0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan8 halaman

Pengertian dan Faktor Hasil Belajar

Diunggah oleh

nayyasheilaa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan8 halaman

Pengertian dan Faktor Hasil Belajar

Diunggah oleh

nayyasheilaa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Kerangka Teoritis
1. Pengertian Belajar
Kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berhasil
tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak tergantung kepada bagaimana
proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik.
Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (2013 : 127) menyatakan bahwa
belajar merupakan proses dari perkembangan hidup manusia dan dengan
belajar manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga
tingkah lakunya berkembang.
Slameto (2010 : 2) menyatakan bahwa “belajar ialah suatu proses usaha
yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku
yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam
interaksi dengan lingkungannya.
Rusman (2016 : 12) menyatakan bahwa “belajar adalah salah satu faktor
yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan
perilaku individu.
Berdasarkan pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa belajar adalah
suatu proses aktivitas seseorang yang melakukan perubahan-perubahan
tingkah laku, pembentukan diri dan perilaku individu dengan lingkungan
sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi.
2. Pengertian Mengajar
Mengajar merupakan suatu proses yang kompleks. Tidak hanya sekedar
menyampaikan informasi dari guru kepada siswa. Mengajar adalah salah satu
komponen dari kompetensi-kompetensi guru. Dan setiap guru harus
menguasainya serta terampil melaksanakan mengajar.
Ahmad Susanto (2013:23) menyatakan bahwa “mengajar adalah segenap
aktivitas kompleks yang dilakukan guru dalam mengorganisasikan atau

6
7

mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak


sehingga terjadi proses belajar.
Slameto (2010:29) menyatakan bahwa “mengajar ialah penyerahan
kebudayaan berupa pengalaman-pengalaman dan kecakapan kepada anak
didik”.
Menurut Dequeliy dan Gazali dalam (Slameto, 2010 : 30) menjelaskan
bahwa “mengajar adalah menanamkan pengetahuan pada seseorang dengan
cara yang paling singkat dan tepat”.
Berdasarkan pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa mengajar adalah
aktivitas yang dilakukan guru dalam mengorganisasikan perkembangan
pengalaman dan kecakapan kepada anak didik dengan cara yang paling
singkat dan tepat.
3. Pengertian Hasil Belajar
Yang dimaksud hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak
setelah melalui kegiatan belajar. Karena belajar itu sendiri merupakan suatu
proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk
perubahan perilaku yang relatif menetap.
Ahmad Susanto (2013:5) menyatakan bahwa “hasil belajar adalah
perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang menyangkut
aspek kognitif, afektif dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar”.
Asep Jihad dan Abdul Haris (2012 : 14) menjelaskan bahwa “hasil belajar
adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar”.
Purwanto (2011:44) menjelaskan bahwa “hasil belajar adalah suatu
perolehan akibat dilakukannya suatu aktivitas atau proses yang mengakibatkan
berubahnya input secara fungsional”.
Berdasarkan pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa hasil belajar
adalah perubahan perolehan kemampuan yang dicapai peserta didik dalam
kegiatan belajar dalam waktu tertentu.
8

4. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar


Berdasarkan teori ini hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor yaitu
faktor Internal dan faktor Eksternal. Menurut Ahmad Susanto (2013 : 12)
menyatakan bahwa yang mempengaruhi hasil belajar adalah sebagai berikut :
1. Faktor Internal adalah faktor yang bersumber dari dalam peserta didik
Faktor internal meliputi : kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar,
ketekunan, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan.
2. Faktor Eskternal adalah faktor yang berasal dari luar peserta didik
Faktor eksternal meliputi : keluarga, sekolah dan masyarakat. Keadaan
keluarga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Keluarga yang morat-marit
keadaan ekonominya, pertengkaran suami istri, perhatian orang tua yang
kurang terhadap anaknya, serta kebiasaan sehari-hari berperilaku yang kurang
baik pada orang tua dalam kehidupan sehari-hari berpengaruh terhadap hasil
belajar peserta didik.
5. Bimbingan Orang Tua
a. Pengertian Bimbingan Orang Tua
Bimbingan adalah proses bantuan yang diberikan kepada anak yang
dilakukan secara terus menerus supaya anak didik dapat memahami dirinya
sendiri, sehingga sanggup mengarahkan diri sendiri, dan bertingkah laku yang
wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga dan
masyarakat.
Orangtua atau biasa disebut juga dengan keluarga, atau yang identik
dengan orang yang membimbing anak dalam lingkungan keluarga. Orangtua
memiliki tanggung jawab untuk mendidik, mengasuh dan membimbing anak-
anaknya untuk mencapai tahapan tertentu yang menghantarkan anak untuk
siap dalam kehidupan bermasyarakat.
b. Fungsi Orang Tua Dalam Mendukung Pendidikan Anak di Sekolah
Fungsi orang tua dalam mendukung pendidikan anak di sekolah adalah
sebagai berikut:
1) Orang tua bekerja sama dengan pihak sekolah.
9

2) Orang tua memberikan kepercayaan terhadap sekolah yang mengganti


tugasnya selama di ruang sekolah.
3) Orang tua harus memperhatikan sekolah anaknya, yaitu dengan
memperhatikan pengalaman-pengalamannya dan menghargai segala
usahanya.
4) Orang tua menunjukkan kerja sama dalam menyerahkan cara belajar di
rumah, membuat pekerjaan rumah dan memotivasi serta membimbing
anak dalam belajar.
5) Orang tua bekerja sama dengan guru untuk mengatasi kesulitan belajar
anak.
6. Bimbingan Belajar
a. Pengertian Bimbingan Belajar
Dengan bimbingan di sekolah diartikan suatu proses bantuan kepada anak
didik yang dilakukan secara terus menerus supaya anak didik dapat
memahami dirinya sendirinya, sehingga sanggup mengarahkan diri dan
bertingkah laku yang wajar sesuai tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah,
keluarga dan masyarakat. Masalah belajar adalah inti dari kegiatan di sekolah.
b. Tujuan Bimbingan Belajar
Tujuan bimbingan belajar bagi siswa adalah tercapainya penyesuaian
akademis secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Secara lebih
khusus tujuan bimbingan belajar, diantaranya ialah agar siswa :
Mengenal, memahami, menerima, mengarahkan dan mengaktualisasikan
potensi dirinya secara optimal sesuai dengan program pengajaran.
1) Mampu mengembangkan berbagai keterampilan belajar.
2) Mampu memecahkan masalah belajar.
3) Mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif.
4) Memahami lingkungan pendidikan.
c. Fungsi Bimbingan Belajar
Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (2013:117-118) menyatakan fungsi
bimbingan belajar adalah sebagai berikut:
10

1) Fungsi utama dari bimbingan adalah membantu siswa dalam masalah-


masalah pribadi dan sosial yang berhubungan dengan pendidikan dan
pengajaran atau penempatan dan juga menjadi perantara dari siswa dalam
hubungannya dengan para guru maupun administrasi.
2) Memelihara dan membina suasana dan situasi yang baik dan tetap
diusahakan terus bagi lancarnya belajar mengajar.
3) Mencegah sebelum terjadi masalah.
4) Mengusahakan penyembuhan dan pembentukan dalam mengatasi masalah.
5) Mengadakan tindak lanjut secara penempatan sesudah mengadakan
treatment yang memadai.
d. Manfaat Bimbingan Belajar
1) Manfaat Bagi Siswa
1. Tersedianya kondisi belajar yang nyaman dan kondusif yang
memungkinkan siswa dapat mengembangkan kemampuan potensinya
secara optimal.
2. Diperhatikannya karakteristik pribadi siswa secara utuh yang akan
menjadi dasar bagi yang bersangkutan untuk menempatkan dirinya ada
posisi yang tepat.
3. Dapat mereduksi dan mengatasi kemungkinan terjadinya kesulitan
belajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan keberhasilan belajar.
2) Manfaat Bagi Guru/Guru Pembimbing
1. Membantu untuk lebih mampu menyesuaikan materi pembelajaran,
bahkan program pembelajaran dengan keadaan siswa secara perorangan
maupun kelompok.
2. Memudahkan guru pembimbing dalam memahami karakteristik
siswanya sebagai dasar untuk membantu pengembangan potensi mereka
bahkan sampai pada posisi penentuan bantuan kepada mereka.
e. Langkah-langkah Bimbingan Belajar
Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono menyatakan bahwa pelaksanaan
bimbingan belajar sebagai berikut:
1. Menentukan masalah
11

2. Pengumpulan data
3. Analisis data
4. Diagnosis (faktor penyebab kesulitan)
5. Prognosis (memperkirakan cara pemecahan)
6. Terapi (melakukan remedial)
7. Tindak lanjut

B. Kerangka Berpikir

Orangtua merupakan lingkungan terdekat bagi seorang anak baik secara


fisik maupun mental. Anak membutuhkan perhatian, kasih sayang,
perlindungan, rasa aman, perilaku dan sikap positif dari orang tua. Terpenuhi
dan tidaknya kebutuhan anak tersebut akan ditentukan oleh orang tua. Sikap
dan perilaku orang tua dalam memenuhi kebutuhan anak untuk
perkembangannya terlihat dari perhatian yang diberikan.
Bimbingan orang tua dan keluarga cenderung akan membawa anak
menjadi pribadi yang lebih tenang, terbuka dan mudah dididik, karena anak
memiliki ruang dan kesempatan yang cukup dan baik untuk tumbuh dan
berkembang dalam perilaku sosialnya. Tetapi hubungan yang kurang serasi
dan kurang perhatian terhadap anak tidak akan menguntungkan bagi
perkembangan sosial anak. Perhatian merupakan kebutuhan mendasar bagi
anak. Kedekatan antara orang tua dengan anak tentu akan berpengaruh secara
emosional. Anak akan merasa dibutuhkan dan berharga dalam keluarganya,
apabila orang tua memberikan perhatiannya kepada anak. Anak akan
menganggap bahwa keluarga merupakan bagian dari dirinya yang sangat
dibutuhkan dalam segala hal. Sebaliknya, hubungan yang kurang harmonis
antara orang tua dan anak akan berdampak buruk terhadap hasil belajar anak.
Tidak jarang anak terjerumus ke perilaku negatif dengan alasan orang tua
kurang memberi perhatian kepada anak.
12

Bimbingan
Hasil belajar
orangtua dalam
belajar Variabel terikat
(Y)
Variabel beas ( X )

C. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan teori dan kerangka berpikir seperti yang telah diungkapkan
peneliti membuat rumusan hipotesis yaitu. Adakah pengaruh antara bimbingan
orang tua dalam belajar terhadap hasil belajar IPS anak di kelas IV SD Negeri
040460 Berastagi Tahun Pelajaran 2020/2021.
D. Defenisi Operasional
1. Bimbingan orang tua merupakan suatu pengharapan manusia terhadap cara
individu tentang bagaimana ia harus bersikap sebagai orang yang mempunyai
tanggung jawab dalam satu keluarga. Bimbingan dalam belajar dapat diartikan
suatu proses bantuan kepada anak didik yang dilakukan secara terus menerus
supaya anak didik dapat memahami dirinya sendirinya, sehingga sanggup
mengarahkan diri dan bertingkah laku yang wajar sesuai tuntutan dan keadaan
lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Masalah belajar adalah inti dari
kegiatan di sekolah.
2. Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui
kegiatan belajar.
3. Orang tua atau disebut juga keluarga yang membimbing anak dalam
lingkungan keluarga dan memiliki tanggung jawab untuk mendidik, mengasuh
dan membimbing anak-anaknya untuk mencapai tahapan tertentu
13

Anda mungkin juga menyukai