1.
Gajah dan Semut
Suatu hari beberapa kawanan gajah sedang bersenda gurau secara tidak
sengaja merusak sejumlah sarang binatang.
Salah satu sarang yang rusak itu adalah sarang semut. Karena tak ingin lebih
banyak lagi sarang rusak karena ulah kawanan gajah ini.
Seekor semut mendatangi kawanan gajah ini. Sang Semut meminta kepada
kawanan gajah untuk tidak bersenda gurau lagi secara berlebihan.
Namun, permintaan semut ini ditolak. Malah pemimpin kawanan gajah ini
memberi suatu tantangan. Ia dan kawanannya baru akan pergi kalau Semut bisa
mengalahkannya.
Pemimpin kawanan gajah yang memiliki tubuh paling besar di hutan merasa
bahwa di hutan ini tidak ada yang mampu melawannya.
Ia pernah mengalahkan sapi, kerbau, dan bahkan harimau yang perkasa. Hal
inilah yang membuatnya merasa Semut bukan tandingannya.
Tantangan dari pemimpin kawanan ini pun akhirnya diterima semut. Dalam
pertandingan itu gajah yang memiliki kaki sangat besar segera mengincar semut
yang badannya jauh lebih kecil.
Ketika akan diinjak, semut segera naik dan menggigit kaki gajah. Namun, kulit
gajah terlalu keras. Semut lalu berpikir sejenak.
Saat itulah semut segera masuk ke dalam telinga gajah dan langsung
menggigitnya. Gigitan ini membuat gajah kesakitan dan bergulung-
[Link] gajah menyerah dan semut dinyatakan sebagai pemenang.
Seperti yang sudah menjadi perjanjian sebelumnya. Begitu pemimpin kawanan
gajah dapat dikalahkan.
Kawanan gajah itu pergi dan kepergian mereka membuat kawasan hutan
menjadi tenang. Sebelum pergi kawanan ini membantu hewan-hewan
memperbaik sarangnya.