Motivasi dan Inovasi dalam Program Guru Penggerak
Motivasi dan Inovasi dalam Program Guru Penggerak
Jawaban:
Motivasi saya menjadi Guru Penggerak dan yang dilakukan untuk mewujudkannya adalah:
1. Saya ingin menjadi guru yang berkompetensi sebab kenyataannya banyak guru yang hanya
fokus untuk menjelaskan materi pelajaran, namun melupakan kompetensi lainnya yakni
kepribadian dan sosial.
2. Saya ingin memprioritaskan peserta didik serta diperlukan faktor penggerak dalam dunia
pendidikan untuk mendukung guru menjadi yang terdepan dalam penyelesaian masalah.
3. Saya ingin menjadi penggerak untuk diri sendiri, kemudian baru menjadi penggerak untuk
para guru lainnya agar kompetensi saya bertambah. Oleh sebab itu, saya mengikuti program ini
untuk menambah koneksi.
5. Saya ingin mempersiapkan diri sendiri dari segi kemampuan, kepemimpinan, pembelajaran,
dan pedagogi. Hal itu agar dapat menggerakkan komunitas belajar di dalam atau luar
lingkungan sekolah.
Salah satu cara saya untuk mewujudkan motivasi tersebut adalah mengikuti program guru
penggerak dan mendaftar di SIMPKB. Di samping itu, untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran saya berdiskusi secara positif dan bekerja sama dengan rekan sesama guru
serta pihak yang berkepentingan, baik di dalam dan luar sekolah.
Kemudian saya menginginkan adanya suatu perubahan, inovasi, pemberdayaan, dan gerakan
dan berdampak secara nyata seperti menulis buku antologi berkolaborasi dengan masyarakat
yang melek literasi.
Apa kelebihan Anda yang dapat mendukung Anda mengikuti program Guru Penggerak?
Upaya apa saja yang telah Anda lakukan untuk memajukan sekolah tempat Anda
bekerja yang menurut Anda sejalan dengan program Guru Penggerak? (Jawaban harus
mencakup nama program, contoh implementasi yang dilakukan)
Penjelasan:
Kelebihan yang Dapat Mendukung Saya Mengikuti Program Guru Penggerak
Kompetensi dalam Pengajaran: Saya memiliki pengalaman mengajar yang kuat dan
memahami berbagai metode pengajaran yang efektif. Hal ini memungkinkan saya untuk
menyesuaikan pendekatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa.
Kemampuan Kepemimpinan: Saya aktif dalam organisasi sekolah dan sering memimpin
kegiatan ekstrakurikuler. Keterampilan ini membantu saya dalam membangun kerja
sama tim dan memotivasi rekan-rekan untuk mencapai tujuan bersama.
Jawaban:
Dalam dunia pendidikan, IT telah menjadi bagian integral yang mendukung
pembelajaran. Berikut beberapa pengalaman umum dalam menggunakan IT untuk
pembelajaran:
2. Pembelajaran Jarak Jauh: Melalui platform video konferensi seperti Zoom atau
Microsoft Teams, kelas dapat diadakan secara online. IT membantu dengan
memfasilitasi interaksi antara siswa dan guru meskipun berada di lokasi yang berbeda.
3. Akses ke Sumber Daya Digital: Teknologi memudahkan akses ke buku digital, video
pembelajaran, tutorial interaktif, dan simulasi yang memperkaya pengalaman belajar.
Siswa dapat mengakses materi kapan saja, dari mana saja.
Seiring perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi guru dituntut untuk lebih cerdas
dan kreatif dalam menyampaikan atau menyajikan materi pembelajaran. Seorang guru
harus mampu membuat media pembelajaran yang kreatif, inovatif, menarik bagi peserta
didik . kemudian dapat menimbulkan rasa keingintahuan yang besar dari diri peserta
didik. Peserta didik saat ini berada pada generasi Z, dimana semua kegiatan yang
mereka lakukan berhubungan dengan gawai dan internet. Mereka lebih bisa diandalkan
dalam hal IPTEK dari pada generasi sebelumnya, hal ini dikarenakan ketika mereka lahir
semua kecanggihan dalam hal IPTEK sudah ada. Berdasarkan kondisi tersebut, mereka
menjadi generasi yang komunikatif, ambisius, mandiri, dan mahir berteknologi.
Dari materi yang diberikan, jika materi itu berupa tulisan panjang, peserta didik tidak
membacanya. Jika berbentuk video, hanya sedikit peserta didik yang mendengarkan
penjelasanya dan memahaminya. Sehingga hasil akhir dari pembelajaran dapat
dikatakan tidak berhasil karena nilai siswa tidak memuaskan dan siswa tidak merasa
aktif melakukan pembelajaran. Berdasarkan masalah di atas, penulis kemudian
mengembangkan beberapa bahan ajar dan media pembelajaran yang menuntut peserta
didik untuk aktif dalam semua kegiatan pembelajaran yang diberikan. Penulis tetap
menggunakan E-learning sebagai wadah, akan tetapi penulis menggunakan Interactive
Content untuk semua rangkaian kegiatan pembelajaaran (pembukaan, inti dan
penutup).
KEGIATAN PEMBUKAAN
Pada kegiatan pembukaan, penulis memberikan video apersepsi yang berisi salam,
bertanya kabar, menanyakan materi pada pertemuan berikutnya, menyampaikan tujuan
pembelajaran, manfaat materi yang dipelajari pada kehidupan sehari-hari, dan sistem
penilaian melalui video interaktif. Pada video interaktif ini, peserta tidak hanya
mengamati video, tapi mereka harus menjawab beberapa pertanyaan agar video bisa
terus berputar.
KEGIATAN INTI
Dalam kegiatan ini, penulis memberikan serangkaian muatan yang berisi video
interaktif, penjelasan penulis melalui suara, gambar menarik, pertanyaan, dan ringkasan
materi dalam bentuk presentasi interaktif. Slide pertama terdapat video interaktif yang
berisi tentang materi yang akan diajarkan, peserta didik mengamati dan menjawab
pertanyaan dalam video. Slide kedua, peserta didik akan menemukan sedikit tulisan
beserta suara tentang materi yang diajarkan. Pada slide ketiga, peserta didik akan
dihadirkan beberapa gambar yang menjelaskan tentang materi.
Pada slide keempat, peserta didik akan menjawab serangkaian pertanyaan dalam
bentuk permainan (menjodohkan gambar/ kata, menyusun kata, melengkapi kalimat,
benar-salah, jawaban singkat, pilihan ganda). Penulis akan memilih model pertanyaan
berdasarkan materi. Kemudian di slide kelima, penulis memberikan ringkasan materi
melalui serangkaian pernyataan yang harus dipilih oleh peserta didik. Slide ini, ketika
peserta didik telah menemukan pernyataan yang benar, mereka diminta untuk
menuliskanya di buku catatan masing-masing. Slide terakhir, peserta didik akan melihat
skor perolehan atas beberapa pertanyaan yang terjawab. Baca juga jawaban guru
penggerak 1.
KEGIATAN PENUTUP
Pada kegiatan penutup, penulis memberikan medali atas pencapaian peserta didik pada
tahap sebelumnya. Dan pada tahap ini peserta didik harus melakukan refleksi
pembelajaran dengan menjawab serangkaian pertanyaan yang jawabanya
menggunakan gambar emoji.
Ceritakan pengalaman Anda membangun kerja sama dengan pihak di luar sekolah
yang mendatangkan manfaat bagi sekolah
Apa peran Anda saat itu? Kapan kejadiannya? Situasi apa yang Anda hadapi saat itu? Pihak
mana saja yang bekerja sama dengan Anda saat itu?
Kesulitan apa saja yang Anda hadapi saat bekerja sama? Adakah penolakan ataupun
kegagalan yang Anda hadapi dalam situasi tersebut? Bagaimana respon Anda dalam
situasi tersebut? Upaya apa yang Anda lakukan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang
telah direncanakan?
Kesulitan yang saya hadapi ketika melakukan kerja sama adalah menyatukan ide antar
anggota.
Terkadang ada penolakan terlebih dahulu dari anggota kelompok yang akan bekerja
sama.
Respon saya akan tetap bersikap tenang dan sabar dalam menghadapi perbedaan ide
atau pendapat.
Upaya saya yaitu dengan cara berusaha menyatukan pendapat agar bisa bekerja sama
dengan nyaman.
Pembahasan
Manusia disebut sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial. Walaupun manusia
dibekali dengan akal pikiran , maka akal dan pikiran tersebut akan digunakan untuk bisa
memenuhi kebutuhannya sendiri, namun manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa
bantuan dari manusia yang lain. Karena masing-masing manusia harus saling
membantu satu sama yang lainnya dalam melaksanakan suatu kegiatan untuk
mewujudkan tujuan bersama untuk keberlangsungan dari manusia itu sendiri.
Ini bisa berupa insentif finansial, pengakuan, atau manfaat lain yang relevan.
Selama dan setelah kerja sama, lakukan evaluasi berkala dan berikan umpan balik
kepada pihak-pihak yang terlibat.
Bagaimana hasilnya?
Mendekatkan Satu Sama Lain. Ketika melakukan kerja sama akan membentuk ikatan
emosional antar siswa. ...
Melatih Mengelola Konflik. Kerja sama pada kelompok belajar akan melatih diri setiap
siswa untuk dapat melakukan pengelolaan konflik. ...
Menciptakan Suasana yang Positif.
Kelancaran semua acara kerja forum pendidikan akan memudahkan forum terkait buat
meraih misinya memajukan pendidikan demi generasi belia Indonesia. Untuk itu sekolah
perlu didukung sang banyak sekali pihak serta aspek, mulai menurut SDM, sarana, serta
keuangan.
Hasil:
Setelah sistem diterapkan, ada peningkatan signifikan dalam pengelolaan waktu
pengajaran dan akses materi [Link] lebih efisien dalam membagi waktu
antara pengajaran dan tugas administratif, sementara siswa merasa lebih terbantu
dengan kemudahan akses materi pembelajaran.
Komunikasi antara pihak-pihak terkait juga menjadi lebih lancar, yang berkontribusi
pada peningkatan mutu pendidikan di sekolah tersebut.
Unsur-unsur yang dilibatkan dalam perubahan sekolah biasanya tidak jauh dari unsur
kebersihan sekolah, serta ketertiban dan disiplin dalam sekolah itu sendiri.
Pihak yang dilibatkan dalam inisiatif perubahan sekolah adalah seluruh warga sekolah
yang terdiri dari Kepala sekolah, para guru, para siswa, dan warga sekolah lainnya
seperti tim kebersihan sekolah, serta tim keamanan sekolah (satpam sekolah) tak
terkecuali.
Perubahan sekolah bisa antara lain meningkatkan kualitas sekolah dari berbagai faktor,
misalnya, faktor kebersihan sekolah, dan ketertiban sekolah dengan membuat peraturan
yang dapat mencapai hal tersebut dan bisa diikuti seluruh warga sekolah tak terkecuali.
Adanya inisiasi perubahan dalam sekolah dapat berarti sekolah ingin meningkatkan
instansinya agar satu tingkat lebih baik. Biasanya hal ini berhubungan dengan penilaian
akreditasi sekolah itu sendiri.
Apabila akreditasinya baik, maka mutu serta kelayakan sekolah tersebut dapat
diperhitungkan sebagai pelayanan pendidikan yang baik pula. Hal ini berdampak baik
pula pada Kepala sekolah juga guru-guru yang bertugas di sekolah tersebut.
Perubahan pada sekolah juga ditujukan agar seluruh warga sekolah dapat merasa
nyaman saat melakukan kegiatan belajar-mengajar dalam sekolah tersebut mulai dari
aspek kebersihan hingga ketertiban dalam sekolah agar menghasilkan pribadi-pribadi
yang ulet dan berhasil di kemudian hari.
Tantangan apa yang Anda hadapi dalam memfasilitasi perubahan tersebut? Ceritakan
pengalaman Anda dalam menghadapi tantangan tersebut.
1. Tantangan yang pernah saya hadapi dalam memfasilitasi perubahan dalam sebuah
instansi contohnya lingkungan sekolah, adanya kendala dalam pelaksanaan dan juga
hasil atau evaluasi yang tidak sesuai dari perencanaan yang telah dibuat sebelumnya.
dan juga lingkungan sekolah terutama warga sekolah yang tidak sepenuhnya terlibat
dalam pelaksanaan perubahaan tersebut.
2. cara yang dilakukan agar perubahan tersebut terlaksana dengan baik adalah :
melakukan pendekatan kepada warga sekolah dengan cara mengajak warga sekolah
untuk selalu terlibat dalam pelaksanaan tersebut
mengajak diskusi dan juga melibatkan warga sekolah (pendidik) apabila ada masalah
yang sedang dihadapi
terbuka dengan segala ide dan solusi yang mereka tawarkan
mengajak warga sekolah untuk memantau dan mengawasi dari pelaksanaan perubahan
tersebut
memfasilitasi warga sekolah apabila ingin melakukan perubahan dalam kegiatan
belajar mengajar maupun kegiatan pendukung lainnya
menerima semua ide maupun kritik dari warga sekolah terhadap perubahan yang
dilaksanakan
bersama warga sekolah untuk berupaya memaksimalkan perubahan tersebut
terlaksana dengan baik
Penjelasan :
tugas kepala sekolah tidak hanya memimpin sebuah sekolah agar dapat berjalan
dengan baik sesuai dengan visi misi yang telah ditetapkan. selain menjadi pemimpin
kepala atau leader sekolah juga bertanggung jawab manager dan supervisor. sebagai
leader kepala sekolah memiliki tugas sebagai motivator dan inovator.
Ceritakan cara-cara yang Anda lakukan untuk mendorong pihak lain untuk mencari ide
atau solusi yang berbeda (inovatif) untuk mendukung perubahan yang Anda lakukan di
sekolah.
Jawaban:
Untuk mendorong pihak lain mencari ide atau solusi inovatif dalam mendukung
perubahan di sekolah, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut:
- Buat forum atau sesi diskusi di mana semua pihak, termasuk siswa, guru, dan staf,
dapat berbagi ide dan pendapat mereka. Diskusi terbuka sering kali memicu kreativitas
dan memunculkan solusi baru.
2. Dorong kolaborasi:
- Ajak kelompok-kelompok kecil atau tim untuk bekerja bersama dalam proyek atau
tantangan tertentu. Kolaborasi antara individu dengan latar belakang berbeda dapat
menghasilkan ide-ide inovatif.
- Tunjukkan contoh sukses dari sekolah lain atau organisasi yang telah berhasil
melakukan perubahan. Inspirasi dari contoh nyata dapat memotivasi pihak lain untuk
berpikir kreatif.
- Sediakan pelatihan atau workshop tentang teknik berpikir kreatif dan pemecahan
masalah. Berikan akses ke sumber daya yang dapat membantu mereka
mengembangkan ide-ide baru.
- Berikan apresiasi dan penghargaan kepada individu atau tim yang mengusulkan atau
menerapkan ide-ide inovatif. Pengakuan dapat memotivasi lebih banyak orang untuk
berpartisipasi dan berkontribusi.
Bagaimana Hasilnya?
Adanya kerja sama tersebut dapat memberikan beberapa manfaat bagi setiap siswa. Di
antaranya, yaitu
Menghemat waktu dan tenaga. Kerja sama dapat membuat pekerjaan menjadi cepat
selesai dan membuahkan hasil.
. Perkembangan menuntut kita untuk terus belajar hal-hal baru. Ceritakan pengalaman
Anda saat mendapatkan masukan atau umpan balik terkait kemampuan Anda.
Kapan waktu kejadiannya? Masukan atau umpan balik apa yang secara spesifik Anda
dapatkan? Apa yang Anda rasakan saat menerima masukan atau umpan balik tersebut?
Saya memiliki pengalaman yang menarik saat mendapatkan masukan atau umpan balik
terkait kemampuan saya. Suatu waktu, saya sedang bekerja dalam sebuah proyek tim
yang kompleks di kantor. Tim kami terdiri dari anggota yang memiliki beragam latar
belakang dan keahlian. Dalam proyek ini, tugas saya adalah untuk menangani analisis
data dan menyusun laporan hasil.
Setelah menyelesaikan tugas saya, saya mendapatkan umpan balik dari kepala tim
saya. Dia memberi tahu saya bahwa hasil analisis saya sangat baik dan laporan saya
terstruktur dengan baik. Namun, ia juga menyebutkan bahwa ada beberapa area di
mana saya bisa meningkatkan kualitas pekerjaan saya.
Umpan balik tersebut membuat saya sedikit terkejut, karena sebelumnya saya pikir saya
sudah melakukan yang terbaik. Namun, saya menyadari bahwa umpan balik ini adalah
peluang untuk belajar dan tumbuh. Saya kemudian meminta kepala tim saya untuk
menunjukkan area-area yang perlu diperbaiki lebih lanjut.
Salah satu hal yang dia soroti adalah kekurangan saya dalam menjelaskan analisis data
secara jelas. Saya sering menggunakan istilah teknis yang sulit dipahami oleh anggota
tim yang memiliki latar belakang yang berbeda. Kepala tim kemudian memberi saran
untuk menyederhanakan dan menjelaskan analisis dengan bahasa yang lebih umum.
Bagaimana cara Anda menyikapi masukan dan umpan balik tersebut untuk
pengembangan diri Anda?
Saat mendapatkan masukan dan umpan balik saya menyadari bahwa hal itu merupakan
hal yang baik untuk perkembangan diri saya.
Oleh sebab itu saya selalu terbuka dengan masukan yang diberikan kepada saya dan
selalu mengambil sisi positif dari masukan tersebut agar saya bisa memperbaiki
kesalahan maupun kekurangan saya dan akhirnya bisa menjadi pribadi yang lebih baik.
Sebagai contoh ketika saya mendapatkan umpan balik dari rekan kerja saya di sekolah
mengenai cara mengajar saya yang banyak memanfaatkan perkembangan teknologi.
Saat mengajar saya lebih banyak menyampaikan materi kepada siswa dengan
menggunakan video maupun melakukan kuis sederhana yang berbasis game. Saat
mendapatkan pujian dari rekan kerja di sekolah saya merasa senang dan bangga
karena usaha saya dalam mengajar siswa dianggap cukup berhasil membuat siswa
menjadi lebih semangat untuk belajar.
Namun di sisi lain saya juga mendapatkan kritikan mengenai cara saya mengajar yang
dianggap membuat siswa menjadi malas membaca buku. Menanggapi masukan
tersebut saya terus berupaya meningkatkan kemampuan profesional saya sebagai guru
dan membuat inovasi baru agar siswa selalu merasa antusias untuk belajar.
Selain memanfaatkan masukan dan umpan balik dalam proses pengembangan diri
Anda, Hal berbeda apa yang Anda lakukan untuk mendukung proses pengembangan diri
Anda? Adakah cara-cara di luar kebiasaan yang Anda lakukan dimana hal tersebut
membuat Anda kurang nyaman namun mendukung proses pembelajaran Anda?
Selain memanfaatkan masukan serta umpan balik dalam proses pengembangan diri
saya, hal berbeda yang saya lakukan untuk mendukung proses pengembangan diri saya
adalah: Melakukan aktivitas sosial masyarakat. Melakukan kegiatan diluar akademis
seperti olahraga atau yang lainnya. Mengikuti seminar-seminar mengenai
pengembangan diri. Menyalurkan atau mendalami bakat yang saya sukai Cara-cara di
luar kebiasaan yang saya lakukan dimana hal tersebut membuat saya kurang nyaman
namun mendukung proses pembelajaran saya adalah: Menepati jadwal pembelajaran
dengan disiplin tinggi. Melakukan pembelajaran dengan membaca sebanyak mungkin
buku literasi. Memberikan latihan soal dengan menargetkan berapa soal yang harus
dikerjakan Penjelasan: Umpan balik adalah usaha memperoleh informasi mengenai
kemampuan seseorang melakukan sesuatu atau menjalankan keterampilan. Suatu
umpan balik menerangkan hal yang kurang tepat dan hal yang berjalan dengan baik.
Langkah pertama ialah percobaan langsung, atau penerapan, yang menghasilkan apa
yang ingin dipelajari ke dalam suatu tindakan. Ini manfaat pengembangan diri: 1. Bisa
Mengenal Diri Lebih Dalam Mencoba mengenali diri ialah salah satu kunci utama dalam
mengembangkan diri. Bila seseorang tidak mengenal dirinya sendiri dengan baik, tidak
mungkin dia bisa mencoba meningkatkan kualitas dirinya. 2. Mengetahui Kelebihan dan
Kekurangan Diri Pengembangan diri memampukan seseorang mengetahui kelebihan
dan kekurangan yang ada pada dirinya. Hal ini membantu orang itu memperbaiki apa
yang kurang dari dirinya. 3. Memotivasi Diri Motivasi tidak selalu datang di waktu yang
tepat, saat jenuh motivasi sulit didapatkan bahkan ada kecenderungan orang yang
jenuh menghiraukan perkataan orang-orang sekitar. Saat fokus pada pengembangan
diri, seseorang akan selalu memiliki kemauan ketika melihat jalan. Walaupun
dihadapkan pada situasi yang berat, hadapilah jika memang hanya jalan itu yang akan
membuat kita lebih berkembang. Baca Juga: Jawaban Motivasi Ikut Guru Penggerak
dan Apa yang Anda Lakukan dalam Mewujudkan Motivasi Tersebut 4. Memiliki Jenjang
Kehidupan yang Baik Ketika pribadi seseorang unggul dengan dengan keterampilan dan
kemampuan yang lebih baik, kesempatannya untuk mendapat kehidupan yang lebih
baik semakin besar dan baik untuk pengembangan dirinya. 5. Memiliki Koneksi
Terhadap Orang Lain Pengembangan diri tidak hanya tentang meningkatkan kualitas
diri tetapi juga berkaitan dengan sikap dan kepribadian ketika berhubungan dengan
orang [Link] bisa sukses dalam hidup pengembangan diri perlu dilakukan dengan
kontinyu.
Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, masukan dan umpan balik serta tindakan
lain yang bukan merupakan kebiasaan dapat mendukung terjadi proses pembelajaran
dan pengembangan diri. Oleh karena itu, proses pembelajaran yang berlangsung
dengan pendekatan pola hubungan sebagai teman atau friendly relationship bisa
mempermudah pendidik dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. Proses
pembelajaran yang terjadi berhasil menciptakan suasana yang kondusif, nyaman, dan
menyenangkan. Dengan begitu, akan berpengaruh pada semangat mengajar sekaligus
makin percaya bahwa pekerjaan ini mulia dan tidak mungkin untuk ditinggalkan.
Selain itu, dengan kondisi belajar seperti itu, maka kualitas dari pekerjaan sebagai
pendidik semakin meningkat. Apalagi, dalam menjalankan tugas sebagai pendidik juga
didukung dengan adanya teknologi yang semakin mempermudah tugas guru. Dengan
demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwasanya hasil proses pembelajaran akan sangat
berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan yang saya lakukan. Kemampuan mengelola
kegiatan pembelajaran dengan hasil yang baik akan meningkatkan kepercayaan diri
sekaligus citra guru di mata masyarakat. Selain itu, hasil proses pembelajaran yang baik
juga dapat memberikan tambahan semangat belajar dan prestasi peserta didik.
Penutup Itulah alternatif jawaban terkait tugas soal guru penggerak yang bisa dijadikan
referensi dan bahan untuk belajar.
Kapan waktu kejadiannya? Siapa yang Anda kembangkan? Apa yang memotivasi Anda
melakukan pengembangan tersebut? Jelaskan tujuan dari pengembangan tersebut?
Jawaban:
Penjelasan:
Tenaga kependidikan atau personalia adalah semua orang yang tergabung dengan sekolah
dan bekerja sama demi tercapinya pelayanan yang baik. Tenaga kependidikan di sekolah
meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, pegawai tat usaha, dan pesuruh.
Keberlangsungan belajar yang baik, dapat dicapai dengan sinergi seluruh anggota tenaga
kependidikan sehingga masing-masing melakukan tugasnya secara sungguh-sungguh.
Bagaimana cara Anda menyusun rencana pengembangan yang dibutuhkan? Mengapa hal
tersebut Anda rasa merupakan cara terbaik untuk mengembangkan orang tersebut?
Ceritakan cara Anda membangun kesepakatan guna mencapai hasil pengembangan yang
diharapkan. Dukungan apa saja yang Anda berikan?
Sebelum melakukan kegiatan, saya akan mengajak rekan-rekan yang lain untuk
berdisukusi mengenai apa saja yang perlu dibenahi dan ditingkatkan. Menentukun
tujuan dari pengembangan juga merupakan hal yan penting, agar kegiatan-kegiatan
yang diselenggarakan dalam latihan kepemimpinan nantinya dapat mencapai hasil
pengembangan yang diharapkan. Beberapa dukungan yang akan saya berikan ialah:
Kegiatan ekstrakurikuler
Kegiatan latihan kepemimpinan
Kegiatan pengembangan oleh guru
Hambatan apa yang Anda temui dan bagaimana cara Anda mengatasinya? Upaya-
upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mempertahankan motivasi orang tersebut?
Dukungan yang dapat diberikan kepada orang lain bisa berupa motivasi, kata kata
semangat, tindakan mendukung, hingga tindakan mendorong dan mengajak yang
bersifat memberi dorongan. Selain itu, dukungan dapat berupa dana atau keuangan
yang sifatnya materil. Upaya sederhana yang dapat dilakukan untuk mendukung
seseorang contohnya dengan membantunya menyelesaikan permasalahan yang
sedang dihadapi.
Hambatan yang ditemui biasanya berupa hambatan secara materil maupun non materil.
Contohnya seperti hambatan secara finansial dan tidak adanya dukungan atau motivasi
dari orang orang sekita, bahkan bisa berupa cemooh dari orang lain yang dapat
menurunkan rasa percaya diri. Selain itu, hambatan dapat muncul dari dalam diri sendiri
berupa malas, kurang fokus, dan susah membuat rencana.
Upaya untuk mempertahankan motivasi bisa berupa menetapkan tujuan dan goals yang
jelas, menyusun rencana yang baik dan terarah, hingga memfokuskan diri untuk bekerja.
Ketika merasa sudah kehilangan motivasi, coba ceritakan pada orang sekitar dan
diharapkan orang tersebut bisa memberikan kita dukungan.
Pembahasan
Dukungan merupakan sebuah tindakan atau upaya untuk menyemangati dan
memberikan motivasi kepada orang lain dalam usaha untuk meraih apa yang ia
inginkan. Hambatan merupakan suatu hal yang dapat menghalangi dan menghambat
proses seseorang menuju kemajuan dan pencapaiannya terhadap suatu hal baik dari
dalam diri maupun dari luar diri. Upaya merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk
mencapai sebuah tujuan.
Bagaimana Anda mengukur kemajuan dan hasil perkembangan orang tersebut? Kriteria-
kriteria apa saja yang Anda gunakan?
Untuk mengukur kemajuan dan hasil perkembangan seseorang, beberapa metode dan
kriteria evaluasi dapat digunakan sebagai berikut:
Metode Pengukuran:
Entry Test: Tes yang dilakukan sebelum program dimulai untuk menilai tingkat
penguasaan pengetahuan dan keterampilan awal peserta. Tes ini berfungsi sebagai
dasar untuk menentukan tingkat kesulitan materi yang akan disampaikan dalam
program.
Pre-test: Tes yang diberikan sebelum proses pembelajaran dimulai. Tujuannya adalah
untuk mengukur sejauh mana pengetahuan dan keterampilan peserta didik terhadap
materi yang akan diajarkan.
Post-test: Tes yang dilakukan pada akhir program atau unit pembelajaran. Tujuan post-
test adalah untuk mengevaluasi pencapaian peserta setelah mereka mengikuti kegiatan
atau proses pembelajaran.
Kriteria Pengukuran:
Langsung: Metode evaluasi harus dapat memberikan hasil yang jelas dan langsung
terkait dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Objektif: Penilaian harus bersifat objektif dan tidak dipengaruhi oleh penilaian subjektif,
sehingga hasilnya akurat dan adil.
Memadai: Instrumen evaluasi harus memadai dan sesuai dengan materi yang diajarkan,
serta dapat mengukur aspek yang relevan dari pembelajaran.
Kuantitatif: Pengukuran kemajuan harus dapat dinyatakan dalam bentuk angka atau
data kuantitatif yang memungkinkan analisis yang lebih mendalam.
Memilah Program: Evaluasi harus dapat membedakan antara berbagai aspek atau
program yang sedang dinilai, agar dapat memberikan informasi yang spesifik mengenai
bagian-bagian yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan.
Praktis: Proses evaluasi harus mudah diterapkan dalam konteks pembelajaran tanpa
memerlukan sumber daya atau waktu yang berlebihan.
Dapat Diandalkan: Instrumen dan metode evaluasi harus dapat diandalkan untuk
menghasilkan hasil yang konsisten dan akurat setiap kali digunakan.
Pembahasan:
Dalam konteks pembelajaran, sistem evaluasi berperan sebagai alat untuk menilai
kemajuan dan hasil perkembangan peserta didik. Evaluasi tidak hanya mencakup tugas,
ujian tengah semester (mid), atau ulangan akhir, tetapi juga penilaian dari sisi
psikomotorik dan kognitif. Hal ini penting karena setiap individu memiliki kemampuan
dan minat yang berbeda di setiap bidangnya. Dengan menggunakan berbagai metode
dan kriteria evaluasi, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai
perkembangan dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang diajarkan.
Bagaimana hasilnya?
Hasilnya yaitu memiliki keinginan untuk selalu belajar hal baru dan pengalaman baru
dan
meniingkatakn kwalitas diri untuk dapat berbagi praktik [Link] teman
sejawat,memberikan masukan
dan informasi untuk pembelajaran di sekolah maupun di luar sekolah,untuk dapat
mengaktifkan orang tua
murid,tokoh-tokoh masyarakat komite sekolah,dan [Link] hubungan
akrab dengan
masyarakat di mulai dengan memajukkan dan menunjukkan mutu pendidikan yang
meyakinkan ,saya
mampu pacu para siswa berprestasi,dapat menghasilkan lulusan yang berprestasi
menjadikan sekolah
favorit di lingkungan setempat Pendidikan memiliki peran penting dalam pembangunan
Nasional dan turut
memajukan bangsa melalui pendidikan berkwalitas,saya mampu mengkaderkan
generasi bangsa yang
cerdas dan berkarakter yang mampu bersaing di era globalisasi saat ini,