0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan20 halaman

Motivasi dan Inovasi dalam Program Guru Penggerak

Diunggah oleh

saohagolo.wau26
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan20 halaman

Motivasi dan Inovasi dalam Program Guru Penggerak

Diunggah oleh

saohagolo.wau26
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Apa yang memotivasi Anda mengikuti Program Guru Penggerak?

Apa yang Anda lakukan dalam mewujudkan motivasi tersebut?

Jawaban:

Motivasi saya menjadi Guru Penggerak dan yang dilakukan untuk mewujudkannya adalah:

1. Saya ingin menjadi guru yang berkompetensi sebab kenyataannya banyak guru yang hanya
fokus untuk menjelaskan materi pelajaran, namun melupakan kompetensi lainnya yakni
kepribadian dan sosial.

2. Saya ingin memprioritaskan peserta didik serta diperlukan faktor penggerak dalam dunia
pendidikan untuk mendukung guru menjadi yang terdepan dalam penyelesaian masalah.

3. Saya ingin menjadi penggerak untuk diri sendiri, kemudian baru menjadi penggerak untuk
para guru lainnya agar kompetensi saya bertambah. Oleh sebab itu, saya mengikuti program ini
untuk menambah koneksi.

4. Saya ingin mengembangkan karier sebagai guru honorer.

5. Saya ingin mempersiapkan diri sendiri dari segi kemampuan, kepemimpinan, pembelajaran,
dan pedagogi. Hal itu agar dapat menggerakkan komunitas belajar di dalam atau luar
lingkungan sekolah.

Salah satu cara saya untuk mewujudkan motivasi tersebut adalah mengikuti program guru
penggerak dan mendaftar di SIMPKB. Di samping itu, untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran saya berdiskusi secara positif dan bekerja sama dengan rekan sesama guru
serta pihak yang berkepentingan, baik di dalam dan luar sekolah.

Kemudian saya menginginkan adanya suatu perubahan, inovasi, pemberdayaan, dan gerakan
dan berdampak secara nyata seperti menulis buku antologi berkolaborasi dengan masyarakat
yang melek literasi.

Apa kelebihan Anda yang dapat mendukung Anda mengikuti program Guru Penggerak?
Upaya apa saja yang telah Anda lakukan untuk memajukan sekolah tempat Anda
bekerja yang menurut Anda sejalan dengan program Guru Penggerak? (Jawaban harus
mencakup nama program, contoh implementasi yang dilakukan)

Penjelasan:
Kelebihan yang Dapat Mendukung Saya Mengikuti Program Guru Penggerak

Kompetensi dalam Pengajaran: Saya memiliki pengalaman mengajar yang kuat dan
memahami berbagai metode pengajaran yang efektif. Hal ini memungkinkan saya untuk
menyesuaikan pendekatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa.

Kemampuan Kepemimpinan: Saya aktif dalam organisasi sekolah dan sering memimpin
kegiatan ekstrakurikuler. Keterampilan ini membantu saya dalam membangun kerja
sama tim dan memotivasi rekan-rekan untuk mencapai tujuan bersama.

Komitmen terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan: Saya selalu berusaha untuk


meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah, baik melalui pengembangan diri maupun
kolaborasi dengan kolega.

Upaya untuk Memajukan Sekolah

Program Pengembangan Karakter Siswa: Saya telah mengimplementasikan program


"Karakter Positif" di sekolah, yang bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai
seperti disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Kegiatan ini melibatkan siswa
dalam berbagai proyek sosial dan kegiatan literasi.

Pelatihan Guru Kolaboratif: Saya mengorganisir sesi pelatihan untuk guru-guru di


sekolah, di mana kami berbagi praktik terbaik dalam pengajaran dan manajemen kelas.
Ini sejalan dengan program Guru Penggerak yang mendorong pengembangan
profesional guru.

Inovasi Pembelajaran: Saya memperkenalkan metode pembelajaran berbasis proyek


(Project-Based Learning) di kelas. Melalui proyek ini, siswa dapat belajar secara aktif
dan menerapkan pengetahuan mereka dalam konteks nyata, sesuai dengan tujuan
program Guru Penggerak untuk menciptakan pembelajaran yang relevan dan
kontekstual.

Ceritakan pengalaman Anda dalam menggunakan atau mengelola IT dalam proses


pembelajaran?

Jawaban:
Dalam dunia pendidikan, IT telah menjadi bagian integral yang mendukung
pembelajaran. Berikut beberapa pengalaman umum dalam menggunakan IT untuk
pembelajaran:

1. Penggunaan LMS (Learning Management System): Sistem seperti Google Classroom,


Moodle, dan Blackboard memungkinkan pengelolaan materi pembelajaran,
pengumpulan tugas, dan komunikasi antara guru dan siswa secara lebih terstruktur.
Guru bisa mengunggah materi, memberikan ujian, dan memberikan feedback secara
real-time.

2. Pembelajaran Jarak Jauh: Melalui platform video konferensi seperti Zoom atau
Microsoft Teams, kelas dapat diadakan secara online. IT membantu dengan
memfasilitasi interaksi antara siswa dan guru meskipun berada di lokasi yang berbeda.

3. Akses ke Sumber Daya Digital: Teknologi memudahkan akses ke buku digital, video
pembelajaran, tutorial interaktif, dan simulasi yang memperkaya pengalaman belajar.
Siswa dapat mengakses materi kapan saja, dari mana saja.

4. Penggunaan AI dalam Pembelajaran: Teknologi AI, membantu dalam menyediakan


materi pelajaran, menjawab pertanyaan, memberikan latihan, dan membantu siswa
memahami konsep dengan lebih baik melalui tutor virtual.

Pengelolaan IT dalam pendidikan juga mencakup keamanan data siswa, penyimpanan


cloud, dan perawatan infrastruktur seperti jaringan internet dan perangkat keras
(komputer, tablet, dll.) agar tetap dapat diakses dengan baik.

Berikan contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya yang


memberikan dampak nyata berdasarkan inisiatif Anda sendiri. Apa yang mendorong
Anda melakukan hal tersebut? (Jawaban Anda harus mencakup waktu kejadian,
dampak atas inisiatif Anda, upaya yang Anda lakukan agar inisiatif tersebut terlaksana,
peran Anda dan pihak lain yang terlibat bila ada)

Pembelajaran adalah proses mentransfer ilmu pengetahuan dari pendidik ke peserta


didik. dalam proses pembelajaran tersebut banyak hal yang dapat mempengaruhi
tercapainya tujuan pembelajaran. Merupakan kebutuhan yang amat penting dalam
mengembangkan dan meningkat kualitas serta menentukan arah bagi masa depan
manusia, bahkan kualitas dan masa depan bangsa. Tanpa melalui proses pendidikan
yang baik, sulit kiranya bagi seseorang untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan
dan tuntutan zaman. Pendidikan diharapkan dapat memberikan perubahan ke arah yang
lebih baik terhadap manusia itu sendiri. Potensi siswa dapat berkembang karena guru
mempunyai peran penting dalam proses pelaksanaan pendidikan, interaksi antara guru
dan anak didik menuju peserta didik yang lebih kompeten adalah tuntutan utama.

Seiring perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi guru dituntut untuk lebih cerdas
dan kreatif dalam menyampaikan atau menyajikan materi pembelajaran. Seorang guru
harus mampu membuat media pembelajaran yang kreatif, inovatif, menarik bagi peserta
didik . kemudian dapat menimbulkan rasa keingintahuan yang besar dari diri peserta
didik. Peserta didik saat ini berada pada generasi Z, dimana semua kegiatan yang
mereka lakukan berhubungan dengan gawai dan internet. Mereka lebih bisa diandalkan
dalam hal IPTEK dari pada generasi sebelumnya, hal ini dikarenakan ketika mereka lahir
semua kecanggihan dalam hal IPTEK sudah ada. Berdasarkan kondisi tersebut, mereka
menjadi generasi yang komunikatif, ambisius, mandiri, dan mahir berteknologi.

Dari materi yang diberikan, jika materi itu berupa tulisan panjang, peserta didik tidak
membacanya. Jika berbentuk video, hanya sedikit peserta didik yang mendengarkan
penjelasanya dan memahaminya. Sehingga hasil akhir dari pembelajaran dapat
dikatakan tidak berhasil karena nilai siswa tidak memuaskan dan siswa tidak merasa
aktif melakukan pembelajaran. Berdasarkan masalah di atas, penulis kemudian
mengembangkan beberapa bahan ajar dan media pembelajaran yang menuntut peserta
didik untuk aktif dalam semua kegiatan pembelajaran yang diberikan. Penulis tetap
menggunakan E-learning sebagai wadah, akan tetapi penulis menggunakan Interactive
Content untuk semua rangkaian kegiatan pembelajaaran (pembukaan, inti dan
penutup).

KEGIATAN PEMBUKAAN
Pada kegiatan pembukaan, penulis memberikan video apersepsi yang berisi salam,
bertanya kabar, menanyakan materi pada pertemuan berikutnya, menyampaikan tujuan
pembelajaran, manfaat materi yang dipelajari pada kehidupan sehari-hari, dan sistem
penilaian melalui video interaktif. Pada video interaktif ini, peserta tidak hanya
mengamati video, tapi mereka harus menjawab beberapa pertanyaan agar video bisa
terus berputar.

KEGIATAN INTI
Dalam kegiatan ini, penulis memberikan serangkaian muatan yang berisi video
interaktif, penjelasan penulis melalui suara, gambar menarik, pertanyaan, dan ringkasan
materi dalam bentuk presentasi interaktif. Slide pertama terdapat video interaktif yang
berisi tentang materi yang akan diajarkan, peserta didik mengamati dan menjawab
pertanyaan dalam video. Slide kedua, peserta didik akan menemukan sedikit tulisan
beserta suara tentang materi yang diajarkan. Pada slide ketiga, peserta didik akan
dihadirkan beberapa gambar yang menjelaskan tentang materi.

Pada slide keempat, peserta didik akan menjawab serangkaian pertanyaan dalam
bentuk permainan (menjodohkan gambar/ kata, menyusun kata, melengkapi kalimat,
benar-salah, jawaban singkat, pilihan ganda). Penulis akan memilih model pertanyaan
berdasarkan materi. Kemudian di slide kelima, penulis memberikan ringkasan materi
melalui serangkaian pernyataan yang harus dipilih oleh peserta didik. Slide ini, ketika
peserta didik telah menemukan pernyataan yang benar, mereka diminta untuk
menuliskanya di buku catatan masing-masing. Slide terakhir, peserta didik akan melihat
skor perolehan atas beberapa pertanyaan yang terjawab. Baca juga jawaban guru
penggerak 1.

KEGIATAN PENUTUP
Pada kegiatan penutup, penulis memberikan medali atas pencapaian peserta didik pada
tahap sebelumnya. Dan pada tahap ini peserta didik harus melakukan refleksi
pembelajaran dengan menjawab serangkaian pertanyaan yang jawabanya
menggunakan gambar emoji.

Ceritakan pengalaman Anda membangun kerja sama dengan pihak di luar sekolah
yang mendatangkan manfaat bagi sekolah

Apa peran Anda saat itu? Kapan kejadiannya? Situasi apa yang Anda hadapi saat itu? Pihak
mana saja yang bekerja sama dengan Anda saat itu?

Berikut jawaban soal-soal di atas:

Kejadiannya ketika kami menentukan jadwal mengajar bersama.


Situasi yang saya hadapi adalah harus membagi tugas dengan rekan sejawat namun
kami tidak menemukan kesepahaman.
Pihak yang saya minta bekerja sama adalah beberapa teman sejawat saya dalam
mengajar.
Alasan saya meminta bekerja sama agar proses mengajar bisa berjakan lanjar jika
jadwal disepakati bersama. Sayangnya, masing-masing pihak punya kepentingan
sehingga pada mulanya sulit menemukan titik temu. Namun setelah berjalan beberapa
waktu, kami akhirnya menyepakati jadwal yang disetujui semua pihak.
Pembahasan
Soal di atas tidak ditujukan bagi siswa sebab berkaitan dengan soal essay bagi guru
penggerak. Pada soal di atas, guru penggerak diminta untuk menceritakan tantangan
yang ia hadapi saat berinteraksi dengan orang lain seperti rekan sejawat atau bahkan
orang tua murid.

Kesulitan apa saja yang Anda hadapi saat bekerja sama? Adakah penolakan ataupun
kegagalan yang Anda hadapi dalam situasi tersebut? Bagaimana respon Anda dalam
situasi tersebut? Upaya apa yang Anda lakukan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang
telah direncanakan?

Jawaban dari pertanyaan diatas adalah ....

Kesulitan yang saya hadapi ketika melakukan kerja sama adalah menyatukan ide antar
anggota.
Terkadang ada penolakan terlebih dahulu dari anggota kelompok yang akan bekerja
sama.
Respon saya akan tetap bersikap tenang dan sabar dalam menghadapi perbedaan ide
atau pendapat.
Upaya saya yaitu dengan cara berusaha menyatukan pendapat agar bisa bekerja sama
dengan nyaman.
Pembahasan

Manusia disebut sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial. Walaupun manusia
dibekali dengan akal pikiran , maka akal dan pikiran tersebut akan digunakan untuk bisa
memenuhi kebutuhannya sendiri, namun manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa
bantuan dari manusia yang lain. Karena masing-masing manusia harus saling
membantu satu sama yang lainnya dalam melaksanakan suatu kegiatan untuk
mewujudkan tujuan bersama untuk keberlangsungan dari manusia itu sendiri.

Manfaat kerja sama:

Bisa memahami karakter dari orang banyak.


Melatih ketrampilan untuk komunikasi.
Menumbuhkan rasa saling menyayangi.
Mengembangkan sikap sosial.
Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak
untuk bekerja sama?

1. Artikulasikan Visi dan Tujuan Bersama,Pertama-tama, jelaskan visi dan tujuan


bersama yang akan dikejar.
Pastikan semua pihak memahami mengapa kerja sama ini penting dan bagaimana hal
itu akan menguntungkan mereka.
2. Keterlibatan Aktif,Libatkan semua pihak yang terlibat dalam proses pengambilan
keputusan.
Dengan mendengarkan pendapat mereka, Anda dapat memastikan bahwa kepentingan
dan pandangan setiap pihak diakomodasi.
3. Komunikasi yang Efektif,.Komunikasi yang terbuka dan jelas adalah kunci. Berikan
informasi yang diperlukan, jawab pertanyaan, dan buat saluran komunikasi yang efisien.
4. Bentuk Tim yang Kuat,Pastikan bahwa tim yang bekerja sama kuat dan berfungsinya
dengan baik.
Ini mencakup memastikan bahwa peran dan tanggung jawab dijelaskan dengan baik
dan dipahami oleh semua anggota tim.
5. Transparansi
Jaga tingkat transparansi yang tinggi dalam hal pengambilan keputusan, alokasi
sumber daya, dan segala sesuatu yang relevan. Ini akan membantu dalam membangun
kepercayaan.
6. Bersikap Fleksibel
Berusahalah untuk tetap fleksibel dan terbuka terhadap perubahan.
Terkadang, situasi dan kebutuhan dapat berubah, dan kemampuan untuk menyesuaikan
diri adalah kunci.
7. Buat Kesepakatan Tertulis
Setelah semua pihak setuju dengan parameter kerja sama, buat kesepakatan tertulis
yang mendokumentasikan semua hal yang telah [Link] dapat membantu
mencegah ketidaksepahaman di kemudian hari.
8. Berikan Insentif

Jika memungkinkan, pertimbangkan untuk memberikan insentif kepada pihak-pihak


yang berpartisipasi.

Ini bisa berupa insentif finansial, pengakuan, atau manfaat lain yang relevan.

9. Jalin Hubungan Pribadi yang Kuat


Hubungan pribadi yang baik dapat memperkuat komitmen. Cobalah untuk mengenal
pihak-pihak yang Anda kerja samai secara lebih pribadi.

10. Evaluasi dan Umpan Balik

Selama dan setelah kerja sama, lakukan evaluasi berkala dan berikan umpan balik
kepada pihak-pihak yang terlibat.

Ini akan membantu perbaikan yang berkelanjutan.

Bagaimana hasilnya?

Mendekatkan Satu Sama Lain. Ketika melakukan kerja sama akan membentuk ikatan
emosional antar siswa. ...
Melatih Mengelola Konflik. Kerja sama pada kelompok belajar akan melatih diri setiap
siswa untuk dapat melakukan pengelolaan konflik. ...
Menciptakan Suasana yang Positif.
Kelancaran semua acara kerja forum pendidikan akan memudahkan forum terkait buat
meraih misinya memajukan pendidikan demi generasi belia Indonesia. Untuk itu sekolah
perlu didukung sang banyak sekali pihak serta aspek, mulai menurut SDM, sarana, serta
keuangan.

C. Ceritakan pengalaman Anda saat melakukan perubahan untuk meningkatkan mutu


atau pengelolaan sekolah?

Sebagai sebuah ilustrasi, berikut adalah contoh pengalaman dalam melakukan


perubahan untuk meningkatkan mutu atau pengelolaan sekolah:

Situasi yang Dihadapi:


Pada awal tahun ajaran 2020, sekolah menghadapi tantangan besar dalam hal
manajemen waktu pengajaran dan distribusi materi pembelajaran. Guru seringkali
kewalahan dengan tugas administratif, sehingga fokus mereka terhadap kualitas
pengajaran menjadi berkurang. Pada saat yang sama, siswa sering merasa kesulitan
mengakses materi pelajaran secara efektif.

Perubahan yang Dilakukan:


Untuk mengatasi masalah ini, saya mengusulkan dan menerapkan sistem manajemen
pembelajaran berbasis digital. Dengan platform ini, guru dapat mengunggah materi
pembelajaran, jadwal, dan tugas secara terorganisir. Sistem ini juga memungkinkan
siswa untuk mengakses materi secara online kapan saja, serta mempermudah
komunikasi antara siswa, guru, dan orang tua.

Motivasi Melakukan Perubahan:


Dorongan utama untuk melakukan perubahan ini adalah kebutuhan untuk meningkatkan
efisiensi waktu pengajaran dan meningkatkan akses siswa terhadap materi
pembelajaran.

Saya melihat bagaimana perkembangan teknologi dapat membantu memperbaiki


sistem pengajaran yang ada, terutama saat pandemi COVID-19 mempercepat adopsi
teknologi dalam pendidikan. Tujuannya adalah untuk memastikan guru dapat lebih
fokus pada kualitas pengajaran dan siswa dapat belajar dengan lebih fleksibel dan
terstruktur.

Hasil:
Setelah sistem diterapkan, ada peningkatan signifikan dalam pengelolaan waktu
pengajaran dan akses materi [Link] lebih efisien dalam membagi waktu
antara pengajaran dan tugas administratif, sementara siswa merasa lebih terbantu
dengan kemudahan akses materi pembelajaran.
Komunikasi antara pihak-pihak terkait juga menjadi lebih lancar, yang berkontribusi
pada peningkatan mutu pendidikan di sekolah tersebut.

Siapa saja yang Anda libatkan dalam inisiatif perubahan tersebut?

Unsur-unsur yang dilibatkan dalam perubahan sekolah biasanya tidak jauh dari unsur
kebersihan sekolah, serta ketertiban dan disiplin dalam sekolah itu sendiri.

Pihak yang dilibatkan dalam inisiatif perubahan sekolah adalah seluruh warga sekolah
yang terdiri dari Kepala sekolah, para guru, para siswa, dan warga sekolah lainnya
seperti tim kebersihan sekolah, serta tim keamanan sekolah (satpam sekolah) tak
terkecuali.

Perubahan sekolah bisa antara lain meningkatkan kualitas sekolah dari berbagai faktor,
misalnya, faktor kebersihan sekolah, dan ketertiban sekolah dengan membuat peraturan
yang dapat mencapai hal tersebut dan bisa diikuti seluruh warga sekolah tak terkecuali.
Adanya inisiasi perubahan dalam sekolah dapat berarti sekolah ingin meningkatkan
instansinya agar satu tingkat lebih baik. Biasanya hal ini berhubungan dengan penilaian
akreditasi sekolah itu sendiri.

Apabila akreditasinya baik, maka mutu serta kelayakan sekolah tersebut dapat
diperhitungkan sebagai pelayanan pendidikan yang baik pula. Hal ini berdampak baik
pula pada Kepala sekolah juga guru-guru yang bertugas di sekolah tersebut.

Perubahan pada sekolah juga ditujukan agar seluruh warga sekolah dapat merasa
nyaman saat melakukan kegiatan belajar-mengajar dalam sekolah tersebut mulai dari
aspek kebersihan hingga ketertiban dalam sekolah agar menghasilkan pribadi-pribadi
yang ulet dan berhasil di kemudian hari.

Tantangan apa yang Anda hadapi dalam memfasilitasi perubahan tersebut? Ceritakan
pengalaman Anda dalam menghadapi tantangan tersebut.

1. Tantangan yang pernah saya hadapi dalam memfasilitasi perubahan dalam sebuah
instansi contohnya lingkungan sekolah, adanya kendala dalam pelaksanaan dan juga
hasil atau evaluasi yang tidak sesuai dari perencanaan yang telah dibuat sebelumnya.
dan juga lingkungan sekolah terutama warga sekolah yang tidak sepenuhnya terlibat
dalam pelaksanaan perubahaan tersebut.

2. cara yang dilakukan agar perubahan tersebut terlaksana dengan baik adalah :

melakukan pendekatan kepada warga sekolah dengan cara mengajak warga sekolah
untuk selalu terlibat dalam pelaksanaan tersebut
mengajak diskusi dan juga melibatkan warga sekolah (pendidik) apabila ada masalah
yang sedang dihadapi
terbuka dengan segala ide dan solusi yang mereka tawarkan
mengajak warga sekolah untuk memantau dan mengawasi dari pelaksanaan perubahan
tersebut
memfasilitasi warga sekolah apabila ingin melakukan perubahan dalam kegiatan
belajar mengajar maupun kegiatan pendukung lainnya
menerima semua ide maupun kritik dari warga sekolah terhadap perubahan yang
dilaksanakan
bersama warga sekolah untuk berupaya memaksimalkan perubahan tersebut
terlaksana dengan baik
Penjelasan :
tugas kepala sekolah tidak hanya memimpin sebuah sekolah agar dapat berjalan
dengan baik sesuai dengan visi misi yang telah ditetapkan. selain menjadi pemimpin
kepala atau leader sekolah juga bertanggung jawab manager dan supervisor. sebagai
leader kepala sekolah memiliki tugas sebagai motivator dan inovator.

Ceritakan cara-cara yang Anda lakukan untuk mendorong pihak lain untuk mencari ide
atau solusi yang berbeda (inovatif) untuk mendukung perubahan yang Anda lakukan di
sekolah.

Jawaban:

Untuk mendorong pihak lain mencari ide atau solusi inovatif dalam mendukung
perubahan di sekolah, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut:

1. Fasilitasi diskusi terbuka:

- Buat forum atau sesi diskusi di mana semua pihak, termasuk siswa, guru, dan staf,
dapat berbagi ide dan pendapat mereka. Diskusi terbuka sering kali memicu kreativitas
dan memunculkan solusi baru.

2. Dorong kolaborasi:

- Ajak kelompok-kelompok kecil atau tim untuk bekerja bersama dalam proyek atau
tantangan tertentu. Kolaborasi antara individu dengan latar belakang berbeda dapat
menghasilkan ide-ide inovatif.

3. Berikan contoh dan inspirasi:

- Tunjukkan contoh sukses dari sekolah lain atau organisasi yang telah berhasil
melakukan perubahan. Inspirasi dari contoh nyata dapat memotivasi pihak lain untuk
berpikir kreatif.

4. Tawarkan pelatihan dan sumber daya:

- Sediakan pelatihan atau workshop tentang teknik berpikir kreatif dan pemecahan
masalah. Berikan akses ke sumber daya yang dapat membantu mereka
mengembangkan ide-ide baru.

5. Berikan ruang untuk eksperimen:


- Ciptakan lingkungan yang mendukung eksperimen dan pengujian ide-ide baru tanpa
takut gagal. Memberikan kebebasan untuk mencoba pendekatan baru dapat
menghasilkan solusi yang inovatif.

6. Apresiasi dan penghargaan:

- Berikan apresiasi dan penghargaan kepada individu atau tim yang mengusulkan atau
menerapkan ide-ide inovatif. Pengakuan dapat memotivasi lebih banyak orang untuk
berpartisipasi dan berkontribusi.

Bagaimana Hasilnya?
Adanya kerja sama tersebut dapat memberikan beberapa manfaat bagi setiap siswa. Di
antaranya, yaitu

meningkatkan komunikasi, melatih dalam pengelolaan konflik, dan membangun sikap


gotong royong

Menciptakan kepedulian terhadap sesama teman di sekolah. Membuat pekerjaan di


sekolah menjadi ringan.

Menghemat waktu dan tenaga. Kerja sama dapat membuat pekerjaan menjadi cepat
selesai dan membuahkan hasil.

hasil kerjasama pula adalahj


Dapat Membagi Tugas Secara Rata.
Menumbuhkan Rasa Percaya antar tiap Anggota.

. Perkembangan menuntut kita untuk terus belajar hal-hal baru. Ceritakan pengalaman
Anda saat mendapatkan masukan atau umpan balik terkait kemampuan Anda.

Kapan waktu kejadiannya? Masukan atau umpan balik apa yang secara spesifik Anda
dapatkan? Apa yang Anda rasakan saat menerima masukan atau umpan balik tersebut?

Saya memiliki pengalaman yang menarik saat mendapatkan masukan atau umpan balik
terkait kemampuan saya. Suatu waktu, saya sedang bekerja dalam sebuah proyek tim
yang kompleks di kantor. Tim kami terdiri dari anggota yang memiliki beragam latar
belakang dan keahlian. Dalam proyek ini, tugas saya adalah untuk menangani analisis
data dan menyusun laporan hasil.

Setelah menyelesaikan tugas saya, saya mendapatkan umpan balik dari kepala tim
saya. Dia memberi tahu saya bahwa hasil analisis saya sangat baik dan laporan saya
terstruktur dengan baik. Namun, ia juga menyebutkan bahwa ada beberapa area di
mana saya bisa meningkatkan kualitas pekerjaan saya.

Umpan balik tersebut membuat saya sedikit terkejut, karena sebelumnya saya pikir saya
sudah melakukan yang terbaik. Namun, saya menyadari bahwa umpan balik ini adalah
peluang untuk belajar dan tumbuh. Saya kemudian meminta kepala tim saya untuk
menunjukkan area-area yang perlu diperbaiki lebih lanjut.

Salah satu hal yang dia soroti adalah kekurangan saya dalam menjelaskan analisis data
secara jelas. Saya sering menggunakan istilah teknis yang sulit dipahami oleh anggota
tim yang memiliki latar belakang yang berbeda. Kepala tim kemudian memberi saran
untuk menyederhanakan dan menjelaskan analisis dengan bahasa yang lebih umum.

Saya benar-benar menghargai masukan tersebut dan menindaklanjutinya dengan


menggunakan gaya komunikasi yang lebih sederhana saat menyajikan hasil analisis
kepada tim. Saya juga meminta rekan-rekan tim untuk memberikan umpan balik mereka
setelah presentasi. Ini membantu saya dalam memperbaiki kemampuan
menyampaikan informasi secara efektif kepada tim.

Pengalaman ini mengajarkan saya pentingnya menerima dan memanfaatkan umpan


balik untuk meningkatkan kemampuan. Saya menyadari bahwa perkembangan terus-
menerus membutuhkan sikap yang terbuka terhadap masukan dari orang lain. Saya
menjadi lebih terampil dalam berkomunikasi dan menyusun laporan hasil analisis, yang
merupakan keterampilan penting dalam pekerjaan saya.

Bagaimana cara Anda menyikapi masukan dan umpan balik tersebut untuk
pengembangan diri Anda?

Saat mendapatkan masukan dan umpan balik saya menyadari bahwa hal itu merupakan
hal yang baik untuk perkembangan diri saya.
Oleh sebab itu saya selalu terbuka dengan masukan yang diberikan kepada saya dan
selalu mengambil sisi positif dari masukan tersebut agar saya bisa memperbaiki
kesalahan maupun kekurangan saya dan akhirnya bisa menjadi pribadi yang lebih baik.
Sebagai contoh ketika saya mendapatkan umpan balik dari rekan kerja saya di sekolah
mengenai cara mengajar saya yang banyak memanfaatkan perkembangan teknologi.
Saat mengajar saya lebih banyak menyampaikan materi kepada siswa dengan
menggunakan video maupun melakukan kuis sederhana yang berbasis game. Saat
mendapatkan pujian dari rekan kerja di sekolah saya merasa senang dan bangga
karena usaha saya dalam mengajar siswa dianggap cukup berhasil membuat siswa
menjadi lebih semangat untuk belajar.

Namun di sisi lain saya juga mendapatkan kritikan mengenai cara saya mengajar yang
dianggap membuat siswa menjadi malas membaca buku. Menanggapi masukan
tersebut saya terus berupaya meningkatkan kemampuan profesional saya sebagai guru
dan membuat inovasi baru agar siswa selalu merasa antusias untuk belajar.

Selain memanfaatkan masukan dan umpan balik dalam proses pengembangan diri
Anda, Hal berbeda apa yang Anda lakukan untuk mendukung proses pengembangan diri
Anda? Adakah cara-cara di luar kebiasaan yang Anda lakukan dimana hal tersebut
membuat Anda kurang nyaman namun mendukung proses pembelajaran Anda?
Selain memanfaatkan masukan serta umpan balik dalam proses pengembangan diri
saya, hal berbeda yang saya lakukan untuk mendukung proses pengembangan diri saya
adalah: Melakukan aktivitas sosial masyarakat. Melakukan kegiatan diluar akademis
seperti olahraga atau yang lainnya. Mengikuti seminar-seminar mengenai
pengembangan diri. Menyalurkan atau mendalami bakat yang saya sukai Cara-cara di
luar kebiasaan yang saya lakukan dimana hal tersebut membuat saya kurang nyaman
namun mendukung proses pembelajaran saya adalah: Menepati jadwal pembelajaran
dengan disiplin tinggi. Melakukan pembelajaran dengan membaca sebanyak mungkin
buku literasi. Memberikan latihan soal dengan menargetkan berapa soal yang harus
dikerjakan Penjelasan: Umpan balik adalah usaha memperoleh informasi mengenai
kemampuan seseorang melakukan sesuatu atau menjalankan keterampilan. Suatu
umpan balik menerangkan hal yang kurang tepat dan hal yang berjalan dengan baik.
Langkah pertama ialah percobaan langsung, atau penerapan, yang menghasilkan apa
yang ingin dipelajari ke dalam suatu tindakan. Ini manfaat pengembangan diri: 1. Bisa
Mengenal Diri Lebih Dalam Mencoba mengenali diri ialah salah satu kunci utama dalam
mengembangkan diri. Bila seseorang tidak mengenal dirinya sendiri dengan baik, tidak
mungkin dia bisa mencoba meningkatkan kualitas dirinya. 2. Mengetahui Kelebihan dan
Kekurangan Diri Pengembangan diri memampukan seseorang mengetahui kelebihan
dan kekurangan yang ada pada dirinya. Hal ini membantu orang itu memperbaiki apa
yang kurang dari dirinya. 3. Memotivasi Diri Motivasi tidak selalu datang di waktu yang
tepat, saat jenuh motivasi sulit didapatkan bahkan ada kecenderungan orang yang
jenuh menghiraukan perkataan orang-orang sekitar. Saat fokus pada pengembangan
diri, seseorang akan selalu memiliki kemauan ketika melihat jalan. Walaupun
dihadapkan pada situasi yang berat, hadapilah jika memang hanya jalan itu yang akan
membuat kita lebih berkembang. Baca Juga: Jawaban Motivasi Ikut Guru Penggerak
dan Apa yang Anda Lakukan dalam Mewujudkan Motivasi Tersebut 4. Memiliki Jenjang
Kehidupan yang Baik Ketika pribadi seseorang unggul dengan dengan keterampilan dan
kemampuan yang lebih baik, kesempatannya untuk mendapat kehidupan yang lebih
baik semakin besar dan baik untuk pengembangan dirinya. 5. Memiliki Koneksi
Terhadap Orang Lain Pengembangan diri tidak hanya tentang meningkatkan kualitas
diri tetapi juga berkaitan dengan sikap dan kepribadian ketika berhubungan dengan
orang [Link] bisa sukses dalam hidup pengembangan diri perlu dilakukan dengan
kontinyu.

Bagaimana penerapan hasil proses pembelajaran yang Anda sebutkan di dalam


pekerjaan Anda?

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, masukan dan umpan balik serta tindakan
lain yang bukan merupakan kebiasaan dapat mendukung terjadi proses pembelajaran
dan pengembangan diri. Oleh karena itu, proses pembelajaran yang berlangsung
dengan pendekatan pola hubungan sebagai teman atau friendly relationship bisa
mempermudah pendidik dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. Proses
pembelajaran yang terjadi berhasil menciptakan suasana yang kondusif, nyaman, dan
menyenangkan. Dengan begitu, akan berpengaruh pada semangat mengajar sekaligus
makin percaya bahwa pekerjaan ini mulia dan tidak mungkin untuk ditinggalkan.

Selain itu, dengan kondisi belajar seperti itu, maka kualitas dari pekerjaan sebagai
pendidik semakin meningkat. Apalagi, dalam menjalankan tugas sebagai pendidik juga
didukung dengan adanya teknologi yang semakin mempermudah tugas guru. Dengan
demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwasanya hasil proses pembelajaran akan sangat
berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan yang saya lakukan. Kemampuan mengelola
kegiatan pembelajaran dengan hasil yang baik akan meningkatkan kepercayaan diri
sekaligus citra guru di mata masyarakat. Selain itu, hasil proses pembelajaran yang baik
juga dapat memberikan tambahan semangat belajar dan prestasi peserta didik.
Penutup Itulah alternatif jawaban terkait tugas soal guru penggerak yang bisa dijadikan
referensi dan bahan untuk belajar.

Ceritakan pengalaman Anda dalam melakukan pengembangan dan bimbingan terhadap


orang lain (seperti peserta didik, rekan sejawat/guru, orang tua) dalam rangka
mempersiapkannya mengemban peran yang menantang

Kapan waktu kejadiannya? Siapa yang Anda kembangkan? Apa yang memotivasi Anda
melakukan pengembangan tersebut? Jelaskan tujuan dari pengembangan tersebut?

Jawaban:

Pengembangan perlu dilakukan kepada seorang pendidik sebagai pengajar siswa-siswa


disekolah. Kelancaran program disekolah tentunya didukung oleh pengajar yang memadai.
Oleh karena itu, perlu dilakukan untuk mengadakan pelatihan yang baik kepada guru,
pengajar non akademik, serta pegawai administrasi di sekolah. Hal ini dilakukan untuk
meningkatkan pelayanan serta mengadopsi metode dari instansi lain, demi terciptanya
peningkatan pelayanan yang bermutu serta mempersiapkan pengemban peran yang
menantang.

Penjelasan:

Tenaga kependidikan atau personalia adalah semua orang yang tergabung dengan sekolah
dan bekerja sama demi tercapinya pelayanan yang baik. Tenaga kependidikan di sekolah
meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, pegawai tat usaha, dan pesuruh.
Keberlangsungan belajar yang baik, dapat dicapai dengan sinergi seluruh anggota tenaga
kependidikan sehingga masing-masing melakukan tugasnya secara sungguh-sungguh.

Bagaimana cara Anda menyusun rencana pengembangan yang dibutuhkan? Mengapa hal
tersebut Anda rasa merupakan cara terbaik untuk mengembangkan orang tersebut?
Ceritakan cara Anda membangun kesepakatan guna mencapai hasil pengembangan yang
diharapkan. Dukungan apa saja yang Anda berikan?

Sebelum melakukan kegiatan, saya akan mengajak rekan-rekan yang lain untuk
berdisukusi mengenai apa saja yang perlu dibenahi dan ditingkatkan. Menentukun
tujuan dari pengembangan juga merupakan hal yan penting, agar kegiatan-kegiatan
yang diselenggarakan dalam latihan kepemimpinan nantinya dapat mencapai hasil
pengembangan yang diharapkan. Beberapa dukungan yang akan saya berikan ialah:

Memberikan waktu dan kesempatan bagi rekan-rekan lainnya dalam menyampaikan


pendapat dan ide-ide mereka.
Memberikan dukungan kepada rekan-rekan untuk melaksanakan kegiatan dengan
penuh semangat.
Memberikan motivasi dan pemahaman kepada anggota agar mau mengikuti kegiatan
pengembangan yang dimaksud, demi menciptakan pribadi yang unggul dan berkualitas.
Pembahasan

Kegiatan pengembangan merupakan usaha yang dilakukan guna meningkatkan kualitas


ataupun tujuan yang ingin dicapai. Kegiatan pengembangan biasanya dilakukan dalam
suatu organisasi, lembaga maupun instansi. Kegiatan pengembangan berisi rangkaian
kegiatan yang sudah dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia
(SDM).

Contoh kegiatan pengembangan di sekolah ialah:

Kegiatan ekstrakurikuler
Kegiatan latihan kepemimpinan
Kegiatan pengembangan oleh guru

Hambatan apa yang Anda temui dan bagaimana cara Anda mengatasinya? Upaya-
upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mempertahankan motivasi orang tersebut?

Dukungan yang dapat diberikan kepada orang lain bisa berupa motivasi, kata kata
semangat, tindakan mendukung, hingga tindakan mendorong dan mengajak yang
bersifat memberi dorongan. Selain itu, dukungan dapat berupa dana atau keuangan
yang sifatnya materil. Upaya sederhana yang dapat dilakukan untuk mendukung
seseorang contohnya dengan membantunya menyelesaikan permasalahan yang
sedang dihadapi.

Hambatan yang ditemui biasanya berupa hambatan secara materil maupun non materil.
Contohnya seperti hambatan secara finansial dan tidak adanya dukungan atau motivasi
dari orang orang sekita, bahkan bisa berupa cemooh dari orang lain yang dapat
menurunkan rasa percaya diri. Selain itu, hambatan dapat muncul dari dalam diri sendiri
berupa malas, kurang fokus, dan susah membuat rencana.

Upaya untuk mempertahankan motivasi bisa berupa menetapkan tujuan dan goals yang
jelas, menyusun rencana yang baik dan terarah, hingga memfokuskan diri untuk bekerja.
Ketika merasa sudah kehilangan motivasi, coba ceritakan pada orang sekitar dan
diharapkan orang tersebut bisa memberikan kita dukungan.

Pembahasan
Dukungan merupakan sebuah tindakan atau upaya untuk menyemangati dan
memberikan motivasi kepada orang lain dalam usaha untuk meraih apa yang ia
inginkan. Hambatan merupakan suatu hal yang dapat menghalangi dan menghambat
proses seseorang menuju kemajuan dan pencapaiannya terhadap suatu hal baik dari
dalam diri maupun dari luar diri. Upaya merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk
mencapai sebuah tujuan.

Bagaimana Anda mengukur kemajuan dan hasil perkembangan orang tersebut? Kriteria-
kriteria apa saja yang Anda gunakan?
Untuk mengukur kemajuan dan hasil perkembangan seseorang, beberapa metode dan
kriteria evaluasi dapat digunakan sebagai berikut:

Metode Pengukuran:
Entry Test: Tes yang dilakukan sebelum program dimulai untuk menilai tingkat
penguasaan pengetahuan dan keterampilan awal peserta. Tes ini berfungsi sebagai
dasar untuk menentukan tingkat kesulitan materi yang akan disampaikan dalam
program.

Pre-test: Tes yang diberikan sebelum proses pembelajaran dimulai. Tujuannya adalah
untuk mengukur sejauh mana pengetahuan dan keterampilan peserta didik terhadap
materi yang akan diajarkan.

Post-test: Tes yang dilakukan pada akhir program atau unit pembelajaran. Tujuan post-
test adalah untuk mengevaluasi pencapaian peserta setelah mereka mengikuti kegiatan
atau proses pembelajaran.

Embedded Test: Tes yang dilaksanakan di tengah-tengah program untuk memantau


kemajuan peserta secara berkelanjutan dan memberikan umpan balik yang berguna
selama proses pembelajaran.

Kriteria Pengukuran:

Langsung: Metode evaluasi harus dapat memberikan hasil yang jelas dan langsung
terkait dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Objektif: Penilaian harus bersifat objektif dan tidak dipengaruhi oleh penilaian subjektif,
sehingga hasilnya akurat dan adil.

Memadai: Instrumen evaluasi harus memadai dan sesuai dengan materi yang diajarkan,
serta dapat mengukur aspek yang relevan dari pembelajaran.

Kuantitatif: Pengukuran kemajuan harus dapat dinyatakan dalam bentuk angka atau
data kuantitatif yang memungkinkan analisis yang lebih mendalam.

Memilah Program: Evaluasi harus dapat membedakan antara berbagai aspek atau
program yang sedang dinilai, agar dapat memberikan informasi yang spesifik mengenai
bagian-bagian yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan.

Praktis: Proses evaluasi harus mudah diterapkan dalam konteks pembelajaran tanpa
memerlukan sumber daya atau waktu yang berlebihan.

Dapat Diandalkan: Instrumen dan metode evaluasi harus dapat diandalkan untuk
menghasilkan hasil yang konsisten dan akurat setiap kali digunakan.
Pembahasan:

Dalam konteks pembelajaran, sistem evaluasi berperan sebagai alat untuk menilai
kemajuan dan hasil perkembangan peserta didik. Evaluasi tidak hanya mencakup tugas,
ujian tengah semester (mid), atau ulangan akhir, tetapi juga penilaian dari sisi
psikomotorik dan kognitif. Hal ini penting karena setiap individu memiliki kemampuan
dan minat yang berbeda di setiap bidangnya. Dengan menggunakan berbagai metode
dan kriteria evaluasi, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai
perkembangan dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang diajarkan.

Bagaimana hasilnya?
Hasilnya yaitu memiliki keinginan untuk selalu belajar hal baru dan pengalaman baru
dan
meniingkatakn kwalitas diri untuk dapat berbagi praktik [Link] teman
sejawat,memberikan masukan
dan informasi untuk pembelajaran di sekolah maupun di luar sekolah,untuk dapat
mengaktifkan orang tua
murid,tokoh-tokoh masyarakat komite sekolah,dan [Link] hubungan
akrab dengan
masyarakat di mulai dengan memajukkan dan menunjukkan mutu pendidikan yang
meyakinkan ,saya
mampu pacu para siswa berprestasi,dapat menghasilkan lulusan yang berprestasi
menjadikan sekolah
favorit di lingkungan setempat Pendidikan memiliki peran penting dalam pembangunan
Nasional dan turut
memajukan bangsa melalui pendidikan berkwalitas,saya mampu mengkaderkan
generasi bangsa yang
cerdas dan berkarakter yang mampu bersaing di era globalisasi saat ini,

Anda mungkin juga menyukai