0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan24 halaman

SOP Penataan Alat Bermain TK Permata Bunda

Diunggah oleh

afriyati242
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan24 halaman

SOP Penataan Alat Bermain TK Permata Bunda

Diunggah oleh

afriyati242
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DOKUMEN SOP

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR


PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
TK PERMATA BUNDA DESA SEMUNAI
KEC. PINGGIR KAB. BENGKALIS
Dok. SOP No. 040/SOP/TK-PB/SM/VII/2024
Tanggal Disahkan 8 Juli 2024
Tanggal Revisi -
Standar Proses

1 Nama SOP PENATAAN ALAT BERMAIN


2 Tujuan  Memastikan perlengkapan alat bermain tersusun rapi, aman
untuk digunakan, dan dalam kondisi yang baik.
 Menjamin keamanan dan keselamatan pengguna alat bermain.
 Menjamin agar alat bermain tetap berada dalam kondisi optimal.
 Menumbuhkan sikap taat terhadap aturan sehari-hari agar bisa
menjadi disiplin
 Menumbuhkan perilaku yang mencerminkan kemandirian
 Mengembangkan perilaku yang mencerminkan sikap tanggung
jawab
 Menumbuhkan minat anak bermain dan mengembangkan
pengalamannya dengan alat yang disediakan
 Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai
dengan yang tertuang dalam modul ajar
 Permendikbud Ristek No. 16 Tahun 2023
3 Referensi
 Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 Pelaksana Guru sentra / area / kelompok
Dokumen
5 Modul Ajar
Terkait
 Sapu, kemoceng, dan lap.
Peralatan/  Jaring atau tali untuk mengatur dan membuat alat bermain tetap
6 Perlengkapa rapi.
n  Peralatan lainnya yang diperlukan, seperti alat pengikat, paku,
dan sebagainya.
7 Aktivitas /  30 menit sebelum anak datang, pendidik sudah menyiapkan alat
Prosedur main yang akan digunakan.
Kerja  Lingkungan belajar yang akan digunakan di dalam ruang (indoor)
dan di luar ruang (outdoor) harus bersih, aman, nyaman, dan
menyenangkan.
 Modul Ajar yang sudah dibuat harus menjadi acuan untuk
penataan alat main
 Penataan alat bermain harus mewakili 3 jenis main yaitu main
sensor motor, main peran, dan main pembangunan, untuk
memberikan pengalaman bermain yang beragam serta harus
mendukung perkembangan bahasa, kognitif, sosial- emosional
anak
 Peletakan alat main harus tepat sehingga anak bisa memusatkan
perhatian pada kegiatan yang dilakukannya
 Pastikan alat main ditata di area yang aman. Jika bermain
menggunakan air, pastikan bahwa lantai di area tersebut tidak
licin, sehingga tidak mudah terpeleset.
 Alat main yang disediakan harus bisa digunakan dengan
berbagai cara sehingga menumbuhkan kreativitas anak.
 Alat main yang disiapkan harus dalam kondisi baik, lengkap
jumlahnya, tidak retak/membahayakan.
 Alat dan bahan main serta buku ditata pada tempat yang mudah
dijangkau oleh anak.
 Disiapkan celemek tidak tembus air untuk digunakan saat anak
bermain air
 Alat beres-beres harus disediakan tempat/wadah untuk
menyimpan mainan sesuai dengan kategorinya
Dok. SOP No. 040/SOP/TK-PB/SM/VII/2024
Tanggal
1 Juni 2023
Disahkan
Tanggal Revisi -
Standar Proses

1 Nama SOP PENYAMBUTAN KEDATANGAN ANAK


2 Tujuan  Memberikan pengalaman yang positif bagi anak dan
orang tua saat berada di sekolah.
 Menyediakan informasi yang diperlukan bagi anak dan
orang tua tentang sekolah.
 Memberikan rasa nyaman dan aman bagi anak dan
orang tua saat berada di sekolah.
 Membangun kenyamanan anak dengan guru dan
lingkungan
 Membangun kemampuan berkomunikasi
 Membiasakan berkata dan bersikap sopan dan ramah
 Permendikbud Ristek No. 16 Tahun 2023
3 Referensi
 Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 Pelaksana Guru sentra / area / kelompok
Dokumen Buku kehadiran guru, buku kehadiran anak, jadwal piket,
5
Terkait catatan perkembangan anak
Peralatan/
6 Alat tulis, termometer
Perlengkapan
7 Aktivitas /  15 menit sebelum anak datang, guru piket sudah siap
Prosedur Kerja dan berdiri di depan pintu masuk sekolah senyuman
ramah
 Guru piket menyapa (mengucapkan salam) dan
berkomunikasi dengan anak (menanyakan kabar dan
perasaan anak hari ini) dengan posisi tubuh sejajar
dengan anak.
 Guru piket menanyakan kepada orang tua/pengantar
mengenai kondisi fisik dan perasaan anak termasuk
obat yang harus diminum bila diperlukan.
 Bila anak tidak diantar, guru piket secara langsung
menanyakan dan mengecek keadaan anak.
 Catat seluruh informasi mengenai kondisi anak dan
segera ambil tindakan sesuai prosedur
 Guru piket mempersilahkan anak meletakkan tas di
loker, melepas sepatu dan menaruhnya di rak sepatu
yang sudah disediakan.
Dok. SOP No. 040/SOP/TK-PB/SM/VII/2024
Tanggal Disahkan 1 Juni 2023
Tanggal Revisi -
Standar Proses

1 Nama SOP KEGIATAN CUCI TANGAN


2 Tujuan  Meningkatkan kesadaran tentang kebersihan tangan.
 Menghilangkan kuman dan bakteri dari tangan anak.
 Membiasakan untuk mencuci tangan
 Membiasakan untuk tertib
 Membiasakan untuk bertanggung jawab dengan kebersihan
diri
 Membiasakan untuk bertanggung jawab terhadap kesehatan
tubuh
 Permendikbud Ristek No. 16 Tahun 2023
3 Referensi
 Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 Pelaksana Guru sentra / area / kelompok / wali kelas
Dokumen
5 Catatan perkembangan anak
Terkait
Peralatan/  Sabun cuci tangan.
6 Perlengkapa  Air mengalir.
n  Handuk atau tisu.
7 Aktivitas / 1. Basahilah kedua telapak tangan setinggi
Prosedur pertengahan lengan memakai air yang
Kerja mengalir, ambil sabun kemudian usap dan
gosok kedua telapak tangan secara lembut.

2. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan


secara bergantian

3. Jangan lupa jari-jari tangan, gosok sela-sela jari


hingga bersih

4. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan


mengatupkan

5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara


bergantian

6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian


gosok perlahan

7. Bersihkan kedua pergelangan tangan secara


bergantian dengan cara memutar, kemudian
diakhiri dengan membilas seluruh bagian
tangan dengan air bersih yang mengalir lalu
keringkan memakai handuk atau tisu
Dok. SOP No. 040/SOP/TK-PB/SM/VII/2024
Tanggal
1 Juni 2023
Disahkan
Tanggal Revisi -
Standar Proses

1 Nama SOP KEGIATAN SIKAT GIGI


2 Tujuan  Memastikan bahwa para siswa mengetahui cara melakukan
kegiatan sikat gigi yang benar
 Membiasakan untuk menyikat gigi dengan benar
 Menjaga kebersihan dan kesehatan mulut.
 Membiasakan untuk tertib
 Membiasakan untuk bertanggung jawab dengan kebersihan
diri
 Membiasakan untuk bertanggung jawab terhadap
kesehatan tubuh
 Permendikbud Ristek No. 16 Tahun 2023
 Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
 Kostelnik J. Marjorie et all (2013). Developmentally
3 Referensi Appropriate Curriculum Best Practices in Early Childhood
Education (5th ed.). USA: New Jersey.
 Kementerian Kesehatan RI, Buku kesehatan Peserta Didik.
Jakarta
4 Pelaksana Guru sentra / area / kelompok
Dokumen
5 Modul Ajar
Terkait
Peralatan/
6 Perlengkap Sikat gigi, pasta gigi, air minum
an
7 Aktivitas /  Beri anak sikat gigi yang sesuai usianya (berbulu halus atau
Prosedur sikat gigi anak yang bentuknya cocok untuk mulutnya).
Kerja  Berikan sedikit pasta gigi yang khusus untuk anak-anak
(mengandung sedikit fluorin, yang membantu melindungi
gigi mereka dari karang gigi).
 Kumur-kumur
 Ajar anak untuk menyikat gigi mereka menggunakan
gerakan lingkaran lembut. Sikat semua permukaan gigi,
maju mundur, pendek-pendek 8 kali gerakan, rahang atas
& bawah
 Ajarkan anak Anda untuk menyikat seluruh gigi, termasuk
bagian belakang dan sisi gigi.
 Gunakan air untuk membersihkan sisa-sisa pasta gigi yang
tertinggal.
 Bersihkan sikat gigi, simpan posisi tegak kepala di atas
 Akhiri rutinitas menyikat gigi dengan meminta anak
membilas mulutnya dengan air hangat.
Dok. SOP No. 040/SOP/TK-PB/SM/VII/2024
Tanggal Disahkan 1 Juni 2023
Tanggal Revisi -
Standar Proses

1 Nama SOP PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN


2 Tujuan  Memastikan anak yang terlibat dalam kecelakaan mendapatkan
pertolongan pertama yang tepat pada waktu yang tepat.
 Menghilangkan dampak akibat kecelakaan secepat mungkin.
 Mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi akibat kecelakaan.
 Membiasakan untuk menjaga keamanan diri
 Membiasakan untuk tertib
 Membiasakan untuk bertanggung jawab terhadap kesehatan
tubuh
 Mengetahui cara hidup sehat
 Mampu menolong diri sendiri untuk hidup sehat
 Permendikbud Ristek No. 16 Tahun 2023
 Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
3 Referensi  Kostelnik J. Marjorie et all (2013). Developmentally
Appropriate Curriculum Best Practices in Early Childhood
Education (5th ed.). USA: New Jersey.
4 Pelaksana Guru sentra / area / kelompok / walikelas
Dokumen
5 Catatan perkembangan anak
Terkait
Peralatan/
6 Perlengkapa  Obat P3K, kompresan, alat bantu pernafasan
n
7 Aktivitas /  MEMAR:
Prosedur  Merupakan kondisi akibat adanya trauma/benturan dengan
Kerja benda keras. Bisa berbentuk benjolan pada bagian yang
terantuk, kadang disertai warna kebiruan. Cara mengatasinya:
 Memberikan kompres dingin pada bagian yang terbentur untuk
mencegah bertambah banyaknya darah yang merembes ke
jaringan dan juga untuk mencegah pembengkakan (udema)
 Perhatikan pada hari berikutnya bengkak berkurang atau tidak.
Untuk mengurangi/ menghilangkan pembengkakan dilakukan
kompres panas selama 3-5 menit tujuannya untuk melebarkan
pembuluh darah setempat, setelah itu diganti dengan dikompres
dingin selama 1 – 2 menit. Lakukan sebanyak 4 -5 kali sehari
sampai bengkak menghilang. Ketika melakukan kompres panas
pastikan suhu panas tidak sampai menimbulkan luka bakar.
Kompres panas dilakukan dengan menggunakan kantong air
panas atau salep/ krim pemanas kulit.

 LUKA PARUT:
 Biasanya disebabkan karena adanya benda keras yang merusak
permukaan kulit misal jatuh saat berlari. Cara mengatasinya:
 Hentikan pendarahan yang terjadi dengan cara menekan bagian
yang mengeluarkan darah dengan menggunakan kain kasa steril
atau saputangan/kain bersih.
 Dengan menggunakan air dan sabun bersihkan daerah sekitar
luka. Jika ada kerikil, kayu, atau benda lain di luka keluarkan.
Setelah itu luka dibersihkan dengan kasa steril atau benda lain
yang cukup bersih. Setelah bersih berikan anti infeksi lokal
seperti povidon iodin atau kasa anti-infeksi. Bila luka yang terjadi
terlalu dalam, segera rujuk ke rumah sakit.

 MIMISAN ATAU PENDARAHAN HIDUNG:


 Diatasi dengan cara:
 Anak yang mimisan didudukkan sambil agak menunduk, cuping
hidung kiri dan kanan dipencet bersama-sama, bernafas melalui
mulut. Tunggu sampai 10 menit.
 Bila darah masih keluar, segera rujuk ke rumah sakit.
 Menggunakan daun sirih sebagai cara tradisional juga bisa
dilakukan karena daun sirih dapat menghentikan pendarahan
karena daun sirih mengandung zat yang menyempitkan
pembuluh darah.

 KEMASUKAN BENDA ASING:


 Adalah adanya benda yang tidak biasa di dalam tubuh misalkan
duri menusuk dan tertinggal dalam kulit, hidung atau telinga
kemasukan biji- bijian, telinga kemasukan serangga, saluran
nafas tersumbat makanan. Cara mengatasinya:
 Apabila benda yang masuk tidak terlalu besar, usahakan untuk
bersin, caranya dengan mencium bubuk merica. Jika tidak
berhasil dibawa atau dirujuk ke rumah sakit. Jangan mengorek
atau menyemprot dengan air karena bisa lebih berbahaya.
 Jika ada benda asing di telinga harus dikeluarkan dengan
meneteskan minyak mineral (gliserin/parafin cair) atau obat
tetes telinga, kemudian miringkan dan amati benda asing
tersebut keluar atau tidak. Kalau tidak keluar harus segera
dirujuk ke rumah sakit.
 Jika mata kemasukan debu, bisa menggunakan cairan pencuci
mata atau dengan mengalirkan air bersih.
 Ada benda asing di kulit misal duri. Jika ujungnya masih teraba
cabut dengan alat penjepit yang telah dibersihkan/
disucihamakan. Bila halus, duri bambu/kaktus/ulat bulu dapat
dengan menggunakan plester yang ditempelkan pada kulit yang
tertancap duri halus, kemudian plester dicabut dengan cepat.
Lakukan berulang-ulang sampai duri/bulu halus tercabut semua
 Jika mendapat gigitan hewan, cuci bekas gigitan dengan air
bersih dan sabun, beri antiseptik balut, dan rujuk ke rumah sakit.
 Jika mendapat sengatan serangga, segera lepas serangga dari
tempat gigitannya dengan menggunakan minyak pelumas atau
terpentin atau minyak cat kuku. Setelah terlepas luka
dibersihkan dengan sabun dan diolesi calamin atau krim
antihistamin. Bila tersengat lebah, ambil sengatnya dengan
jarum halus, bersihkan dan oleskan krim antihistamin atau
kompres es bagian yang tersengat. Jika muncul tanda-tanda
seperti mual dan mutah, pucat apalagi sampai sesak nafas
segera rujuk ke rumah sakit.
Dok. SOP No. 040/SOP/TK-PB/SM/VII/2024
Tanggal Disahkan 1 Juni 2023
Tanggal Revisi -
Standar Proses

1 Nama SOP KEGIATAN MAKAN


2 Tujuan  Meningkatkan kesadaran peserta didik akan pentingnya menjaga
kebersihan makan di sekolah.
 Memberikan pengalaman makan yang menyenangkan dan
berkesan untuk peserta didik.
 Meningkatkan kualitas hidup dan kebugaran melalui makanan
sehat.
 Membiasakan untuk mencuci tangan
 Pengenalan berbagai jenis makanan dan kegunaannya untuk
tubuh
 Pengenalan matematika (berhitung, konsep satu ke satu, bentuk,
warna, rasa, dll)
 Membiasakan untuk bersyukur pada Tuhan (doa)
 Membiasakan untuk berbagi
 Membiasakan untuk tertib
 Membiasakan untuk bertanggung jawab dengan makanan
 Membiasakan untuk bersih lingkungan
 Membiasakan untuk bertanggung jawab terhadap alat makan
 Permendikbud Ristek No. 16 Tahun 2023
3 Referensi
 Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 Pelaksana Guru sentra / area / kelompok
Dokumen
5 SOP cuci tangan, sop gosok gigi, catatan perkembangan anak
Terkait
Peralatan/
6 Perlengkapa Piring, sendok, gelas
n
7 Aktivitas /  Pastikan semua anak dalam kelompok sudah mencuci tangan
Prosedur dengan bersih dan benar
Kerja  Pastikan semua anak sudah ada dalam kelompoknya
 Anak menghitung jumlah orang dalam kelompok dan pastikan
jumlah alat makan yang diperlukan
 Anak secara bergiliran menyiapkan alat makan sesuai dengan
jumlah tempat yang tersedia.
 Pastikan semua anak sudah duduk di tempatnya, saat guru
mengenalkan menu makan dan kandungan gizi yang dibutuhkan
tubuh.
 Apabila anak membawa makanan dari rumah, ceklah apakah
makanan sudah memenuhi aturan yang ditetapkan lembaga
 Anak dibiasakan untuk berbagi bekal yang dibawanya.
 Membiasakan anak bersyukur atas makanan yang tersedia.
 Berdoa sebelum makan dipimpin oleh anak secara bergantian
setiap harinya. Makan dengan tertib dan tidak berceceran
 Anak mengambil makanan sesuai dengan kebutuhan dan tidak
menyisakan makanan yang diambilnya
 Kenalkan pada anak cara menggunakan alat makan yang benar
dan sopan santun saat makan.
 Berdoa setelah selesai makan, dan mengucapkan syukur.
 Selesai makan anak menyimpan kembali alat makan ke tempat
semula. Jika memungkinkan anak diajak mencucinya.
 Sehabis makan anak harus membersihkan kembali tempat yang
sudah digunakan agar tidak ada sisa makanan yang tercecer.
 Setelah makan anak mencuci tangan dan menggosok gigi
dengan tertib.
 Ajaklah anak untuk mengikuti kegiatan selanjutnya
Dok. SOP No. 040/SOP/TK-PB/SM/VII/2024
Tanggal Disahkan 1 Juni 2023
Tanggal Revisi -
Standar Proses

1 Nama SOP KEGIATAN PIJAKAN SEBELUM MAIN


2 Tujuan  Membiasakan untuk berdoa sebelum melakukan kegiatan
 Mengembangkan kemampuan berbahasa (kosakata baru,
mengungkapkan bahasa)
 Mengembangkan sikap percaya diri dan menghargai orang lain
 Mengembangkan kemampuan mengamati, menanya,
mencobakan untuk mencari tahu
 Mengembangkan kemampuan dan pengetahuan sesuai dengan
tema besar / topik / sub topik yang telah disediakan
 Membiasakan anak disiplin mengikuti aturan dan berani
tantangan baru
 Membiasakan untuk berkata santun (menggunakan kata permisi,
maaf, tolong)
 Permendikbud Ristek No. 16 Tahun 2023
3 Referensi
 Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 Pelaksana Guru sentra / area / kelompok
Dokumen
5 Modul Ajar, catatan perkembangan anak
Terkait
Peralatan/
6 Perlengkapa APE
n
7 Aktivitas / 1. Anak duduk dalam bentuk lingkaran atau duduk merapat tetapi
Prosedur dalam suasana tidak berdesakan, posisi guru di depan
Kerja menghadap ke anak. Menyapa anak untuk memulai kegiatan
2. Anak berdoa sebelum melakukan kegiatan
3. Bertanya kepada anak tentang hal-hal yang dilakukan hari
kemarin
4. Menanyakan perasaan anak hari ini untuk mengenal perasaan
anak
5. Memberitahukan bila ada sesuatu yang tidak biasa terjadi hari
ini, misalnya ada tamu, ada guru yang tidak masuk sehingga
digantikan oleh guru lainnya
6. Mengenalkan tema dan konsep hari ini dan mempersilakan anak
mengamati, bertanya tentang tema yang dikenalkan.
7. Siapkan buku yang sesuai dengan tema agar anak bisa mencari
informasi dan bertanya yang terkait dengan tema.
8. Membacakan buku sesuai tema untuk membangun ide bermain.
9. Mengembangkan kosa kata dan menanyakan pendapat anak
tentang arti kata yang dimaksud.
10. Mendiskusikan ide bermain apa yang akan dibuat anak dengan
alat dan bahan yang tersedia.
11. Memberikan contoh secara tepat untuk kegiatan baru yang
belum dimengerti anak.
12. Membangun aturan main bersama anak
13. Mengulang kembali aturan di sentra:
a) pilih kegiatan
b) selesaikan kegiatan
c) perlihatkan hasil karya pada pendidik
d) merapikan alat yang sudah digunakan
e) pilih kegiatan lainnya.
14. Anak memilih mainan sesuai dengan minatnya
15. Mengelola kegiatan pemilihan mainan dengan menerapkan
permainan yang menarik
16. Mempersilakan anak mulai bermain.

Dok. SOP No. 040/SOP/TK-PB/SM/VII/2024


Tanggal Disahkan 1 Juni 2023
Tanggal Revisi -
Standar Proses

1 Nama SOP KEGIATAN PIJAKAN SELAMA MAIN


2 Tujuan  Mengembangkan kemampuan mencobakan untuk mencari tahu
 Membiasakan untuk berani melakukan tantangan baru
 Mengembangkan kemampuan fokus
 Membiasakan untuk bekerja tuntas (awal sampai akhir)
 Membiasakan untuk melakukan kegiatan secara mandiri dan
bekerja sama
 Membiasakan untuk saling membantu dengan guru dan teman
 Membiasakan untuk berbagi alat main
 Mengenal berbagai konsep pengetahuan (matematika, sosial,
alam, sains, bahasa, alat/teknologi).
 Mengembangkan keterampilan membuat karya dengan berbagai
alat dengan ide sendiri
 Membiasakan untuk berkata santun (menggunakan kata terima
kasih, maaf, tolong).
 Membiasakan untuk menghargai hasil karya diri dan teman
 Mengembangkan keterampilan berkomunikasi
 Mengembangkan sikap percaya diri
 Membiasakan untuk bertanggung jawab
 Permendikbud Ristek No. 16 Tahun 2023
3 Referensi
 Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 Pelaksana Guru sentra / area / kelompok
Dokumen
5 Modul Ajar, catatan perkembangan anak
Terkait
Peralatan/
6 Perlengkapa APE
n
7 Aktivitas /  Melakukan (pengamatan) dan membuat catatan perkembangan
Prosedur anak.
Kerja  Memberikan waktu bermain selama (45 menit – 1 jam)
 Memberikan pijakan dengan menggunakan kalimat bertanya
yang terbuka secara tepat Misal: bagaimana caramu
menemukan warna ini?, Bangunan apa yang sedang dibangun
nak?
 Pijakan yang diberikan harus sesuai dengan perkembangan anak
 Dorong anak untuk bermain dalam kelompok kecil selain
bermain secara mandiri.
 Anak diberi kesempatan untuk membuat karya dengan idenya
sendiri
 Anak diberi kesempatan untuk mencoba alat dan bahan main
dengan caranya sendiri
 Anak didukung untuk bekerja sampai tuntas
 Anak didukung untuk saling berbagi alat main
 Anak didukung untuk mau membantu guru dan temannya.
 Anak didukung menemukan konsep pengetahuan (matematika,
sosial, alam, sains, bahasa, alat/teknologi) melalui alat dan
bahan yang dimainkannya.
 Membangun kepercayaan diri anak dengan memberikan
kesempatan untuk mengemukakan gagasannya melalui alat dan
bahan main yang digunakannya.
 Mengingatkan pada anak sisa waktu bermain.
 Mengajak anak untuk membereskan alat sesuai tempat dan
jenisnya.
Dok. SOP No. 040/SOP/TK-PB/SM/VII/2024
Tanggal
1 Juni 2023
Disahkan
Tanggal Revisi -
Standar Proses

1 Nama SOP KEGIATAN PIJAKAN SETELAH MAIN


2 Tujuan  Membiasakan untuk berdoa sesudah melakukan kegiatan
 Mengembangkan kemampuan berbahasa (kosakata baru,
mengungkapkan bahasa)
 Mengembangkan sikap percaya diri
 Mengembangkan sikap menghargai orang lain yang
berbicara
 Menguatkan konsep pengetahuan sesuai dengan tema dan
RPPH yang disusun
 Membiasakan untuk berkata santun (menggunakan kata
terima kasih, maaf, tolong).
 Mengembangkan kemampuan bahasa ekspresif
 Permendikbud Ristek No. 16 Tahun 2023
3 Referensi
 Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 Pelaksana Guru sentra / area / kelompok
Dokumen
5 Modul Ajar, catatan perkembangan anak
Terkait
Peralatan/
6 Perlengkap APE
an
7 Aktivitas /  Mengajak anak untuk duduk melingkar dan menanyakan
Prosedur perasaan setelah bermain
Kerja  Menanyakan kegiatan bermain yang sudah dilakukan anak
(recalling).
 Anak diberi kesempatan untuk menunjukkan hasil karya,
bisa dalam bentuk gambar, tulisan, bercerita.
 Memperkuat kembali konsep pengetahuan yang sudah
didapat anak selama bermain (sesuai dengan RPPH)
 Memberikan penghargaan seperti ucapan terima kasih
terhadap perilaku anak yang sudah sesuai dengan aturan
dan
 Membahas apa yang seharusnya dilakukan bila ada anak
yang belum mematuhi aturan.
 Menyampaikan kegiatan berikutnya dan perilaku yang
diharapkan pada anak untuk mengikuti kegiatan
berikutnya.
Dok. SOP No. 040/SOP/TK-PB/SM/VII/2024
Tanggal
1 Juni 2023
Disahkan
Tanggal Revisi -
Standar Proses

1 Nama SOP KEGIATAN PENATAAN LINGKUNGAN


2 Tujuan  Memberikan kesempatan pada anak untuk bermain dan
belajar secara aman.
 Mengatur ruang bermain yang aman dan nyaman.
 Memberikan pengalaman bermain yang menyenangkan dan
bermanfaat.
 Mempromosikan keselamatan dan kesehatan anak dalam
lingkungan bermain.
 Menciptakan lingkungan bermain yang kondusif bagi anak.
 Menumbuhkan minat anak bermain dan mengembangkan
pengalamannya dengan alat yang disediakan
 Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan
sesuai dengan yang tertuang dalam modul ajar
 Permendikbud Ristek No. 16 Tahun 2023
3 Referensi
 Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 Pelaksana Guru sentra / area / kelompok
Dokumen
5 Modul Ajar
Terkait
Peralatan/
6 Perlengkap APE, alat bantu bermain, sarpras sekolah
an
7 Aktivitas /  Pendidik menyiapkan alat main yang akan digunakan anak
Prosedur maksimal 30 menit sebelum anak datang.
Kerja  Pastikan bahwa lingkungan belajar di dalam (indoor) dan di
luar (outdoor) bersih, aman, nyaman, dan menyenangkan.
 Penataan alat main harus berdasarkan RPPH yang sudah
dibuat.
 Alat bermain yang ditata harus mewakili 3 jenis main yaitu
main sensorimotor, main peran, dan main pembangunan,
untuk memberikan pengalaman bermain yang beragam.
 Alat main ditata di area yang aman. Jika bermain yang
menggunakan air, pastikan bahwa lantai tidak licin,
sehingga tidak menjadikan mudah terpeleset.
 Penataan alat main mendukung perkembangan bahasa,
kognitif, sosial-emosional anak.
 Alat main yang ditata dapat digunakan dengan berbagai
cara sehingga menumbuhkan kreativitas anak.
 Alat main yang disiapkan dipastikan dalam kondisi baik,
lengkap setnya, tidak retak.
 Alat dan bahan main serta buku ditata pada tempat yang
mudah dijangkau oleh anak.
 Disiapkan tempat untuk membereskan mainan sesuai
dengan kategorinya.
Dok. SOP No. 040/SOP/TK-PB/SM/VII/2024
Tanggal
1 Juni 2023
Disahkan
Tanggal Revisi -
Standar Proses

1 Nama SOP PEMBUKAAN KEGIATAN HARIAN


Tujuan  Memastikan bahwa setiap anak mengetahui petunjuk dan
peraturan yang berlaku.
 Memberikan kesempatan kepada anak untuk berkomunikasi
dan berinteraksi dengan anggota kelompok lain.
2  Memberikan kesempatan anak untuk mengungkapkan ide
dan kreativitas anak.
 Membangun minat anak dan mampu beradaptasi dengan
lingkungan PAUD, mengenalkan simbol negara dan lagu
kebangsaan serta kecintaan pada tanah air

 Permendikbud Ristek No. 16 Tahun 2023


3 Referensi
 Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 Pelaksana Guru sentra / area / kelompok
Dokumen
5 Modul Ajar
Terkait
Peralatan/
6 Perlengkap Modul ajar, APE
an
7 Aktivitas /  Awali dengan kegiatan berdoa dan bernyanyi.
Prosedur  Pendidik memberikan kesempatan kepada anak untuk
Kerja menceritakan pengalaman dan mendiskusikannya.
 Pendidik bersama anak melakukan percakapan untuk
mengecek kehadiran sambil membiasakan anak untuk
memperhatikan dan menyebutkan temannya yang tidak
masuk.
 Biasakan selalu berbicara dengan lembut (soft speaking
communication).
 Biasakan mengawali kegiatan dengan membacakan buku
atau bacaan lain sesuai dengan tema (selalu menyebutkan
judul buku dan nama pengarangnya).
 Sebelum masuk ke kegiatan hari ini, tanyakan kembali
kegiatan yang dilakukan kemarin.
 Selalu mendiskusikan tema, lingkup materi, kegiatan yang
akan dilakukan, serta kosakata terkait di awal kegiatan.
 Mendiskusikan aturan bermain.
 Memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih
mainan.
Dok. SOP No. 040/SOP/TK-PB/SM/VII/2024
Tanggal
1 Juni 2023
Disahkan
Tanggal Revisi -
Standar Proses

1 Nama SOP KEGIATAN BERMAIN MOTORIK KASAR


2 Tujuan  Menumbuhkan minat anak untuk bermain, bergerak, dan
berkreasi
 Mengajarkan anak untuk berkomunikasi dan bekerja sama
 Membantu anak dalam mengembangkan keterampilan fisik
 Melatih otot-otot kasar; (kekuatan, kelenturan,
keseimbangan, kelincahan)
 Mengembangkan sensori motorik (koordinasi tangan, mata,
kaki)
 Membiasakan untuk bekerja sama
 Mengembangkan sikap sosial- emosional
 Mengembangkan sikap berani melakukan hal baru dan mau
mengambil risiko
 Permendikbud Ristek No. 16 Tahun 2023
3 Referensi
 Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 Pelaksana Guru sentra / area / kelompok
Dokumen
5 Modul Ajar
Terkait
Peralatan/
6 Perlengkap APE
an
7 Aktivitas /  Pendidik menawarkan kegiatan yang beragam dan menarik
Prosedur , sesuai tahapan perkembangan anak.
Kerja
 Memberikan pengenalan aktivitas motorik kasar di awal
pembelajaran.
 Pendidik mempersilahkan anak memilih kegiatan yang
disukai.
 Pendidik mengajak anak yang baru datang untuk bermain
bersama teman.
 Memberikan kesempatan untuk bermain secara bebas.
 Pendidik mengawasi, mengamati, memotivasi dan
memberikan bantuan kepada anak yang membutuhkan.
 Pendidik mengajak anak minum air putih sebelum pindah
ke kegiatan berikutnya.
Dok. SOP No. 040/SOP/TK-PB/SM/VII/2024
Tanggal
1 Juni 2023
Disahkan
Tanggal Revisi -
Standar Proses

1 Nama SOP TOILETING (MELATIH ANAK KE KAMAR MANDI)


2 Tujuan  Memberi pengertian kepada anak tentang toileting, dan
mengajari cara menggunakan toilet dengan benar.
 Menciptakan lingkungan tempat toileting yang aman dan
nyaman bagi anak.
 Membantu anak menjadi terbiasa dengan rutinitas toileting
dan meningkatkan keterampilan mandiri.
 Memberikan motivasi kepada anak untuk menggunakan
toilet dengan benar.
 Melatih anak untuk mencapai kesuksesan dalam
pengalaman toileting.
 Membiasakan untuk menjaga kebersihan diri sendiri
 Membiasakan berperilaku hidup bersih sehat
 Membiasakan untuk menentukan keinginan sendiri
(memahami keinginan diri sendiri)
 Permendikbud Ristek No. 16 Tahun 2023
3 Referensi
 Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 Pelaksana Guru sentra / area / kelompok
Dokumen
5 Modul Ajar
Terkait
Peralatan/
6 Perlengkap Toilet, sabun, air, tisu
an
7 Aktivitas /  Pendidik mempersilahkan anak untuk ke toilet/WC/kloset
Prosedur pada waktu-waktu tertentu, namun tetap disesuaikan
Kerja dengan kebutuhan individual anak.
 Pendidik melatih anak untuk melepas dan mengenakan
celana secara mandiri/sesuai tahap perkembangan.
 Pendidik melatih anak untuk menyiram toilet/WC/kloset.
 Pendidik mengawasi dan memberikan bantuan jika
dibutuhkan.
 Pendidik memastikan anak mencuci tangan dengan sabun
dan air bersih yang mengalir setelah BAK dan BAB.
 Pendidik memastikan anak untuk mengeringkan tangannya
setelah cuci tangan.
 Pendidik mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang
mengalir sebelum keluar dari kamar mandi sesuai
kebutuhan.
Dok. SOP No. 040/SOP/TK-PB/SM/VII/2024
Tanggal
1 Juni 2023
Disahkan
Tanggal Revisi -
Standar Proses

1 Nama SOP PENGELOLAAN KEGIATAN BELAJAR


2 Tujuan  Memberikan pemahaman yang luas tentang materi yang
diajarkan.
 Meningkatkan keterampilan dan keterampilan sosial siswa.
 Membantu mengembangkan daya pikir anak.
 Menumbuhkan minat anak bermain dan mengembangkan
pengalamannya dengan alat yang disediakan
 Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan
sesuai dengan yang tertuang dalam modul ajar
 Permendikbud Ristek No. 16 Tahun 2023
3 Referensi
 Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 Pelaksana Guru sentra / area / kelompok
Dokumen
5 Modul Ajar
Terkait
Peralatan/
6 Perlengkap APE
an
7 Aktivitas /  Pendidik menyiapkan lingkungan bermain yang aman,
Prosedur nyaman dan tersedia APE yang mendukung.
Kerja  Pendidik mengawali kegiatan dengan membacakan buku.
 Pendidik mengajak anak berdiskusi tentang tema hari ini.
 Pendidik membacakan buku atau bercerita dengan
menggunakan APE sesuai kebutuhan.
 Pendidik mendorong anak untuk aktif mendiskusikan tema
yang sedang dibahas.
 Pendidik menginformasikan kegiatan main hari ini, dan
menyampaikan gagasan main.
 Mendiskusikan aturan main.
 Pendidik memberikan kesempatan pada anak untuk
memilih teman main.
 Anak melakukan kegiatan bermain sesuai minat.
 Pendidik melakukan observasi (pengamatan) dan membuat
dokumentasi atau catatan tentang perkembangan anak.
 Pendidik mengingatkan pada anak sisa waktu bermain.
 Pendidik mengajak anak untuk membereskan alat
 Pendidik mengajak anak untuk duduk melingkar dan
menanyakan kembali, pengalaman bermain anak.
 Anak didorong untuk memberikan unjuk kerja, bisa dalam
bentuk gambar, tulisan, bercerita menggunakan hasil
karyanya atau recalling (menceritakan kembali
pengalaman bermainnya).
Dok. SOP No. 040/SOP/TK-PB/SM/VII/2024
Tanggal
1 Juni 2023
Disahkan
Tanggal Revisi -
Standar Proses

1 Nama SOP KEGIATAN MEMBACA BUKU UNTUK ANAK


2 Tujuan  Membantu anak membentuk pola berpikir yang logis dan
rasional.
 Membuat anak menjadi lebih berani dalam menjawab
pertanyaan dan memahami isi buku.
 Meningkatkan kemampuan anak dalam mengolah informasi
dan menjadi lebih kreatif.
 Meningkatkan kemampuan anak dalam berkomunikasi dan
membangun keterampilan berbahasa.
 Mengembangkan kemampuan mengamati, menanya,
mencobakan untuk mencari tahu
 Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan
sesuai dengan yang tertuang dalam modul ajar
 Permendikbud Ristek No. 16 Tahun 2023
3 Referensi
 Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 Pelaksana Guru sentra / area / kelompok
Dokumen
5 Modul Ajar
Terkait
Peralatan/
6 Perlengkap Buku, papan tulis, pensil
an
7 Aktivitas /  Pendidik menerapkan waktu-waktu rutin untuk membaca,
Prosedur misalnya: pagi hari saat circle time atau recalling, pada
Kerja saat-saat transisi/pergantian kegiatan, dan di rumah
bersama orang tua bisa sebelum tidur, setelah mandi sore.
 Pendidik menyediakan/memilih buku dengan ilustrasi yang
menarik.
 Pendidik mengajak anak untuk membaca buku dengan cara
yang nyaman dan menyenangkan
 Pendidik membacakan buku dengan cara-cara yang
ekspresif, kreatif dan interaktif dengan anak (membuat
anak berpartisipasi).
 Pendidik membacakan buku dengan intonasi dan ucapan
yang jelas.
 Pendidik menunjukkan cara memperlakukan buku yang
benar (misalnya: membuka halaman dengan hati-hati, tidak
melipat halaman, mengembalikan ke tempatnya).
 Pendidik mengakhiri sesi membaca dengan meminta anak
untuk membuat ringkasan dari isi buku bisa dalam bentuk
cerita ulang atau menggamabar karakter yang ada di
dalam buku

Anda mungkin juga menyukai