0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan4 halaman

Konsep Dasar Antropologi untuk Siswa

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan4 halaman

Konsep Dasar Antropologi untuk Siswa

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DAFTAR ISI

I. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Penulisan
II. Pembahasan
2.2 pengerian antropologi
2.2 Pentingnya Antropologi
2.3 Budaya dan Suku
2.4 Tradisi dan Adat Istiadat
2.5 Metode Penelitian Antropologi
III. Kesimpulan

Daftar Pustaka

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dan budaya. Dengan banyaknya suku
dan tradisi di Indonesia, antropologi sangat penting untuk memahami cara hidup masyarakat.
Antropologi merupakan bagian dari ilmu sosial, ilmu pengetahuan sosial (IPS) adalah sebuah
studi yang menerapakan dan menggunakan bahan ilmu-ilmu sosal untuk menganalasisa dan
mempelajari hubungan antar manusia dalam aspek masyarakat dan peran manusia yang sebagai
anggota masyarakat. Studi sosial merupakan matapelajaran yang ada di sekolah yang tujuannya
untuk mempelajari manusia dalam masyarakat yang terjadi pada masa lalu, masa sekarang dan
masa yang akan datang.
Pembahasan mengenai budaya dan kebudayaan, ditemui pada pelajaran IPS yang
membicarakan atau mendiskusikan kebudayaan sebagai program pendidikan. Antropologi budaya
ialah cabang dari ilmu antropologi. Istilah kebudayaan meliputi beberapa aspek cara berfikir dan
berprilaku yang hal tersebut merupakan ciri khas suatu Negara, bangsa atau masyarakat tertentu.
Oleh kerana itu kebudayaan terdiri dari beberapa aspek diantaranya bahasa, hukum-hukum, ilmu
pengetahuan, agama, kepercayaan, makanan khas, kebiasaan mata pecaharian, music, peraturan
larangan dan lain sebagainya.

1.2 Tujuan Penulisan

Makalah ini bertujuan untuk mengenalkan konsep dasar antropologi kepada siswa SD/MI serta
pentingnya memahami budaya dan tradisi.

II. PEMBAHASAN

II.1 Pengertian Antropologi

Secara etimologis, antropologi berasal dari istilah bahasa Yunani anthropos


yang berarti manusia, dan logos yang berarti daya pikir, pikiran, kata,
susunan
pendapat, cerita, ilmu. Jadi antropologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari
tentang manusia. Atau antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat
manusia
sebagai makhluk masyarakat.
Dalam perkembangannya antropologi melahirkan berbagai cabang ilmu.
Salah satu cabangnya adalah Antropologi Sosial yang memiliki banyak
persamaan
dengan sosiologi. Antropologi Sosial berusaha mencari unsur-unsur
persamaan di
bidang aneka warna beribu-ribu masyarakat dan kebudayaan manusia di
muka
bumi ini, dengan tujuan untuk mencapai pengertian tentang azas-azas hidup
masyarakat dan kebudayaan manusia pada umumnya. Secara garis besar
pada
umumnya para ahli membedakan antropologi ke dalam antropologi fisik dan
antropologi budaya.
Antropologi fisik mempelajari :
- Sejarah terjadinya dan perkembangan manusia sebagai makhluk biologis,
yang
dipelajari dalam paleoantropologi.
- Sejarah terjadinya aneka manusia dipandang dari segi ciri-ciri tubuhnya,
dikaji
di dalam antropologi fisik dalam arti khusus.
Antropologi budaya mempelajari :
- Persebaran dan terjadinya aneka bahasa, dipelajari dalam etno-linguistik.
- Perkembangan, perubahan dan terjadinya aneka kebudayaan, ditelaah oleh
para
ahli prehistori.
- Dasar-dasar kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat, dipelajari
dalam
etnologi dan antropologi sosial.
Secara sepintas sulit membedakan antropologi sosial dengan sosiologi.
Antropologi sosial mencari prinsip-prinsip persamaan di balik aneka
masyarakat dan
kebudayaan dengan tujuan memperoleh pengertian tentang hidup
masyarakat dan
kebudayaan. Tujuan seperti itu jugalah yang ingin dicapai oleh sosiologi.
Namun
demikian tetap ada perbedaan di antara keduanya. Selain daripada sejarah
perkembangan di antara kedua ilmu itu, perbedaan di antara kedua ilmu itu
juga
pada metode dan masalah khas.
Perbedaan ini tampak, misalnya pada dua orang ahli antropologi dan ahli
sosiologi yang mengadakan penelitian di suatu tempat, Ahli antropologi
sosial akan
mencoba menyelidiki semua unsur dalam kebudayaan di tempat itu sebagai
kebulatan. Ia berpengalaman dalam penelitian intensif dan mendalam,
misalnya
dengan menggunakan teknik wawancara atau interview. Dikumpulkannya
bahanbahan
dengan memperhatikan bahan-bahan yang sifatnya meluas dengan metode
kualitatif. Ahli sosiologi akan menyelidiki masalah-masalah , unsur-unsur,
atau
gejala-gejala khusus dengan tidak usah memandang terlebih dahulu susunan
dari
keseluruhannya. Ia berpengalaman dalam menyelidiki masyarakat-
masyarakat
kompleks. Oleh karena itu ia lebih banyak menggunakan metode yang
bersifat
penelitian meluas, misalnya dengan menggunakan angket dengan
memperhatikan
bahan-bahan yang lebih bersifat meluas dengan metode kuantitatif.
2.2 Pentingnya Antropologi

Antropologi membantu kita memahami perbedaan dan persamaan antara berbagai kelompok
manusia, serta menghargai keragaman yang ada.

3. Budaya dan Suku


3.1 Apa Itu Budaya?

Budaya mencakup bahasa, seni, adat istiadat, dan nilai-nilai yang dianut oleh sekelompok orang.

3.2 Keragaman Budaya di Indonesia

Indonesia dikenal dengan keragaman budaya yang kaya, dari Aceh hingga Papua. Setiap daerah
memiliki ciri khasnya sendiri.

3.3 Mengenal Suku di Indonesia

Terdapat banyak suku di Indonesia, seperti:

 Jawa: Dikenal dengan kesenian wayang dan batik.


 Sunda: Terkenal dengan kesenian angklung dan masakan seperti nasi timbel.
 Batak: Memiliki tradisi tari Tor-Tor dan musik gondang.

4. Tradisi dan Adat Istiadat


4.1 Pengertian Tradisi

Tradisi adalah kebiasaan atau praktik yang dilakukan secara turun-temurun dalam suatu
masyarakat.

4.2 Contoh Tradisi di Berbagai Daerah

Contoh tradisi termasuk:

 Upacara Pernikahan: Setiap suku memiliki cara unik dalam merayakan pernikahan.
 Festival Panen: Banyak daerah merayakan hasil panen dengan festival dan upacara adat.

Anda mungkin juga menyukai