0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan10 halaman

Metode Penelitian Tindakan Kelas SDN Surusunda

26. Sebutkan contoh peran Muhammadiyah dalam bidang kesehatan

Diunggah oleh

maulana2003
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan10 halaman

Metode Penelitian Tindakan Kelas SDN Surusunda

26. Sebutkan contoh peran Muhammadiyah dalam bidang kesehatan

Diunggah oleh

maulana2003
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

METODE PENELITIAN
A. Setting Penelitian
1. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SDN Surusunda 02 UPT Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Karangpucung yang beralamat di
Jalan Lewisaeng Rt 02 Rw 05 Kodepos 53255 Desa Surusunda; Kecamatan:
Karangpucung; Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dalam waktu tiga bulan mulai dari bulan
Juli 2017 sampai dengan bulan September 2017 (Penjelasan secara rinci
tentang waktu penelitian dapat dilihat pada lampiran 2)
3. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas


(PTK). Arikunto (2009:130-131) menyatakan bahwa penelitian tindakan
kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan yang sengaja di
munculkan, dan terjadi dalam sebuah kelas. Proses ini didasarkan atas
konsep pokok bahwa penelitian tindakan ini terdiri dari empat komponen
pokok yang juga menunjukkan langkah, yaitu : perencanaan (planning),
tindakan (acting), pengamatan (observasi), refleksi (reflecting)
B. Metode dan Rancangan Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini merupakan tindakan yang bertujuan untuk
meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran
matematika. Tindakan yang dilakukan adalah menerapkan penggunaan alat
peraga garis bilangan yang dilaksanakan dalam 2 siklus tindakan. Pendekatan
yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah pendekatan deskriptif.
Apabila datanya telah terkumpul lalu diklasifikasikan menjadi dua kelompok
data, yaitu kuantitatif yang berbentuk angka-angka dan data kualitatif yang
dinyatakan dalam kata-kata atau simbol. Data kualitatif yang berbentuk kata-
kata tersebut disisihkan untuk sementara, karena akan sangat berguna untuk
menyertai dan melengkapi gambaran yang diperoleh dari analisis data

25
26

kuantitatif (Arikunto, 2006:17), sehingga dalam penelitian ini diperlukan dulu


data kuantitatif yang berbentuk angka, setelah itu baru diperjelas dengan kata-
kata.
Menurut Wardani, dkk (2006 : 2.4), Perbaikan pembelajaran
dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur, yang terdiri dari empat tahap
yaitu perencanaan (plan), pelaksanaan (action), mengamati (observation), dan
refleksi (reflection). Secara rinci dapat dilihat pada gambar 3.1 di bawah ini :

Perencanaan

Refleksi Pelaksanaan

Observasi

Gambar 3.1 Tahap-tahap dalam Penelitian Tindakan Kelas (Wardani


IGAK, 2006:4)

Penjelasan secara ringkas tahapan kegiatan penelitian tindakan kelas


yang dilaksanakan sebagaimana diuraikan di bawah ini.
1. Perencanaan
Perencanaan selalu mengacu kepada tindakan apa yang dilakukan,
dengan mempertimbangkan keadaan dan suasana obyektif dan subyektif.
Dalam perencanaan tersebut, perlu dipertimbangkan tindakan khusus apa
yang dilakukan, apa tujuannya. Mengenai apa, siapa melakukan,
bagaimana melakukan, dan apa hasil yang diharapkan. Setelah
pertimbangan itu dilakukan, maka selanjutnya disusun gagasan-gagasan
dalam bentuk rencana yang dirinci. Kemudian gagasan-gagasan itu
diperhalus, hal-hal yang tidak penting dihilangkan, pusatkan perhatian
pada hal yang paling penting dan bermanfaat bagi upaya perbaikan yang
dipikirkan. Sebainya perencanaan tersebut didiskusikan dengan Guru yang
lain untuk memperoleh masukan.
27

2. Pelaksanaan Tindakan
Jika perencanan yang telah dirumuskan sebelumnya merupakan
perencanaan yang cukup matang, maka proses tindakan semata-mata
merupakan pelaksanaan perencanaan itu. Namun, kenyataan dalam praktik
tidak sesederhana yang dipikirkan. Oleh sebab itu, pelaksanaan tindakan
boleh jadi berubah atau dimodifikasi sesuai dengan keperluan di lapangan.
Tetapi jangan sampai modifikasi yang dilakukan terlalu jauh menyimpang.
Jika perencanaan yang telah dirumuskan tidak dilaksanakan, maka Guru
hendaknya merumuskan perencanaan kembali sesuai dengan fakta baru
yang diperoleh.
3. Pengamatan
Hal yang tidak bisa dilupakan, bahwa sambil melakukan tindakan
hendaknya juga dilakukan pemantauan secara cermat tentang apa yang
terjadi. Dalam pemantauan itu, lakukan pencatatan-pencatatan sesuai
dengan form yang telah disiapkan. Catat pula gagasan-gagasan dan kesan-
kesan yang muncul, dan segala sesuatu yang benar-benar terjadi dalam
proses pembelajaran. Secara teknis operasional, kegiatan pemantauan
dapat dilakukan oleh Guru lain. Di sinilah letak kerja kolaborasi antar
profesi. Namun, jika petugas pemantau itu bukan rekanan peneliti,
sebaiknya diadakan sosialisasi materi pemantauan untuk menjaga agar data
yang dikumpulkan tidak terpengaruh minat pribadinya. Untuk memperoleh
data yang lebih obyektif, Guru dapat menggunakan alat alat optik atau
elektronik, seperti kamera, perekam video, atau perekam suara. Pada setiap
kali akan mengakhiri penggalan kegiatan, lakukanlah evaluasi terhadap
hal-hal yang telah direncanakan. Jika observasi berfungsi untuk mengenali
kualitas proses tindakan, maka evaluasi berperanan untuk mendeskripsikan
hasil tindakan yang secara optimis telah dirumuskan melalui tujuan
tindakan.
4. Refleksi
Refleksi adalah suatu upaya untuk mengkaji apa yang telah terjadi,
yang telah dihasilkan, atau apa yang belum dihasilkan, atau apa yang
28

belum tuntas dari langkah atau upaya yang telah dilakukan. Dengan
perkataan lain, refleksi merupakan pengkajian terhadap keberhasilan atau
kegagalan pencapaian tujuan. Untuk maksud ini, Guru hendaknya terlebih
dahulu menentukan kriteria keberhasilan.
Keempat tahap dalam penelitian tindakan tersebut adalah unsur
untuk membentuk sebuah siklus, yaitu satu putaran kegiatan beruntun, dari
tahap penyusunan rancangan sampai dengan refleksi, yang tidak lain adalah
evaluasi. Apabila dikaitkan dengan "bentuk tindakan" sebagaimana
disebutkan dalam uraian ini, maka yang dimaksud dengan bentuk tindakan
adalah siklus tersebut. Jadi bentuk penelitian tindakan tidak pernah
merupakan kegiatan tunggal tetapi selalu berupa rangkaian kegiatan yang
akan kembali ke asal, yaitu dalam bentuk siklus. Hasil refleksi terhadap
tindakan yang dilaksanakan akan digunakan kembali untuk merevisi rencana
jika ternyata tindakan yang dilakukan belum berhasil memecahkan masalah.
C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah siswa kelas III SDN Surusunda 02 dengan
jumlah siswa sebanyak 13 siswa terdiri dari 6 siswa laki-laki dan 7 siswa
perempuan.
D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
1. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan penulis dalam penelitian tindakan kelas
ini adalah sebagai berikut.
a. Observasi, teknik observasi dilakukan terhadap guru dan siswa
selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Observasi ini dilakukan
oleh rekan sejawat peneliti dengan menggunakan lembar observasi
sebagai pedoman, dan dilakukan secara terus menerus dalam setiap
siklus.
b. Penilaian atau tes, merupakan teknik penilaian bertujuan untuk
mengetahui sejauh mana perkembangan dan kemajuan proses dari
hasil belajar siswa serta mengumpulkan data dan informasi dalam
rangka usaha perbaikan kegiatan pembelajaran. Data hasil
29

penilaian dapat pula digunakan untuk mengetahui keefektifan


pendekatan yang digunakan.
c. Dokumentasi, teknik dokumentasi merupakan kegiatan
perekaman bukti dari segala tindakan yang dilaksanakan selama
kegiatan penelitian berlangsung. Kegiatan yang didokumentasikan
antara lain kegiatan yang dilakukan oleh peneliti maupun kegiatan
yang dilakukan oleh siswa serta kegiatan lain yang mendukung
berlangsungnya penelitian seperti wawancara dengan siswa, dan
diskusi dengan observer. Semua kegiatan tersebut direkam melalui
kamera foto yang dilakukan oleh teman sejawat peneliti.
2. Alat Pengumpulan Data
a. Lembar observasi, lembaran ini terdiri atas satu jenis yaitu
lembar observasi untuk siswa. Penelitian menggunakan lembar
observasi untuk memberikan gambaran mengenai sikap siswa
dalam belajar, sikap guru dalam memberikan pelajaran, serta
interaksi siswa dengan guru juga siswa dengan siswa selama
proses pembelajaran berlangsung. Selain itu lembar observasi ini
bertujuan untuk mengetahui kekurangan-kekurangan yang harus
diperbaiki atau kelebihan-kelebihan yang harus dipertahankan dan
ditingkatkan pada pembelajaran berikutnya.
b. Lembar penilaian proses, lembaran ini digunakan untuk mengukur
kemampuan hasil belajar siswa pada saat proses pembelajaran
berlangsung. Hasil dari penilaian proses ini digunakan sebagai
bahan pertimbangan pada tindakan dalam merancang dan
melaksanakan tindakan selanjutnya, dan juga untuk menentukan
berhasil tidaknya tindakan pembelajaran yang telah dilakukan.
E. Validasi Data
Untuk menjamin kebenaran data yang dikumpulkan dan dicatat dalam
penelitian maka dipilih dan ditentukan cara-cara yang tepat untuk
mengembangkan validitas data yang diperolehnya. Dalam penelitian ini akan
digunakan teknik triangulasi. Menurut Lexy Moeleong (2000:178) Triangulasi
30

adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang


lain di luar data itu, untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding
terhadap data tersebut. Dalam penelitian ini validitas data dilakukan dengan
teknik triangulasi. Triangulasi dilakukan dengan maksud untuk mengecek
kebenaran data yang diperoleh dan membandingkannya dengan data yang
diperoleh dari sumber lain. Kebenaran hasil wawancara dengan wali kelas
dapat dibandingkan dengan arsip atau dokumen maupun melalui pengarnatan
ketika proses belajar berlangsung. Triangulasi sumber data dilakukan untuk
mengecek kebenaran data dari guru kelas maupun anak. Sedangkan triangulasi
metode dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang
berbeda untuk mendapatkan data yang sama. Observasi dapat dicek
kebenarannya dari arsip atau dokumen dan wawancara.
F. Analisa Data
Analisis data adalah data dari seluruh responden atau sumber data lain
terkumpul. Analisis data dilaksanakan secara kualitatif dan kuantitatif pada
setiap akhir siklus pembelajaran serta data hasil belajar siswa, data yang
dianalisis meliputi data hasil observasi kegiatan guru dan aktifitas siswa
1. Data hasil observasi minat belajar siswa
Indikator minat belajar yang diamati terdiri dari 8 indikator yaitu
adalah perasaan senang, perhatian terhadap bahan pelajaran, memahami
materi pelajaran dan menyelesaikan soal-soal pelajaran, ketertarikan
terhadap bahan pelajaran, ketertarikan untuk menyelesaikan soal-soal
pelajaran, rasa senang mengetahui bahan belajar, memahami bahan belajar,
dan kemampuan menyelesaikan soal-soal. Kriteria yang digunakan adalah
Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K).
Tabel 3.1 Kriteria Penilaian Hasil Observasi Minat Belajar Siswa
Rentang Kategori Ketuntasan
89-100 Sangat Baik Tuntas
79-88 Baik Tuntas
69-78 Cukup Belum Tuntas
<69 Kurang Belum Tuntas
31

2. Data hasil belajar


Hasil belajar siswa dianalisis secara kuantitif. Menurut Arikunto
(2011:45) analisis data dimaksudkan untuk mengetahui ketuntasan belajar
siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Perolehan nilai setiap siswa melalui
tes hasil belajar menggunakan kriteria sebagai berikut :
Tabel 3.2 Kriteria Penilaian Hasil Belajar
Nilai Ketuntasan Keterangan
>=65 Tuntas
<65 Belum Tuntas

Perolehan nilai setiap siswa melalui tes hasil belajar secara tertulis
diolah dengan rumus :
1. Ketuntasan Belajar Klasikal

Keterangan :
A = Ketuntasan
B = Jumlah Siswa Tuntas (siswa mendapat nilai di atas 69)
C = Jumlah Seluruh Siswa

2. Nilai rata-rata

Keterangan :
X = Nilai Rata-rata
∑Y= Jumlah Nilai Seluruh Siswa
n = Jumlah Seluruh Siswa

G. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari siklus-siklus. Tiap-tiap
siklus dilaksanakan sesuai perubahan yang dicapai. Untuk mengetahui
permasalahan yang merupakan rendahnya kemampuan mengurutkan dan
menentukan letak bilangan pada siswa kelas III SDN Surusunda 02 dilakukan
observasi terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Prosedur
32

penelitian tindakan kelas ini dapat dijelaskan dalam tahap-tahap sebagai


berikut :
1. Siklus I
a. Perencanaan
1) Mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi siswa terutama
materi mengurutkan dan menentukan letak bilangan
2) Membuat skenario pembelajaran dengan melibatkan siswa dalam
pemberian tugas sesuai dengan pokok bahasan yang ada .
3) Membuat laporan observasi untuk melihat bagaimana kondisi
pembelajaran dikelas
4) Guru menyiapkan rencana pengajaran
5) Membuat lembar kerja dan tes untuk melihat hasil yang telah
dilakukan ada perubahan tidak
b. Pelaksanaan
1) Guru mengadakan aperersepsi dengan mengajukan beberapa
pertanyaan sederhana.
2) Guru bersama siswa membahas secara singkat materi mengurutkan
dan menentukan letak bilangan dengan menggunakan alat peraga garis
bilangan.
3) Guru membagi lembar kerja buatan guru dan didiskusikan bersama-
sama
4) Guru mengevaluasi siswa terhadap proses pembelajaran dengan
memberi tes akhir (lampiran
c. Observasi
Observasi meliputi langkah-langkah sebagai berikut :
1) Observasi tentang persiapan pembelajaran
2) Observasi tentang aktivitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung
3) Observasi tentang pembelajaran tes.
Semua format-format observasi yang digunakan terlampir pada
daftar lampiran.
33

d. Refleksi
Dari hasil penelitian di atas dapat dilakukan analisis dengan cara
mengukur baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Sedangkan refleksi
adalah renungan terhadap hasil analisis yang telah dikerjakan, maka akan
timbul pertanyaan-pertanyaan yang perlu dikemukakan dalam hal ini
adalah :
1) Seberapa persenkah kemampuan siswa dalam pembelajaran
matematika.
2) Apakah ada cara yang lain selain metode penggunaan alat peraga garis
bilangan.
3) Apakah masih beranggapan bahwa pelajaran matematika itu sulit dan
membosankan.
4) Apakah ada peningkatan belajar siswa lewat metode penggunaan alat
peraga garis bilangan.
5) Sudahkah guru menerapkan struktur pengajaran matematika yang
baik.
6) Sudahkah guru mengadakan perbaikan kepada siswa tentang teori-
teori pengajaran matematika yang dianggap siswa sukar dalam
menghadapi masalah-masalah pembelajaran matematika.
2. Siklus II
a. Perencanaan
Berdasar hasil refleksi pada siklus I baik yang berkaitan dengan
guru,siswa dan perangkatnya maka diadakan perencanaan ulang yang
meliputi seluruh perencanaan pada siklus I.
b. Pelaksanaan
1) Guru melakukan semua langkah sebagaimana pada siklus I
2) Guru menggunakan metode tanya jawab untuk mengamati
pemahaman konsep tentang mengurutkan dan menentukan letak
bilangan.
3) Guru mengadakan tes akhir pada siklus II untuk mengukur hasil
belajar siswa
34

c. Observasi
1) Melakukan semua langkah-langkah sebagaimana pada siklus I
2) Observasi data hasil ulangan tes akhir siklus II (lampiran 19).
d. Refleksi
Peneliti bersama observer menganalisa semua tindakan kelas pada
siklus II sebagaimana langkah yang telah dilakukan pad siklus II,
selanjutnya peneliti mangadakan refleksi. Apakah menggunakan peraga
garis bilangan dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dalam
mengurutkan dan menentukan letak bilangan?
H. Kriteria Keberhasilan
Kriteria untuk mengukur tingkat keberhasilan upaya perbaikan
pembelajaran adalah sebagai berikut :
1. Kriteria siswa tuntas belajar apabila telah mencapai tingkat penguasaan
materi pembelajaran sebesar 85% ke atas atau mendapat nilai di atas KKM
minimal 69
2. Proses perbaikan pembelajaran (meningkatkan minat belajar siswa)
dinyatakan berhasil jika 85% dari jumlah siswa mengalami peningkatan
minat belajarnya selama proses pembelajaran berlangsung.

Anda mungkin juga menyukai