berlebihan, dan obesitas)
Gejala
Peningkatan rasa haus
Peningkatan frekuensi buang air kecil
Kelelahan terus menerus
Gangguan penglihatan
Infeksi terus menerus (gusi maupun kulit, pada wanita infeksi bagian vagina)
Pencegahan
Mempertahankan berat badan ideal dengan mengonsumsi makanan rendah lemak.
Mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayur.
Mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.
Berolahraga secara rutin dan banyak melakukan aktivitas fisik.
Mengurangi waktu duduk diam terlalu lama, seperti ketika menonton televisi.
Menghindari atau berhenti merokok.
Pengaturan makanan untuk Diabetes
BAHAN DIBATASI DIHINDARI
MAKANAN
Karbohidrat Semua karbohidrat dibatasi :
nasi, bubur, roti, mie, kentang,
singkong, ubi, sagu, gandum,
pasta, jagung, talas, sereal,
ketan, makaroni
Protein hewani Hewan tinggi lemak jenuh Keju, abon, dendeng, susu full cream
(kornet, sosis, sarden, otak,
jeroan, kuning telur)
Protein nabati
Sayuran Bayam, buncis, daun/biji
melinjo, labu siam, kacang
singkong, dau ketela, jagung
muda, kapri, kacang panjang,
pare, wortrl, daun katuk
Buah – buahan Nanas, anggur, manga, sirsak, Buah – buahan yang manis dan di
pisang, alpukat, sawo, awetkan : durian, nangka, alpukat,
semangka, nangka masak kurma, manisaan buah
Minuman Minuman yang mengandung alcohol,
susu kental manis, soft drink, es krim,
youghurt, susu
Lain -lain Makanan yang berlemak dan Gula pasir, gula merah, gula batu,
penggunaan santan kental dan makanan dan minuman yang manis :
makanan yang di goreng cake, kue manis, dodol, sirup, selai
manis, coklat, permen, tape, mayonaise