0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan25 halaman

Pengelolaan Persediaan Dasar

Diunggah oleh

Bayu Sudarsono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan25 halaman

Pengelolaan Persediaan Dasar

Diunggah oleh

Bayu Sudarsono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BASIC INVENTORY

MANAGEMENT
INVENTORY PENGERTIAN INVENTORY MANAGEMENT

Inventory dalam istilah bahasa Indonesia berarti persediaan. Inventory Management dalam istilah bahasa Indonesia
berarti pengelolaan persediaan.

Sejumlah barang yang disimpan untuk menunjang Pengawasan dan pengelolaan bahan baku dari supplier
kelancaran kegiatan produksi dan distribusi Persediaan juga ke manufaktur dan barang jadi dari unit manufaktur ke
dapat berwujud barang yang disimpan dalam keadaan gudang dan kemudian ke titik penjualan.
menunggu atau belum selesai dikerjakan
(Hadiguna 2009)
TUJUAN
Sejumlah bahan barang yang disediakan oleh
perusahaan baik berupa bahan jadi bahan mentah maupun
barang dalam proses yang disediakan untuk menjaga
kelancaran operasi perusahaan guna memenuhi permintaan
konsumen setiap waktu
(Margaretha 2011)

tepat waktu tepat jumlah tepat item


8 WASTE
OF LEAN MANUFACTURING

Defect Transportation
Kegiatan yang tidak memberikan nilai tambah

Over processing Inventory

Waiting Motion

Ketimpangan Beban berlebih


Non Utilized Talent Extra Processing
FUNGSI INVENTORY

Mengantisipasi permintaan customer yang fluktuatif

Menyediakan persediaan barang yang memberikan


pilihan dan fleksibilitas bagi pelanggan

Memperlancar jalannya produksi yang terkait dengan


EPQ (Economic Production Quantity)

Mengantisipasi saat produksi tidak berjalan dengan


semestinya

Meminimalkan harga beli

Melindungi dari kenaikan harga atau inflasi

Memanfaatkan diskon quantitas dari proses order material


JENIS INVENTORY

Raw Material Work In Process Finish Good MRO


Bahan Baku Bahan Setengah Jadi Bahan Jadi Maintenance, Repair & Operation

§ Kain
§ Benang § Kain Pola Lengan § Baju Gamis § Spare part mesin
§ Kancing § Kain Pola Badan § Baju Koko § Kabel
§ Manik” § Kantong § Celana Sirwal § Mesin
METODE DASAR INVENTORY MANAGEMENT IN - OUT

FIFO Metode manajemen persediaan dengan cara memakai stok barang di gudang sesuai
(First In First Out) dengan waktu masuknya. Stok yang pertama kali masuk ke gudang adalah stok yang harus
pertama kali keluar dari gudang

2 1 1

Metode pengelolaan barang dengan cara mengeluarkan atau memanfaatkan barang yang
FEFO
punya masa kadaluarsa paling dekat terlebih dahulu. Semakin dekat tanggal kadaluarsanya
(First Expired First Out)
maka semakin cepat keluar gudangnya

2024 2025 2024


METODE DASAR INVENTORY MANAGEMENT IN - OUT

LIFO Berkebalikan dengan FIFO. Metode ini dilakukan dengan cara barang yang terakhir masuk
(Last In First Out) ke gudang adalah barang pertama yang akan keluar dari gudang untuk dijual.

2 1 2

AVERAGE Penerapan metode rata-rata tertimbang ini hanya terfokus pada ketersediaan stok barang
yang ada di gudang penyimpanan tanpa memperhatikan stok mana yang masuk pertama
dan mana yang masuk terakhir dalam catatan persediaan. Secara garis besar, metode
average adalah kombinasi dari metode LIFO dan FIFO

Rp 700 atau Rp 700


Rp 600 Rp 800
METODE DASAR INVENTORY MANAGEMENT STABILITY

1. SEASONAL INVENTORY
(Persediaan Musiman)
Membangun stok selama bukan musim puncak untuk menyiapkan & menangani permintaan tambahan
pada musim puncak (Buffer Stock). Produk musiman pada umum nya ada tiga kategori khusus, yaitu:

Liburan atau
Rekreasi Fashion

Kembali ke
Sekolah
METODE DASAR INVENTORY MANAGEMENT STABILITY

2. DECOUPLE INVENTORY
Inventory yang disimpan sebagai cadangan (Safety Stock) untuk diproses oleh mesin lain
a. jika mesin sebelumnya gagal menghasilkan output biasanya.
PERBEDAAN

Buffer Stok :
Inventory yang disimpan
untuk mengantisipasi
fluktuatuif permintaan
b. jika mesin type yang sama tapi di line yang berbeda gagal menghasilkan outputpelanggan (customer) atau
ketidakpastian pengiriman
dari pemasok (supplier)

Safety Stok :
Inventory yang disimpan
untuk mengantisipasi
kegagalan proses produksi
yang tidak menghasilkan
output sesuai target atau
kapasitas yang sebenarnya.
METODE DASAR INVENTORY MANAGEMENT STABILITY

3. CYCLIC INVENTORY

Jumlah inventory yang dihitung berdasarkan siklus yang berulang dan konsumsi yang teratur.

Study kasus :
Hari Kerja Produksi (HK) = 30 hari
Rata rata pemakaian harian (RPH) = 500 pcs
Kebutuhan kancing selama 1 bulan (HK x RPH) = 15.000 pcs
Jadi 15.000 pcs kancing akan habis di tgl 30
Maka setiap bulan harus terbit PO kancing sebanyak 15.000 pcs dan harus tersedia di Gudang pada tgl 1 setiap bulan

HK RPH
METODE DASAR INVENTORY MANAGEMENT STABILITY

4. PIPELINE INVENTORY

Jumlah inventory yang dihitung berdasarkan masa pesan dari pemasok hingga inventory tersebut diterima (Lead Time
Order). Lead Time Order (LT) juga biasa disebut Available To Promise (ATP)

Study kasus :
Lead time pemesanan (Lama masa pesan PO - Receive) = 14 hari
Rata rata pemakaian harian (RPH) = 500 pcs
Kebutuhan kancing (LT x RPH) = 7.000 pcs
Maka minimal pemesanan kancing adalah 7.000 pcs

LT RPH
KERANGKA INVENTORY MANAGEMENT MTO / MTS

Kerangka atau konsep dasar ini harus diketahui dulu apakah menggunakan
MTO (Make To Order) atau MTS (Make To Stock)

MTO atau Make To Order


Inventory yang dibuat atau disimpan berdasarkan order dari Customer. Biasanya ada 2 jenis customer yang
pemesanannya MTO, yaitu :
• Absolute Order atau Fix Quantity
Order yang dipesan oleh customer benar benar fix tidak boleh lebih atau kurang. Dan untuk menangani
customer type ini, BOM order customer tsb akan ditambahkan toleransi berdasarkan tingkat reject dari
seluruh alur proses produksi agar mendapatkan output FG yang sesuai dengan pesanan Customer

• Tolerant Order
Order yang dipesan oleh customer ada toleransi plus minus, biasanya range plus minus 5% - 10%. Jika
total reject semua alur proses lebih tinggi dari toleransi tsb, maka perlu ada penambahan BOM order tsb
untuk mengantisipasi toleransi yang melawati batas.

MTS atau Make To Stock


Inventory yang dibuat atau disimpan untuk mengisi kembali inventory yang sudah dikonsumsi atau yang sudah
dijual. Type ini menggunakan konsep JIT (Just In Time) atau konsep ROP (Re-Order Point)
KERANGKA INVENTORY MANAGEMENT LEVEL STOCK

DOI
Pengukuran level stock pada Gd RM dan Gd FG biasanya menggunakan 2 satuan ukuran yaitu :
• Satuan Each (unit, pcs, karton, dus, liter, dll)
• Satuan DOI (Day Of Inventory)
Tetapi idealnya, pengukuran level stock menggunakan DOI (Day Of Inventory)

DOI (Day Of Inventory)


Ketahanan inventory yang diukur dalam satuan HARI terhadap pergerakan inventory keluar (out), seperti
rata rata pemakaian harian (RPH) dan rata rata pejualan harian (RJH)
Study Kasus :
Pada tgl 20 Desember 2022, tercatat
RPH untuk kancing : 500 pcs
Stock On Hand (fisik yang ada tgl 20) : 5.000 pcs
DOI kancing per tgl 20 ( SOH / RPH ) : 10 hari
Jadi ketahanan stock kancing per tgl 20 Desember adalah untuk produksi selama 10 hari

SOH RPH
KERANGKA INVENTORY MANAGEMENT LEVEL STOCK

ABC
Untuk mempermudah penentuan level stock, metode atau analisa yang biasa di pakai adalah
ABC - XYZ ANALYSIS

ABC CATEGORY
- Kategori A : berkontribusi TINGGI terhadap pergerakan value inventory
- Kategori B : berkontribusi SEDANG terhadap pergerakan value inventory
- Kategori C : berkontribusi RENDAH terhadap pergerakan value inventory

XYZ CATEGORY
- Kategori X : permintaan yang STABIL dan forecast yang AKURAT
- Kategori Y : permintaan yang FLUKTUATIF dan forecast yang akurasinya SEDANG
- Kategori Z : permintaan TIDAK RUTIN dan forecast yang akurasinya RENDAH
KERANGKA INVENTORY MANAGEMENT LEVEL STOCK

ABC

Contoh :
Didapat beberapa item dari order customer yang bisa dimasukkan ke dalam kategori MTS (Make To Stock), sbb :
PERHITUNGAN INVENTORY MANAGEMENT LEVEL STOCK

MAKSIMAL
Level ini bisa dihitung berdasarkan beberapa hal, seperti :
1. Cost inventory yang maksimal diijinkan oleh department Finance
2. Jumlah batas penyimpanan maksimal yang disetting berdasarkan perhitungan Manajemen Tata Letak
Gudang (Warehouse Management)
3. Kebijakan perusahaan berdasarkan DOI dari RPH (Ketahanan Stock Vs Kestabilan Mesin) maupun RJH
(Ketahanan Stock Vs Pola Kebiasaan Customer).

ROP (REORDER POINT)


Atau bisa disebut titik pemesanan, saat level stock mencapai titik ini maka sudah harus melakukan
pemesanan ke supplier atau perintah untuk produksi

MINIMAL
Level dimana sudah ada warning untuk segera re-stock atau mengisi stock ke level yang lebih aman.
Biasanya level ini ditentukan berdasarkan kebijakan perusahaan, baik DOI dari RPH maupun RJH.

SAFETY / BUFFER
Stock yang hanya dipakai jika ada penyimpangan output produksi atau keterlambatan supply dari supplier.
Level ini terkait dengan lama perbaikan (Downstream) atau toleransi kenaikan permintaan (Upstream)
ZERO Gudang sudah tidak memiliki stock (Stock kosong)
PERHITUNGAN INVENTORY MANAGEMENT LEVEL STOCK

MAKSIMAL STOCK

1. Maksimal total value of inventory yang diijinkan oleh department Finance

Misal :
Maksimal total value of inventory : Rp. [Link] (1,5 Milyar)
PERHITUNGAN INVENTORY MANAGEMENT LEVEL STOCK

MAKSIMAL STOCK

2. Jumlah yang telah mencapai batas penyimpanan maksimal berdasarkan perhitungan Manajemen Tata Letak Gudang
(Warehouse Management)

Misal :
Maksimal stock Gudang : 2.800 pcs
PERHITUNGAN INVENTORY MANAGEMENT LEVEL STOCK

MAKSIMAL STOCK

3. Kebijakan perusahaan berdasarkan RPH atau RJH (Historical Sales) Vs ABC-XYZ Analysis.
X 40% 50% 75%

Accuracy
Y 25% 40% 50%
Tentukan kesepakatan matrix buffer stock berdasarkan perolehan ABC-XYZ Analysis

Z 10% 25% 40%

C B A
Value Inventory
PERHITUNGAN INVENTORY MANAGEMENT LEVEL STOCK

MAKSIMAL STOCK

4. Kombinasi antara Kapasitas Gudang dan Pola Order Customer

Misal :
Maksimal stock Gudang : 5.000 pcs
PERHITUNGAN INVENTORY MANAGEMENT LEVEL STOCK

SAFETY STOCK DAN BUFFER STOCK


Sebelum menentukan ROP (Re-Order Point) dan Minimal Stock, sebaiknya tentukan dulu Level Safety Stock
atau Buffer Stock.

Safety Stock dan Buffer Stock memiliki perhitungan yang sama, yaitu
1. Rumus Umum

Buffer Stock Kancing di Gd RM


Max pemakaian harian : 700 pcs
Max lead time order : 7 hari
Rerata pemakaian harian : 450 pcs
Rerata lead time order : 5 hari

SAFETY STOCK = ( 700 pcs x 7 hari ) - (450 pcs x 5 hari ) = 2.650 pcs
PERHITUNGAN INVENTORY MANAGEMENT LEVEL STOCK

SAFETY STOCK DAN BUFFER STOCK


2. Rumus Heizer & Render

Safety Stock = Z x LT x D
Buffer Stock Kancing di Gd RM
Rerata pemakaian harian : 450 pcs
Rerata lead time order (PR - GR) : 5 hari
Rerata deviasi lead time order :

0,167 hari

LT + Rerata deviasi : 5,167 hari


Tingkat pelayanan pelanggan : 95 % table distribusi normal (Z)
Nilai distribusi normal (Z) : 1,65
BUFFER STOCK = 1,65 x 5,167 x 450 = 3.825 pcs
PERHITUNGAN INVENTORY MANAGEMENT LEVEL STOCK

MINIMAL STOCK
Level dimana sudah ada warning untuk segera re-stock atau mengisi stock ke level yang lebih aman.
Cara menentukan Minimal Stock :

Minimal Stock = ( LT x D ) + SS

Minimal Stock Kancing di Gd RM


Rerata pemakaian harian : 450 pcs
Rerata lead time order (PR - GR) : 5 hari
Rerata deviasi lead time order : 0,167 hari
LT + Rerata deviasi : 5,167 hari
Safety Stock : 3.825 pcs

MINIMAL STOCK = (5,167 x 450) + 3.825 = 6.150 pcs


PERHITUNGAN INVENTORY MANAGEMENT LEVEL STOCK

ROP (RE-ORDER POINT)


Atau bisa disebut titik pemesanan, saat level stock mencapai titik ini maka sudah harus melakukan pemesanan ke supplier
atau perintah untuk produksi.
Study Kasus :
ROP untuk Kancing
GR
Level Max : 10.000 pcs
Level Min : 6.150 pcs PR
8.400
Buffer Stock : 3.825 pcs
RPH : 450 pcs
MOQ : 3.000 pcs
Rerata Lead Time : 5 hari
(dari PR ke Receive)

5 hari

ROP untuk Kancing


• PipeLine : LT x RPH = 2.250 pcs
• ROP : Min + PL = 8.400 pcs
• PR : Max - Min = 3.850 pcs
PR = Purchase Request (Permintaan Pembelian)
GR = Good Receive (Barang diterima)
PERHITUNGAN INVENTORY MANAGEMENT LEVEL STOCK

MAKSIMAL
Qty Maksimal : 10.000 pcs
RPH : 450 pcs
DOI : 22 hari

GR
ROP (REORDER POINT)
Qty ROP : 8.400 pcs 8.400 PR

DOI : 18 hari

MINIMAL
Qty MIN : 6.150 pcs
DOI : 13 hari
5 hari

SAFETY / BUFFER
Qty MIN : 3.825 pcs
DOI : 8 hari

ZERO

Anda mungkin juga menyukai