Sesuai KI / KD adalah sebagai berikut :
3.1 Menerapkan sistem operasi jaringan
4.1 Menginstalasi sistem operasi jaringan
3.2 Mengevaluasi Remote Server
4.2 Mengkonfigurasi Remote Server
3.3 Mengevaluasi DHCP Server
4.3 Mengkonfigurasi DHCP Server
3.4 Mengevaluasi FTP Server
4.4 Mengkonfigurasi FTP Server
3.5 Mengevaluasi File Server
4.5 Mengkonfigurasi File Server
3.6 Mengevaluasi Web Server
4.6 Mengkonfigurasi Web Server
3.7 Mengevaluasi DNS Server
4.7 Mengkonfigurasi DNS Server
3.8 Mengevaluasi Database Server
4.8 Mengkonfigurasi Database Server
3.9 Mengevaluasi Mail Server
4.9 Mengkonfigurasi Mail Server
1. Mengkonfigurasi Remote Server
2. Mengkonfigurasi DHCP Server
3. Mengkonfigurasi FTP Server
4. Mengkonfigurasi File Server
5. Mengkonfigurasi Web Server
6. Mengkonfigurasi DNS Server
7. Mengkonfigurasi Database Server
8. Mengkonfigurasi Mail Server
ASJ Versi Debian 9
Berikut ini adalah materi yang sudah tersedia, dengan metode Tutorial langsung Praktik
:
1. Cara Install Linux Debian 9
2. Cara Konfigurasi IP Address Debian 10
3. Cara Konfigurasi Remote Server Debian 9
4. Mengkonfigurasi DHCP Server Debian 9
5. Mengkonfigurasi FTP Server Debian 9
6. Mengkonfigurasi File Server Debian 9
7. Mengkonfigurasi Web Server Debian 9
Perkembangan teknologi terutama teknologi informasi saat ini berkembang sangat pesat.
Berbagai penemuan membantu sangat banyak pekerjaan menjadi lebih mudah. Salah satunya
untuk mengakses server, saat ini bisa dilakukan di luar tempat server berada bahkan tanpa dalam
jaringan yang terhubung.
Teknologi remote server telah menjadi solusi supaya pengontrolan server dapat dilakukan jarak
jauh. Apa itu remote server dan bagaimana cara kerjanya? Di bawah ini penjelasan lengkap
tentang remote server.
Section Artikel [hide]
1 Pengertian Remote Server
2 Fungsi Remote Server
3 Aplikasi Remote Server
4 Cara Kerja Remote Server
5 Contoh Penggunaan Remote Server
Pengertian Remote Server
Remote server adalah server yang dapat diakses dari jauh bahkan dari luar jaringan atau dari
jaringan LAN yang berbeda dengan server tersebut. Server dapat dibuka tanpa harus datang ke
tempat server itu disimpan.
Dengan remote server keamanan server akan lebih terjaga. Sebab server dapat diletakkan pada
tempat rahasia agar hanya diketahui oleh ora
ng-orang tertentu saja. Akses dan konfigurasi server jadi lebih mudah karena dapat dilakukan
kapan saja dan dari mana saja.
Fungsi Remote Server
1. Menghidupkan dan Mematikan Komputer Jarak Jauh
Menghidupkan dan mematikan sebuah komputer dapat dilakukan dari jarak jauh menggunakan
remote server. Misalnya untuk komputer client di sebuah warnet.
Seorang petugas operator warnet dapat menghidupkan dan mematikan komputer client tanpa
harus menyentuh unit komputer yang akan dihidupkan atau dimatikan tersebut, cukup dengan
menggunakan komputer operator di mejanya.
2. Mengontrol/Mengendalikan Komputer Lain
Jika sebuah komputer telah difungsikan sebagai remote server maka komputer tersebut dapat
digunakan untuk mengendalikan komputer lain yang berada dalam jaringan server yang sama.
Ini sangat berguna bagi perusahaan-perusahaan yang banyak menggunakan komputer serta
memiliki banyak cabang di berbagai daerah.
3. Menyalakan dan Mematikan Server Jarak Jauh
Remote server dapat digunakan untuk menyalakan juga mematikan server dari jarak jauh.
Maintenance maupun mengkonfigurasikan server menjadi lebih efektif. Seorang server
backend dapat mengendalikan server dari tempat yang berbeda dengan lokasi server.
Server dapat dikontrol secara berkala sehingga kinerjanya akan lebih optimal. Karena dengan
remote server, akan segera diketahui dan ditangani apabila terdapat error atau masalah pada
server ataupun jaringannya.
♉ ృϫĀ椓НĀ棴ٟ ðð⏩ٟ
4ィÿ飔頀ý頀哈Ǻ.䨠 .垐 .埠 .仐 .子 .䷠ .匰 .恗ƒဃᗸ爆ƒဃᗸ寜ʈဃᗸ䑀ʒဃΰʄ♉ ٗ ٟ 㦎ࡎʄ♉
Х珶嫆۩ʄ♉惙ݎ放崸⏘ٟ߽
渂࣊ᗸЛĀ枍粟⏭Œʄ♉梿ٟ 䈢ృϫðŨ斫ഥĀ泳൝ዟ䶰ð䇪ගĀ燫ʄ♉剅མ䗈偱北ᎎဃ▷ᓚ⪗最ᕾⓡĝဃᗸĀ㗃ᝯʄ♉㒯ឃʄ♉Гឣဃᗸ棦ឳဃ
ᗸ樒ᡡ壞勥瓂ᢻ咾挊哐ᥔʄ♉䘂᭽ʄ♉䔰ᵞʄ♉ῠ㎒䍞↚∉ٟ⊟ဃᗸ粟⏭Л⒐ⓡⴡ䷕ð ôĆôĆôĆôĆ▢ʄ♉☐Ȋ☼Ṹ䀬Ũʄ♉ဃᗸⵢ❣栻⫦➍⡹⪗
放崸䍘⫗Л╨ஂஂⵉ 椓Н䁁ⷿ斫ഥø$á쳌Ì؆쳌Ì؆쳌Ì؆쳌Ì؆㒳渇妩琸〭ʄ♉梷さ僃䴋ㆩృ ϫðŨ䯂㊅㡎旆崔㌑ဃᗸ㍦ʄ♉㗷ృ ϫðŨ濉㘯ဃᗸ㚬㞾Ā⊙㗵㢃䍘⫗
曭㱜ʄ♉䘮㵖粟⏭猗㶧ዟ䶰ð㋡㷗Х珶ǂ楾㸜Л㎬㹐ృ ϫðŨᆞ㺶ʄ♉罜㿎ʄ♉Ṹ䀬Ā券䋱㋡㷗ര䌃ဃᗸ㎒䍞Л᠊䎱ဃᗸ㊌䐷䍘⫗ଞ䑃ʄ♉᭨⊙楋䛡ဃᗸ᪩䟂放崸䬿䣳
ဃᗸ㴬䪆ʄ♉౭䭵ʄ♉ᾳ䮡ஂஂⵉ 浦䵑粟⏭ዟ䶰棴ٗ䷕ⴡﻔĀ䘈为ʄ♉ᤋ侨放崸寨倥ဃᗸ䗈偱粟⏭僃䍘⫗╨勉Л壞勥䍘⫗ୌ厐焩焓厖ဃᗸ䐟含Х珶洴咫ృ ϫðŨ
漏塄放崸渇妩粟⏭嚈宪粟⏭挘岫ဃᗸ穫峗ృ ϫðŨ放崸ဃᗸ瘍帬ဃᗸ䟸廎㚬㞾ø$ðꪪªĆꪪªĆꪪªĆꪪªĆ劓徠ʄ♉繅悁ဃᗸ剷惓㊌䐷悍愧ృ ϫ嗰愾ʄ♉缟懟ʄ♉ⓡ∉
ð佉旼ዟ䶰ð⪗䷙䄌杫ʄ♉ᅟ柎放崸碹槏ʄ♉۷槻浦䵑涬殥ʄ♉⊙汼ʄ♉尩沟Ṹ䀬帺淺放崸䷙滺Л綛澩放崸傔瀅椓Н竧炉ဃᗸ焩㎒䍞漈煥ృ ϫðŨ❌煰ʄ♉堃爩放崸
䍸犮ЛХ珶Ā喒璒ʄ♉湊璱放崸垩瓳梿甑畛Л涮痐ဃᗸ㍻睯䇪ගáááá狿硊ဃᗸ䙌碳ʄ♉濰磂放崸ڴ簳ʄ♉威縠粟⏭å痫ⶒ斋ῼ皆7ϹR咥W簭X⤟\䊴dಒgFu☊z
嚲⨼ྃ⏛撙²㦜¼硲ÄᰡÞ偎à䃿ဃဂê퀀@ǿ܀唀渀欀渀漀眀渀ǿࠀǿÿȀÿÿȀÿༀ䜀逞ȀԃԄ̂$.寠xী吀椀洀攀猀 一攀眀 刀漀洀愀渀
㔀逞ȁԀąĂ؇Ԃ匀礀洀戀漀氀㌀逮Ȁ؋ȄȂȂ$.寠xী 䄀爀椀愀氀㬀逮Ȁ؋ȄȂȂ$.寠xী 䠀攀氀瘀攀琀椀挀愀㤀逮ȀԋЂЂȂ#.翤äী 匀攀最漀攀 唀䤀㜀逞ȀԄԂԄ̂
蜃鼀䜀攀漀爀最椀愀㔀逎⁐ ⁐ 鼀刀漀戀漀琀漀䜀逐椀渀栀攀爀椀琀䌀愀洀戀爀椀愀㼀逎䮠 P需一甀渀椀琀漀 匀愀渀猀㔀逎ༀ 需伀猀眀愀氀搀㜀逮ȀԏȂЂȃ$.篤$ী 䌀愀氀椀戀爀椀
䌀ⰮȀ̏ȂЂȃ$.篤$ী 䌀愀氀椀戀爀椀 䰀椀最栀琀㼀逽Ȁ̇ȉԂЂ$.䏠xী 䌀漀甀爀椀攀爀 一攀眀㬀逎ȁԀ圀椀渀最搀椀渀最猀䄀逞ȀԄԃȃ$¢$B鼀䌀愀洀戀爀椀愀 䴀愀琀栀
∀Ѐ焀耈탰栄鸀놚墇뗊㴀ᄀ#Ç䔀砀Ѐ̀ꪐᄀ#Ç䔀砀ꨀ℀ჰ Ā ꀀꀅ됅됀脀㊁0缀ê缀êȀ荋Qჰﰀǽ䀈PऀP
ⅿ Memantau
Penggunaan Resource Pada Sebuah Jaringan
Resource pada sebuah jaringan atau web server dapat dilihat dengan remote server. Pemantauan
dan pengoptimalan dapat sering dilakukan supaya resource tidak penuh.
Dapat pula segera mengambil keputusan apabila resource melebihi batas, dengan merencanakan
upgrade server agar performa website tetap bagus.
5. Memudahkan Memantau Keamanan Server
Keamanan server merupakan hal yang sangat penting, sebab pada server tersimpan berbagai data
yang menjadi otak berjalannya suatu website atau jaringan. Sangat berbahaya jika server
mendapat serangan dari hacker yang mencuri data maupun merusak sistem server.
Oleh karena itu memantau keamanan server sangat diperlukan. Namun juga tidak mungkin
seorang administrator atau back-end server atau developer terus-terusan berada di ruangan
server. Dengan menggunakan remote server, pemantauan akan keamanan server dapat dilakukan
secara remote atau jarak jauh.
6. Memudahkan Perbaikan Sistem
Ada kalanya server akan mengalami permasalahan error maupun bug. Permasalahan yang
dialami server dapat mengakibatkan terganggunya jaringan ataupun website.
Penggunaan remote server dapat memudahkan perbaikan sistem yang bermasalah, serta
mempercepat penanganan karena dapat dilakukan segera, sesaat setelah diketahui adanya
permasalahan. Petugas IT dapat langsung menangani tanpa harus repot datang ke lokasi server
disimpan.
Aplikasi Remote Server
Begitu bermanfaatnya remote server bagi kemudahan pengontrolan dan pengaturan server,
membuatnya wajib untuk dikuasai dan digunakan. Remote server ada yang merupakan bawaan
dari sistem operasi komputer yang digunakan, ada pula yang berupa program atau aplikasi.
Berikut ini beberapa aplikasi remote server yang dapat digunakan di antaranya:
1. Windows Remote Desktop
Windows Remote Desktop merupakan aplikasi remote server yang sudah tersedia pada komputer
dengan sistem operasi Windows. Jadi penggunaannya lebih mudah karena tidak perlu dilakukan
penginstalan terlebih dahulu.
2. TeamViewer
TeamViewer ini aplikasi remote server yang sangat populer di antara pengguna komputer,
terutama bagi yang berkepentingan untuk bisa mengakses komputer lain atau mengelola server.
TeamViewer cukup familiar jika dibanding aplikasi lain. Aplikasi ini bukan aplikasi bawaan
sistem operasi, sehingga diperlukan penginstalan.
3. Unified Remote Desktop
Unified Remote Desktop merupakan aplikasi remote yang dapat digunakan pada berbagai sistem
operasi. Untuk menggunakannya, perangkat yang akan dihubungkan harus sama-sama sudah
terinstal aplikasi ini.
4. Remote Utilities
Remote Utilities merupakan aplikasi remot yang dapat memberikan full control
dan view. Fitur active directory-nya menjadikan akses dan pengontrolan server dapat dilakukan
dengan satu klik saja. Selain itu dapat digunakan untuk mengontrol 10 komputer sekaligus.
5. AeroAdmin
AeroAdmin merupakan aplikasi remote server yang paling mudah digunakan untuk saat ini,
sebab tidak membutuhkan pengaturan. Penggunaannya dilakukan secara to the point yang
menjadikannya lebih cepat. Aplikasi ini cocok digunakan dalam kondisi yang mendadak.
6. AnyDesk
Aplikasi AnyDesk merupakan aplikasi remote server yang memiliki kelebihan yaitu dapat
merekam saat sesi remote. Sehingga hasil rekaman bisa disimpan sebagai arsip atau untuk bahan
laporan terhadap atasan. Aplikasi ini juga ringan sebab hanya berukuran 3 Mb.
Cara Kerja Remote Server
Cara kerja remote server sebenarnya cukup sederhana, hanya bagi yang belum
memahami mungkin terkesan sulit. Padahal, jika diibaratkan, penggunaan remote server seperti
melakukan sebuah panggilan telepon. Komputer yang digunakan untuk mengakses ibarat
perangkat telepon yang digunakan untuk melakukan panggilan, sedangkan IP server ibarat
nomor tujuan panggilan.
Untuk mendapatkan akses ke server yang dituju, maka di komputer akses akan melakukan
permintaan izin akses, setelah itu akan diminta mengisikan username dan password untuk login.
Setelah berhasil login, maka dapat melakukan akses penuh pada server.
Contoh Penggunaan Remote Server
Remote server memiliki peranan sangat penting di era sekarang, di mana nyaris semua
kepentingan membutuhkan akses yang cepat pada berbagai aspek. Terutama kecepatan jaringan
internet untuk mendukung bermacam-macam lini kehidupan masyarakat. Kehidupan saat ini
tidak mentolerir keterlambatan, ketidaktepatan, dan jarak sudah tidak bisa dijadikan alasan
sebagai kendala. Oleh karena itu, remote server menjadi solusi agar berbagai permasalahan pada
server dapat diatasi setiap saat.
Contoh penggunaan remote server, misalnya pada server yang ada di Jakarta mengalami
gangguan pada web servicenya dan sehingga membuat web mati. Saat itu administrator jaringan
server tersebut sedang berada di luar kota. Sedangkan permasalahan server harus segera diatasi.
Administrator dapat menggunakan aplikasi remote akses untuk masuk ke sistem server melalui
komputer di mana pun. Lalu setelah berhasil masuk, dapat segera melakukan pemeriksaan pada
kerusakan server. Setelah kerusakan atau permasalahan diketahui, bisa segera melakukan
perbaikan. Server dapat kembali normal, dan administrator bisa melanjutkan urusannya tanpa
harus repot ke Jakarta.
Belajar Debian 10 —Cara Remote Server dengan SSH
Apa yang dibutuhkan?
Terhubung ke suatu jaringan untuk simulasi client — server,
karena menggunakan VirtualBox anda bisa baca tutorial berikut:
Membuat Jaringan Antara PC Host dan PC Fisik di VirtualBox
Debian sudah ter konfigurasi repository (untuk memasang
aplikasi), anda bisa membaca tutorial berikut:
Cara Konfigurasi Repository dari APT di Debian 10
Remote Server
seperti sebutanya, remote server adalah proses kita melakukan
pengendalian penuh terhadap suatu server tanpa bersentuhan langsung
dengan server tersebut.
Analoginya seperti ini, bayangkan anda punya komputer server yang jauh
dari anda berada, atau mungkin anda bertempat tinggal di indonesia dan
anda menyewa server di amerika. pertanyaan yang mendasar adalah
bagaimana anda bisa mengendalikan server yang jauh dari anda berada
tanpa anda harus memegang fisik? Tentu saja ini dijawab dengan teknologi
“Remote Server” yang akan kita pelajari disini.
Dengan melakukan “Remote Server” kita dapat berinteraksi bahkan
mengambil kendali server kita yang jauh, Ada banyak cara untuk melakukan
remote server. tetapi di artikel kali ini kita akan menggunakan layanan SSH
untuk melakukan Remote Server.
SSH
SSH adalah aplikasi pengganti remote login seperti telnet, rsh, dan rlogin,
yang jauh lebih aman. Fungsi utama aplikasi ini adalah untuk mengakses
mesin secara remote. Sama seperti telnet, SSH Client menyediakan User
dengan Shell untuk remote ke mesin. Tetapi SSH melakukan enkripsi yang
aman antara client dan server.
Mudahnya SSH adalah teknologi yang nantinya bisa kita pakai untuk
melakukan Remote Server.
Memasang Aplikasi Server
langkah pertama sudah pasti kita akan memasang aplikasi untuk Debian 10
kita, disini Debian 10 kita akan menjadi server dan komputer fisik windows
kita akan menjadi client. Jadi kita butuh 2 aplikasi yang berbeda untuk
masing masing komputer.
Debian 10 di VirtualBox = Sebagai Server
Komputer Fisik Windows yang kita gunakan untuk menjalankan
virtualbox = Sebagai Client
Yang harus diperhatikan adalah, server akan kita pasangi aplikasi agar bisa
bertindak sebagai Server yang di remote. Sedangkan Client akan kita
pasangi juga aplikasi agar bisa melakukan remote ke server.
Jadi jelas berbeda fungsi nya, artiny akita butuh aplikasi yang berperan
sebagai server dan sebagai client.
Yang kita gunakan kali ini adalah aplikasi OpenSSH, OpenSSH
menyediakan paket server dan klien. Mari pertama kita install openSSh
server ke Debian 10 kita agar dapat menjadi Server Yang Di Remote.
apt-get install openssh-server
Konfigurasi Dasar Server
Setelah memasang aplikasi, tentunya langkah selanjutnya adalah
mengkonfigurasi server agar bisa kita sesuaikan dengan apa yang kita mau.
File konfigurasi OpenSSH server berada pada /etc/ssh/sshd_config
nano /etc/ssh/sshd_config
edit file konfigurasi dengan nano
file konfigurasi default
Sebenarnya setelah dipasang, server bisa langsung kita remote tanpa perlu
konfigurasi. Tetapi agar lebih aman tentunya kita harus menkonfigurasi dan
menyesuaikan keadaan. Sebagai contoh saya akan contohkan
bagaiamana cara mengganti port dari ssh ini, karena ssh sendiri memiliki
default port pada 21.
Mengganti Port
Cari pengaturan # port lalu hilangkan tanda # dan ganti 22 menjadi port
yang kalian kehendaki, sebagai contoh saya akan menggantinya
menjadi 5689
sebelum di ganti
setelah menghilangkan tanda # dan mengganti port 22 menjadi
5689
setelah itu simpan dan keluar dari nano dengan ctrl + x lalu
“Y” enter.
Ingat Selalu Restart Service!
ingat untuk me restart service setelah melakukan perubahan
agar perubahan tersebut dapat di terapkan.
/etc/init.d/ssh restart
Uji Coba Remote Server
untuk melakukan uji coba apakah berhasil, pastikan kalian
punya komputer klien yang sudah terhubung dengan
komputer server tadi. Disini karena kita pakai VirtualBox kita
bisa menghubungkan Debian 10 dengan Komputer fisik kita
dengan jaringan Host-only.
Menggunakan Windows
jika anda meremote server dengan windows, maka cukup
mudah kita bisa gunakan aplikas saja yang didesain untuk
melakukan remote server. Salah satu aplikasi yang terkenal
di windows yang bisa melakukan remote server
adalah Putty.
Anda bisa mengunduh Putty di :
[Link]
Sesuaikan IP Address dari server yang akan di remote, dan port yang sudah
kalian konfigurasi kan, karena diatas saya mengubah nya menjadi 5689
maka saya tulis juga port nya 5689.
Jika kalian menggunakan VirtualBox untuk menjalankan debian, kalian bisa
baca disini untuk mengkoneksikan Debian 10 dengan Komputer Fisik
kalian :
Membuat Jaringan Antara PC Host dan PC Fisik di VirtualBox
Jika muncul pesan seperti diatas, klik yes saja untuk
melanjutkan.
masuk kesalah satu user yang ada pada server tersebut, dan masukan
password. Ingat jangan gunakan user root / superuser. karena akan ditolak..
kenapa? karena default konfigurasinya tidak mengijinkan login langsung
menggunakan superuser /root. Jika kalian ingin mengaktifkan login dengan
root, maka anda bisa mengaturnya di konfigurasi,
cari PermitRootLogin dan beri value yes
PermitRootLogin yes
dan berhasil masuk ke server, sekarang kita bisa menggunakan Putty ini
untuk meremote server debian 10 kita.
Menggunakan Linux
kita juga bisa meremote server menggunakan Linux. Sebagai Contoh saya
akan coba memakai debian juga sebagai client untuk melakukan remote ke
Server.
Untuk meremote, anda harus memasang aplikasi di sisi klien linux :
apt-get install openssh-client
setelah itu ketik berikut untuk melakukan remote :
ssh <nama_user>@<alamat_ip> -p <port>
sebagai contoh diatas saya ingin me remote server dengan almat
[Link] yang dimana saya masuk sebagai user alfiandwi dan memiliki
port 5689.
tekan yes lalu enter, dan masukan password dari user yang kalian masukan
tadi.
dan yup, berhasil masuk ke remote server dengan SSH. untuk keluar dari
remote server kalian bisa tekan keyboard ctrl + d .
Konfigurasi DHCP pada Server
Topologi yang digunakan sebagai berikut :
Topologi DHCP pada Perangkat Server
Pengaturan IP pada Server
Klik perangkat Server kemudian masuk Tab Desktop, pilih IP Address
Configuration. Berikan IP address seperti pada topologi di atas, IP address :
[Link] netmask : [Link]
Pengaturan ip address pada dhcp server
Pengaturan DHCP pada Server
Tahapan selanjutnya adalah melakukan konfigurasi DHCP pada Server. Klik
pada Tab Services kemudian pilih menu DHCP. (lihat pada gambar di bawah ini).
Pengaturan DHCP pada perangkat server
Tentukan :
Pool Name : (nama dari DHCP)
Default Gateway : IP gateway bila ada
DNS server : IP DNS bila ada
Start IP address : Awal dari nomor IP untuk DHCP
Subnet Mask : biarkan 0 bila anda tidak menentukan prefik
Maximum number of User : tentukan jumlah IP address yang akan digunakan.
Pengecekan pada PC Klien
Lakukan perintah PING atau PDU. (lihat pada gambar di bawah ini, bila sama
hasilnya, berarti sobat sudah melakukan konfigurasi DHCP pada server dengan
benar)
Klik PC klien, kemudian pilih Tab Desktop dan pilih IP Configuration, kemudian
pindahkan Static ke DHCP dan tunggu.
Mendapat IP DHCP dari Server
Pilih Menu Command Prompt, ketikan perintah ping [ip address server]. ping
[Link]
Hasil cek koneksi DHCP ke server
Cek melalui PDU dengan mengklik simbol amplop, klik pada Server kemudian klik
lagi di PC. akan muncul successfull bila bila berhasil. (lihat gambar di bawah ini)
Hasil pengecekan melalui PDU ke DHCP Server
Konfigurasi DHCP pada Router
Topologi yang digunakan sebagai berikut :
Topologi DHCP pada Perangkat Router
Pengaturan IP pada Router
Klik pada Router kemudian pilih Tab CLI, ikuti perintah yang bercetak tebal di
bawah ini.
Kli no
Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip address [Link] [Link]
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#ex
Router#
Pengaturan DHCP pada Router
Router#conf t
Router(config)#ip dhcp pool buatkuingat
Router(dhcp-config)#network [Link] [Link]
Router(dhcp-config)#default-router [Link]
Router(dhcp-config)#dns-server [Link]
Router(dhcp-config)#ex
Router(config)#ex
Router#
Catatan :
dhcp pool saya beri nama buatkuingat
default-router saya isi dengan IP router
dns-server saya gunakan IP google, bila nanti sobat ada perangkat server silahkan
untuk menggantinya.
Pengecekan pada PC Klien
Klik pada perangkat PC, kemudian pilih Tab Desktop, pilih IP Configuration
Klik pada DHCP kemudian tunggu. (lihat pada gambar di bawah ini)
Mendapatkan IP DHCP dari Router
Pilih Menu Command Prompt, ketikan perintah ping [ip address server]. ping
[Link]
Hasil cek koneksi DHCP ke Router
Konfigurasi DHCP pada Access Point
Topologi yang digunakan sebagai berikut :
Topologi DHCP pada Perangkat Access Point
Klik perangkat WRT300N Access Point pilih Tab GUI (lihat pada gambar di bawah
ini)
Konfigurasi DHCP wireless
Catatan :
Pilih Automatic Configuration - DHCP
Tentukan IP address dan netmask, disini saya menggunakan IP
address [Link] /30
Klik enable pada DHCP Server
Tentukan start IP yang akan menjadi IP DHCP
Tentukan maksimal maximum number IP DHCP
Masukan IP Static DNS1
Lanjut ke konfigurasi SSID pada Tab Config - Wireless (lihat pada gambar di
bawah ini)
Konfigurasi SSID pada access point
Catatan :
Pilih wireless
Berikan nama pada SSID disini saya berikan nama DHCP
Pilih channel 6
Pilih authentication menggunakan WPA2 PSK dan disini saya berikan
password logindhcp
Pengecekan pada PC Klien
Klik pada PC, kemudian matika power untuk mengganti module ke WMP300N
Pasang module WMP300N ke PC
Hidupkan kembali tombol power, kemudian klik PC Wireless dan koneksikan
dengan SSID DHCP dan Masukan Username dan Password, dan Klik
tombol Connect. (lihat pada gambar di bawah ini)
Pilih SSID DHCP
Masukan Username dan Password DHCP
Untuk pengecekan pilih Tab Desktop dan pilih Command Prompt. Ketika
perintah ipconfig /all (untuk melihat IP address)
Pengecekan IP DHCP pada PC
Silahkan cek menggunakan perintah PING ke ip access point [Link]
Hasil cek koneksi DHCP Access Point
Baca juga artikel tentang :
Definisi DHCP dan Pengertian DHCP Server Lengkap Bagi Pemula
Cara Mudah Konfigurasi DNS Server Pada Cisco Packet Tracer
Cara Konfigurasi DNS dan HTTP Server Secara Terpisah di Cisco Packet Tracer
Konfigurasi DHCP pada Switch
Topologi yang digunakan sebagai berikut :
Topologi DHCP pada Perangkat Switch
Klik pada Switch kemudian pilih Tab CLI, kemudian ikuti kode yang dicetak
tebal.
Pengaturan VLAN pada Switch
Switch>en
Switch#conf t
Switch(config)#vlan 100
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet 0/1
Switch(config-if)#sw mode access
Switch(config-if)#sw access vlan 100
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#ex
Switch#show vlan brief
Show vlan brief
Pengaturan IP Address Pada Vlan 100 pada Switch
Switch(config)#int vlan 100
Switch(config-if)#ip address [Link] [Link]
Switch(config-if)#ex
Switch(config)#
Konfigurasi DHCP pada Switch
Lanjutkan untuk mengkonfigurasi DHCP pada switch
Switch>en
Switch#conf t
Switch(config)#ip dhcp pool vlan100
Switch(dhcp-config)#network [Link] [Link]
Switch(dhcp-config)#default-router [Link]
Switch(dhcp-config)#dns-server [Link]
Pengecekan Paca PC Klien
Klik PC kemudian pilih Tab Desktop dan IP Configuration (lihat pada
gambar di bawah ini)
Mendapatkan IP DHCP dari Switch
PC Klien mendapatkan IP address DHCP dari Switch [Link]
Lakukan perintah PING ke alamat IP address access point. ping [Link]
Konfigurasi FTP Server
Diposkan pada November 19, 2018 oleh trinandaega
File Transfer Protocol (FTP) adalah protocol yang digunakan untuk transfer
file atau data melalui media jaringan. FTP termasuk dalam protocol lama
yang sampai saat ini masih digunakan. Dalam keadaan default, ftp berjalan
pada port 21 dan bekerja pada protocol TCP/IP.
Untuk mengetahui cara konfigurasi FTP Server, berikut adalah tutorialnya
Pertama-tama login ke root
Kemudian install aplikasi ftp server. Saya menggunakan aplikasi proftpd.
1. Masukan DVD 2 dan ketik perintah #apt-cdrom add
2. Lalu install proftpd dengan perintah #apt-get install proftpd.
Jika ada tampilan seperti di atas. Tekan y untuk lanjutkan dan n untuk batal.
Saat proses penginstalan, jika anda menemukan tampilan seperti di bawah
ini. Maka masukan DVD 1
Dan jika ada tampilan seperti di bawah ini. Lepas DVD yang terpasang dan
aka masukan DVD 2.
Saat penginstalan proftpd, anda akan menemukan dua pilihan. Pilih saja
standalone.
Setelah proses penginstalan selesai. Langkah selanjutnya adalah memebuat
file dan folder sebagai bahan pengujian nanti.
1. Buka direktori user dan buatlah direktori/folder dengan nama share.
2. Lalu buat file dan direktori/folder di dalam direktori share
3. Buatlah user baru dengan printah #adduser (nama user) .
Langkah selanjutnya adalah konfigurasi. Kita akan mengkonfigurasi sedikit di
dalam file [Link]
1. Buka file [Link] dengan perintah #nano /etc/proftpd/[Link]
. Setelah masuk di [Link], ubah nama server.
2. Dalam ftp server, kita bisa menggunakan dua cara, yaitu :
User Authentication Login (Password protected)
Anonymous Login (Guest ok)
Dibawah ini saya mengunakan cara yang kedua yaitu anonymous login
Ketikan di yang paling bawah seperti di bawah ini
<anonymous /home/dimasaditya/share/> #lokasi folder
user dimasaditya #nama user
user alias anonymous dimasaditya
</anonymous>
Jika sudah selesai, simpan dengan tekan ctrl+x >> y >> enter. Tetapi
sebelum itu, pastikan tidak ada yang salah pengetikan.
Berikutnya restart proftpd dengan perintah #/etc/init.d/proftpd restart
Jika ada kegagalan dalam merestart coba koreksi kembali konfigurasinya dan
reboot.
Langkah terkahir yaitu pengujian
Cara 1 via localhost.
Pertama install ftp dengan perintah #apt-get install ftp
Setelah proses pengintalan selesai, ketik perintah #ftp localhost
Jika ada tampilan seperti gambar di atas. Maka FTP Server berhasil di
konfigurasi.
Cara 2 via web browser atau windows
Dan jika dns tidak resolveable, maka anda harus menambahk sub domain
untuk ftp terlebih dahulu.
Konfigurasi untuk Server File
Penjelasan ini merupakan contoh untuk membuat folder berbagi pada root drive di
komputer berbagi, seperti server file dalam kriteria berikut.
Pengguna berakses terkontrol, misalnya seseorang yang memiliki domain komputer yang
sama untuk membuat folder berbagi dapat mengakses folder berbagi itu.
Atur konfigurasi ini jika Anda mengizinkan pengguna untuk membaca dan menulis ke folder
berbagi di komputer, seperti server file dan komputer berbagi.
Tempat untuk membuat folder berbagi: Root drive
Path folder: C:\folder_pemindaian
Izin akses melalui jaringan (Bagikan Izin): Semua Orang
Izin akses pada sistem file (Keamanan): Pengguna Terautentikasi
1. Login ke komputer tempat folder berbagi akan dibuat oleh akun pengguna
otoritas administrator.
2. Buka explorer.
3. Buat folder di root drive, lalu namai “folder_pemindaian”.
Untuk nama folder, masukkan antara 1 dan 12 karakter alfanumerik. Jika batas
karakter nama folder terlampaui, Anda mungkin tidak dapat mengaksesnya secara
normal melalui lingkungan yang bervariasi.
4. Klik kanan folder, lalu pilih Properti.
5. Klik Berbagi Tingkat Lanjut pada tab Berbagi.
6. Pilih Bagikan folder ini, lalu klik Izin.
7. Pilih grup Semua Orang dari Nama grup atau pengguna,
pilih Izinkan pada Ubah, lalu klik OK.
8. Klik OK.
9. Pilih tab Keamanan tab, lalu pilih Pengguna Terautentikasi pada Nama
grup atau pengguna.
“Pengguna Terautentikasi” adalah grup khusus yang berisi semua pengguna yang
dapat login ke domain atau komputer. Grup ini ditampilkan hanya saat folder dibuat
tepat di bawah folder root.
Jika tidak ditampilkan, Anda dapat menambahkannya dengan mengeklik Edit. Untuk
perincian selengkapnya, lihat Informasi Terkait.
[Link] bahwa Izinkan pada Ubah sudah dipilih dalam Izin untuk Pengguna
Terautentikasi.
Jika belum dipilih, pilih Pengguna Terautentikasi, klik Edit,
pilih Izinkan pada Ubah dalam Izin untuk Pengguna Terautentikasi, lalu klik OK.
[Link] tab Berbagi.
Path jaringan folder berbagi ditampilkan. Ini digunakan saat melakukan pendaftaran
ke kontak printer. Harap catat jalur tersebut.
[Link] OK atau Tutup untuk menutup layar.
Periksa apakah file dapat ditulis atau dibaca pada folder berbagi dari komputer dalam
domain yang sama.
Cara Konfigurasi Web Server
Berikut ini akan dijelaskan cara untuk konfigurasi web server dari
Apache yang banyak digunakan. Selain gratis, jenis tersebut paling
mudah dikonfigurasi. Inilah cara-caranya:
Trending
Tips Mudah Mendapatkan Iklan Matched Content Google
AdSense
1. Ubuntu 16.04
Cara pertama adalah mengkonfigurasi Apache pada OS Ubuntu
16.04. Terlebih dahulu update packet Ubuntu dan install Apache.
Setelah software tersebut terpasang, ikuti langkah berikut:
Tentukan folder penyimpanan web server, misal
menggunakan nama “aku” dengan memasukkan perintah
sudo mkdir/var/www/html/aku.
Selanjutnya tulis sudo nano
/var/www/html/aku/[Link] yang berguna untuk
membuat file [Link].
Langkah selanjutnya melakukan konfigurasi Apache
dengan memasukkan kode “sudo nano” kemudian
diikuti /etc/apache2/sites-available/[Link].
Isi nama email di bagian NameServer.
Lalu untuk bagian DocumentRoot diisi dengan lokasi
penyimpanan yang sudah dibuat.
Simpan dengan menekan kombinasi CTRL dengan huruf
O.
Setelah itu restart Apache menggunakan perintah sudo
/etc/inti.d/apache2 restart. Pastikan kalau statusnya
sudah menjadi OK.
Untuk melihat apakah konfigurasi berhasil, coba cek di
browser dengan [Link] Apabila website
muncul, maka berhasil.
2. Linux Debian 8
Selanjutnya adalah cara untuk konfigurasi Apache di Linux Debian 8
dengan memakai virtualbox. Sama seperti sebelumnya, Apache
harus di-install dulu dengan perintah apt-get-install Apache2.
Setelah terpasang, ikuti langkah berikut:
Masuklah ke direktori sites-available dengan
memasukkan perintah cd/etc/apache2) sites-available.
Ada dua file yang ditampilkan. Copy file [Link]
kemudian ubahlah sesuai nama domain. Caranya dengan
menulis perintah cp [Link] [Link].
Masukkan kode pico [Link] untuk mengedit.
Tekan kombinasi CTRL+W, kemudian ketika ServerName.
Setelah itu ganti dengan [Link]<.
Pada bagian ServerAdmin, diisi dengan alamat email.
Kemudian DocumentRoot dipilih lokasi penyimpanan,
misal /home/web.
Selanjutnya tekan CTRL+X, dan ketik Y.
Tekan tombol Enter.
Tulis pico/etc/apache2/[Link].
Ubah jadi Require all granted dari yang asalnya Require
all denied.
Tulis a2dissite [Link].
Aktifkan [Link] dengan memasukkan perintah
a2ensite [Link].
Muat satu file HTML.
Ubahlah script-nya.
Save dengan nama [Link].
Kemudian ketik service apache2 restart.
3. Konfigurasi Melalui VPS
Sebagai percobaan, Apache juga dapat dikonfigurasi melalui Virtual
Private Server. Pertama kali akses VPS melalui SDH, setelah itu
pasang Apache. Kemudian ikuti panduan berikut:
Ketik service apache2 start untuk perintah menyalakan.
Kode service apache2 stop merupakan perintah
menghentikan.
Lalu untuk restart, kodenya service apache2 restart.
Ubah server name dengan mengetik nano
etc/apache2/[Link].
Pada bagian global configuration, temukan ServerName
dan ubah dengan IP Address VPS mulai tanda pagar.
Simpan pengaturan.
Tekan CTRL+X untuk menutup nano.
Demikian penjelasan konfigurasi web server untuk
menggunakan software sesuai kebutuhan. Setiap perangkat beda
caranya sesuai OS. Server Apache paling mudah untuk dikonfigurasi
dibandingkan jenis lain.
Cara Konfigurasi DNS Server di Debian
Fafa Alfian 06/01/2019 2
Langkah -langakah konfigurasi DNS Server di Debian
1. Pertama buka debian yang telah kamu install
2. Login sebagai root
3. Install paket aplikasi DNS Server dengan cara #apt-get install bind9,
lanjut dengan pilih Y
4. Masuk ke dalam folder etc/bind
5. Salin file [Link] dengan nama [Link] (namanya teserah kalian, agar
lebih memudahkan isi dengan nama) dengan cara #cp [Link] [Link]
6. Salin juga file db.127 menjadi db.22 (namanya terserah kalian) dengan
cara #cp db.127 db.22
7. Selanjutnya lakukan konfigurasi pada file [Link] dengan cara #nano
[Link]
8. Ganti localhost dengan nama domain, sebagai contoh : [Link] untuk lebih
mudahnya bisa dilakukan dengan cara tekan Ctrl+W+R lalu cari localhost
kemudian replace dengan [Link]
Ganti @ paling bawah dengan www, Ganti A4 dibawah menjadi A saja
Ganti angka disamping tulisan A dengan ip [Link] (ip address
debian kamu)
Jangan lupa ganti nomor serial setiap mengganti settingannya,
Lebih mudahnya ikuti saja seperti dibawah ini, save lalu exit
9. Setelah itu, lakukan konfigurasi juga pada file db.22 dengan cara #nano
db.22
10. Ganti localhost dengan nama domain
Ganti angka dibawah @ dengan digit ke 4 ip [Link] yang berarti 22
Jangan lupa ganti nomor serialnya, save lalu exit
11. Berikutnya konfigurasi file [Link]-zones dengan cara #nano
[Link]-zones copy tulisan zone localhost dan zone 127
dengan cara Ctrl+6 untuk blok, Alt+6 untuk Copy dan Ctrl+U untuk paste di
paling bawah
12. Ganti localhost dengan nama domain([Link]) dan [Link] menjadi
[Link]
Ganti angka 127 dengan 3 digit pertama ip [Link] tapi dibalik
sehingga jadi 100.168.192 dan ubah db.127 menjadi db.22
13. Lalu tambahkan ip address debian, punya saya [Link] di
[Link] dengan cara #nano /etc/[Link]
14. Setelah melakukan konfigurasi, selanjutnya restart service bind9 dengan
cara
15. Untuk pengujian, bisa menggunakan nslookup nama domain atau ip
kamu contoh : nslookup [Link]
Advertisements
16. Apabila sudah muncul seperti gambar di atas maka konfigurasi dns
server telah berhasil
Langkah-langkah Konfigurasi Database Server
Apa itu Database Server?
Database server ialah program komputer yang menyediakan layanan data lainnya ke komputer atau
program komputer, seperti yang ditetapkan oleh model klien-server. Istilah ini juga merujuk kepada
sebuah komputer yang didedikasikan untuk menjalankan program server database. Database sistem
manajemen database yang sering menyediakan fungsi server, dan beberapa DBMSs (misalnya, MySQL)
secara eksklusif bergantung pada model klien-server untuk akses data.
Database > atau sering pula di eja basis data, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam
komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk
memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan
memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management
system, DBMS).Sistem basis data dipelajari dalam ilmu [Link] “basis data” berawal dari ilmu
komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas,memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika,
artikel ini mengenai basis data [Link] yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada
sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan
dengan [Link] dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari
pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di
dalamnya: penjelasan ini disebut skema.
Langkah-langkah nya :
1. Pertama, Buka Terminal. Terlebih dahulu kita harus masuk sebagai Root(super
user), langkah-langkah masuk Root sudah saya jelaskan di postingan Sebelumnya.
silahkan buka postingan saya sebelumnya.
2. Setelah itu kita Install aplikasi database terlebih dahulu. Disini kita akan
menggunakan Mariadb sebagai database. Ketikkan Perintah "apt-get install
mariadb-server" > Enter. Apabila ada pertanyaan Do you want to continue kita klik Y lalu Enter.
3. Dalam proses instalasi, akan muncul tampilan seperti berikut. Bagian ini kita diminta untuk membuat
password, ketikkan password untuk mariaDB. Klik Tab > OK > Enter.
4. Setelah itu akan muncul tampilan seperti berikut. ketikkan ulang password yang tadi. Klik Tab > OK >
Enter.
5. Lalu kita ketikkan perintah "mysql_secure_installation" > Enter. Apabila ada pertanyaan Do you want to
continue kita klik Y lalu Enter.
Kemudian akan ada tampilan seperti berikut. Kita masukkan password Mariadb yang telah kita buat.
Setelah itu kita ketikkan Y > Enter.
6. Lalu akan ada tampilan seperti berikut. Kita masukkan password. agar tidak Lupa, lebih baik kita
berikan password yang sama pada MariaDB > Enter. maka akan muncul tampilan seperti berikut.
Konfirmasi ulang passwor.
7. Setelah itu akan muncul tampilan seperti berikut. Ketikkan Y > Enter. (ketikkan Y terus hingga selesai).
7. Langkah berikutnya menginstall PhpMyAdmin. ketikkan perintah "apt-get install phpmyadmin", akan
muncul pertanyaan konfirmasi. ketikkan Y > Enter.
8. Dalam Proses instalasi, akan muncul tampilan seperti berikut. checklist apache2 dengan cara select
apache2 kemudian tekan spasi. Setelah itu klik Tab > OK > Enter.
9. Kemudian akan muncul tampilan seperti berikut. kita pilih yes > Enter.
10. Setelah itu kita diminta untuk mengetikkan password database yaitu Mariadb. Isikan password yang
tadi kita buat.
11. Lalu akan muncul tampilan seperti berikut. disini kita akan diminta untuk mengetikkan password untuk
PhpMyAdmin. isikan sesuai keinginan (saya isikan, Password sama seperti Mariadb agar tidak
bingung/lupa).
12. Konfirmasi ulang Password anda. berikkan password yang telah dibuat tadi > Ok > Enter.
13. Setelah proses Instalasi selesai, buka browser dan ketikkan [IPserver]/phpmyadmin. Misal IP saya
[Link], maka di url browser saya ketikkan > [Link]/phpmyadmin > Enter. Maka akan muncul
tampilan seperti berikut. Kemudian kita ketikkan username sebagai root dan password diisi sesuai
password yang telah kita berikan tadi, lalu Enter.
14. Jika berhasil, maka akan muncul tampilan seperti berikut :
Cara Konfigurasi Mail Server di Debian
Fafa Alfian 06/01/2019 0
Setelah sebelumnya membahas apa itu Mail Server. Disini kita membahas langkah – langkah
konfigurasinya.
Langkah-langkah Konfigurasi Mail Server di Debian
1. Pertama pastikan Debian sudah Ter-install
2. Masukkan file iso Debian sesuai dengan versi yang kamu gunakan
3. Login sebagai root
4. Ketikkan apt-cdrom add
5. Ketikkan apt-get update untuk update repository
6. Selanjutnya kita mulai dengan install aplikasi mail server dan client di debian dengan apt-get
install postfix squirrelmail courier-imap, jika muncul y/n pilih y
7. Jika muncul seperti ini di postfix configuration, pilih oke
8. Lalu muncul pop up seperti di bawah, pilih Internet Site
9. Masukkan domain kamu seperti di bawah ini, contoh : [Link] lalu OK
10. Pilih yes untuk membuat direktori lalu tunggu proses instalasi selesai
11. Lakukan konfigurasi dengan perintah nano /etc/postfix/[Link]
12. Tambahkan ip eth1 di my network, tambahkan # di depan mailbox_command, terakhir
tambahkan di bagian paling bawah home_mailbox = Maildir. Save lalu exit
13. Selanjutnya konfigurasi squirrelmail-nya dengan perintah “/etc/squirrelmail/[Link]”
14. Ketik nomor 2 lalu enter
15. Lalu, pilih ketik 1 lalu enter
16. Ketik domain kamu contoh : [Link]
17. Ketik r untuk kembali ke menu
18. Selanjutnya ketik d untuk set
19. Ketik courier dan enter dua kali. Save lalu exit
20. Beikutnya copy file untuk mengkonfigurasi apache2
21. Setelahnya, lakukan konfigurasi dengan perintah nano /etc/apache2/sites-enabled/webmail
22. Ganti server admin sesuai domain dan tambahkan sever name, Ganti /var/www menjadi
/usr/share/squirrelmail
23. Buat direktori Maildir
24. Jangan lupa tambahkan konfigurasi subdomain di bind9, save lalu exit
25. Buatlah dua user, contoh : user satu dan user dua
26. Restart semua aplikasi atau dengan perintah init 6(restart debian) juga bisa
27. Selanjutnya coba buka di browser client dan ketik domain mu contoh: jika [Link] jadi
[Link]
28. Masuk sebagai user satu dan coba kirim pesan ke user dua
29. Selanjutnya masuk sebagai user dua, jika pesan sudah masuk maka berhasil
Advertisements
30. Sekian dan semoga bermanfaat